Você está na página 1de 3

3.6.1.

Jumlah, Kepadatan, Laju, dan Distribusi


Penduduk Kota Bandung pada Tahun 2011 adalah sebanyak 2.412.148 jiwa. Jumlah
penduduk tersebut mendiami wilayah seluas 16.729,65 Ha (167,29 Km2) sehingga ratarata
kepadatan penduduk di Kota Bandung adalah 14.192 jiwa per km2 dengan Laju Pertumbuhan
Penduduk (LPP) sebesar 1,81%. Kondisi LPP yang relatif tinggi diakibatkan oleh adanya
fertilitas yang masih tinggi dan banyaknya migrasi masuk atau dengan kata lain penduduk
yang datang masih lebih banyak daripada penduduk yang keluar Kota Bandung. Sebagai
pusat kegiatan penting, maka di sekitar Kota Bandung berkembang daerah daerah hinterland
seperti Kabupaten Bandung dan Bandung Barat, wilayah Kabupaten Sumedang bagian barat
serta Kota Cimahi yang dihuni oleh penduduk yang berjumlah besar pula. Kabupaten
Bandung, Bandung Barat dan Kota Cimahi pada tahun 2011 dapat mencapai jumlah
penduduk 5 jutaan. Dengan peran sebagai pusat orientasi wilayah, maka pergerakan
penduduk antara pusat dan hinterland menjadi bercampur, sehingga realitas jumlah penduduk
yang beraktivitas di Kota Bandung cenderung melebihi jumlah penduduk yang teregistrasi.
Rata-rata pertumbuhan jumlah penduduk Kota Bandung antara Tahun 2005-2011 adalah
sebesar 1,43%. Dengan kondisi tersebut, maka diperkirakan pada tahun 2013, jumlah
penduduk Kota Bandung mencapai hampir 2,6 juta jiwa. Pertambahan jumlah penduduk ini
dapat menjadi beban berat apabila secara bersamaan daerah sekitarnya juga terus mengalami
pertambahan penduduk. Bila biaya hidup dan beraktivitas di Kota Bandung semakin
kompetitif dan mahal, pertumbuhan penduduk bisa semakin melambat, hingga mencapai 2,4
juta jiwa. Jumlah ini tetap mengisyaratkan Kota Bandung sebagai Kota Penting, namun
penduduk yang beraktivitas di dalamnya melakukan komuter dan tinggal di daerah sekitar
Kota Bandung. Dalam kondisi ini tetap saja beban bayangan jumlah penduduk yang besar,
menjadi isu penting Kota Bandung di masa datang. Dengan luas wilayah sekitar 16.729 Ha,
maka kepadatan penduduk Kota Bandung pada Tahun 2011 adalah 142 jiwa/Ha. Seluruh
jumlah penduduk tersebut tersebar di kecamatan yang ada. Distribusi jumlah penduduk
terbesar adalah Kecamatan Bandung Kulon, yaitu mencapai jumlah 120.733 jiwa atau
mencapai 5,5% dari seluruh jumlah penduduk Kota Bandung. Kecamatan dengan jumlah
penduduk tersedikit adalah Kecamatan Cinambo, dengan jumlah penduduk sekitar hampir
20.000 jiwa atau sekitar 0,9% jumlah penduduk Kota Bandung. Dari kecamatan yang ada,
sekitar 50% penduduk tinggal di 10 kecamatan saja, yaitu Bandung Kulon, Batununggal,
Kiaracondong, Babakan Ciparay, Coblong, Bojongloa Kaler, Cibeunying Kidul, Andir,
Sukajadi dan Cicendo, yang rata-rata proporsi jumlah penduduknya mencapai 4%. Distribusi
persentase jumlah penduduk Kota Bandung menurut kecamatan dapat dilihat pada tabel ini.
Tabel 3.1 kepadatan penduduk berdasarkan kecamatan

Sumber : BPS kota Bandung 2011

3.6.2. Struktur Penduduk


Selanjutnya penduduk Kota Bandung dapat dianalisis menurut struktur umurnya.
Struktur umur ini adalah informasi yang sangat penting karena berkaitan dengan
perkembangan persentase kelompok sasaran pembangunan. Misalnya proporsi penduduk
pada tingkat pendidikan dasar, menengah, tinggi, remaja, usia kerja (produktif), usia lanjut.
Besaran komposisi penduduk ini akan menentukan kebutuhan layanan pada setiap kelompok.

Bila dilihat dari struktur usia penduduk Kota Bandung, yang tergolong menonjol adalah usia
masa awal usia kerja (25-34 tahun) dan pada usia pendidikan tinggi (20-24 tahun). Pada
kedua kelompok ini terlihat pola lonjakan bila dibandingkan dengan usia pendidikan dasarmenengah. Artinya secara normal sebenarnya strukturnya akan semakin menyempit mulai
dari usia balita sampai dengan usia lanjut. Lonjakan pada usia tersebut di atas,
mengindikasikan bahwa di Kota Bandung terjadi migrasi masuk yang sangat besar, yaitu
mahasiswa-mahasiswa yang melanjutkan studinya di Kota Bandung dan sekaligus tempat
mencari kerja pada penduduk usia-usia awal kerja. Struktur seperti ini patut mendapat
perhatian, karena kemungkinan akan selalu berulang. Antisipasi atas peristiwa seperti ini
harus selalu dilakukan dalam mengupayakan pembangunan dan pelayanan publik di Kota
Bandung. Secara lengkap, distribusi struktur umur penduduk di Kota Bandung dapat dilihat
dalam gambar berikut.
Tabel 3.2 Jumlah penduduk menurut usia dan jenis kelamin

Sumber : BPS kota Bandung 2011