Você está na página 1de 15

ASUHAN KEBIDANAN

NEONATUS,BALI,BALITA,DANANAK PRASEKOLAH

Gangguan Pada Saluran Cerna

Dosen Pengasuh :
YUNNI SAFITRI,SST
Disusun Oleh :
Anisa Amelia
Elli Airi
Kurniawati
Septia Eka Wulandari

T.P 2014/2015

KATA PENGANTAR
Alhamdulillah segala puji syukur kehadirat allah SWT yang selalu memberi rahmat
yang tidak terhingga kepada hamba hambanya.
Dalam menyusun makalah ini, kami akan membahas tentang Gangguan Pada
Saluran Cerna yang di tulis dengan bahasa yang jelas dan mempermudah untuk memahami.
Penulis menyadari bahwa makalah ini masih banyak kekurangan dari kesempurnaan
baik mengenai isi maupun hal-hal yang berkaitan dengan penyusunan, meskipun penulistelah
berusaha semaksimal mungkin.
Akhir kata, penulis mengucapkan termakasih.

Pekanbaru, 12 Oktober 2015

DAFTAR ISI
Kata Pengantar.................................................................................................................i
Daftar Isi..........................................................................................................................ii
BAB I Pendahuluan.........................................................................................................1
A.Latar Belakang................................................................................................1
B.Rumusan Masalah...........................................................................................2
C.Tujuan.............................................................................................................2
BAB II Pembahasan...............................................................................................2
A. Gangguan pada Sistem Pencernaan
Manusia............................................3
a.Grastitis...........................................................................................3
b.Konstipasi..............................................................................................5
c.Diare............................................................................................... 6
d.Apendisitis (Radang Umbai Cacing).....................................................7
e.Ulkus (Tukak Lambung/Mag)...............................................................9
f. Batu empedu.........................................................................................9
g.Kanker...................................................................................................10
BAB III Penutup ..................................................................................................11
A. Kesimpulan.........................................................................................11
B. Saran .................................................................................................11
Daftar Pustaka.......................................................................................................12

ii

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Setiap manusia memerlukan makanan untuk pertumbuhan dan perkembangannya.
Makanan tersebut akan diolah dan diubah menjadi energi melalui proses pencernaan. Proses
pencernaan pada manusia dibedakan menjadi dua, yaitu pencernaan mekanik dan pencernaan
kimiawi. Pencernaan mekanik terjadi di rongga mulut. Pada proses ini memerlukan bantuan
lidah dan gigi. Sedangkan pada pencernaan kimiawi terjadi di rongga mulut, lambung, dan
usu. Proses ini memerlukan bantuan zat kimiawi yang disebut enzim. Semua makhluk hidup
memerlukan makanan untuk mempertahankan hidupnya.
Fungsi utama makanan bagi tubuh adalah untuk pertumbuhan dan menjaga tubuh agar
tetap sehat. Makanan yang masuk ke dalam tubuh kita akan diolah melalui proses
pencernaan. Proses pencernaan adalah proses penghancuran makanan menjadi zat-zat
makanan yang dapat diserap tubuh. Alat yang berfungsi untuk menghancurkan makanan ini
disebut alat pencernaan. Agar makanan yang dicerna dapat diserap oleh tubuh dengan baik,
maka alat pencernaan haruslah dalam keadaan sehat. Melalui alat pencernaan itulah zat-zat
makanan diolah terlebih dahulu, baru kemudian diserap oleh tubuh.
Dan didalam tubuh juga terdapat kelenjar pencernaan, serta dalam proses pencernaan
makanan tidaklah semulus yang kita bayangkan , dalam mencerna makanan saluran
pencernaan makanan ekerja sangat ekstrim dalam mencerna makanan. Dengan hal itu
terkadang pula kita merasakan akibat dari sistem pencernaan makanan yang kurang baik,
yaitu terdapat gangguan pada sistem pencernaan, akibatnya muncullah berbagai macam
penyakit dengan segala penyebab .untuk itu disini kita juga akan membahas itu serta hubngan
pencernaan makanan dengan pencernaannya yang akan mengakibatkan kegemukan atau halhal yang dapat mengakibatkan seseorang menjadi gemuk atau kurus.
Sistem peredaran darah adalah suatu sistem organ yang berfungsi memindahkan zat
ke dan dari sel. Sistem ini juga menolong stabilisasi suhu dan pH tubuh (bagian dari
homeostasis). Ada tiga jenis sistem peredaran darah: tanpa sistem peredaran darah, sistem
peredaran darah terbuka, dan sistem peredaran darah tertutup.
1

Darah adalah cairan yang terdapat pada semua makhluk hidup(kecuali tumbuhan)
tingkat tinggi yang berfungsi mengirimkan zat-zat dan oksigen yang dibutuhkan oleh jaringan
tubuh, mengangkut bahan-bahan kimia hasil metabolisme, dan juga sebagai pertahanan tubuh
terhadap virus atau bakteri.
Dalam hidupnya, organisme memerlukan makanan dan oksigen untuk melangsungkan
metabolisme. Proses metabolisme, selain menghasilkan zat-zat yang berguna juga
menghasilkan sampah (zat sisa) yang harus dikeluarkan dari tubuh. Bahan-bahan yang
diperlukan tubuh seperti makanan,oksigen, hasil metabolisme dan sisanya diangkut dan
diedarkan didalama tubuh melalui sistem peredaran darah. Hasil pencernaan makanan dan
oksigen diangkut dan diedarkan oleh darah keseluruh jaringan tubuh, sementara sisa-sisa
metabolisme diangkut oleh darah dari seluruh jaringan tubuh menuju organ-organ
pembuangan.
B. Rumusan Masalah
1. Apakah pengertian gangguan pencernaan?
2. Jelaskan penggolongan dari gangguan pencernaan!
3. Apakah penyebab terjadinya gangguan pencernaan?
4. Apakah pencegahan dari penyakit gangguan pencernaan?
5. Bagaimana hubungan antara gangguan pencernaan dan kerja gilir?
C. Tujuan
1. Untuk mengetahui pengertian gangguan pencernaan.
2. Untuk mengetahui penggolongan gangguan pencernaan.

BAB II
PEMBAHASAN

A Gangguan pada Sistem Pencernaan Manusia


a. Grastitis
Radang lambung, atau gastritis, atau lebih dikenal juga dengan penyakit maag
merupakan suatu gangguan pencernaan yang umum terjadi. Pada penyakit ini terjadi suatu
iritasi atau peradangan pada dinding mukosa lambung sehingga menjadi merah, bengkak,
berdarah dan luka. Radang lambung dapat berupa serangan akut atau gangguan kronis.
Serangan akut terjadi mendadak misalnya setelah minum alkohol, kopi, makanan berbumbu
banyak atau yang susah dicerna.
Pada umumnya radang lambung dapat disebabkan oleh faktor-faktor berikut ini :
Terlalu banyak makanan yang mengiritasi lambung, seperti yang pedas, asam, minuman

beralkohol, obat-obatan seperti aspirin (dosis tinggi), kortison, kafein, kortikosteroid.


adanya stress dan tekanan emosional yang berlebihan pada seseorang
Adanya asam lambung yang berlebihan.
Waktu makan yang tidak teratur, sering terlambat makan, atau makan berlebihan
Tertelannya substansi/zat yang korosif, seperti alkali, asam kuat, cairan pembersih
kimiawi, dan lain-lain.

Infeksi bakteri

Gejala dari penyakit radang lambung umumnya, yaitu :


Mual dan sering muntah agak asam. Pada kondisi berat lambung mungkin dapat

mengelupas sehingga mengakibatkan muntah darah


perut terasa nyeri, pedih, kembung dan sesak (sebah) pada bagian atas perut.
Napsu makan menurun drastis, wajah pucat, keringat dingin, pusing.
Sering sendawa terutama bila dalam keadaan lapar
Sulit tidur karena gangguan rasa sakit pada daerah perut sebelah atas (ulu hati).
3

Pada radang lambung kronis gejala yang ditunjukan lebih ringan, seringkali gejala
menjadi samar, seperti tidak toleran terhadap makanan pedas atau berlemak atau nyeri
ringan yang akan hilang setelah makan.
Langkah-langkah yang dapat dilakukan untuk mencegah radang lambung, antara lain :
konsumsi makanan yang lunak/lembut.
Hindari makanan yang mengiritasi lambung, seperti pedas, asam, alkohol, kafein, rokok,

dan aspirin.
jangan terlambat makan atau makan berlebihan,
makan sedikit-sedikit tapi sering
Usahakan buang air besar secara teratur
Mengatasi Gangguan Lambung dengan Herbal/Tanaman Obat
Obat-obat gangguan lambung yang dijual bebas di warung biasanya bersifat antacid yaitu
menurunkan keasaman cairan di lambung dengan cara menaikan pH, sehingga untuk
sementara gejala sakit akan hilang. Namun kesembuhan tersebut bersifat sementara
karena lambung masih lemah akibat erosi, serta belum seimbangnya produksi kelenjarkelenjar lambung.
DAMPAK
Faktor resiko adalah beberapa kondisi yang menyebabkan seseorang mudah terkena

penyakit gastritis. Jika seseorang telah terkena penyakit gastritis maka beberapa faktor resiko
tersebut harus dihilangkan agar penyakit gastritis tidak bertambah parah. Faktor resiko sakit
gastritis adalah :
1.Infeksi H. pylori
2 Tinggal di tempat padat dan kumuh, kondisi ini meningkatkan resiko infeksi H. pylori
3.Acquired immunodeficiency syndrome (AIDS)
4.Pecandu alkohol
5.perokok
6Usia tua
7. Kelainan genetic
4
b. Konstipasi
Konstipasi atau sering disebut sembelit adalah kelainan pada sistem pencernaan di
mana seorang manusia mengalami pengerasan feses atau tinja yang berlebihan sehingga sulit
untuk dibuang atau dikeluarkan dan dapat menyebabkan kesakitan yang hebat pada

penderitanya. Konstipasi yang cukup hebat disebut juga dengan obstipasi. Dan obstipasi yang
cukup parah dapat menyebabkan kanker usus yang berakibat fatal bagi penderitanya.
Model tinja atau feses 1 (konstipasi kronis), 2 (konstipasi sedang) dan 3 (konstipasi
ringan) dari Bristol Stool Chart yang menunjukkan tingkat konstipasi atau sembelit.
Konstipasi atau sembelit adalah keluhan pada sistem pencernaan yang paling umum
dan banyak ditemui di masyarakat luas termasuk di sekitar kita. Bahkan diperkirakan sekitar
80% manusia pernah mengalami konstipasi atau sembelit. Penyebab umum konstipasi atau
sembelit yang berada disekitar kita antara lain:

Kekurangan cairan tubuh atau dehidrasi


Menderita panas dalam
Stres atau depresi dan aktivitas yang cukup padat
Pengaruh hormon dalam tubuh (misalnya karena menstruasi)
Usus kurang elastis (biasanya karena sedang dalam masa kehamilan atau usia lanjut)
Kelainan anatomi pada sistem pencernaan
Gaya hidup dan pola makan yang kurang teratur (seperti diet yang buruk)
Efek
samping
akibat
meminum
obat
yang
mengandung
banyak

kalsium atau alumunium (misalnya obat antidiare, analgesik, dan antasida)


Kekurangan asupan vitamin C dan kekurangan makanan berserat
Merupakan gejala penyakit (misalnya (tifus dan hernia)
Sering menahan rangsangan untuk buang air besar dalam jangka waktu yang lama.
Tanda dan gejala
Wanita yang merasa perutnya terasa tidak nyaman karena mengalami sembelit.
Gejala dan tanda akan berbeda antara seseorang dengan seseorang yang lain,
karena pola makan, hormon, gaya hidup dan bentuk usus besar setiap orang berbeda-beda,
tetapi biasanya gejala dan tanda yang umum ditemukan pada sebagian besar atau kadangkadang beberapa penderitanya adalah sebagai berikut:
5
Perut terasa begah, penuh, dan bahkan terasa kaku karena tumpukan tinja (jika tinja sudah
tertumpuk sekitar 1 minggu atau lebih, perut penderita dapat terlihat seperti sedang
hamil).
Tinja menjadi lebih keras, panas, dan berwarna lebih gelap daripada biasanya, dan
jumlahnya lebih sedikit daripada biasanya (bahkan dapat berbentuk bulat-bulat kecil bila
sudah parah).

Pada saat buang air besar tinja sulit dikeluarkan atau dibuang, kadang-kadang harus
mengejan ataupun menekan-nekan perut terlebih dahulu supaya dapat mengeluarkan tinja
(bahkan sampai mengalami ambeien dan berkeringat dingin).
Terdengar bunyi-bunyian dalam perut.
Bagian anus terasa penuh, dan seperti terganjal sesuatu disertai sakit akibat bergesekan
dengan tinja yang panas dan keras.
Frekuensi buang angin meningkat disertai bau yang lebih busuk daripada biasanya (jika
kram perutnya parah, bahkan penderita akan kesulitan atau sama sekali tidak bisa buang
angin).
Menurunnya frekuensi buang air besar, dan meningkatnya waktu transit buang air besar
(biasanya buang air besar menjadi 3 hari sekali atau lebih).
Terkadang mengalami mual bahkan muntah jika sudah parah.
Foto hasil sinar-x seseorang yang sedang mengalami konstipasi atau sembelit.
Lingkaran menunjukan area penumpukan tinja.
CARA MENGATASI
Jogging merupakan salah satu olahraga yang dapat meredakan dan mencegah
sembelit.
Pengobatan dan peredaan konstipasi secara alami dapat dilakukan dengan
pengubahan pola

makan menjadi

minum air putih

sebanyaknya,

lebih

sehat,

meminum

rajin berolahraga,

memijat

minuman prebiotik dan probiotik,

perut,
atau

membiasakan diri untuk buang air besar setiap hari dengan membuat jadwal buang air besar
yang disebutbowel training.

6
Sedangkan dengan cara sedikit dipaksa yang biasanya untuk penderita obstipasi, yaitu
dengan mengonsumsi obat pencahar disebut laksatif (yang kadang-kadang menyebabkan
perut terasa melilit berlebihan, tinja berbentuk cair, atau bahkan ketergantungan obat
pencahar), penghisapan tinja atau feses dengan alat khusus, terapi serat, dan
pembedahan (walaupun pilihan ini cukup jarang dilakukan).
Agar penderita konstipasi dapat cepat sembuh, maka penderita dilarang:

Menahan buang air besar


Mengkonsumsi makanan siap saji dan bersifat panas
Makan dalam porsi yang banyak
Meminum minuman yang berkafein dan soft drink
c. Diare
Diare (atau dalam bahasa kasar disebut menceret) (BM = diarea; Inggris = diarrhea)

adalah sebuah penyakit di mana penderita mengalami rangsangan buang air besar yang terusmenerus dan tinja atau feses yang masih memiliki kandungan air berlebihan. Di Dunia ke-3,
diare adalah penyebab kematian paling umum kematian balita, dan juga membunuh lebih dari
2,6 juta orang setiap tahunnya.
Penyebab
Sebuah mikrograf elektron dari rotavirus, penyebab hampir 40% dari diare pada anak
di bawah umur 5 tahun.
Kondisi ini dapat merupakan gejala dari luka, penyakit, alergi (fructose, lactose),
kelebihan vitamin C, dan mengonsumsi Buah-buahan tertentu. Biasanya disertai sakit perut
dan seringkali mual dan muntah. Ada beberapa kondisi lain yang melibatkan tapi tidak semua
gejala diare, dan definisi resmi medis dari diare adalah defekasi yang melebihi 200 gram per
hari.
Memakan makanan yang asam, pedas, atau bersantan sekaligus secara berlebihan
dapat menyebabkan diare juga karena membuat usus kaget.

7
Hal ini terjadi ketika cairan yang tidak mencukupi diserap oleh usus besar. Sebagai
bagian dari proses digestasi, atau karena masukan cairan, makanan tercampur dengan
sejumlah besar air. Oleh karena itu makanan yang dicerna terdiri dari cairan sebelum
mencapai usus besar. Usus besar menyerap air, meninggalkan material yang lain sebagai
kotoran yang setengah padat. Bila usus besar rusak / radang, penyerapan tidak terjadi dan
hasilnya adalah kotoran yang berair.
Diare kebanyakan disebabkan oleh beberapa infeksi virus tetapi juga seringkali akibat
dari racun bakteria. Dalam kondisi hidup yang bersih dan dengan makanan mencukupi dan

air tersedia, pasien yang sehat biasanya sembuh dari infeksi virus umum dalam beberapa hari
dan paling lama satu minggu. Namun untuk individu yang sakit atau kurang gizi, diare dapat
menyebabkan dehidrasi yang parah dan dapat mengancam-jiwa bila tanpa perawatan.
Diare

dapat

menjadi

disentri, kolera atau botulisme,

dan

gejala
juga

penyakit
dapat

yang

menjadi

lebih
indikasi

serius,

seperti

sindrom

kronis

seperti penyakit Crohn. Meskipun penderita apendisitis umumnya tidak mengalami diare,
diare menjadi gejala umum radang usus buntu.
Diare juga dapat disebabkan oleh konsumsi alkohol yang berlebihan, terutama dalam
seseorang yang tidak cukup makan. jadi apabila mau mengkonsumsi alkohol lebih baik
makan terlebih dahulu.
CARA MENGATASI
Perawatan untuk diare melibatkan pasien mengonsumsi sejumlah air yang mencukupi
untuk menggantikan yang hilang, lebih baik bila dicampur dengan elektrolit untuk
menyediakan garam yang dibutuhkan dan sejumlah nutrisi. Oralit dan tablet zinc adalah
pengobatan pilihan utama dan telah diperkirakan telah menyelamatkan 50 juta anak dalam 25
tahun terakhir.[1] Untuk banyak orang, perawatan lebih lanjut dan medikasi resmi tidak
dibutuhkan.
Diare di bawah ini biasanya diperlukan pengawasan medis:
Diare pada balita
Diare menengah atau berat pada anak-anak
Diare yang bercampur dengan darah.
8
Diare yang terus terjadi lebih dari 2 minggu.

Diare yang disertai dengan penyakit umum lainnya sepertisakit perut, demam, kehilangan
berat badan, dan lain-lain.
Diare pada orang yang bepergian (kemungkinan terjadi infeksi yang eksotis seperti
parasit)
Diare dalam institusi seperti rumah sakit, perawatan anak, institut kesehatan mental.
DAMPAK DIARE

Dehidrasi ringan, Kehilangan cairan 2 5 % dari berat badan dengan gambaran klinik
turgor kulit kurang elastis, suara serak, penderita belum jatuh pada keadaan syok.
Dehidrasi Sedang, Kehilangan cairan 5 8 % dari berat badan dengan gambaran klinik
turgor kulit jelek, suara serak, penderita jatuh pre syok nadi cepat dan dalam.
Dehidrasi Berat, Kehilangan cairan 8 - 10 % dari bedrat badan dengan gambaran klinik
seperti tanda-tanda dehidrasi sedang ditambah dengan kesadaran menurun, apatis sampai
koma, otot-otot kaku sampai sianosis.
d. Apendisitis (Radang Umbai Cacing).
Radang pada umbai cacing ditandai dengan sakit pada perut sebelah kanan bawah dan
biasanya disertai demam. Umbai cacing (apendiks) adalah tonjolan kecil pada usus buntu
(sekum). Penyakit ini disebabkan adanya makanan yang masuk di apendiks dan membusuk.
Pembusukan makanan di apendiks tersebut dapat mengakibatkan radang.
e. Ulkus (Tukak Lambung/Mag)
Mag adalah peradangan yang terjadi pada dinding lambung. Hal tersebut disebabkan
asam (HCl) yang dihasilkan lambung terlalu banyak sehingga mengikis dinding lambung.
Selain itu, penelitian terbaru menunjukkan bahwa ulkus dapat disebabkan oleh bakteri Makan
yang teratur dapat mencegah terjadinya mag.
2.1.6 Batu empedu
Batu empedu adalah penyakit yang disebabkan oleh penyumbatan pada saluran
empedu. Hal ini terjadi karena adanya endapan di saluran empedu.
9
2.1.7 Kanker
Kanker usus besar terjadi, karena pola makanan yang tidak sehat. Gejala yang timbul
adalah adanya darah pada feses.

10

BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Gangguanpencernaandanabsorpsidapatterjadipadaprosesmenelan,mengosongkan
lambung,absorpsizatzatgizi,danprosesbuangairbesar(defekasi).Gangguaniniantara
lainterjadikarenainfeksiatauperadangan,gangguanmotilitas,perdarahanatauhematemesis
melena,kondisisalurancernapascabedah,dantumorataukanker.Penyakitpenyakitsaluran
cerna yang terjadi antara lain stenosis esofagus, gastritis akut atau kronik, hematenesis
melena,ulkuspeptikum,sindromadumping,hemoroid,diaredankostipasi.

Diet saluran cerna berarti diet yang dilakukan saat terjadi gangguan pada saluran
pencernaan. Ada pun gangguan saluran pencernaan itu meliputi flatulensi, diare, gastrities
dan tipoid.

B. Saran
Kami menyadari bahwa dalam makalah ini masih terdapat banyak kekurangan. Oleh
karena itu, kami mengharapkan kritik dan saran yang membangun untuk pembelajaran kami
kedepannya.

11
DAFTAR PUSTAKA

http://wartaberita3.blogspot.com/2012/01/cara-mencegah-kegemukan.html
http://xamthone-plus.com/sembelit
http://betterandthebest.wordpress.com/2010/04/25/gangguan-pada-sistem-pencernaan-manusia/
Maryati, Sri. 2006. Biologi Jilid II. Jakarta : Erlangga.
Syamsuri .2 Sander, Guilherne Becker, dkk. 2011. Influence of Organic and Functional Dyspepsia on
Work Productivity: The HEROES-DIP Study. Dipublikasikan (www.elsevier.com/locate/jval)

Welle, Jenifer. 2011. Modified Severity of Dyspepsia Assessment pain Scale: a New Tool for Measuring
Upper Abdominal Pain in Osteoarthritis Patients taking NSAIDs. Dipublikasikan di
(http://dx.doi.org)
Kementerian Kesehatan. 2008. Profil Kesehatan Indonesia Tahun 2008. Departemen Kesehatan RI,
Jakarta. http://depkes.go.id/

12