Você está na página 1de 23

ANATOMI DAN FISIOLOGI MANUSIA "

Sistem Rangka"
BAB I
PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG
Tubuh manusia maupun hewan lain seperti yang telah kita ketahui memiliki struktur
yang kompleks dimana tubuh manusia tersusun atas jaringan-jaringan dasar. Keempat tipe
jaringan dasar itu antara lain yakni jaringan epitel, jaringan ikat, otot, dan jaringan saraf.
Selain itu, tubuh manusia juga didukung oleh sistem rangka. Sistem inilah yang menyokong
tubuh, termasuk jaringan dasar penyusun tubuh manusia. Peranannya sangat vital bagi tubuh
manusia. Rangka pada makhluk hidup memiliki peranan yang sangat penting, diantaranya
menyokong tubuh, memberi bentuk pada bangunan tubuh, sebagai alat gerak pasif, dan yang
paling penting adalah melindungi organ-organ vital lainnya, seperti tengkorak yang
melindungi otak dan ruas-ruas tulang rusuk yang melindungi paru-paru, dan seterusnya.
Sistem rangka sebagai alat gerak pasif mempunyai peranan yang sangat penting, maka
sangat perlu sistem ini untuk diketahui struktur, susunan, maupun letaknya. Percobaan sistem
rangka dilakukan karena sistem rangka merupakan salah satu bagian yang sangat penting.
Sistem rangka adalah suatu sistem yang dibangun oleh struktur-struktur keras dari tubuh yang
sifatnya menyokong dan melindungi. Dari pengertian inilah kita dapat menyimpulkan bahwa
tiap organisme memiliki sistem rangka yang berfungsi untuk melindungi dan menyokong
tubuh suatu organisme. Akan tetapi penyusun sistem rangka organisme yang berbeda
tentunya berbeda pula. Hal ini tergantung pada letak dan fungsi dari rangka-rangka yang
menyusun tubuh suatu organisme.

Adapun hal yang melatarbelakangi praktikum ini yaitu untuk mengidentifikasi jenis
dan jumlah tulang penyusun rangka manusia. Sehingga di dalam laporan tetap ini akan
dibahas lebih mendalam mengenai sistem rangka manusia berdasarkan hasil pengamatan
yang telah dilakukan.

B. RUMUSAN MASALAH

Bagaimana struktur penyusun sistem rangka pada manusia ?

C. TUJUAN

Untuk mengetahui apa saja struktur yang menyusun sistem rangka pada manusia !

BAB II
KAJIAN PUSTAKA

Sistem rangka merupakan suatu sistem yang dibangun oleh struktur-struktur keras
dari tubuh yang sifatnya menyokong dan melindungi. Sistem ini meliputi eksoskeleton dan
endoskeleton. Eksoskeleton secara embriologis berasal dari epidermis , dermis atau
keduanya. Sedangkan endoskeleton secara embriologis berasal dari jaringan subdermal, yaitu
endoskeleton tulang, endoskeleton rawan dan korda. Eksoskeleton umumnya dijumpai pada

hewan invertebrata. Sedangkan pada vertebrata lebih dikenal sebagai dermal skeleton. Dan
Endoskeleton umumnya dijumpai pada hewan veretebrata. Sistem rangka adalah suatu sistem
organ yang memberikan dukungan fisik pada makhluk hidup. Sistem rangka umumnya dibagi
menjadi tiga tipe: eksternal, internal, dan basis cairan (rangka hidrostatik), walaupun sistem
rangka hidrostatik dapat pula dikelompokkan secara terpisah dari dua jenis lainnya karena
tidak adanya struktur penunjang.(www.wikipedia/org/rangka-manusia)
Tulang terdiri atas sel-sel (osteosit, osteoblas dan osteoklas) dan matriks ekstra
selluler yang tersusun dari serat-serat kolagen organik yang tertanam pada substansi dasar
dan garam-garam anorganik tulang seperti fosfor dan kalsium.(Wisnu.1979:215)
Klasifikasi tulang menurut bentuknya terbagi atas :
1. Tulang panjang, yaitu tulang yang berbentuk silindris, yang terdiri dari diafisis dan epifisis
yang berfungsi untuk menahan berat tubuh dan berperan dalam pergerakan.
2. Tulang pendek, yaitu tulang yang berstruktur kuboid yang biasanya ditemukan berkelompok
yang berfungsi memberikan kekuatan kekompakan pada area yang pergerakannya terbatas.
3. Tulang pipih, yaitu tulang yang strukturnya mirip lempeng yang berfungsi untuk memberikan
suatu permukaan yang luas untuk perlekatan otot dan memberikan perlindungan.
4.

Tulang ireguler, yaitu tulang yang bentuknya tidak beraturan dengan struktur tulang yang
sama dengan tulang pendek.

5.

Tulang sesamoid, yaitu tulang kecil bulat yang masuk dalam formasi persendian yang
bersendian yang bersambungan dengan kartilago, ligament, atau tulang lainnya.
(Syarifuddin.2006: 145)
Rangka tubuh manusia tersusun atas tiga macam jenis tulang, yaitu tulang rawan
(kartilago), tulang keras dan pengikat sendi (ligamen). (Kus. 2004 : 44)

BAB III
METODOLOGI
A. PELAKSANAAN

Hari/ tanggal

: Kamis, 30 Mei 2013

Tempat

: LAB BIOLOGI

Waktu

Tujuan

: 16.00 selesai

Untuk mengidentifikasi jenis dan jumlah tulang penyusun rangka manusia


B. ALAT DAN BAHAN

Alat

Alat peraga (turso) rangka manusia


C. CARA KERJA

Mengamati gambar atau torso (model) rangka manusia, dan membandingkan tulang tulang
pembentuk anggota gerak dimulai dari bagian atas sampai bawah anggota tubuh.

Mencatat hasil pengamatan dalam tabel.

D. HASIL PENGAMATAN
Tabel Hasil Pengamatan
Tabel 1. Tulang Pembentuk Tengkorak

Bagian tulang tengkorak

Tulang tempurung

Nama tulang penyusun

Jumlah

Tulang dahi (Frontalis)

Tulang ubun-ubun (Parietalis)

Tulang pelipis (Temporalis)

(kranium)

Tulang wajah

Tulang kepala belakang (Osipitalis)

Tulang baji (Stenoid)

Tapis (Ethmoid)

Tulang rahang atas (Maksilaris)

Tulang hidung (Nasalis)

Tulang pipi (Zigomatikus)

Tulang air mata (Lakrimalis)

Tulang langit-langit (Palatinus)

Tulang konka nasalis inferior

Tulang rahang bawah (Mandibula)

Tabel 2. Tulang Penyusun Tulang Punggung

Bagian tulang

Nama tulang penyusun

Jumlah

Tulang belakang

Tulang leher (Serviks)

Tulang punggung (Thorax)

12

Tulang pinggang (Lumbar)

Tulang selangkang (Sacrum)

Pada bayi ada 5, ketika


dewasa berfusi menjadi 1

Tulang ekor (Koksigea)

Pada bayi ada 4, ketika


dewasa.

Bagian tulang

Nama tulang penyusun

Tulang dada (Sternum) Manubrium

Jumlah
1

Gladiolus

Xifoid

1
(namun setelah dewasa
ketiga tulang ini berfusi
menjadi 1)

Tulang rusuk (Costa)

Tulang rusuk sejati

Tulang rusuk palsu

Tulang rusuk melayang

Tabel 3. Tulang Pembentuk Anggota Gerak

Tulang-Tulang Rangka Apendikuler

Tulang

Bagian atas

Nama tulang penyusun

Jumlah

Tulang selangka (Klavikula)

Tulang belikat (Skapula)

Tulang pangkal lengan (Humerus)

Tulang hasta (Ulna)

Tulang pengumpil (Radius)

Tulang pergelangan tangan (Karpal):

16 (8 pada tiap tangan)

Skafoid

Lunate

Triquetrum

Pisiform

Trapesium

Trapesoid

Kapitatum

Hamate

Tulang telapak tangan (Metakarpal)

10

Jari tangan (Falanges)

28

Bagian bawah Tulang koksa atau inomiat

2 (masing-masing
merupakan gabungan

Ileum
Ischium
Pubis
Tulang paha (Femur)

dari 3 tulang di kiri dan


kanan)
1
1

Tulang lutut (Patella)

Tulang betis (Fibula)

Tulang kering (Tibia)

Tulang pergelangan kaki (Tarsal):

Kalkaneus

Talus

14 (7 pada tiap kaki)

Kuboid

Navikular

Kuneformis

Tulang telapak kaki (Metatarsal)

Jari kaki (Falanges)

6
10
28

Gambar Hasil Pengamatan


Tulang Tengkorak

Rangka Manusia

BAB IV
PEMBAHASAN

Berdasarkan hasil pengamatan yang telah dilakukan ada tiga macam jenis tulang,
yaitu tulang rawan (kartilago), tulang keras dan pengikat sendi (ligamen). Sedangkan
berdasarkan bentuknya, tulang dibedakan menjadi tulang pipa atau tulang panjang, tulang
pipih dan tulang pendek. Tulang pipa atau tulang panjang (Long Bone) sesuai dengan
namanya tulang pipa memiliki bentuk seperti pipa atau tabung dan biasanya berongga.
Tulang pipa terbagi menjadi tiga bagian yaitu: bagian tengah disebut diafisis, bagian ujung
disebut epifisis dan diantara epifisis dan diafisis disebut cakra epifisis. Beberapa contoh
tulang pipa adalah pada tulang tangan diantaranya tulang hasta (ulna), tulang pengumpil
(radius) serta tulang kaki diantaranya tulang paha (femur), dan tulang kering (tibia). Tulang
Pipih (Flat Bone) bentuk tulang yang kedua yaitu tulang pipih. Tulang pipih tersusun atas dua
lempengan tulang kompak dan tulang spons, didalamnya terdapat sumsum tulang.
Kebanyakan tulang pipih menyusun dinding rongga, sehingga tulang pipih ini sering
berfungsi sebagai pelindung atau memperkuat. Contohnya adalah tulang rusuk (costa), tulang
belikat (scapula), tulang dada (sternum), dan tulang tengkorak. Dan Tulang Pendek (Short
Bone). Dinamakan tulang pendek karena ukurannya yang pendek dan berbentuk kubus
umumnya dapat kita temukan pada pangkal kaki, pangkal lengan, dan ruas-ruas tulang
belakang.
Tulang tulang dalam tubuh membentuk sistem rangka. Rangka manusia terdiri dari
206 tulang. Sistem rangka ini bersama-sama menyusun kerangka tubuh. Secara garis besar
rangka manusia yang terdiri dari 206 tulang tersebut dibagi menjadi dua, yaitu rangka aksial
(sumbu tubuh) dan rangka apendikuler (anggota tubuh). Rangka apendikuler (anggota tubuh )
terdiri atas tiga kelompok besar yaitu tulang tengkorak, tulang badan dan tulang anggota
gerak.
Pertama, Tulang tengkorak . Tengkorak adalah tulang kerangka dari kepala yang
disusun menjadi dua bagian, yaitu tengkorak (kranium) bagian pelindung otak terdiri atas

delapan tulang dan tengkorak wajah terdiri atas tiga belas tulang. Tulang tulang tengkorak
berbentuk pipih, saling berhubungan dan membentuk rongga. Tulang tulang

ini

mengelilingi dan melindungi otak yang ada di dalamnya. Tulang tengkorak terdiri atas tulang
tengkorak bagian kepala (tempurung kepala) dan tulang tengkorak bagian muka (wajah) yaitu
:
1) Tulang tengkorak bagian kepala (tempurung kepala) terdiri atas:
a) tulang kepala belakang atau tulang oksipital (1 buah)
b) tulang ubun-ubun atau tulang parietal (2 buah)
c) tulang dahi atau tulang frontal (1 buah)
d) tulang baji atau tulang sfenoid (2 buah)
e) tulang pelipis atau tulang temporal (2 buah)
2) Tulang tengkorak bagian muka terdiri atas:
a) tulang rahang atas atau tulang maksila (2 buah)
b) tulang rahang bawah atau tulang mandibula (2 buah)
c) tulang langit-langit atau tulang palatinum (2 buah)
d) tulang hidung atau tulang nasale (2 buah)
e) tulang pipi atau tulang zigomatikus (2 buah)
f) tulang mata atau tulang lakrimalis (2 buah)
g) tulang pangkal lidah (1 buah).

Kedua, Tulang badan. Tulang tulang yang membentuk rangka badan terdiri atas
tulang punggung atau belakang, tulang rusuk, tulang dada, bahu dan panggul.
1) Kelompok tulang belakang (kolumna vertebralis) . Tulang belakang berbentuk tulang pendek
dan tulang berjumlah 33 ruas. Pada manusia, tulang belakang terbagi atas lima bagian, yaitu:

7 ruas tulang leher (vertebra servikal)

12 ruas tulang punggung (vertebra torakalis)

5 ruas tulang pinggang (vertebra lumbalis)

5 ruas tulang kelangkang (vertebra sakralis)

4 ruas tulang ekor (vertebra koksigeus).

Ruas-ruas tulang belakang membentuk sumbu tubuh yang tidak lurus. Jika dilihat dari
samping, tulang belakang berbentuk melengkung. Lengkungan ini berfungsi untuk
menunjang keseimbangan badan. Ruas tulang belakang saling berhubungan melalui saluran
di tengah setiap ruas. Saluran tersebut melindungi sumsum tulang belakang yang terdapat di
dalam sepanjang tulang belakang.
2) Kelompok tulang dada. Tulang dada merupakan tempat melekatnya tulang rusuk bagian
depan. Bentuk tulang dada pipih, panjang kurang lebih 15 cm, dan terletak di bagian tengah
dada. Tulang dada mempunyai bagian yang terdiri atas:

Bagian hulu. Bagian hulu merupakan tempat melekatnya tulang selangka, sedangkan bagian
badan merupakan tempat melekatnya tujuh pasang tulang rusuk.

Bagian badan

Bagian taju pedang.

3) Kelompok tulang rusuk. Jumlah tulang rusuk dua belas pasang. terdiri atas tiga jenis tulang,
yaitu:

Tulang rusuk sejati (costa vera). Berjumlah tujuh pasang dan melekat pada tulang punggung
dan tulang dada.

Tulang rusuk palsu (costa spuria) berjumlah tiga pasang dengan bagian melekat pada tulang
punggung, sedangkan bagian depan melekat pada tulang rusuk di atasnya.

Tulang rusuk layang (costa fluctuantes). Berjumlah dua pasang dengan bagian belakang
melekat pada tulang punggung, sedangkan bagian depan melayang.
Antara tulang dada, tulang punggung, dan tulang rusuk terbentuk rongga dada yang
merupakan ruang bagi jantung dan paru-paru. Dengan demikian, tulang dada, tulang rusuk,
dan tulang punggung berfungsi melindungi jantung dan paru-paru.

4) Kelompok tulang bahu. Gelang bahu terletak di kanan dan kiri tubuh, maing-masing tersusun
atas tulang selangka dan tulang belikat. Tiap tulang selangka terletak di sebelah depan dan
masing-masing menghubungkan gelang kanan dan kiri dengan tulang dada. Tulang belikat
terletak di sebelah belakang dan berhubungan dengan tulang rusuk. Tulang belikat berbentuk
segitiga pipih serta mempunyai tonjolan yang disebut paruh gagak.
5) Kelompok gelang panggul. Gelang panggul tersusun atas:

Tulang ilium atau tulang usus (2 buah)

Tulang kemaluan (1 buah)

Tulang duduk (2 buah)

Ketiga tulang terebut bergabung menjadi satu.


6) Tulang anggota gerak . Tulang anggota gerak terdiri dari anggota gerak atas, yaitu tangan, dan
gerak bawah yaitu kaki. Anggota gerak atas berhubungan dengan gelang bahu. Tulang
anggota gerak atas tersusun atas:

Tulang lengan atas (humerus) berjumlah 2 buah

Tulang lengan bawah, terdiri atas 2 buah tulang hasta (ulna) dan 2 buah tulang pengumpil
(radius)

Tulang pergelangan tangan (metakarpal) berjumlah 2 x 8 buah.

Tulang telapak tangan (karpal) berjumlah 2 x 5 buah

Tulang ruas-ruas jari tangan (phalanges) berjumlah 2 x 14 buah. Tiap jari 3 ruas, kecuali ibu
jari 2 ruas
Tulang lengan atas merupakan tulang anggota gerak atas yang paling panjang dan
paling besar. Bagian atas berhubungan dengan tulang belikat, dan bagian bawah berhubungan
dengan tulang hasta dan pengumpil. Tulang hasta terletak pada sisi kelingking, sedangkan
tulang pengumpil terletak pada sisi ibu jari.

7) Tulang anggota gerak bawah. Tulang anggota gerak bawah (kaki) berhubungan dengan tulang
gelang panggul. Anggota gerak bawah tersusun atas:
a) Tulang paha (femur) berjumlah 2 buah
b) Tulang tempurung lutut (patela) berjumlah 2 buah

c) Tulang kering (tibia) berjumlah 2 buah


d) tulang betis (fibula) berjumlah 2 buah
e) Tulang pergelangan kaki (metakarpal) berjumlah 2 x 7 buah
f) Tulang telapak kaki (karpal) berjumlah 2 x 5 buah
g) Tulang ruas-ruas jari kaki (phalanges) berjumlah 2 x 14 buah. Tiap jari 3 ruas, kecuali ibu jari
yang hanya 2 ruas.
Adapun fungsi dari tulang yaitu : Menggambarkan bentuk tubuh, perlindungan organ
tubuh yang lunak, tempat melekatnya otot, sebagai alat gerak pasif, menghasilkan sel-sel
darah, dan tempat penimbunan mineral seperti; calsium dan posfor

EVALUASI
1. Jawablah pertanyaan dibawah ini ?
a.

Berapa jumlah tulang penyusun tangan kanan manusia ?


Jawaban : 72 tulang

b. Berapa jumlah tulang penyusun kaki kiri manusia ?


Jawaban : 72 tulang
c.

Berapa jumlah tulang tulang penyusun tengkorak ?


Jawaban : tulang tengkorak ada dua bagian. 8 tengkorak otak dan 13 tengkorak wajah
(muka). Jadi keseluruhan tulang tulang penyusun tengkorak yaitu 21

d. Berapa jumlah tulang tulang penyusun tulang belakang/ columna vertebralis ?


Jawaban : tulang tulang penyusun tulang belakang/ columna vertebralis berjumlah 33
e.

Berapa jumlah tulang rangka manusia seluruhnya ?


Jawaban : Secara garis besar rangka manusia terdiri dari 206 tulang

2. Beri kesimpulan yang dapat dirumuskan tentang jenis dan jumlah tulang penyusun rangka
tubuh manusia ?

Jawaban : Ada tiga macam jenis tulang penyusun rangka tubuh manusia yaitu tulang rawan
(kartilago), tulang keras dan pengikat sendi (ligamen). Dan secara garis besar tulang tulang
penyusun rangka manusia terdiri dari 206 tulang. Rangka apendikuler (anggota tubuh )
terdiri atas tiga kelompok besar yaitu tulang tengkorak, tulang badan dan tulang anggota
gerak. Tulang tulang tengkorak tersusun dari 21 tulang.

Sedangkan tulang tulang

penyusun tulang badan berjumlah 33 tulang. Dan tulang tulang penyusun tulang anggota
gerak berjumlah 130 tulang.

BAB V
PENUTUP
A. Kesimpulan
Jadi dapat disimpulkan bahwa ada tiga macam jenis tulang yaitu tulang rawan
(kartilago), tulang keras dan pengikat sendi (ligamen). Dan secara garis besar tulang tulang
penyusun rangka manusia terdiri dari 206 tulang.
Rangka apendikuler (anggota tubuh ) terdiri atas tiga kelompok besar yaitu tulang
tengkorak, tulang badan dan tulang anggota gerak. Tulang tulang tengkorak tersusun dari
21 tulang. Sedangkan tulang tulang penyusun tulang badan berjumlah 33 tulang. Dan
tulang tulang penyusun tulang anggota gerak berjumlah 130 tulang.
Adapun pembagian tulang berdasarkan bentuknya yaitu tulang pipa atau tulang
panjang, tulang pipih dan tulang pendek

B. Saran

Agar kedisiplinan ketika plaksanaan praktikum lebih ditingkatkan lagi

DAFTAR PUSTAKA

Syarifuddin, Anatomi Fisiologi (Jakarta: Buku Kedokteran EGC, 2006).


Wisnu Gunarso, Dasar-Dasar Histologi (Jakarta: Erlangga, 1979).
Sherwood, lauralee. 2001. Fisiologi Manusia. Jakarta : Penerbit Buku Kedokteran EGC.
Irianto, Kus. 2004. Struktur dan Fungsi Tubuh Manusia. Bandung : Yrama Widya