Você está na página 1de 14

PROGRAM PEMBANGUNAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DESA (P3MD)

DIREKTORAT JENDERAL PEMBANGUNAN DAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DESA


KEMENTERIAN DESA, PEMBANGUNAN DAERAH TERTINGGAL DAN TRANSMIGRASI

Laporan Individu
disusun oleh:

STEPHANUS MULYADI, S.S., M.Sc.


SPT: 414.2/SPT-19-04/TA-6/2016
NKTR: 414.2/ktr-19-04/TA-6/2016

TA PENGEMBANGAN PELAYANAN SOSIAL DASAR


KABUPATEN KAPUAS HULU, KALIMANTAN BARAT

PENDAMPING DESA
KABUPATEN KAPUAS HULU, KALIMANTAN BARAT
Jl. Kopral Rahman Hilir Kantor, Kec. Putussibau Utara Kab. Kapuas Hulu Kalimantan Barat
HP/WA. 081280503764 E-Mail: stephanus_mulyadi@yahoo.de

Daftar Isi
Halaman

TENAGA AHLI PENGEMBANGAN PELAYANAN DASAR


KABUPATEN KAPUAS HULU

No

Judul

Pengantar Laporan

Halaman Pengesahan

Bab 1: Pendahuluan

Dari

: Tenaga Ahli Pengembangan Pelayanan


Dasar Kabupaten Kapuas Hulu

Bab 2: Tujuan

Tanggal

: 31 Mei 2016

Bab 3: Pelaksanaan Kegiatan

Perihal

Bab 4: Permasalahan

13

: Laporan Bulanan
Tenaga Ahli
Pengembangan Pelayanan Dasar Bulan
Mei Tahun 2016

Bab 5: Penutup

14

Lampiran

: Satu ( 1 ) berkas

Lampiran

Kepada Yth : Satker Dana Desa pada BPMPD Provinsi


Kalimantan Barat di Pontianak

Dengan Hormat,
1) Time Sheet

15

2) Realisasi Perj.Dinas (Mei)

16

3) Rencana Perj. Dinas (Juni)

18

4) Laporan Perjalanan Dinas

30

5) SPPD

26

Berdasarkan Surat Perintah Tugas (SPT) Nomor


414.2/SPT-19-08/TA-3/2016 dan Kontrak Kerja Nomor
414.2/ktr-19-04/TA-6/2016 tanggal 3 Februari 2016
yang dikeluarkan di Pontianak oleh Pejabat Pembuat
Komitmen Satuan Kerja Badan Pemberdayaan Masyarakat Dan Pemerintah Desa Provinsi Kalimantan Barat
dengan ini kami sampaikan Laporan Bulanan untuk Bulan Mei 2016.
Demikian laporan ini kami sampaikan, atas perhatian
dan kerjasamanya kami ucapkan terima kasih.
Hormat Kami,
Tenaga Ahli Pengembangan Pelayanan Sosial Dasar
Kabupaten Kapuas Hulu

Stephanus Mulyadi, S.S., M.Sc.


HP/WA: +62-81280503764
E-mail: stephanus_mulyadi@yahoo.de

photo terpilih edisi ini

Lomba Desa Piasak Hulu

Masjid Desa Danau Kandung suli

Fasilitas Kesehatan Danau Kandung Suli

Keindahan alam Danau Kandung Suli

Industri Kerajinan Danau Kandung Suli

Kekayaan Alam Danau Kandung Suli

HALAMAN PENGESAHAN
JUDUL

LAPORAN BULANAN INDIVIDU BULAN MEI 2016


PENDAMPING DESA KABUPATEN KAPUAS HULU
PROVINSI KALIMANTAN BARAT

OLEH

STEPHANUS MULYADI, M.Sc.

NO.KONTRAK

414.2/KTR-19-04/TA-6/2016

NO. SPT

414.2/SPT-19-04/TA-6/2016

Putussibau, 31 Mei 2016

Mengesahkan,

Disusun Oleh :

Kabid. KSED BPMPD


Kab. Kapuas Hulu

H.M. NASHARUDDIN, SE

STEPHANUS MULYADI, M.Sc

NIP. 19681128 199503 1 001

TA PELAYANAN DASAR

LAPORAN INDIVIDU
TENAGA AHLI PENGEMBANGAN PELAYANAN DASAR (TA 6)
T.A . 2016
Nama

: STEPHANUS MULYADI, M.Sc

Posisi

: TA 6 ( PENINGKATAN PELAYANAN DASAR )

Lokasi Tugas

: KAPUAS HULU

Laporan Bulan : Mei 2016

Pendahuluan
Gambaran Umum
Kabupaten Kapuas Hulu, secara astronomis berada pada 0,5 Lintang Utara sampai 1,4 Lintang Selatan dan
111,40 sampai 114,10 Bujur Timur dengan ibukota Putussibau. Sebelah Utara berbatasan dengan Serawak
(Malaysia Timur), sebelah Barat dan Selatan berbatasan dengan Kabupaten Sintang dan Melawi, sementara sebelah
Timur berbatasan dengan Propinsi Kalimantan Timur dan Kalimantan Tengah. Kabupaten Kapuas Hulu merupakan
kabupaten paling timur di Kalimantan Barat dengan luas wilayah 29.842 kilometer persegi (20,33% dari wilayah
Provinsi Kalbar).
1. Letak geografis
Kabupaten Kapuas Hulu
memanjang dari arah Barat
ke Timur, dengan jarak
kurang lebih 240 Km dan
melebar
dari
Utara
ke
Selatan dengan jarak kurang
lebih 126,70 Km.
Dari Pontianak, ibu kota
provinsi Kalimantan Barat,
Kabupaten Kapuas Hulu berjarak kurang lebih 657 Km
melalui jalan darat, dan 842
Km melalui Sungai Kapuas.
Waktu tempuh ke Pontianak
kurang lebih empat puluh
lima
menit
penerbangan
menggunakanPesawat Udara
jenis ATR 42 Seri 300/F27
atau kurang lebih 16 jam
dengan kendaraan darat.
2. Icon dunia
Kabupaten yang sangat luas ini termasuk
kabupaten yang sangat unik karena memiliki 2
(dua) icon dunia yaitu Taman Nasional Danau
Sentarum dan Betung Kerihun, yang merupakan
kawasan hutan lindung atau konservasi.
Dilihat dari segi kawasan kehutanan Kapuas
Hulu memiliki kawasan kehutanan sekitar 51,21
% dan Kapuas Hulu merupakan kawasan Hutan
Lindung dan Konservasi terbesar di Kalbar.
Dengan demikian Kabupaten Kapuas Hulu
memberikan sumbangan yang besar dalam
menahan lajunya perubahan iklim dunia.

Peta wilayah Kabupaten Kapuas Hulu


3. Kaya Potensi
Kabupaten yang memiliki 23 Kecamatan, 278 Desa
dan 4 Kelurahan ini memiliki potensi wilayah yang
sangat besar di sektor pertanian, industri,
perdagangan, UKM, koperasi, pertambangan dan
lingkungan hidup dan pariwisata.
4. Minim Infrastruktur & rendahnya SDM
Berbagai keunggulan di atas tidak serta merta
membuat masyarakat di kabupaten ini sejahtera.
Minimnya
infrastruktur
transportasi
dan
komunikasi serta rendahnya SDM menempatkan
kabupaten ini masih tergolong sebagai Kabupaten
Tertinggal.
4

Pendahuluan (lanjutan)
Jabatan dan Tugas
Berdasarkan Surat Perintah Tugas (SPT)
Nomor 414.2/SPT-19-04/TA-6/2016 tanggal
03 Februari 2016 tentang penugasan Tenaga
Ahli Pengembangan Pelayanan Dasar (TAPD)
dalam
melaksanakan
tugas
pendampingan pelaksanaan implementasi
undang-undang nomor 6 tahun 2014 tentang
Desa dengan berfokus untuk memfasilitasi:
1. Pelayanan kesehatan bagi masyarakat
secara terpadu;
2. Pelayanan pendidikan bagi masyarakat
desa secara terpadu;
3. Pemberdayaan perempuan dan anak;
4. Pemberdayaaan kaum difabel/ berkebutuhan khusus;
5. Pemberdayaan kelompok marginal;
Desa Danau Kandung Suli, Kec. Jongkong Kab. Kapuas Hulu
6. Pemberdayaan keluarga miskin;
7. Pengembangan kesejahteraan keluarga;
8. Pelestarian dan pengembangan adat dan kearifan lokal;
9. Pelestarian dan pengembangan seni budayadesa;
10. Pengembangan kerukunan dan ketenteraman antar warga desa dan / atau antar desa;
11. Pengembangan media informasidesa untuk masyarakat desa;
12. Pengeolaan akses informasi antar warga desa dan / antar desa.

Rencana Kerja TA-PD periode yang dilaporkan (5/2016)


Sesuai dengan rencana kerja yang disusun bulan
April 2016, rencana kerja bulan Mei 2016 difokuskan untuk melakukan pendampingan dan kajian
keadaan desa khususnya bidang pelaksanaan Pelayanan Sosial Dasar. Pendampingan dan riset
difokuskan pada bidang prioritas sesuai dengan
program pemerintah pada desa yang mengikuti:
1. Lomba Desa, BBGRM dan P2WKSS;
2. Khususnya pada bidang pemberdayaan perempuan, anak dan keluarga miskin

Desa yang dikunjungi bulan Mei 2016 diprioritaskan pada desa yang mengikuti program Bulan
Bakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM) XIII
dan Lomba Desa tahun 2016 yaitu Desa Piasak
Hulu, Kec. Selimbau, dan desa yang mengikuti
program P2WKSS, yaitu Desa Kandung Suli, Kec.
Jongkong. Hasil kegiatan / penelitian dijadikan
rekomendasi kepada pihak-pihak terkait untuk
mendapatkan tindak lanjut.

Tujuan
Hasil yang akan dicapai selama 1 (satu) bulan pelaksanaan kegiatan Pendampingan Desa (Mei 2016)
1. Mendapatkan data (dan gambaran) konkret tentang keadaan kesehatan, pendidikan masyarakat,
pemberdayaan perempuan dan anak dan keluarga miskin di desa.
2. Identifikasi potensi, persoalan, factor penyebab dan kemungkinan mengembangkan langkah strategis untuk melakukan perbaikan situasi / penyelesaian masalah.
3. Mendapatkan landasan untuk penyusunan rekomendasi RKTL, koordinasi kerja dengan pihak
terkait /lintas SKPD/ stakeholder untuk penyelesaian masalah.
4. Publikasi film documenter.

Laporan Pelaksanaan Kegiatan


3.1. Pelaksanaan kajian keadaan desa bidang Pelayanan Sosial Dasar
Tugas pokok TA PD adalah mengimplementasikan
UU Nomor 6 tahun 2014 tentang Desa, khususnya
mendorong pengembangan pelayanan social dasar
(rincian tugas lihat hal 5 Jabatan dan Tugas).
Berdasarkan rencana kerja yang disusun bulan
April 2016, bulan Mei 2016 melakukan pendampingan dan riset / kajian keadaan desa yang
difokuskan di 2 (dua) Kecamatan, yaitu desa Piasak
Hulu, kecamatan Selimbau, (14-17/5/2016) dan
Desa Danau Kandung Suli, Kec. Jongkong, (23-29
Mei 2016). Pengumpulan data dilakukan melalui
pengamatan lapangan dan wawancara mendalam
(diskusi) dengan pejabat kantor kecamatan, pejabat
pemerintah desa, masyarakat desa dan tenaga
Pendamping (Lokal) Desa.

Khusus di Desa Danau Kandung Suli, Kecamatan


Jongkong, kajian keadaan desa difokuskan pada
bidang peningkatan peran wanita menuju keluarga sehat sejahtera (P2WKSS) serta masalah air
bersih dan ide-ide pengembangan desa untuk
menjamin sumber penghidupan yang berkelanjutan.
Sedangkan di Desa Piasak Hulu, Kec. Selimbau
kegiatan difokuskan pada pembuatan fiml documenter desa Piasak Hulu. Karena desa ini menjadi pemenang lomba desa tingkat Kabupaten
2016 dan kemudian mengikuti Lomba Desa tingkat Provinsi. Hasil pendampingan & penelitian
keadaan desa tersebut akan dijadikan dasar pertimbangan serta rekomendasi bagi SKPD terkait
untuk pengembangan desa selanjutnya.

3.2. Laporan Pelaksanaan TUPOKSI TA Pengembangan Pelayanan Sosial Dasar bulan Mei
2016
Tanggal
2-4
7

Aktivitas
BPMPD: pembahasan masalah petunjuk kerja bagi Pendamping Desa dan Pendamping Lokal Desa
Bersama Bid. Pemdes BPMPD KH melakukan asistensi penyusunan APBDes 2016 desa-desa se-Kec. Kalis

Asistensi penyusunan APBDes


Kec. Kalis,
9-13
14-17

Pengerjaan film documenter (Expose) Desa Piasak Hulu


Pendampingan Desa Piasak Hulu dalam rangka penilaian Lomba Desa tk. Provinsi

Film documenter expose Piasak Hulu


18
19-21

Penilaian Lomba Desa Tk Prov

Desa Piasak Hulu

Rapat Koordinasi SKPD membahas persiapan pelaksanaan program P2WKSS di Desa Danau Kandung Suli
Persiapan riset dan pendampingan Desa Danau Kandung Suli, Jongkong

25

Pencanangan program P2WKSS di desa Danau Kandung Suli

Laporan Pelaksanaan Kegiatan


3.2. Laporan Pelaksanaan TUPOKSI TA Pengembangan Pelayanan Sosial Dasar bulan Mei
2016
Tanggal
23-24

25

Aktivitas
Pendampingan P2WKSS di desa Danau Kandung Suli, Jongkong

Pencanangan program P2WKSS di desa Danau Kandung Suli

26-29

Pendampingan dan pembuatan film documenter Desa Danau Kandung Suli

30-31

Kantor: penyusunan laporan bulan Mei 2016

Laporan Pelaksanaan Kegiatan


3.3. Waktu, Maksud dan Tujuan Kunjungan Lapangan
3.3.1. Waktu Pelaksanaan Kunjungan Lapangan
Kunjungan lapangan dilaksanakan berdasarkan
skala prioritas kepentingan pendampingan dan
kajian keadaan desa yang telah direncanakan bulan April 2016. Antara tanggal 07-29 Mei 2016 TA
PSD berhasil mengunjungi 3 Kecamatan yaitu:
Kalis, Selimbau dan Jongkong
3.3.2. Maksud dan Tujuan kunjungan
Adapun maksud kunjungan lapangan adalah untuk mengadakan asistensi APBDes 2016, pendampingan dan kajian keadaan desa berkaitan
dengan Pelayanan Sosial Dasar. Sedangkan
tujuannya adalah untuk memastikan bahwa APBDes 2016 tersusun sesuai dengan ketentuan
yang berlaku dan mendampingi desa-desa dalam
mengidentifikasi persoalan dan peluang berkaitan
dengan bidang pelayanan social dasar. Secara
khusus pendampingan dan kajian keadaan desa
Danau Kandung Suli untuk membantu desa tersebut meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan
keluarga.

3.3.3. Hasil yang dicapai dari kunjungan


Hasil yang dicapai dari kunjungan lapangan
dikelompokkan dalam dua bagian, yaitu
1. umum diperoleh data mengenai tingkat
pelaksanaan pelayanan social dasar di semua
desa yang dikunjungi. Dasar pendataan adalah
Indikator
Evaluasi
Perkembangan
Desa
Permendagri 81 dan IDM.
2. khusus :
Desa Piasak Hulu siap untuk dinilai oleh
team penilai dari provinsi. Penilaian sudah
dilakukan pada tanggal 17 Mei 2016.
Desa Danau Kandung Suli sudah siap
menerima pendampingan dari berbagai SKPD
terkait, dalam rangka program Peningkatan
Peran Wanita menuju Keluarga Sehat Sejahtera (P2WKSS). Hasil kajian keadaan
konkrit masyarakat akan disampaikan secara
visual dalam film documenter.

3.4. Hasil Kunjungan Lapangan (Umum)


Pelayanan Sosial Dasar.
Semua desa yang dikunjungi sudah memiliki
PAUD, POLINDES dan POSYANDU. Guru PAUD,
tenaga medis dan kader POSYANDU juga sudah
tersedia.
Desa Danau Kandung Suli sudah mengembangkan tradisi menganyam rotan atau pandan
secara turun-temurun. Ini merupakan bentuk
pemberdayaan perempuan, pengembangan kesejahteraan keluarga dan pewarisan adat dan
kearifan lokal serta pelestarian dan pengembangan seni budaya yang terpelihara dari nenek
moyang masyarakat desa ini.
Akses jalan penghubung antar dusun/desa masih
menjadi persoalan besar di kedua desa yang
dikunjungi, namun sudah ada badan jalan dan
tahun ini akan ditingkatkan kapasitasnya. Sementara ini transportasi hanya bisa dilakukan
melalui jalur air. Baik desa Piasak Hulu maupun
desa Danau Kandung Suli sudah teraliri listrik
(pada malam hari). Meskipun air berlimpah, namun air bersih sulit diperoleh di desa Piasak Hulu
dan Danau Kandung Suli. Air untuk kebutuhan
sehari-hari (masak, MCK) langsung diambil dari
sungai Kapuas atau Danu tanpa dibersihkan
(water treatment) terlebih dulu. Padahal sungai
Kapuas dan Danau Kandung Suli juga berfungsi
sebagai tempat pembuangan sampah, pembuangan limbah ikan dan pada musim banjir juga
dijadikan tempat pemeliharaan ternak (sapi) .
8

Laporan... (lanjutan)
3.4. Laporan Khusus Desa Danau Kandung Suli, Kec. Jongkong

Laporan khusus berikut ini memuat


laporan kajian keadaan desa Danau Kandung Suli, kecamatan Jongkong.
SEJARAH DESA
Desa Danau Kandung Suli adalah pemekaran
dari Desa Jongkong Pasar, Kec. Jongkong.
Karena sangat terisolir di tengah danau desa ini
sangat tertinggal. Baru setelah mekar menjadi
desa, Desa Danau Kandung Suli menunjukkan
perkembangannya. PILKADES pertama desa ini
berhasil memilih Kepala Desa yang pertama,
yaitu Herman Pelani.

Mata pencaharian : sebagaian besar masyarakat


Desa Danau Kandung Suli nelayan :60 %, Petani
Karet : 30 %, dan sisanya 10% pedagang, swasta
dan PNS. Jumlah penduduk 480 jiwa dan 145 KK.
KEADAAN SOSIAL BUDAYA
80% penduduk Desa Kandung Suli beretnis subsuku Pengaki, sisanya dari suku Melayu dan
lainnya, dan
100%
penduduknya beragama
Islam.

DEMOGRAFI
Luas Wilayah 21 KM2, dengan sebagian besar
adalah dataran rendah 60 %, Air 40 %.

Pendidikan dan Sosial Budaya


Tingkat Pendidikan
Belum banyak penduduk Desa Danau Kandung
Suli yang berpendidikantinggi. Baru sekitar 5
tahun terakhir ini mulai banyak anak-anak yang
berhasil menamatkan pendidikan SMP, SMA dan
bahkan hingga perguruan tinggi.
Budaya
Masyarakat Danau Kandung Suli termasuk subsuku
(Dayak)
Pengaki.
Namun
seluruh
penduduknya memeluk agama Islam.

Mereka masih memelihara tradisi dan adat nenek


moyang dengan baik.
Seni anyaman akrab di masyarakat. Hukum Adat
masih berlaku. Masyarakat masih sangat dekat
dengan
alam
dan
masih
kental
dengan
kepercayaan pada hal-hal yang mistik.
Di bidang politik masyarakat Danau Kandung Suli
selalu berpartisipasi aktif dalam setiap perheletan
pesta demokrasi (PEMILU).

DATA PENDUDUK MISKIN DAN TIPOLOGI DESA


Keadaan desa Danau Kandung Suli dapat dilihat dari data penduduk miskin dan tipologi desa yang
didasarkan pada Indeks Desa Membangun (IDM) di bawah ini.
Data Penduduk Miskin
Tabel data wilayah administrative BPMPD KH tahun 2015 di bawah ini memperlihatkan bahwa
desa Danau Kandung Suli memiliki prosentase
penduduk miskin 12,71%. Wilayah desa yang ..

sangat sempit berpengaruh pada sempitnya peluang warga desa Danau Kandung Suli untuk
mengembangkan sumber penghidupan mereka.
Pada saat musim kemarau wargamengandalkan
hasil dari menorah karet dan ikan di danau.
9

Laporan... (lanjutan)
Namun karena harga karet dan ikan saat musim
kemarau sangat murah, penghasilan keluarga pun
sangat rendah sehingga tidak cukup untuk kebutuhan hidup keluarga (miskin). Beruntung warga

yang tidak memiliki alat penangkap ikan mengandalkan penghasilan dari upah pengolahan ikan.
Selain itu warga mengandalkan hasil berladang
dan anyaman. (lihat table 1 di bawah)

Tabel 1: data penduduk miskin perdesa Kecamatan Jongkong, Kabupaten Kapuas Hulu
DATA WILAYAH ADMINISTRASI PEMERINTAHAN TAHUN 2015
PROVINSI

KALIMANTAN BARAT

KABUPATEN
KECAMATAN

KAPUAS HULU
JONGKONG

KELURAHAN/DESA

JUMLAH
PENDUDUK

LUAS
WILAYAH
(KM2)

JUMLAH
PENDUDUK

JUMLAH
PENDUDU
K MISKIN

859

172

KODE DESA

KECAMATAN

61.06.07.2001

Jongkong

1.

Jo.Kiri Hilir

39.00

61.06.07.2002

425.21

2.

Jo. Kanan

48.64

237

367

377

744

77

10.35

61.06.07.2003

425.21

3.

Jo. Kiri Hulu

60.39

666

973

957

1,930

281

14.56

61.06.07.2004

4.

Jongkong Pasar

21.90

1,100

175

15.91

61.06.07.2005

5.

Ujung Said

14.03

742

119

16.04

61.06.07.2006

6.

Nanga Temenang

23.00

487

71

14.58

61.06.07.2007

7.

Ujung Jambu

42.00

1,020

151

14.80

61.06.07.2008

8.

Bontai

28.61

2.00

617

115

18.64

61.06.07.2009

9.

Jo. Kiri Tengah

29.78

270

461

436

897

108

12.04

61.06.07.2010

10.

Jo. Tanjung

23.00

181

286

305

891

78

8.75

61.06.07.2011

11.

Kandung Suli

21.00

145

480

61

12.71

61.06.07.2012

12.

Penepian Raya

14.96

743

111

14.94

61.06.07.2013

13.

Karya Baru

23.90

461

48

10.41

61.06.07.2014

14.

Nanga Serian

35.00

724

135

147

142

246

235

241

226

KETERANGAN
11,695

425

20.02

18.65

Sumber data BPMPD KH 2016

Tabel tersebut memperlihatkan bahwa jumlah penduduk


miskin di desa Danau Kandung Suli sebanyak 12,71% . Jika
dilihat secara keseluruhan di Kecamatan Jongkong, jumlah
penduduk miskin di Desa Kandung Suli ada pada urutan ke 5
(lima).

Jika dilihat dari status desa menurut kriteria Indeks Desa


membangun (IDM) berdasar Permendes No.2 tahun 2016
desa Kandung Suli memiliki status sebagai desa sangat
tertinggal. Belum ada perkembangan dari tahun 2014
2015.

Tabel 2: Status Desa di Kapuas Hulu menurut IDM


Permendesa, PDT dan Transmigrasi No. 2 th 2016 tentang Indeks Desa Membangun
KODE DESA
11009301
11009302
11009303
11009304
11009305
11009301
11009307
11009308
11009309
11009310
11009311
11009312
11009313
11009314

NAMA DESA
TEMENANG
JONGKONG KANAN
JONGKONG PASAR
JONGKONG KIRI HILIR
JONGKONG KIRI HULU
UJUNG SAID
UJUNG JAMBU
BONTAI
JONGKONG KIRI TENGAH
JONGKONG TANJUNG
KANDUNG SULI
PENEPIAN RAYA
KARYA BARU
NANGA SERIAN

IDM 2014

IDM 2015

0.288
0.393
0.523
0.395
0.319
0.342
0.341
0.288
0.329
0.318
0.331
0.357
0.311
0.281

0.352
0.384
0.454
0.352
0.391
0.313
0.311
0.381
0.381
0.348
0.357
0.381
0.379
0.338

STATUS 2014

STATUS 2015

SANGAT TERTINGGAL
SANGAT TERTINGGAL
SANGAT TERTINGGAL
SANGAT TERTINGGAL
TERTINGGAL
SANGAT TERTINGGAL
SANGAT TERTINGGAL
SANGAT TERTINGGAL
SANGAT TERTINGGAL
SANGAT TERTINGGAL
SANGAT TERTINGGAL
SANGAT TERTINGGAL
SANGAT TERTINGGAL
SANGAT TERTINGGAL
SANGAT TERTINGGAL
SANGAT TERTINGGAL
SANGAT TERTINGGAL
SANGAT TERTINGGAL
SANGAT TERTINGGAL
SANGAT TERTINGGAL
SANGAT TERTINGGAL
SANGAT TERTINGGAL
SANGAT TERTINGGAL
SANGAT TERTINGGAL
SANGAT TERTINGGAL
SANGAT TERTINGGAL
SANGAT TERTINGGAL
SANGAT TERTINGGAL
Sumber data Kemendesa,PDT dan Transmigrasi 2016

Status Tipologi Desa


Kemudian menurut status tipologi desa, desa Danau Kandung Suli masih termasuk dalam klasifikasi desa SWAKARYA, dengan status swakarya

mula (lihat table 3 pada halaman berikut). Salah


satu penyebabnya adalah desa ini termasuk desa
baru, pemekaran dari desa Jongkong Pasar.
10

Laporan... (lanjutan)
Status tersebut memperlihatkan betapa sulitnya
desa ini mengatasi hambatan atau masalah yang
ada. Oleh karena itu desa ini memerlukan perlakuan khusus berupa pendampingan dari luar.

Terpilihnya desa Danau Kandung Suli sebagai


penerima manfaat program P2WKSS tahun 2016
yang melibatkan berbagai SKPD diharapkan
dapat mendorong perkembangan di desa ini.

Tabel 3: TIPOLOGI DESA KECAMATAN JONGKONG TAHUN 2015


1

2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
6106072006 TEMENANG
0.00
SWADAYA
MULA
Persawahan
6106072002 JO. KANAN
0.57
0.82
0.84
1.00
0.81
0.89
0.82
SWASEMBADA
MULA
Perladangan
6106072004 JONGKONG PASAR
0.54
0.59
0.73
1.00
0.86
0.78
0.75
SWAKARYA
MULA
Perladangan
6106072001 JO. KIRI HILIR
0.60
0.56
0.73
1.00
0.79
0.78
0.74
SWAKARYA
MULA
Perladangan
6106072003 JO. KIRI HULU
0.54
0.63
0.76
1.00
0.74
0.78
0.74
SWAKARYA
LANJUT
Persawahan
6106072005 UJUNG SAID
0.00
SWADAYA
MULA
Perladangan
6106072007 UJUNG JAMBU
0.57
0.78
0.63
0.85
0.78
0.60
SWAKARYA
LANJUT
Persawahan
6108130008 BONTAI
0.49
0.73
0.78
1.00
0.79
0.56
0.72
SWAKARYA
MULA
Perladangan
6106072009 JO. KIRI TENGAH
0.00
SWADAYA
MULA
Persawahan
6106072010 JO.TANJUNG
0.00
SWADAYA
MULA
Perladangan
6106072011 KANDUNG SULI
0.82
0.70
0.75
1.00
0.59
0.78
0.77
SWAKARYA
MULA
Perladangan
6106072012 PENEPIAN RAYA
0.78
0.63
0.79
1.00
0.79
0.78
0.80
SWAKARYA
LANJUT
Persawahan
6106072013 KARYA BARU
SWASEMBADA
MULA
1.00
0.65
0.82
1.00
0.73
0.89
0.85
Persawahan
6106072014 NANGA SERIAN
0.22
0.69
0.56
1.00
0.74
0.67
0.65
SWAKARYA
MULA
Perladangan
Keterangan:
1. Kecamatan, 2 Kode PUM, 3. Desa/Kelurahan, 4. Ekonomi masyarakat, 5. Pendidikan, 6. Kesehatan, 7. Keamanan dan Ketertiban, 8. Kedaulatan politik masyarakat, 9. Peran serta masyarakat dalam
pembanguan, 10. Indeks, 11. Klasifikasi, 12. Kategori, 13. Tipologi

Sumber : Data BPMPD KH


KEADAAN EKONOMI

Situasi desa yang sulit memperkuat daya resilience (penyesuaian diri) masyarakat Danau Kandung Suli
dalam mempertahankan sumber penghidupan mereka. Menyadari wilayah desanya sangat sempit,
dengan sumber penghidupan terbatas dari danau dan daratan, masyarakat Danau Kandung Suli
mengembangkan usaha kerajinan anyaman yang sudah terkenal di Kapuas Hulu. Namun upaya
tersebut perlu mendapat dukungan dari luar berupa pelatihan memperbanyak jenis ayaman dan
sentuhan seninya, serta perngorganisasian pengrajin dan memperbaiki manajemen pemasarannya.
Sektor-sektor andalan ekonomi:
Sektor perikanan menyumbang income yang
paling besar bagi masyarakat Danau Kandung
Suli. Pekerjaan nelayan di sungai Kapuas dan
Danau, budi daya ikan di keramba apung
(Toman, Patin) masyarakat Danau Kandung Suli
dapat menstabilkan keadaan ekonomi mereka.
Selain itu, sektor perikanan juga membuka
lapangan kerja bagi penduduk yang tidak
memiliki alat penangkap ikan. Hasil tangkapan
yang melimpah membuka lapangan kerja bagi
tenaga pengolah ikan segar yang digaji
Rp.1.000,00/kilogram. Pengolahan ikan di desa
ini masih sangat sederhana. Kebanyakan ikan
dijual dalam bentuk ikan segar. Sebagian kecil
diawetkan dengan cara diasinkan atau diasap,
dengn sistem pengolahan tradisional.
Selain dari sektor perikanan, ekonomi keluarga
ditopang dengan hasil dari kebun karet dan
kerajinan anyaman yang telah dijual sampai ke
Putussibau.
Masih
sangat
diperlukan
pengembangan
ekonomi kreatif di desa Danau Kandung Suli,
antara lain pengembangan sektor pariwisata.
Desa ini memiliki potensi itu karen memiliki
pula, danau dan alam yang indah.
11

Laporan... (lanjutan)
Wilayah
daratan
yang
relatif
sempit
dimanfaatkan secara efektif oleh masyarakat
untuk menanami karet dan buah-buahan.
Mereka bahkan mengolah daerah pasang surut
untuk berladang dan berkebun sayur-sayuran.
Kegiatan ini mendatangkan penghasilan yang
lumayan bagus bagi keluarga.
Selain itu masyarakat Danau Kandung Suli
menambah income keluarga melalui usaha
peternakan sapi. Meskipun usaha ini sangat
sulit, terutama pada musim hujan (pasang)
karena kesulitan mencari pakan sapi, semangat
masyarakat Danau Kandung Suli tidak surut
untuk meneruskan tradisi turun-temurun untuk
beternak sapi. Mereka mengaku, meskipun
usaha ternak sapi sangat berat mereka
mendapat pemasukan yang lumayan besar dari
penjualan sapi setiap tahunnya.
EKONOMI KREATIFDESA EKO-WISATA
Anugerah keindahan alam dan budaya leluhur
yang tinggi mulai disadari oleh masyarakat
Danau
Kandung
Suli
sebagai
potensi
pengembangan
ekonomi
kreatif
bidang
pariwisata, yaitu eko-wisata. Potennsi ini
didukung oleh danau yang tenang, mengelilingi
pulau kecil dengan pemandangan alam yang
indah,
hutan
hujan,
pemandangan
perkampungan di tepi danau yang membentuk
komunitas dengan keeksotisan kehidupan
budaya rumah-rumah yang terhubung oleh
jembatan serta produk olahan anyaman rotan.
Budidaya ikan air tawar dengan keramba apung
menambah daya tarik desa ini. Keindahan alam
yang didominasi danau dan pulau memunculkan
ide masyarakat untuk mengembangkan desa Eko
-Wisata, dengan andalan olahraga air berupa
perahu aruk dan lomba balap body landas atau
yang disebut racing fiber
dan taman alam
dengan jembatan dan rumah pohon. Diyakini
perpaduan wisata ekologi air dan hutan ini akan
menjadi magnet Dsanau Kandung Suli sebagai
desa wisata ekologi berbasis air.
KESIMPULAN
LAPORAN
KHUSUS
DESA
DANAU KANDUNG SULI
Meskipun wilyah administratif desa Danau
Kandung Suli sangat sempit, namun desa ini
memiliki potensi untuk dimanfaatkan. Dengan
memperkuat
pemerintahan
desa
dan
kekompakan masyarakat, serta pendampingan
yang intensif (intervensi external) untuk
mengelola potensi alam, desa Danau Kandung
Suli akan dapat berkembang menjadi desa yang
sejahtera. Dengan menjadikannya desa sentra
wisata alam, desa ini dapat dijadikan contoh
pengembangan desa yang kreatif bagi desa-desa
lainnya di Kapuas Hulu.
12

Laporan... (lanjutan)
3.5. Evaluasi, Rekomendasi dan RKTL
3.5.1. Evaluasi
Kegiatan bulan Mei 2016 difokuskan pada pendampingan dan kajian keadaan desa dengan prioritas
pada masalah desa peserta lomba desa (Piasak Hulu, Kec. Selimbau) dan desa sangat tertinggal, yaitu
desa Danau Kandung Suli, Kecamatan Jongkong. Baik pendampingan maupun kajian selalu terbentur
pada maslah waktu dan biaya yang sangat minim, sehingga hasilnya tidak maksimal.
3.5.2. Rekomendasi
Dari kunjungan lapangan bulan Mei 2016 dapat kami sampaikan beberapa rekomendasi dan tindak
lanjut dalam rangka mendorong percepatan pembangunan desa di Kapuas Hulu:
1. Desa perlu didorong untuk melakukan kajian keadaan desa, karena hal ini penting untuk menjadi
dasar penyusunan rencana pembangunan desa.
2. Perlu diadakan kerjasama sinergis antar SKPD untuk mendukung pengembangan desa.
3. Perlu dilakukan penguatan lebih lanjut terhadap aparatur desa dalam menyusun perencanaan
kegiatan pembangunan desa tahun anggaran 2017.
4. Kunjungan lapangan dan studi mendalam mengenai tingkat pelayaan sosial dasar di desa-desa di
Kabupaten Kapuas Hulu perlu ditingkatkan dan disinergikan dengan pembangunan bidang lainnya.
5. Hasil kajian dan pendampingan perlu didokumentasikan (dalam bentuk film dokumenter dan atau
paper ilmiah), namun mudah dipahami oleh semua pihak, terutama masyarakat di desa.
3.5.3. RKTL (bulan depan)
Rencana kerja tindak lanjut bulan depan:
1. Penguatan kapasitas PLD dan PD
2. Mengerjakan film dokumenter Piasak Hulu dan Dana Kandung Suli.
3. Penguatan lembaga adat dan sanggar seni budaya desadesa di Kecamatan Seberuang berkaitn
dengan Gawai Dayak
4. Kajian desa menyangkut Pelayanan Sosial Dasar
5. Koordinasi lintas SKPD

Kendala dan Permasalahan


1. Kendala
TA Pelayanan Sosial Dasar membutuhkan Kajian
Keadaan Desa untuk dapat mengindentifikasi permasalahan dan peluang/potensi desa. Hasil identifikasi ini sangat penting untuk menjadi dasar
rekomendasi dan RKTL bagi semua pihak terkait
dalam rangka pembangunan desa. Namun
pelaksanaan kegiatan kajian keadaan desa terkendala masalah kekurangan dana.

Karena desa-desa di Kapuas Hulu tersebar di wilayah yang sangat luas dengan medan ekstrim dan
jauh terpencil sehingga membutuhkan biaya yang
tinggi. Padahal umumnya desa-desa tersebutlah
yang merupakan desa termiskin dan paling
tertinggal.

2. Permasalahan
1. Belum terfasilitasinya perencanaan pelayanan social dasar desa
Dari hasil kunjungan lapangan ditemukan
bahwa masih banyak desa yang perencanaan
pelaynan social dasar desa tahun anggaran
2016 belum terfasilitasi karena beberapa
keterbatasan, diantaranya kekosongan PD/
PLD, kapasitas PD/PLD rendah karena belum
ada pelatihan/pembekalan, desa yang jauh
tanpa sinyal dan pemahaman terhadap
regulasi yang ada berbeda-beda khususnya

dalam pelaksanaan penataan usulan di empat


bidang
yaitu
Bidang
Penyelenggaraan
Pemerintahan Desa, Bidang Pembangunan
Desa, Bidang Pembinaan dan pemberdayaan
Masyarakat sesuai dengan permendagri 114.
Demikian juga menyangkut pemahaman tentang Permendes 21 berkaitan dengan penentuan prioritas pembangunan desa relative masih
kurang. Hal itu terlihat dari kebingungan desa
dalam penyusunan RKPDes maupun APBDes.
13

Kendala dan Permasalahan


2. Minim riset dan data tidak valid
Diperlukan suatu dasar akurat untuk menyusun suatu perencanaan pembangunan
yang berkelanjutan. Demikian juga untuk menyusun rencana pengembangan pelayanan social dasar. Sementara ini hasil penelitian ilmiah mengenai kondisi terkini pelayanan social
dasar di bannyak desa di Kabupaten Kapuas
Hulu masih sangat minim, sehingga pihakpihak terkait yang akan menyusun kebijakan
pembangunan dan perencanaan pengembangan pelayanan social dasar masih sulit
mendapat referensi.

4. Minim infrastruktur
Buruknya kondisi jalan dan jembatan masih
menjadi permasalahan terbesar di banyak desa di Kapuas Hulu. Banyak desa dan dusun
jauh di pedalaman masih terisolir. Desa/dusun tersebut masih kesulitan mengakses
layanan pendidikan, kesehatan dan layanan
social lainnya. Infrastruktur pendukung
komunikasi dan informasi juga masih minim
di desa-desa yang jauh terpencil. Masih banyak desa/dusun tanpa sinyal dan belum bisa
menangkap informasi yang disalurkan melalui
Radio dan TV .

3. Kapasitas SDM Minim


Dari hasil studi di beberapa desa yang sudah
dikunjungi disadari bahwa permasalahan minimnya kapasitas SDM di desa masih menjadi
salah satu factor penghambat pelaksanaan pelayanan social dasar di KH. Absennya tenaga
pendidik dan tenaga medis berkualitas di daerah pedalaman juga menjadi hambatan
terbesar melakukan pelayanan dasar bidang
pendidikan dan kesehatan di daerahdaerah
sulit tersebut. Kemiskinan dan keterbelakangan juga terjadi karena minimnya kemampuan warga desa dalam mengelola aset
alam dan social yang sebenanya merupakan
potensi bagi mereka untuk keluar dari situasi
kemiskinan.

5. Masalah ketiadaan air bersih


Dua desa dampingan pada bulan Mei 2016
(Piasak Hulu & Danau Kandung Suli) memiliki
kesulitanyang besar dalam mendapatkan air
bersih, terutama di musim kemarau. Di sini
diperlukan teknologi tepat guna pemurnian air
sehinngga masyarakat terbebas dari ancaman
penyakit akibat air yang kotor / terkontaminasi.
5. Minim ide kreatif/inovasi
Di desa masih terkesan minim ide-ide kreatif
untuk pengembangnan pembangunan desa.
Maka pendamping desa dituntut menjadi inspiratory warga desa menemukan atau
mengimplementasikan ide-ide kreatif tersebut
menjadi pogram atau kegiatan konkrit yang
akan membawa kesejahteraan bagi masyarakat desa.

Penutup
1. Kesimpulan

2. Saran

Di Kapuas Hulu terdapat banyak sekali desa-desa


yang memiliki potensi SDA yang luar biasa. Desa
Piasak Hulu dan desa Danau Kandung Suli misalnya. Namun potensi tersebut belum dikembangkan secara optimal untuk kesejahteraan warga desa. Hambatan utamanya adalah minimnya
SDM , informasi dan kreativitas aparat Desa serta
dukungan dari pemerintah terkait. Maka pendampingan dari tenaga professional pendamping
desa dan kerjasama synergis antar SKPD serta
masyarakat seperti melalui program Lomba Desa,
Bulan Bakti Gotong Royong Masyarakat, P2WKSS,
dll., sangat diperlukan untuk mengatasi kebutuhan tersebut.

Desa yang memiliki potensi luar biasa seperti Piasak Hulu dan Danau Kandung Suli dapat diberi
perhatian khusus oleh pihak pemerintah untuk
dikembangkan. Desa-desa seperti ini dapat dijadikan Labsite yang akan dijadikan perconthan bagi
desa-desa lainnya.
Putussibau, 31 Mei 2016

Stephanus Mulyadi, S.S., M.Sc.


Tenaga Ahli Pelayanan Sosial Dasar KH

14