Você está na página 1de 13

Laporan Makalah

PRAKTIKUM MK. PERENCANAAN BISNIS (AGB 431)


Analisis Lingkungan Bisnis , Perencanaan Produksi dan Pemasaran Pada Susu
Jelly

Oleh :
Chintya Dwi Septianingrum (A24140183), Bintang Fitrah Utami (H34130045), Risko
Dela Prasetio (H34130054), Rifky Rusdiansyah (H34130074)

Program Sarjana Agribisnis


Departemen Agribinis, Fakultas Ekonomi dan Manajemen, Insitut Pertanian Bogor
Dosen Praktikum
Hari/ Tanggal

: Maryono, SP. M.Sc


Nilai
: Rabu/ 11 Oktober 2016

Praktikum

: 6 (Enam)

Ruang

: RK. OFAC 4 B12

Analisis Lingkungan Internal dan Eksternal Usaha Susu Jelly


PENDAHULUAN
Latar Belakang
Lingkungan selalu memberi pengaruh yang signifikan bagi siapa saja,
termasuk perusahaan atau korporasi. Perusahaan tidak akan tumbuh dengan baik,
jika lingkungan usaha yang mengitarinya tidak kondusif, menurut informasi yang
diterima Berita Terkini. Sekalipun perusahaan itu dikelola oleh manajemen
profesional dan didukung kemampuan modal yang cukup. Namun, jika lingkungan
bisnisnya tidak mendukung, bisa jadi bisnis atau usaha yang dijalani akan redup. Kata
lingkungan di sini memiliki pemahaman yang begitu kompleks dan luas. Lingkungan
bisnis atau usaha bukan sebatas apa yang tampak di sekitar lokasi usaha, pabrik dan
kantor.
Lebih dari itu, lingkungan bisnis menyangkut banyak hal, misalnya sistem
sosial masyarakat, politik, ketersediaan pasar, kebijakan pemerintah termasuk
perlakuan perpajakan dan tingkat persaingan usaha. Selain itu, ada juga faktor

ketersediaan bahan baku, ketersediaan sumber daya manusia, dukungan teknologi


operasional dan teknologi informasi serta sumber pembiayaan yang memadai. Begitu
kompleksnya faktor lingkungan bisnis ini sehingga perlu pemahaman dan analisa
secara lebih terinci.
Menghadapi persaingan dalam dunia bisnis diperlukan suatu strategi yang
tepat guna memenangkan persaingan tersebut. Strategi di tingkat operasional akan
memegang kendali utama terlaksananya tujuan perusahaan dalam mencari
keuntungan. Memberikan perhatian kepada lingkungan merupakan cara terbaik untuk
merumuskan strategi yang akan diterapkan guna menghadapi persaingan.
Lingkungan Internal berkaitan dengan kekuatan dan kelemahan yang dimiliki
oleh perusahaan. Lingkungan eksternal adalah lingkungan umum serta lingkungan
industri di luar internal perusahaan yang merupakan suatu peluang atau hambatan
bagi perusahaan.
Lingkungan tidak hanya semata-mata merefleksikan lingkungan ekologi, tetapi
juga menjelaskan gambaran keseluruhan terhadap kekuatan lingkungan eksternal.
Hal tersebut dapat berdampak pada aktivitas organisasi dari segala aspek.
Tujuan Penulisan
Tujuan penulisan ini adalah agar 1) Mahasiswa mampu memahami lebih jauh
tentang kondisi lingkungan bisnis : definisi, dan pengaruh lingkungan bisnis. 2)
Mahasiswa mampu mengindentifikasi dan menjelaskan kondisi lingkungan bisnis baik
dari lingkungan internal maupun lingkungan eksternal
Manfaat Penulisan
Manfaat penulisan makalah ini 1) Mahasiswa mampu memahami lebih jauh
tentang kondisi lingkungan bisnis : definisi, dan pengaruh lingkungan bisnis. 2)
Mahasiswa mampu mengindentifikasi dan menjelaskan kondisi lingkungan bisnis baik
dari lingkungan internal maupun lingkungan eksternal

PEMBAHASAN
1. LINGKUNGAN INTERNAL
Lingkungan internal adalah faktor-faktor yang berada dalam kegiatan produksi
dan langsung mempengaruhi hasil produksi.
Contoh :
Tenaga kerja
Peralatan dan mesin
Permodalan (pemilik, investor, pengelolaan dana)
Bahan mentah, bahan setengah jadi, pergudangan
Sistem informasi dan administrasi sebagai acuan pengambilan keputusan
Proses internal perusahaan tersebut dapat dianalisis dengan menggunakan
pendekatan fungsional yaitu analisis yang dilakukan oeh masing-masing fungsi
dalam perusahaan dengan mengkaji manajemen, pemasaran, keuangan,
produksi, dan sumberdaya manusia.
1.1 Manajemen
a. Perencanaan
Perencanaan adalah fungsi manajemen yang berhubungan
dengan pemilihan visi, misi dan tujuan, strategi, kebijakan, prosedur,

aturan, program dan anggaran. Hal tersebut sebaiknya dirumuskan secara


tertulis sehingga pada tahap pemantapan ide ini akan ada bukti otentik
dalam sebuah perencanaan usaha.
Perencanaan bisnis yang akan kami jalankan yaitu bergerak dibidang
kuliner yaitu membuka kedai khusus kuliner susu jelly. Berbeda dengan
kedai susu lainnya, kedai kami menawarkan cara menikmati susu dengan
cara yang berbeda yaitu kedai kami memfokuskan pada produk susu jelly
dengan varian rasa. Kedai susu jelly akan kami dirikan di Kabupaten Bogor
yaitu daerah dramaga yang dekat dengan Kampus IPB dengan pangsa
pasar yaitu mahasisiwa IPB. Lokasi yang dipilih juga disesuaikan dengan
lokasi yang dekat dengan peternakan IPB sehingga hal ini akan
memudahkan dalam mendapatkan bahan baku yaitu susu sapi segar. Menu
lain yang akan kami sajikan yaitu berbagai jenis makanan dan minuman
yang terbuat dari susu misalnya puding susu jelly dengan berbagai varian
rasa, sop buah dengan kuah susu jelly, milktea jelly, milkshake jelly, tahu
susu jelly dsb.
b. Pengorganisasian
Mengkomando dilakukan oleh manajer profesioanal yang
berpengalaman kemudian unit-unit dibawahnya hanya melaksanakan halhal yang telah direncanakan oleh manajer.

c. Pengendalian
Pengendalian bahan baku makanan akan dilakukan di dalam ruangan
bahan baku yang disediakan khusus untuk menjaga kesegaran bahan baku.
Pengendalian lokasi dan pengelolaan tempat dilakuakan agar temapat
yang digunakan konsumen tetap nyaman, aman, dan terjaga, selain itu
juga menjaga agar properti dapat bertaahn lama.
1.2 Keuangan
Menjalankan bisnis kedai susu jelly dengan konsep yang berbeda
dengan kedai-kedai lainnya memerlukan modal yang banyak. Sumber dana
biasa didapatkan dari investor, melakukan peminjaman kepada Bank dan
menggunakan modal sendiri. Sisitem keuangan akan diatur oleh manajer
keuangan dan tetap melalui persetujuan pimpinan. Pencatatan keuangan
akan memanfatakan sistem komputerisasi sehingga pencatatan keuangan
akan lebih efisien.
1.3 Pemasaran
a. Produk
Susu merupakan salah satu produk yang sangat dibutuhkan oleh
mahasiswa khususnya dalam proses pertumbuhan. Oleh karena itu produk
susu jelly ini muncul guna memberikan kemudahan bagi mahasiswa
sekitar kampus yang ingin menikmati susu dengan berbagai varian
sehingga mahasiswa tidak bosan minum susu. Produk susu jelly ini juga
kan tetap menjaga kandungan yang terdapat pada produk susu jelly
sendiri sehingga penikmat susu jelly ini tetap dapat mendapatkan
manfaat dengan mengkonsumsi susu.

b. Harga
Harga-harga yang kami tawarkan di kedai susu jelly kami
berdasarkan kualitas produk dan bahan baku itu sendiri. Kemudian kami
juga menetapkan harga dengan fasilitas kedai susu jelly yang disedikan.
Hal ini juga sesuaikan dengan uang saku mahasiswa itu sendiri.
c. Promosi
Promosi bisnis yang akan dilakukan dengan beberapa cara dimualai
dari mulut ke mulut ataupun menggunakan media sosial yang sudah
canggih. Promosi dilakuakn dengan memberikan playanan yang baik bagi
setiap konsumen yang datang, harapannya agar setiap konsumen yang
datang merasa puas dan akan datang menyaranankan kepada konsumen
lainnya untuk berkunjung ke kedai susu jelly.
2. LINGKUNGAN EKSTERNAL
Lingkungan eksternal adalah faktor-faktor perusahaan yang berpengaruh
tidak langsung terhadap kegiatan perusahaan. Lingkungan eksternal meliputi
variabel-variabel di luar organisasi yang dapat berupa tekanan umum dan tren
di dalam lingkungan sosial ataupun faktor-faktor spesifik yang beroperasi di
dalam lingkungan kerja. Lingkungan eksternal perusahaan dapat dibedakan
menjadi:
a. Lingkungan khusus (Mikro)
b. Lingkungan umum (Makro)
Dalam analisis lingkungan eksternal dapat dicari apa saja yang menjadi
peluang dan ancaman yang mungkin menjadi pertimbangan suatu bisnis dalam
menentukan strategi usaha ke depan.
2.1 Faktor lingkungan Sosial, Budaya, demografi, dan lingkungan
Analisis situasi bisnis yang berkaitan dengan sosial budaya mencakup
kebiasaan, adat istiadat, nilai dan karakteristik demografis masyarakat di
tempat bisnis beroperasi yang bisa saja menyebabkan pergeseran sosial-budaya
setelah bisnis ini beroperasi. Keanekaragaman asal daerah masyarakat tidak
mempengaruhi bisnis ini, karena bisnis susu jelly ini tidak menunjukkan
identitas. Dari segi pemasaran masih sedikit produk susu jelly yang dijual di
daerah Bogor. Selain itu, pembuatan susu jelly ini akan membuka peluang
bisnis atau usaha sampingan ibu-ibu rumah tangga maupun UMKM di Bogor
untuk meningkatkan jiwa kewirausahaan, diversifikasi produk olahan, serta
menambah penghasilan karena usaha ini tergolong jarang di Bogor. Untuk
perubahan demografi dan perubahan keluarga belum ditemukan akan
memengaruhi bisnis ini atau tidak.
Lingkungan sosial, budaya dan demografi merupakan kekuatan luar yang
memepengaruhi suatu komunitas dapat merupakan peluang yang dapat
dimanfaatkan oleh suatu bisnis, tetapi disisi lain dapat berupa ancaman yang
harus dihindari. Keadaan sosial, budaya, demografi, dan lingkungan suatu
daerah, diantaranya pertumbuhan penduduk, perilaku konsumen, dan faktor
cuaca iklim.
a. Pertumbuhan jumlah penduduk

Salah satu faktor yang berpotensi untuk meningkatkan pansa pasar bagi
setiap bidang usaha di suatu wilayah adalah peningkatan jumlah
penduduk. Indonesia merupakan salah satu negara yang memili ki
jumlah penduduk terbanyak di dunia. Peningkatan jumlah penduduk
tersebut menyebabkan meningkat juga kebutuhan konsumsi pangan.
b. Perilaku konsumen
Gaya hidup masyarakat pemuda Indonesia saat ini cenderung
mementingkan kesehatan. Hal ini sangat baik untuk pasar kedai susu
jelly yang akan kami dirikan, karena kami membuat kedai beberbeda
dengan kedai pada umumnya. Para konsumen lebih menikmati berbagai
jenis kuliner yang mengenyangkan, dengan harga mahasiswa dan juga
memperhatikan kesehatan paad kuliner yang disediakan.
c. Uang saku mahasiswa
Pangsa pasar kedai susu jelly ini adalah mahasiswa IPB. Sehingga untuk
harga yang ditawarkan harus menyesuaikan dengan kantong mahasiswa
itu sendiri.
d. Cuaca Iklim
Faktor cuaca dan iklim sangat berpengaruh terhadap kedatangan para
konsumen. Jika cuaca hujan maka konsumen akan datang lebih sedikit
dibandingakn dengan jika cuaca cerah yang membuat konsumen akan
datang lebih banyak.
2.2

Lingkungan Politik, Hukum, dan Pemerintah


Situasi politik dan hukum merupakan kondisi yang mencerminkan
hubungan antara bisnis dan pemerintah, biasanya dalam bentuk regulasi
pemerintah. Badan hukum bisnis ini karena masih baru difokuskan pada bentuk
UMKM. UMKM sendiri dalam memasarkan produknya harus memiliki bargaining
power. Situasi ini besar pengaruhnya saat proses pendistribusian produk ke
tempat pemasaran, seperti toko, warung, atau bahkan supermarket terdekat
karena produk minimal harus memiliki label P-IRT. Konsumen Indonesia adalah
konsumen yang cerdas, sudah memikirkan keamanan produk, serta mutu dan
kualitas produk. Untuk menembus tingkat pasar yang optimal, maka diperlukan
sekali untuk memikirkan strategi yang akan ditempuh untuk membangun bisnis
ini agar mendapatkan respon yang bagus dari konsumen di pasar bersaing.
Selain P-IRT terdapat juga label halal yang dikeluarkan oleh MUI dan Badan
Pengawasan Obat dan Makanan.

2.3

Lingkungan teknologi
Pada saat ini informasi menjadi hal yang sangat penting dalam kegiatan
bisnis. Adanya teknologi informasi saat ini, informasi semakin mudah diperoleh
tanpa dibatasi ruang dan waktu. Menjelang abad ke 21 negara-negara dan
perusahaan-perusahaan yang unggul adalah mereka yang sejak awal sudah
menerapkan teknologi informasi sebagai alat untuk berkompetisi. Teknologi
informasi sudah menjadi alat dalam proses bisnis perusahaan yang dapat
membuat aliran informasi berjalan secara cepat baik internal maupun
eskternal. Teknologi informasi memiliki banyak peranan dalam membantu
manusia dan memecahkan masalah. Diantaranya membantu dalam
meningkatkan produktivitas, meningkatkan efektivitas, meningkatkan efisiensi,

meningkatkan mutu, meningkatkan kreativitas, dan problem solving


(pemecahan masalah). Maka dari itu kehadiran teknologi sangatlah dibutuhkan
dalam menjalankan suatu bisnis.
Pada proses produksi susu jelly tidak memerlukan teknologi yang rumit
karena biasanya pembuatan susu jelly cukup mudah sehingga masih dilakukan
secara tradisional atau manual. Sedangkan untuk melakukan promosi produk,
memanfaatkan teknologi informasi yang ada seperti membuat website dan juga
melalui media sosial. Untuk penjualan susu jelly sendiri, selain menjual secara
langsung, juga akan menjual secara online sehingga dapat memberikan
kemudahan bagi konsumen untuk membeli produk susu jelly ini.
2.4

Analisis Lingkungan industri


2.4.1 Pesaing dengan Industri Sejenis
Persaingan antar perusahaan sejenis umumnya merupakan kekuatan
terbesar dari lima kekuatan kompetitif yang ada. Strategi yang dapat
dijalankan oleh suatu perusahaan akan berhasil jika mereka memberikan
keunggulan kompetitif dibanding dengan strategi yang dijalankan oleh
perusahaan pesaing. Perubahan strategi yang dilakukan oleh suatu
perusahaan mungkin akan mendapatkan balasan, seperti meningkatnya
kualitas, menyediakan jasa, menurunnya harga, menambah feature,
meningkatkan iklan dan memperpanjang garansi. Intensitas persaingan
antara perusahaan sejenis cenderung meningkat dikarenakan pesaing
bertambah, karena pesaing semakin seragam untuk hal ukuran dan
kemampuan, karena permintaan untuk produk industri menurun, dan
karena pemberian potongan harga semakin umum. Persaingan juga
meningkat ketika pelanggan dapat berpindah merek; ketika hambatan
untuk meninggalkan pasar tinggi; ketika biaya tetap tinggi; ketika produk
mudah rusak; ketika perusahaan pesaing berbeda dalam hal strategi,
tempat mereka berasal, dan budaya; serta ketika merger dan akuisisi
menjadi umum dalam suatu industri. Ketika persaingan antar perusahaan
sejenis semakin intensif, laba perusahaan menurun, pada beberapa kasus
bahkan membuat suatu industri menjadi sangat tidak menarik. (Stanley,
2002).
Pesaing dari usaha susu di daerah Bogor yang penulis ketahui adalah
Susu Mbok Darmi, Momo Milk, Milk Dot Com, dan kedai susu lainnya. Susu
Mbok Darmi menawarkan berbagai jenis varian rasa antara lain oreo,
green tea, anggur, strawberry, original, dan lain-lain. Sementara Momo
Milk menawarkan berbagai jenis varian rasa untuk susu dan menyediakan
makanan berat dan ringan sebagai selingan selain produk susu. Untuk
kedai susu lainnya kebanyakan memiliki jenis varian rasa yang sama
dengan kedai lainnya.
Dengan melihat para pesaing produk susu yang sudah ada, diprediksi
bahwa produk susu jelly dapat bersaing dengan produk susu lainnya yang
ada dipasaran karena susu jelly yang penulis tawarkan masih jarang ada di
daerah Bogor. Susu jelly merupakan salah satu bentuk inovasi produk susu
yang unik dimana susu sapi murni berbagai varian rasa diberi potongan
jelly kecil sebagai penambah rasa dan sensasi berbeda dalam meminum
susu sapi segar. Dengan inovasi tersebut kemungkinan besar susu jelly
dapat bersaing dengan produk susu lainnya yang ada dipasaran saat ini.
2.4.2 Masuknya Pendatang Baru

Ketika perusahaan baru dapat dengan mudah masuk ke dalam suatu


industri tertentu, intensitas persaingan antar perusahaan menjadi
meningkat. Tetapi, hambatan untuk masuk, dapat mencakup kebutuhan
untuk mencapai skala ekonomi dengan cepat, kebutuhan untuk
mendapatkan teknologi dan pengetahuan khusus, kurangnya pengalaman,
tingginya kesetiaan pelanggan, kuatnya preferensi merek, besarnya
kebutuhan akan modal, kurangnya jalur distribusi yang memadai,
peraturan pemerintah, tarif, kurangnya akses terhadap bahan mentah,
kepemilian paten, lokasi yang kurang menguntungkan, serangan balasan
dari perusahaan yang sudah mapan, dan potensi kejenuhan pasar. Di
samping berbagai hambatan masuk, perusahaan baru kadang-kadang
memasuki suatu bisnis dengan produk berkualitas lebih tinggi, harga lebih
rendah, dan sumber daya pemasaran yang besar. Dengan demikian, tugas
penyusun strategi adalah untuk mengidentifikasi perusahaan yang
berpotensi masuk ke pasar, untuk memonitor strategi pesaing baru untuk
membuat serangan balasan apabila dibutuhkan, serta untuk
memanfaatkan kekuatan dan peluang yang ada saat ini. (Durand, 2002).
Masuknya pesaing baru dalam pasar merupakan salah satu tantangan
bagi suatu usaha, untuk itu diperlukan daya saing yang kuat untuk dapat
bersaing dengan pesaing baru. Masuknya pesaing baru juga menjadikan
atmosfir persaingan usaha yang semakin ketat, diharapkan atmosfir bisnis
ini akan membantu dan memotivasi suatu usaha agar dapat berkembang
lebih baik lagi sehingga dapat mempertahankan eksistensinya. Dalam
melakukan usaha susu jelly ini, penulis akan berusaha mempertahankan
dan meningkatkan kualitas susu dan rasa serta selalu melakukan inovasi
pada produk sehingga konsumen memiliki loyalitas yang tinggi terhadap
produk.
3.

PERENCANAAN PRODUKSI
Perencanaan produksi adalah aktivitas untuk menetapkan produk yang
diproduksi, jumlah yang dibutuhkan, kapan produk tersebut harus selesai dan
sumber-sumber yang dibutuhkan. Perencanaan produksi perlu dilakukan dengan
jelas karena besar pengaruhnya terhadap jalannya usaha, mempunyai kaitan
dengan aspek lain yang juga berpengaruh pada keberhasilan usaha, misalnya
pemasara, dan melalaikan perencanaan produksi (aspek teknis) dapat
menimbulkan kesulitan bahkan kegagalan dalam pelaksanaan suatu gagasan
usaha.
3.1 Rencana Jumlah Produksi
Kebutuhan susu di Kabupaten Bogor berkisar 6.000 hingga 7.000 liter
perhari. Namun permintaan tersebut sampai saat ini masih belum bisa
terpenuhi. Maka dari itu peluang untuk memproduksi susu segar dalam
jumlah banyak masih terbuka luas karena adanya permintaan yang cukup
tinggi. Pada usaha susu jelly ini dalam satu kali siklus produksi
direncanakan menghasilkan output 200 botol yang akan dipasarkan di
beberapa kantin di IPB dan kedai susu jelly sehingga dalam sebulan
menghasilkan 6000 botol dan dalam setahun menghasilkan 72000 botol
susu jelly.
3.2 Pemilihan Teknologi
Teknologi yang digunakan pada proses produksi susu jelly masih
menggunakan teknologi sederhana. Dalam menjalankan suatu kegiatan

Pengemasan
Pendinginan dan Penyimpanan

IN N

usaha, teknologi yang digunakan dapat berasal dari milik pribadi,


membeli, maupun menyewa. Dalam kegiatan usaha manisan kalua ini,
menggunakan alat produksi yang rencananya akan membeli sendiri karena
alat produksi yang digunakan harganya lebih murah jika membeli
dibandingkan dengan menyewa dan tentunya akan jauh lebih efisien.
Beberapa alat produksi yang akan digunakan pada proses produksi yaitu
kulkas, timbangan digital, gelas ukur, pisau, pengaduk, termometer,
panci, baskom, kompor gas, wadah, dan kemasan. Segala proses produksi
susu jelly ini dikerjakan oleh tenaga manusia.
3.3 Bahan Baku
Bahan baku merupakan segala aspek yang dibutuhkan dalam sebuah
proses produksi, termasuk peralatan-peralatan penunjang produksi
lainnya. Perancanaan bahan baku dalam lingkup perencanaan produksi
merupakan bagian utama dalam memperhitungkan jumlah biaya yang
dibutuhkan dalam proses produksi. Beberapa hal yang perlu diperhatikan
dalam perencanaan bahan baku antara lain: keberadaan supplier bahan
baku, kuantitas bahan baku, harga beli bahan baku, ketersediaan bahan
baku, serta keterjangkauan bahan baku. Dalam perencanaan bisnis susu
jelly terdapat beberapa bahan baku dan peralatan yang dibutuhkan dalam
proses produksi susu jelly tersebut, antara lain:
- Susu sapi segar
- Jelly
- Gula pasir
- Perasa
- Botol
- Stiker
Pembelian bahan baku dilakukan dalam sekali siklus produksi agar
kesegaran bahan baku bisa dipertahankan. Bahan baku yang diperlukan
yakni :
-Susu sapi segar : 30 liter dengan harga beli Rp 8000/liter.
-Gula : 55 kg dengan harga beli Rp 15000 / kg
-Perasa makanan dengan harga beli Rp 8000 / botol
-Jelly : 50 sachet dengan harga beli Rp 1500 / sachet
-Botol : 200 botol dengan harga beli Rp 75000 / 100 botol
3.4 Perencanaan Lokasi dan Tata Letak
Perencanaan lokasi dan tata letak juga merupakan salah satu aspek
penting dalam lingkup perencanaan produksi. Baik buruknya perencanaan
lokasi dan tata letak ini akan memengaruhi arus masuk dan arus keluar
selama proses produksi, arus masuk dan arus keluar selama proses
produksi yang baik harapannya dapat mengurangi risiko kecelekaan kerja
dalam proses produksi serta ketidakefisienan waktu selama proses
produksi. Dalam perencanaan bisnis manisan kalua terdapat perencanaan
lokasi dan tata letak proses produksi manisan kulit jeruk bali ini.
Berikut gambar ilustrasi denah lokasi atau tata letak proses
produksi susu jelly :
Pengolahan
Susu Jelly

3.5 Proses Produksi


Berikut ini adalah tahapan-tahapan yang dilakukan dalam mengolah susu
jelly serta peralatan dan bahan yang diperlukan untuk setiap tahap
produksinya :
Bahan-bahan:
- 30 liter susu sapi segar
- 50 sachet jelly
- 55 kg gula pasir
- Pewarna makanan secukupnya sesuai takaran
- 200 botol 250 ml
Peralatan produksi :
- Kulkas untuk menyimpan susu segar yang belum diolah dan susu jelly
- Pengaduk
- Pisau untuk mencacah jelly
- Panci untuk memasak susu dan jelly
- kompor gas
- Timbangan untuk mengukur gula
- Gelas ukur untuk mengukur air sebagai bahan dari jelly
- Termometer untuk mengukur suhu ketika susu sedang dimasak
- Timbangan untuk mengukur input dan output
- Wadah untuk jelly
Cara Pembuatan:
1. Tuangkan susu ke dalam panci dan rebus hingga suhunya sekitar 7075C.
2. Tambahkan gula cair dan perasa ke dalam panci yang berisi susu
seseuai dengan resep, lalu aduk hingga semua tercampur rata.
3. Letakkan panci berisi susu ke dalam baskom yang berisi air. Tunggu
hingga suhu panci dan susu tidak panas.
4. Buat jelly dengan cara dan takaran sesuai dengan resep yang tertera
pada sachet jelly.
5. Setelah jelly mengeras, cacah hingga berbentuk cacahan berukuran
kecil
5. Tuangkan susu pada botol 250 ml beserta jelly yang telah dicacah.
Tutup botol menggunakan tutup botol baru
6. Letakkan susu jelly di dalam kulkas
3.6 Prakiraan Waktu dan Siklus Produksi
Prakiraan waktu yang dibutuhkan untuk membuat susu jelly adalah
selama 6 jam dengan perkiraan waktu sebagai berikut :

Mengolah susu = 1,5 jam

Memasak jelly = 1,5 jam

Memasukkan susu dan jelly ke dalam botol = 3 jam


Pada saat produksi, beberapa hal biasanya dikerjakan secara
bersamaan dengan membagi pekerjaan sehingga waktu yang dibutuhkan
untuk membuat susu jelly bisa lebih efisien dan tidak banyak membuang
waktu.
3.7 Tenaga Teknis/Produksi

Perencanaan tenaga teknis terdiri dari dua aspek yaitu kualitas dan
kuantitas. Dari segi kualitas , penulis memiliki tenaga teknis produksi
yang baik karena terdapat anggota penulis ada yang sudah memahami
betul proses pembuatan susu jelly sehingga untuk proses produksinya
tidak perlu diragukan lagi. Selain itu penulis juga memiliki tenaga teknis
yang mampu dalam bidang pemasaran dan juga keuangan. Dengan adanya
tenaga teknis yang baik maka akan dapat menjaga reputasi dari suatu
usaha, menciptakan produk yang unggul, meminimisasi biaya (efisiensi),
meningkatkan pangsa pasar, dan membuat penampilan produk agar lebih
menarik lagi. Dari segi kuantitas, tenaga teknis harus berupaya untuk
mencapai hasil kerja yang sesuai dengan target yang diinginkan. Usaha
susu jelly memiliki target yakni ingin mengenalkan inovasi produk olahan
susu baru yang dipadukan dengan cacahan jelly. Tenaga teknis produksi
susu jelly harus selalu menyiapkan kondisi tubuh yang sehat, semangat,
kondisi pikiran yang tenang, dan kreatif untuk dapat mencapai target
yang telah ditetapkan sebelumnya.
3.8 Perumusan Standar Mutu Input dan Output
Mutu dapat diartikan sebagai pemenuhan spesifikasi yang diperlukan atau
diminta. Perumusan standar mutu input dan output dimaksudkan agar
produk dapat memenuhi keinginan pelanggan. Standar mutu input atau
bahan baku yang diprioritaskan adalah kualitas susu sapi segar. Kualitas
susu sapi segar menggunakan susu sapi yang sudah diuji oleh laboratorium
di Fakultas Peternakan IPB. Proses pemasakan susu juga mempengaruhi
rasa output, jika tidak higienis maka akan mempengaruhi daya tahan
susu. Perumusan standar mutu output adalah produk telah mendapatkan
ijin P-IRT karena jika dijual di toko, warung,dan pusat oleh-oleh
cenderung menetapkan minimal produk home industry seperti ini berlabel
P-IRT. Selain itu, akan diadakan penelitian oleh departemen kesehatan
serta perolehan label halal dari MUI.
3.9 Perumusan SOP dan Fungsi Kontrol Operasi
Standard Operating Procedure (SOP) adalah satu set instruksi
tertulis yang mendokumentasikan kegiatan atau proses rutin dalanm suatu
organisasi (EPA, 2001). SOP mendeskripsikan pertimbangan yang saling
berhubungan seperti keselamatan kerja, penggunaan bahan baku,
pengoperasian alat, hak dan tanggung jawab personil, koordinasi dengan
divisi lainnya, persyaratan laporan, dan sebagainya. SOP dalam produksi
susu jelly antara lain:
1. Tentukan metode dan cara pembuatan serta alat dan bahan yang
dibutuhkan dalam pembuatan susu jelly.
2. Siapkan alat dan bahan yang diperlukan untuk pembuatan manisan susu
jelly. Pastikan semua alat dan bahan yang diperlukan sesuai dengan
standar mutu.
3. Lakukan proses produksi sesuai dengan metode produksi yang telah
dirancang.
Kontrol dilakukan agar proses produksi yang dilakukan sesuai dengan
SOP yang telah ditentukan. Kontrol operasi yang dilakukan diantaranya
kontrol operasi terhadap pasokan bahan baku, proses produksi, tenaga
kerja, alat yang digunakan, dan output yang dihasilkan.

4.

PERENCANAAN PEMASARAN
4.1 Analisis Pasar
Tabel 1 Data supply dan demand dari susu sapi segar tahun 2011-2015
Demand
Supply
Peluang
Tahun
(Liter/Kapita)
(kg/Kapita)
(%)
2011
0.16
3.35
95.22
2012
0.16
3.30
95.15
2013
0.15
2.67
94.38
2014
0.1
2.68
96.27
2015
0.1
2.66
96.24
Rata-rata
0.134
2.932
95.43
Sumber : Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian (2015)
Tabel 2 Rencana Pemasaran
Demand
Tahun
(Liter/Kapita
)
2016
2.3
2017
2.65
2018
2.95
2019
3.2
2020
3.5
Rata -Rata
2.92

Supply
(kg/Kapita)

Peluang
(%)

2.7
2.9
3.1
3.3
3.5
3.1

14.82
8.62
4,83
3.03
0
6.26

Rencana
Pemasaran
Produksi
72000
75000
78000
81000
84000
78000

Tabel 3 Rekapitulasi Rencana Strategi Perusahaan


Strategi Pemasaran
Susu Jelly
Segmentasi:
-

Demografi

Usia : 7 60 Tahun
Pekerjaan : Siswa, Mahasiswa, Dosen

Psikografis

Konsumen yang rutin mengkonsumsi susu, ingin


mengkonsumsi susu, dan yang jarang
mengkonsumsi susu. Selain itu, konsumen yang
memiliki minat terhadap produk local sekaligus
inovasi terkini terkait berbagai variasi produk
susu

Target Pasar

Positioning

Product Specialization : target pasar hanya berupa


konsumen susu. Produk utama adalah Susu dengan jelly.
Sehingga target pasarnya adalah konsumen yang
mengkonsumsi susu
Susu dengan varian rasa jelly. Produk susu berisi jelly
untuk menambah rasa kenyang dan berbagai manfaat

Marketing Mix
-

Product
Price
Place
Promotion

lainnya.
Product :
Susu berisi jelly yang dikemas dalam botol. susu yang
digunakan adalah susu pasteurisasi sehingga memiliki
masa kadaluwarsa lebih lama. Brand yang digunakan
adalah Susu Jelly. Kemasan botol memiliki ukuran
yang berbeda tergantung dengan kebutuhan dan
keinginan konsumen. Terdapat 3 ukuran, kecil (250
mL), sedang (600 mL), Besar (1 L). varian rasa jelly
berupa jeruk, strawberry, coklat, blueberry, apel, dan
manga.
Price :
Harga yang ditawarkan adalah Rp 7000/botol (kecil),
Rp 15000/botol (sedang), Rp 27500/botol (besar).
Terdapat berbagai paket untuk pilihan rasa, Rp 20000/3
botol varian rasa (kecil), Rp 40000/3 botol varian rasa
(sedang), Rp 75000/3 botol varian rasa (besar)
Place :
Proses pembuatan dapat berupa pre-order dan akan
diantar langsung ke tempat tujuan dan dapat juga
dikonsumsi langsung di kedai susu jelly. Bahan baku
merupakan susu pasteurisasi dari peternak susu di
Bogor sedangkan jelly merupakan homemade dari
bubuk jelly kemasan. Susu jelly juga tersedia di
beberapa kantin di Institut Pertanian Bogor Dramaga

Promotion :
Iklan menggunakan media social seperti Instagram,
Facebook, Line@, dan Twitter. Selain itu juga mengikuti
event kampus dan membuka stand untuk penjualan
produk susu jelly. Promosi juga memanfaatkan cara
mouth to mouth
Analisis Pesaing 1 (Momo Milk) : Pergeseran gaya hidup yang terjadi di
masyarakat saat ini menyebabkan masyarakat lebih peduli terhadap kesehatan.
Hal ini menyebabkan peningkatan secara langsung terhadap konsumsi susu di
Indonesia. Restoran Momomilk merupakan salah satu perusahaan bisnis kuliner
yang mengusung susu segar (fresh milk) sebagai menu utamanya. Persaingan di
dunia bisnis makanan di kota Bogor membuat restoran Momomilk harus lebih
cermat dalam menentukan strategi pemasaran yang akan digunakan. Selain itu,
terjadi penurunan bisnis restoran dari tahun 2010 ke tahun 2012 disebabkan
kurangnya pengalaman dan pengetahuan akan bisnis makanan dan manajemen
operasional, serta ketidakmampuan beradaptasi terhadap perubahan dan
mengoptimalkan peluang serta persaingan yang ada.

Anlisis Pesaing 2 ( Cimory ) : Dilihat dari banyaknya perusahaan besar yang ada
di pasar pada saat ini, maka Cimory memasuki persaingan yang sangat ketat.
Sebagai salah satu industri susu pasteurisasi yang baru di pasar, maka dapat
dilihat ekuitas mereknya. PT Cimory memerlukan informasi yang berkaitan
dengan konsumen seperti karakteristik umum konsumen, proses keputusan
pembelian oleh konsumen dan kepuasan konsumen. Informasi tesebut dapat
digunakan untuk menyusun strategi pemasaran yang kompetitif dan sesuai
dengan target pasar.

PENUTUP
Kesimpulan
Persaing di pasar global, suatu usaha harus dapat berkompetisi secara global
dan memiliki komitmen dalam menjaga mutu dari produk yang dihasilkannya dengna
cara terus menjaga mutu dari produk susu jelly yaitu dengan melakukan standardisasi
pada proses produksi dan juga menjaga kehigienisan produk penulis serta
menggunakan bahan baku yang berkualitas sehingga produk dapat menjadi produk
yang kompetitif diantara produk sejenisnya.
Analisis bisnis pada Susu Jelly selaku produsen susu olahan yang berada pada
kondisi yang strategis. Walaupun memiliki banyak pesaing namun secara politik
pemerintah masih
melakukan bantuan berupa perdagangan bebas yang
memungkinkan dijual di berbagai tempat. Selain itu dengan adanya perdagangan
bebas Susu Jelly semakin efisien dan meningkatkan kualitas produk sehingga
produk yang dihasilkan tentunya tetap dapat bersaing dengan produk lain yang
sejenis. Pertambahan penduduk semakin menyadari
pentingnya
gizi
dan
kesehatan
disertai
dengan
perbaikan
tingkat pendapatan juga dapat
memperluas peluang Susu Jelly dalam memasarkan produknya.

Saran
Banyak produk olahan susu diharapkan para produsen susu melakukan
persaingan antar produsen secara sehat. Persaingan sehat dapat dilakukan dengan
cara memberikan inovasi yang berbeda terhadap produk olahan susu yang sedang
bersaing sehingga pada olahan produk susu masing - masing usaha memiliki cita khas
yang berbeda-beda ketika dipasarkan dan sampai pada konsumen akhir. Kemudian
produk olahan susu harus memiliki izin dari salah satu atau semua institusi yang
terkait, dengan begitu akan mudah mendapat tempat dihati konsumen karena sudah
memiliki izin usaha.

Daftar Pustaka
http://dokumen.tips/documents/analisis-lingkungan-bisnis-dan-ekonomi.html
http://hertynfrianka.blogspot.co.id/2010/11/analisis-dan-diagnosis-keadaan.html