Você está na página 1de 6

I.

Analisis
3.1 Kendala-kendala dalam penegakan hukum tentang HAM
Hambatan adalah suatu kendala yang bertujuan melemahkan yang bersifat konseptual.
Berikut merupakan hambatan dalam upaya perlindungan,pemajuan dan pemenuhan HAM di
indonesia berdasarkan faktor-faktor, antara lain :

a.

Faktor Kondisi Sosial-Budaya


1) Stratifikasi dan status sosial; yaitu tingkat pendidikan, usia, pekerjaan, keturunan dan
ekonomi masyarakat Indonesia yang multikompleks (heterogen).
2) Norma adat atau budaya lokal kadang bertentangan dengan HAM, terutama jika sudah
bersinggung dengan kedudukan seseorang, upacara-upacara sakral, pergaulan dan
sebagainya.
3) Masih adanya konflik horizontal di kalangan masyarakat yang hanya disebabkan oleh halhal sepele.

b.

Faktor Komunikasi dan Informasi


1) Letak geografis Indonesia yang luas dengan laut, sungai, hutan, dan gunung yang
membatasi komunikasi antardaerah.
2)
Sarana dan prasarana komunikasi dan informasi yang belum terbangun secara baik
yang mencakup seluruh wilayah Indonesia.
3)
Sistem informasi untuk kepentingan sosialisasi yang masih sangat terbatas baik sumber
daya manusianya maupun perangkat (software dan hardware) yang diperlukan.

c.
Faktor Kebijakan Pemerintah
1) Tidak semua penguasa memiliki kebijakan yang sama tentang pentingnya jaminan hak
asasi manusia.
2) Ada kalanya demi kepentingan stabilitas nasional, persoalan hak asasi manusia sering
diabaikan.
3)
Peran pengawasan legislatif dan kontrol sosial oleh masyarakat terhadap pemerintah sering
diartikan oleh penguasa sebagai tindakan pembangkangan.
d.

Faktor Perangkat Perundangan


1) Pemerintah tidak segera meratifikasikan hasil-hasil konvensi internasional tentang hak
asasi manusia.
2)
Kalaupun ada, peraturan perundang-undangan masih sulit untuk diimplementasikan.

e.

Faktor Aparat dan Penindakannya (Law Enforcement).


1) Masih adanya oknum aparat yang secara institusi atau pribadi mengabaikan prosedur
kerja yang sesuai dengan hak asasi manusia.
2) Tingkat pendidikan dan kesejahteraan sebagian aparat yang dinilai masih belum layak
sering membuka peluang jalan pintas untuk memperkaya diri.
3)
Pelaksanaan tindakan pelanggaran oleh oknum aparat masih diskriminatif, tidak
konsekuen, dan tindakan penyimpangan berupa KKN (Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme)

(Diuraikan meliputi 1 halaman: terdiri 2 paragraf; masing-masing paragraph terdiri atas 2-3
kalimat; dan penulisan kutipan mengikuti kaedah yang benar. Contoh: Ratna, 2014:14)
3.2 Peran serta masyarakat dan pemerintah dalam penegakan hukum HAM
HAM wajib dijunjung tinggi dan dihormati oleh seluruh negara tanpa ada diskriminasi.
Tujuan nasional dalam penegakan HAM tercantum dalam pembukaan undang-undang dasar
1945, yang berbunyi melindungi segenap bangsa dan tumpah darah indonesia, memajukan
kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, serta ikut melaksanakan ketertiban
dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan kedilan sosial. Berikut ini
adalah beberapa upaya perlindungan serta penegakan HAM di indonesia.

PERAN PEMERINTAH
Pemerintah indonesia sudah sangat serius dalam menegakkan HAM, hal ini dapat kita lihat
dari beberapa upaya pemerintah sebagai berikut:
1.
Komitmen pemerintah indonesia dalam mewujudkan penegakan HAM, antara lain telah
ditunjukkan dalam prioritas pembangunan nasional tahun 2000-2004 (propenas) dengan
pembentukan kelembaggan yang terkait dengan HAM. dalam hal kelembaggan telah
dibentuk komisi nasional hak asasi manusia dengan kepres nomor 50 tahun 1993, serta
pembentukan komisi anti kekerasan terhadap perempuan.
2.
Pengeluaran undang-undang nomor 39 tahun 1999 tentang hak asasi manusia, undangundang nomor 26 tahun 2000 tentang pengadilan HAM, dalam UU nomor 39 tahun 1999
tentang hak asasi manusia yang berbunyi: Hak asasi manusia adalah seperangkat hak yang
melekat pada hakikat dan keberadaan manusia sebagai mahluk tuhan yang Maha Esa dan
merupakan anugerah yang wajib dihormati, dijunjung tinggi dan dilindungi oleh negara,
hukum dan pemerintah, dan setiap orang demi kehormatan serta perlindungan harkat dan
martabat manusia.
PERAN MASYARAKAT
Keberhasilan terhadap perlindungan HAM merupakan tanggung jawab bersama antara
pemerintah, lembaga HAM, dan kita sebagai warga masyarakat. Sebagai anggota masyarakat
dapat mendukung dan menghargai upaya perlindungan HAM dengan ikut berpartisipasi yang
dapat dilakukan dengan cara-cara berikut:
1.

Menyampaikan laporan terjadinya pelanggaran HAM kepada komnas HAM atau


lembaga perlindungan HAM lainnya.

2.

Mengajukan usulan mengenai rumusan dan kebijakan berkaitan dengan HAM kepada
komnas HAM atau lembaga pelindungan HAM lainnya.

3.

Dengan cara sendiri ataupun berkerja sama dangan komnas HAM melaksanakan
penelitian, pendidikan, dan penyebarluasan informasi mengenai HAM.

(Diuraikan meliputi 1 halaman: terdiri 2 paragraf; masing-masing paragraph terdiri


atas 2-3 kalimat; dan penulisan kutipan mengikuti kaedah yang benar. Contoh: Ratna,
2014:14)
3.3 Upaya-upaya praktis yang dilakukan oleh pemerintah dalam penegakan HAM di
Indonesia
Upaya

Pemerintah

dalam

Penegakan

HAM

Hak asasi manusia tidak lagi dilihat sekadar sebagai perwujudan faham individualisme dan
liberalisme. Hak asasi manusia lebih dipahami secara humanistis sebagai hak-hak yang inheren
dengan harkat dan martabat kemanusiaan, apapun latar belakang ras, etnik, agama, warna kulit,
jenis kelamin dan pekerjaannya. Dewasa ini pula banyak kalangan yang berasumsi negatif pada
pemerintah dalam menegakkan HAM. Sangat perlu diketahui bahwa pemerintah Indonesia sudah
sangat serius dalam menegakkan HAM. Hal ini dapat kita lihat dari upaya pemerintah sebagai
berikut;

1. Indonesia menyambut baik kerja sama internasional dalam upaya menegakkan HAM di
seluruh dunia atau di setiap negara dan Indonesia sangat merespons pada pelanggaran
HAM internasional hal ini dapat dibuktikan dengan kecaman Presiden atas beberapa
agresi militer di beberapa daerah akhir-akhir ini contoh; Irak, Afghanistan, dan baru-baru
ini Indonesia juga memaksa PBB untuk bertindak tegas kepada Israel yang telah
menginvasi Palestina dan menimbulkan banyak korban sipil, wanita dan anak-anak.
2. Komitmen Pemerintah Indonesia dalam mewujudkan penegakan HAM, antara lain telah
ditunjukkan dalam prioritas pembangunan Nasional tahun 2000-2004 (Propenas) dengan
pembentukan kelembagaan yang berkaitan dengan HAM. Dalam hal kelembagaan telah
dibentuk Komisi Nasional Hak Asasi Manusia dengan kepres nomor 50 tahun 1993, serta
pembentukan Komisi Anti Kekerasan pada perempuan
3. Pengeluaran Undang-undang Nomor 39 Tahun 1999 mengenai hak asasi manusia ,
Undang-undang nomor 26 tahun 2000 mengenai pengadilan HAM, serta masih banyak
UU yang lain yang belum itukan menyangkut penegakan hak asasi manusia.

(Diuraikan meliputi 1 halaman: terdiri 2 paragraf; masing-masing paragraph terdiri atas 2-3
kalimat; dan penulisan kutipan mengikuti kaedah yang benar. Contoh: Ratna, 2014:14)

Apa yang harus dilakukan oleh Pemerintah


Tindakan yang perlu diambil pemerintah untuk mengatasi permasalahan HAM
diantaranya: Mengoptimalkan peran lembaga-lembaga selain lembaga tinggi negara yang
berwenang dalam penegakan hak dan kewajiban warga negara seperti Komisi Pemberantasan
Korupsi (KPK), Lembaga Ombudsman Republik Indonesia, Komisi Nasional Hak Asasi
Manusia (Komnas HAM), Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), dan Komisi
Nasional Anti Kekerasan terhadap Perempuan (Komnas Perempuan) ; Meningkatkan kualitas
pelayanan publik untuk mencegah terjadinya berbagai bentuk pelanggaran hak dan
pengingkaran kewajiban warga negara oleh pemerintah ; Meningkatkan pengawasan dari
masyarakat dan lembaga-lembaga politik terhadap setiap upaya penegakan hak dan
kewajiban warga Negara ; Meningkatkan kerja sama yang harmonis antar kelompok atau
golongan dalam masyarakat agar mampu saling memahami dan menghormati keyakinan dan
pendapat masing-masing ; Supremasi hukum dan demokrasi harus ditegakkan.

MASALAH YANG DIHADAPI DALAM PENEGAKAN HAM


Ada dua tantangan(masalah) utama dalam penegakan HAM, yaitu :
Belum mampunya pemerintah untuk menciptakan komitmen yang kuat untuk upaya
penegakan HAM dan belum mampu melaksanakan kebijakan HAM dengan efektif,
sebagaimana yang diamanatkan oleh konstitusi.

Masih lemahnya kekuatan masyarakat yang mampu menekan pemerintah secara


demokratis, sehingga pemerintah bersikap lebih peduli dalam menjalankan penegakan
HAM.
Di samping kedua masalah utama di atas masih ada masalah masalah lain dalam penegakan
HAM di Indonesia yaitu :
Hilangnya kepercayaan masyarakat kepada aparat pemerintahan dan lembaga-lembaga
penegak hukum.
Budaya kekerasan seringkali masih menjadi pilihan berbagai kelompok masyarakat
dalam menyelesaikan persoalan yang ada diantara mereka.
Masih adanya pihak - pihak yang berusaha menghidupkan kekerasan dan diskriminasi
sistematis terhadap kaum perempuan ataupun kelompok masyarakat yang dianggap
minoritas.
Budaya KKN yang menyebabkan penegak hukum tidak mampu bersikap tegas dalam
menindak berbagai pelanggaran HAM yang dilakukan oleh pejabat atau tokoh
masyarakat yang memiliki kekuasaan.
Desentralisasi yang tidak diikuti dengan menguatnya profesionalitas birokrasi dan
pengawasan masyarakat di daerah yang potensial memunculkan pelanggaran HAM pada
tingkat lokal.

Minimnya kerja sama Instansi - Instansi yang berhubungan dengan HAM dalam
pelaksanaan dan pengawasan HAM di Indonesia.

Peran dan partisipasi masyarakat sangat penting dalam penegakan Hak Asasi Manusia. Peran dan
partisipasi masyarakat diatur di dalam UU No. 39 tahun 1999. Penegakan HAM di negara kita
tidak akan berhasil jika hanya mengandalkan tindakan dari pemerintah. Peran serta lembaga
independen dan masyarakat sangat diperlukan. Usaha yang dilakukan Komnas HAM tidak akan
efektif apabila tidak ada dukungan dari masyarakat. Sebagai contoh, Komnas HAM telah
bertekad untuk memaksimalkan pelayanan kepada masyarakat dengan membuka kotak
pengaduan dari masyarakat. Tekad dan usaha ini tidak akan berhasil apabila masyarakat enggan
atau memilih diam terhadap berbagai praktik pelanggaran HAM.
Oleh karena itu, partisipasi masyarakat untuk bersama-sama mengupayakan penegakan HAM
sangat dibutuhkan. Pada dasarnya upaya pemajuan, penghormatan dan penegakan hak asasi
manusia sering mengalami kendala-kendala dalam pelaksanaannya. Hal tersebut disebabkan
karena penegakan hak asasi manusia masih bersifat parsial atau berdiri sendiri. Memang sangat
dibutuhkan peran serta segenap komponen bangsa, yaitu masyarakat dan pemerintah. Diharapkan
keduanya saling bekerja sama dan penegakan hak asasi manusia dapat berjalan dengan baik.
Hambatan dan tantangan utama dalam penegakan hak asasi manusia di Indonesia adalah masalah
ketertiban dan keamanan nasional, rendahnya kesadaran hak asasi manusia, dan minimnya
perangkat hukum dan perundang-undangan. Dalam pelaksanaannya, upaya penegakan hak asasi
manusia sering mengalami kendala dan hambatan. Hambatan tersebut di antaranya adalah
sebagai berikut.
1. Kondisi sosial-budaya yang berbeda sebagai konsekuensi logis dari bentuk negara
kepulauan, yang juga memiliki banyak adat dan budaya. Dengan masih adanya
stratifikasi dan perbedaan status sosial di Indonesia, seperti pendidikan, usia, keturunan,
pekerjaan, dan hal lainya dalam kehidupan sehari-hari dapat menimbulkan konflik
horizontal.
2. Sebagai negara kepulauan yang besar tentu membutuhkan cara untuk menyampaikan
informasi secara merata kepada masyarakat. Dibutuhkan komunikasi yang baik melalui
cara personal maupun teknologi. Komunikasi dan informasi inilah yang kemudian
menjadi hambatan dalam pemajuan dan penegakan HAM.
3. Untuk mengatasi permasalahan di negeri ini, pemerintah tidak jarang mengambil
kebijakan yang dapat menimbulkan pro dan kontra di masyarakat. Kebijakan tersebut
terkadang harus mengabaikan perbedaan kondisi masyarakat sehingga tak jarang terdapat
hak-hak manusia yang dilanggar.

4. Dibuatnya peraturan perundangan bertujuan untuk mengatur hak-hak manusia agar tidak
saling bersinggungan. Namun, sejumlah peraturan perundangan yang diambil dari
konvensi internasional, tidak seluruh klausul dalam konvensi tersebut sesuai dengan
kondisi Indonesia. Hal ini mengakibatkan pelanggaran HAM masih sering terjadi.
5. Penindakan yang lemah mengakibatkan banyak terjadi penyimpangan seperti korupsi,
kolusi, dan nepotisme yang melanggar hak orang lain.
6. Rendahnya pemahaman warga negara tentang arti penting HAM sehingga masih sering
dijumpai pelanggaran-pelanggaran yang dilakukan warga negara.
7. Rendahnya kualitas mental aparat penegak hukum di Indonesia sehingga korupsi dan
kolusi, masih dilakukan oleh oknum aparat penegak hukum.
8. Lemahnya instrumen penegakan hukum dan HAM di Indonesia.

DAFTAR PUSTAKA

Hidayat, Komarudin dan Azra, Azyumardi. 2008. ( Civic Education) Jakarta : Kencana
Muladi, H. 2009. HAK ASASI MANUSIA. Bandung: PT. RAFIKA
Http://id.shvoong.com/books/guidance-self-improvement/1870538-hak-asasi-manusia-ham/#
(diakses tanggal 12 Maret 2013 / 10.15)
http://ivantoebi.wordpress.com/perkembangan-ham-di-indonesia/ (diakses tanggal 12 Maret
2013 / 10.10)
http://pusham.uii.ac.id/ham/11_Chapter5.pdf (diakses tanggal 12 Maret 2013 / 19.35)
http://www.komnasham.go.id/ (diakses tanggal 12 Maret 2013 / 19.35)
http://sii-lukman-oneheart.blogspot.com/2011/03/implementasi-ham-di-indonesia.html (diakses
tanggal 12 Maret 2013 / 19.35)