Você está na página 1de 19

Berikut merupakan kegiatan yang akan saya aktualisasikan di Poliklinik Pemerintah Povinsi Kalimantan Barat sebagai dokter

pertama,
Tabel 1. Identifikasi Nilai Nilai Dasar
N

Indikator Nilai

Dasar

Informasi yang relevan dengan nilai dasar


Kebutuhan

Tugas Oganisasi

Tugas Unit

2
Akuntabilitas

stakeholder
3
Masyarakat

4
Melaksanakan visi

5
Melaksanakan

(tanggung jawab,

berharap kepada

misi yaitu:

jujur, kejelasan

aparatur

target, Netral,

Daftar kegiatan
Tugas Pegawai

6
1. Memberikan

7
1. Memberikan

tugas dan fungsi

pertolongan

pertolongan

Visi:

unit kerja.

pertama pada

pertama

pemerintah

PNS, Pensiunan

Tugas :

kecelakaan dan

pada

Mendahulukan

(PNS) profesi

PNS beserta

melaksanakan

menstabilkan

kecelakaan

kepentingan publik,

dokter agar

keluarganya yang

kegiatan teknis

pasien gawat

dan

adil, transparan,

melaksanakan

masih menjadi

operasional

konsisten dan

tugas dengan

tanggungannya

Dinas Kesehatan

parsitipatif)

jujur, tanggung

meningkatnya status

di bidang

jawab, adil,

kesehatan dan

pelayanan

Nasionalisme

konsisten, non

kebugaran

kesehatan primer

(religius (patuh

diskiminasi,

ajaran agama),

disiplin, kerja

hormat

keras, cinta

menghormati,

tanah air, sopan,

di lingkungan
Misi:

Pegawai Negeri

1. Meningkatkan

Sipil, Pensiunan

mutu dan

Pegawai Negeri

darurat
2. Menegakkan
diagnosa

menstabilkan
pasien gawat
darurat

penyakit
berdasarkan hasil
pemeriksaan
fisik,

2. Menegakkan
diagnosa
penyakit

pemeriksaan
penunjang

3. Memberi

berjasama, tidak

menghagai

jangkauan

Sipil Pemerintah

memaksakan

komunikasi,

kesehatan kerja

Provinsi

kehendak, jujur,

keatif, peduli,

dan kesehatan

Kalimantan Barat

amanah (dapat

semangat

olahraga PNS,

dan keluarganya

dipercaya), adil,

kebangsaan dan

Pensiunan PNS

yang masih

menjunjung

komunikatif.

beserta

menjadi

persamaan derajat,

keluarganya yang

tanggungan

tidak diskriminatif,

masih menjadi

Fungsi:

mencintai sesama
manusia, tenggang
rasa, membela
kebenaran,
menjaga
persatuan, rela
berkorban, cinta
tanah air,
memelihara
ketertiban, disiplin,
mengedepankan
musyawarah,
kekeluargaan,
menghormati

tanggungannya
2. Mendorong
kemandirian hidup
sehat bagi PNS,
Pensiunan PNS
beserta
keluarganya yang
masih menjadi
tanggungannya
agar secara
mandiri mampu
mencegah dan
mengatasi
masalah

Pelayanan
kesehatan primer
tersebut
mencakup
penyusunan
program kerja di
lingkungan
poliklinik,
melaksanakan
komunikasi
informasi
edukasi,
melaksanakan
pelayanan klinis

laboatorium dan
rotgen
3. Memberikan
surat rujukan

surat rujukan
kepada
dokter
spesialis

kepada dokter
spesialis
4. Memberikan
penyulukan
kesehatan
kepada individu
dan kelompok
5. Memberikan
rekomendasi
kesehatan
6. Menyiapkan
bahan program
kerja unit
pengobatan
7. Mencari,
mengumpulkan,
menghimpun dan
mengelola data
yang

4. Memberikan
penyuluhan
gizi kepada
pasien
5. Memberi
rekomendasi
kesehatan
6. Mencari,
mengumpulk
an,
menghimpun
dan
mengolah
data yang
berhubungan

keputusan

kesehatan sesuai

dan rujukan

berhubungan

dengan

bersama, tanggung

dengan

medis,

dengan

penyakit

melaksanakan

pengobatan

hipertensi

urusan tata

penyakit,

usaha poliklinik,

berkoordinasi

dan

dengan

jawab,
mendahulukan
kepentingan
bersama, gotong
royong, berjiwa
sosial, tidak
menggunakan hak
yang bukan
miliknya, hidup
sederhana,kerja
keras dan
senantiasa
menghargai karya
orang lain)

kemampuan
3. Mengembangkan
jejaring kemitraan
dan koordinasi
dengan instansi
terkait dalam
pelayanan
kesehatan dan

melaksanakan
monitoring serta
evaluasi program
layanan poliklinik

paramedis
8. Menginventarisir
permasalahan
permasalahan

kebugaran PNS,

yang ditemukan

Pensiunan PNS

serta

beserta

menindaklanjuti

keluarganya yang

hasil

masih menjadi
tanggungannya

lpemeriksaan
9. Menyiapkan dan
memelihara
catatan catatan

etika publik (jujur,


bertanggung
jawab, integritas
tinggi, cermat,
disipilin, hormat,

arsip buku
dokumentasi
yang menjadi
tanggung jawab

7. Melakukan
mobile
medical
check up
kepada PNS
pemerintah
provinsi di
SKPD lain

sopan, taat pada


peraturan
perundangundangan, taat
perintah dan
menjaga rahasia
negara.)

pimpinan
10. Menyiapkan
bahan dan data
yang diperlukan
oleh pemimpin
11. Melaksanakan
tugas kedinasan

anti korupsi(jujur,

sesuai dengan

disiplin, tanggung

perintah dan

jawab, kerja keras,

petunjuk

sederhana,

pimpinan

mandiri, adil,
berani, dan peduli
sesama)

B. Keterkaitan Nilai Dasa Dengan Kegiatan


Penerapan beberapa nilai nilai dasar tersebut diatas yang berkaitan dengan kegiatan yang akan dilakukan di unit kerja tertera
pada tabel di bawah ini

No
1.

Kegiatan
Memberikan pertolongan

Tabel.2 Keterkaitan Nilai Dasar Dengan Kegiatan


Nilai Dasar
Uraian Pelaksanaan Kegiatan
Komitmen mutu
Saya melakukan anamnesa singkat padat tentang kecelakaan yang

pertama pada kecelakaan

(efektif-efisien)

dan menstabilkan pasien


gawat darurat

Etika publik
(sopan)

dialami kepada pasien yang bersangkutan atau kepada pengantar


pasien untuk kemudian meminta izin dengan sopan untuk
melakukan pemeriksaan fisik. (mengaplikasikan nilai komitmen
mutu dengan indikator efektif-efisien dan mengaplikasikan nilai

Akuntabilitas
(sesuai target)

etika publik dengan indikator sopan). Tahapan pemeriksaan yang


saya lakukan adalah memeriksa keadaan umum, memeriksa sistem

Nasionalisme
(kerja sama)

pernafasan dan memeriksa sistem sikulasi darah sesuai dengan

Akuntabilitas
(transparan)

pasien tersebut dalam keadaan gawat darurat atau tidak.

Anti korupsi
(Jujur)

target). Jika pasien terdiagnosa gawat darurat maka saya akan

Standar Pelayanan Medis dengan tujuan mendirikan diagnosa


(mengaplikasikan nilai akuntabilitas dengan indikator sesuai
bekerjasama dengan paramedis untuk mengatasi kegawatan
tersebut. (mengaplikasikan nilai nasionalisme dengan indikator
kerja sama). Setelah memastikan keadaan umum pasien stabil
maka saya akan memberikan penjelasan tentang keadaan tubuh
pasien, efek samping yang dapat ditimbulkan dari kecelakaan
maupun tindakan medis dan kelanjutan pengobatan setelah
pertolongan pertama tersebut. (mengaplikasikan nilai
akuntabilitas dengan indikator transparan). Saya tidak akan

memungut biaya dalam melakukan tindakan pertolongan pertama


pada kecelakaan. (mengaplikasikan nilai anti korupsi dengan
indikator jujur)
Analisis dampak:
Kecelakaan dapat menyebabkan multiple trauma yang dalam
penanganannya berkaitan dengan golden periode. Anamnesa
pasien kecelakaan tidak dilakukan dengan cepat dan tepat maka
komplikasi kecelakaan tidak teratasi.
Dalam profesi ini yang saya tangani adalah tubuh orang lain
sehingga wajib meminta izin dengan sopan. Jika saya tidak sopan
dalam meminta izin bisa jadi pasien tidak mengijinkan saya
memeriksanya sehingga saya tidak dapat berbuat apa-apa. Karena
pada hakikatnya setiap pasien memiliki hak penuh atas dirinya.
Tujuan awal pemeriksaan pasien kecelakaan adalah menegakkan
diagnosa gawat darurat guna penanganan dengan alur yang sesuai.
Jika saya tidak menentukan skala prioritas, bisa saja pasien tidak
tertolong karena sering terjadi kegawatan tidak tampak dari luar
tubuh pasien.
Usaha menstabilkan pasien gawat darurat membutuhkan tim yang
solid, seorang dokter tidak dapat bekerja sendiri dalam usaha
tersebut. Jika saya tidak dapat bekerja sama dengan paramedis
maka golden period pasien tidak dapat terkejar.
Komunikasi antara dokter dan pasien sangat penting sehingga
dibutuhkan transparansi dalam penjelasan keadaan tubuh pasien itu

sendiri. Jika penjelasan yang saya berikan tidak memadai maka


tidak menutup kemungkinan akan ada tuntutan hukum setelah
tindakan tersebut.
Sesuai dengan peraturan bahwa seluruh tindakan dan pengobatan
yang dilakukan di poliklinik pemerintah provinsi kalimantan barat
bersifat gratis maka saya bisa dipidanakan jika menerima upah dari
pasien.
2.

Menegakkan diagnosa
penyakit

Anti korupsi
(disiplin)
Etika publik
(taat peraturan)
Akuntabilitas
(sesuai target)
Komitmen mutu

Saya sebagai dokter pertama datang dan pulang tepat waktu sesuai

(inovatif)
Nasionalisme
(tidak diskiminatif)

pada peraturan) Dalam mendirikan diagnosa pasien saya

jadwal praktik di poliklinik. (mengaplikasikan nilai anti korupsi


dengan indikator disiplin). saya akan berpakaian seragam sesuai
aturan PNS dan memakai jas sneli putih sesuai aturan profesi
dokter. (mengaplikasikan nilai etika publik dengan indikator taat
berpedoman pada Standar Pelayanan Medis sesuai dengan
anamnesa, pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang sehingga
diharapkan pasien mendapat terapi yang tepat. (mengaplikasikan
nilai akuntabilitas dengan indikator sesuai target). Saya
memberikan nomor kontak khusus pasien jika terdapat keluhan
selama terapi berlangsung. . (mengaplikasikan nilai komitmen
mutu dengan indikator inovatif) Pelayanan medis yang saya
berikan sama sesuai proporsi penyakit masing masing pasien
mengedepankan pelayanan prima, tidak terpengaruh oleh

pertimbangan keagamaan, kesukuan, politik kepartaian atau


kedudukan sosial. (mengaplikasikan nilai nasionalisme dengan
indikator tidak diskriminatif)
Analisis dampak:
Jam praktik adalah kontrak seorang dokter dengan pasien. Saya
juga merupakan dokter PNS, jam praktik juga merupakan kontrak
saya dengan negara. Jika saya tidak berada di tempat saat jam
praktik maka pelayanan pasien akan terbengkalai dan citra
pelayanan kesehatan milik pemerintah akan buruk.
Sebagai dokter di layanan primer milik pemerintah yang berhadapan
langsung dengan pasien saya harus berpakaian rapi sesuai dengan
standar negara dan standar profesi. Saya juga harus bertingkahlaku
ramah dan sopan. Jika tidak, maka kepercayaan pasien kepada
dokternya akan berkurang sehingga faktor sugesti dalam
kesembuhan penyakit akan berkurang juga.
Dalam menegakkan diagnosa pasien saya selalu memakai
kerangka anamnesa, pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang
sehingga pasien mendapat diagnosa yang akurat. Jika kerangka
berpikir tersebut tidak digunakan maka terapi pasien bisa saja
kurang tepat.
Terkadang keberhasilan terapi tidak dapat terdeteksi oleh dokter
apakah pasien sembuh atau tidak. Jika saya berinovasi memberikan
no kontak khusus pasien maka hubungan kontrak terapeutik tidak

akan terputus.
Sejalan dengan sila ke-II Pancasila, Sumpah dokter memuat nilai
tidak diskiminatif, sehingga jika saya melakukan pembedaan
perlakuan tidak sesuai proporsi maka saya telah melanggar sumpah
profesi sekaligus membahayakan tubuh pasien.
3.

Memberi surat rujukan


kepada dokter spesialis

Anti korupsi
(jujur)
Etika publik
(transparan)
Akuntabilitas
(tanggung jawab)
Komitmen mutu

Dalam memberikan rujukan, saya benar-benar melakukan

(inovatif)
Nasionalisme
(tidak diskiminatif)

Saya akan menyampaikan keadaan pasien dengan sebenar-

rangkaian anamnesa, pemeriksaan fisik dan pemeriksaan


penunjang sesuai dengan standar pelayanan medis bukan atas
permintaan pribadi pasien atau dorongan sponsor
(mengaplikasikan nilai anti korupsi dengan indikator jujur).
benarnya namun tetap dengan bahasa yang suportif
(mengaplikasikan nilai etika publik dengan indikator
transparan). Saya berpesan pada pasien saya untuk meminta
surat rujukan balik agar tetap mengikuti perkembangan pasien
tersebut (mengaplikasikan nilai akuntabilitas dengan indikator
tanggungjawab). Saya juga bekerjasama dengan perawat dan
perekam medis untuk meminta nomor kontak pasien untuk
menanyakan hasil rujukan guna mengantisipasi jika tidak
mendapatkan surat rujukan balik ( mengaplikasikan nilai
komitmen mutu dengan indikator inovatif) Saya selalu
menanamkan dalam diri saya bahwa dokter umum dan dokter

spesialis hanyalah perantara namun yang menyembuhkan adalah


Allah SWT (mengaplikasikan nilai nasionalisme dengan
indikator religius)
Analisis dampak:
Ketika seorang dokter umum akan merjuk pasiennya, maka saya
harus benar benar obyektif atas dasar pemeiksaan bukan karena
atas dorongan pribadi pasien atau dorongan pihak ketiga. Jika saya
tidak jujur dan obyektif maka diri pasien yang dirugikan karena akan
kehilangan waktu, tenaga dan biaya.
Sebagai seorang dokter umum, apabila setelah pemeriksaan
didapkan diagnosa diluar kompetensi dokter umum, maka saya
merujuk pada dokter spesialis. Karena penyakit pasien tersebut
diluar kompetensi saya maka dibutuhkan penjelasan yang suportif.
Jika saya tidak melakukannya maka pasien bisa saja merasa
cemas.
Surat rujukan balik sangat penting bagi kelanjutan terapi dan
transfer keilmuan antar jenjang dokter. Namun terkadang jenjang
rujukan yang lebih tinggi terlewat dalam tahap ini. Tugas saya
mengingatkan untuk meminta rujukan balik tersebut. Jika saya
melewatkanya juga mka kelanjutan terapi pasien akan terhambat.
Karena dalam tahap ini sering terlewat., maka saya berinisiatif untuk
menghubungi terlebih dahulu pasien tersebut. Jika tidak ada insiatif
tersebut, maka malsistem rujukan balik akan terus berlangsung.
Saya menyadai sepenuhnya dokter hanyalah manusia dengan

keterbatasan. Sehingga saya selalu mendoakan kesembuhan


pasien pasien saya baik yang saya tangani sendiri ataupun yang
saya rujuk. Hal ini sejalan dengan Pancasila sila ke 1 yaitu percaya
kepada Tuhan YME.
4.

Memberikan penyuluhan
gizi kepada pasien secara
individu

Etika publik
(sopan, taat
peraturan)
Akuntabilitas
(sesuai target)
Komitmen mutu
(inovatif)
Nasionalisme
(rela berkorban)
Anti korupsi
(jujur)

Saya akan melakukan anamnesa dengan ramah mengenai status


gizi pasien meliputi riwayat penyakit sekarang, riwayat penyakit
dahulu, pola hidup dan kebiasaan makan. Kemudian saya akan
meminta ijin melakukan pemeriksaan fisik meliputi Indeks masa
tubuh dan lingka lengan atas. (mengaplikasikan nilai etika publik
dengan indikator sopan, sesuai aturan) Setelah permasalahan
gizi pasien teridentifikasi, saya akan bisa merumuskan makanan
yang dianjurkan dan dihindari pada pasien tersebut.
(mengaplikasikan nilai akuntabilitas dengan indikator jelas
target). Saya akan memberikan solusi pengganti makanan yang
tidak boleh dikonsumsi sehingga pasien tetap dapat menikmati diet
yang sehat dan enak. ( mengaplikasikan nilai komitmen mutu
dengan indikator inovatif) Saya melakukan survey dimana bahan
makanan pengganti tersebut dapat didapatkan. Survey dilakukan
diluar jam kerja dan dengan uang pibadi. (mengaplikasikan nilai
nasionalisme dengan indikator rela berkorban) Saya tidak
menyisipkan produk tertentu dalam konseling ini demi mendapatkan

keuntungan pibadi. (mengaplikasikan nilai anti korupsi dengan


indikator jujur)
Analisa dampak:
Masalah konsumsi gizi merupakan masalah yang sensitif bagi
sebagian orang. Hal ini berkaitan dengan selera, hobi dan
kepercayaan keagamaan. Jika saya tidak melakukan anamnesa dan
meminta ijin pemeriksaan fisik dengan ramah, maka bisa saja
pasien tersinggung atau malah tidak terbuka dengan kebiasaan
makannya.
Tujuan utama dari rangkaian pemeriksaan gizi adalah dapat
teridentifikasinya masalah gizi pasien. Jika saya tidak menerapkan
nilai akuntabilitas, maka rumusan pola makan pasien akan meleset.
Pembatasan pola makan memerlukan kontinuitas jangka lama. Jika
saya tidak inovatif maka kegagalan program rentan terjadi akibat
unsur kebosanan.
Pasien juga membutuhkan informasi dimana bahan makanan
pengganti itu dapat diperoleh, misalnya beras diet untuk pasien
diabetes. Dengan kerelaan hati saya membantu mensurvey tempat
pembelian. Jika hal ini tidak saya lakukan, maka pasien pensiunan
yang telah lansia akan sulit mendapatkan bahan makanan tersebut.
Tidak sedikit pihak ketiga yang menawarkan menjadi sponsor bagi
para dokter, jika saya tidak menerapkan nilai anti korupsi, maka
rentan bagi saya mengambil keuntungan pribadi yang tidak
seharusnya pasien butuhkan.

5.

Memberi rekomendasi
kesehatan

Akuntabilitas
(konsisten)
Etika publik
(transparan,

Saya akan selalu melakukan rangkaian prosedur anamnesa,

sopan)
Komitmen mutu

nilai akuntabilitas dengan indikator konsisten) Saya akan

(orientasi mutu)
Nasionalisme
(tidak diskriminatif)
Anti korupsi
(jujur)

pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang untuk dapat


memberikan rekomendasi kesehatan pasien. (mengaplikasikan
menyampaikan hasil kesehatan pasien sejelas-jelasnya dengan
kata-kata dan bahasa tubuh yang baik. (mengaplikasikan nilai
etika publik dengan indikator transparan, sopan) Jika hasilnya
pasien tidak cukup sehat, saya akan dengan tanggap memberi
solusi untuk memperbaiki kesehatannya. ( mengaplikasikan nilai
komitmen mutu dengan indikator orientasi mutu) Dalam

Akuntabilitas
(tanggung jawab)
Nasionalisme
(musyawarah)

membuat rekomensasi kesehatan, saya hanya berpedoman pada


SPM tanpa terpengaruh dengan SARA maupun status jabatan.
(mengaplikasikan nilai nasionalisme dengan indikator tidak
diskriminatif) Saya tidak akan menerima grativikasi dalam bentuk
apapun untuk mengubah hasil pemeriksaan saya.
(mengaplikasikan nilai anti korupsi dengan indikator jujur)
Analisis dampak:
Sesuai dengan standar pelayanan medis, saya selalu melakukan
pemeriksaan dengan runtut. Jika saya tidak konsisten, maka bisa
merugikan pasien akibat melesetnya diagnosa.
Pasien berhak mengetahui keadaan kesehatannya dengan sejelasjelasnya. Jika saya tidak menerapkan prinsip transparansi, maka
saya telah menyalahi kontrak terapeutik antara saya dan pasien.

Ketika mendapat hasil yang tidak menyenangkan pasien, saya


harus tanggap memberikan solusi dan suport untuk memperbaiki
kesehatannya. Jika saya tidak mengedepankan responsibilitas
tersebut maka pasien akan kecewa tidak mendapatkan layanan
prima dari saya.
Setiap orang mendapatkan prosedur dan perlakuan yang sama
dalam membuat surat rekomendasi kesehatan. Jika saya
melakukan diskriminasi, maka hasil pemeriksaan tidak akurat.
Surat rekomendasi kesehatan menjadi dasar berbagai kepentingan,
contohnya seperti pembuatan SIM. Jika saya melakukan perubahan
hasil karena grativikasi, maka bisa merugikan publik karena
seharusnya orang tersebut tidak layak mengemudi.
6.

Mengolah data yang


berhubungan dengan
penyakit hipertensi

Etika publik
(sopan)
Komitmen mutu
(efisien)
Anti korupsi
(jujur)

Saya akan meminta data kunjungan dan diagnosa pasien dalam 1


tahun kepada petugas perekam medis dengan sopan.
(mengaplikasikan nilai etika publik dengan indikator sopan)
Saya akan memilah, menghimpun dan membuat grafik pasien
hipertensi dengan cepat dan tepat. ( mengaplikasikan nilai
komitmen mutu dengan indikator efisien) Data yang diperoleh

Akuntabilitas
(tanggung jawab)
Nasionalisme
(musyawarah)

bennar-benar sesuai dengan kenyataan, tidak ditambah atau


dikurangi demi kepentingan pribadi atau persekutuan.
(mengaplikasikan nilai anti korupsi dengan indikator jujur)
Setelah data pasien selesai diolah, saya akan menyerahkan

hasilnya kepada pimpinan sesuai dengan waktu yang telah


disepakati. (mengaplikasikan nilai akuntabilitas dengan
indikator tanggungjawab)Data yang diperoleh kemudian menjadi
bahan musyawarah bersama pimpinan , tim dokter dan bagian
perencanaan barang sebagai acuan perencanaan penyediaan obat
hipertensi di tahun depan. (mengaplikasikan nilai nasionalisme
dengan indikator musyawarah)
Analisa dampak:
Dalam mengelola data pasien hipertensi, saya berinteraksi dengan
rekan kerja. Interaksi ini memerlukan komunikasi yang baik. Jika
saya tidak menerapkan nilai kesopanan, maka bisa menyebabkan
miskomunikasi antar rekan kerja.
Proses pengolahan data ini memerlukan kecepatan namun harus
tepat karena data yang diolah adalah data selama 1 tahun dengan
angka yang banyak. Jika saya tidak bekerja secara efisien maka
proses kerja akan lama atau terjadi kesalahan hasil.
Data yang diolah juga meupakan data real karena berhubungan
dengan perencanaan anggaran obat hipertensi, jika saya
memanipulasi data maka akan merugikan negara.
Data yang diperoleh dilaporkan kepada pimpinan tepat waktu
karena bekaitan dengan penentuan jadwal apat perencanaan
pengadaan obat. Jika saya tidak memiliki tanggung jawab
menyelesaikannya tepat waktu maka penentuan keputusan

selanjutnya pun menjadi terhambat.


Dalam menentukan perencanaan anggaran dilakukan dengan rapat.
Hal ini selaras dengan sila ke IV Pancasila. Jika penentuan
keputusan dilakukan sepihak maka pada perjalanan tahun
berikutnya akan terjadi surplus atau minus obat yang berlebihan.
7

Melakukan mobile
medical check up kepada
PNS pemerintah provinsi
di SKPD lain

Nasionalisme
(kerja sama)
Anti korupsi
(disiplin)
Akuntabilitas
(tanggung jawab)

Saya sebagai dokter berkerja sama dengan paramedis


mempersiapkan kelengkapan kegiatan mobile. (mengaplikasikan
nilai nasionalisme dengan indikator bekejasama) Kami tim
mobile datang ke SKPD tujuan tepat pada waktu yang ditentukan
sesuai undangan yang telah dikirimkan. (mengaplikasikan nilai

Komitmen mutu
(orientasi mutu)
Etika publik
(menjaga rahasia)

anti korupsi dengan indikator disiplin) Saya bertugas di meja


pemeriksaan sesuai dengan kewenangan saya mendiagnosa
seluruh PNS di SKPD tersebut berdasakan anamnesa, pemeriksaan
fisik dan pemeriksaan penunjang. (mengaplikasikan nilai
akuntabilitas dengan indikator tanggungjawab) Dari diagnosa
yang akurat, pasien akan mendapatkan terapi yang tepat dan
penjelasan yang cukup mengenai hasil medical chekup nya
( mengaplikasikan nilai komitmen mutu dengan indikator
komitmen mutu). Saya senantiasa menjaga kerahasiaan hasil
pemeriksaan pasien saya. (mengaplikasikan nilai etika publik
dengan indikator menjaga rahasia)
Analisis dampak:

Tahap kelengkapan obat dan peralatan medis sangat penting dalam


kegiatan mobile medical chek up karena kegiatan berlangsung di
luar poliklinik. Jika koordinasi antara dokter dan paramedis tidak
terbangun maka beresiko menghambat pelayanan.
Kegiatan mobile ini merupakan kegiatan mengunjungi SKPD lain
dengan tujuan pemeriksaan kesehatan di jam kerja. Apabila saya
datang tidak tepat waktu maka akan mengganggu pekerjaan di
SKPD tersebut.
Saya sebagai dokter tetap mengikuti alur pemeriksaan sesuai
Standar Pelayanan Medis walaupun pelayanan medis bersifat
masal. Jika saya tidak konsisten melakukannya maka berpengaruh
pada ketepatan diagnosis.
Walaupun kegiatan pemeriksaan bersifat masal, pelayanan prima
tetap harus diberikan sehingga diagnosis akurat, terapi tepat dan
penjelasan cukup. Jika saya tidak menjaga mutu pelayanan maka
kesembuhan terapi tidak tercapai dan kepuasan pasien berkurang.
Sesuai dengan sumpah jabatan saya yaitu senantiasa memegang
kerahasiaan pasien, maka saya akan teguh menjaganya. Karena
jika tidak, saya telah melanggar sumpah profesi dan melanggar hak
pasien.

C. Teknik aktualisasi nilai dasar


Dalam mengaktualisasi nilai-nilai dasar profesi PNS digunakan teknik yang diuraikan pada tabel dibawah ini:
no

Tabel 3. Teknik aktualisasi nilai dasar


Nilai dasar dan teknik aktualisasi

ANEKA dengan teknik Airway, Breathing, Circulation

Uraian penggunaan teknik dasar dan manfaatnya bagi pihak


lain serta perwujudan visi dan misi organisasi

(Memberikan pertolongan pertama pada kecelakaan dan


2

menstabilkan pasien gawat darurat)


ANEKA dengan teknik Anamnesa, pemeriksaan fisik dan
Pemeriksaan penunjang

(Menegakkan diagnosa penyakit)


ANEKA dengan teknik rujukan berjenjang

(Memberi surat rujukan kepada dokter spesialis)


ANEKA dengan teknik personifikasi
(Memberikan penyuluhan gizi kepada pasien secara

individu)
ANEKA dengan teknik pengambilan data purposive
sampling
(Mengolah data yang berhubungan dengan penyakit
hipertensi )

6
7

D.