Você está na página 1de 7

Arti perkembangan bakteri

Bacterial growth phase can be divided into 4 phases, ie lag phase, logarithmic phase
(exponential), stationary phase and death phase. Phase lag is the phase adjustment of the bacteria
to the new environment. Long lag phase in bacteria vary widely, depending on media
composition, pH, temperature, aeration, the number of cells in the initial inoculum and
physiological properties of microorganisms in the media earlier. When the cells must adapt to
new environments, these cells begin to divide until it reaches a maximum population. This phase
is called the phase of logarithmic or exponential phase. Exponential phase is marked by the
occurrence of periods of rapid growth. Each cell in the population divides into two cells. The
variation of the degree of bacterial growth in exponential phase is strongly influenced by genetic
nature of revelation. In addition, the growth rate is also influenced by nutrient levels in the
media, incubation temperature, pH and aeration conditions. When the degree of bacterial growth
has resulted in

arti perkembang biakan mamalia


Pertumbuhan : - proses pertambahan masa dari material-materialhidup, pertambahan material-material baru di dalam tubuh, - pertambahan besar dan
ukuran organisme. Perkembangan : merupakan pertumbuhan dimana sel-selnya
mengalami diferensiasi dan spesialisasi menjadi jaringan, organ, sistem yg
berfungsi khusus dan bila dewasa mampu untuk berkembangbiak menghasilkan
turunan baru. Fase perkembangan zigot : Pada reproduksi seksual, sel telur (ovum)
yang sudah dibuahi (fertilisasi) oleh spermatozoit akan tumbuh menjadi embrio
melalui fase-fase : zigot ------ morulablastula ------ gastrula ------ lahir individu
baru/anak------- bentuk dewasa yg utuh ------ terus tumbuh dan berkembang Anakanak ------ dewasa -------- reproduksi ------ gamet jantan/betina ------- fertilisasi

Arti perkembangan lumut

Lumut adalah tumbuhan yang sudah terbentuk embrio, berspora tapi belum mempunyai
akar, batang dan daun. Lumut mengalami metagenesis yaitu terjadinya pergiliran keturunan
antara gametofit dan sporofit.

Gametofit merupakan tumbuhan lumut itu sendiri dan generasi yang menghasilkan sperma atau
ovum, sedang sporofit merupakan generasi yang menghasilkan spora.
Lumut mempunyai anteridium (sel kelamin jantan) berbentuk seperti gada yang menghasilkan
sperma dan arkhegonium (sel kelamin betina) berbentuk seperti botol yang menghasilkan ovum.
Selain pembiakan generatif lumut juga berkembangbiak secara vegetatif yaitu dengan kuncup
dan daya regenerasi yang tinggi.
Menurut letak gametangia, lumut dibedakan menjadi :
- Lumut berumah satu : bila anteridium dan arkegonium terdapat dalam satu individu.
- Lumut berumah dua : bila dalam satu individu terdapat anteridium dan arkegonium saja.
Lumut di bedakan menjadi kelas :
a. Hepaticae (lumut hati)
berumah satu yaitu antara sel kelamin jantan dan sel kelamin betina berada dalam satu
individu.
contoh :
- Marchantia polymorpha sebagai obat sakit hati (hepatitis)
- Marchantia geminata
b. Musci (lumut daun)
berumah dua yaitu antara sel kelamin jantan dan sel kelamin betina terpisah.
contoh :
- Spagnum fimbriatum sebagai pengganti kapas
- Poltricum commune
- Pogonatum cirhatum
Tumbuhan lumut memiliki peran dalam ekosistem sebagai penyedia oksigen, penyimpan air
(karena sifat selnya yang menyerupai spons), dan sebagai penyerap polutan

lumut
Tumbuhan lumut merupakan sekumpulan tumbuhan kecil yang termasuk dalam divisio
Bryophyta (dari bahasa Yunani bryum, lumut).
Tumbuhan ini sudah menunjukkan diferensiasi tegas antara organ penyerap hara dan organ
fotosintetik namun belum memiliki akar dan daun sejati. Kelompok tumbuhan ini juga belum
memiliki pembuluh sejati. Alih-alih akar, organ penyerap haranya adalah rizoid (harafiah:
serupa akar). Daun tumbuhan lumut dapat berfotosintesis. Tumbuhan lumut merupakan
tumbuhan pelopor, yang tumbuh di suatu tempat sebelum tumbuhan lain mampu tumbuh. Ini
terjadi karena tumbuhan lumut berukuran kecil tetapi membentuk koloni yang dapat menjangkau
area yang luas. Jaringan tumbuhan yang mati menjadi sumber hara bagi tumbuhan lumut lain dan
tumbuhan yang lainnya

Apa yang disebut lumut tidak selalu merupakan tumbuhan lumut. Tumbuhan lumut mengacu
pada sekelompok tumbuhan kecil dengan ciri-ciri yang sudah disebutkan sebelumnya.

Reproduksi Vegetatif
dan
Reproduksi Generatif
Tumbuhan lumut mengalami pergiliran keturunan dalam daur hidupnya. Apa yang dikenal orang
sebagai tumbuhan lumut merupakan tahap gametofit (tumbuhan penghasil gamet) yang haploid
(x = n). Dengan demikian, terdapat tumbuhan lumut jantan dan betina karena satu tumbuhan
tidak dapat menghasilkan dua sel kelamin sekaligus.
Sel-sel kelamin jantan (sel sperma) dihasilkan dari anteridium dan sel-sel kelamin betina (sel
telur atau ovum) terletak di dalam arkegonium. Kedua organ penghasil sel kelamin ini terletak di
bagian puncak dari tumbuhan. Anteridium yang masak akan melepas sel-sel sperma. Sel-sel
sperma berenang (pembuahan terjadi apabila kondisi lingkungan basah) menuju arkegonium
untuk membuahi ovum.
Ovum yang terbuahi akan tumbuh menjadi sporofit yang tidak mandiri karena hidupnya
disokong oleh gametofit. Sporofit ini diploid (x = 2n) dan berusia pendek (3-6 bulan untuk
mencapai tahap kemasakan). Sporofit akan membentuk kapsula yang disebut sporogonium pada
bagian ujung. Sporogonium berisi spora haploid yang dibentuk melalui meiosis. Sporogonium
masak akan melepaskan spora. Spora tumbuh menjadi suatu berkas-berkas yang disebut

protonema. Berkas-berkas ini tumbuh meluas dan pada tahap tertentu akan menumbuhkan
gametofit baru.

Arti tumbuhan pakis

Spora adalah struktur pembiakan halus yang dihasilkan oleh


paku pakis . Terdapat pelbagai bentuk spora , antaranya
bulat , pipih ( monolete ) , segitiga
( trilete ) dan sebagainya . Untuk melihat struktur spora tersebut
, mikroskop elektron pengiaman ( Scanning Electron
Microscope ) digunakan .
Sporangium pula merupakan kapsul yang berbentuk kanta
dwicembung . Dinding sporangium terdiri daripada satu atau
beberapa lapisan sel , kecuali pada bahagian tepinya terdapat
suatu lapisan sel berdinding tebal yang mengelilingi sebahagian
kapsul yang dinamakan anulus . Pada bahagian hujung lingkaran
terdapat satu kumpulan sel yang pipih yang dikenali sebagai
stomium . Apabila sporangium masak sel stomium akan pecah
dan membebaskan spora yang terdapat didalamnya .
Sorus merupakan satu untaian ( nama khasnya spika )
seperti yang ditemui pada Ophioglossum , atau berbentuk garis
panjang seperti pada genus Pteris atau yang bulat seperti genus
Phymatodes . Kedudukan dan susunan sorus amat penting
kerana ia bakal menentukan genus dan spesis paku pakis

Arti perkembang biakan amoeba


Perkembangbiakan amuba dan bakteri yang biasa dilakukan adalah dengan
membela diri. Dalam kondisi yang sesuai mereka mengadakan pembelahan secara
setiap 15 menit.[1] Peristiwa ini dimulai dengan pembelahan inti sel atau bahan inti
menjadi dua. Kemudian diikuti dengan pembelahan sitoplasmanya, menjadi dua

yang masing=masing menyelubungi inti selnya. Selanjutnya bagian tengah


sitoplasma menggenting diikuti dengan pemisahan sitoplasma. Akhirnya setelah
sitoplasma telah benar-benar terpisah, maka terbentuknya dua sel baru yang
masing=masing mempunyai inti baru dan sitoplasma yang baru pula. Pada amuba
bila keadan kurang baik, misalnya udara terlalu dingin atau panas atau kurang
makan, maka amuba akan membentu kista. Didalam kista amuba dapt membelah
menjadi amuba-amuba baru yang lebih kacil. Bila keadaan lingkungan telah baik
kembali, maka dinding kista akan pecah dan amuba-amuba baru tadi dapat keluar.
Selanjudnya amuba ini akan tumbuh setelah sampaipada ukuran tertentu dia akan
membelah diri seperti semula. Dibawah ini adalah gambar pembelahan diri pada
amuba. ( Gambar 2.1 ) Pembelahan diri pada amuba[2] Pada bakteri terjadi pula
pembelaan diri. Dengan proses sama seperti diatas. Dibawah ini adalah gambar
diagram skematik tahap-tahapreproduksi bakteri secara membelah diri. Gambar 2.1
) Diagram skematik tahap-tahap reproduksi bakteri[3] Dalam keadaan yang tidak
memungkinkan bakteri akan membentuk endospora. Endospora ini berdinding lebih
tebal sehingga dapat lebih tahan hidup. Dengan direbus atau dipanaskan atau
dengan zat kimia, bakteri biasa akan mati tetapi sporanya tidak mati spora tersebut
dapat terbawa angin kemana-mana.
Arti perkembangbiakan jamur

Reproduksi Dua datang jamur cokelat tebal dengan sisik pada permukaan atas, tumbuh dari
batang pohon reproduksi Polyporus squamosus jamur sangat kompleks, yang mencerminkan
perbedaan dalam gaya hidup dan organisme genetik di kerajaan ini. [64] Diperkirakan bahwa
sepertiga dari semua jamur berkembang biak dengan berbagai modus propagasi;. misalnya,
reproduksi dapat terjadi dalam dua tahap baik dibedakan dalam siklus hidup suatu spesies,
teleomorph dan anamorph tombol [65] Kondisi lingkungan yang ditentukan secara genetik
memicu perkembangan negara menyebabkan pembentukan struktur khusus untuk reproduksi
seksual atau aseksual. Bantuan ini struktur reproduksi dengan spora menyebarkan efisien atau
mengandung propagul. Reproduksi aseksual
Reproduksi aseksual melalui spora vegetatif (konidia) atau melalui fragmentasi
miselium adalah umum;. ia mempertahankan populasi klonal disesuaikan dengan
niche tertentu, dan memungkinkan penyebaran cepat dari reproduksi seksual [66]
The "Jamur imperfecti" (jamur kurang tahap sempurna atau seksual) atau
Deuteromycota terdiri dari semua spesies yang tidak memiliki siklus seksual yang
diamati [67] Reproduksi Reproduksi seksual dengan meiosis ada. di semua filum
jamur (dengan pengecualian Glomeromycota). [68] Hal ini berbeda dalam berbagai
aspek reproduksi seksual pada hewan atau tanaman. Perbedaan juga ada di antara
kelompok jamur dan dapat digunakan untuk membedakan spesies oleh perbedaan
morfologi dalam struktur seksual dan strategi reproduksi. [69] [70] Perkawinan
percobaan antara jamur isolat untuk mengidentifikasi spesies berdasarkan konsep
spesies biologis [70]. Pengelompokan utama jamur awalnya dijelaskan berdasarkan
struktur seksual morfologi dan spora, misalnya, spora-mengandung struktur, ASCI
dan basidia, dapat digunakan dalam identifikasi ascomycetes dan Basidiomycetes,
masing-masing. Beberapa spesies mungkin mengizinkan pernikahan hanya antara

individu-individu dari perkawinan lawan jenis, sedangkan yang lain dapat mate dan
bereproduksi secara seksual dengan orang lain atau diri Anda sendiri. Spesies
mantan disebut sistem perkawinan heterotolik, dan homothallic terakhir. [71]
Kebanyakan jamur memiliki dua haploid dan diploid tahap dalam siklus hidup
mereka. Reproduksi seksual pada jamur, individu yang kompatibel dapat
menggabungkan dengan hifa mereka bergabung bersama-sama ke dalam jaringan
interkoneksi, ini proses, anastomosis, diperlukan untuk memulai siklus seksual.
Ascomycetes dan Basidiomycetes pergi melalui tahap dikaryotic, di mana inti
merupakan warisan dari kedua orang tua tidak bergabung segera setelah fusi sel,
tetapi tetap terpisah dalam sel hifa (lihat heterokaryosis