Você está na página 1de 14

ALAT KONTRASEPSI

1.

Pengertian alat kontrasepsi


Kontrasepsi adalah upaya untuk mencegah kehamilan yang bersifat sementara ataupun
menetap.Kontasepsi ditujukan untuk wanita dengan tujuan agar tidak mempunyai anak lebih dari
2 sesuai dengan program KB yang dicanangkan oleh pemerintah.
Keluarga berencana adalah salah satu usaha untuk mencapai kesejahteraan dengan jalan
memberikan nasehat perkawinan, pengobatan kemandulan dan penjarangan kehamilan, atau
salah satu usaha untuk membantu keluarga termasuk individu merencanakan kehidupan
berkeluarga dengan baik sehingga dapat mencapai keluarga berkualitas.

2.

Jenis- jenis alat kontrasepsi

a.

kondom
terbuat

dari

karet

tipis

elastis,

serta

berbentuk

kantong.

Fungsinya

menampungsperma agar tidak masuk ke dalam vagina. Tapi tidak semua orang cocok dengan
kondom, misalnya karena alergi karet. Banyak juga yang pakai kondom tapi tetap hamil karena
kondom yang digunakan bocor, maklum bahannya sangat tipis.Fungsi kondom sebenarnya untuk
menampung sperma sehingga tidak masuk kedalam vagina. Perlindungan tersebut efektif 90
persen. Terlebih jika dipakai bersama dengan spermisida (pembunuh sperma). Kondom harganya
murah,mudah didapat, tidak perlu resep dokter, tidak perlu pengawasan dan juga bisa mencegah
penularan penyakit kelamin. Tapi tidak selalu cocok terutama jika pemakai alergi terhadap bahan
karet. Dan mungkin saja terjadi kebocoran, karena bahannya yang sangat tipis.
Cara kerja penggunaan kondom
Kondom menghalangi terjadinya pertemuan sperma dan sel telur dengan cara mengemas sperma
diujung selubung karet yang dipasang pada penis sehingga sperma tersebut tidak tercurah ke
dalam saluran reproduksi wanita serta mencegah resiko penularan PMS.
b.

Kontrasepsi pil oral kombinasi


Kontrasepsi oral (pil KB) Pil KB mengandung hormon, baik dalam bentuk kombinasi progestin
dengan

estrogen

atau

progestin

saja.

Pil KB mencegah kehamilan dengan cara menghentikan ovulasi (pelepasan sel telur oleh
ovarium) dan menjaga kekentalan lendir servikal sehingga tidak dapat dilalui oleh sperma. Tablet

yang hanya mengandung progestin sering menyebabkan perdarahan tidak teratur. Tablet ini
hanya diberikan jika pemberian estrogen bisa membahayakan, misalnya pada wanita yang
sedang menyusui. Pil kombinasi ada yang memiliki estrogen dosis rendah dan ada yang
mengandung

estrogen

dosis

tinggi.

Estrogen dosis tinggi biasanya diberikan kepada wanita yang mengkonsumsi obat tertentu
(terutama obat epilepsi).
1.Sebelum mulai menggunakan pil KB,
dilakukan pemeriksaan fisik untuk meyakinkan bahwa tidak ada masalah kesehatan yang bisa
menimbulkan

resiko.

Jika wanita tersebut atau keluarga dekatnya ada yang menderita diabetes atau penyakit jantung,
biasanya dilakukan pemeriksaan darah untuk mengukur kadar kolesterol dan gula darah. Jika
kadar kolesterol atau gula darahnya tinggi, maka diberikan pil KB dosis rendah.
3 bulan setelah pemakaian pil KB, dilakukan pemeriksaan ulang untuk mengetahui adanya
perubahan tekanan darah. Selanjutnya pemeriksaan dilakukan 1 kali/tahun.Pil KB sebaiknya
tidak
a.
b.

digunakan
Wanita

yang

Wanita

merokok

penderita

oleh:

dan

penyakit

berusia

diatas

hati

aktif

35

tahun

atau

tumor

tidak

diobati

c. Wanita yang memiliki kadar trigliserida tinggi


d.

Wanita

penderita

e.

Wanita

penderita

f.

Wanita

g.

Wanita

h.

diabetes
yang

yang

tinggi

yang

yang
pernah

yang

disertai

penyumbatan

arteri

memiliki

bekuan

darah

tungkainya

sedang

digips

penderita

Wanita
Wanita

darah

yang

Wanita

I.
j.

tekanan

penyakit
pernah

menderita

jantung

menderita

penyakit

kuning

pada

stroke
saat

kehamilan

k. Wanita penderita kanker payudara atau kanker rahim.


Pengawasan

harus

a.

Wanita

b.

Wanita

yang

dilakukan

jika

pil

yang
sering

KB

digunakan

mengalami
mengalami

sakit

oleh:
depresi

kepala

migren

c.

Wanita

yang

merokok

tetapi

berusia

dibawah

35

tahun

d. Wanita yang pernah menderita hepatitis atau penyakit hari lainnya tetapi telah sembuh total.
Pemakaian pil KB setelah kehamilan Resiko terbentuknya bekuan darah di tungkai
meningkat setelah kehamilan dan akan semakin meningkat jika wanita tersebut memakai pil
KB.Jika menstruasi terakhir terjadi dalam waktu kurang dari 12 minggu setelah persalinan, maka
pil KB bisa langsung digunakan. Jika menstruasi terakhir terjadi dalam waktu 12-28 minggu,
maka harus menunggu 1 minggu sebelum pil KB mulai digunakan, sedangkan jika menstruasi
terakhir terjadi dalam waktu lebih dari 28 minggu, harus menunggu 2 minggu sebelum pil KB
mulai digunakan.Wanita yang menyusui biasanya tidak mengalami ovulasi sampai 10-12 minggu
setelah persalinan, tetapi mereka bisa mengalami ovulasi dan hamil sebelum terjadinya
menstruasi pertama. Karena itu, ibu yang menyusui sebaiknya menggunakan pil KB jika tidak
ingin hamil. Pil kombinasi yang diminum oleh ibu menyusui bisa mengurangi jumlah air susu
dan kandungan zat lemak serta protein dalam air susu. Hormon dari pil terdapat dalam air susu
sehingga bisa sampai ke bayi. Karena itu untuk ibu menyusui sebaiknya diberikan tablet yang
hanya mengandung progestin, yang tidak mempengaruhi pembentukan air susu. Pil KB yang
diminum segera setelah terjadinya pembuahan atau pada awal kehamilan (sebelum wanita
tersebut mengetahui bahwa dia hamil) tidak akan membahayakan janin.
Efek samping pil KB
a.

Spotting

Sering terjadi pada tahun pertama pemakaian pil KB, jika tubuh telah menyesuaikan diri dengan
hormon biasanya perdarahan abnormal akan berhenti.
b. Beberapa bulan setelah berhenti menggunakan pil KB, mungkin tidak akan terjadi menstruasi,
tetapi obat ini tidak menyebabkan berkurangnya kesuburan secara permanen.
c. Efek samping yang berhubungan dengan estrogen adalah mual, nyeri tekan pada payudara,
perut kembung, penahanan cairan, peningkatan tekanan darah dan depresi.
d. Efek samping yang berhubungan dengan progestin adalah penambahan berat badan, jerawat
dan

kecemasan.

Penambahan berat badan sebanyak 1,5-2,5 kg biasanya terjadi akibat penahanan cairan dan
mungkin karena meningkatnya nafsu makan.
e. Bekuan darah diperkirakan 3-4 kali lebih sering terjadi pada pemakaian pil KB dosis tinggi.
Jika secara tiba-tiba timbul nyeri dada atau nyeri tungkai, pemakaian pil KB harus segera

dihentikan dan segera memeriksakan diri karena gejala tersebut mungkin menunjukkan adanya
bekuan darah di dalam vena tungkai dan kemungkinan sedang menuju ke paru-paru.
Pil KB dan pembedahan menyebabkan meningkatnya resiko pembentukan bekuan darah,
sehingga 1 bulan sebelum menjalani pembedahan pemakaian pil harus dihentikan dan baru mulai
dipakai lagi 1 bulah setelah pembedahan.
f. Mual dan sakit kepala.
g. 1-2% wanita pemakai pil KB mengalami depresi dan kesulitan tidur.
h.

Melasma

(bercak-bercak

berwarna

gelap

di

wajah).

Jika terkena sinar matahari, bercak semakin gelap. Melasma akan menghilang secara perlahan
setelah pemakaian pil KB dihentikan.
I. Resiko terjadinya kanker leher rahim tampaknya meningkat, terutama jika pil KB telah dipakai
selama lebih dari 5 tahun. Karena itu wanita pemakai pil KB harus rutin menjalani pemeriksaan
Pap

smear

(minimal

kali/tahun).

Di lain fihak, wanita pemakai pil KB memiliki resiko kanker ovarium ataupun kanker rahim
yang lebih rendah.
Interaksi pil KB dengan obat lain
Pil KB tidak berpengaruh terhadap obat lain, tetapi obat lain (terutama obat tidur dan
antibiotik)

bisa

menyebabkan

berkurangnya

efektivitas

dari

pil

KB.

Wanita pemakai pil KB bisa hamil jika secara terus menerus mengkonsumsi antibiotik (misalnya
rifampin, penisilin, ampisilin, tetrasiklin atau golongan sulfa). Ketika mengkonsumsi antibiotik
tersebut, selain pil KB sebaiknya ditambah dengan menggunaka kontrasepsi penghalang
(misalnya kondom atau diafragma).Obat anti-kejang (fenitoin dan phenobarbital) bisa
menyebabkan meningkatkan perdarahan abnormal pada wanita pemakai pil KB.Untuk mengatasi
hal ini, kepada wanita penderita epilepsi yang mengkonsumsi anti-kejang perlu diberikan pil KB
dosis tinggi.
c.Kontrasepsi suntikan
(sejenis progestin) disuntikkan 1 kali/3 bulan ke dalam otot bokong atau lengan atas.
Suntikan ini sangat efektif tetapi bisa mengganggu siklus menstruasi. Sepertiga pemakai KB
suntik tidak mengalami menstruasi pada 3 bulan setelah suntikan pertama dan sepertiga lainnya
mengalami perdarahan tidak teratur dan spotting (bercak perdarahan) selama lebih dari 11 hari
setiap bulannya. Semakin lama suntikan KB dipakai, maka lebih banyak wanita yang tidak

mengalami menstruasi tetapi lebih sedikit wanita yang mengalami perdarahan tidak teratur.
Setelah 2 tahun memakai suntikan KB, sekitar 70% wanita sama sekali tidak mengalami
perdarahan.Jika pemakaian suntikan KB dihentikan, siklus menstruasi yang teratur akan kembali
terjadi dalam waktu 6 bulan-1 tahun.Efeknya berlangsung lama, sehingga kesuburan mungkin
baru kembali 1 tahun setelah suntikan dihentikan, tetapi Medroksiprogesteron tidak
menyebabkan kemandulan permanen.Suntikan KB bisa menyebabkan penambahan berat badan
yang sifatnya ringan. Setelah pemakaian dihentikan, bisa terjadi osteoporosis yang bersifat
sementara.Medroksiprogesteron tidak menyebabkan meningkatnya resiko terhadap berbagai
kanker (termasuk kanker payudara), tetapi mengurangi resiko terjadinya kanker rahim.
Keuntungan memakai KB suntik:
o Cocok untuk mencegah kehamilan atau menjarangkan kehamilan dalam jangka panjang dan
kesuburan dapat pulih kembali
o Tidak terpengaruh faktor lupa dari pemakai (tidak seperti memakai PIL KB)
o Tidak mengganggu hubungan suami istri
o Dapat dipakai segala umur pada masa reproduktif
o Tidak mengganggu laktasi (menyusui), baik dari segi kuantitas maupun kualitas
o Dapat dipakai segera setelah masa nifas
o Meningkatkan kenyamanan hubungan suami-istri karena rasa aman terhadap
risiko kehamilan
o Dapat dipakai segera setelah keguguran
o Membantu mencegah terjadinya kehamilan di luar kandungan
o Membantu mencegah kanker endometrium (rahim)
o Membantu mencegah kejadian mioma uteri (tumor jinak rahim)

o Mungkin dapat mencegah kanker indung telur (ovarium)


o Mengurangi kejadian anemi kekurangan zat besi
o Khusus untuk penderita epilepsi mengurangi kejadian kejang.
Kekurangan KB suntikan: Kekurangan KB Suntikan: Efek sampingya terhadap siklus haid
(menstruasi) sering tidak menyenangkan , namun tidak berbahaya dan bukan tanda
kelainan/penyakit ; perubahan pola haid biasanya pada tahun pertama pemakaian yakni :
Perdarahan bercak , terjadi pada tahun pertama pemakaian
Jarang terjadi perdarahan yang banyak
Tidak dapat haid (sering setelah pemakaian berulang)
Sering menaikkan Berat Badan
Dapat menyebabkan (tidak pada semua akseptor) sakit kepala, nyeri payudara, moodiness,
jerawat, kurangnya libido seksual, rambut rontok.
Perlu suntikan ulangan teratur
Perlu follow up (kontrol/kunjungan berkala) untuk evaluasi Secara UMUM, kebanyakan wanita
boleh memakai KB suntik, meskipun:
1. perokok berat
2. menyusui
3. gemuk atau kurus
4. remaja
5. baru keguguran
6. Berpenyakit Tiroid
7. Epilepsi

8. TBC (bukan TBC kandungan)


9. Varises ringan
10. Hipertensi ringan
11. Siklus haid tidak teratur
12. Anemi kekurangan zat besi
3.

Tujuan pengunaan alat kontrasepsi


Kontrsepsi dapat dilakukan tanpa menggunakan alat, secara mekanis, menggunakan
obat/alat, atau dengan cara operasi. Pemilihan jenis kontrasepsi didasarkan pada tujuan
penggunaan kontrsepsi, yaitu: Menunda kehamilan. Pasangan dengan istri berusia dibawah 20
tahun dianjurkan menunda kehamilannya.
Ciri-ciri kontrasepsi yang diperlukan :
a. Reversibilitas yang tinggi karena akseptor belum mempunyai anak.
b. Efektivitas yang relative tinggi, penting karena dapat menyebabkan kehamilan resiko tinggi.
c. Kontrasepsi yang sesuai pil, alat kontrasepsi dalam rahim (AKDR) mini, cara sederhana.
Alasan :
- Usia di bawah 20 tahun adalah usia dimana sebaiknya tidak mempunyai anak terlebih dahulu.
- Prioritas penggunaan kontrasepsi pil oral karena peserta masih muda.
- Penggunaan kondom kurang menguntungkan karena pasangan muda masih sering berhubungan
(frekuensi tinggi) sehingga akan mempunyai angka kegagalan yang tinggi
- Penggunaan AKDR mini bagi yang belum mempunyai anak dapat dianjurkan, terutama pada
akseptor dengan kontraindikasi terhadap pil oral.
. Menjarangkan kehamilan (mengatur kesuburan). Masa saat istri berusia 20-30 tahun adalah
yang paling baik untuk melahirkan 2 anak dengan jarak kelahiran 3-4 tahun.
Ciri-ciri kontrasepsi yang diperlukan :
a. Reversibilitas cukup tinggi.
b. Efektifitas cukup tinggi kerena akseptor masih mengharapkan mempunyi anak.
c. Dapat dipakai 3-4 tahun.

d. Tidak menghambat produksi air susu ibu (ASI).


Kontrasepsi yang sesuai : AKDR, pil, suntik, cara sederhana, susuk KB, kontrasepsi mantap
(kontap).
Alasan :
- Usia 20-30 tahun merupakan usia terbaik untuk mengandung dan melahirkan.
- Segera setelah anak lahir, dianjurkan untuk menggunakan AKDR sebagai pilihan utama.
- Kegagalan yang menyebabkan kehamilan cukup tinggi namun tidak/kurang berbahaya karena
akseptor bareda pada usia yang baik untuk mengandung dan melahirkan.
Mengakhiri kesuburan (tidak ingin hamil lagi). Saat usia diatas 30 tahun, dianjurkan untuk
mengakhiri kesuburan setelah mempunyai 2 anak.
Ciri-ciri kontrasepsi yang diperlukan :
a. Efektifitas sangat tinggi karena kegagalan dapat menyebabkan kehamilan dengan resiko tinggi
bagi ibu dan anak.
b. Reversibilitas rendah.
c. Dapat dipakai untuk jangka panjang.
d. Tidak menambah kelainan yang sudah ada.
Kontrasepsi yang sesuai : kontrasepsi mantap (tubektomi/vasektomi), susuk KB, AKDR
suntikan, pil dan cara sederhana.
Alasan :
a. Ibu dengan usia diatas 30 tahun dianjurkan tidak hamil lagi atau tidak punya anak lagi karena
alasan medis.
b. Pilihan utama adalah kontrasepsi mantap.
c. Pada kondisi darurat, kontap cocok dipakai dan relatif baik dibandingkan dengan susuk KB
atau AKDR.
d. Pil kurang dianjurkan karena usia ibu relatif tua dan mempunyai kemungkinan timbulnya efek
samping dan komplikasi.

4.

Cara Penggunaan Alat Kontrasepsi


1. Kontrasepsi Alamiah
Pantang berkala

Prinsip system ini ialah tidak melakukan sanggama pada masa subur. Ovulasi terjadi 14+ -2 hari
sebelum hari pertama haid yang akan datang. Ovum mempunyai kemampuan untuk dibuahai
dalam 24 jam setelah evulusi. Yang disebut masa subur atau fase ovulasi terjadi mulai 48 jam
sebelum ovulasi hingga 24 jam setelah ovulasi. Karena itu, jika konsepsi ingin dicegah,
sanggama harus dihindarkan sekurang-kurangnya 3 hari (72 jam), yaitu 48 jam sebelum ovulasi
dan 24 jam setelah ovulasi terjadi.Untuk menetapkan saat ovulasi, metode yang dianjurkan ialah
sebagai berikut :
a. Metode Lendir Serviks
Dalam metode ini dilakukan penilaian lender serviks. Sifat cairan vagina bervariasi selama siklus
haid. Lendir di vagina diperiksa dengan cara memasukkan jari tangan klien sendiri kedalam
vagina dan mencatat bagaimana lender itu dirasakan setiap hari.

Cara kerja :
Dimulai dari hari pertama setelah haid berakhir, klien harus mencatat pola lendimnya terus
menerus sampai 8-10 hari setelah hari terakhir dengan lendir yang licin dan basa, atau hari
puncak (peak day). Hari puncak menunjukkan bahwa ovulasi telah dekat atau bahkan sering
terjadi, dan pencatatan harus diteruskan sampai ia yakin bahwa ia tidak subur lagi. Ia harus terus
mencatatat pola lendimnya setiap siklus sampai ia terbiasa memeriksa dan menilai pola lendirnya
yang dapat memakan waktu beberapa bulan. Setelah terbiasa dengan hal ini, klien tidak perlu
lagi memeriksa lendimnya setiap hari siklus haidnya ; ia dapat berhenti setelah menjalankan
Aturan Hari Puncak (Peak Day Rule) karena ia telah mencapai masa tidak subur. Karena lendir
mungkin berubah sepanjang hari, yang terbaik adalah mencatatnya pada malah hari dan selalu
mencatat lendir yang dirasakan paling subur pada hari itu.
b. Metode Suhu Tubuh Basal
Cara kerja :
Hormone progesterone, yang disekresi korpus luteum setelah ovulasi bersifat termogenik atau
memproduksi panas. Ia dapat menaikkan suhu tubuh 0,05 osampai 0,2oC (0,4o sampai IoF) dan
mempertahankannya pada tingkat ini sampai saat haid berikutnya. Peningkatan suhu tubuh ini
disebut sebagai peningkatan termal dan ini merupakan dasar dari Metode Suhu Tubuh Basal
(STB). Siklus ovulasi dapat dikenali dari catatan suhu tubuh.

2. Kontrasepsi Barier
Kondom
Kondom adalah selaput karet yang dipasang pada penis selama hubungan seksual. Kondom
terbuat dari karet sintetis tipis, berbentuk silindris, dengan muaranya bepinggir tebal, bila
digulung berbentuk rata atau mempunyai bentuk seperti putting susu. Kondom juga membantu
pencegahan penularan Penyakit Menular Seksual (PMS), termasuk AIDS.
Intruksi pemakaian :
- Kondom digunakan pada penis yang ereksi sebelum penis masuk ke vagina.
- Jika kondom tak ada penampung di ujungnya, sisakan 1-2 cm di ujung kondom untuk
menampung ejakulat.
- Lepaskan kondom sebelum penis selesai ereksi, pegang kondom pada pangkalnya dengan jari
untuk mencegah sperma tumpah atau merembes.
- Tiap kondom hanya sekali pakai dan langsung dibuang
- Jangan menyimpan kondom di tempat panas, serta jangan memakan minyak
oil atau jelly minyak untuk pelicin kondom, karena akan

goreng, baby

menyebabkan kerusakan kondom

3. Alat Kontrasepsi dalam Rahim (AKDR), Intra Uterine Device (IUD)


Mekanisme kerja
Sampai saat ini mekanisme kerja AKDR belum diketahui secara pasti. Pendapat terbanyak
mengatakan AKDR menimbulkan reaksi radang endometrium dengan sebutan leukosit yang
dapat menghancurkan blastoksita atau sperma. AKDR yang mengandung tembaga (Cu) juga
menghambat kasiat anhidrase karbon dan fosfatase alkali, memblok bersatunya sperma dan
ovum, mengurangi jumlah sperma yang mencapai tuba falopii, dan menginaktifkan sperma.
AKDR yang mengeluarkan hormon juga menebalkan lendir serviks hingga menghalangi
pergerakan sperma.
4. Kontasepsi Hormonal
Macam-macam kontrasepsi hormonal
a. Pil
Ada tiga macam pil kontrasepsi, yaitu minipil, pil kombinasi, dan pil pascasanggama (morning
after pill). Yang umum digunakan ialah pil kombinasi antara estrogen dan progesterone. Minipil

yang hanya mengandung progestin dosis rendah biasanya diberikan pada ibu yang menyusui
(hingga kira-kira 9 bulan setelah melahirkan),
Cara menggunakan pil kombinasi
Pil yang berjumlah 21-22 diminum mulai hari ke-5 haid tiap hari 1 pil terus menerus atau sesuai
hari di dalam bungkus. Sebaiknya pil diminum dalam waktu yang kurang lebih sama tiap
harinya, misalnya malam sebelum tidur. Beberapa hari setelah minum pil dihentikan, biasanya
terjadi withdrawal bleeding, lalu pil bungkus ke-2 diminum mulai hari ke-5 perdarahan tersebut.
Jika tidak terjadi withdrawal bleeding, pil bungkus ke-2 diminum mulai 7 hari setelah pil
bungkus pertama habis. Sedangkan pil yang berjumlah 28 diminum terus menerus tiap malam.
Tujuh pil terakhir mengandung zat besi atau gula.
b. Suntik
Saat ini terdapat 2 macam kontrasepsi suntikan, yaitu golongan progestin dan golongan
progestin dengan campuran estrogen propionate. Suntikan diberikan mulai hari ke-3 sampai ke-5
pascapersalinan, segera setelah keguguran, atau pada interval lima hari pertama haid. Hormone
disuntikkan secara intramuskuler dalam didaerah gluterus maksimus atau deltoid. Selanjutnya
suntikan Cyclofem diberikan tiap bulan, Noristerat tiap 2 bulan, dan Depo Provera tiap 3 bulan
sekali.
c. Susuk KB/Implan
Cara kerja
Menghambat terjadinya ovulasi
Menyebabkan endometrium/selaput lendir tidak siap untuk nedasi/menerima pembuahan
Mempertebal lendir serviks/rahim.
Menipiskan lapisanendometrium/selaput lendir
d. Susuk norplan
Cara kerja :
Klien diminta mencuci lengan kirinya secara bersih dengan sabun sementara peralatan
dipersiapkan.
Klien diminta berbaring dan dilakukan konseling intuk memantapkan dan menjelaskan apa
yang akan dilakukan, juaga apakah menderita alergi.
Cari daerah dilengan kiri yang tidak ada vena dan lembut 8 cm dari lipat siku, dan titik
sesuai/seperti kipas atau sesuai model mack dengan spidol.

Cuci tangan dengan sabun dan air mengalir kemudian keringkan dengan handuk bersih dan
kering. Kenakan sarung tangan steril, bila diberi bedak maka hapus bedak dengan kasa yang
telah dicelup dalam air steril.
Lakukan antisepsis dengan kasa yang dibasahi betadin dengan gerakan melingkar ke arah luar
2-3 kali seluas 8-13 cm. pasang duk steril
Suntikan anestesi infiltrasi 0,4 ml tepat dibawa kulit pada tempat insisi yang telah ditentukan
sampai insisi sedikit menggelembung. Teruskan suntikan ke lapisan dibawa kulit kurang lebih 4
cm dan masukkan anestesi antara garis 1-2, 3-4, 5-6 masing-masing 1 ml sambil ditarik keluar,
kemudian di-massase, uji efek anestesinya sebelum melakukan insisi dengan skapel.
Buat insisi dangkal dengan skapel selebar 2 mm. Masukkan trokar dan pendorongnya melalui
tempat insisi dengan sudut 45osambil mengungkit kulit, sampai garis batas pertama trokar tepat
berada di luka insisi.
Pendorong dikeluarkan dan diletakkan di tempat steril. Angkat tabung dengan jari telunjuk
kanan.
Tangkap tabung dengan tangan kiri dalam posisi menadah dengan rapat. Masukkan kapsul
implantpertama dalam trokar.masukkan pendorong dan dorong sampai terasa ada tahanan.
Lepaskan kedua tangan , periksa kelurusan posisi trokar dan periksa tahanan pada pendorong
dengan mendorong dari luar.
Tahan pendorong di tenpatnya dengan satu tangan, dan tarik keluar trokar sampai mencapai
pegangan pendorong, dorong 3 kali.
Tarik trokar dan pendorongnya secara bersamaan sampai batas tanda ke dua (pada ujung trokar)
terlihat pada luka insisi.jangan sampai trokar keluar dari luka insisi
Tahan kapsul yang telah terpasang dengan 1 jari dan masukkan kembali trokar serta pendorong
ke arah kanan lalu ke kiri ke tujuan berikutnya.
Bila telah dipasang semua, periksa seluruh kapsul dari atas dan bawah (ingat-ingat, karena akan
digambar dalam status ). Pastikan tidak berada didekat luka insisi. Keluarkan trokar dengan hatihati.
Tutup dan tekan luka bekas insisi dengan kasa, lepaskan duk. Bersihkan coretan spidol dan
sekitar dengan kapas alcohol. Tarik kulit sekitar insisi agar luka tertutup dengan rapi kemudian
tutup dengan plester. Tutup dengan kasa diatasnya lalu balut sekitar lengan dengan perban.

Setelah selesai, pasien diperbolehkan turun dan dinasihati untuk tidak terkena air sampai perban
dilepas (3 hari kemudian), bila ada keluhan diminta secepatnya datang kembali, jangan
berhubungan dengan suami dulu selama 3 hari, control seminggu lagi, dan diminta menunggu
dulu 10-15 menit diruang tunggu. Bila tidak ada keluhan, pasien boleh pulang.
e. Susuk implanon
Cara insersi implanon :
Bersihkan daerah suntikan dengan antiseptik. Lepaskan inserter steril sekali pakai dari
pembungkus aluminium, lalu lepaskan penutup jarum.
Masukkan jarum di bawah kulit di bagian dalam dan lengan atas (yang tidak dominan sampai
dengan batas sempit).
Lepaskan pengikat topangan pendorong suntikan dengan semprit sambil mempertahankan
inserter dengan tangan yang lain.
Putar pendorong suntikan 1800. Pertahankan pendorong suntikan di tempat dengan menekannya
pada lengan dan tarik semprit dengan tangan yang lain untuk melepaskan susuk.
Aplikasikan kasa steril dan balut tekan yang dipertahankan selama 3 hari.
PENUTUP
A.Kesimpulan
Kontrasepsi adalah upaya untuk mencegah kehamilan yang bersifat sementara ataupun
menetap.Kontasepsi ditujukan untuk wanita dengan tujuan agar tidak mempunyai anak lebih dari
2 sesuai dengan program KB yang dicanangkan oleh pemerintah.
Tujuan penggunaan kontrsepsi, yaitu :
1.Menunda kehamilan. Pasangan dengan istri berusia dibawah 20 tahun dianjurkan menunda
kehamilannya.
2. Menjarangkan kehamilan (mengatur kesuburan). Masa saat istri berusia 20-30 tahun adalah
yang paling baik untuk melahirkan 2 anak dengan jarak kelahiran 3-4 tahun.
3. Mengakhiri kesuburan (tidak ingin hamil lagi). Saat usia diatas 30 tahun, dianjurkan untuk
mengakhiri kesuburan setelah mempunyai 2 anak.
.Macam-macam kontrasepsi
1. Kontrasepsi Alamiah: -metode lendir serviks
-metode suhu tubuh basal Barier : -kondom

-diafragma
-obat spermatisid
3. Alat Kontrasepsi dalam Rahim (AKDR)
4. Kontrasepsi Hormonal : -pil
-suntik
- susuk norplant
- susuk implanon
Dan juga seperti dijelaskan diatas dalam bab II tentang prinsip kerja pemasangan alat kontrasepsi
dengan aman dan mantap digunakan untuk wanita.

XII.

DAFTAR PUSTAKA

Panduan praktikum keperawatan maternitas,STIKES aisyiyah Yogyakarta


http://id.scribd.com/doc/26873688/23546177-Sap-Kontrasepsi
http://www-kti-skripsi-net.blogspot.com/2011/09/sap-penyuluhan-kb-satuan-acara.html
http://creasoft.wordpress.com/category/keperawatankesehatan-masyarakatkebidanan/kb/