Você está na página 1de 3

Nama:

M.Aldo Britano Kuncoro 1306450506


Rahadani Kireina
Ratu Gita
Ainurrisya Zafirah
Analisa Yuridis
Gugatan terjadi apabila ada sengketa yang tidak dapat diselesaikan
oleh para pihak kemudian meminta bantuan kepada pengadilan untuk
penyelesainya,sedangkan apabil seseorang mengajukan permohonan
kepada pengadilan agar ditetapkan sebagai wali,ahli waris ataupun adopsi
adalah permohonan. Kasus yang akan kami analisa masuk dalam Gugatan,
hal ini berkenaan dengan sengketa mengenai penguasaan atas tanah.
Analisa Yuridis yang akan kita lakukan didasarkan oleh analisa fakta
yang ada, analisa yuridis tersebut berkaitan dengan duplik, akan tetapi akan
dijelaskan juga teori hukum acara perdata sebelum ketahap Duplik tersebut.
Dari segi Yudisial ,sebelumnya diawali dengan pemanggilan terhadap
para pihak yang berperkara untuk hadir pada hari sidang pertama. Segi
Yudisial pada tahap penentuan atau persidangan,yaitu meliputi pemeriksaan
dan tindaka-tindakan hukum sejak hari sidang pertama sampai dengan
putusan hakim.Secara sedarhana segi Yudisial dalam hukum acara perdata
meliputi tahap-tahap sebagai berikut
a.Tahap Sidang Pertama
Tahap ini sering diawali dengan pembukaan sidang hakim ,sidang
pertama ini sifatnya merupakan pemeriksaan identitas para pihak dan
penjelasan apakah para pihak sudah mengerti mengapa mereka dipanggil ke
persidangan1,jika kedua belah pihak hadir maka majelis hakim akan terlebih
dahulu mempersilahkan prosedur mediasi sebagaimana diatur dalam Perma
Nomor 1 Tahun 20082.
b.Tahap jawab-menjawab
1 R.Soeroso, Praktik Hukum Acara Perdata,Tata Cara Dan Proses Persidangan
(Jakarta:Sinar Grafika,1996),hal 42

Dalam hal perdamaian tidak berhasil maka tergugat mengajukan


jawaban atas gugatan pengugat . Jawaban tergugat dapat berupa tangkisan
(eksepsi) terhadap gugat pokok perkara, baik mengenai dalil-dalil fakta
kejadian atau hukumnya.Tergugat juga dapat menyertakan serangkaian
tangkisa (eksepsi) ataupun melakukan gugatan balik
(rekonvensi)3.Selanjutnya penggugat dapat menjawaban tergugat dalam
replik dan sebaliknya pengugat dalam duplik.
Duplik adalah jawaban tergugat terhadap replik yang diajukan pengugat
.Mirip dengan Replik,duplik ini juga dapat diajukan tertulis maupun
lisan.Duplik diajukan tergugat untuk meneguhkan jawaban yang lazimnya
berisi penolakan terhadap gugatan penguggat4
Jika kita lihat pada observasi tersebut maka secara yuridis asas-asas
dari Hukum Acara Perdata sendiri telah diterapkan, kita bisa melihat hal
tersebut dapat diamati ketika hakim menyatakan bahwa persidangan
terbuka untuk umum. Konkretnya walaupun persidangan sudah pada tahap
manapun maka persidangna belum sah jika tidak terlebih dahulu dinyatakan
dibuka dan terbuka untuk umum5. Hal ini berdasarkan analisis fakta yang
ada telah dilakukan oleh Hakim.
Hakim disini juga sudah tepat memeriksa Duplik yang diajuka oleh
tergugat untuk menjawab Replik yang sebelumnya diajukan oleh
Penggugat,kemudian penggugat ditanya apakah ada Rekopensi dimana
Penggugat menjawab untuk langsung dilanjutkan kepada agenda
pembuktian (surat). Hakim disini sudah tepat untuk melanjutkan perkara
tersebut langsung kepada tahap pembuktian ,karena tahap Rekopensi sendir
merupakan opsi yang diberikan kepada penggugat dan diserahkan kepada
penggugat tersebut untuk menggunakanya atau tidak.
2 Pasal 7 ayat (1) PERMA Nomor 1 Tahun 2008 Berbunyi: Pada hari sidang yang
telah ditentukan yang dihadiri oleh kedua belah pihak ,hakim mewajibkan para
pihak untuk menempuh mediasi (Indonesia, Peraturan Mahkamah Agung Republik
Indonesia Tentang Prosedur Mediasi Di Pengadilan,PERMA RI No.1 Tahun 2008)
3 Kitab Undang-Undang Hukum Acara Perdata (Herzine Indonesisch Reglement)
diterjemahakan oleh R.Soesilo , (Bogor: Politiea,1995), Pasal 132 a dan 132 b
4 www.Lawfile.blogspot.com, Pengertian Replik dan Duplik,Diakses pada tanggal
19 april 2016
5 Lilik Mulyadi,Hukum Acara Perdata Menurut Teori dan Praktik Peradilan ,hal 16