Você está na página 1de 10

1. Dapatkah kamu memberikan 2 contoh penilaian beracuan norma?

a) Penilaian kecepatan lari siswa pada mata pelajaran olahraga.


Dalam penilaian kecepatan lari, para siswa dibagi menjadi 2 kelompok yaitu
kelompok laki-laki dan kelompok perempuan. Masing-masing kelompok berbeda
rata-rata kecepatannya misalnya untuk laki-laki bernilai A sedangkan untuk
perempuan bernilai B. Jadi, pelari tercepat pada kelompok perempuan belum tentu
tercepat pada kelompok laki-laki.
b) Penentuan peringkat/ranking siswa pada suatu kelas.
Setiap kelas memiliki rata-rata penilaiannya sendiri untuk menentukan urutan
ranking siswa. Misalnya rata-rata penilaian di Kelas C adalah X sedangkan di
kelas D adalah Y. Jadi, belum tentu siswa yang ranking 1 di Kelas C
sepadan/sejajar dengan siswa yang ranking 1 di Kelas D.
2. Dapatkah kamu memberi 2 contoh penilaian beracuan kriteria :
a) Di tetapkan bahwa mahasiswa baru yang diterima sebagai mahasiswa
Universitas Negeri Surabaya tahun ajaran 2016-2017 dengan predikat tidak
mengikuti ujian adalah mereka yang memiliki nilai STTB minimal rata-rata 8
khusus bagi calon mahasiswa yang berasal dari lulusan Madrasah Aliyah.
Dengan demikian siapa saja calon mahasiswa baru mahasiswa Universitas
Negeri Surabaya yang tidak memiliki kriteria itu, harus melalui tes seleksi.
b) Seseorang dikatakan telah menguasai satu pokok bahasan / kompetensi
bilamana ia telah menjawab dengan benar 75% dari butir soal dalam pokok
bahasan / kompetensi tersebut. Jawaban yang benar 75% atau lebih dinyatakan
lulus, sedang jawaban yang kurang dari 75% dinyatakan belum berhasil dan
harus mengulang kembali.
3. Seorang guru kimia di sebuah SMA menyusun system peringkat dari tahun ke
tahun dimana siswa yang melakukan sejumlah tertentu eksperimen secara
sempurna selama satu semester akan menerima suatu tingkat penghargaan.
Singkat kata, jika siswa berhasil melengkapi paling sedikit empat belas
eksperimen yang dijelaskan oleh kelompok di awal semester, mereka mendapat
nilai A.
Berdasarkan pertanyaan diatas, jenis penilaian mana yang digunakan?
Mengapa demikian?
Penilaian yang digunakan dalam ilustrasi tersebut adalah penilaian beracuan
kriteria karena guru tersebut telah menetapkan suatu kriteria atau patokan yaitu dapat
melengkapi paling sedikit empat belas eksperimen yang dijelaskan oleh kelompok di
awal semester. Sehingga siswa tersebut mendapat nilai A
4. Perhatikan pernyataan di bawah ini:
Wendy Hiller adalah seorang instruktur Bahasa Inggris di sebuah SMP. Dia berkata
rupa-rupanya kita menjadi amat terikat terhadap migrasi suatu etnis tertentu. Karena
populasi siswa di kelasnya mengalami perubahan yang dramatis dari tahun ke tahun,
Wendy harus menunggu tiap tahun untuk memutuskan sistem penilaian, karena
bergantung kemampuan awal siswanya.
Berdasarkan pernyataan di atas, penilaian apa yang digunakan? Mengapa
demikian?

Penilaian yang harus digunakan oleh Wendy Hiller adalah Penilaian Acuan Norma
(PAN) karena penilaian ini menggunakan kriteria yang bersifat relatif dimana
kriterianya selalu berubah-ubah disesuaikan dengan kondisi dan/atau kebutuhan pada
waktu tersebut. Walaupun kelas yang dibimbing oleh Wendy Hiller setiap tahunnya
mengalami perubahan jumlah siswa yang dramatis namun dengan PAN dia akan tetap
dapat melakukan penilaian yaitu berdasarkan rentang tingkat penguasaan seorang
siswa dalam kelompok etnik/sukunya masing-masing. Misalnya ada suku madura,
suku sunda, dan suku jawa dalam kelas itu. Dalam PAN juga ada yang namanya tes
acuan norma dimana para siswa dites untuk mengetahui status seorang siswa dalam
hubungannya dengan performa atau keadaan kelompok siswa lain yang telah
mengikuti tes. Hal inilah yang akan menjadi penyelesaian dari masalah kelas itu yang
kemampuan awal siswanya berbeda-beda.
5. Perhatikan pernyataan dibawah ini :
Berdasarkan data normative yang terkumpul selama tahun-tahun awal dari
pengalaman mengajarnya, Bapak Joe Jergens telah menyusun beberapa harapan yang
terdefinisi secara jelas tentang latar belakang siswanya. Untuk sebuah proyek tertentu
, Joe mengetahui secara tepat apakah siswa mendapatkan nilai A,B dan seterusnya.
Jika dalam satu tahun, kelompok siswa gagal untuk mencapai standar yang telah ia
tentukan, Joe akan menganggap kelompok tersebut tidak akan dapat nilai A dan tidak
juga nilai B dan seterusnya.
Berdasarkan pernyataan di atas, penilaian apa yang digunakan? Mengapa
demikian ?
Penilaian yang digunakan dalam pernyataan diatas adalah Penilaian Acuan Kriteria
(PAK) karena pemberian nilai yang diberikan Bapak Joe Jergens kepada siswanya
berdasarkan kriteria yang telah ditetapkan dan dibuat oleh Bapak Joe Jergens selama
tahun-tahun awal dari pengalamannya mengajar. Dari pembuatan kriteria tersebut
mencermikan tujuan pembelajaran yang akan Bapak Joe ajarkan kepada siswanya dan
sifatnya sudah mutlak. Sehingga apabila siswa nya tidak dapat mencapai kriteria
dalam penilaian A, B dan seterusnya maka siswa tersebut tidak dapat lulus atau tuntas
mata pelajaran tersebut.
6. Perhatikan pernyataan di bawah ini:
Sally smith memberikan nilai siswanya dengan terlebih dulu melihat kurva skor
siswa di kelasnya, kemudian membandingkan skor siswa satu dengan yang lain dalam
kelas sebelum memutuskan berapa banyak siswa yang mendapat nilai A, B, C, D, atau
E.
Berdasarkan pernyataan diatas, penilaian apa yang digunakan? Mengapa
demikian?
Menggunakan penilaian acuan norma (PAN) karena pada dasarnya penilaian yang
menggunakan acuan norma menggunakan kurva norma sebagai alat untuk
membandingkan atau menafsirkan angka yang diperoleh masing-masing siswa.
Dengan demikian maka awan dapat berubah-ubah dari kurva normal yang satu
dengan yang lainnya. Jadi jika hasil ujian siswa mendapat nilai yang baik maka
patokannya pun juga ikut naik, sebaiknya jika hasil ujiannya kurang baik maka
patokannya yang dipakai kurang juga, ikut turun. Dalan PAN penentuan skor siswa
dilakukan tanpa memandang kesulitan suatu tes secara teliti. Penerapan PAN sering
kali dianggap tidak adil dan membuat persaingan yang tidak sehat antar siswa.

7. Perhatikan pernyataan di bawah ini!


Berdasarkan fakta yang telah dibaca tentang bahaya memberi nilai berdasarkan pada
perkembangan skor atau pada hubungannya dengan potensi siswa, seorang pengajar
kelas 4 SD memberi penilaian berdasar skor perkembangan pre tes dan post tes
sebagai suatu fungsi terhadap potensinya. Para siswa yang dalam setiap tahun
kelasnya menunjukkan perkembangan terbaik berkaitan dengan kecerdasannya maka
ia mendapat penilaian terbaik atau sebaliknya.
Berdasarkan pernyataan diatas, penilaian apa yang digunakan? Mengapa
demikian?
Penilaian yang digunakan berdasarkan pernyataan diatas adalah metode penilaian
acuan kriteria/patokan (PAK/PAP). Pernyataan diatas lebih spesifik menjelaskan
tentang jenis dan tingkat pencapaian kemampuan setiap siswa. Skor pre tes
menunjukkan kemampuan awal yang dimiliki siswa, skor ini sebagai patokan awal.
Skor post tes menunjukkan apakah kemampuan siswa sudah ada peningkatan atau
tidak. Dari sini, pengajar dapat menilai setiap siswa yang memperoleh peningkatan
kemampuan atau tidak.
8. Perhatikan data dibawah ini :
Skor mentah dari 30 siswa adalah sebagai berikut : (skor maks 60)
46
37
51
42
34

39
24
49
30
38

32
38
40
35
28

31
44
45
36
27

43
17
41
35
33

32
48
25
20
53

Dengan menggunakan standar lima (gunakan PAP), jika Sandy memiliki skor
mentah 38, berapakah nilai yang diperoleh Sandy?
Skor Maksimal 60

Batas- batas kriteria :


-

90%

80%

x 60= 48

65%

x 60 =39

55%

x 60= 33

x 60= 54

Pedoman Konversi menjadi


SKOR MENTAH

SKOR
STANDAR

54-60

48-53

39-47

33-38

0-32

Jadi, jika Arman mendapat skor mentah 37 berarti Sandy mendapat skor standar D. Ini
berarti Sandy belum menguasai batas minimal penguasaan tujuan pembelajaran yang
ditetapkan.
9. Di kelasnya, Arman memperoleh nilai B. Di kelas lain dengan data yang lain,
apakah Arman juga memperoleh nilai B? Mengapa demikian?
Ada 2 kemungkinan apakah Arman tetap mendapatkan nilai B atau nilai C bahkan A
jika data data nilai dikelas Arman digabungkan dengan data nilai dikelas lain,
semuanya bergantung pada penilaian yang digunakan oleh pengajar.
1) Arman akan tetap mendapatkan nilai B apabila kriteria penilaian menggunakan
penilaian acuan kriteria/patokan (PAK/PAP). Penilaian jenis ini menunjukkan
pengetahuan dan keterampilan spesifik yang telah dikuasai masing-masing siswa.
PAK/PAK sudah mempunyai patokan nilai tertentu untuk menilai kemampuan
siswa. Misalnya,
Rentang Nilai
Nilai
90 100
A
80 89
B

65 -79
55 64
0 54

C
D
E

2) Arman akan mendapatkan nilai yang berbeda (bukan B) apabila kriteria penilaian
menggunakan metode penilaian acuan norma (PAN). Penilaian jenis ini
menafsirkan pada kedudukan seseorang relatif terhadap orang lain. Apabila ratarata nilai dikelas Arman lebih tinggi maka Arman kemungkinan bisa
mendapatkan nilai yang lebih tinggi dari sebelumnya. Apabila rata-rata nilai kelas
Arman sama dengan kelas lain maka nilai yang diperoleh Arman tetap yaitu B.
Apabila rata-rata nilai kelas Arman lebih rendah dari pada rata-rata nilai kelas lain
maka tentunya Arman kemungkinan akan mendapatkan nilai dibawah B.
10. Perhatikan skor mentah dari 30 siswa dibawah ini:
(skor max 60)
46 39
32
31
43
32
37 24
38
44
17
48
51 49
40
45
41
25
42 30
35
36
35
20
34 38
28
27
33
53
Dengan menggunakan langkah standar sebelas (gunakan PAN), jika Sandy memiliki
skor mentah 38, berapakah nilai yang diperoleh Sandy?
X1
46
37
51
42
34
39
24
49
30
38
32
38
40
35
28
31
44
45
36
27
43
17

X12
2116
1369
2601
1764
1156
1521
576
2401
900
1444
1024
1444
1600
1225
784
961
1936
2025
1296
729
1849
289

41
35
33
32
48
25
20
53

1681
1225
1089
1024
2304
625
400
2809
1103

42167

Keterangan:

= nilai standar deviasi


Nilai rata-rata dari skor mentah yang diperoleh:

Perhitungan dengan skala sebelas


10
M+ 2,25 SD = 36,77 + 2,25 x 7,45 = 53,5325
9
M+ 1,75 SD = 36,77 + 1,75 x 7,45 = 49,8075
8
M+ 1,25 SD = 36,77 + 1,25 x 7,45 = 46,0825
7
M+ 0,75 SD = 36,77 + 0,75 x 7,45 = 43,3575
6

M+ 0,25 SD= 36,77 + 0,25 x 7,45 = 38,6325


5
M- 0,25 SD = 36,77 0,25 x 7,45 = 34,9075
4
M- 0,75 SD = 36,77 0,75 x 7,45 = 31,1825
3
M- 1.25 SD = 36,77 1,25 x 7,45 = 27,4574
2
M-1,75 SD = 36,77 1,75 x 7,45 = 23,7325
1
M-2,25 SD = 36,77 2,25 x 7,45 = 20,0075
0
Jadi skor mentah 38 yang akan diperoleh Sandy dari skala sebelas yaitu nilai 6.
11. Perhatikan skor mentah dari 30 siswa di bawah ini:
46
39
32
31
43
32
37
24
38
44
27
48
51
49
40
45
41
25
42
30
35
36
35
20
34
38
28
27
33
53
Berapakah peringkat persentil pada setiap skor mentah tersebut?
Peringkat Persentil =
Skor Tes

Frekuensi

53
51
49
48
46
45
44
43
42
41
40
39
38
37
36
35
34
33
32
31

1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
2
1
1
2
1
1
2
1

Frekuensi
Kumulatif
30
29
28
27
26
25
24
23
22
21
20
19
18
16
15
14
12
11
10
8

Peringkat Persentil
98
95
92
88
85
82
78
75
72
68
65
62
57
52
48
43
38
35
30
25

30
28
27
25
24
20

1
1

7
6

2
1
1
1
N=30

5
3
2
1

22
18
13
8
5
2

12. Jelaskan, mungkinkah seseorang memiliki peringkat persentil 100?


Mungkin, karena persentil dapat ditafsirkan sebagai peringkat dari 100 orang dalam
perbandingan kelompok. Jika jumlah siswa dibawah angka + frekuensi siswa pada
angka tersebut sama dengan jumlah siswa (N) maka seseorang dapat memiliki
peringkat persentil 100.
13. Pada kelas yang sama, Joe memiliki peringkat persentil (pp)=75 dan Michael
memiliki pp= 45. Jelaskan, manakah yang lebih pandai ?
14. Marry di kelas X memiliki PP=80 dan Diany di kelas Y memiliki PP=70. Apa
yang kamu pikirkan tentang kasus ini?
Marry di kelas X memiliki PP=80 (skor mentah=65) dan Diany di kelas Y
memiliki PP=70 (skor mentah=65). Manakah kelas yang lebih baik? Mengapa
demikian?
Kelas Y lebih baik daripada kelas X
Karena pada kelas X yang memiliki PP = 80 (skor mentah 65) diketegorikan termasuk
kelas kelompok atas sedangkan pada kelas Y yang memiliki PP = 70 (skor mentah 65)
dikatogorikan termasuk kelas kelompok bawah.
15. Perhatikan teks berikut ini:
Empat siswa memiliki nilai sebagai berikut:
Melati
:87969
Mawar
:78888
Anggrek
:99966
Kaktus
:77799
Siapakah yang menduduki tempat teratas?
Dari data diatas untuk mengetahui siapa yang menduduki tempat teratas dapat
dilakukan dengan cara mencari rata-rata nilai dari setiap siswa. siswa yang
mempunyai rata-rata tertinggilah yang menduduki tempat teratas.
Nama
Nilai
Rata-rata
1
2 3 4 5
Melati
8
7 9 6 9
7,8
Mawar
7
8 8 8 8
7,8
Anggrek
9
9 9 6 6
7,8
Kaktus
7
7 7 9 9
7,8
16. Perhatikan pertanyaan berikut ini :
Pertanyaan 1 : Apakah yang dimaksud dengan energi ionisasi ?
Jawaban
: Energi ionisasi adalah energi yang dibutuhkan untuk melepas
sebuah elektron dari kulit terluar sebuah atom atau ion dalam
keadaan gas.

Pertanyaan 2 : Seimbangkan persamaan redoks berikut dengan metode


setengah reaksi
Cr2O72- + H2S Cr3+ + S
Jawab

( larutan asam )

: Gunakan langkah-langkah dibawah ini


Langkah 1. Bagi persamaan kedalam setengah reaksi
Cr2O72- Cr3+
H2S S
Langkah 2. Seimbangkan Cr pada persamaan pertama
Cr2[O72- 2Cr3+
H2S S
Langkah 3. Seimbangkan oksigen dengan H2O
Cr2O72- 2Cr3+ + 7H2O
H2S S
Langkah 4. Seimbangkan hidrogen dengan H+
14H+ + Cr2O72- 2Cr3+ + 7H2O
H2S S + 2H+ + 2eLangkah 6 dan 7. Kalikan persamaan kedua dengan 3 sehingga
membuat elektron yang diterima sama dengan elektron yang
dilepas
Kemudian tambah setengah reaksi bersama
6e- + 14H+ + Cr2O72- 2 Cr3+ + 7H2O
3H2S 3S + 6H+ + 6e14H+ + Cr2O72- + 3H2S 2Cr3+ + 7H2O + 3S + 6H+
Langkah 8. Coret apa saja yang sama di lain sisi. 6H + dihapuskan
dari sisi kanan, yang meninggalkan 8H+ di kiri. Persamaan
akhirnya

8H+ + Cr2O72- + 3H2S 2Cr3+ + 7H2O + 3S


Bagaimana cara penskoran untuk jawaban diatas ?
Cara penskoran untuk jawaban diatas
-

Untuk point b siswa diminta untuk menuliskan langkah-langkah

penyetaraan setengah reaksi


Dalam point b ada 8 langkah yang harus ditempuh siswa agar
mendapatkan jawaban yang benar. Maka Guru memberi skor 1 dalam
tiap langkah penyetaraan reaksi. Jadi, jika siswa menjawab dengan benar

(8 langkah) maka siswa tersebut mendapat skor 8


Maka dari itu, untuk point a Guru bisa memberi skor 2 untuk jawaban
yang benar. Karena hanya ada 1 jawaban yang tepat untuk pengertian

energi Ionisasi
Sehingga total nilai dari soal tersebut adalah 10 apabila siswa mampu
menjawab dengan benar.