Você está na página 1de 9

PENDEKATAN

PENELITIAN

Desain Penelitian Sosial dapat dilakukan dengan menggunakan


dua pendekatan:
1. Pendekatan Kuantitatif,
2. Pendekatan Kualitatif
1. PENDEKATAN KUANTITATIF
Pendekatan ini dikenalkan pertamakali oleh Descartes. Descartes
memperkenalkan metode penelitian ini dengan istilah Deduktif.
Pendekatan

ini

dikembangkan

oleh

Auguste

Comte

yang

kemudian dikenal dengan istilah Pendekatan Positivistik.


Pendekatan Kuantitatif merupakan pendekatan yang bermula
dari studi tentang ilmu-ilmu alam (natural science) berupa kajia
pseudokuantitatif yang mengharuskan semua kajian penelitian
diukur dengan angka-angka kuantitatif secara ontologis dan
harus diletakkan pada tatanan realisme dan nave realisme.
Pendekatan Positivisme ini amat percaya bahwa kebenaran itu
bersifat universal. Bagi metode positivis-kuantitatif, individu
adalah representasi dari beroperasinya struktur sosial yang
eksistensinya berada di luar kesadaran individu. Perilaku individu
dalam sebuah konteks sosial sepenuhnya dilihat sebagai hasil
determinasi struktur atas individu. Individu adalah aktor yang
berperilaku, bahkan berperasaan menurut script (naskah) yang
terdapat dalam struktur. Apa yang dibayangkan sebagai struktur
itu (yang didalamnya memuat nilai, kepercayaan, ideologi,
1

norma dan institusi) menjadi penentu tentang bagaimana


individu merespon sebuah peristiwa sosial.
Semangat utama positivisme ini adalah memetakan pola-pola
dan kecenderungan umum tentang bagaimana struktur sosial
yang ada itu menghasilkan disposisi dan perilaku individu atau
kelompok yang berbeda.
2. PENDEKATAN KUALITATIF
Penelitian kualitatif adalah jenis penelitian yang menghasilkan
penemuan-penemuan

yang

tidak

dapat

dicapai

dengan

menggunakan prosedur-prosedur statistik atau dengan cara


kuantifikasi lainnya.
Pendekatan kualitatif dalam hal ini seungguhnya adalah prosedur
penelitian yang menghasilkan data-data deskriptif berupa katakata tertulis atau lisan dari orang-orang dan prilaku yang dapat
diamati. Sehingga

data yang dikumpulkan adalah data yang

berupa kata/ kalimat maupun gambar (bukan angka-angka).


Data-data ini bisa berupa naskah wawancara, catatan lapangan,
foto, video, dokumen pribadi, memo ataupun

dokumen resmi

lainnya.
penelitian kualitatif adalah salah satu prosedur penelitian yang
menghasilkan data deskriptif berupa ucapan-ucapan atau tulisan
dan perilaku orang-orang yang diamati.
Penelitian Kualitatif ini juga dapat dimaknai sebagai rangkaian
kegiatan penelitian yang mengembangkan pola pikir induktif
dalam menarik suatu kesimpulan dari suatu fenomena tertentu.
2

Pola berfikir Induktif ini adalah cara berfikir dalam rangka


menarik kesimpulan dari sesuatu yang bersifat khusus kepada
yang sifatnya umum.
Dengan pendekatan ini peneliti dapat

memperoleh gambaran

yang lengkap dari permasalahan yang dirumuskan


memfokuskan

pada

proses

dan

pencarian

dengan

makna

dibalik

fenomena yang muncul dalam penelitian, dengan harapan agar


informasi yang dikaji lebih bersifat komprehensif, mendalam,
alamiah dan apa adanya.
C.

PERBEDAAN

PENELITIAN

KUALITATIF

DENGAN

KUANTITATIF
Paling tidak terdapat 7 ciri yang membedakan Penelitian
Kualitatif dengan Penelitian Kuantitatif.
Tabel
Perbedaan Pendekatan Kualitatif dan Kuantitatif
No Jenis
.
1.

Perbedaan
Kerangka
Teori

2.

Hipotesis

3.

Ubahan

4.

Hubungan
Peneliti
dengan

Penelitian Kualitatif

Penelitian

Kuantitatif
Menolak
sepenuhnya Menuntut penyusunan
penggunaan kerangka ke-rangka teori
teori sebagai persiapan
penelitian. 1)
Tidak
terikat
oleh Hipotesis
sangat
Hipotesis.
Berang-kat diperlukan
untuk
dari
pikiran
kosong pembuktian.
dalam
rangka
membangun
suatu
konsep atau preposisi.
Tidak
menentukan Mengukur ubahan
ubahan2)
Berfungsi
sebagai Ada
jarak
antara
instrumen dan menyatu Peneliti
dengan
dengan
subjek Responden

5.

6.
7.

1)

penelitian3)
Dilakukan
dengan
analisis
Interaktif4)
ataupun analisis alur
tahapan5)
Proses dan Lebih
mementingka
Hasil
Proses 6)
Responden
Informan
dan
dan Sampel Snowbolling sampling
Responden
Metode
Analisis
Data

Membuat

persiapan

teoretik

hanya

Dilakukan
analisis Linear

dengan

Lebih
mementingkan
Hasil
Random
Sampling,
Ukuran Sampel, luas
sampel, dan metode
sampling7)
akan

menghasilkan

penelitian yang artifisial dan jauh dari sifat naturalnya. Hal ini
terjadi karena penelitian kualitatif adalah membangun ilmu
ideografik, sementara kuantitatif bertujuan membangun ilmu
nomothetik. Jika dalam penelitian kualitatif terdapat kerangka
teoretik, maka ada dua kemungkinan: 1) teori yang ada itu hanya
untuk sekedar untuk tongkat yang kemungkinan akan dibuang
jika mendapatkan hal yang baru di lapangan. 2) penelitian tidak
sepenuhnya kualitaitf, karena berbagai permasalahan misalnya
keterbatasan waktu, dsb.
2)

Dalam penelitian melihat suatu fenomena, penelitian kualitatif

berusaha melihat objek dalam konteksnya dan menggunakan


tata pikir logik lebih dari sekedar linear kausal. Penelitian
kualitatif tidak menentukan ubahan-ubahan dan kategori ubahan
serta

tidak

berusaha

mengukur

ubahan

itu,

apalagi

mengkuantifikasikan.
3)

Dalam penelitian kualitatif, peneliti dalam rangka pengumpulan

data

berfungsi

sebagai

instrumen

yang

berusaha

untuk

mengikuti asumsi-asumsi kultural dan mengikuti data kualitatif.


Peneliti melakukan pengamatan berperan serta atau participant
4

observation atau juga disebut sebagai pengamatan terlibat.


Oleh karena itu dalam penelitian kualitatif peneliti dan subjek
penelitian harus melebur seoleh-olah tidak ada lagi pemisah/
jarak diantara keduanya. Dalam pengumpulan data kualitatif
dapat dilakukan dengan dua pendekatan: 1) pengamatan secara
aktif dan langsung (pengamatan peran serta), sehingga peneliti
dapat menguak segala sesuatu yang terjadi di lapangan. 2)
Dokumen pribadi, termasuk didalamnya wawancara bebas.
Dokumen ini dapat berupa buku harian, surat, otobiografi dan
catatan hasil wawancara.
4)

Analisis Interaktif, ditujukan untuk kecermatan dan menjaga

kualitas hasil penelitian. Dalam Analisis interaktif ini masingmasing komponen pengumpulan data, reduksi data, display data
dan kesimpulan hasil dilakukan secara simultan atau secara
siklus.
5)

Analisis Alur tahapan yang terdiri dari Open Coding, Axial

Coding dan Selective Coding. Open Coding merupakan upaya


peneliti untuk mengumpulkan data-data sebanyak mungkin yang
terkait dengan subjek penelitian. Axial Coding adalah upaya
mengorganisir data-data yang telah diperoleh dari open coding
berdasarkan atas kategorinya untuk dikembangkan ke arah
beberapa proposisi. Pada tahap Axial Coding juga dilakukan
upaya analisis hubungan antar kategori. Selective Coding adalah
upaya untuk memeriksa mana kategori yang inti dan kaitannya
dengan kategori yang lain, sehingga dapat diketahui dan
dijelaskan mana yang menjadi kategori inti atau pusat dari
konsep atau kategori lainnya.

6)

Dalam

penelitian

kualitatif

yang

dipentingkan

adalah

kedalaman materi, bukan keluasan materi penelitian.


7)

Dalam Penelitian kuantitatif, semakin banyak/ besar sampel

maka akan semakin kecil kesalahan sampling. Namun dalam


penelitian

kualitatif

banyak/

sedikitnya

informan

tidak

menentukan akurat atau tidaknya penelitian. Bahkan dalam


penelitian kualitatif bisa jadi informannya hanya satu orang.
Faisal

secara

tegas

membedakan

Penelitian

Kualitatif

dan

Kuantitatif sebagai berikut:


Unsur

Penelitian

Penelitian

Kuantitatif

Kualitatif

Paradigma

Positivisme

Tujuan

Menjelaskan
Memahami
fenomena
sosial fenomena
sosial
(Explanation)
(Understanding)

Fokus Metodologi

Hubungan
(Causaliaty)
Hubungan
Variabel

D.

KRITIK

ATAS

Interpretivisme

tindakan
Kausal Alasan
sosial (reason, social
meaning)
Antar

PENDEKATAN

Etika
(acuan
moralitas)
Frame (pola pikir)
Rasionalitas
Tema/ nilai budaya

KUANTITATIF

DAN

KUALITATIF

1. Kritik atas Pendekatan Kuantitatif


1. Metode Kuantitatif banyak membelenggu empirisme dan
rasionalisme subjek kajian
2. Dianggap gagal dalam mengungkap realitas sosial yang
unik dan beragam, yang hanya bisa didekati dengan
pendekatan kualitatif
3. Kajian

Kuantitatif

terbatas

pada

desain

ekslusifisme,

terbatas pada kajian variabel tertentu dan menghilangnya


(makna) generalisasi.
4. Kajian atas manusia tidak sama dengan kajian atas
kebendaan yang bersifat statis dan linear.
5. Dianggap

tidak

mampu

mempertemukan

teori

yang

bersifat umum dengan konteks lokal


6. Kabur dalam mengungkap kasus atau keunikan individu.
2. Kritik atas Pendekatan Kualitatif
1. Hasil penelitiannya tidak representatif
2. Terlalu bersifat Subjektif
3. Tidak dapat digunakan untuk menggeneralisir suatu fakta
sosial secara universal dan hanya dapat digunakan pada
wilayah kontekstual
4. Cenderung melebih-lebihkan pada penghargaan terhadap
subjektifitas individu, kelompok, masyarakat dan atau
suatu organisasi tertentu.
E. UNSUR-UNSUR PENELITIAN
unsur-unsur penelitian sebagai berikut (khususnya untuk
penelitian kuantitatif):
1. Konsep Awal
2. Konsep Sederhana
7

3. Istilah
4. Definisi
5. Pengertian
6. Faktor
7. Proposisi atau embrio teori
8. Konsep lanjutan atau teori
9. Hukum atau dalil
10.

Asumsi Dasar atau postulat

11.

Evidensi atau bukti atau premis

12.

Hipotesis

13.

Definisi Operasional dan

14.

Variabel

1. Konsep awal adalah fakta yang diserap inderawi, direkam


oleh otak untuk diungkapkan kembali
2. Konsep sederhana, yakni konsep awal yang diabstraksikan
dengan nama atau lambang
3. Istilah adalah nama atau lambang yang dipersepsi secara
sama
4. Definisi adalah istilah yang dijelaskan secara khusus
5. Pengertian adalah definisi yang dijelaskan secara khusus
6. Faktor, adalah fakta yang mempengaruhi
7. Proposisi, adalah hubungan antar faktor atau konsep yang
dapat dinilai benar atau salah
8. Teori, adalah hubungan proposisi secara khusus atau
konsep yang terkait secara sistematis dengan definisi dan
proposisi sehingga dapat menjelaskan gejala
9. Dalil adalah teori yang teruji dan bertahan
10.

Postulat

adalah

pernyataan

yang

tidak

perlu

dibuktikan kebenarannya

11.

Hipotesis

adalah

rumusan

proposisi

untuk

diuji

kebenarannya.
12.

Definisi

operasional

adalah

petunjuk

tentang

bagaimana suatu variabel diukur


13.

Variabel adalah sebuah konsep yang mempunyai

variasi nilai.