Você está na página 1de 14

MANAJEMEN STRATEGIK

Analisis Lingkungan Eksternal

OLEH:
KADEK UPAWITA CANDRA PERTIWI

(1306305061)

NI MADE LINA AGUSTINI

(1306305075)

LUH MAS GIA APRILIANI

(1306305123)

PUTU RISKA AMANDA DEWI

(1306305094)

PUTU INDAH AYU MULIANTARI

(1306305208)

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS


UNIVERSITAS UDAYANA
2015
1

BAB I
PENDAHULUAN
1.1 LATAR BELAKANG
Dalam manajemen strategik ada yang namanya analisis lingkungan yang merupakan
analisis lingkungan secara umum atau secara makro dan juga lingkungan sekitar kerja atau
lingkungan eksternal. Didalam analisis lingkungan tersebut terdapat beberapa elemen yang
sangat berpengaruh kepada perusahaan secara tidak langsung namun hal itu akan terjadi pada
waktu yang panjang. Dengan analisis lingkungan ini perusahaan bisa mendapatkan peluang dan
mengantisipasinya untuk mencapai tujuan perusahaan.
Di makalah ini saya akan membahas bagaimana analisis lingkungan dapat mempengaruhi
keberhasilan suatu perusahaan serta saya akan membahas tentang elemen-elemen apa saja yang
ada pada analisis lingkungan perusahaan secara umum. Salah satu tujuan penting dari studi
lingkungan umum adalah untuk mengidentifikasi peluang dan ancaman. Peluang adalah kondisi
dalam lingkungan umum yang dapat membantu suatu perusahaan mencapai daya saing strategis.
Ancaman adalah suatu kondisi dalam lingkungan umum yang dapat menghambat usaha-usaha
perusahaan untuk mencapai daya saing strategis. Oleh karena itu analisis lingkungan sangat
penting bagi perusahaan dan saya akan membahasnya secara singkat dalam makalah ini.
1.2 RUMUSAN MASALAH
1.2.1 Bagaimana analisis lingkungan eksternal?
1.2.2 Bagaimana analisis dan diagnosis lingkungan eksternal?
1.2.3 Bagaimana identifikasi peluang dan ancaman?
1.3 TUJUAN
1.3.1 Untuk mengetahui serta mampu melakukan analisis lingkungan eksternal.
1.3.2 Untuk mengetahui serta mampu melakukan analisis dan diagnosis lingkungan
1.3.3

eksternal.
Untuk mengetahui serta mampu melakukan identifikasi peluang dan ancaman.

BAB II

PEMBAHASAN
2.1 IDENTIFIKASI ANALISIS LINGKUNGAN EKSTERNAL
Analisis lingkungan eksternal mencangkup pemahaman berbagai faktor di luar
perusahaan yang mengarah pada munculnya kesempatan bisnis / bahkan ancaman bagi
perusahaan. Bagi pengembangan strategik, analisis ini di butuhkan tidak hanya terbatas pada
rincian analisis kesempatan dan ancaman saja tetapi juga untuk menentukan dari mana dan untuk
apa hasil analisis itu di pergunakan. Oleh karena itu manajer puncak membutuhkan diagnosis
lebih lanjut atas hasil analisis lingkungan eksternal.
1. Lingkungkan umum (General Environment)
Adalah suatu lingkungan dalam lingkungan eksternal organisasi yang menyususun faktorfaktor yang memiliki ruang lingkup luas. Faktor-faktor tersebut diantaranya adalah:
a. Faktor Ekonomi
Berpengaruh terhadap penentuan jumlah permintaan produk dan besarnya biaya yang
di keluarkan untuk menghasilkan produk perusahaan.
b. Faktor Sosial
Mempengaruhi suatu perusahaan mencakup keyakinan, nilai, sikap, opini yang
berkembang, dan gaya hidup dari orang-orang di lingkungan di mana perusahaan
beroperasi.
c. Faktor Politik dan hukum
Faktor politik dan hukum mendefinisikan parameter-parameter hukum dan bagaimana
pengaturan perusahaan harus beroperasi.
d. Faktor Teknologi
Adanya perubahan teknologi dapat mendorong munculnya kesempatan bisnis dan
perbaikan upaya pencapaian tujuan organisasi, tapi dapat juga sebagai ancaman bagi
kelangsungan produk yang sudah ada.
e. Faktor Pemerintah
Peran pemerintah dalam mekanisme penyampaian produk dari produsen ke konsumen
sangat besar. Alat kendali pemerintah melalui berbagai paket kebijakan fiskal dan
moneter ternyata cukup efektif untuk mempengaruhi dinamika bisnis.
f. Faktor Demografi
Faktor demografi ini diantaranya adalah ukuran populasi, struktur umum, distribusi
geografis percampuran etnis serta distribusi pendapatan.
2. Lingkungan Industri

Lingkungan industri adalah tingkatan dari lingkungan eksternal organisasi yang


menghasilkan komponen-komponen yang secara normal memiliki implikasi yang relatif
lebih spesifik dan langsung terhadap operasionalisasi perusahaan. Analisis lingkungan
industri jauh lebih penting dan lebih menentukan aturan persaingan di bandingkan
dengan analisis lingkungan umum, karena kekuatan lingkungan umum dalam
mempengaruhi persaingan sifatnya sangat relatif.
Ancaman masuknya pendatang baru
Adanya pendatang baru dapat memaksa perusahaan yang sudah ada untuk lebih
efektif dan efisien serta belajar untuk bersaing dalam dimensi baru. Secara sederhana
kemungkinan perusahaa akan memasuki suatu industri adalah fungsi dari dua faktor,
yaitu hambatan memasuki industri dan relasi dari perusahaan yang sudah ada. Apabila
hambatan-hambatan untuk masuk adalah tinggi, dan pendatang baru mendapatkan reaksi
yang tajam dari pemain lama dalam industri, sudah barang tentu pendatang baru tersebut
tidak menimbulkan suatu ancaman masuk yang serius.
2.2 ANALISIS DAN DIAGNOSIS LINGKUNGAN EKSTERNAL
2.2.1 Analisis Lingkungan Eksternal
Analisis lingkungan eksternal mencangkup pemahaman berbagai faktor di luar perusahaan
yang mengarah pada munculnya kesempatan bisnis / bahkan ancaman bagi perusahaan.
Terdapat 3 cara dalam melakukan analisis terhadap lingkungan eksternal perusahaan yaitu:
1. Pengumpulan informasi verbal dan tertulis dari berbagai sumber
Informasi verbal dapat dikumpulkan dengan pendekatan formal maupun informal.
Sumber data bagi pengumpulan informasi verbal mencakup penggunaan media
elektronik, karyawan, pelanggan, perantara, pesaing,

konsultan, dan juru bicara

pemerintah yang di tunjuk. Sementara informasi tertulis yaitu segala sesuatu yang dapat
di baca dari sumber informasi yang telah di persiapkan oleh pihak lain untuk tujuan yang
beragam. Informasi semacam ini bersumber dari surat kabar,jurnal dan beberapa
publikasi lain yang bersedia.
2. Merancang Sistem Informasi Manajemen dalam Organisasi
Pengertian sistem informasi manajemen di arahkan pada penciptaan dua kelompok utama
yaitu sistem pendukung keputusan ( Decision Support System) dan sistem informasi
strategic ( Strategic Information System ). DDS adalah sistem informasi yang dirancang

untuk membantu pihak manajemen dalam pengambilan keputusan dalam kondisi yang
unik dan data tidak terstruktur. Sedangkan sistem informasi strategik adalah suatu sistem
informasi yang dirancang untuk membantu manajemen puncak dalam mendapatkan dan
menggunakan informasi yang diperlukan bagi kepentingan organisasi.
3. Melakukan Perkiraan Secara Formal
Pada umumnya perkiraan ini banyak dilakukan oleh konsultan tertentu atas permintaan
pihak manajemen. Pada akhir-akhir ini juga berkembang konsultan yang bergabung untuk
membuat berbagai kajian dan prospek atau bahkan meramal kegiatan bisnis dimasa yang
akan datang.
2.2.2 Proses Diagnosis Lingkungan Eksternal
Proses diagnosis lingkungan eksternal pada prinsipnya merupakan kelanjutan dari proses
analisis. Dalam arti luas proses diagnosis memberi penilaian yang signifikan terhadap berbagai
kesempatan dan ancaman yang ditemukan selama proses analisis lingkungan. Elemen kunci
diagnosis adalah kemampuan manager puncak untuk menentukan informasi yang dapat
diabaikan kemudian mengevaluasi jenis informasi yang dipandang relevan dengan kepentingan
organisasi. Hanya saja yang diperlukan dalam proses diagnosis saat ini adalah pemahaman atas
berbagai faktor penentu hasil diagnosis lingkungan yang diantaranya adalah karakteristik
individu dari seorang strategik manager, pengaruh pekerjaan, dinamika kelompok, dan faktor
lingkungan fisik lain yang mempengaruhi keputusan managerial.

2.3 IDENTIFIKASI PELUANG DAN ANCAMAN


Analisis peluang mengidentifikasi kesenjangan antara tuntutan pasar dan apa yang saat
ini tersedia. Hal ini juga dapat dipakai untuk menganalisis potensi perubahan pasar yang dapat
meningkatkan prospek untuk layanan atau produk. Salah satu cara untuk mengidentifikasi
peluang yang ada adalah mengikuti trend baru dan perubahan dari lingkungan. Peluang dapat
ditemukan dalam diskusi dengan pelanggan, melalui membaca majalah dan surat kabar, dan
memeriksa literatur perdagangan.
Analisis ancaman merupakan upaya untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang tidak
menguntungkan yang mungkin merugikan bisnis. Seperti peluang, ancaman diidentifikasi
dengan memantau lingkungan untuk trend yang relevan dan perubahan pasar. Analisis ancaman

harus mempertimbangkan keseriusan ancaman serta kemungkinan terjadinya hal-hal lain yang
mungkin bisa membahayakan bisnis kita sendiri.
Model lima kekuatan porter tentang analisi kompetitif adalah pendekatan yang digunakan
secara luas untuk mengembangkan strategi di banyak industry. Porter menyarankan bahwa
peluang dan ancaman dapat diidentifikasi dengan lima karakteristik dasar.
1.
2.
3.
4.
5.

Persaingan antar perusahaan saingan.


Potensi masuknya pesaing baru.
Potensi pengembangan produk-produk pengganti.
Daya tawar pemasok.
Daya tawar konsumen
Tiga langkah berikut untuk menggunakan Model Lima Kekuatan Porter dapat

menunjukkan bagaimana persaingan di suatu industri tertentu sedemikian rupa sehingga


perusahaan dapat memperoleh laba yang masuk akal:
1. Identifikasi berbagai aspek atau elemen penting dari setiap kekuatan kompetitif yang
mempengaruhi perusahaan.
2. Evaluasi seberapa kuat dan penting setiap elemen tersebut bagi perusahaan.
3. Putuskan apakah kekuatan kolektif dari elemen-elemen tersebut cukup untuk membuat
perusahaan terjun ke industri baru atau tetap bertahan di inustri saat ini.
BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Dengan mengetahui beberapa analisis lingkungan umum perusahaan tersebut dapat
mengetahui bagaimana keadaan dilingkungan sekitar baik dari lingkungan eksternal perusahaan.
Maka dari itu perusahaan bisa menentukan strategi apa yang harus dilakukan perusahaan guna
menghadapi berbagai keadaan yang terjadi disekitar perusahaan. Yang paling utama dari analisis
lingkungan perusahaan tersebut bagaimana perusahaan bisa memberikan yang terbaik dan tidak
membuat kebijakan yang bisa merugikan baik perusahaan maupun lingkungan sekitar.
3.2 Saran
Sebaiknya setiap perusahaan harus mempunyai analisis lingkungan ini. Dengan
penerapan analisis lingkungan umum yang baik perusahaan akan mampu membuat strategistrategi yang baik guna perusahaan mencapai tujuan dan dapat berbaur dengan lingkungan
tempat perusahaannya agar tidak terjadi konflik yang malah bisa merugikan perusahaan.

Analisis Kasus
1. Lingkungkan umum (General Environment)
a. Faktor ekonomi
Grup AQUA menerapkan prinsip-prinsip tata kelola perusahaan yang baik demi
memastikan jalannya roda bisnis perusahaan secara bertanggung jawab, mematuhi
segala peraturan dan hukum yang berlaku, serta memperhatikan keseimbangan aspek
keberhasilan ekonomi dan kemajuan sosial-lingkungan. Selain itu, penerapan tata
kelola perusahaan yang baik menjadi bukti perusahaan dalam menjaga kepercayaan
investor yang pada akhirnya dapat meningkatkan nilai tambah bagi mereka
Danone Group sebagai induk perusahaan AQUA Group, sejak tahun 1972 telah
memiliki Dual Commitment. Pencapaian kinerja ekonomi dan perhatian terhadap
aspek sosial berjalan seiring sejalan. Danone menggunakan pendekatan bisnis yang
mengkombinasikan tujuan ekonomi dengan tujuan sosial dan lingkungan
b. Faktor sosial
Grup AQUA berkontribusi terhadap pengelolaan daerah aliran sungai di lokasi
pabriknya. Melalui program AQUA Lestari, diharapkan kualitas dan kuantitas
air tanah dapat terus terjaga sehingga semua pihak dapat memanfaatkannya
7

secara optimal kemudian Grup AQUA juga melakukan inisiatif-inisiatif dalam


mengelola dampak lingkungan dari kegiatan produksi dan operasi AQUA
Group. Upaya ini dilakukan demi mencegah dan meminimalkan pencemaran

lingkungan dan perubahan iklim.


Tahun 1993, AQUA menyelenggarakan program AQUA Peduli (AQUA
Cares) dengan melakukan daur ulang botol plastik AQUA menjadi materi

plastik yang dapat digunakan kembali


Tahun 2002, AQUA berhasil memenangkan banyak penghargaan di ajang

Indonesian Best Brand Award.


AQUA mulai memberlakukan Kesepakatan Kerja Bersama [KKB 2002 2004] kepada para pekerja pada tanggal 1 Juni 2002.

2009

MDGs (Millennium Development Goals) Award sebagai perusahaan yang


mendukung pencapaian MDGs, untuk kategori Pelestarian Lingkungan serta Wana
Lestari Award dari Kementerian Kehutanan, atas peran Pabrik AQUA Air Madidi
di Sulawesi Utara dalam upaya Penghijauan Gunung Klabat.

2010

MDGs (Millennium Development Goals) Award sebagai perusahaan yang


mendukung pencapaian MDGs, untuk kategori Pelestarian Lingkungan
Indonesia Good Design untuk desain tutup botol galon yang inovatif
Packindo Star Award dan Asia Star 2010 Award dalam kategori Consumer Package
and Transporation Package untuk desain tutup botol galon yang inovatif
Indonesia Green Awards 2010 oleh majalah Business & CSR untuk dua
kategori: Best Indonesia Green CSR tingkatan Gold & Best Indonesia Green
Manufacturing tingkatan Gold
CSR Awards 2010 oleh majalah Business & CSR untuk kategori Kehutanan
Penghargaan Kesetiakawanan Sosial Nasional (KSN) 2010 oleh Kementerian
Sosial dan CFCD

2011

Penghargaan Good Design Selection (IGDS) untuk Gold Award Design Terbaik
Indonesia 2011 untuk kategori produk industri massal dan telah dipasarkan dari
Kementrian Perindustrian
Indonesia Green Awards; Penginspirasi Bumi kategori Perusahaan dari La Tofi
School of CSR
Pentawards 2011 (Worldwide Packaging Design Competition kategori beverages
water (bronze)
Penghargaan (acknowledgment) dari Fakultas Kedoteran Universitas Indonesia
atas kontribusi besar dalam sosialisasi hidrasi untuk kesehatan dan membangun
Pusat Hidrasi untuk Kesehatan Indonesia di Departemen Nutrisi FKUI
Packindo Star 2011 kategori Consumer Pack dari Federasi Pengemasan Indonesia
untuk AQUA Reflections, botol gelas premium

2012

Penghargaan Desain Terbaik Indonesia untuk AQUA Reflections


Indonesia Sustainable Business Award dari KADIN dan Global Initiatives and
Climate Business, untuk kategori best waste management
Worldstar Packaging Award untuk terobosan di kategori air, untuk inovasi tutup
galon dua warna
Certificate of Recognition dari Kementerian Koperasi dan UMKM atas usaha
perusahaan dalam memberikan perhatian pada pelaku usaha mikro dan koperasi
Piagam Penghargaan dari Bupati Bogor sebagai Perusahaan Pengembang Investasi
Terbaik
Penghargaan Sahabat Pers 2012 dari Serikat Perusahaan Pers (SPS)

2013

Pemenang Penghargaan Indonesia MDG Awards 2012 Kategori Pendidikan


untuk School Supporting Program di Kebon Candi, Kecamatan Gondang Wetan,
9

Kabupaten Pasuruan Jawa Timur


Pemenang Runner Up Penghargaan Indonesia MDG Awards 2012 Kategori
Layanan Air Bersih dan Sanitasi untuk Program Akses Air Bersih dan Penyehatan
Lingkungan/ Water Access, Sanitation and Hygiene (WASH)
Indonesias Most Outstanding Brand Campaign 2013 untuk aktivitas social Mizone
City Project dari Mizone , yang diselenggarakan oleh Majalah pemasaran
Indonesia Mix
Special Achievement for Corporate Commitment to Sustainable Environmental &
Water Resources dari Majalah Warta Ekonomi
Penghargaan Gold dari GKPM Awards 2013 (Gelar Karya Pemberdayaan
Masyarakat)

dari

Kementerian

Koordinator

Kesejahteraan

Rakyat

bersama Corporate Forum for Community Development (CFCD )


Penghargaan Industri Hijau 2013 dari Kementerian Perindustrian untuk pabrik
Aqua yang beroperasi di Cianjur, Jawa Barat
Penghargaan Lingkungan Raksa Prasadha dari Pemerintahan Propinsi Jawa Barat
untuk pabrik Cianjur
Indonesia

Sustainable

Business

Awards untuk

kategori Workforce dan

kategori Environmental Disclosure dari Kamar Dagang dan Industri Indonesia


(Kadin), Global Initiatives, Beritasatu Media Holding, dan Indonesian Business
Council for Sustainable Development (IBCSD).
Penghargaan Indonesia Best Brand Activation for Public untuk Program: Mizone
Niat Baik dari majalah MIX Marketing Communications
2014

Gelar Karya Pemberdayaan Masyarakat (GKPM) Awards 2014, dari Corporate


Forum for Community Development (CFCD ) untuk 20 program sosial dan
lingkungan AQUA Grup

10

Indonesia Green Awards 2014, dari The La Tofi School of CSR & didukung
Kementerian Kehutanan & Kementerian Perindustrian, untuk Program CSR
Pabrik AQUA di Ciherang, Wonosobo, Subang dan Mambal
Penghargaan dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan 2014 atas
kontribusi AQUA Grup dalam Program Penanaman 1 Milyar Pohon
Indonesian CSR Award 2014 untuk 16 Program CSR AQUA serta individu untuk 2
program manager & 1 program officer CSRAQUA
Charta Peduli Indonesia 2014 dari Dhompet Dhuafa Republika untuk kategori TOP
CSR-Urban Community Clinic Program

Tahun 2005, DANONE membantu korban tsunami di ACEH

Komitmen

dalam

pengembangan

bisnis

yang memperhatikan

sosial dan

lingkungan. Danone Group sebagai induk perusahaan AQUA Group, sejak tahun 1972
telah memiliki Dual Commitment. Pencapaian kinerja ekonomi dan perhatian terhadap
aspek sosial berjalan seiring sejalan. Danone menggunakan pendekatan bisnis yang
mengkombinasikan tujuan ekonomi dengan tujuan sosial dan lingkungan. Empat prioritas
strategis, atau yang dikenal dengan 4 Pilar, dipilih untuk menjalankan misi Danone, yaitu:
o Kesehatan (Health) :AQUA Group berupaya untuk memastikan produk yang
dihasilkannya sehat dan berkualitas. Upaya dilakukan sejak pengambilan air
baku di sumbernya, sampai proses produksi dan pengemasan.
o

Lingkungan Hidup (Nature) : AQUA Group berkontribusi terhadap


pengelolaan daerah aliran sungai di lokasi pabriknya. Melalui program
AQUA Lestari ini diharapkan kualitas dan kuantitas air tanah dapat
terus terjaga sehingga semua pihak dapat memanfaatkannya secara
optimal

Manusia (People) : Inisiatif sosial yang dilakukan oleh karyawan


bersama pemangku kepentingan lain. Sebagian besar merupakan
11

program "AQUA Lestari" dan Danone Ecosystem Fund, yang dijalankan


oleh AQUA Group dengan dukungan teknis dan dana langsung dari
kantor pusat Danone di Paris, Perancis
o

Untuk Semua (For All) : Pilar ini merupakan strategi Danone Group
untuk menjangkau konsumen dari berbagai kalangan, termasuk
kalangan berpenghasilan rendah

c. Faktor Politik dan hukum


Dalam berbisnis, Grup AQUA selalu menjaga iklim usaha serta persaingan yang
sehat dan taat hukum. Tahun 2003, Perluasan kegiatan produksi AQUA Group
ditindaklanjuti melalui peresmian pabrik baru di Klaten pada awal tahun 2003. Hal ini
didukung dengan upaya mengintegrasikan proses kerja perusahaan melalui penerapan
SAP [System Application and Products for Data Processing] dan HRIS [Human
Resources Information System].
d. Faktor Teknologi
Tahun 1993, AQUA menyelenggarakan program AQUA Peduli (AQUA
Cares) dengan melakukan daur ulang botol plastik AQUA menjadi materi plastik
yang dapat digunakan kembali
Tahun 1995, AQUA menjadi pabrik air mineral pertama yang menerapkan sistem
produksi in line di pabrik Mekarsari. Pemrosesan air dan pembuatan kemasan AQUA
dilakukan bersamaan. Hasil sistem in line ini adalah botol AQUA yang baru dibuat
dapat segera diisi air bersih di ujung proses produksi, sehingga proses produksi
menjadi lebih higienis
Tahun 1973, PT Golden Mississippi didirikan sebagai pelopor perusahaan air
minum dalam kemasan (AMDK) pertama di Indonesia. Pabrik pertama didirikan di
Bekasi.
Tahun 1985, Pengembangan produk AQUA dalam bentuk kemasan botol PET 220
ml. Pengembangan ini membuat produk AQUA menjadi lebih berkualitas dan lebih
aman untuk dikonsumsi.
Tahun 1995, AQUA menjadi pabrik air mineral pertama yang menerapkan sistem
produksi in line di pabrik Mekarsari. Pemrosesan air dan pembuatan kemasan AQUA
12

dilakukan bersamaan. Hasil sistem in line ini adalah botol AQUA yang baru dibuat
dapat segera diisi air bersih di ujung proses produksi, sehingga proses produksi
menjadi lebih higienis
Tahun 1998, Pada 4 September 1998, AQUA dan grup Danone sepakat untuk
bergabung. Langkah ini berdampak pada peningkatan kualitas produk dan
menempatkan AQUA sebagai produsen air mineral dalam kemasan (AMDK) yang
terbesar di Indonesia.
e. Faktor Demografi
Tahun 1984 ,Pabrik AQUA kedua didirikan di Pandaan di Jawa Timur, sebagai upaya
agar lebih mendekatkan diri pada konsumen yang berada di wilayah tersebut.
2. Lingkungan Industri
Nilai AQUA Group, Identitas yang unik berasal dari akar yang kuat. AQUA
Group menerapkan nilai-nilai Danone Group, yang menggambarkan visi dan etika binis
kami yang unik. Sejarah nilai-nilai ini mencerminkan komitmen perusahaan kami
terhadap komunikasi yang terbuka dan kerja bersama. Nilai-nilai Danone dibangun oleh
masukan karyawan Danone (Danoner) mengenai nilai-nilai penting apa yang semestinya
menggerakkan perusahaan. Hasil kolaborasi ini adalah empat nilai-nilai Danone yang
menjadi bagian yang dihormati dan menyatu dalam kegiatan kami sehari-hari. Nilai-nilai
ini memandu pengambilan keputusan dan juga cara pandang profesional kami. Nilai-nilai
ini melindungi dan memelihara hal yang benar-benar spesial dari budaya Danone.

13

DAFTAR PUSTAKA
http://ekonomikomiko.blogspot.co.id/2014/05/analisis-lingkungan-eksternal.html#
David, Fred R.,2005. Manajemen Strategis: Konsep, Edisi 10.Jakarta:Salemba Empat.Michael A.
Hitt, R. Duane Ireland, dan Robert E. Hoskisson. 1997, Manajemen Strategis:Menyongsong Era
Persaingan dan Globalisasi, Erlanggahttp://adimas-setyono-putro.blogspot.com/2010/04/matrikifas-dan-efas-pada-bank-mandiri.html

14