Você está na página 1de 2

Rangkuman Bab 3 Inquiry and National..

dst
Pembelajaran inkuiri memungkinkan siswa untuk mendapatkan pengalaman sains
melalui sebuah kegiatan yang mendorong mereka secara aktif mengkonstruksikan ide dan
penjelasan serta meningkatkan kesempatan untuk mengembangkan keterampilan proses sains
siswa (National Research Council, 1996, p.121). Inkuiri bukan hanya berarti sebagai
sarana belajar konten sains tetapi juga seperangkat kemampuan yang harus dikuasai siswa
dan sebagai badan pengetahuan yang harus siswa pelajari. Hal ini dijelaskan dalam 5 elemen
utama dari kelas inkuiri yaitu:
1) Siswa dihadapkan dengan pertanyaan berorientasi ilmiah.
2) Siswa memprioritaskan beberapa fakta/bukti, yang mendorong mereka untuk
mengembangkan dan mengevaluasi penjelasan yang berhubungan dengan pertanyaan
berorientasi ilmiah.
3) Siswa membuat penjelasan dari fakta/bukti untuk menjawab pertanyaan berorientasi
ilmiah.
4) Siswa mengevaluasi penjelasannya menjadi alternatif penjelasan yang lebih ringan,
khususnya yang berhubungan langsung dengan pemahaman ilmiah.
5) Siswa mengkomunikasikan dan memperbaiki rancangan penjelasannya.
Indikator keberhasilan penerapan pembelajaran inkuiri bukan hanya terletak pada
implementasi 5 elemen utama dari kelas inkuiri tetapi juga ketercapaian hasil yang diinginkan
guru dan model intruksional yang dipakai selama pembelajaran. Untuk memudahkan
pengaplikasian inkuiri dalam kelas terlebih dahulu dapat dianalisis beberapa pertanyaan
terkait:
a) Seperti apakah hasil belajar yang ingin dicapai oleh guru?
b) Bagaimana keterlaksanaan 5 elemen utama kelas inkuiri pada pengalaman belajar
siswa?
c) Model instruksional seperti apakah yang harus digunakan guru untuk membantu siswa
mencapai hasil yang diinginkan?
Pembelajaran berbasis inkuiri memerlukan perhatian khusus untuk menciptakan
lingkungan belajar dan pengalaman dimana siswa dapat mengekspresikan ide-ide baru,
memperdalam pemahaman mereka, serta belajar untuk berpikir logis dan kritis tentang dunia
di sekeliling mereka. Tentunya dalam penerapan proses belajar berbasis inkuiri harus
disesuaikan dengan tingkatan kemampuan siswa agar siswa dapat melakukan setiap tahapan
inkuiri secara sempurna tanpa mengalami kesulitan di tengah jalan. Sebagai contoh dalam
pembelajaran siswa SMA mengenai materi fisika Gerak dan Gaya yang menggunakan
inkuiri dapat dimulai dengan pertanyaan awal dari guru, siswa mengungkapkan pendapatnya,
siswa berbagi idenya ke siswa lain, dan terakhir siswa mengkritisi idenya dengan berfokus
pada pencarian bukti/fakta. Setiap elemen utama kelas inkuiri dapat diaplikasikan dalam
pembelajaran materi gerak dan gaya ini:
1) Siswa dihadapkan dengan pertanyaan ilmiah terkait pengaruh gaya terhadap
perbedaan gerak yang terjadi pada suatu benda.
2) Siswa mengumpulkan bukti/fakta untuk mengembangkan penjelasan dan mendapat
pemahaman mendalam mengenai konsep gaya.
3) Guru membimbing siswa dalam merangkai penjelasannya berdasarkan bukti/fakta
yang diperoleh.

4) Guru membantu siswa dalam mengevaluasi penjelasannya melalui hubungan


pengalaman mereka dengan pemikiran ilmiah tentang gaya dan gerak.
5) Siswa menyampaikan penjelasannya ke siswa lain melalui diskusi dan memperbaiki
kekurangannya sesuai tanggapan/kritikan dari siswa lain.
Hasil yang ingin dicapai guru juga sudah tergambar jelas melalui tahapan inkuiri yang
dilakukan siswa antara lain:
a) Memberi peluang pada siswa memahami dan mengaplikasikan konsep fisika dari
pengaruh gaya terhadap variasi gerakan suatu benda.
b) Membantu siswa dalam mengembangkan keterampilan proses sainsnya.
c) Memahamkan siswa pada aspek penting inkuiri ilmiah dan menggambarkan secara
jelas cara berpikir dan bekerja seorang ilmuan.