Você está na página 1de 14

RMK

Analisis Informasi Keuangan

Disusun oleh:

Putu Intan Wulandari


Nella Rahmawati

(1306305084)
(1306305140)

Fakultas Ekonomi dan Bisnis


Universitas Udayana
2016

Tinjaun Analisis Laporan Keuangan

1. Pengertian Analisis Laporan Keuangan


Analisis laporan keuangan adalah suatu proses penelitian laporan keuangan beserta unsurunsurnya yang bertujuan untuk mengevaluasi dan memprediksi kondisi keuangan perusahaan
atau badan usaha dan juga mengevaluasi hasil-hasil yang telah dicapai perusahaan atau badan
usaha pada masa lalu dan sekarang.
Menurut Soemarso S.R (1996), analisis laporan keuangan adalah hubungan antara suatu angka
dalam laporan keuangan dengan angka yang lain yang mempunyai makna/menjelaskan arah
perubahan (trend) suatu fenomena. Angka-angka dalam laporan keuangan akan sedikit artinya
kalau dilihat secara sendiri-sendiri. Dengan analisis pemakaian laporan keuangan akan lebih
mudah menginterprestasikannya.

2. Tujuan Analisis Lapora Keuangan


Ada beberapa tujuan bagi berbagai pihak dengan adanya analisis laporan keuangan. Secara
umum dikatakan bahwa tujuan dan manfaat analisis laporan keuangan adalah :
1. Untuk mengetahui posisi keuangan perusahaan dalam suatu periode tertent, baik harta,
kewajiban, modal maupun hasil usaha yang telah dicapai untuk beberapa periode
2. Untuk mengetahui kelemahan-kelemahan apa saja yang menjadi kekurangan perusahaan
3. Untuk mengetahui kekuatan-kekuatan yang dimiliki
4. Untuk mengetahui langkah-langkah perbaikan apa saja uang perlu dilakukan kedepan
yang berkaitan dengan posisis keuangan perusahaan saat ini
5. Untuk melakukan penilaian kinerja manajemen kedepan apakah perlu penyegaran atau
tidak karena sudah dianggap berhasil atau gagal
6. Dapat juga digunakan sebagai pembanding dengan perusahaan sejenis tentang hasil yang
mereka capai

3. Manfaat Analisis Laporan Keuangan :


Laporan Keuangan memberikan manfaat ke banyak pihak yang terbagi dalam 2 kelompok, pihak
internal dan eksternal.
INTERNAL
:
1. Pengelola (direksi & manajemen): Laporan keuangan memberikan informasi yang digunakan
dalam pengambilan keputusan, evaluasi usaha yang sedang berjalan, melakukan budgeting dan
kontrol internal.

2. Karyawan: Karyawan Anda akan tertarik dengan informasi keuangan yang terkait dengan
stabilitas dan profitabilitas perusahaan. Hal ini dapat memberikan gambaran apakah perusahaan
mampu memberikan balas jasa dan menyediakan kesempatan bekerja dan berkarir untuk jangka
waktu yang lama

EKSTERNAL
1. Investor/owner : Investor atau owner berkepentingan dengan informasi yang
berhubungan dengan resiko yang terkait dengan investasi modal.
2. Pemberi Pinjaman: Pihak yang memberi pinjaman berkepentingan dengan informasi yang
menunjukkan kemampuan perusahaan membayar hutang beserta bunganya dengan tepat
waktu. Laporan keuangan dapat membantu mereka untuk menentukan besar plafon,
bunga dan jangka waktu yang diberikan.
3. Supplier: Pihak supplier dan pemberi hutang jangka pendek lainnya berkepentingan
dengan informasi yang menunjukkan kemampuan perusahaan membayar hutang jangka
pendeknya. Informasi tersebut akan membantu supplier untuk menentukan jumlah
piutang yang diberikan dan jangka waktunya.
4. Pelanggan: Pelanggan memerlukan informasi yang berhubungan dengan kelangsungan
perusahaan, terutama pelanggan yang melakukan kerjasama jangka panjang. Pelanggan
yang loyal membutuhkan hubungan jangka panjang dan langgeng.
5. Pemerintah: Bagi pemerintah, mereka dapat menilai kemampuan perusahaan dalam
membayar pajak.

4. Kepentingan Para Pemakai Akuntansi


Masing-masing pihak beserta kepentingannya terhadap informasi akuntansi dijelaskan berikut
ini.
1. Investor: Investor membutuhkan informasi akuntansi untuk menentukan keputusan dalam
membeli, menahan, atau menjual investasi mereka dalam saham perusahaan. Keputusan investor
seperti ini biasa terjadi dalam perdagangan efek di bursa efek..
2. Karyawan: Informasi akuntansi ini berfungsi untuk menilai kemampuan perusahaan dalam
memberikan balas jasa, manfaat pensiun, dan kesempatan kerja. Ketika perusahaan dalam
kondisi baik maka karyawan akan berkesempatan untuk meminta perbaikan gaji.
3. Pemasok dan Kreditur usaha lain: Sama halnya dengan pihak bank atau pemberi pinjaman,
pemasok dan kreditur usaha lainnya juga berkepentingan terhadap informasi akuntansi. Melalui
laporan keuangan atau informasi akuntansi perusahaan terkait, pemasok dapat menilai apakah
perusahaan itu mampu membayar utang tepat waktu pada saat jatuh tempo.

4. Pelanggan: Pelanggan yang terlibat dalam perjanjian jangka panjang dengan perusahaan akan
membutuhkan informasi untuk menilai tentang kelangsungan usaha perusahaan. Karena dengan
mengetahui informasi akuntansi pelanggan tidak akan khawatir jika suatu saat terjadi hal-hal
yang tidak diinginkan terkait dengan perjanjian yang telah disepakati antara pelanggan dan
perusahaan.
5. Pimpinan perusahaan
a. Sebagai bukti pertanggungjawaban kepada pemilik perusahaan atas kepercayaan yang
diberikan kepadanya untuk mengelola perusahaan
b. Sebagai alat penilaian atas pelaksanaan kegiatan operasional perusahaan, baik secara
keseluruhan, bagian-bagian maupun individu-individu yang diberi wewenang dan
tanggung jawab.
c. Sebagai alat untuk mengukur tingkat biaya kegiatan-kegiatan usaha yang dilaksanakan
perusahaan
d. Sebagai bahan pertimbangan dalam mengendalikan kegiatan perusahaan
e. Sebagai bahan pertimbangan dalam menyusun program kegiatan pada periode mendatang
f. Sebagai bahan pertimbangan dalam mengambil keputusan
g. Untuk mengetahui kondisi perusahaan dan posisi keuangan perusahaan
6. Pemilik perusahaan
Dalam perusahaan yang berbentuk perseroan terbatas atau perusahaan yang pimpinannya
diserahkan kepada orang lain, laporan keuangan sangat dibutuhkan oleh pemilik perusahaan.
Laporan keuangan bagi pemilik perusahaan berfungsi sebagai :
a. Alat penilaian atas hasil yang telah dicapai oleh pimpnan perusahaan
b. Dasar penentuan taksiran keuntungan yang akan diterima di masa mendatang dan
taksiran perkembangan harga saham yang dimilikinya
7. Kantor Pelayanan Pajak
Bagi Kantor Pelayanan Pajak, laporan keuangan perusahaan berfunsi sebagai dasar penentuan
pajak penghasilan yang menjadi tanggungan perusahaan.
8. Badan Pengembangan Pasar Modal (Bapepam)
Bapepam menggunakan laporan keuangan sebagai alat pengawasan keuangan perusahaan yang
menjual sahamnya melalui pasar modal.
9. Dinas Perindustrian dan Perdagangan
Laporan keuangan digunakan untuk kepentingan pengumpulan data statistik.

5. Analisis Komparatif

Analisis komparatif adalah teknik analisis yang dilakukan dengan cara membuat perbandingan
antar elemen (laporan keuangan) yang sama untuk beberapa periode yang berurutan.
Tujuan analisis komparatif adalah untuk mempe-roleh gambaran tentang arah dan
kecenderungan (tendensi) tentang perubahan yang mungkin akan terjadi pada setiap elemen
laporan keuangan di masa yang akan datang.
Informasi hasil analisis komparatif bermanfaat untuk memperediksi tentang kemungkinan yang
akan terjadi pada setiap elemen laporan keuangan di masa yang akan datang.

6. Analisis Common-Size
Analisis common-size adalah teknik analisis yang dilakukan dengan cara membuat perbandingan
antara suatu elemen (laporan keuangan) tertentu sebagai komponen dari elemen yang lain pada
laporan keuangan yang sama.
Tujuan analisis common-size adalah untuk mempe-roleh gambaran tentang:
1. Komposisi dan proporsi investasi pada setiap jenis aktiva.
2. Struktur modal dan pendanaan.
3. Distribusi hasil penjualan pada biaya dan laba
Informasi hasil analisis bermanfaat untuk menilai tepat tidaknya kebijakan (operasi, investasi,
dan pendanaa) yang diambil oleh perusahaan di masa lalu, serta kemungkinan pengaruhnya
terhadap posisi dan kinerja keuangan perusahaan di masa yang akan datang.
Persentase per komponen setiap elemen laporan keuangan dapat dihitung dengan rumus sbb:
1. Elemen2 Aktiva = Elemen ybs / Total Aktiva
2. Elemen2 Pasiva = Elemen ybs / Total Pasiva
3. Elemen2 Laba/Rugi = Elemen ybs / Penjualan

7. Analisis Trend
Analisis atau tendensi merupakan analisis laporan keuangan yang biasanya dinyatakan dalam
presentase tertentu. Dalam analisis trend perbandingan analisis dapat dilakukan dengan
menggunakan analisis horizontal atau dinamis. Data yang digunakan adalah data tahunan atau
periode yang digunakan biasanya hanya dua atau tiga periode saja. Hal ini disebabkan karena
jika lebih dari tiga periode akan mengalami kesulitan untuk menganalisis nya lebih cepat.
Jika data yang digunakan lebih dari dua atau tiga periode, metode yang digunakan adalah angka
indeks. Dengan menggunakan angka indeks akan dapat diketahui kecenderungan atau trend atau
arah dari posisi keuangan perusahaan. Apakah meningkat, menurun, atau tetap. Hasil anlisis
trend biasanya dihitung dalam presentase.

Angka indeks adalah angka yang diharapkan dapat memberitahukanperubahan-perubahan


variabel sebuah atau lebih karakteristik padawaktu dan tempat yang sama atau berlainan.
Rumus angka indeks:
I = (Xn/Xo) x 100%
Keterangan :
Xn

: Pos pada tahun yang akan dianalisis

Xo

: Pos pada tahun dasar

8. Analisis ratio
Analisis Rasio Laporan Keuangan Perusahaan
Analisis Rasio Keuangan atau Financial Ratio adalah merupakan suatu alat analisa yang
digunakan oleh perusahaan untuk menilai kinerja keuangan berdasarkan data perbandingan
masing-masing pos yang terdapat di laporan keuangan seperti Laporan Neraca, Rugi / Laba, dan
Arus Kas dalam periode tertentu.
Fungsi analisis rasio adalah Digunakan untuk membimbing investor dan kreditor untuk membuat
keputusan atau pertimbangan tentang pencapaian perusahaan dan prospek pada masa datang.
Dalam mengadakan analisa rasio pada dasarnya dapat melakukan dengan 2 macam cara
perbandingan, yaitu :
Membandingkan rasio sekarang (present ratio) dengan rasio-rasio dari waktu-waktu yang lalu
(ratio historis)
Membandingkan rasio-rasio dari suatu perusahaan (company ratio) dengan rasio-rasio semacam
dari perusahaan lain yang sejenis atau industry untuk waktu yang sama
Analisa rasio keuangan yang biasa digunakan adalah:
1. Rasio Likuiditas
Rasio untuk mengukur kemampuan perusahaan untuk memenuhi kemampuan finansialnya dalam
jangka pendek.
Ada beberapa jenis rasio likuiditas antara lain :
a. Current Ratio, rasio untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam membayar
kewajiban finansial jangka pendek dengan mengunakan aktiva lancar.

b. Cash Ratio, rasio untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam membayar kewajiban
finansial jangka pendek dengan mengunakan kas yang tersedia dan berikut surat berharga
atau efek jangka pendek.
c. Quick Ratio atau Acid Test Ratio, rasio untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam
membayar kewajiban finansial jangka pendek dengan mengunakan aktiva lancar yang
lebih likuid (Liquid Assets).
Catatan : Nilai ideal dari ketiga analisa rasio likuiditas ini ini adalah minimum sebesar 150%,
semakin besar adalah semakin baik dan perusahaan dalam kondisi sehat.
2. Rasio Profitabilitas atau Rentabilitas
Rasio untuk mengukur seberapa besar kemampuan perusahaan memperoleh laba dalam
hubungannya dengan nilai penjualan, aktiva, dan modal sendiri.
Ada beberapa jenis rasio profitabilitas antara lain :
a. Gross Profit Margin, rasio untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam mendapatkan
laba kotor dari penjualan.
b. Operating Income Ratio, rasio untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam
mendapatkan laba operasi sebelum bunga dan pajak dari penjualan.
c. Net Profit Margin, rasio untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam mendapatkan
laba bersih dari penjualan.
d. Earning Power of Total Investment, rasio untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam
mengelola modal yang dimiliki yang diinvestasikan dalam keseluruhan aktiva untuk
menghasilkan keuntungan bagi investor dan pemegang saham.
e. Rate of Return Investment (ROI) atau Net Earning Power Ratio, rasio untuk mengukur
kemampuan modal yang diinvestasikan dalam keseluruhan aktiva untuk menghasilkan
pendapatan bersih.
f. Return on Equity (ROE), rasio untuk mengukur kemampuan equity untuk menghasilkan
pendapatan bersih.
g. Rate of Return on Net Worth atau Rate of Return for the Owners,rasio untuk mengukur
kemampuan modal sendiri diinvestasikan dalam menghasilkan pendapatan bagi
pemegang saham.
Catatan : Semakin tinggi nilai persentase Rasio Profitabilitas ini adalah adalah semakin baik,
sebaiknya Anda bisa membandingkannya dengan nilai rata-rata dari industri sejenis di pasar.
3. Rasio Solvabilitas atau Leverage Ratio
Rasio untuk mengukur seberapa besar kemampuan perusahaan memenuhi semua kewajiban
finansial jangka panjang.
Ada beberapa jenis rasio Solvabilitas antara lain :

a. Total Debt to Assets Ratio, rasio untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam
menjamin hutang-hutangnya dengan sejumlah aktiva yang dimilikinya.
b. Total Debt to Equity Ratio, rasio untuk mengukur seberapa besar perusahaan dibiayai
oleh pihak kreditur dibandingkan dengan equity.
Catatan : Semakin tinggi nilai persentase Rasio Solvabilitas ini adalah semakin buruk
kemampuan perusahaan untuk membayar kewajiban jangka panjangnya, maksimal nilainya
adalah 200%.
4. Rasio Aktifitas atau Activity Ratio
Rasio untuk mengukur seberapa efektif perusahaan dalam memanfaatkan sumber daya yang
dimilikinya.
Ada beberapa jenis rasio Solvabilitas antara lain :

a. Total Assets Turn Over, rasio untuk mengukur tingkat perputaran total aktiva terhadap
penjualan.
b. Working Capital Turn Over, rasio untuk mengukur tingkat perputaran modal kerja bersih
(Aktiva Lancar-Hutang Lancar) terhadap penjualan selama suatu periode siklus kas dari
perusahaan.
c. Fixed Assets Turn Over, rasio untuk mengukur perbandingan antara aktiva tetap yang
dimiliki terhadap penjualan. Rasio ini berguna untuk mengevaluasi seberapa besar tingkat
kemampuan perusahaan dalam memanfaatkan aktivatetap yang dimiliki secara efisien
dalam rangka meningkatkan pendapatan.
d. Inventory Turn Over, rasio untuk mengukur tingkat efisiensi pengelolaan perputaran
persediaan yang dimiliki terhadap penjualan. Semakin tinggi rasio ini akan semakin baik
dan menunjukkan pengelolaan persediaan yang efisien.
e. Average Collection Period Ratio, rasio untuk mengukur berapa lama waktu yang
dibutuhkan oleh perusahaan dalam menerima seluruh tagihan dari konsumen.
f. Receivable Turn Over, rasio untuk mengukur tingkat perputaran piutang dengan membagi
nilai penjualan kredit terhadap piutang rata-rata. Semakin tinggi rasio ini akan semakin
baik dan menunjukan modal kerja yang ditanamkan dalam piutang rendah.
Catatan : Semakin tinggi nilai persentase Rasio Activity ini adalah semakin baik, Anda bisa
membandingkannya dengan nilai rata-rata dari industri sejenis di pasar agar dapat menilai
seberapa efisien Anda mengelola sumber daya yang dimiliki.
Keterbatasan analisis rasio keuangan
Rasio tersebut dibentuk dari data akuntansi dan data ini dipengaruhi oleh cara penafsirannya dan
bahkan dapat dimanipulasi.

Seorang manajer keuangan harus berhati hati dalam penilaian apakah suatu rasio tertentu baik
atau buruk dalam penilaian gabungan tentang sebuah perusahaan, berdasarkan suatu kumpulan
rasio rasio.
Kecocokan dengan rasio gabungan industri bukan suatu jaminan bahwa perusahaan tersebut
sedang berjalan normal dan dipimpin dengan baik.
Dalam menganalisis setiap rasio, angka angka yang diperoleh dan perhitungan tidak dapat
berdiri sendiri. Rasio tersebut akan berarti bila setidaknya satu dari dua hal ini dipenuhi
1)Adanya perbandingan dengan perusahaan sejenis yang mempunyai tingkat risiko yang hampir
sama; 2)Adanya analisis kecenderungan (trend) dari setiap rasio pada tahun tahun sebelumnya.
Pencapaian target sesuai dengan rata rata industri tidak menunjukkan kinerja perusahaan yang
baik. Kebanyakan perusahaan justru menginginkan tingkat yang lebih baik dari rata rata
industri. Oleh karena itu lebih tepat jika difokuskan pada industry leaders ratios..

9. Metode Analisis Du-Pont


Du-pont telah dikenal sebagai pengusaha sukses. Dalam bisnisnya, ia memiliki cara sendiri
dalam menganalisis laporan keuangannya.
Menurut Sofyan Safri Harahap dalam buku Analisis Kritis Atas Laporan Keuangan Caranya
sebenarnya hampir sama dengan analisis laporan keuangan biasa, namun pendekatannya lebih
integratif dan menggunakan komposisi laporan keuangan sebagai elemen analisisnya. Ia
mengurai hubungan pos-pos laporan keuangan sampai mendetail sebagai berikut :

Dari bagan diatas, maka diperoleh elemen-elemen penyusun dari analisis Du-Pont ini yang akan
dijelaskan satu per satu sebagai berikut:

1. Return of Equity (ROE): Berfungsi untuk melihat efektifitas penggunaan modal sendiri
terhadap laba atau keuntungan bersih perusahaan setelah pajak, dimana setiap rupiah
modal yang ditanamkan dapat menghasilkan keuntungan yang diharapkan.
2. Return of Investment (ROI): Penentuan ROI berfungsi untuk mengatur efektifitas
penggunaan asset terhadap laba bersih. Hal ini mengidentifikasi seberapa besar harta total
dimanfaatkan atau digunakan untuk mendapatkan keuntungan.
3. Equity Multiplier: Nilai equity multiplier ini menunjukkan kemampuan equity atau modal
sendiri menciptakan total asset.
4. Persentase Laba Bersih: Perbandingan ini menunjukkan seberapa besar total penjualan
yang dilakukan merupakan laba bersih yang dapat diperoleh oleh perusahaan.
5. Total Asset Turnover: Rasio ini menunjukkan perputaran total aktiva diukur dari volume
penjualan dengan kata lain seberapa jauh kemampuan semua aktiva menciptakan
penjualan. Semakin tinggi rasio ini semakin baik.
6. Laba Setelah Pajak: Laba setelah pajak adalah laba yang diperoleh oleh perusahaan
setelah dikurangi dengan pajak.
7. Penjualan: Merupakan arus masuk atau peningkatan nilai aset dari suatu equity atau
penyelesaian kewajiban dari equity atau gabungan keduanya selama periode tertentu yang
berasal dari penyerahan/produksi barang, pemberian jasa atas pelaksana kegiatan lainnya
yang merupakan kegiatan utama perusahaan yang sedang berjalan.
8. Total Biaya: Total biaya merupakan arus keluar aktiva, penggunaan aktiva, atau
munculnya kewajiban atau kombinasi keduanya selama suatu periode yang disebabkan
oleh pengiriman barang, pembebanan jasa, atau pelaksanaan kegiatan lainnya yang
merupakan kegiatan utama perusahaan.
9. Total Aset: Total aset adalah total harta yang dimiliki oleh perusahaan yang berperan
dalam operasi perusahaan misalnya kas, persediaan, aktiva tetap, aktiva yang tak
berwujud, dan lain lain.
10. Aktiva Lancar: Aktiva lancar disini meliputi kas, piutang dagang, efek, persediaan, dan
aktiva lancar lainnya.
11. Nilai Buku Aktiva Lancar: Nilai buku aktiva tetap yaitu harga buku yang diperoleh dari
nilai perolehan historis dikurangi akumulasi penyusutan yang telah dibebankan kepada
pendapatan.
12. Equity: Equity (modal pemilik) adalah suatu hak yang tersisa atas aktiva suatu lembaga
(equity) setelah siketahui kewajibannya.
13. Total Liabilities: Total liabilities (kewajiban/utang) merupakan kewajiban ekonomis dari
suatu perusahaan yang diakui dan dinilai sesuai prinsip akuntansi. Kewajiban disini
termasuk juga saldo kredit yang ditunda yang bukan merupakan utang atau kewajiban.

11. Analisis sumber dan penggunaan dana

Analisis sumber dan penggunaan dana, atau sering juga disebut dengan analisa aliran dana,
merupakan alat analisa financial yang digunakan untuk mengetahui dari mana dana didapatkan
dan untuk apa dana itu digunakan. Laporan yang menggambarkan dari mana dana didapatkan
dan untuk apa dana itu digunakan disebut dengan Laporan Sumber dan Penggunaan Dana.
Pengertian dana yang digunakan dalam analisis sumber dan penggunaan dana dalam artian
sempit diartikan sebagai Kas. Sedangkan dalam artian luas diartikan sebagai Modal Kerja.
Untuk menyusun laporan sumber dan penggunaan dana, langkah pertama yang harus dilakukan
adalah membuat Laporan Perubahan Neraca yang disusun dari neraca dari dua tahun berurutan.
Laporan ini menggambarkan perubahan dari masing-masing elemen neraca dari neraca awal
menjadi neraca akhir. Perubahan masing-masing elemen tersebut perlu dilakukan analisis, yaitu
elemen-elemen mana saja yang akan memperbesar dana dan elemen-elemen mana saja yang
akan memperkecial dana. Elemen yang memperbesar dana kan menjadi sumber dana, dan
elemen yang memperkecil dana akan menjadi penggunaan dana.
Dana dalam Artian Kas
Langkah-langkah penyusunan laporan sumber dan penggunaan dana :
Menyusun laporan perubahan neraca yang menggambarkan neraca dari dua periode yang ingin
dianalisa (bulanan atau tahunan)
Mengelompokkan perubahan-perubahan tersebut dalam golongan yang memperbesar kas dan
memperkecil jumlah kas
Mengelompokkan elemen-elemen dalam laporan rugi laba atau laporan laba yang ditahan ke
dalam golongan yang memperbesar jumlah kas atau memperkecil jumlah kas
Mengadakan konsolidasi dari semua informasi tersebut ke dalam laporan sumber sumber dan
penggunaan dana
Sumber-sumber dana dalam artian kas
a.
b.
c.
d.
e.

Berkurangnya aktiva lancar selain kas


Berkurangnya aktva tetap
Bertambahnya setiap jenis utang
Bertambahnya modal
Adanya keuntungan dari operasi perusahaan

Penggunaan dana dalam artian kas


a.
b.
c.
d.
e.

Bertambahnya aktiva lancar selain kas


Bertambahnya aktiva tetap
Berkurangnya setiap jenis utang
Berkurangnya modal
Pembayaran cash deviden

f. Adanya kerugian operasional perusahaan


Dana dalam Artian Modal Kerja
Dalam laporan sumber dan penggunaan modal kerja tidak tercantum di dalamnya sumber-sumber
dari penggunaan dana yang berasal dari unsur-unsur modal kerja sendiri, karena perubahanperubahan yang hanya menyangkut unsur-unsur aktiva lancar dan utang lancar saja kedua
accounts tersebut disebutcurrent accounts tidak akan mengkibatkan perubahan modal kerja
(netto).
Dengan demikian maka jumlah modal kerja hanya akan berubah jika ada perubahan unsur-unsur
Non-Current Account (aktiva tetap, utang jangka panjang dan modal sendiri). Yang mempunya
efek memperbesar modal disebut sebagaisumber modal kerja. Sedangkan yang mempunyai
efek mengurangi modal kerjadisebut sebagai penggunaan modal kerja.
Apabila Sumber > Penggunaan, berarti mempunyai efek positif terhadap modal kerja yaitu
akan menambah modal kerja, sebaliknya jika penggunaan > sumber, maka efeknya
adalah memperkecil modal kerja. Dan jika sumber = penggunaan, maka tidak ada efek terhadap
modal kerja, artinya modal kerja tidak berubah.
Sumber-sumber dana dalam artian modal kerja
a.
b.
c.
d.
e.

Berkurangnya aktiva tetap


Bertambahnya utang jangka panjang
Bertambahnya modal
Adanya keuntungan dari operasional perusahaan
Penyusutan

Penggunaan dana dalam artian modal kerja


a.
b.
c.
d.
e.

Bertambahnya aktiva tetap


Berkurangnya utang jangka panjang
Berkurangnya modal
Pembayaran cash deviden
Adanya kerugian dari operasional perusahaan

Kasus analisis trend


Contoh Kasus Data Ganjil :
Tabel : Volume Penjualan Barang X (dalam 000 unit) Tahun 1995 sampai dengan 2003
Tahun

Penjualan (Y)

XY

X2

1995

200

-4

- 800

16

1996

245

-3

- 735

1997

240

-2

- 480

1998

275

-1

- 275

1999

285

2000

300

300

2001

290

580

2002

315

945

2003

310

1.240

16

775

60

Jumlah 2.460

Untuk mencari nilai a dan b adalah sebagai berikut :


a= 2.460 / 9 = 273,33 dan b = 775 / 60 = 12,92
Persamaan garis liniernya adalah : Y = 273,33 + 12,92 X. Dengan menggunakan persamaan
tersebut, dapat diramalkan penjualan pada tahun 2010 adalah : Y = 273,33 + 12,92 (untuk tahun
2010 nilai X adalah 11), sehingga : Y = 273,33 + 142,12 = 415,45 artinya penjualan barang X
pada tahun 2010 diperkirakan sebesar 415.450 unit

DAFTAR PUSTAKA

http://muhammadaji18211349.blogspot.com/2012/06/pengertian-dan-manfaat-analisislaporan.html
http://oniiomad.wordpress.com/2011/02/15/analisis-laporan-keuangan/
sumber : http://id.wikipedia.org/wiki/Rasio_finansial
buku dasar-dasar pembelanjaan perusahaan, Prof. Dr. Bambang Riyanto
Sumber : skripsi Bestilovianda_112041011 PERBAIKAN KINERJA PERUSAHAAN
BERDASARKAN ANALSIS DU-PONT DI PT. PUPUK SRIWIDJAJA PALEMBANG