Você está na página 1de 3

Nama: Putu Dessy Kurnia Dewi

NIM: 1515351168
No. Absen: 38

Aspek Keperilakuan Dalam Akuntansi Pertanggungjawaban


A. Akuntansi Pertanggungjawaban
Akuntansi Pertanggungjawaban (responsibility accounting) merupakan istilah yang
digunakan dalam menjelaskan akuntansi perencanaan serta pengukuran dan evaluasi kinerja
organisasi sepanjang garis pertanggungjawaban. Salah satu tujuan akuntansi
pertanggungjawaban adalah memastikan bahwa individu-individu pada seluruh tingkatan di
perusahaan telah memberikan kontribusi yang memuaskan terhadap pencapaian tujuan
perusahaan secara menyeluruh. Hal ini dicapai dengan membagi-bagi suatu perusahaan ke
pusat-pusat pertanggungjawaban individual. Akuntansi pertanggungjawaban memungkinkan
dilakukannya manajemen berdasarkan perkecualian (management by exceptions) dan
manajemen berdasarkan tujuan (management byobjectives).
B. Akuntansi Pertanggungjawaban Versus Akuntansi Konvensional
Perbedaan antara akuntansi pertanggungjawaban dengan akuntansi konvensional dapat
dilihat dari cara operasi direncanakan dan data akuntansi diklasifikasikan serta
diakumulasikan. Dalam akuntansi konvensional, data diklasifikasikan berdasarkan hakikat
atau fungsinya dan tidak digambarkan sebagai individu-individu yang bertanggung jawab
atas terjadinya dan pengendalian terhadap data tersebut. Sedangkan, dalam akuntansi
pertanggungjawaban menekankan pada individu-individu yang telah diberikan tanggung
jawab atas pengendalian terhadap data tersebut.
C. Jenis-Jenis Pusat Pertanggungjawaban
Dalam akuntansi pertanggungjawaban terdapat pusat pertanggungjawaban, jadi
pencatatan dilakukan pada masing-masing pusat pertanggungjawaban tersebut. Pusat
pertanggungjawaban dikelompokan ke dalam 4 kategori, yaitu:
1) Pusat Pendapatan
Dalam pusat pendapatan yang dikumpulkan hanya pendapatan, dan bertanggung
jawab hanya atas pendapatan.
2) Pusat Biaya
Manajer pusat biaya memiliki kendali hanya atas biaya yang dikeluarkan dalam
perusahaan. Secara umum, pusat biaya dibedakan menjadi dua, yaitu:
a) Pusat Biaya Teknik atau Pusat Biaya Standar, merupakan pusat biaya yang
sebagian besar biayanya memilki hubungan fisik yang erat dengan output yang
dihasilkan. Dalam perhitungannya, biaya teknik menggunakan standar tertentu
dan standar tersebut dapat dihitung.
b) Pusat Biaya Kebijakan, adalah pusat biaya yang sebagian besar biayanya tidak
mempunyai hubungan erat dengan output yang dihasilkan. Standar untuk
biaya kebijakan tidak dapat dihitung, karena sesuai dengan kebijakan yang
telah ditentukan oleh perusahaan.

3) Pusat Laba
Manajer pusat laba memiliki kendali baik atas pendapatan maupun biaya.
4) Pusat Investasi
Manajer pusat investasi bertanggung jawab terhadap investasi dalam aset serta
pengendalian atas pendapatan dan biaya.
D. Korelasi Dengan Struktur Organisasi
Untuk berfungsi dengan memadai, pusat pertanggungjawaban seharusnya serupa
dengan struktur organisasi. Dalam struktur organisasi perusahaan dapat dibedakan menjadi
dua yaitu:
1) Struktur Vertikal
Struktut organisasi di bentuk berdasarkan fungsi-fungsi yang ada dalam
perusahaan.
2) Struktur Horizontal
Struktur organisasi di bentuk berdasarkan area geografis, atau bisa berdasarkan unit
bisnisnya.
Dalam pemilihan struktur organisasi perusahaan, tergantung pada seberapa besar
organisasi tersebut untuk organisasi yang cukup besar akan menggunakan struktur horizontal
dan sebaliknya untuk organisasi yang kecil biasanya menggunakan struktur vertikal.
E. Menetapkan Pertanggungjawaban
Setelah memilih jenis dari struktur organisasi, selanjutnya dalam membangun suatu
sistem pertanggungjawaban yang efektif secara keperilakuan adalah dengan menggambarkan
pertanggungjawaban. Penggambaran akhir dari pertanggungjawaban seharusnya seimbang
dan diterima oleh semua pihak yang terlibat.
F. Perencanaan, Akumulasi
Pertanggungjawaban

Data,

dan

Pelaporan

Berdasarkan

Pusat

Anggaran Pertanggungjawaban, dalam proses penyusunan anggaran akan efektif jika


dimulai dari tingkat organisasi paling bawah dimana anggaran disusun, kemudian diteruskan
ke tingkat yang lebih tinggi.
a) Akumulasi Data, dalam akumulasi data diperlukan tia klasifikasi. Pertama, biaya
diklasifikasikan berdasarkan pusat pertanggungjawaban. Kedua, dalam setiap pusat
pertanggung jawaban, biaya tersebut diklasifikasikan berdasarkan bisa atau
tidaknya biaya dikendalikan. Ketiga, biaya tersebut diklasifikasikan berdasarkan
jenis biaya atau pos-pos pelaporan.
b) Pelaporan Pertanggungjawaban, dalam pelaporan pertanggungjawaban melaporkan
kejadian berdasarkan akun dan tanggung jawab fungsional dari individu-individu.
G. Asumsi Keperilakuan Dari Akuntansi Pertanggungjwaban
1) Manajemen Berdasarkan Perkecualian
Dalam manajemen berdasarkan perkecualian, manajer memfokuskan pada bidangbidang dimana hasil aktual menyimpang secara substansional dari tujuan yang
dianggarkan atau standar.
2) Manajemen Berdasarkan Tujuan

Manajer memfokuskan pada tujuan-tujuan perusahaan yang ingin dicapai.

Daftar Rujukan
Lubis, Arfan Ikhsan, 2010, Akuntansi Keperilakuan, Edisi 2, Salemba Empat, Jakarta.