Você está na página 1de 25

LAPORAN KASUS 3

ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN H DENGAN


GANGGUAN SISTEM REPRODUKSI : CA MAMAE ST III
DI RUANG KEMUNING 3A
RUMAH SAKIT HASAN SADIKIN BANDUNG
(Disusun untuk memenuhi tugas pada mata kuliah Keperawatan Medikal Bedah)

IRA TUTI
220112160039

PROFESI NERS
FAKULTAS KEPERAWATAN
UNIVERSITAS PADJADJARAN
BANDUNG
2016

ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN H DENGAN GANGGUAN SISTEM


REPRODUKSI : CA MAMAE ST III DI RUANG KEMUNING 3A
RUMAH SAKIT HASAN SADIKIN BANDUNG
Laporan Kasus 3
Ruang

: Kemuning 3A

Diagnosa Medis

: Ca Mamae St. III

1. IDENTITAS PASIEN DAN KELUARGA


Nama Pasien
: Ny. H
No Medrek
: 0001479871
Masuk Rumah Sakit
: 05 September 2016
Tanggal pengkajian
: 10 September 2016
Tgl Lahir/Usia
: 24-12-1968/47 tahun
Jenis Kelamin
: Perempuan
Pendidikan terakhir
: SD
Pekerjaan
: IRT
Alamat
: Cibuntu Timur RT 07/RW 05 Kelurahan : Warung
Muncang Kecamatan : Bandung Kulon Kota :
Bandung
Suku
: Sunda
Nama Keluarga
: Leni
Hubungan dengan pasien
: Anak
2. RIWAYAT KESEHATAN
A. KELUHAN UTAMA
Pasien mengatakan ada benjolan di payudara kanan dan terasa panas pada daerah
yang terdapat benjolan.
B. RIWAYAT KESEHATAN SEKARANG
Sejak 2 tahun SMRS terdapat benjolan, sebesar kelereng yang membesar hingga
sebesar telur ayam. Dilakukan operasi di RS Rajawali pada Februari 2015 dan
disarankan kemoterapi tidak dilanjutkan. Mulai berobat lagi ke RSHS oktober
2015, benjolan muncul lagi sebesar telur ayam dengan ukuran 6 x 5 x 3 cm keras
dan batas tegas, peau dorange (+), nipple retraction (+), dikemoterapi sampai
dengan 4 Maret 2016 (6x). Riwayat menarch : 12 tahun, menikah : 18 tahun,
melahirkan : 20 tahun, 3 anak, KB suntik & pil 1 tahun, di MOW 15 tahun lalu.
Pasien mengeluhkan panas pada daerah yang terdapat benjolan, panas dirasakan
hanya sebelah pada daerah yang terdapat benjolan. Pasien sedang menunggu
jadwal pengangkatan yang kedua, pasien merasa cemas karena takut operasinya
tertunda seperti kemarin-kemarin. Pada tanggal 09 September 2016 pukul 10.00
wib telah dilakukan operasi simple mastectomy pada payudara sebelah kanan.
Pasien mengatakan setelah operasi mengeluh nyeri pada area payudara yang sudah

di operasi. Nyeri dirasakan seperti ditusuk-tusuk dengan skala nyeri 4 dari 1-10.
Timbulnya nyeri ketika berbaring dan sesekali ketika duduk.
C. RIWAYAT KESEHATAN DAHULU
Pasien mempunyai riwayat pengangkatan tumor jinak di area payudara sebelah
kanan
D. RIWAYAT KESEHATAN KELUARGA
Tidak mempunyai riwayat keturunan kanker dan penyakit keturunan
E. RIWAYAT PSIKOSOSIAL SPRITIUAL
1) Pengkajian Psikologi
- Kesadaran : Kompos mentis dengan GCS E4M6V5
- Cara berbicara : Jelas dan lantang
- Gambaran diri : Pasien terlihat tenang, santai, dan menerima penyakitnya
-

dan ingin segera dioperasi.


Afektif : Pasien tampak tenang dan santai
Mekanisme koping : Pasien mengatakan semua masalah sudah ada yang
mengatur yaitu oleh Allah SWT, yang penting kita sudah berusaha dan
berikhtiar untuk mendapatkan yang terbaik, semuanya serahkan kepada

Yang Maha Kuasa.


2) Pengkajian Sosial
- Sistem keluarga : Pasien tinggal bersama suami dan 3 orang anaknya.
- Status sosial ekonomi : Pasien tidak bekerja, hanya sebagai IRT, suaminya
yang bekerja
3) Nilai etnik/budaya : Pasien asli suku sunda
4) Kebiasaan social : Pasien kadang-kadang mengikuti kegiatan-kegiatan yang
ada di lingkungan rumahnya seperti mengaji, kerjabakti.
5) Pengkajian spiritual
- Perilaku : Pasien melaksanakan sholat 5 waktu, tidak menutup diri dari
-

orang lain.
Komunikasi verbal : pasien mengatakan ingin cepat dioperasi dan segera

pulang dari RS biar bisa pulang untuk beraktifitas seperti biasanya.


F. RIWAYAT ADL
Pola Aktivitas
Nutrisi

Sebelum Sakit
Pasien makan tidak tentu,

Saat di Rumah Sakit


Pasien mengatakan semenjak

kadang sehari 2-3 kali.

di RS makan pasien teratur 3


kali sehari dengan porsinya

Cairan

Eliminasi

Pasien minum >1,5 liter lebih

tetap.
Pasien mengatakan saat di RS

dalam sehari dengan air putih

minum minum tidak

Pasien BAK lancar 3-5x

berkurang.
Pasien mengatakan setelah di

perhari. BAB lancar 1-2

RS BAK dan BAB lancar

Mobilisasi

Istirahat

Personal Hygiene

kali/hari.
Pasien mengatakan setelah 10

tidak ada perubahan.


Pasien mengatakan setelah 5

hari kemoterapi tidak bisa

bulan post kemoterapi bisa

jalan karena pusing, mual

beraktivitas seperti biasanya

sama muntah dan tidak nafsu

tetapi masih ada pegal-pegal

makan.
Pasien tidur malam tidak

diseluruh tubuh
Awal masuk RS masih tidak

terganggu

bisa tidur tetapi setelah

Pasien biasanya mandi 2x

beberapa hari di RS bisa tidur.


Pasien Mandi 1x sehari.

dalam sehari
3. PEMERIKSAAN FISIK
A. Penampilan Umum
Pasien tampak tenang, santai, pasien kesadaran penuh (compos mentis)
TTV
TD
: 120/80 mmHg
RR
: 16x/menit
Nadi
: 60x/menit
Temperature
: 36,2c
B. Integumen
- Inspeksi : Warna kulit merah muda, terdapat hitam-hitam diarea tangan
-

dan wajah akibat kemoterapi.


Palpasi
: Tekstur lembab, tidak ada nyeri tekan, turgor kulit bagus, suhu
dingin, tidak ada edema dan pembengkakan, ada benjolan di payudara

kanan.
C. Pemeriksaan kepala
a) Regio Kepala
- Inspeksi : Kepala bersih, rambut hitam.
- Palpasi
: Tidak ada nyeri, tidak ada benjolan, bentuk simetris
b) Regio Wajah
- Inspeksi : Wajah simetris, tidak ada pembengkakan di area wajah, warna
-

kulit merah muda


Palpasi
: Tidak ada nyeri tekan, pergerakan otot wajah baik, tidak ada

edema.
c) Regio Mata
- Inspeksi

: Mata simetris, konjungtiva tidak anemis, tidak ada

pembengkakan. Kornea jernih, respon pupil dan iris baik, ketajaman


penglihatan baik, tidak buta warna, lapang pandang baik, gerakan bola
mata baik.
d) Regio Telinga

Inspeksi

: Telinga simetris, bentuk dan ukuran sama, tidak ada lesi, tidak

ada kemerahan, tidak ada pembengkakan atau nodul, kebersihan baik.


- Palpasi
: Tidak ada nyeri tekan
e) Regio Hidung
- Inspeksi : Hidung simetris, tidak ada kemerahan, tidak ada lesi dan
-

pembengkakan
Palpasi
: Kepatenan jalan napas baik, tidak ada nyeri tekan, fungsi

penciuman baik
f) Regio Mulut dan Tenggorokan
- Inspeksi : Mukosa bibir lembab, warna pink, rongga mulut baik, tidak
ada pembesaran tonsil, warna merah muda, tidak ada gigi berlubang, reflex
-

menelan baik, pengecapan baik, kebersihan mulut baik


Palpasi
: Tidak ada nyeri tekan, tidak ada pembengkakan kelenjar getah

bening
D. Pemeriksaan Leher
- Inspeksi : Leher simetris, tidak ada pembengkakan
- Palpasi
: Tidak ada nyeri tekan, ada benjolan dileher, tidak ada
pembesaran nodus limfatikus dan kelenjar tiroid, fungsi otot leher baik,
pulsasi karotis baik dan teratur, pemeriksaan JVP normal
E. Respirasi
Pasien mengatakan tidak sesak napas, tidak ada batuk.
- Inspeksi : Dada simetris AP, ada lesi disebelah kanan payudara pasien,
ada benjolan, tidak terpasang O2, tidak terpasang CTT, terpasang drain
-

pada area operasi di payudara sebelah kanan.


Palpasi
: tidak ada nyeri tekan dibagian sternum, posisi trakea baik,

ekspansi dada sama, tactile fremitus seimbang.


Perkusi : Suara resonance pada ic 1-2 kiri dan ic 1-4 kanan normal,
suara dullness pada ic 3-5 kiri (jantung) dan ic 5 kebawah normal, area
lateral suara resonance sampai ic ke 8 dan area posterior suara resonance

sampat T10-T12 normal


Auskultasi :
Suara bronchial dibagian leher anterior dan posterior normal
Suara bronchovesikular pada ic 1-2 anterior posterior normal
Suara vesicular diseluruh area paru normal
RR : 16x/menit

F. Kardiovaskular
- Inspeksi

: Dada simetris AP, ada lesi disebelah kanan payudara pasien,

ada penjolan disebelah kanan payudara kanan pasien, tidak terpasang


nichiban/TR bana, tidak terpasang alat pace maker.

Palpasi

: Ada nyeri tekan pada payudara sebelah kanan, suhu hangat,

akral hangat, posisi trakea baik, ekspansi dada sama, tactile fremitus
-

seimbang, CRT <2 detik.


Perkusi : Suara resonance pada ic 1-2 kiri dan ic 1-4 kanan normal,
suara dullness pada ic 3-5 kiri (jantung) dan ic 5 kebawah normal, area
lateral suara resonance sampai ic ke 8 dan area posterior suara resonance

sampat T10-T12 normal


Auskultasi :
Bunyi jantung (aortic, pulmonic, mitral) normal
Denyut nadi : 60x/menit

G. Gastrointestinal
Tidak ada mual, muntah pada pasien, tidak ada nyeri pada saluran pencernaan dan
abdomen, mukosa lembab, reflex mengunyah baik, nafsu makan baik. Makan 3x
sehari dengan jumlah 1 porsi
BB : 58 kg
TB : 152
IMT = BB/(TB/100)2 = 58/(152/100)2 = 58/(1,52)2 = 58/2,3104 = 25,10 (obesitas)
- Inspeksi : Abdomen simetris, tidak ada lesi, tidak ada pembengkakan,
warna kulit merah muda, tidak terpasang drain, tidak ada stoma
- Auskultasi : Bising usus 5x/menit
- Palpasi
: Tidak nyeri tekan
- Perkusi : Dullnes pada area hepar, timpani pada area perut
H. Genitourinaria
- Sebelum masuk RS BAK 3-5x dalam sehari, keluar urin lancar.
- Mengganti celana 3x sehari atau setiap mandi
- Siklus menstruasi normal
I. Muskuloskeletal
Gerakan pasien normal, berjalan normal, tidak mempunyai riwayat fraktur.
- Inspeksi : Tidak ada pembengkakan diarea kaki dan tangan
- Palpasi
: tidak ada nyeri tekan, kekuatan otot kaki dan tangan baik,
ROM kaki dan tangan baik, reflex patella (+), Homann Sign (-), Babinski
(-)

Kekuatan otot pasien :


5

Pengkajian jatuh menggunakan skala morse :


Ny. H mengalami resiko sedang untuk jatuh
J. Neurologi
Kesulitan bicara tidak ada, kelemahan alat gerak (-), tidak terpasang EVD

4. PEMERIKSAAN DIAGNOSTIK
A. Pemeriksaan Laboratorium (06 September 2016)
Jenis Pemeriksaan

Hasil 06 Agustus

Nilai rujukan

Satuan

9,3-13,3

detik

Interpretasi

September 2016
Hematologi
PT INR
Masa Prothrombin

9,5

Normal

(PT)
INR

0,88

0,83-1,16

APTT

25,1

15,8-35,8

Normal
detik
Normal
Hematologi 8 Parameter
Hb

12,7

P : 12-16

g/dl
Normal

Ht

38

P : 35-47

%
Normal

Lekosit

4700

4400-11300

/mm3
Normal

Eritrosit

4,39

P : 3,6-5,8

Juta/uL
Normal

Trombosit

297000

150000-450000

/MM3
Normal

Indeks Eritrosit
MCV

86,1

80-100

fL
Normal

MCH

28,9

26-34

Pg
Normal

MCHC

33.6

32-36

%
Normal

Kimia Klinik
Albumin
AST (SGOT)
ALT (SGPT)
Fosfatase Alkali

4,6
22
27
96

3,5-5,2
<31
<33
P : 35-104

g/dl
U/L 37c
U/L 37c
U/L 37c

Normal
Normal
Normal
Normal

IFCC
Protein total
GDS
Natrium
Kalium
Kalsium
Magnesium

7,5
97
139
4,3
5,12
2,38

6,6-8,7
<140
135-145
3,6-5,5
4,7-5,2
1,70-2,55

g/dl
mg/dl
mEq/l
mEq/l
mg/dl
mg/dl

Normal
Normal
Normal
Normal
Normal
Normal

5. TERAPI
a) Volatile zeroflural 40 mg iv : Anti emetik
b) Fentanyl 150 mg im : Fentanyl termasuk obat golongan analgesik narkotika. Analgesik
narkotika digunakan sebagai penghilang nyeri. Fentanyl digunakan untuk menghilangkan
sakit yang disebabkan kanker.

c) Propofol 130 mg iv : obat dengan fungsi untuk memperlambat aktivitas otak dan sistem
saraf. Propofol digunakan untuk membantu merasa rileks sebelum dan selama anestesi
umum untuk operasi atau prosedur medis lainnya.

d) Antracurium 25 mg iv : Sebagai tambahan terhadap anestesi umum untuk memudahkan


tindakan intubasi endotrakea. Merelaksasi otot rangka selama pembedahan.

e) Dexametason 10 mg iv : kelompok obat kortikosteroid. Dexamethasone digunakan


dalam menangani berbagai kondisi, misalnya penyakit autoimun seperti sarcoidosis dan
lupus, penyakit inflamasi usus seperti ulcerative colitis dan penyakit Crohn, beberapa
penyakit kanker, dan alergi.

f) As Tranexamat 1000 iu iv : golongan obat anti-fibrinolitik. Obat ini dapat digunakan


untuk menghentikan pendarahan pada sejumlah kondisi, misalnya pendarahan
pascaoperasi, mimisan, akibat menstruasi berlebihan, dan pada penderita angio-edema
turunan.

g) Ketorolac 30 mg iv : obat dengan fungsi untuk terapi nyeri sedang hingga berat
sementara. Biasanya obat ini digunakan sebelum atau sesudah prosedur medis atau
setelah operasi.

h) Ranitidine 20 ml iv : untuk menangani gejala dan penyakit akibat produksi asam


lambung yang berlebihan. Kelebihan asam lambung dapat membuat dinding sistem
pencernaan mengalami iritasi dan peradangan. Inflamasi ini kemudian dapat berujung
pada beberapa penyakit, seperti tukak lambung, tukak duodenum, sakit maag, nyeri ulu
hati, serta gangguan pencernaan.

i) Metoklopramide 15 ml iv : Untuk meringankan (mengurangi simptom diabetik


gastroparesis akut dan yang kambuh kembali), untuk menanggulangi mual, muntah
metabolik karena obat sesudah operasi.

6. ANALISIS DATA
Data
DS : Pasien mengatakan
sedang menunggu

Etiologi
Etiologi (belum diketahui
secara pasti)

jadwal operasi yang


kedua, pasien merasa

Factor resiko : menarch dini

khawatir dan cemas

<12 tahun, menopause usia

karena takut operasinya

50 tahun, nulipara/primipara

tertunda seperti

usia >30 tahun, jumlah anak

kemarin-kemarin.

dan kelahiran, kontrasepsi

Masalah Keperawatan
Ansietas

oral, menyusui <2 tahun,


DO : Pasien terlihat

factor genetic

bingung, tidak tenang


Tanda-tanda vital :

Pada kasus factor resikonya :

TD : 120/80 mmHg

karena ada tumor jinak

RR : 16x/menit

sebelumnya

Nadi : 60x/menit
Temperature: 36,2c

Perubahan epitel proliferative


2x lipat
Waktu hyperplasia tipikal 4x
lipat
Sel normal transformasi dari
tahap inisiasi dan promotor
1. Promotor : sel lebih
rentan terhadap suatu
karsinogen, sel ini telah
mengalami inisiasi dan
berubah menjadi ganas
2. Inisiasi : karsinogen
(bahan kimia, virus, dan
radiasi) terjadi perubahan
dalam genetic sel menjadi
ganas
Ca mamae ST III dengan
ukuran 6 x 5 x 3 cm keras
dan batas tegas, peau
dorange (+), nipple
retraction (+)
Pembedahan

Nunggu jadwal pembedahan,


perasaan takut dan khawatir
Kurang pengetahuan

DS : Pasien mengatakan
setelah operasi

Ansietas
Etiologi (belum diketahui
secara pasti)

mengeluh nyeri pada


area payudara yang

Factor resiko : menarch dini

sudah di operasi. Nyeri

<12 tahun, menopause usia

dirasakan seperti

50 tahun, nulipara/primipara

ditusuk-tusuk dengan

usia >30 tahun, jumlah anak

skala nyeri 4 dari 1-10.

dan kelahiran, kontrasepsi

Timbulnya nyeri ketika

oral, menyusui <2 tahun,

berbaring dan sesekali

factor genetic

ketika duduk.
Pada kasus factor resikonya :
DO : Klien terlihat
mengeringis kesakitan

karena ada tumor jinak


sebelumnya

dan memegang area


yang kesakitan.
TTV :

Perubahan epitel proliferative


2x lipat

TD : 120/80 mmHg
RR : 16x/menit
Nadi : 60x/menit

Waktu hyperplasia tipikal 4x


lipat

Temperature: 36,2c
Sel normal transformasi dari
tahap inisiasi dan promotor
1. Promotor : sel lebih
rentan terhadap suatu
karsinogen, sel ini telah
mengalami inisiasi dan
berubah menjadi ganas

Nyeri

2. Inisiasi : karsinogen
(bahan kimia, virus, dan
radiasi) terjadi perubahan
dalam genetic sel menjadi
ganas
Ca mamae ST III dengan
ukuran 6 x 5 x 3 cm keras
dan batas tegas, peau
dorange (+), nipple
retraction (+)
Pembedahan
Pengangkatan organ
Adanya luka terbuka
Terputusnya jaringan
Nyeri diarea operasi di
payudara kanan

Resiko gangguan citra


tubuh berhubungan

Nyeri
Etiologi (belum diketahui

Resiko gangguan citra

secara pasti)

tubuh

dengan sifat
pembedahan ditandai

Factor resiko : menarch dini

dengan pasien

<12 tahun, menopause usia

mengatakan payudara

50 tahun, nulipara/primipara

sebelah kanan sudah

usia >30 tahun, jumlah anak

tidak ada

dan kelahiran, kontrasepsi


oral, menyusui <2 tahun,

DS : klien mengatakan

factor genetic

payudara sebelah kanan


sudah tidak ada.

Pada kasus factor resikonya :

DO : klien terlihat

karena ada tumor jinak

murung, dan diam

sebelumnya
Perubahan epitel proliferative
2x lipat
Waktu hyperplasia tipikal 4x
lipat
Sel normal transformasi dari
tahap inisiasi dan promotor
1. Promotor : sel lebih rentan
terhadap suatu karsinogen,
sel ini telah mengalami
inisiasi dan berubah
menjadi ganas
2. Inisiasi : karsinogen
(bahan kimia, virus, dan
radiasi) terjadi perubahan
dalam genetic sel menjadi
ganas
Ca mamae ST III dengan
ukuran 6 x 5 x 3 cm keras
dan batas tegas, peau
dorange (+), nipple
retraction (+)
Pembedahan
Pengangkatan organ

Perubahan bentuk tubuh


Resiko Gangguan Citra
Resiko harga diri rendah
berhubungan dengan

Tubuh
Etiologi (belum diketahui
secara pasti)

kehilangan bagian tubuh


dan ketakutan akan

Factor resiko : menarch dini

reaksi pasangan

<12 tahun, menopause usia

terhadap kehilangan ini

50 tahun, nulipara/primipara
usia >30 tahun, jumlah anak
dan kelahiran, kontrasepsi
oral, menyusui <2 tahun,
factor genetic
Pada kasus factor resikonya :
karena ada tumor jinak
sebelumnya
Perubahan epitel proliferative
2x lipat
Waktu hyperplasia tipikal 4x
lipat
Sel normal transformasi dari
tahap inisiasi dan promotor
3. Promotor : sel lebih rentan
terhadap suatu karsinogen,
sel ini telah mengalami
inisiasi dan berubah
menjadi ganas
4. Inisiasi : karsinogen
(bahan kimia, virus, dan

Resiko harga diri rendah

radiasi) terjadi perubahan


dalam genetic sel menjadi
ganas
Ca mamae ST III dengan
ukuran 6 x 5 x 3 cm keras
dan batas tegas, peau
dorange (+), nipple
retraction (+)
Pembedahan
Pengangkatan organ
Perubahan bentuk tubuh
Resiko penurunan kebutuhan
seksual
Resiko harga diri rendah
7. DAFTAR DIAGNOSA KEPERAWATAN
1) Ansietas berhubungan dengan kurangnya pengetahuan mengenai diagnose
penyakit, pengobatan dan prosedur operasi ditandai dengan klien khawatir dan
takut berubah jadwal operasinya.
2) Nyeri berhubungan dengan terputusnya jaringan akibat pembedahan yang ditandai
dengan nyeri pada area operasi
3) Resiko gangguan citra tubuh berhubungan dengan sifat pembedahan ditandai
dengan klien mengatakan payudara sebelah kanan sudah tidak ada
4) Resiko harga diri rendah berhubungan dengan kehilangan bagian tubuh dan
ketakutan akan reaksi pasangan terhadap kehilangan ini
8. RENCANA TINDAKAN KEPERAWATAN
Nama pasien
: Ny. H
No medrek
: 0001479871
Ruangan
: Kemuning 3
Nama mahasiswa
: Ira Tuti

NO DX
1) Ansietas

TUJUAN
Dalam waktu 3x24

INTERVENSI
1. Mulai lakukan

RASIONAL
1. Hal ini memberdayakan

berhubungan dengan

jam cemas pasien

persiapan

pasien untuk

kurangnya

berkurang
Dengan kriteria hasil :
- Menunjukkan stres

emosional pasien

mengarahkan respon

dan pasangannya

koping
2. Factor-faktor ini sangat

pengetahuan
mengenai diagnose

emosional dan

penyakit,

memperlihatkan

pengobatan dan

kemampuan untuk

prosedur operasi
ditandai dengan

mengatasi masalah
Ikut serta dalam

klien khawatir dan

rencana

takut berubah jadwal

pengobatan dan

operasinya.

mengajukan
pertanyaan
mengenai pilihan
terbaik untuk
kebutuhan-

kebutuhan khusus
Berespon secara
positive terhadap
informasi yang
diterima

secepat setelah ia
diinformasikan
tentang diagnosis
tenttatif
2. Kaji pengalaman

mempengaruhi perilaku
dan kemampuan pasien
menghadapi diagnosis,
pembedahan, dan

pribadi dan

pengobatan tindak lanjut.

pengetahuan

Jika pasien mempunyai

tentang kanker

sodara atau teman dekat

payudara, kaji

yang meninggal akibat

mekanisme koping

kanker payudara,

saat krisis, kaji

kemungkinan ia akan

sistem pendukung,

berespons secara

kaji perasaan

berbeda dari pasien yang

mengenai

mempunyai teman yang

diagnosis
3. Informasikan
pasien tentang riset
terakhir dan
modalitas

selamat dari kanker


payudara dan
mempunyai kualitas
hidup yang sangat baik
3. Pilihan-pilihan yang

pengobatan terbaru

meningkat dan perbaikan

mengenai kanker

hasil baik secara statistic

payudara
4. Uraikan
pengalamanpengalaman yang
akan dialami
pasien dan dorong
pasien untuk
mengajukan
pertanyaan

maupun secara kosmetik


sangat mengurangi
ketakutan dan
meningkatkan
penerimaan rencana
pengobatan
4. Ketakutan akan
ketidaktahuan menurun

2) Nyeri berhubungan

Dalam waktu 3x24

1. Kaji intensitas,

1. Memberikan dasar untuk

skala, sifat dan

mengkaji keefektivitasan

dengan terputusnya

jam nyeri berkurang.

jaringan akibat

Dengasn kriteria hasil:


letak nyeri
- Melapor ketika
2. Ajarkan relaksasi :

pembedahan yang

nyeri memburuk

ditandai dengan

dan menerima

nyeri pada area

medikasi untuk

operasi

nyeri yang
-

diresepkan
Menyesuaikan

napas dalam, guide


imagery.
3. Posisi tubuh yang
sesuai akan
meningkatkan

tindakan Pereda nyeri


2. Memagemen nyeri
dengan terapi napas
dalam akan
mengurangi/mendistraks
i nyeri
3. Stres pada letak insisi

kenyamanan,

dikurangi, gaya gravitasi

posisinya untuk

seperti posisi

mengurangi akumulasi

menghilangkan

semifowlers dan

ketidaknyamanan

meninggikan
lengan yang sakit
4. Tingkatkan latihan

cairan pada lengan


4. Latihan ini akan
meningkatkan sirkulasi,
meningkatkan

pasif kemudian

kompetensi

aktif dan tangan,

neurovascular dan

lengan dan bahu

mencegah statis serta

yang sakit
5. Dorong untuk

kekakuan pada bahu


5. Kerusakan sirkulasi dan

melindungi dan

saraf yang melemah

menghindari segala

rentan terhadap stres

hal yang dapat

mendadak atau

merusak barrier
kulit sehingga
membebani stres
pada lengan dan
bahu (terluka,
kepanasan, infeksi)
6. Sarankan
pengolesan krim
yang efektif
beberapa kali
sehari
7. Instruksikan pasien
untuk

berkepanjangan
6. Praktik ini akan menjaga
kulit tetap sehat, utuh,
lentur dan tahan terhadap
kerusakan
7. Pengobatan dini
terhadap kemungkinan
infeksi atau cedera akan
menghindari
ketidaknyamanan dan
komplikasi lebih lanjut.
8. Meningkatkan peredaan
nyeri

menghubungi

9. Analgesia yang dikontrol

dokter jika lengan

pasien menghasilkan

atau letak insisi

peredaan nyeri dan

menjadi sangat

meningkatkan

nyeri, bengkak atau

kenyamanan serta

kemerahan
8. Berikan analgesic
melalui rute IM,
oral atau IV sesuai
yang diresepkan
9. Kolaborasikan
dengan dokter

mempertahankan rasa
control pasien, serta
analgesic dan narkotik
dapat mengganggu jaras
saraf ke otak dan medula
spinalis

tentang analgesic
yang dikontrol
pasien (PCA) serta
jelaskan bahwa
analgesic tersedia
untuk meredakan
3) Resiko gangguan

Dalam waktu 3x24

nyeri
1. Konfirmasikan

1. Hal ini membentuk

citra tubuh

jam klien menerima

dengan dokter

dasar rencana terapeutik

berhubungan dengan

terhadap kondisi

mengenai sifat dari

kooperatif yang akan

sifat pembedahan

sekarang. Dengan

pengobatan yang

mencegah tidak

ditandai dengan

kriteria hasil :
- Memutuskan

klien mengatakan
payudara sebelah
kanan sudah tidak
ada

sampainya informasi
yang membingungkan

tentang rencana

pasien bahwa

pengobatan setelah

adanya rasa

mendiskusikan

berduka ketika

pasien kemudian dapat

dengan dokter dan

mengalami

dengan bebas beralih

keluarga
Mengungkapkan

kehilangan bagian

pada tingkat koping

bahwa berduka
harus berjalan
-

diperkirakan
2. Jelaskan pada

sesuai apa adanya


Menggunakan

tubuh adalah
normal
3. Dorong kunjungan

pada pasien
2. Dengan pengertian ini,

selanjutnya
3. System pendukung yang
bermakna bagi pasien

oleh orang yang

akan lebih langgeng

dicintai dan teman-

disbanding dukungan

system dukungan

teman yang

secara efektif dan

memahami

merencanakan
masa depan
dengan mereka

perasaan pasien
4. Jelaskan pada
pasien bahwa
normal jika ia dan
pasangannya untuk
tidak ingin melihat
insisi, lebih jauh
tegaskan fakta
bahwa insisi akan
lebih baik
5. Diskusikan

dari orang lain


4. Hal ini mengurangi
perasaan bahwa ia akan
tidak pernah mampu
menerima perubahan
tubuhnya
5. Penekanan pada adaptasi
yang positif dan
ketersediaan akan
meningkatkan konsep
diri pasien dan
meningkatkan
penerimaan positif

bersama pasien

terhadap rencana

penggunaan

pengobatan

protesis dan
penyesuaian
pakaian sebagai
penghargaan
realistic dan dapat
4) Resiko harga diri

3x24 jam klien tidak

dicapai
1. Dengan nyaman

1. Pasien akan mudah

rendah berhubungan

memandang dirinya

mendiskusikan

merasakan

dengan kehilangan

rendah. Dengan

tentang seksualitas;

ketidaktulusan, ketidak

bagian tubuh dan

kriteria hasil :
- Berespon dengan

menunjukkan kasih

amanan, kurang

sayang, tidak

pengetahuan dan

memberikan

pengalaman
2. Pasien akan merasa

ketakutan akan

menunjukkan rasa

reaksi pasangan

percaya diri dan

terhadap kehilangan

keinginan untuk

ini

mendapatkan
-

bantuan
Melibatkan
pasangan dalam
aspek-aspek
masalah media

penilaian, sikap
yang mendukung
2. Berikan dorongan

bahwa ia tidak sendiri


dalam menghadapi

pada waktu yang

maslah yang

tepat terhadap

megkhawatirkan kedua

kedua pasangan
untuk
mendiskusikan

pasangan
3. Masalah pribadi yang
sensitive tidak

yang

kekhawatiran-

diungkapkan ketika orang

mengkhawatirkan

khawatiran hal ini

yang dekat dengan pasien

kedua pasangan

dapat dilakukan

tidak hadir
4. Pasangan akan

sebelum dan
setelah pengobatan
mayor.
3. Atur privasi ketika
mendiskusikan

mengetahui apa yang


akan dilihatnya dan
kemungkinan tidak akan
kaget di depan pasien
5. Sifat yang sangat

masalah-masalah

mendasar dari menjalani

pribadi dengan

segala jenis pembedahan

pasien
4. Jelaskan tentang

membutuhkan waktu

letak insisi dan

untuk penerimaanya,

penampilannya

penyembuhan dan

pada pasangan

kemungkinan perubahan

sebelum pasangan

gaya hidup.

benar-benar
melihatnya
5. Tekankan bahwa
perubahan perilaku
membutuhkan
waktu dan
seharusnya tidak
diinterpretasikan
sebagai penolakan
9. CATATAN TINDAKAN KEPERAWATAN
Nama pasien
: Ny. H
No medrek
: 0001479871
Ruangan
: Kemuning 3
Nama mahasiswa
: Ira Tuti
NO DX
Ansietas berhubungan

Tgl/jam
11 September

dengan kurangnya

2016 / 17.00

emosional pasien dan

menerima dengan

pengetahuan mengenai

wib

pasangannya secepat

penyakit yang

setelah ia diinformasikan

dideritanya dan

diagnose penyakit,

Implementasi
1. Melakukan persiapan

Respon
1. Pasien menyatakan

Paraf

pengobatan dan
prosedur operasi
ditandai dengan klien
takut berubah jadwal
operasinya.

tentang diagnosis tentatif


2. Mengkaji pengalaman
pribadi dan pengetahuan
tentang kanker payudara,
mengkaji mekanisme
koping saat krisis,
mengkaji sistem
pendukung, mengkaji
perasaan mengenai
diagnosis
3. Menginformasikan pasien
tentang riset terakhir dan
modalitas pengobatan
terbaru mengenai kanker
payudara
4. Menguraikan pengalaman-

menyerahkan
semuanya kepada
Allah SWT karena
semuanya datangnya
dari Allah.
Tanda-tanda vital :
TD : 130/80 mmHg
RR : 18x/menit
Nadi : 60x/menit
Temperature : 36,9c
2. Pasien mengetahui
baik tentang
penyakit yang
dideritanya dan
pasien mengatakan

pengalaman yang akan

sudah menerima

dialami pasien dan

dengan penyakitnya

mendorong pasien untuk

dan sudah berusaha

mengajukan pertanyaan

serta ikhtiar juga


melakukan yang
terbaik tinggal
serahkan semuanya
pada yang diatas.
3. Pasien mengikuti
sangat kooperatif
dan ingin tahu ketika
menjelaskan tentang
orang-orang yg
menderita penyakit
yang sama tetapi
masih bisa
beraktivitas layaknya
orang yang sehat
serta penasaran

mengenai penelitian
terkait penyakit yang
dideritanya
4. Pasien sedikit tahu
mengenai
pengalaman orang
yang menderita
penyakit yang sama
dan itu menjadi
penyemangat buat
Nyeri berhubungan

11 September

dengan terputusnya

2016 / 17.00

jaringan akibat

wib

pembedahan yang
ditandai dengan nyeri
pada area operasi

dirinya sendiri.
1. Mengkaji intensitas, skala, 1. Pasien mengeluh
sifat dan letak nyeri
2. Mengajarkan teknik
relaksasi : napas dalam,
guide imagery.
3. Memposisikan tubuh yang
sesuai akan meningkatkan
kenyamanan, seperti
posisi semifowlers dan
meninggikan lengan yang
sakit
4. Meningkatkan latihan
pasif kemudian aktif dari
tangan, lengan dan bahu
yang sakit
5. Mendorong untuk

nyeri pada area


payudara yang
dioperasi, dengan
skala nyeri 4 dari 110, nyeri seperti
ditusuk-tusuk,
timbul nyeri jika
berbaring dan
sesekali sedang
duduk
Tanda-tanda vital :
TD: 130/80 mmHg
RR : 18x/menit
Nadi : 60x/menit

melindungi dan

Temperature :

menghindari segala hal

36,9c

yang dapat merusak

2. Pasien mengikuti

barrier kulit sehingga

instruksi yang

membebani stres pada

diperintahkan

lengan dan bahu (terluka,

mengenai teknik

kepanasan, infeksi)
6. Menyarankan pengolesan

relaksasi seperti

krim yang efektif

napas dalam
3. Pasien megatakan

beberapa kali sehari


7. Menginstruksikan pasien
untuk menghubungi
dokter jika lengan atau
letak insisi menjadi sangat
nyeri, bengkak atau
kemerahan
Kolaborasi :
8. Memberikan analgesic
melalui rute IM, oral atau
IV sesuai yang diresepkan
9. Berkolaborasi dengan

posisi berbaring
lebih nyaman tetapi
sesekali duduk
4. Pasien mengikuti
arahan dan instruksi
yang diperintahkan
5. Pasien mengerti
harus menjaga dan
mengistirahatkan
area yang sakit serta
melaporkan jika
adanya

dokter tentang analgesic

pembengkakan dan

yang dikontrol pasien

nyeri sangat berat

(PCA) serta menjelaskan


bahwa analgesic tersedia
untuk meredakan nyeri

ke dokter
6. Pasien tahu
mengenai
pengolesan krim
yang diindikasikan
7. Pasien paham betul
jika ada
pembengkakan dan
nyeri sangat berat
harus melaporkan
segera ke dokter
8. Pasien tahu betul
obat analgesic
berfungsi untuk
meredakan nyeri
hebat yang diderita
dan hanya dokter
yang boleh
meresepkan
obatnya

10. CATATAN PERKEMBANGAN SOAP

Nama pasien
No medrek
Ruangan
Nama mahasiswa

: Ny. H
: 0001479871
: Kemuning 3
: Ira Tuti

NO DX
Ansietas berhubungan

Tgl/jam
12 September

Catatan
S : Pasien mengatakan tidak terlalu tegang dan

dengan kurangnya

2016 / 10.00 wib

cemas berkurang

pengetahuan mengenai

O : Pasien terlihat tenang dengan tanda-tanda

diagnose penyakit,

vital

pengobatan dan

TD : 120/90 mmHg

prosedur operasi

RR : 20x/menit

ditandai dengan klien

Nadi : 80x/menit

khawatir dan takut

Temperature : 36,5c

berubah jadwal

A : masalah teratasi sebagian


P:
1. Mulai lakukan persiapan emosional pasien

operasinya.

dan pasangannya secepat setelah ia


diinformasikan tentang diagnosis tenttatif
2. Kaji pengalaman pribadi dan pengetahuan
tentang kanker payudara, kaji mekanisme
koping saat krisis, kaji sistem pendukung,
kaji perasaan mengenai diagnosis
3. Informasikan pasien tentang riset terakhir
dan modalitas pengobatan terbaru mengenai
kanker payudara
4. Uraikan pengalaman-pengalaman yang akan
dialami pasien dan dorong pasien untuk
Nyeri berhubungan

13 September

dengan terputusnya

2016 / 10.00 wib

jaringan akibat
pembedahan yang
ditandai dengan nyeri
pada area operasi

mengajukan pertanyaan
S : Pasien mengatakan nyeri berkurang dan sudah
bisa miring kanan dan miring kiri
O : Pasien keliatan tenang, santai dan tersenyum
Tanda-tanda vital :
TD : 120/90 mmHg
RR : 20x/menit
Nadi : 80x/menit
Temperature : 36,5c
A : Masalah teratasi sebagian
P:

Paraf

1. Kaji intensitas, skala, sifat dan letak nyeri


2. Ajarkan relaksasi : napas dalam, guide
imagery.
3. Posisi tubuh yang sesuai akan meningkatkan
kenyamanan, seperti posisi semifowlers dan
meninggikan lengan yang sakit
4. Tingkatkan latihan pasif kemudian aktif dan
tangan, lengan dan bahu yang sakit
5. Dorong untuk melindungi dan menghindari
segala hal yang dapat merusak barrier kulit
sehingga membebani stres pada lengan dan
bahu (terluka, kepanasan, infeksi)
6. Sarankan pengolesan krim yang efektif
beberapa kali sehari
7. Instruksikan pasien untuk menghubungi
dokter jika lengan atau letak insisi menjadi
sangat nyeri, bengkak atau kemerahan
8. Berikan analgesic melalui rute IM, oral atau
IV sesuai yang diresepkan
9. Kolaborasikan dengan dokter tentang
analgesic yang dikontrol pasien (PCA) serta
jelaskan bahwa analgesic tersedia untuk
meredakan nyeri
Referensi :
American Cancer Society. 2015. Breast Cancer. ACS : USA
Cipe, at all. 2011. Clinically Positive Axillary Lymphadenopathy May Lead to False
Diagnosis
of Overstaged Breast Cancer in Patients with Sjogrens Syndrome : a Case Report.
Departemen Surgery, Bezmialem Vakif university : Turkey
Black, Joyce M & Hawks. 2014. Keperawatan Medikal Bedah Manajemen Klinis untuk
Hasil
yang Diharapkan Edisi 8 Buku 3. Jakarta : Salemba Medika
Nanda. 2014. Nursing Diagnosis Definitions and Classification 2015-2017. Nanda
International, Inc.
Price Sylvia A & Wilson Lorraine M. 2005. Patofisiologi Konsep Klinis Proses Penyakit
Edisi

6. Jakarta : EGC
Smeltzer, Suzanne C & Bare, Brenda G. 2001. Buku Ajar Keperawatan Medikal Bedah
Bruner
& Suddart Edisi 8. Jakarta : EGC.

Você também pode gostar