Você está na página 1de 24

ALAT LABORATORIUM KIMIA

DAN
KEGUNAANNYA

NAMA : BERLYSYA HARTONO


KELAS : X 5 / 06
SMA KHATOLIK UNTUNG SUROPATI
SIDOARJO

NO

NAMA

GAMBAR

KEGUNAAN

ALAT

1.

GELAS BEAKER

Wadah
penampung yang
digunakan
untuk
mengaduk,
mencampur,
memanaskan
cairan.

2.

GELAS UKUR

Merupakan
suatu
alat
yang
di
gunakan
untuk
mengukur volume
larutan.

3.

CORONG

Alat
untuk
memindah,
memasukkan,
larutan
ke
wadah
yang
mempunyai
dimensi
pemasukkan
sampel
bahan
kecil

4.

SPATULA
LOGAM

Untuk mengambil
bahan kimia yang
berbentuk
padatan.
Dipakai
untuk
mengaduk larutan.

5.

BURET

6.

TABUNG
REAKSI

Meneteskan
sejumlah reagen
cair dalam
eksperimen yang
memerlukan
presisi, seperti
pada eksperimen
titrasi.
Sebagai
tempat
untuk mereaksikan
bahan kimia.
Tempat
perkembangbiakan
mikroba
dalam
bentuk cair.

7.

PIPET TETES

Membantu
memindahkan
cairan dari wadah
yang
satu
ke
wadah yang lain
dalam jumlah yang
sangat kecil yaitu
setetes demi tetes.

8.

LABU UKUR

Menampung
mencampur
larutan kimia.

dan

Mengencerkan
suatu bahan.

9.

PIPET UKUR

Mengukur
larutan.

volume

Memindahkan
larutan atau cairan
ke dalam suatu
wadah
dengan
berbagai
ukuran
volume.

10

PENJEPIT
TABUNG
REAKSI

Menjepit
tabung
reaksi
selama
melakukan proses
pemanasan.

11.

MORTAL DAN
ALU

Alat
yang
digunakan
untuk
menghancurkan
suatu bahan atau
sample
seperti
daun,
akar,
seedling, biji, dan
lain-lain,
untuk
tujuan isolasi DNA,
RNA, atau protein.

11.

BOTOL
PESEMPROT

Menyimpan
aquadest
dan
digunakan
untuk
mencuci
atau
membilas alat-alat
dan bahan.

12.

CAWAN
PORSELIN

Wadah
untuk
mereaksikan atau
mengubah
suatu
zat
pada
suhu
tinggi.

13

LABU
ERLENMEYER

Menyimpan
dan
memanaskan
larutan
dan
menampung
filtrate
hasil
penyaringan.

14.

PEMBAKAR
SPIRITUS

15.

KLEM BURET

Memegang
buret
yang
digunakan
untuk titrasi.

16.

STATIF

Menegakkkan
corong,
buret,
corong pisah dan
peralatan
gelas
lainnya pada saat
digunakan.

Membakar zat atau


memanaskan
larutan.

17.

KERTAS
SARING

18.

RAK TABUNG
REAKSI

Tempat
reaksi.

19.

BOLA HISAP
(FILLER)

Untuk membantu
proses
pengambilan
cairan.

Untuk memisahkan
partikel
suspensi
dgn cairan / atau
untuk memisahkan
antara zat terlarut
degan zat padat.

tabung

Menghisap larutan
yang akan diukur.

20.

KAWAT KASA

Sebagai
alas
penyebaran panas.
Sebagai alas atau
untuk
menahan
labu atau beaker
pada
waktu
pemanasan
menggunakan
pemanas
spiritus
atau
pemanas
bunsen.

21.

PIPET GONDOK

Untuk mengambil
larutan
dengan
volume
tertentu
sesuai
dengan
label yang tertera
pada bagian pada
bagian
yang
menggembung.

22.

PLAT TETES

Tempat untuk
mereaksikan zat
dalam jumlah kecil.

23.

LEMARI ASAM

Menyimpan larutan
yang
bersifat
asam.

24.

CORONG PISAH

Memisahkan
larutan dan gas.

25.

MIKRO PIPET

Memindahkan
cairan
dengan
volume
yang
sangat kecil.

26.

KAWAT NIKROM

Mengidentifikasi
suatu zat dengan
cara uji nyala.

27.

KACA ARLOJI

Penutup
gelas
kimia
,
tempat
menimbang bahan.

28.

CAWAN PETRI

Wadah
untuk
penyelidikan tropi
dan juga untuk
mengkultur
bakteri,
khamir,
spora, atau bijibijian.

29.

PEMBAKAR
BUNSEN

Untuk
memanaskan
larutan dan dapat
pula
digunakan
untuk
sterilisasi
dalam proses suatu
proses.

30.

KACA KAPILER

Untuk mengalirkan
gas
ke
tempat
tertentu
dan
digunakan
pula
dalam penentuan
titik lebur suatu
zat.

31

SPATULA KACA

Untuk
mengocok
atau
mengaduk
suatu baik akan
direaksikan mapun
ketika
reaksi
sementara
berlangsung.

32. LABU DESTILASI

Untuk
destilasi
larutan.
Pada
bagian
atas
terdapat
karet
penutup
dengan
sebuah
lubang
sebagai
tempat
termometer.

33.

CORONG
BUCHER

Menyaring larutan
dengan
dengan
bantuan
pompa
vakum.

34.

KONDENSOR

Untuk
destilasi
larutan.
Lubang
bawah tempat air
masuk, lubang atas
tempat air keluar.

35.

KAKI TIGA

Sebagai
penyangga
pembakar spirtus.

36.

KRUSIBEL

Digunakan
untuk
memanaskan
logam-logam.

37.

OVEN

Untuk
mengukur
kadar air, sebagai
alat
untuk
memanaskan,men
geringkan.
Biasanya
digunakan
untuk
mengeringkan alatalat
gelas
laboratorium, dan
bahan
kimia.
maupun
pelarut
organik

38.

NERACA

Untuk menimbang
zat
yang
membutuhkan
ketelitian
tinggi
dan dalam skala
kecil/mikro
(biasanya hingga 4
desimal
0,0001
gram).

39.

KERTAS
INDIKATOR

Untuk menentukan
apakah
larutan
yang
dianalisis
bersifat asam dan
basa. Jika bersifat
asam
maka
berwarna
merah,
dan bersifat basa
berwarna biru.

40.

PH METER

Mengukur
larutan.

SIMBOL SIMBOL

pH

1. FLAMMABLE / MUDAH TERBAKAR


Bahan dan formulasi likuid yang memiliki titik nyala antara
+21oC dan +55oC. mudah terbakar dengan api Bunsen,
permukaan metal panas, atau loncatan bunga api.
Beberapa Contoh bahannya adalah natrium, alcohol,
fosforus, minyak tanah, bensin
Cara penanganannya sebaiknya dijauhkan dari api, dan
gunakan lap basah.

2. FLAMMABLE SOLID / PADATAN YANG MUDAH


TERBAKAR
Bahan padat yang mudah menyala
bila kontak dengan sumber penyalaan
dari luar seperti percikan api atau api.
Bahan
ini
siap
menyala
jika
mengalami gesekan.
Contoh : sulpur, pospor, picric acid,
magnesium, alumunium powder,
calcium
resinate,
celluloid,
dinitrophenol, hexamine.

3.

NON FLAMMABLE GAS/ GAS YANG TIDAH MUDAH TERBAKAR

Simbol pengaman yang digunakan dalam


transportasi gas non mudah terbakar (dan
karenanya
sering
tidak
berbahaya,
setidaknya di tempat terbuka).

4.

CORROSIVE
Bahan dan formulasi dengan notasi
corrosive adalah merusak jaringan hidup.
Jika suatu bahan merusak kesehatan dan
kulit hewan uji atau sifat ini dapat
diprediksi karena karakteristik kimia bahan
uji, seperti asam (pH 11,5), ditandai
sebagai bahan korosif. Frase-R untuk
bahan korosif yaitu R34 dan R35.
Bahaya : korosif atau merusak jaringan
tubuh
manusia
Contoh : klor, belerang dioksida, alkohol, natrium, fosforus
Keamanan dan cara memperlakukannya :
- Gunakan secara hati-hati.
- Hindari terhirup, kontak dengan kulit dan
mata.

5. POISON / TOXIC / BERACUN

Bahan dan formulasi yang ditandai dengan


notasi bahaya toxic dapat menyebabkan
kerusakan kesehatan akut atau kronis dan
bahkan kematian.
Bahaya : toxic : berbahaya bagi kesehatan bila
terhisap, tertelan atau kontak dengan kulit,
dan dapat mematikan.
Contoh : Arsen triklorida, Karbon tetraklorida, merkuri .

6. IRRITANT / HARMFULL / IRITASI , BAHAYA

Bahan kimia yang dapat menyebabkan


iritasi, luka bakar pada kulit, berlendir,
mengganggu sistem pernafasan bila kontak
dengan kulit, dihirup atau ditelan.
Contoh : bromine, ammonia, asam sulfat,
formalin, belerang.
Penanganan : Sebaiknya hindari menghirup,
memakai masker
7. OXIDISING / PENGOKSIDASI

Bahan kimia bersifat pengoksidasi, dapat


menyebabkan
kebakaran
dengan
menghasilkan panas saat kontak dengan
bahan organik, bahan pereduksi.
Contoh : KMnO4, K2Cr2O7 dan Hidrogen
peroksida..
Penanganan : sebaiknya dihindarkan dari
bahan-bahan
yang
mudah
terbakar,
reduktor dan panas yang tinggi.

8. EXPLOSIVE

Bahan kimia yang bersifat dapat meledak


dengan adanya panas, percikan bunga api,
guncangan atau gesekan.
Contoh : hidrogen, oksigen, dan kalium.
Penanganan : sebaiknya disimpan didalam
minyak paraffin, jangan disimpan ditempat
lembab, dan hindari benturan/ api.

9. ENVIROMENTAL HAZARD / LINGKUNGAN BERBAHAYA

Bahan kimia yang bersifat berbahaya bagi


satu atau beberapa komponen dalam
lingkungan kehidupan.
Contoh : tribitil timah klorida, pentana, dan
petroleum bensin.
Penanganan : sebaiknya diolah dahulu
sebelum di buang.

10. DANGEROUS WHEN WET/ BERBAHAYA KETIKA BASAH


Ini umumnya berarti bahwa ia
bereaksi cukup keras dengan air.

11.

akan

STOW AWAY FROM FOODSTUFFS /


JAUHKAN DARI BAHAN MAKANAN
Bahan berbahaya
sebaiknya
dijauhkan dari
bahan makanan
yang dapat
dimakan.

12.

VERY TOXIC

Bahan yang bersifat sangat beracun


dan lebih sangat berbahaya bagi
kesehatan
yang
juga
dapat
menyebabkan sakit kronis bahkan
kematian.
Penanganan : Hindari kontak langsung
dengan tubuh dan sistem pernapasan.
Contoh : Kalium sianida, Hydrogen
sulfida, Nitrobenzene dan Atripin.

13.

HIGHLY FLAMMABLE
Mudah terbakar di bawah kondisi atmosferik biasa atau
mempunyai titik nyala rendah (di bawah 21C) dan mudah
terbakar di bawah pengaruh kelembapan.

Penanganan : Hindari dari sumber api,


api terbuka dan loncatan api, serta
hindari pengaruh pada kelembaban
tertentu.
Contoh

Aseton

dan

Logam

natrium.

14.

EXTREMELY FLAMMABLE

Bahan yang amat sangat

mudah

terbakar. Berupa gas dan

udara

yang membentuk suatu


campuran yang bersifat

mudah

meledak di bawah kondisi

normal.

Penanganan

dari

campuran

Jauhkan

udara

dan

sumber

Dietil

eter

(cairan)

api.
Contoh

dan Propane (gas).

15.

RADIOACTIVE

Bahan yang mengandung material atau


kombinasi dari material lain yang dapat
memancarkan radiasi secara spontan.
Contoh : Uranium, 90Co, Tritium.