Você está na página 1de 61

A Moms Dream

(Impian Seorang Ibu)


Oleh

Juniwati
Top eMompreneur Coach
www.Juniwati.com
Halaman 1
www.Juniwati.com

Untuk mendapatkan hasil yang optimal, silahkan cetak/print ebook ini, dan baca minimal 5 kali dalam
waktu maksimal 1 bulan. Selalu persiapkan kertas dan pulpen untuk mencatat, ketika timbul ide saat
Anda membaca ebook ini. DILARANG meminjamkan semua informasi yang ada dalam ebook ini!

PERHATIAN: Anda TIDAK MEMILIKI hak


untuk memperbanyak dan menjual materi ini
Anda juga TIDAK BOLEH membagikan, menjual,
dan memberikan isi dari materi ini pada siapapun

Ini BUKAN eBook GRATIS


Copyright www.Juniwati.com
ALL RIGHTS RESERVED
Tidak ada bagian dalam produk ini yang boleh diperbanyak,disebarkan, disiarkan atau diproduksi ulang dalam
berbagai cara apapun, termasuk tetapi tidak terbatas secara elektronik atau mekanik. Dilarang keras untuk
penggunaan tanpa izin tertulis dari penulis untuk mencetak ulang, atau menyebarluaskan penerbitan ini.
Dengan membaca ebook ini, berarti Anda sudah membaca, mengerti dan setuju dengan semua pernyataan yang
kami buat.
DISCLAIMER AND/OR LEGAL NOTICES
Segala usaha telah dibuat seakurat mungkin untuk menggambarkan produk ini dan potensinya. Contoh dalam produk
ini tidak dapat di anggap sebagai janji atau garansi untuk mendapatkan penghasilan. Potensi untuk mendapat
penghasilan sepenuhnya tergantung pada pribadi masing-masing yang menggunakan produk kami, ide kami, teknik
dan usaha yang di lakukan. Kami tidak mengatakan bahwa produk ini adalah cara cepat kaya
Tingkat kesuksesan Anda dalam menggunakan materi dari kami tergantung dari waktu yang Anda curahkan untuk
menjalankan program, menggunakan ide dan teknik yang telah dijabarkan, pengetahuan dan bermacam-macam
keahlian. Kami tidak dapat menggaransi kesuksesan dan tingkat pendapatan Anda selama factor-faktor di atas
tergantung dari kemampuan dari masing-masing individu.
Materi dari produk kami dan website kami memuat informasi yang berdasarkan pandangan kedepan. Pandangan
kedepan memberikan kami harapan atau ramalan pada kejadian di masa yang akan datang.
Setiap pandangan kedepan pada setiap materi yang kami jual kami bermaksud untuk mengungkapkan pendapat kami
tentang potensi untuk mendapatkan penghasilan. Banyak faktor yang akan mempengaruhi penghasilan Anda
sebenarnya dan tidak ada garansi bahwa Anda akan menerima hasil yang sama seperti kami atau orang lain. Tidak
ada garansi bahwa Anda akan meraih penghasilan dari ide dan teknik kami.
Hasil setiap orang berbeda-beda, dan seperti produk yang memberikan informasi untuk berkesempatan menghasilkan
uang yang lain, Anda dapat menghasilkan uang lebih atau kurang, bahkan tidak sama sekali. Sukses dalam program
ini adalah hasil dari kerja keras, waktu dan banyak faktor lain yang mempengaruhi. Tidak ada pernyataan garansi
apapun tentang pendapatan Anda
Setiap merek dagang, nama perusahaan, nama produk, logo yang disebut dalam ebook ini adalah properti dari
pemilik mereknya masing masing. eBook ini sama sekali tidak mewakili, mengendorse, ataupun menyetujui dengan
cara apapun

Halaman 2
www.Juniwati.com

Siapa Juniwati?

Selamat Kenal! Saya Juniwati.


Tujuan terbesar dalam hidup Saya adalah memberikan inspirasi bagi semua orang di
bumi ini, khususnya para ibu rumah tangga yang punya impian yang terpendam dan
mendambakan kesuksesan dalam hidupnya.
Saya hadir,karena Saya mau Anda Jadi Milyader!
Tunggu-tunggu...APA? Milyader?Becanda ya? Mimpi kali? Mungkin ini yang ada di
otak Anda sekarang? Hahaha..Saya tahu itu..kebanyakan orang tidak percaya bahkan
tidak berpikir untuk jadi Milyader.
Milyader disini maksudnya bukan hanya punya uang banyak,rumah mewah atau beli
mobil mewah idaman and so on.....
Menjadi milyader adalah Anda bisa membuka semua potensi diri yang sudah lama
terpendam dan membangunkan "raksasa" dalam diri Anda sehingga hidup Anda
menjadi lebih baik dan berarti.

Saya adalah seorang ibu rumah tangga dengan impian Ruaarr


Biasa....
Saya adalah eMomPreneur, coach, pemilik Franchise Toko Online kelas Dunia dan
konsultan bagi setiap orang yang sungguh-sungguh ingin sukses dalam hidupnya
khususnya di bisnis Franchise Toko Online.

Mentor, Coach dan Soulmate dalam Hidup Saya adalah Suami


Saya: Suwandi Chow.
Semua yang telah diberikan dalam hidup Saya bersamanya, menjadikan Saya
menjadi lebih baik dan lebih baik lagi. He is a great mentor ever!

Halaman 3
www.Juniwati.com

Anugerah Terbesar Dalam Hidup Saya Adalah Anak Saya,Jerry.


Hidup Saya begitu penuh warna-warni saat Jerry hadir. Tangisnya,tawanya bahkan
nakalnya dan kepintarannya membuat hidup Saya penuh dengan keajaiban yang
begitu nyata.

Saya Ikut Seminar Di Luar Negeri


Saya bersama suami ikut seminar internet marketing di Singapura di awal tahun
2007 yaitu UYMG -- Unleash Your Marketing Genius di tahun 2007. Wah luar
biasa sekali para internet marketing dari seluruh penjuru dunia berkumpul disini.
Stephen Pierce, Patric Chan,Coach Deb & J.P dan lain-lain.

With Stephen Pierce

With Patric Chan

With Coach Deb& J.P.

Terjun Ke Bisnis eCommerce Global


Pertengahan tahun 2012,saya memutuskan terjun ke bisnis eCommerce, Jeunesse
Global. Very excited,karena berkat bisnis ini Saya bisa ke Hong Kong dan naik kapal
pesiar gratis yaitu Mediterranian cruise keliling Eropa

Welcome Hong Kong 2012


Akhirnya bisa juga ke Hong Kong di bulan September 2012. Ikut Convention disana
Halaman 4
www.Juniwati.com

dan tentunya ke Disneyland Hong Kong bersama Suami dan anak tercinta.

Welcome Cruise Mediterranian 2013


Cihuii...naik cruise mewah dan besar di awal bulan Mei 2013 ... seru dan penuh
pengalaman menarik...seperti mimpi saja.
Kapal raksasa mewah Royal Carribean,Liberty of Seas telah membawa Saya melewati
laut Mediterania yang luas dan biru. Menikmati makanan yang mewah dan berlimpah,
singgah di kota-kota Eropa dari Barcelona, Cannes,Nice,Monte-Carlo,Rome,Florence
dan kembali ke Barcelona. Sempat mampir juga ke Dubai.
Pengalaman yang tak terlupakan.

Di atas kapal pesiar Royal Caribbean..dingin dan banyak angin loh!

Bonus untuk Anda: Silahkan download GRATIS eBook perjalanan saya di Eropa
berkat bisnis Toko Online yang saya kembangkan. (Saya yakin, bisnis ini akan
mengantarkan Anda dan saya keliling dunia dan memiliki passive income dengan
lebih cepat)

www.Juniwati.com/10malam
Halaman 5
www.Juniwati.com

Bertemu Milyader-milyader dari dalam dan luar negeri


Terjun dan bergabung di bisnis eCommerce kelas dunia Jeunesse Global ini memang
luar biasa. Saya bisa bertemu dan berkenalan dengan milyader-milyader dari dalam
dan luar negeri. Bahkan belajar dan telah banyak menginspirasi Saya.
Contohnya seorang ibu rumah tangga dari USA yang sangat luar biasa yaitu Mrs.Kim
Hui. Beliau adalah mentor dan inspirasi saya.

Seneng banget bisa foto bareng mrs.Kim Hui

Bangun Team DASH2 Mantap!


Saya punya Team yang sangat luar biasa. Team DASH2 yang semakin hari semakin
dahsyat.DASH2 MANTAP! Saya dibantu Suami tercinta sedang membangun dan
membesarkan Team DASH2 untuk menjadi team yang paling dahsyat dan akan
banyak lahir milyader-milyader baru dari team DASH2. Misi DASH2 adalah Helping
People To Live a Better Life.
Prinsip hidup saya adalah menjadi lebih baik setiap hari dan menjadi inspirasi bagi
semua orang di seluruh dunia.
Salam Excellent,
Juniwati - Top eMomPreneur Coach
Yuk kita saling berinteraksi di:
www.Juniwati.com
www.Facebook.com/juniwati.com
www.Twitter.com/mauawetmuda
www.YouTube.com/mauawetmuda
www.linkedin.com/in/ecommercebiz
PIN BB: 29F359EB
Whatsapp: 08888315939
Halaman 6
www.Juniwati.com

A Moms Dreams
The Opening
Sayang sekali jika sepanjang hidup Kita biasa-biasa saja tanpa memberi arti yang
luar biasa bagi orang lain. Juniwati-eMOMPRENEUR
Halo sahabatku di manapun Anda berada. Nama Saya Juniwati. Saya seorang ibu
rumah tangga dengan satu orang putra. Saya lahir di Palembang dan menghabiskan
waktu kanak-kanak saya hingga berumur 6 tahun disana.
Kota Jakarta menjadi tempat tinggalku sampai saat ini. Sejak saya menikah dan
punya anak, waktu dan lingkungan saya paling banyak di rumah. Namun, saya tidak
pernah lupa akan keinginan saya untuk menjadi seseorang yang punya arti bagi
banyak orang.
Walaupun keinginan Saya baru terwujud di pertengahan tahun 2012, tetapi saya
yakin tidak ada kata terlambat untuk sesuatu yang penting bagi diri Kita.
Saya senang baca buku tentang motivasi dan biografi orang-orang sukses. Saya
terinspirasi dengan Merry Riana dan Adam Khoo yang dalam usia yang masih muda
sudah bisa mencapai impiannya. Saya juga ingin bisa seperti Kimmora yang sukses di
karir dan rumah tangganya. Terkadang saya membayangkan diri saya menjadi
Kimmora ataupun Oprah Winfrey yang bisa membeli rumah mewah dan mobil mewah
dengan mudah.Mereka bisa melakukan apa saja yang mereka suka.
Lalu Saya lebih terinpirasi lagi dengan Mrs.Kim Hui yang punya keyakinan yang
sangat kuat bahwa dirinya kelak menjadi milyader dan benar-benar terwujud nyata
dalam kehidupannya. Walaupun sebagai ibu rumah tangga biasa,tapi impiannya
sangat luar biasa!
Saya yakin, kita semua bisa sukses.Oleh karena itu,saya persembahkan perjalanan
hidup saya lewat ebook ini kepada semua orang yang ingin hidupnya berubah
menjadi lebih baik terutama untuk ibu-ibu rumah tangga yang sangat luar biasa dan
punya bakat terpendam di manapun berada.
Claim your success and dare to dream big! See miracles can happen in your life
Terima kasih.
Salam excellent,
Juniwati
Halaman 7
www.Juniwati.com

A Moms Dreams Part 1


Masa Kecilku-Gemar Menangkap
Belalang
Biar saja...biar...wajah ku begini............................
Tak peduli,tak,oh,tak oh,tak akan kutangisi..............
Akulah anak nakal,anak nakal...................................
Berlari-lari dengan tinggi...karna...............................
Aku..tebak Aku...memang Aku CANDY.......................

Pernah dengar lagu itu?


Lagu jaman dulu dari sebuah film kartun yang sangat terkenal pada masa itu yaitu

CANDY CANDY.
Jadi teringat lagi masa waktu masih sekolah dan menonton film kartun favorit seperti
Candy Candy atau Kum Kum. Saya sangat suka film Candy Candy,karena karakter
Candy yang tomboy, lincah, usil, gemar memanjat pohon dan sangat setia kawan.
Ceritanya pun sangat menyentuh hati dan sangat menarik.
Candy adalah seorang anak yatim piatu yang saat bayi ditemukan di bawah pohon di
depan sebuah rumah yatim piatu bernama : Ponys House di saat salju turun. Saat itu
Candy ditemukan bersamaan dengan Annie, sehingga mereka berdua bersahabat
hingga dewasa.
Candy termasuk anak yang nakal, walaupun dia seorang anak perempuan, tapi Candy
senang memanjat pohon dan berlari-lari dan melompat.Di balik kenakalannya,Candy
memiliki hati yang tulus dan selalu ceria. Baginya, kedua suster yang merawatnya
dari bayi dan teman-teman di Ponys house adalah keluarganya.
Sampai pada akhirnya, satu persatu temannya di rumah Pony harus pergi karena
diadopsi oleh orangtua angkat mereka masing-masing.
Begitu juga dengan Candy, akhirnya diangkat anak oleh keluarga kaya raya.
Walaupun keluarga barunya sangat tidak menyukainya bahkan ingin mencelakainya,
tapi Candy bisa menghadapinya.
Cerita klasik dan unik dari Candy ini sebenarnya sangat menarik. Banyak cerita film
baik kartun, drama-drama yang sudah Saya tonton dari kecil sampai sekarang, selalu
ada yang namanya orang baik dan orang tidak baik. Orang baik biasanya miskin dan
Halaman 8
www.Juniwati.com

orang tidak baik biasanya kaya. Ada yang cantik, ganteng dan ada yang gemuk dan
tidak menarik. Tanpa disadari, semua itu sudah masuk ke dalam otak saya.
Saya sendiri bukan terlahir sebagai anak kaya atau dari keluarga kaya. Saya anak
perempuan kedua dari 4 bersaudara yang semuanya perempuan. Rumah kami di
Palembang, bisa dibilang cukup nyaman walaupun rumah kontrakan. Pemilik rumah
tinggal di atas, sedangkan kami sekeluarga tinggal di bawah.
Saya masih ingat, setiap kali kalau air habis, Mama saya akan berteriak ke atas
memanggil sang pemilik untuk menyalakan air,begitu juga dengan listriknya.
Terus terang Candy mengingatkan kepada diri saya sendiri, waktu saya berumur 3-6
tahun. Saya suka sekali memanjat pohon, melompat-lompat dan berlari-lari. Saya
pernah pergi ke kuburan bersama teman-teman hanya karena penasaran. Waktu
kecil saya sangat suka pergi mencari belalang sendiri di tengah rerumputan liar untuk
diberikan kepada burung kutilang peliharaan Papa Saya, yang akhirnya mati garagara tersangkut kaki belalang di lehernya. Saat itu saya sangat sedih sekali.
Saya pernah pulang terlambat dari bermain dengan teman-teman dan harus
memanjat pagar rumah yang terbuat dari kayu dan akhirnya jatuh, sehingga
menyebabkan tangan kiri saya patah. Maklum dulu saya pakai baju longdress,
dimana baju saya tersangkut di pagar..Hahaha..ada-ada saja.
Tingkah laku saya memang mirip Candy,bedanya saya tidak tinggal di Ponys house
dan diangkat anak oleh keluarga kaya. Saya lebih beruntung dibanding Candy yang
tidak pernah kenal Orangtuanya dan dibesarkan di panti asuhan.
Saya kecil, tidak pernah merasakan susah. Walaupun mungkin bisa dibilang hidup
kami pas-pasan. Saya masih ingat, waktu kecil sering bermain dengan saudara yang
rumahnya sangat besar dengan beberapa ekor anjing peliharaan yang rupanya suka
mengigit. Saya juga suka bermain di rumah teman yang sangat luas dengan sofa
empuknya. Teman-teman saya ini rupanya nakal, setiap kali main ke sana,saya dan
Kakak serta Adik saya suka dikerjain. Saya lupa apakah mereka pernah memaki saya
dan keluarga Saya karena Kami kurang mampu.
Hidup saya juga bisa dibilang tidak susah-susah banget. Waktu toko kelontongan
Papa di Palembang bangkrut karena kena tipu orang. Papa terpaksa merantau sendiri
ke Jakarta untuk mencari nafkah bagi kami sekeluarga. Saat sudah dapat
pekerjaan,kami sekeluargapun ikut pindah ke Jakarta.
Kala itu tahun 1979, saat pertama kalinya saya naik sebuah burung raksasa
bernama pesawat terbang ke Jakarta.Seingat saya,kami naik Garuda. Saat didalam
pesawat, saya senang sekali. Saya duduk di dekat jendela pesawat,mata saya
terbelalak girang melihat sekumpulan awan putih yang indah.
Saya ingat waktu itu saya sedang memegang sapu tangan putih,dan saya merasakan
sapu tangan saya terbang bersama awanhahaha.
Halaman 9
www.Juniwati.com

Di dalam pikiran saya,kota Jakarta adalah gedung-gedung tinggi pencakar langit


seperti yang saya tonton di TV. Saat pesawat hampir landing, saya melihat ke bawah,
tapi kenapa yang saya lihat hanya genteng-genteng berwarna oranye?
Dimana gedung-gedung tinggi yang megah dan menjulang itu?
Saya sempat kecewa, rupanya Jakarta tidak jauh beda dengan Palembang. Saat
pertama kali di Jakarta pun,Kami tidak punya rumah. Jadi kami menumpang di rumah
saudara yang sangat baik dan terbuka menerima kami. Mereka dengan tulus
menerima saya dan keluarga yang hijrah dari Palembang tanpa membawa apa-apa .
Rasa syukur dan terima kasih untuk saudara saya yang telah memberikan tempat
tinggal sementara itu.
Singkat cerita, akhirnya Papa bisa mendapatkan pekerjaan tetap, walaupun
sebelumnya harus pontang-panting ganti profesi dari jualan beras, lalu bangkrut dan
pindah ke pekerjaan lainnya. Akhirnya Kami pun bisa menyewa rumah sendiri dan
pada akhirnya bisa beli rumah sendiri.
Rumah dengan pekarangan yang sangat luas dan indah. Kami sekeluarga begitu
senang bisa punya rumah sendiri walaupun kontrak. Setidaknya Kami tidak harus
menumpang dan merepotkan saudara kami yang sudah berbaik hati untuk
menampung Kami di rumahnya.
Rumah yang didepannya terdapat pohon Kapuk yang menjulang tinggi dan masih ada
rumah gubug yang terbuat dari bilik bambu di depan rumah Kami yang dulunya
dipakai untuk berjualan gado-gado.
Sampai pada suatu hari, Saya dan saudara-saudara setelah mandi sore berebutan
sisir di depan pintu rumah, tiba-tiba rumah gubug di depan rumah kami roboh dan
membuat kaget kami semua. Semakin luaslah halaman rumah Kami tanpa rumah
gubug lagi di depannya.
Di halaman rumah itulah saya pertama kali
belajar naik sepeda dan banyak
kenangan yang saya alami disana.Kami mandi dari air sumur yang setiap kali harus
ditimba. Di rumah inilah,Orangtua saya memulai bisnis kue tambang dan kerupuk
sambal. Saya mendapat bagian memanggang dan membuat adonan kue dengan
mesin.
Tapi saya paling tidak suka kalau diminta Mama saya untuk menjual kerupuk di
depan sekolah lain. Adik ketiga saya yang paling pintar berjualan, saya hanya
menemani disampingnya. Tapi saya tidak pernah merasa susah, bahkan saya sangat
menikmati masa kecil saya.

Halaman 10
www.Juniwati.com

A Moms Dreams Part 2


Saya Harus Cuti Kuliah dan Mencari
Pekerjaan
Sayapun melanjutkan sekolah dari SD,SMP dan SMA di sekolah negeri. Lalu lanjut ke
sebuah perguruan tinggi di kawasan Kuningan untuk mengambil program Diploma 3
Perbankan dan Manajemen.
Semuanya berjalan lancar, sampai pada saat di semester 3, saya harus berhenti
kuliah sementara karena Papa mengundurkan diri dari pekerjaannya.
Saat itu saya sangat sedih sekali. Saya menangis di depan dosen pembimbing saya
saat menceritakan keadaan saya dan harus cuti kuliah dulu untuk mencari pekerjaan.
Adik Saya yang no.3 pun tidak bisa melanjutkan ke perguruan tinggi, padahal sudah
dapat PMDK di sebuah universitas di Semarang.Saya, Kakak Perempuan saya yang
masih kuliah juga dan adik saya akhirnya berburu pekerjaan untuk bisa bertahan
hidup.
Saya masih ingat sampai sekarang, Saya dan Kakak saya mencari lowongan
pekerjaan sampai ke Pinangsia, di mana kita bisa langsung datang untuk interview.
Pinangsia adalah tempat pusat jual beli keramik. Kami masuk ke sebuah toko
keramik yang sedang membuka lowongan pekerjaan. Kakak saya masuk duluan
untuk diwawancara, lalu baru saya menyusul dipanggil.
Saat itu sang pemilik toko menanyakan biodata dan pengalaman kerja saya yang
NOL. Hasilnya pasti sudah pada tahu semua ya. Saya DITOLAK! Sedihnya lagi, sang
pemilik bilang begini: Lanjutkan kuliah dulu,kamu belum bisa bekerja karena
pendidikan belum cukup dan tidak ada pengalaman. Sedangkan kakak saya diterima.
Hati saya sedih sekali,rupanya kakak saya dan seorang teman baru yang diterima
juga melihat kesedihan saya. Saya diajak nonton film Jet Li yang berjudul Kungfu
Master III. Setelah menonton sayapun lupa tentang kejadian saat di wawancara.
Sejak saat itu Jet Li menjadi idola saya.
Sampai di rumah, saat Papa dan Mama menanyakan hasil wawancaranya, ketika
itulah air mata saya jatuh berderai,sambil masuk ke kamar,saya menangisi nasib
saya ini. Saya memandangi tembok kamar saya dan merasakan ketidakadilan dalam
hidup saya.

Halaman 11
www.Juniwati.com

Ini bukan salah saya kalau belum lulus kuliah. Saya hanya perlu pekerjaan agar bisa
menghidupi keluarga dan diri saya. Padahal itu wawancara saya pertama kali,tapi
saya begitu terpukul.
Saya lupa, sudah berapa surat lamaran saya buat dan dikirim ke perusahaan yang
mencari karyawan baru. Pada suatu saat ada seorang teman adik saya yang bekerja
di salah satu Bank swasta terbesar di Indonesia bilang ke adik saya kalau Bank
tersebut sedang membuka lowongan. Jadi saya dan adik saya mengirim surat
lamaran ke kantor pusatnya yang ada di Sudirman.
Beberapa hari kemudian,rupanya saya dipanggil untuk mengikuti Psiko-test di kantor
pusatnya. Tentu saya senang sekali. Walaupun harus melewati tes dan belum tahu
bakal lulus atau tidak, tapi saya sudah senang. Sedangkan Adik saya tidak mendapat
panggilan, sedih juga rasanya.
Singkat cerita, hasilnya saya lulus Psiko-test dan langsung mendapatkan pekerjaan di
kantor cabang di daerah Pasar Baru sebagai sekretaris di bagian Kredit. Rasanya luar
biasa bahagia karena saya bisa mendapatkan pekerjaan pertama saya.
Pulang ke rumah saya ceritakan kabar gembira ini kepada seluruh keluarga yang
menyambut dengan suka cita.
Saya ingat pertama kali mendapatkan gaji pertama,saya langsung menyisihkan gaji
saya untuk diberikan kepada Orangtua saya dan saya belikan kalung emas buat
Mama. Inilah pertama kalinya saya merasa bangga bisa memberikan hadiah kepada
Orangtua Saya.
Saat saya bekerja sudah masuk tahun kedua, cuti akademik saya tidak bisa
diperpanjang lagi,karena max.2 tahun saja. Akhirnya saya bertekad untuk
melanjutkan sisa kuliah saya yang tinggal 3 semester lagi.
Saya harus pinjam uang dari kantor. Untungnya saya bisa pinjam tanpa bunga, tapi
setiap bulan saya harus membayar cicilan untuk uang kuliah saya.
Setiap hari Senin-Jumat setelah pulang kerja jam 4 sore dari kantor,saya langsung
ke kampus untuk mengikuti kuliah. Saya naik mikrolet dari kantor dan lanjut naik
Kopaja yang selalu penuh ke kampus saya di daerah Kuningan.
Untungnya saya tidak sendiri, ada teman-teman yang satu kantor juga dan kuliah di
tempat yang sama. Saya pernah naik kereta api ke kampus.Tapi saya kapok karena
rupanya lebih cepat naik bis dan tidak serepot naik kereta api yang penuh sesak juga.
Sering kali saya datang terlambat dan dimarahi oleh dosen saya yang tidak suka
karena saya telat.Tapi saya punya teman-teman baik yang selalu memberikan
semangat dan memotivasi saya. Terutama teman sekelas saya bernama Sandra.
Thank you Sandra.
Hampir setiap hari saya pulang malam dari kampus menuju rumah. Rumah saya di
Tanjung Priok,jadi setiap pulang dari kampus saya sambung naik Kopaja 20 menuju
Halaman 12
www.Juniwati.com

Senin dan lanjut naik metromini 07 menuju Semper dan naik lagi KWK sampai di
depan gang rumah saya.Lama perjalanan bisa +/-2 jam,dari jam 7 malam,sampai
rumah bisa jam 9 atau 10 malam. Terus terang capek dan melelahkan, namun saya
tetap harus menjalaninya. Saya bertekad untuk lulus kuliah.
Akhinya saya lulus kuliah juga. Saya senang sekali bisa lulus kuliah dengan
membayar uang kuliah dari hasil kerja dan jerih payah sendiri. Kakak pertama saya
juga akhirnya lulus kuliah dan sudah bekerja di perusahaan yang bagus. Adik ketiga
saya sudah bekerja juga. Tinggal adik bungsu saya yang masih sekolah.
Saya sudah pindah kerja saat lulus kuliah. Saya masih kerja di bank,yaitu sebuah
bank campuran Korea dan Indonesia yang berlokasi di Sudirman. Saya ingat waktu
itu tahun 1996.
Hari pertama kerja, saya terlambat karena saya nyasar. Saya nyasar ke Komdak dan
langsung diusir oleh polisi untuk keluar karena tidak boleh masuk ke sana.
Akhirnya saya jalan kaki menuju kantor saya dan untungnya bos baru saya tidak
marah bahkan tertawa mendengar cerita saya. Bos saya seorang warga negara Korea
bernama Mr.Yoon yang baik.
Saya diajak oleh teman saya waktu kerja di kantor sebelumnya bernama Mega untuk
bekerja di sana. Mega menjadi teman baik saya selama bekerja di bank asal negeri
Gingseng, Korea dan saat Saya sudah tidak bekerja lagi, Kami tidak pernah putus
komunikasi dan selalu saling kontak.
Sayang sekali, waktu yang diberikan bagi Kami untuk berteman akhirnya terputus di
pertengahan bulan September 2009. Teman baik saya Mega,dipanggil oleh yang
Maha Kuasa untuk selamanya.
Duka mendalam saya rasakan atas kepergiannya di usia 39 tahun. Awal Agustus
2009, Mega masih sempat berkunjung ke rumah saya. Saat itu Mega ingin melihat
langsung anak Saya sambil ngobrol melepaskan kangen.
Saya tidak pernah menyangka kalau itulah terakhir kalinya saya bertemu dengannya.
Saya masih sempat sms-an dengannya seminggu sebelum Mega kena Stroke dan
akhirnya berpulang. Saya sangat terpukul tapi tidak bisa apa-apa. Saya selalu
berterima kasih atas segala kenangan dan perhatiannya selama kami berteman.
Semoga Mega telah tenang dan damai. Amin.

Halaman 13
www.Juniwati.com

A Moms Dreams Part 3


PRINCE OF CHARMING, Datanglah!
Tanpa terasa umur saya sudah masuk kepala 3. Mama saya selalu menanyakan
kenapa saya tidak pernah punya pacar?
Teman-teman saya juga selalu berusaha membantu dengan menjodohkan saya
dengan teman lelakinya. Tapi saya belum menemukan apa yang saya harapkan.
Pada suatu sore yang mendung, saya sedang berdiri di dekat halte bis menunggu bis
saya yang datang dari arah blok M. Saya sudah menunggu lebih dari 1 jam di halte
bis, tapi bis saya tidak kunjung datang. Ingin rasanya jadi Jennie in a bottle yang bisa
langsung sampai rumah dengan menganggukkan kepala
Saat saya memandang mobil-mobil yang berlalu-lalang di depan saya, saat itulah
saya tiba-tiba membayangkan ada satu mobil berhenti di depan saya dan menjemput
saya. Saya membayangkan Prince of Charming datang menjemput saya pulang dari
kantor. Tiba-tiba lamunan saya buyar karena bis saya datang.
Di akhir tahun 2002,saya bertekad untuk mencari dan mendapatkan Prince of
Charming yang selama ini saya harapkan.Kadang saya bingung juga, bagaimana ya
sebuah keinginan bisa menjadi kenyataan?
Saat saya bertekad untuk mendapatkan Prince of Charming, keinginan saya
menjadi kenyataan. Saya bertemu dengannya di akhir tahun 2002 dan akhirnya Kami
menikah dan lembaran hidup baru saya dimulai.
Saya tidak pernah membayangkan keinginan saya cepat terwujud, tapi mungkin
inilah yang namanya kekuatan tekad. Saya begitu percaya akan menemukannya,
entah dimana atau siapa, dan keinginan saya tercapai. Nama Prince of Charmingnya
adalah : Suwandi Chow (www.TipSAKTI.com ) yang sekarang menjadi suami saya.

Halaman 14
www.Juniwati.com

A Moms Dreams Part 4


Fase Dari Karyawan Menjadi Seorang
Pebisnis
Setahun setelah saya menikah, saya pun berhenti bekerja dari Bank. Saat itu atasan
saya menyarankan untuk tidak berhenti, karena saya sudah cukup lama bekerja yaitu
8 tahun dan masih terbuka kesempatan karir saya disana.
Tapi alasan saya berhenti karena saya akan membantu suami saya dengan bisnis
barunya dan saya juga merasa sudah cukup lama menjadi karyawan. Ada keinginan
untuk bisa punya bisnis sendiri tanpa harus tiap hari bekerja rutin dari pagi dan
malam. Sudah Bosan.com.
Saya mulai membantu bisnis suami saya dan rupanya tidak semudah yang saya
pikirkan. Saya sudah hampir 12 tahun bekerja sebagai karyawan Bank.
Rutinitas saya selalu sama setiap hari. Saya masuk kerja jam 8.30 wib, melakukan
pekerjaan yang sama, mengecek dokumen dan menginputnya di komputer.
Lalu jam 12.00 wib waktunya makan siang. Saya bergantian dengan teman satu
bagian saya,hari ini jam 12.00 wib,besok jam 13.00 wib, karena harus menjaga
tempat, jika ada telpon masuk atau customer yang datang.
O ya, saya pernah kerja di bagian EXIM (Export-Import) dan terakhir di bagian
backoffice Treasury. Jam 17.30 wib waktunya pulang ke rumah.Biasanya sampai
rumah sudah malam sekitar jam 8 atau bahkan pernah sampai jam 9 malam.
Rutinitas inilah yang sudah membekas erat di otak saya. Saya sudah terbiasa untuk
menjadi pengikut dan hanya mengikuti intruksi yang sudah ada.Saat kerja di
Bank,saya bukan orang yang pandai bicara. Saat meeting satu bagianpun,saya tidak
pernah mengutarakan ide atau bicara. Saya sangat tidak percaya diri dan pendiam.
Waktu saya membantu suami saya di bisnisnya. Saya benar-benar dilatih untuk
melakukan hal-hal yang belum pernah saya lakukan. Saya harus bisa bicara di depan
para Karyawan, memberikan motivasi dan harus bisa bertanggung-jawab untuk
kemajuan bisnis.
Pertama kali diminta bicara di depan karyawan,saya tidak percaya diri dan gugup.
Tapi Setiap minggu saya lakukan terus. Walaupun tidak sempurna tetap saya
melakukannya.
Halaman 15
www.Juniwati.com

Saat punya anak buah, saya sendiri banyak mengalami pergolakan. Ada karyawan
yang suka datang telat dan malas-malasan,ada juga yang terlalu pintar sampai tidak
mau mendengar atau tidak mengubris apa yang saya minta. Disini saya juga belajar
untuk bisa menghadapi berbagai sikap dan sifat setiap karyawan.
Saya juga harus bisa menghadapi pelanggan yang galak dan suka marah-marah
selain harus bisa menangani karyawan dengan baik.
Terus terang, ini bukan hal yang mudah. Pola pikir saya masih banyak yang salah dan
saya harus bertarung dengan pikiran-pikiran negatif yang tidak mendukung saya.
Contohnya: Rasa malas, kesal, tidak bersyukur dan marah.
Untunglah suami saya termasuk orang yang sabar. Dia selalu mengingatkan saya
untuk selalu bersyukur. Saya pun selalu ikut seminar-seminar agar pola pikir saya
berubah. Saya juga diminta untuk baca buku-buku, baik tentang motivasi dan buku
tentang orang sukses dan keuangan.
Hasilnya?
Saya tidak banyak berubah.Saya masih tetap merasa sebagai seorang karyawan.
Bahkan saya pernah bilang, kalau jadi karyawan lebih enak daripada jadi seorang
pebisnis. Begitu kuat ingatan saya di pekerjaan saya yang dulu, seakan menjadi
belenggu bagi saya untuk keluar dari kotak dan melihat sesuatu yang baru.
Tapi saya tetap bersyukur,saya bisa mendapatkan banyak ilmu dan pelajaran selama
sekitar 3 tahun membantu usaha suami saya.
Walaupun masih banyak filosopi, pola berpikir, mental dan sikap saya yang harus
diperbaiki. Rupanya setelah saya keluar dari zona nyaman saya selama 12 tahun
sebagai karyawan. Saya seperti dihadapkan kepada perubahan yang total. Semua
yang saya hadapi tidak pernah saya alami selama menjadi karyawan.
Saya rasa inilah yang menjadi penyebab mengapa banyak karyawan yang enggan
untuk keluar dari zona nyamannya. Saking nyamannya, mereka tidak mau atau takut
untuk menghadapi tantangan baru.
Seperti cerita si ikan badut bernama NEMO yang harus keluar dari aquarium menuju
ke lautan luas. NEMO harus keluar,mengap-mengap hampir kehabisan napas menuju
ke lautan luas yang dinamakan kebebasan dan dunia baru yang penuh harapan.

Halaman 16
www.Juniwati.com

A Moms Dreams Part 5


Fase Menjadi Seorang Ibu Rumah
Tangga Sejati
Sekarang di rumah saja ya Jun? Tanya seorang teman ke saya. Enak dong jadi ibu
rumah tangga, tinggal goyang-goyang kaki, tidak perlu susah cari duit kayak Aku
nich. Capek Jun,belum lagi pulang dari kantor harus ngurus anak, suami dan rumah.
Tidak tahu kapan bisa kayak Kamu!
Inilah curhat yang sering saya dengar dari teman saya yang masih harus bekerja di
kantor.
Wah memang enak kok Kata saya dalam hati sambil tersenyum Keluarga saya
seperti Kakak dan Adik saya pun bilang saya sangat enak,karena hanya tinggal di
rumah saja tanpa harus banting tulang cari nafkah seperti mereka. Mama saya pun
merasakan hal yang sama.
Padahal mereka tidak tahu,selama saya berhenti bekerja dari Bank,saya tidak pernah
benar-benar menjadi ibu rumah tangga sejati, sampai saya hamil pun,saya masih
bekerja membantu suami. Saya masih membaca dan mendengarkan audio-audio
motivasi. Saya rutin membaca majalah kehamilan dan tentang anak.
Sampai akhirnya saya melahirkan seorang bayi lelaki yang sangat menawan dan lucu.
Namanya Jerry. Disaat itulah saya fokus untuk membesarkan sendiri anak saya tanpa
bantuan suster. Saya masih dibantu mbak yang siap menerima intruksi saya untuk
mencuci baju, piring dan pekerjaan rumah lainnya.
Awalnya saya tidak yakin bisa membesarkan anak sendiri tanpa bantuan suster, saya
tidak punya pengalaman dan suka panik. Untunglah suami saya sangat membantu.
Saat inilah saya merasa menjadi ibu rumah tangga sejati. Setiap hari dunia saya
adalah
membuat
susu,membuat
makanan
untuk
anak
saya
dan
memandikannya,mengajaknya bermain dan meninabobokan anak semata wayang
saya ini.
Dulu waktu Jerry baru lahir, saya tidak berani mengendong atau memandikannya
sendiri,rasanya sangat frustasi. Saya ketakutan sendiri,takut melukai bayi saya.
Jadi pergulatan saya cukup berat saat itu. Saya tidak punya pengalaman mengurus
bayi,bahkan anak sendiripun saya tidak berani.
Halaman 17
www.Juniwati.com

Pernah dengar istilah Kepepet ya inilah yang terjadi pada saya. Biasanya suami
saya yang memandikan bayi kami, saya hanya bantu-bantu saja.
Pada suatu hari, suami saya ada janji meeting di luar di pagi hari. Jadi, mau tidak
mau saya harus memandikan Jerry sendiri. Terus terang saya takut, tapi kalau tidak
mandi, bisa gatal2 nanti si Jerry. Hehehe..
Akhirnya dengan tekad kuat,saya memandikan Jerry untuk pertama kalinya. Pada
saat itu umurnya 1 bulan. Jerry sangat suka saya mandikan, hahahahaha akhirnya
Mama mandiin saya juga nich, mungkin itu kata Jerry dalam hati.
Sukses memandikan Jerry merupakan sukses kecil saya dalam proses menjadi
seorang Mama. Saya memanfaatkan waktu untuk membaca majalah, cek di internet
dan tanya ke Mama, Kakak, Adik atau teman tentang urusan membesarkan anak.
Saya belajar membuat susu, membuat jus buah, masak nasi tim dan lainnya. Ini
sudah menjadi kegiatan saya sehari-hari. Saya menikmati hari-hari menjadi seorang
Mama.
Setiap hari bermain dan menvideokan kelakuan dan perkembangan Jerry yang
sedang lucu-lucunya, sudah menjadi sesuatu yang menyenangkan bagi saya dan
suami.
Syukurlah Kami memutuskan untuk mengurus, membesarkan dan menjaga anak
Kami sendiri. Banyak sekali moment-moment yang tidak mungkin diulang kembali
jika saya dan suami harus bekerja di luar rumah dan terpaksa meninggalkan anak
Kami di rumah dijaga oleh mbak, suster atau Omanya.
Saya tidak pernah punya keinginan untuk kembali bekerja di kantor yang rutin dan
harus menghabiskan waktu di jalan karena macetnya Jakarta.
Saya bersyukur sudah menjadi seorang ibu rumah tangga yang selalu siap sedia
mengurus anak saya sendiri. Waktu yang Kami lewati benar-benar tidak ternilai
harganya. Tahun demi tahun dilewati sangat berarti dan tidak terlupakan.
Inilah kesempatan yang sungguh penuh arti dan tak tergantikan.

Halaman 18
www.Juniwati.com

A Moms Dreams Part 6


Galau.com
Saat Anak Mulai Masuk Sekolah
Time flies so fast Waktu berlalu sangat cepat. Serasa baru saja melahirkan anak,
lalu merayakan ulang tahunnya ke-1,ke-2,ke-3 dan sudah lewat 3 tahun lebih
usianya.
Kami mulai mencari-cari sekolah untuk Jerry. Saat itu baru pindah ke rumah baru,
lingkungan baru dan harus mencari sekolah yang dekat dengan rumah Kami.
Untungnya saya punya teman yang sudah lama tinggal di lingkungan itu. Dia
merekomendasikan sebuah Pre-School yang rupanya sangat dekat dengan rumah
saya.
Saya tidak bisa menyetir mobil oleh karena itu suami saya melemparkan sebuah ide
yang menurut saya tidak menyenangkan bagi saya.
Mau tahu apa? Ya, saya disarankan untuk naik sepeda mengantar dan menjemput
anak saya dengan naik sepeda mini. Lokasinya memang dekat dari rumah dan sudah
disurvey dengan naik sepeda bisa sampai ke sekolah sekitar 5-7 menit dan jalannya
hanya lurus saja tanpa belok-belok.
Saya terus terang tidak suka. Saya sudah pernah naik sepeda selama 3 tahun
berturut-turut di masa SMP. Dulu perjalanannya cukup jauh dari rumah saya. Saya
pernah jatuh ditabrak motor saat pulang dari sekolah, lalu kehujanan di tengah jalan,
melewati sawah dan pernah rantai sepeda lepas saat hujan deras.
Waktu masuk SMA,Mama saya menyarankan saya naik sepeda lagi, tapi langsung
saya tolak mentah-mentah karena saya tidak mau naik sepeda lagi.
Dilema, galau.com,susah hati rasanya saya menghadapi hal ini. Masa saya harus naik
sepeda lagi? Turun derajat dong! Mana mungkin saya bawa sepeda ke sekolah sambil
membonceng anak saya? Gengsi dong! Semuanya berkecamuk di kepala saya.
Saya memang sudah lama jarang naik KWK, Mikrolet, bajaj ataupun bis umum lagi
semenjak menikah dan punya anak. Setiap kali ke luar rumah,mau ke mal atau ke
rumah Mama,selalu disetirin suami.
Naik kendaraan umum saja sudah jarang, sekarang harus bawa sepeda mini untuk
antar jemput anak? NO WAY!

Halaman 19
www.Juniwati.com

Padahal sebelumnya Saya sudah bertahun-tahun naik kendaraan umum. Mulai naik
becak, bajaj, bemo, KWK, Mikrolet, kereta api, bis AC, NON AC sampai metromini dan
kopaja/kopami sudah pernah saya naikin.
Kehujanan,menerobos banjir,kena macet berjam-jam di jalan, kecopetan,hampir
dicopet, berhimpitan di dalam bis, berdiri di bis,mengejar-ngejar bis sampai berdiri
didepan pintu bis yang sudah tidak bisa ditutup saking penuhnya.
Wah...kalau saya flashback, perjuangan seperti itu sangat berat dan tentu tidak
nyaman. Saat saya di dalam mobil sendiri, saat di jalan, saya perhatikan masih
banyak orang mengalami hal yang sama seperti saya dulu.
Wajah-wajah kelelahan usai pulang kantor, berdiri di dalam bis yang penuh sesak di
tengah jalan ibukota Jakarta yang macet...masih banyak sekali saya temukan. Saya
sebenarnya sangat bersyukur sudah tidak perlu bersusah-susah lagi untuk setiap hari
naik bis atau naik kendaraan umum.
Jika suami tidak bisa antarpun saya tinggal telpon untuk memesan taksi. Sedangkan
masih banyak teman-teman bahkan saudara saya yang masih harus setiap pagi naik
kendaraan umum, berdesak-desakan, sampai kantor sudah bau matahari bekerja
sampai sore bahkan malam karena harus lembur.
Saya memang lebih beruntung dan harusnya berterima-kasih karena saya tidak harus
begitu berjuang untuk bekerja di luar sana. Saya cukup mengantar-jemput anak saya
naik sepeda mini dan di rumah beres-beres rumah dan menjaga anak juga bisa
nonton dvd seri drama Korea dengan aktor dan artisnya yang ganteng dan cakep
dengan cerita yang buat penasaran.
Walaupun saya berontak karena mengantar naik sepeda di lingkungan perumahan
yang cukup elit, jaman begini mana ada? Saya tetap berargumentasi dengan suami
saya, karena saya tidak suka idenya.
Namun akhirnya saya menerima usulannya dengan setengah hati. Sepeda mini
dipesan oleh suami saya dari tetangga kakak ipar saya yang buka toko sepeda.
Sepeda mini dengan boncengan di belakang untuk anak-anak yang berwarna merah
jambu sudah terparkir di halaman rumah saya.

Halaman 20
www.Juniwati.com

Anak saya Jerry begitu senang melihat sepeda mini baru tersebut. Kami bertiga ujicoba sepeda baru di pagi hari sampai ke sekolah anak Saya. Lumayan juga nich,
membonceng anak walau jalannya hanya lurus saja, tetap saja karena belum
terbiasa, kaki saya jadi pegal-pegal.
Singkat cerita, hari pertama mengantar anak ke sekolah menjadi hari yang sangat
berat bagi saya. Selain nanti bisa jadi tontonan para guru dan mami-mami di sana,
rupanya saya harus melewati satu sekolah, dimana berjejeran mobil-mobil mewah
dengan para Bapak supir yang menunggu di sana.
Bagi Jerry, hari pertama juga hari yang berat, karena belum pernah sekalipun saya
dan suami meninggalkannya sendiri dengan orang lain. Alhasil,Jerry menangis
dengan kencang selama di sekolah 3 hari berturut-turut.
Kasian sekali melihat Jerry harus menangis terus, tapi saya percayakan Jerry kepada
bu gurunya yang biasa di panggil Miss, dan benar saja, lewat 3 hari, Jerry sudah
mulai terbiasa bahkan senang ke sekolah.
Jerry sangat suka saat mulai jam makan snack. Missnya bilang, Jerry makannya
selalu habis. Setiap hari menunya beda-beda, dari Jelly, Roti Coklat, Mie Goreng atau
Nasi Goreng. Untungnya Jerry suka makan..Hahaha...sehingga setidaknya ada
sesuatu yang disukai di sekolahnya.
Saat Jerry baru sekolah di Nursery, saya menunggu di sekolah dari pagi sampai
sekolah usai. Masuk jam 9.00 pagi,pulang jam 11.00 siang. Di sinilah saya banyak
berkenalan dengan para mami-mami lainnya dan mereka menjadi teman baru saya.
Di sekolah Jerry, benar saja, saya sendiri, seorang mami yang antar-jemput anaknya
naik sepeda mini. Saya sebenarnya berharap ada teman yang sama seperti saya, jadi
saya tidak aneh sendiri.HAHAHA...Mungkin ada yang bilang, hari gini masih gowes
sepeda ke sekolah? Kemana aja si Mami?
Jika ditanya apakah saya menyesal mengantar-jemput anak sekolah naik sepeda?
Sejujurnya saya jawab, saya justru bersyukur.
Setidaknya saya sudah membuat badan saya makin sehat, walaupun harus diterpa
teriknya Matahari dan disiram hujan atau melewati angin yang kencang, Saya
senang. Saya sangat bangga dengan Jerry, sampai sekarang, walaupun panas, angin
kencang, hujan dan berbagai halangan yang menghadang selama di perjalanan naik
sepeda, Jerry tidak pernah mengeluh.
Jerry bahkan menikmati perjalanan.Kami berdua sering bernyanyi bersama selama
perjalanan. Mau tahu lagu apa yang sering Kami nyanyikan?
Pasti pada salah tebakannya Saya suka menyanyikan lagu Travie McCoy (Feat.
Bruno Mars) berjudul Billionaire. Kami nyanyinya saling bersahutan.

Halaman 21
www.Juniwati.com

Saya mulai dengan: I wanna be a Billionaire so Frickin bad...buy all of the things
Ive never had.I wanna be in the cover of Forbes Magazine...smilin next to Oprah and
the Queen. O everytime I close my eyes, I see my name in shinin lights..Yeah..a
different city every night, alright I swear,the world better prepare, for when Im a
billionaire. Oh-Oh-Oh-Oh.... (ini bagian si Jerry yang nyanyi, red) untuk bagian rap
dari Travie saya tidak bisa menyanyikannya..haha.
Jerry suka sekali lagu ini, terutama bagian :Oh-Oh-Oh-Oh
Coba saja bonceng anak Anda naik sepeda sambil bernyanyi bersama..rasanya
sangat menyenangkan sekali.

Halaman 22
www.Juniwati.com

A Moms Dreams Part 7


Hidup Tidak Kekal
Saya dari dulu sebenarnya ingin sekali bisa punya bisnis sendiri setelah
mengundurkan diri dari pekerjaan rutin di bank dan mulai membantu suami di
bisnisnya, saya mendapat banyak pelajaran.
Tapi tetap saja hal ini bukan sesuatu yang saya inginkan. Saya suka nonton reality
life show di sebuah tv kabel luar negeri, waktu itu saya nonton tentang kehidupan
seorang mantan model dan peragawati keturunan Jepang bernama Kimmora. Di
acara tv yang berjudul Faboulous Life with Kimmora Lee Simmons, saya bisa melihat
sendiri kehidupan suksesnya.
Walaupun sudah menjadi ibu dari 2 orang anak perempuan dan bersuamikan seorang
penyanyi rap yang kaya dan terkenal, Kimmora tidak pernah melepaskan mimpinya
untuk menjadi seorang pebisnis yang sukses. Kecintaannya pada dunia fashion
diwujudkan dengan kreasi baju-baju anak yang diberi merk Baby Phat.
Gaya hidup Kimmora yang penuh glamour dan jetset, membuat Saya ingin juga
punya kehidupan seperti itu. Pada salah satu episode dimana Kimmora sedang
mencari rumah baru di Los Angeles, Kimmora melihat beberapa rumah yang
ditawarkan oleh agen perumahan di sana.
Semuanya rumah mewah dengan kolam renang, lapangan Tenis, halaman yang luas,
bahkan ada hutan mini di belakang rumahnya. Akhirnya Kimmora memilih sebuah
rumah yang luas dengan lapangan Tennis dengan background pemandangan kota Los
Angeles yang cantik.
Mau tahu berapa harga rumah yang dipilihnya? Tanpa banyak pikir,Kimmora
langsung menanda-tangani surat perjanjian rumah tersebut dengan nilai sangat
fantastik: USD10juta!
Wah...Saya langsung berpikir, jika sudah berada di posisi Kimmora, mungkin uang
USD10juta bukan masalah. Apa yang diinginkannya bisa didapat, karena memang
Kimmora sudah sampai ke level dimana uang bukan lagi masalah.
Semua yang diinginkannya bisa didapat, bahkan naik pesawat jet pribadi dan kapal
Yatch pribadi sudah buka hal yang baru baginya.
Sedangkan posisi saya saat itu sedang berjuang untuk mencapai apa yang bisa
didapat oleh orang-orang yang sudah bebas secara finansial. Kimmora memang
membuka mata saya,sebagai seorang ibu,seorang perempuan dan seorang istri.
Jika bisa mencapai sendiri impiannya adalah hal yang sangat luar biasa.
Halaman 23
www.Juniwati.com

Saya juga sangat terinpirasi dengan Oprah Winfrey dan dulu suka menonton
acaranya: Oprah Show di TV. Oprah yang sudah sangat kaya raya, tapi punya hati
yang begitu tulus dalam membantu orang lain. Kehidupan masa lalu Oprah yang
kelam, tidak membuatnya putus asa dan menyerah.
Jika saya flashback ke belakang, sebenarnya masa lalu saya sebenarnya cukup
menyenangkan. Sejak masih kecil, remaja hingga dewasa, semua saya lewati dengan
mulus, tanpa banyak rintangan.
Hanya pada saat di mana untuk pertama kalinya saya merasakan kehilangan orang
yang saya sangat sayangi. Inilah hal yang paling berat yang pernah saya alami dalam
hidup.
Saat itu saya sedang mengikuti sebuah event internet marketing di Singapura
bersama suami. Waktu itu bulan Maret 2007. Sekitar 2 minggu sebelum ke
Singapura, saya dan suami ke rumah Orangtua saya di Priok untuk kunjungan rutin.
Saat itu Papa saya keliatan kurus dan pucat. Papa memang sudah beberapa tahun
belakangan ini kena Diabetes.
Jadi setiap kali ke rumah,saya selalu bawakan teh dan gula khusus penderita
Diabetes untuk Papa.
Rupanya Papa saat itu sedang mengkonsumsi obat Diabetes yang dibeli di toko obat
karena melihat iklan di koran. Saya sudah catat nama obatnya untuk saya cek di
internet.
Kami sekeluarga bilang Papa jangan makan obat sembarangan,yang penting jaga
makan saja. Tapi Papa bilang ini obat herbal, jadi aman. Saya tidak pernah
membayangkan kalau saat itulah, terakhir saya bertemu Papa
Pukul 2 siang di hari Senin,26 Maret 2007. Di saat itu saya sedang di dalam ruangan
seminar, tidak tahu kenapa,saat itu mata saya terasa berat dan ngantuk sekali. Di
depan saya terlihat seperti ada kabut atau asap putih.
Tiba-tiba Suwandi, suami saya menghampiri saya dan duduk disebelah saya sambil
menanyakan jadwal pesawat kepada temannya yang akan pulang lebih awal.
Saya sempat bingung,kenapa Dia menanyakan hal itu? Saat saya tanya, suami saya
hanya bilang mau cek saja.
Malam itu, saya di ajak jalan-jalan di sebuah tempat terkenal di Singapura yaitu
Quarkey. Sambil berjalan mencari tempat makan, Suwandi tampak berbeda.
Tapi terus terang saya tidak curiga, malah saya sempat kesal kenapa Dia seperti
orang linglung?

Halaman 24
www.Juniwati.com

Kaki saya sudah capek keliling mencari restoran,tapi belum menentukan mau makan
dimana. Akhirnya saya bilang, makan di situ saja sambil menunjuk sebuah restoran
di depan Kami.
Sesampainya di hotel, tiba-tiba Suwandi meminta saya untuk duduk. Saya bingung,
ada apa ini?
Lalu kata-kata yang keluar seperti ini: Kuatkan hati dan tabah ya, Papa sudah pergi
untuk selamanya! .....Saya sempat terdiam, berusaha untuk mengerti dan tiba-tiba
seperti disambar petir saya langsung bilang saya tidak percaya dan sayapun
menangis tersedu-sedu.
Tidak mungkin, tidak mungkin,kenapa ini terjadi,kenapa Papa pergi begitu saja?
Mengapa Pa? Mengapa?????
Kenyataan yang sudah terjadi tidak bisa saya rubah. Saya sangat sedih dan
menyesal, saya belum memberikan kebahagiaan untuk Papa,saya belum memberikan
cucu, saya belum membelikan rumah dan mengajak Papa jalan-jalan ke luar negeri.
Saat terakhir ditelpon, Papa bilang ingin jalan-jalan ke Tibet bersama temantemannya. Saya tidak menyangka, Papa akan pergi untuk selamanya sebelum
keinginannya tercapai.
Papa terkena serangan jantung dan meninggal sekitar pukul 2 siang di saat saya
sedang mengikuti seminar di Singapura. Saya tidak bisa tidur dan mata saya sudah
bengkak.
Orang-orang di bandara bingung melihat saya yang menangis terus. Di dalam
pesawatpun saya tidak berhenti menangis.
Saat sampai di rumah duka, saya hanya bisa melihat Papa yang sudah terbaring kaku
di sebuah peti. Duka menyelimuti saya, Mama dan Kakak serta Adik Saya. Mama
terlihat tabah menghadapinya, sungguh tabah. Andai saja saya bisa tabah seperti
Mama.
Enam tahun sudah Papaku tercinta pergi meninggalkanku. Ada rasa rindu di hati,
namun hanya bisa disimpan dihati dan saya selalu berdoa untuk Papa agar damai dan
bahagia selalu. Amin.
Hidup ini memang tidak kekal. Kelahiran dan kematian silih berganti. Semua sudah
ada jalannya. Moment kehilangan orang yang sangat dicintai, adalah moment
terberat dalam hidup.
Tahun 2009, setelah 2 tahun kehilangan Papa tersayang. Saya harus menghadapi
kehilangan kedua, yaitu kepergian sahabat terbaik dan yang sudah bertahun-tahun
bersama dalam suka dan duka selama bekerja di bank.

Halaman 25
www.Juniwati.com

Sahabat saya bernama Mega, di usianya yang masih muda 39 tahun karena serangan
stroke yang sangat mendadak. Sungguh menyakitkan dan menyedihkan jika
mengingat kembali.
Tahun 2010 di bulan Oktober, menjadi tahun yang sangat menyedihkan juga...Papa
mertua yang sangat baik dan senang bercerita dan bertukar pikiran dengan saya,
pergi untuk selamanya karena serangan jantung. Sama seperti yang terjadi pada
Papa saya.
Sejak saat itu saya bertekad untuk bisa punya bisnis yang bisa membantu
hidup orang lebih sehat dan kalau bisa mencegah banyak orang terserang
stroke atau terkena serangan jantung.
Bisnis yang bisa saya dedikasikan kepada Papa, Papa Mertua dan sahabat saya Mega.

Halaman 26
www.Juniwati.com

A Moms Dreams Part 8


Fase Baru Dalam Hidup
Sejak kepergian orang-orang yang saya sayangi, ada sesuatu yang hilang. Saya
memang dari dulu ingin punya bisnis sendiri.
Apalagi saya suka melihat banyak ibu-ibu rumah tangga biasa saja bisa sukses. Di
hati kecil saya selalu bertanya-tanya, apakah saya bisa sukses seperti mereka?
Untuk ukuran ibu rumah tangga seperti saya yang jarang keluar rumah,punya teman
sedikit dan tidak pandai bicara, tentu bukan hal yang mudah untuk mencari bisnis
yang sesuai dengan keadaan saya.
Sebenarnya suami saya tidak pernah meminta saya untuk bekerja kembali atau
menjalankan bisnis. Semuanya tergantung pilihan saya. Keputusan saya untuk bisa
punya bisnis sendiri baru bisa saya wujudkan di tahun 2012.
Sejak saya mengundurkan diri dari Bank, saya masih terus belajar dan tidak pernah
berhenti untuk ikut seminar dan baca buku. Terus terang saya tidak mau ketinggalan
dari suami saya yang terus belajar dan maju di bisnisnya.
Saya tetap mengasuh anak saya sendiri dan saya senang melakukannya. Namun ada
perasaan yang tidak enak saat saya harus menunggu dan kadang meminta uang
kepada suami saya untuk belanja bulanan.
Saya tidak pernah minta dibelikan apa-apa sejak menikah dan punya anak.
Semuanya hanya untuk keperluan anak dan rumah tangga. Untuk keperluan pribadi,
saya keluarkan dari uang saya sendiri yang sudah saya tabung.
Saya tidak nyaman harus bergantung selalu kepada suami saya, bagaimanapun saya
harus punya sesuatu yang harus perjuangkan yaitu impian saya untuk punya bisnis
sendiri dan sukses dari hasil kerja keras saya sendiri.
Anak saya Jerry baru masuk Pre-School di awal tahun 2012. Jadi saya mulai
memikirkan sebuah bisnis yang bisa saya kerjakan disaat saya menunggu anak di
sekolah.
Saya mulai searching bisnis yang bisa dikerjakan dari rumah di internet. Saat saya
menunggu anak saya di sekolah, saya berkenalan dengan para Mami yang juga
sedang menunggu anaknya pulang dari sekolah.
Rupanya ada beberapa Mami yang punya bisnis part time, saat saya tanya bisnis
apa? Katanya bisnis online BB.Jualannya seperti kosmetik, untuk kesehatan atau
kecantikan. Ada juga yang berjualan baju anak-anak.

Halaman 27
www.Juniwati.com

Lumayan juga kalau bisa punya bisnis seperti itu, sambil menunggu anak, bisa sambil
jualan dan menerima order
Saat Saya ungkapkan keinginan saya ini kepada suami saya, rupanya suami saya
langsung menanggapinya dengan serius.
Namun karena saya tidak punya pengalaman di bisnis, jadi saya dibekali oleh suami
saya tiket seminar Money Magnet Deddy Susanto, Tiket Seminar Bong Chandra dan
Merry Riana dan terakhir Kami ikut Preview tentang bootcamp Wealth Academy Adam
Khoo.
Seminar bukan sesuatu yang baru buat saya,karena saya termasuk yang paling
sering dan suka ikut seminar diantara saudara-saudara saya.
Jadi tidak heran kalau saya ikut seminar lagi saat sudah punya anak. Walaupun
sempat vakum sejak hamil dan punya anak, tapi saya senang bisa ikut seminar
kembali. Saya bisa mendapatkan ilmu dan juga berkenalan dengan teman-teman
baru.
Saat saya ikut seminar Money Magnet, saya berkenalan dengan seorang ibu dan
temannya. Rupanya beliau seorang agen asuransi. Saat melihat foto-fotonya saat
mendapat trip gratis ke Thailand, saya sempat berpikir enak juga kalau sudah bisa
dapat jalan-jalan gratis. Peringkatnya di asuransi sudah cukup tinggi dan sering
mendapatkan free trip.
Saya sebenarnya tertarik untuk bisa bergabung dan mencoba menjadi seorang agen
asuransi seperti salah satu idola saya Merry Riana yang sukses menjadi milyader dari
bisnis keuangannya.
Kami sempat janjian untuk bertemu, tapi saat itu si ibu tidak menelpon saya lagi.
Lalu saya ikut bootcamp 4 hari yang diadakan oleh Adam Khoo. Saat itulah saya
dihadapkan pada dilema, karena saya harus meninggalkan anak saya yang masih
sekolah dari pagi sampai malam selama 4 hari berturut-turut.
Suami saya tanya: Serius mau ikut? Kalau serius langsung bayar!...Wah saya
langsung shock ditempat.
Baru kali ini saya harus mengambil keputusan sendiri. Saya tanya nanti Jerry
bagaimana? Suami saya jawabnya singkat: Saya yang atur!!! Sekarang mau ikut apa
tidak?
Akhirnya saya ikut bootcamp Wealth Academy dan berjanji akan melunasi biaya
bootcampnya dari bisnis saya kepada suami saya kelak.
Waktu itu Wealth Academy diadakan dari tanggal 10 13 Mei 2012 di BNI 46. Saya
pergi naik taksi, untunglah saya bertemu teman suami saya di sana, sepasang suamiistri yang baik dan menjadi tebengan saya saat pulang dan pergi di hari berikutnya,
karena rupanya rumahnya berdekatan dengan saya.
Halaman 28
www.Juniwati.com

Usai mengikuti Wealth Academy Adam Khoo, saya masih ingat saat di mobil, suami
saya bercerita sebuah produk ajaib dimana kantong mata bisa hilang berkat produk
berupa serum ini.
Saat itu kantong matanya saya hitam dan kelihatan bengkak karena kecapaian dan
kurang tidur selama 4 hari mengikuti bootcamp. Saya langsung tertarik dan
penasaran. Apalagi ditambah lagi dengan cerita tentang seorang pemuda gaptek
yang sudah menjadi milyader dari bisnis e-commercenya hanya dalam waktu 6 bulan.
Suami saya sangat bersemangat menceritakan peluang bisnis ini kepada saya dan
saya ikutan semangat karena seperti mendapatkan jawaban dari keinginan saya
untuk memulai sebuah bisnis.
Singkat cerita, saya, suami saya dan Jerry ke eventnya yang diadakan di Mid Plaza.
Selama perjalanan yang macet, suami saya bercerita lagi tentang bisnis yang bisa
juga dijalankan online ini. Saya makin penasaran dan ingin cepat-cepat sampai ke
acaranya.
Rupanya suasana tempat diadakan acara sudah ramai oleh orang-orang. Di sanalah
untuk pertama kalinya saya bertemu langsung pemuda gaptek yang sudah menjadi
milyader dari bisnis e-commercenya, yaitu Pak Stefanus Sandy.
Walaupun masih merasa asing waktu duduk di tempat acara, tetapi seperti ada satu
harapan yang bisa saya dapatkan dari bisnis ini.
Satu persatu tamu dari luar negeri, para pebisnis e-commerce yang sudah berhasil
maju ke panggung untuk memberikan sharingnya. Ada seorang pengusaha muda dari
USA yang bercerita bagaimana Dia menjalankan bisnisnya dan sampai menjadi
seorang Diamond. Namanya Samson Li.
Ada yang luar biasa, yaitu seorang ibu berumur 61 tahun dan energik dari USA.
Sebenarnya ibu ini seorang imigran gelap dari China yang merantau ke USA untuk
merubah nasib. Tidak punya teman, tidak bisa Bahasa Inggris dan Gaptek total.
Pekerjaan yang bisa dilakukannya adalah menjadi pembantu rumah tangga, baby
sitter dan pelayan restoran.
Sampai akhirnya bisa bertemu dengan bisnis e-Commerce yang menjadikannya
seorang Diamond. Luar biasa sekali! Namanya: Tina Hu.
Tiba saatnya pembicara terakhir dipanggil ke atas panggung, saya langsung
terpukau. Walaupun seorang ibu rumah tangga dengan satu orang putra, namun
semangat dan kharisma sungguh menakjudkan.
Kata-kata yang paling saya ingat adalah: If I can do it! So can YOU! Katanya
sambil menunjukkan telunjuknya ke arah Kami.

Halaman 29
www.Juniwati.com

Saya merasakan energinya sampai ke diri saya. Seolah-olah telunjuk itu menuju ke
arah saya saja! Hahaaha.....Saat itulah saya bertekad untuk serius dan berkomitmen
untuk menjalankan bisnis ini sampai ke mencapai apa yang sudah dicapai olehnya.
Beliau bernama Mrs.Kim Hui, Double Diamond. Seorang ibu yang rendah hati dan
penuh perhatian.
Saya begitu terkesan dan terinpirasi olehnya. Walaupun sudah menjadi
milyader,kelihatan sekali Mrs.Kim Hui orangnya ramah dengan senyum lebarnya
kepada kita semua.
Saya ingin seperti Kim Hui dan meraih apa yang sudah diraihnya.

Halaman 30
www.Juniwati.com

A Moms Dreams Part 9


Terjun Ke Bisnis eCommerce
Akhir bulan Mei 2012, saat inilah awal dari perjalanan saya memulai sesuatu yang
baru yaitu menjadi seorang pebisnis eCommerce. Saya tidak pernah berbisnis
sebelumnya dan ini adalah pengalaman baru saya.
Sungguh excited untuk segera memulainya tapi ada juga yang mengusik diri saya.
Apakah saya bisa menjalankannya?
Apakah saya bisa bertahan?
menghinggapi kepala saya.

Dan

masih

banyak

pertanyaan

yang

tiba-tiba

Namun, SHOW MUST GOES ON! Saya sudah memutuskannya dan konsekuensinya
harus saya hadapi apapun itu. Inilah yang selama ini saya inginkan,sebuah bisnis
yang bisa saya jalankan di rumah dan bisa menghasilkan pasif income untuk saya.
Bisnis eCommerce yang saya jalankan bernama Jeunesse Global. Sebuah
perusahaan Direct Selling dari USA yang didirikan pada tanggal 9-9-2009 dengan
pendirinya sepasang suami-istri yang sudah berpengalaman di industri network
marketing selama lebih dari 20 tahun bernama Mr. Randy Ray dan Mrs.Wendy Lewis.
Platform bisnis online dan global dengan produk Anti-Aging terobosan terbaru
membuat Jeunesse masuk Rekor Top 48 Direct Selling Association di dunia hanya
dalam waktu kurang dari 4 tahun.
Model Bisnis Global yang menggunakan Teknologi Internet E-Commerce yang sudah
ada di lebih 100 negara inilah yang menjadi salah satu daya tarik Saya dan Suami
saya yang memang sudah lama berkecimpung di dunia internet marketing. Kami
memang dari dulu mencari sebuah model bisnis yang bisa dijalankan secara online
dan akhirnya berjodoh dengan Jeunesse Global.
Bulan pertama mulai di bisnis E-Commerce atau toko online ini, saya masih bingung
dan terus terang tidak mengerti apalagi tentang sistem kompensasinya.
Jadi saya dan Suami mulai belajar tentang produk juga kompensasinya dan mengikuti
Presentasi yang diadakan juga belajar dari para leader seperti Pak Amir, Pak Wayan
juga pak Ivan. Syukurlah para leader sangat membantu dan perhatian sekali dengan
Kami yang masih baru.
Saya sendiri mulai belajar tentang produknya dengan menonton video di youtube.
Saya juga menonton video Dr.Nathan Newman formulator serum Luminesce dan
video-video pendukung lainnya.
Halaman 31
www.Juniwati.com

Bingung juga dengan istilah-istilah asing yang baru saya dengar seperti Resveratrol,
Adult Stem Cells, Paraben, Hydrokinon, dan lainnya.
Apalagi
saya
tidak
suka
dengan
angka,
waktu
mempelajari
rencana
kompensasi,sampai berulang-ulang saya masih bingung. Mungkin sekitar 2-3 bulan
baru saya mulai mengerti tentang Kompensasinya.
Saya dan suami beserta anak saya Jerry setiap Sabtu datang ke Citiloft untuk belajar
dan sekalian mengundang teman untuk melihat peluang bisnisnya. Saat itu saya
masih ada mbak yang membantu saya di rumah untuk urusan bersih-bersih rumah.
Suwandi membuat sebuah brosur tentang produk Jeunesse, lalu saya diminta untuk
mulai bercerita ke teman-teman di sekolahan Jerry.
Waduh...bagaimana ini? Saya terus terang belum PEDE dan ragu. Saya baru pakai
produknya dan masih harus banyak belajar lagi.
Waktu pertama kali ingin memakai serum Luminesce di wajah saya,terutama kantong
mata. Saya ragu dan takut nanti wajah saya malah bermasalah dengan produk baru
ini.
Sebelumnya saya sudah berobat ke klinik dekat rumah saya yang cukup terkenal dan
besar. Setiap sebulan sekali facial murah, saya hanya harus bayar sekitar Rp.170ribu
sekali facial karena perawatanya sudah saya beli sebelumnya,jadi lebih murah
jatuhnya. Namun total biaya sampai Rp5juta lebih.
Halaman 32
www.Juniwati.com

Dulu saya bermasalah dengan kulit di wajah dan leher saya. Ada banyak timbul kutilkutil kecil yang tidak bisa hilang kecuali harus dibakar atau Diathermi.
Waktu saya tanya kenapa bisa timbul kutil? Dokter kulitnya bilang karena hormon
atau keturunan. Akhirnya karena sudah tidak tahan melihatnya, saya memutuskan
untuk menghilangkan kutil tersebut dengan cara dibakar.
Walau sudah pakai krim untuk kebal yang dioles 30 menit sebelum dibakar,tetap saja
ada satu dua kutil yang tidak kena krim dan saat di bakar,sakitnya sampai saya
mengeluarkan air mata
Selesai facial, saya melihat wajah saya yang bengkak dan merah-merah,sungguh
mengerikan.Saya harus ke apotik dengan berjalan kali dulu untuk membeli obat
Bioplacenton yang harus diolesin di titik-titik bekas luka dibakar tadi agar luka lekas
kering dan sembuh.
Pulang ke rumah, suami saya sampai kaget melihat wajah dan leher saya yang
seperti orang lagi kena cacar air...hahaaha..
Setahun kemudian,setelah setiap bulan facial. Kutil-kutil timbul lagi di wajah dan
leher, walaupun tidak sebanyak dahulu, akhirnya saya putuskan untuk dibakar
lagi...dan sudah kebayang kalau kejadiannya sama seperti pertama kali di bakar.
Namun, setahun lebih saya memakai produk dari klinik, kulit wajah saya malah
menghitam dan kusam. Suami saya bilang, kok malah kusam sih mukanya?
Saya juga jadi tidak PEDE Dan kesal sendiri melihatnya.
Untunglah saya bisa bertemu dan berjodoh dengan produk-produk Jeunesse. Setahun
lebih memakainya,kulit wajah saya jadi kencang,cerah dan kelihatan segar.
Luar biasanya lagi, kutil-kutil di wajah dan leher tidak muncul lagi..Aneh bin ajaib.
Saya juga rutin mengkonsumsi Reserve,yang bisa memperbaiki dan membuat
hormon seimbang. Inilah membuat saya makin percaya dan yakin dengan produkproduk dari Jeunesse Global.

Halaman 33
www.Juniwati.com

A Moms Dreams Part 10


GUT To Out of Zona Nyaman
Suwandi sangat membantu dan mendukung saya di bisnis eCommerce ini. Saya yang
seorang ibu Rumah Tangga dan bisa dibilang BUTA tentang bisnis,banyak dibantu
dan dicoach olehnya.
Mulai dari membuat blog pribadi saya : www.juniwati.com sampai membuat sistem
pendukung di online.
Tetap saja saya harus keluar dari zona nyaman saya yang sudah melenakan dan
membuat saya sangat nyaman dan tidak mau dan berani keluar dari zona saya. Sulit
sekali untuk keluar sendiri kecuali didorong oleh orang lain. Saya tentu saja tidak
begitu saja keluar dari Comfort Zone saya sendirian, suami saya punya peranan yang
besar mendorong dan selalu melatih saya untuk bisa keluar dari zona nyaman.
Orang sukses selalu berani dan punya keberanian (GUT) untuk melakukan sesuatu
yang baru, tidak enak, tidak nyaman, dan sangat ditakutkan.
Saya pernah dengar kata-kata pak Harry Tanoe di RCTI: Untuk menjadi seorang
pemimpin, Anda harus berani. Demikianlah keinginan saya untuk menjadi pemimpin
yang sukses, jadi harus berani menghadapi apapun.

GUT To Out of Zona Nyaman 1:


Cerita ke Keluarga dan Tetangga Dekat
Tantangan pertama saya waktu pertama kali terjun ke bisnis eCommerce ini adalah
cerita. Simpel dan saking simpelnya dan mudahnya,saya bingung melakukannya.
Semua hal tentang perusahaan, produk dan kompensasi sudah saya pelajari. Saya
merasa sudah siap untuk langsung bercerita. Orang pertama yang saya beritahu
adalah keluarga saya.
Mulai dari Mama, Kakak dan adik-adik saya. Tanpa ada acara filter atau qualifying lagi
saya langsung bercerita kalau saya baru bergabung di sebuah perusahaan Global
dengan produk anti aging yang menggunakan teknologi muktahir.
Saat Kakak pertama saya datang berkunjung ke rumah, langsung saya presentasikan
tanpa tanya ini itu dulu. Singkat cerita,dengan presentasi ala kadarnya dan tentu saja
tidak bagus.Kakak saya cuma senyam senyum sambil bilang ke saya, nanti kalau
kamu sudah sukses,baru saya ikut....

Halaman 34
www.Juniwati.com

Saya hanya bisa tersenyum kecut dan memang hati saya jadi ciut dan kecut seperti
makan buah mangga mentah..hahaha
Target selanjutnya adalah tetangga dekat rumah saya. Kami memang sering kontak
dan beberapa kali saya main ke rumahnya.
Saat saya berkunjung ke rumahnya, saya sudah siapkan brosur Luminesce dan
Reserve untuk saya kasih. Tapi kenyataannya tidak semudah di pikiran. Saya duduk
manis sambil mendengarkan Teman saya cerita tentang celana jeans yang sedang
dijualnya. Ini celana jeansnya bagus, pas pakai kaki keliatan ramping dan lagi trend.
Saya bilang saya bawa pulang dulu untuk dicoba di rumah. Saya tidak jadi bercerita
tentang bisnis ataupun produk saya malahan saya pulang dengan membawa celana
jeans ke rumah. OMG
MISI 1: GATOT (Gagal Total)

GUT To Out of Zona Nyaman 2:


Bagi-bagi Brosur Ke Para Mami
Saat saya diminta oleh Suwandi untuk mulai membagikan brosur ke teman-teman
dan tetangga,saya langsung menolak. Hati saya langsung berontak dan sebenarnya
saya takut.
Zona nyaman saya langsung terusik, dan ini tidak main-main...tetapi saya tidak bisa
menghindar, saya bisa menunda waktu tapi saya tidak bisa tidak melakukannya.
Akhirnya setelah brosur sudah dicetak dan saya masukkan ke tas saya,misi saya
adalah bercerita dan membagikan ke para mami di sekolah Jerry.
Seperti biasa saya dan para Mami yang baru saya kenal saling menyapa dan ngobrol.
Obrolan Kami hanya seputar anak-anak dari susu anak,anak sakit,anak tidak mau
makan sampai akhirnya ngobrol tentang mbak atau suster yang tidak mau balik
kerja.
Saya bingung mau mulainya, tapi saya memberanikan diri untuk langsung
mengeluarkan brosur produk waktu itu. Pikiran saya tidak karuan dan saya tidak
fokus. Saat brosur sudah keluar,saya hanya memegangnya sampai ada salah satu
Mami yang menanyakan saya pegang brosur apa.
Saya kaget juga waktu ditanya, jadi hanya menyodorkan brosur tersebut. Kelihatan
sekali saya gugup, karena tangan saya gemetaran. Waduh kacau nich..tapi saya
berusaha tenang dan langsung bilang..oh ini brosur produk anti-aging..teknologinya
stem cell blah blah blah.....ngomong gak karuan dan panjang lebar (Padahal tidak
ada yang tanya..hahahhaa).

Halaman 35
www.Juniwati.com

Teman saya hanya mengangguk dan bingung..Saya juga bingung,setelah itu


pembicaraan tidak berlanjut sampai akhirnya saya jemput Jerry pulang dari
sekolahnya.
MISI 2: GATOT (Gagal Total)

GUT To Out of Zona Nyaman 3:


Cerita Via BB dan Telpon ke Teman
Walaupun misi 1 & 2 Gatot,tapi saya terus melanjutkan misi berikutnya. Kali saya
baru saja dibelikan BB sebagai salah satu tools untuk mencari partner bisnis saya.
Saya harus mulai belajar pakai BB dan ini tidak mudah. Saya suka konsultasi ke
saudara dan teman saya tentang cara pakainya.
Wah terus terang ya,kalau mulai sesuatu itu memang perlu perjuangan. Keliatannya
enak melihat orang yang sudah sukses dan kaya, tapi kita tidak pernah tahu
perjalanan dan perjuangan yang mereka lalui untuk mencapai sukses. Pasti tidak
semudah yang dibayangkan.
Inilah yang sedang saya alami. Bagaimanapun saya harus melakukannya. Resiko dan
tantangan harus dilewati.
BB sudah mulai saya kuasai, tapi contact list masih sedikit,baru keluarga dan temanteman dekat saja. Saya akhirnya bisa mendapatkan kontak dari beberapa teman
alumni Wealth Academy Adam Khoo karena waktu itu ada grup BBnya.
Namun saya mendapat kendala karena saya merasa tidak enak hati untuk bercerita
atau mengajak teman untuk datang dan melihat peluang bisnis...gimana gitu
Akhirnya Saya coba ice breaker atau basa-basi dulu dengan daftar di kontak yang ada
di BB Saya. Teman-teman waktu di Bank Swasta dan Bank Korea yang pertama kali
saya ajak berbicara di BB.
Sebelumnya saya tanya kabarnya dan keadaannya sekarang,tapi akhirnya saya tidak
bisa melanjutkan bicara bisnis karena memang saya bingung untuk memulainya.
Saya mencoba-coba sendiri dari mengganti profil di BB saya sehari 1 x,baik foto
maupun tulisannya. Ada juga teman yang tanya saya, tapi lebih banyak yang tidak
bertanya.
Sembari mempelajari pemakaian BB,saya juga menelpon teman saya waktu di Bank
Swasta. Saya dengar teman saya itu baru pensiun dari Bank Swasta dan sekarang
belum ada pekerjaan.
Wah boleh juga nih pikir saya waktu itu. Kebetulan, saya ada peluang yang bisa saya
bagikan, siapa tahu tertarik.

Halaman 36
www.Juniwati.com

Proses untuk telpon sama sulitnya hampir sama dengan basa-basi di BB, bahkan
tingkat kesulitannya lebih tinggi. Saya bergulat melawan ketidaknyamanan yang
sangat melekat pada diri saya.
Setiap kali ingin menekan nomor di telpon, tangan ini rasanya sangat berat. Lalu saya
akan menunda, satu hari, dua hari, tiga hari hingga seminggu. Saya tetap tidak
berani untuk menelpon teman saya.
Namun pada akhirnya saya harus melawannya. Saya berusaha sekuat tenaga untuk
menghilangkan rasa takut saya ini.Teman yang pertama kali saya telpon adalah
supervisor saya dulu waktu di Bank Swasta.
Saya dengar kalau teman saya ini sudah pensiun, dan sekarang belum tahu mau
kerja apa. Saat saya telpon, saya tanya kabarnya dulu. Lalu saya mulai filter dengan
menanyakan apakah sudah dapat pekerjaan?
Saat saya mulai mengajaknya untuk melihat peluang bisnis saya, tiba-tiba atmosfir
pembicaraan berubah, dari yang santai menjadi tegang. Ini yang saya rasakan,
karena saya langsung di TOLAK MENTAH-MENTAH.
Teman saya bilang tidak tertarik dan tidak bisa melakukan bisnis seperti itu.Padahal
saya belum menceritakan lebih detail...Teman saya bilang sudah mau mulai usahanya
di bisnis jualan telor di rumahnya.
Akhirnya saya putuskan untuk bicara hal yang lain,karena pembicaraan menjadi kaku
saat saya mengutarakan maksudnya saya. Singkat cerita, telpon saya tutup dengan
hati yang tidak enak. Hahaha..Saya merasa kalau saya itu telpon karena ada
maunya..padahal memang saya mau sharing tentang bisnis saya ini. Setidaknya saya
sudah bercerita dan menawarkan peluang ini ke teman saya.
Saya memang memberikan prioritas utama untuk saudara dan teman-teman terdekat
dulu. Jadi setidaknya mereka sudah tahu saya bergerak di bisnis apa. Kakak dan
Adik Saya sudah tahu,begitu juga dengan teman-teman terdekat saya. Tapi mereka
hanya berkata Wish Me Luck alias mendoakan saya supaya sukses

GUT To Out of Zona Nyaman 4:


NO TIME.........Make TIME........
Waktu itu bulan Agustus 2012, sebelumnya Saya dibantu oleh seorang asisten rumah
tangga yang banyak membantu saya mengurusi segala kegiatan rumah seperti cuci
menyuci,dari cuci piring,cuci baju, cuci lap dan lainnya. Kegiatan bersih-bersih ini
sangat menyita waktu sehingga adanya seorang mbak sangat menghemat waktu
saya dalam menjalankan bisnis saya.

Halaman 37
www.Juniwati.com

Namun, tidak ada yang abadi di dunia..begitulah kata orang. Bulan Agustus 2012
adalah bulan terakhir di mana saya begitu menikmati waktu punya asisten rumah
tangga. Mudik lebaran tiap tahun sudah menjadi tradisi, sehingga mbak saya juga
harus mudik untuk berkumpul dengan keluarganya di kampung.
Harapan saya tentu saja agar setelah mudik,mbak saya ini balik lagi bekerja di rumah
saya.
Harapan tinggal harapan,mbak saya sms kalau dia tidak mau balik kerja karena ingin
istirahat saja di kampungnya. Waduh....bagaimana ini?
Saya memang tidak mencari mbak pengganti karena berharap mbak saya balik. Saat
ditinggal mudik saja sudah kerepotan dengan urusan rumah tangga yang harus saya
kerjakan. Untungnya anak Saya Jerry sudah berumur 4 tahun saat itu, jadi tidak
terlalu repot menjaganya.
Saya dan Suwandi akhirnya memutuskan untuk tidak mencari mbak pengganti. Kami
sepakat untuk bagi-bagi tugas di rumah, di mana tentu saja 90% saya yang harus
lakukan. Sisa 10% suami yang lengkapi karena harus bekerja di luar.
Inipun sebenarnya sudah bagus loh. Untunglah punya suami yang mau melakukan
pekerjaan rumah tanpa terpaksa
Bisnis baru mulai,sudah harus terbentur dengan masalah yang banyak juga dialami
orang terutama para ibu rumah tangga yaitu no mba or sus.
Encok, pegel, letih sudah mulai mendera badan ini. Apalagi saya harus masak sendiri
setiap pagi dan sore. Saya memang lebih suka makan dari masakan sendiri, karena
pasti lebih sehat dan bersih.
Satu, dua, tiga bulan sudah dilewati tanpa asisten rumah tangga.Wah..bulan-bulan
pertama ini terus terang sangat melelahkan dan tidak nyaman.
Semuanya masih belum teratur hingga membuat saya kecapean dan kelelahan.
Urusan rumah seperti gosok baju sering saya lewatkan hingga akhirnya menumpuk.
Belum lagi saya baru mulai bisnis e-Commerce. Saya masih belajar tentang bisnisnya
dan mulai sharing ke teman-teman. Waktunya masih belum bisa saya atur,sehingga
belum maksimal.
Untunglah bisnis saya ini bisa dilakukan secara online. Saya sangat terbantukan
dengan sistemnya. Saya juga tidak harus banyak menghabiskan waktu untuk keluar
rumah seharian atau membungkus barang. Untuk pengiriman sudah ada dropshipping
dan media online atau e-Commerce sungguh merupakan solusi khususnya buat saya
yang harus tetap benah-benah rumah dan menjaga anak saya.
Sekarang sudah lebih dari satu tahun saya tidak memakai bantuan mba lagi.
Untunglah saya belajar untuk mengatur waktu supaya bisa beres semua. Mau tahu
caranya? Yuk intip di bawah ini:
Halaman 38
www.Juniwati.com

Tips & Trick Mengatur Waktu Jika Tanpa Asisten Rumah Tangga :
1. Ketahui dulu pekerjaan rumah yang paling banyak menyita waktu dalam satu
hari
Misalnya untuk kondisi yang saya alami:

Menyetrika/gosok baju +/-2 jam (Tergantung banyaknya baju)

Masak 1-2 jam (Tergantung masak apa?)

Sapu dan pel rumah 15 Menit 30 Menit (Tergantung besarnya rumah


dan berapa tingkat)

Cuci Piring 10-15 Menit (Sekarang saya sudah cepat cucinya)

Cuci baju plus jemur baju 20-30 menit (Pakai mesin cuci)

Lain-lain

2. Prioritaskan mana yang harus dilakukan terlebih dahulu dan dilakukan secara
rutin
Contoh: Saya masak di pagi hari. Untuk menghemat waktu,misalnya saat sup
sedang dimasak,saya mencuci piring kotor. Jadi setelah sup selesai dimasak,piring
sudah bersih juga. Hemat waktu kan?
Jika sudah sering mencuci piring,tiap hari 3 x sehari,tidak perlu waktu lama untuk
mencuci..maklum sudah ahli hehehe
3.Perhatikan dan lihat apakah ada yang bisa membuat Anda menghemat waktu.
Misalnya :
-

Cuci baju dengan mesin cuci,bisa dilakukan malam hari. Besok tinggal jemur.

Tempat setrika di lantai yang dekat lemari baju,jangan di bawah,jika ada 3


lantai, baju yang berat harus dibawa ke atas, misalnya lantai 3,nanti bisa
encok.

Ke pasar bisa dilakukan seminggu sekali, misalnya tiap hari Minggu. Beli
daging, ikan, telur, sayur mayur untuk kebutuhan seminggu. Sehingga tidak
perlu ke pasar setiap hari.

Jika punya anak, atur waktu kerja Anda. Misalnya saat anak-anak Anda sedang
sekolah, Anda bisa berbenah rumah dan masak. Kalau saya,saat anak saya
sekolah,setelah selesai masak dan berbenah rumah,sekitar jam 10 pagi saya
sudah mulai bekerja di depan komputer.

Sampai jam 12.30 wib saya akan menjemput anak saya naik sepeda pulang
dari sekolahnya.
Halaman 39
www.Juniwati.com

Malam hari bisa digunakan untuk menyelesaikan pekerjaan Anda. Untung bisnis
Jeunesse bisa dilakukan di rumah menggunakan BB, Whatsapp, email, FB.

Hanya lewat notebook dan smartphone Anda di rumah,di sekolah atau sedang
di Mal, Anda bisa lakukan.

Minta bantuan suami untuk membantu Anda.Misalnya mengajak anak bermain


di malam hari saat suami sudah pulang kerja.

Banyak yang bilang: Bisa, karena biasa. Jika setiap hari dilakukan,dari yang tidak
bisa menjadi mudah dan biasa.
Contohnya pertama kali masak, pasti yang belum pernah masak pusing. Saya pun
begitu. Saya hanya bisa masak sayur asem dan goreng ikan asin hahaha....itu yang
saya pelajari dari Mama saya dan karena saya penggemar sayur asem.Oya plus
sambel cobek atau sambal terasi..wah..so yummy..
Dulu bumbu sayur asemnya saya racik sendiri,semuanya ditumbuk jadi satu seperti
bawang merah, cabe merah, terasi, kemiri dan tomat. Sekarang sudah banyak
bumbu instan yang siap digunakan.
Memang untuk rasa pasti jauh lebih enak dan lezat kalau buat sendiri. Tapi karena
waktu yang terbatas, bumbu-bumbu instan, blender, dan semua yang serba instan
menjadi pilihan yang sangat membantu dalam menghemat waktu. Apalagi bagi yang
harus mengerjakannya sendiri.
Ada cerita lucu waktu saya baru menikah dan tinggal bersama mertua. Saya tentu
ingin masak untuk suami dan mertua supaya lebih sehat daripada harus beli di luar.
Sayapun masak di dapur baru, jadi saya tidak
penggorengan, panci dan peralatan memasak lainnya.

tahu

dimana

letak

pisau,

Walaupun ada mbak yang membantu, rupanya si mbak juga tidak tahu. Jadi saya
harus bolak-balik naik turun tangga menanyakan letak alat-alat dapur ke suami.
Alhasil, waktu untuk masak menjadi lama dan semua jadi kelaparan karena saya
belum selesai juga hahahaa..

GUT To Out of Zona Nyaman 5:


David dan GoliathPertarungan Melawan Diri Sendiri
Rupanya ada saja yang saya hadapi selama menjalankan bisnis eCommerce ini, saya
tiap kali harus melawan rasa takut, rasa malu, sungkan, malas dan lainnya sangatlah
sulit. Apalagi saat saya mendapatkan diri saya keluar dari zona nyaman saya selama
ini.
Halaman 40
www.Juniwati.com

Pernah dengar cerita tentang David dan Goliath? Pertarungan antara David yang
hanya seorang pemuda biasa melawan raksasa bernama Goliath?
Saya tidak begitu tahu ceritanya,tapi yang saya tahu, David bisa mengalahkan
Goliath yang kalau dilihat dari ukuran badan jauh lebih besar. Mungkin seperti cerita
seekor gajah yang bisa dilumpuhkan oleh semut kecil...begitulah pertarungan saya
dengan Goliath dalam diri saya.
Raksasa Goliath dalam diri saya berupa rasa malas, takut, sungkan, malu, dan
berbagai macam alasan yang menjadi batu halangan besar untuk menghancurkan
impian saya. Jadi saya harus menjadi David yang bisa mengalahkan Goliath.
Saat saya pertama kali mendapat penolakan dari teman saya, rasanya sakit dan
sedih sekali. Sepanjang hari saya memikirkan hal ini. Semakin saya pikir,semakin
saya merasa tidak bisa melakukan bisnis ini dan mau menyerah.
Baru 1x ditolak sudah begini,katanya harus mendapatkan 100x penolakan baru
kebal....wah...berarti harus lewati 99x penolakan lagi dong. OMG!
Belum lagi Goliath dalam diri saya yang bernama kurang Pede atau percaya diri. Saya
begitu ketakutan untuk menceritakan bisnis saya kepada teman-teman saya.
Akhirnya saya jadi makin depresi dan down.
Padahal tidak ada yang salah di bisnis saya,rupanya mental, mindset atau pola pikir
saya yang salah. Saya punya pikiran yang tidak-tidak. Sehingga tidak bisa
breakthrough diri saya dari kendala dan mengalahkan Goliath dalam diri saya.
Tentunya bukan perkara mudah untuk mengalahkan Goliath-Goliath yang senang
berada di otak saya. Jadi saya harus berubah.Saya harus menjadi David yang
pemberani dan punya keyakinan untuk mengalahkan Goliath walaupun kalau
dibandingkan dengan Goliath, David bukan apa-apa.
Badan Goliath lebih besar dan kuat,sedangkan David kecil dan kalau orang lihat saja
sudah pasti mengatakan yang akan menang adalah Goliath.
David dalam diri saya mulai saya munculkan. Salah satu Goliath yang bernama rasa
takut mulai saya lawan. Pertarungan yang sangat sulit, tapi akhirnya bisa saya
menangkan. Saya memberanikan diri bicara dengan teman saya,cerita via BB,dan
melewati satu demi satu Goliath dalam diri saya. Walaupun tetap masih ada Goliath
yang menghadang,tapi saya tahu kalau saya adalah David yang bisa
mengalahkannya.

Halaman 41
www.Juniwati.com

A Moms Dreams Part 11


From Hong Kong To Mediteranian
Cruise
I. Hong Kong, September 2012
Disneyland Hong Kong
Akhirnya pada bulan September 2012, saya bisa ke Hong Kong bersama suami dan
anak saya. Saya memang belum pernah ke Hong Kong. Bulan September 2012
adalah untuk pertama kalinya saya menginjakkan kaki saya di tanah Hong Kong.
Hong Kong adalah salah satu negara yang ingin saya kunjungi. Sejak punya
anak,saya ingin mengajak anak saya untuk jalan-jalan ke Disneyland. Salah satunya
yang ada di Hong Kong.Rupanya impian saya terwujud juga di tahun 2012.
Sebenarnya di Hong Kong pada bulan itu ada perayaan Ulang Tahun Jeunesse ke-3
atau Convention/EXPO. Jadi sekalian juga Kami memanfaatkan waktu untuk jalanjalan di sana.
Saat pesawat Garuda mendarat mulus di bandara Hong Kong yang megah,rasanya
senang sekali akhirnya bisa melihat bandara Hong Kong yang keren dan tentu saja
Hong Kong!
Kami memisahkan diri dengan rombongan Jeunesse dari Indonesia yang langsung ke
bis,karena saya dan keluarga akan tinggal di apartemen adik saya yang pramugari
Cathay Pacific di daerah Tung Chung,yang hanya perlu waktu sekitar 10 menit dari
bandara dengan naik taksi.
Ternyata untuk naik taksi di Hong Kong harus berdasarkan warna yang menunjukkan
lokasi. Ada taksi merah, biru dan hijau. Kami naik taksi warna biru menuju Tung
Chung.
Apartemen di Tung Chung sangat tinggi dan banyak sekali towernya. Kami sempat
kebingungan mencari Towernya. Akhirnya sampai juga dan bisa beristirahat sejenak.
Lalu sorenya mulai mencari supermarket sekalian makan malam. Untungnya
Apartemennya dekat dengan shopping Mal dan MTR atau stasiun kereta api.
Untungnya lagi, Disneyland Hong Kong berada di Tung Chung. Wah asik banget
ya...dari jendela apartemen kelihatan airport dan Disneyland. Rasanya sudah tidak
sabar untuk bisa sampai ke sana.

Halaman 42
www.Juniwati.com

Tentu saja ini seperti mimpi, karena sebelumnya tidak pernah menyangka kalau
tahun 2012 ini akan pergi ke Disneyland Hong Kong.
Disneyland seperti tempat bermain impian yang luas dan indah. Walaupun harus
mengantri panjang di udara yang panas, tapi hati rasanya senang sekali.
Tapi Jerry tampaknya kurang semangat dan duduk dengan wajah manyun di stroller
yang khusus di bawa dari Indonesia. Saat ditanya, rupanya Dia lapar,padahal sudah
sarapan dari rumah.
Akhirnya Saya membeli kue di dalam area Disneyland dan Jerry dengan lahapnya
makan kue dari Portugis itu sampai habis ditemani oleh burung-burung yang jinak.
Setelah selesai makan, keliatan wajah Jerry mulai ceria kembali, tapi tetap tidak mau
turun dari strollernya.
Disneyland memang seperti dunia impian. Orangtuapun merasakan begitu meriah
dan menakjudkan setiap wahana, permainan, pertunjukan yang diberikan. Walaupun
harga tiketnya cukup mahal, tetapi sangat berkesan.
Tips kalau mau ke Disneyland Hong Kong saat musim Panas, bawa kacamata
hitam,botol minuman,topi dan payung. Pakai baju juga yang simpel dan ringan saja.
Tas backpack lebih disarankan.O ya, sunblock juga harus dipakai supaya kulit tidak
jadi hitam.
Saya dan Suwandi terus terang sudah tidak berani main wahana yang tinggi seperti
rollercoaster.Jadi setiap kali main,selalu pilih yang untuk anak-anak seperti rumah
boneka Winnie The Pooh,Mickey Mouse dan pertunjukan anak-anak.
Malam hari menjadi malam yang sangat luar biasa. Saat jam menunjukkan jam 7
malam, lagu dan musik mulai berkumandang di tengah Castle. Pesta kembang api di
mulai dengan diiringi lagu-lagu film Walt Disney.
Puas seharian bermain di Disneyland,Kamipun pulang kembali ke apartemen. Saya
sangat kagum dengan Walt Disney yang punya visi yang begitu hebat.
Disneyland ada dimana-mana, dari Amerika,Jepang, Korea, Hong Kong dan lainnya.
Hanya di Indonesia saja belum ada. Semoga nanti akan ada Disneyland Indonesia.

Hong Kong Convention Hong Kong


Hari ini acaranya Jeunesse Hong Kong Evolution. Di mana Jeunesse Global berulang
tahun ke-3. Jadi semua distributor dari segala penjuru dunia berkumpul bersama di
Hong Kong Convention untuk merayakannya. Sungguh pemandangan yang luar
biasa. Saya melihat para distributor dari China, Amerika, Australia, Taiwan, Thailand,
Korea, Jepang dan Indonesia tentunya bersatu berbaur bersama.

Halaman 43
www.Juniwati.com

Bisnis Jeunesse Global memang bisnis internasional. Platformnya yang ecommerce


menjadikan bisnis Jeunesse bisa sampai ke luar negeri. Saya sebenarnya masih baru
di bisnis ini dan baru melihat betapa bisnis ini adalah bisnis besar.
Rupanya acaranya dipandu oleh Alan Wu,yang menjadi host reality show Amazing
Race Asia. Walaupun tidak terlalu ngefans dengan Alan Wu, tapi saya suka nonton
acaranya. Senang bisa melihat langsung Alan Wu, walaupun dari jauh.
Pertunjukan yang disungguhkan juga luar biasa dan mantap. Atraksi tari-tarian yang
unik dan lainnya membuat saya terkagum-kagum. Semuanya dirangkum dan
dikemas dalam 3 hari berturut-turut.
Undian berhadiah 3 Mercedez Benz pun diberikan di acara akbar yang dihadiri lebih
dari 5000 distributor dari seluruh dunia. Ada distributor dari Bandung dapat 1 buah
Baby Benz loh. Asik banget!.
Perusahaan Jeunesse Global memang memberikan yang terbaik bagi para
distributornya dari seluruh dunia. Hal ini lebih membuka mata saya dan suami bahwa
bisnis ini memang bisnis besar dan luar biasa.Baik dari segi produk,peluang dan
perusahaannya juga platformnya yang sedang trend saat ini.
Ada sekitar 5000 lebih distributor dari seluruh dunia yang berkumpul menjadi satu
keluarga besar di Hong Kong Convention ini. Selama acara semua di kemas dengan
sangat profesional dan sempurna.
Kami pulang kembali ke tanah air dengan satu harapan untuk mencapai impian yang
sudah ditetapkan dan berkomitmen untuk mewujudkannya.

II. Mediterranian Cruise, Mei 2013


Sejak kepulangan Saya dari Hong Kong,banyak yang harus dipikirkan untuk
dilaksanakan. Tentu saja Saya ingin segera sukses di bisnis ini.
Namun tentu tidak semudah yang dipikirkan. Ada saja kendala yang menghadang
baik dari dalam dan dari luar. Terutama action Saya yang belum masif agar bisa
mencapai hasil yang masif juga.
Jeunesse sedang mengadakan Promo Mediterranian Cruise bagi distributor yang bisa
mencapainya, maka para distributor akan mendapatkan jalan-jalan gratis naik Cruise
atau kapal pesiar besar dan mewah menyusuri laut Mediterania di benua Eropa.
Dalam hati saya berpikir...wah...asik juga ya kalau saya bisa mendapatkannya.
Naik cruise? Sebenarnya saya tidak pernah membayangkan saya akan naik cruise
sebelumnya. Namun saat melihat video thriller tentang promo Cruise ini, saya jadi
ingin meraihnya.

Halaman 44
www.Juniwati.com

Saya ACTION terus tanpa henti untuk mendapatkan poin rewards agar bisa
mendapatkan gratis jalan-jalan naik cruise tentu saja penuh perjuangan karena ada
periode yang diberikan, jadi seperti berpacu dengan waktu.
Akhirnya, terkumpul juga poin untuk mendapatkan Mediterranian Cruise. Rasanya
lega dan senang. Walaupun hanya dapat satu tiket, padahal ingin bisa mendapatkan
2 sampai 3 tiket supaya suami dan anak bisa ikut. Semoga Promo berikutnya bisa
diwujudkan.
Awal Mei 2013 adalah awal di mana saya pertama kali menapakkan kaki saya di
Dubai,UAE. Bandara Dubai yang luas dan bagus terlihat luas dan modern.
Loh kok malah ke Dubai? Katanya ke Eropa naik cruise?
Hahaha...ya memang mau ke Eropa naik cruise,tapi karena naiknya pesawat Emirates
jadi ada transit dulu di Dubai. Transitnya sekitar 2-3 jam baru berangkat lagi naik
Emirates menuju Barcelona, Spanyol.
Wah untung saja ada transit,kalau tidak lumayan juga perjalanan dari Jakarta ke
Barcelona bisa berjam-jam.
Pesawat Emirates akhirnya mendarat dengan aman di bandara Barcelona. Senang
rasanya bisa sampai ke negeri Spanyol ini.Bersama rombongan dari Indonesia, Saya
turun dari pesawat menuju bis yang akan mengantar Kami semua ke hotel.
Udara di Barcelona pada saat itu sejuk dan tampak kota Barcelona yang rapih tapi
kelihatannya kok sepi ya? Wah kalau dibanding Jakarta,tentu saja Jakarta lebih padat
dan macet.
Saya dan rombongan tinggal semalam di Barcelona,karena esok harinya akan menuju
pelabuhan untuk naik kapal pesiar. Rupanya jarak hotel dan pelabuhannya sangat
dekat,hanya sekitar 10 menit saja sudah sampai dengan bis.
Saat saya melihat kapal pesiar di depan saya,kata pertama
adalah..wooah..besar sekali ya kapalnya...itu kapal atau hotel???

yang

keluar

Rupanya saya baru melihat satu kapal pesiar saja,di belakangnya rupanya ada lagi
kapal pesiar dengan ukuran raksasa bertandar di pelabuhan.
Kami kira itu kapal yang akan Kami naiki.....tebakan yang salah...di belakangnya ada
lagi kapal pesiar yang lebih besar dan lebih tinggi dengan boat-boat penyelamat
berwarna kuning.... dan...O...inilah kapal yang akan saya dan rombongan naiki.
Hah??
Kapal bisa sebesar ini?
Royal Carriebean-Liberty of The Seas adalah nama kapal pesiar yang akan membawa
kami semua menyusuri laut Mediterania yang luas selama 5 malam, ya Kami akan
menginap di dalam kapal tersebut.
Halaman 45
www.Juniwati.com

Bagi yang sudah pernah naik kapal pesiar, baik di Asia,Amerika atau di Eropa,
mungkin tidak akan asing dengan suasana di kapal.
Tapi bagi yang belum pernah naik cruise seperti saya tentu ini sesuatu yang
baru...walaupun kamar tidurnya berukuran kecil, apalagi kamar mandi plus
wastafelnya ya ukurannya pas2an.
Tetap saja berbeda loh. Waktu cuci muka,terasa bergoyang karena kapal sedang
menembus ombak. Apalagi waktu malam hari,semakin kencang guncangannya,
seperti ada gempa.
Gantungan baju di lemari berbunyi kencang dan bergoyang-goyang. Sempat tidak
bisa tidur karena takut, tapi akhirnya tertidur juga karena capek.
Perjalanan dengan naik Kapal Pesiar super mewah ini sangat menyenangkan.
Makanannya berlimpah dan enak-enak. Sampai kekenyangan karena banyak sekali
pilihannya. Selama 5 hari ini, tentu saja tidak hanya di dalam kapal.
Jadi hari pertama, Kami menuju Cannes, Nice dan Monte Carlo ibukota Monaco.
Sampai sekarang saya masih ingat indahnya lautan Nice yang biru dan kota Cannes
yang unik begitu juga dengan Monte Carlo yang sangat cantik. Pokoknya beda deh
suasananya.
Hari kedua menuju Italia, menuju menara miring PISA!
Luar biasa loh,rupanya banyak yang belum pernah ke sana. Termasuk saya juga
termasuk yang pertama kali ke sana. Nah,jangan lupa pesan ice cream Gelato di
sana. Eunakkk banget..apalagi kalau makannya sambil memandangi menara Pisa dari
kejauhan disertai hembusan angin dingin Italy
Next adalah kota Florence yang sungguh kuno dan juga sangat ramai. Di sana banyak
toko-toko yang menjual tas-tas dari kulit dan produk lainnya. Walaupun hujan besar
turun saat Saya dan rombongan di sana, tetap saja setelah hujan reda, semuanya
semangat berburu suvenir. Saya ada beli ikat pinggang dan tas dari kulit di sana.
Hari berikutnya adalah kota ROMA...yeahh..kota Roma saat itu dingin dan saat di
sana Saya merasa sedang berada di abad jaman Romawi kuno. Beneran loh...coba
deh nanti sampai di kota Roma,pasti rasanya sama.
Eh...jangan lupa cicipi pizza tipis ala kota Roma yang renyah dan lezat..delicious
banget loh,walaupun ukurannya extra jumbo untuk satu orang, tapi langsung ludes
karena memang enak banget pizzanya.
Puas berbelanja dan land tur di Monaco dan Italia,akhirnya waktunya untuk pulang
kembali ke kota Barcelona. Jadi ada 1 hari 1 malam di dalam cruise. Di dalam cruise
banyak sekali atraksi yang bisa diikuti dari sirkus, ice skating dan banyak lagi.

Halaman 46
www.Juniwati.com

Satu hari di dalam kapal,dimanfaatkan oleh Jeunesse untuk mengadakan training


member dan testimoni dari distributor dari berbagai negara. Malamnya Party...pesta
bersama dengan lampu kelap-kelip.Asiik.
Sebelum kembali ke Jakarta Kami sempat bermalam satu malam di Barcelona dan di
Dubai.
Rupanya di kota Barcelona adalah salah satu surga belanja khususnya bagi para
ibu-ibu yang gemar belanja. Saya termasuk ibu yang kurang gaul untuk urusan tas
bermerk. Saya baru tahu kalau tas merk Long Champ sangat digemari orang
Indonesia. Padahal harganya tidak murah, rata-rata di atas Rp1juta bahkan puluhan
juta.
Bingung juga waktu sampai di salah satu Mal di Barcelona, konter tas Long Champ
yang paling banyak dikerubuti ibu-ibu. Teman sayapun sudah dipesanin anaknya
untuk membeli tas merk itu.
Harga seperti tidak ada artinya disana, walaupun kalau dirupiahkan bisa puluhan juta.
Tapi kok lakunya kayak kacang goreng ya? Hahaha....
Saat di Italia kalau ke toilet harus bayar loh, padahal toiletnya tidak bersih dan bau.
Sedangkan di Dubai, toiletnya gratis dan bersih. Walaupun toiletnya jongkok dan
harus menarik tarik di atas untuk menyiram, lucu juga.
Dubai sangat kaya raya. Walaupun puanasssnya minta ampun disana, sudah pakai
topi tetap terasa panas. Jakarta masih lebih adem tetap bersyukur kalau Jakarta
masih lebih baik cuacanya.
Di Dubai,kalau mau shopping di Mal selain Dirham (mata uang UEA),mata uang US
Dollar dan Euro juga diterima di sana. Jadi tidak perlu tukar terlalu banyak mata uang
Dirhamnya ya.
Inilah salah satu kenikmatan yang bisa didapatkan,rewards yang bisa diraih bagi
distributor-distributor Jeunesse Global yang sudah berhasil mengumpulkan poin untuk
mendapatkan cruise ke Eropa menikmati indahnya laut Mediterania yang indah dan
menjadi bagian dari gaya hidup yang mungkin tidak pernah dibayangkan
sebelumnya.

Halaman 47
www.Juniwati.com

A Moms Dreams Part 12


Menuju Hidup Yang Lebih Baik
Pulang dari Dubai dan naik cruise ke Eropa membawa banyak PR...atau Pekerjaan
Rumah yang harus diselesaikan. Walaupun masih jet lag dan istirahat seminggu. Ada
banyak yang harus dikerjakan.
Saya ingin bisnis saya segera melesat dan bisa menghasilkan.Oleh karena itu tentu
saya harus mengerahkan pikiran dan tenaga saya agar bisa mengembangkan bisnis
saya ke tingkat yang lebih tinggi.
Untungnya di bisnis saya ini saya tidak sendiri. Ada suami saya yang sangat
mendukung, Leader-leader yang siap support dan tentunya tim DASH2 yang penuh
semangat untuk meraih kesuksesan.
Namun jika saya ingin mencapai apa yang saya inginkan, saya harus menaikkan level
diri saya dulu. Kebiasaan saya juga harus di ganti dengan kebiasaan baru untuk
mendukung diri saya. Pola pikir dan mental saya juga perlu dibenahi.

I. Ganti Pola Pikir & Mental Baru


Ganti pola pikir itu seperti apa sih?
Sebelum saya punya bisnis eCommerce ini, saya hanya seorang ibu rumah tangga
biasa. Belasan tahun bekerja sebagai karyawati di bank,tentu saja pola pikir saya
lebih sebagai karyawati.
Saya kerja berdasarkan sistem yang sudah diberikan oleh perusahaan dan pergi pagi
pulang malam berdasarkan jam yang sudah ditentukan pula. Tanggung jawab saya
sebagai pegawai Bank juga hanya sebatas pekerjaan saya di kantor.
Tiap bulan menunggu gaji dibayarkan oleh perusahaan dan dengan hati senang dan
riang saya dan teman-teman akan makan siang di restoran atau mencari makan yang
lebih mahal.
Tapi kalau belum gajian, biasanya saya dan teman-teman kantor makan di kantin
yang ada di parkiran, P1 atau P2.Kadang-kadang di LL atau lantai Low Level yang ada
foodcourt dengan harga yang masih bisa di toleransi kantong.
Setiap satu kali dalam setahun, ada outing atau jalan-jalan sambil workshop gratis
dari kantor ke luar kota ke tempat wisata seperti ke Pulau Seribu, Puncak, LidoSukabumi, Tanjung Lesung dan lain-lain. Wah tentu saja ini yang paling ditunggutunggu.

Halaman 48
www.Juniwati.com

Dapat jalan-jalan gratis


doorprizenya..hahaha....

dan

tentu

saja

makan

gratis.

Apalagi

kalau

ada

Enak ya jadi karyawan, tidak perlu pikir yang susah-susah. Paling kerja lembur dan
dikejar deadline. Coba bandingkan dengan pengusaha yang harus putar otak untuk
bisa membuat perusahaan menghasilkan dan makin besar.
Nah,saat saya memulai bisnis sendiri, tentu saja harus menganti pola pikir saya.
Gampang? Hmmm...tentu saja tidak...sudah bertahun-tahun saya bekerja menjadi
karyawan walaupun sudah resign lama dan membantu suami saya di bisnisnya,tetap
saja mental dan pola pikir saya masih belum berubah 100%.
Saat saya mulai menghadapi penolakan, dulu pola pikir saya masih belum berubah.
Saya jadi down dan berpikir yang bukan-bukan. Saya tidak suka dengan kondisi dan
keadaan saya ini.
Saya kesal dan sedih dengan semua yang saya alami. Tapi tentu saja hal ini tidak
akan mendukung saya. Akhirnya saya mulai mendengar audio-audio motivasi dan
juga menonton video Mrs.Kim Hui yang menjadi idola saya. Suamipun selalu
memberikan motivasi saya agar terus maju.
Akhirnya baru saya tahu,memang diperlukan proses untuk bisa mendapatkan pola
pikir yang baru. Sekarang setiap orang yang saya sharing tentang bisnis eCommerce
ini dan menolak,sama sekali saya tidak ada rasa sedih dan kesal atau hurt feeling
Kenapa? Karena saya sudah mengganti pola pikir saya, penolakan bukan berarti akhir
dari perjalanan bisnis saya.Penolakan bukan berarti No selamanya. Jadi, business
must goes on. Next!

II.Jadi Diri Sendiri


Proses saya di bisnis eCommerce Jeunesse Gobal sudah masuk 1.5 tahun, akhir Mei
2014 akan genap 2 tahun saya menjalankan bisnis ini. Pencapaian yang paling saya
rasakan adalah perubahan dalam diri saya sendiri.
Saya menjadi pribadi yang lebih tangguh dan saya bisa menjadi diri saya sendiri.
Dulu saya sangat polos dan gampang sekali dikerjai orang,bahkan saking
polosnya,banyak yang memanfaatkannya. Saya tentu saja tahu kalau saya tidak bisa
seperti itu selamanya.
Kadang kita bisa bertemu dengan teman yang benar-benar tulus, terkadang juga
kita bisa berjumpa dengan teman yang hanya ingin mendapatkan keuntungan dari
kita. Tapi bagi saya, hidup memang seperti itu. Ada orang baik, ada orang kurang
baik. Paling penting tentu saja sikap dan arti yang diberikan untuk setiap keadaan.
Saat masuk ke dunia bisnis, yang kata orang bisa kejam...saya tidak pernah
membayangkan sebelumnya, begitu beragamnya sikap dan sifat orang.
Halaman 49
www.Juniwati.com

Apalagi bisnis ini adalah People Bussiness. Saya banyak bertemu orang-orang yang
berbeda pola pikir, mental, persepsi dan sikap. Saat tahu hal ini, saya terus terang
sangat terganggu.
Saya sempat berpikir,apa saya sanggup? Tentu saja bukan itu yang harus saya
pikirkan. Saya suka dengar audio dari Jim Rohn, walaupun beliau sudah tiada, tapi
setiap kata dan kalimat yang diucapkannya sangatlah nyata dan benar. Kata-kata
yang menurut saya menyelamatkan saya adalah : In order for things to change,
you have to change! Jika ingin sesuatu berubah, Anda harus berubah!
Bukan lingkungan dan keadaan yang buruk, pemerintah yang tidak adil, pasangan
yang cuek, saudara atau orangtua yang tidak mendukung, teman-teman yang tidak
peduli dan menyebalkan yang harus dirubah, tapi diri sendirilah yang harus dirubah.
Sejak saya merubah diri saya,ajaib! Semuanya jadi berubah! Aneh tapi nyata. Saya
menjadi pribadi yang lebih baik, cara pandang saya dalam menyingkapi setiap situasi
juga berubah.
Dulu saya terlalu memikirkan apa yang orang bilang tentang diri saya,terutama
saudara-saudara dan teman-teman saya. Tapi sekarang,saya bisa memberikan arti
yang berbeda tentang apa yang mereka utarakan. Saya yakin setiap orang ingin
hidupnya lebih baik,mereka juga ingin orang lain juga hidupnya lebih baik.
Hal yang paling penting adalah menjadi diri sendiri! Kenali setiap kekuatan dan
kelemahan yang dimiliki. Just be yourself!

III.Menyongsong Hari Esok Yang Lebih Cerah


Pernah dengar lagu ATT9 yang berjudul : Tomorrow Will Be Better? Kalau pernah,
ingat lirik pertama dari lagunya?
When you wake up in the morning
Ketika Anda bangun di pagi hari
When you havent started to think
Ketika Anda belum mulai untuk berpikir
There is a whole brand new day
Ada sebuah hari yang baru
Open wide to new beginning
Terbuka lebar untuk awal yang baru

Halaman 50
www.Juniwati.com

Saya sangat suka lagu ini,karena liriknya sangat memotivasi. Biasanya kalau bangun
pagi,saya bangun dan ke toilet untuk cuci muka...tapi sekarang saya harus mulai
dengan sesuatu yang baru.
Setiap pagi, saya jadi manusia dengan harapan baru.
Setiap pagi, saya menjadi pribadi yang lebih baik.
Setiap pagi,hidup saya lebih bermakna
Setiap pagi, bisnis saya makin maju
Setiap pagi, saya memberikan yang terbaik bagi keluarga dan semua orang
Setiap detik,menit dan jam dari waktu hidup di dunia sangatlah berarti. Saya tidak
mau menyia-yiakan hidup saya dengan pikiran dan hal-hal yang tidak mendukung
saya. Saya harus berani menghadapi semua yang ada di depan saya.
Saya bertekad menjadi pribadi yang lebih baik agar saya bisa menjadi teladan dan
juga inspirasi bagi banyak orang.
Hari ini menentukan hari esok.Saya ingin hari esok saya lebih cerah dan lebih baik.
Seperti lagu Tomorrow Will Be Better, begitu pula esok akan lebih baik untuk saya.
Dan Anda semua.

Halaman 51
www.Juniwati.com

A Moms Dreams Part 13


Untung Ada DASH2 & SISPO
I. DASH2 MANTAP
Libur Lebaran di bulan Agustus 2013 sudah tiba. Di saat ini biasanya berbarengan
dengan libur sekolah, dimana waktu yang tepat bagi keluarga untuk jalan-jalan
bersama baik di dalam maupun di luar negeri.
Saya juga ingin sekali mengajak suami dan anak saya jalan-jalan di masa libur ini.
Namun keinginan saya harus ditunda dulu, karena ada yang lebih penting yang
harus dilakukan.
Bisnis eCommerce harus punya pondasi yang kuat dan solid agar nanti bisa bertahan
lama. Oleh karena itu, Suwandi dan saya mulai mencari-cari dan belajar tentang
bisnis eCommerce dan juga networking dari dalam dan luar negeri.
Proses ini tentu saja perlu pengorbanan baik tenaga,waktu dan uang.Namun Kami
berdua bertekad dengan sungguh-sungguh untuk bisa membangun tim yang solid di
bisnis ini.
Sejak awal bergabung di Jeunesse, Saya sudah punya tekad untuk membuatnya
besar. Untunglah suami saya sangat mendukung, khususnya di online marketingnya.
Tim dan support sistem yang sudah terbentuk bernama DASH2. DASH artinya cepat
dalam bahasa Inggris. Jadi DASH2 artinya cepat-cepat. Nama dan support system
yang terbentuk ini berkat kerja sama dengan core tim leader DASH2 lainnya.
Sejak dibentuknya DASH2, perkembangannya semakin baik dan menuju kemajuan.
Orang-orang yang masuk ke tim DASH2 juga berasal dari berbagai kalangan dan
profesi seperti ibu rumah tangga seperti saya, dokter, pengusaha, internet
marketer,karyawan/karyawati, pembicara, konsultan dan masih banyak lagi.
Misi dari DASH2 adalah Helping People to Live a Better Life (Membantu Orang banyak
untuk hidup lebih baik).
Sesuai dengan namanya, tujuan utama dari DASH2 adalah membantu mempercepat
para anggotanya dalam mengembangkan bisnis eCommerce (Toko Online).
Satu-satunya cara terbaik untuk membantu semua anggotanya adalah dengan
meleverage kekuatan internet, karena kalau kita bicara kecepatan penyebaran
informasi, maka internet adalah yang tercepat saat ini.
Halaman 52
www.Juniwati.com

Selain kecepatan yang sangat hebat, internet juga tidak mengenal batasan wilayah
dan negara. Dalam dunia internet, market Anda bukan cuma Indonesia, tapi adalah
dunia, artinya potensi bisnis apapun akan menjadi sangat besar dengan market
seluruh dunia:

Orang
Orang
Orang
Orang
Orang
Orang
Orang

di Amerika adalah market Anda


di Australia adalah market Anda
di Hongkong adalah market Anda
di Arab adalah market Anda
di Eropa adalah market Anda
di China adalah market Anda
dimanapun adalah market Anda selama mereka menggunakan internet

Yang membatasi Anda hanyalah bahasanya.


Artinya, jika website Anda berbahasa Indonesia, maka seluruh orang yang mengerti
bahasa Indonesia adalah market Anda, tidak peduli mereka berada di negara
manapun.
Luar biasa sekali bukan?
Hanya dalam hitungan detik, informasi Anda bisa diterima oleh teman Anda yang
berada jauh di negara lain.
DASH2 sudah mempersiapkan tools dan materi-materi yang siap mendukung para
anggotanya dalam menjalankan bisnis eCommercenya. Training baik offline maupun
online lewat internet sudah disiapkan.
Disediakan juga para coach yang siap mendukung dan memberikan masukan bagi
member yang baru bergabung. Strategi-strategi pengembangan bisnis juga mengikuti
sistem yang sudah terbukti berhasil (yaitu sistem dari Mrs Kim Hui - USGS). Ibarat
kapal pesiar besar, sudah tersedia fasilitas seperti hotel berbintang lima. (nanti akan
saya jelaskan lebih detail lewat penjelasan SISPO di bawah)

Halaman 53
www.Juniwati.com

Tim DASH2 semakin mantap dan bertambah dari hari ke hari. Saya tahu untuk
menjadi sukses, diperlukan kerja sama yang baik dengan tim.
Saya senang karena di DASH2 saya bisa berkenalan dengan orang-orang hebat dari
latar belakang yang berbeda. Saya yakin semua member di DASH2 adalah Diamond.
Mereka sangat luar biasa.
Kami saling support dan memberikan motivasi agar semangat mencapai tujuan
bersama. Semuanya memberi warna dan suasana baru dalam bisnis ini.

II. Welcome SISPO


Tim DASH2 sudah terbentuk. Salah satu alat bantu yang sangat luar biasa dari
DASH2, adalah lahirnya sebuah sistem yang bernama SISPO.
Apa itu SISPO? SISPO adalah singkatan dari Sistem Sedot Prospek Otomatis.
SISPO berupa website yang bisa menjadi mesin ATM Pasif Income bagi member
DASH2.
Proses membuat SISPO tidaklah mudah. Namun berkat keuletan dan pengalaman
Suami saya di dunia internet Marketing, lahirlah SISPO ini.
Saya juga tadinya tidak percaya kalau pada bulan Agustus 2013, SISPO siap
diluncurkan dengan tahap uji coba. Saat SISPO diluncurkan, saya juga tidak terlalu
berharap banyak karena ini sistem baru.
SISPO pertama yang diluncurkan adalah www.bit.ly/tiketmantap (silahkan coba)
Pada waktu itu (1 September 2013) sistem ini memberikan penawaran tiket seminar.
Di luar dugaan, responnya bagus sekali. Ada banyak prospek yang memesan tiket
seminar (Nama tiket seminar yang di jual saat itu adalah The STAR) dan hampir
semua yang ikut seminar berminat untuk bergabung di Jeunesse.
Saat itulah banyak anggota DASH2 yang ikut merasakan bagaimana rasanya dikejarkejar oleh prospek, termasuk saya.
Saya senang sekali, walaupun jadi lebih sibuk karena banyak pertanyaan yang masuk
baik lewat sms, telpon ataupun email. Busy tapi asik juga.
Hasilnya tentu saja bukannya bicara bisnis, tapi lebih ke pembicaraan tentang anak,
keluarga dan hal-hal lain. Walaupun tentu saja bagi saya bbman dengan saudara dan
teman sangat menyenangkan.
Saya sebenarnya juga termasuk orang yang sangat tidak suka menelpon teman
hanya untuk menawarkan bisnis saya. Saya tidak mau hubungan baik dengan teman
lama jadi rusak hanya gara-gara teman saya tidak suka saya menelpon hanya karena
bisnis saja misalnya.
Halaman 54
www.Juniwati.com

Banyak sekali pikiran yang menjadi penghalang saya dalam menjalankan bisnis ini.
Tentu saja ini secara sadar tidak sadar, pikiran seperti ini sangat tidak mendukung.
Namun, berkat SISPO saya malah dikejar-kejar orang yang memang sudah tertarik
dengan bisnis ini. Jadi saya tidak perlu waktu banyak menjelaskan, dari email-email
informasi tentang bisnisnya yang dikirim ke orang yang masuk ke SISPO Saya,
mereka sudah mendapatkan gambaran singkat tentang bisnisnya juga manfaatnya.
Mereka hanya tinggal memilih paket yang diinginkan atau menanyakan hal yang
belum dimengerti.
Pernah nonton film Vicky? Anak perempuan robot difilm seri yang bernama Vicky ini
bisa melakukan apa saja untuk majikannya.
SISPO ibarat Vicky bagi saya, karena SISPO sudah menghemat waktu dan tenaga
saya hampir 50%.
Berkat SISPO, saya bisa menggunakan Strategi Offline yang tidak bisa dilakukan oleh
orang lain, yaitu saya menyebarkan link SISPO saya dengan menyebar brosur di
mana saja, seperti di toko-toko atau sekolah yang sudah tercetak link SISPO saya.
Jika ada yang berminat, mereka akan daftar untuk mendapatkan informasi secara
otomatis.
Begitu juga di online, link SISPO saya bisa disebar di email, FB, Twitter atau media
sosial lainnya. Jika sudah data prospek sudah ada di database, SISPO secara otomatis
akan mengirimkan email penjelasan bisnis dan menjelaskan kehebatan bisnis toko
online Jeunesse Global ini.
Pernah berapa kali ada yang langsung transfer dan daftar tanpa bertanya dengan
memesan paket Ambassador lagi yang investasinya Rp12.7juta.
SISPO memang adalah Sistem yang sangat membantu saya dan tim DASH2. Dan
SISPO masih terus dikembangkan.

Halaman 55
www.Juniwati.com

Jika SISPO1 adalah penjualan tentang tiket (sedang diaktifkan penjualan tiket
Webinar), maka SISPO2 yang juga sudah diluncurkan adalah tentang eTraining. Kali
ini eTraining yang diberikan adalah tentang Rahasia Menggunakan Facebook Untuk
Membantu Mesin ATM Toko Online
Silahkan masuk lewat undangan saya, untuk mendapatkan eTraining ini GRATIS:

www.juniwati.com/etraining
Jika Anda datang tanpa link undangan, maka Anda harus membayar senilai Rp.750rb
untuk mendapatkan eTraining tersebut.
Canggih sekali bukan?
Coba bayangkan #1, betapa sangat terbantunya Anda, ketika dalam membangun
bisnis Toko Online Jeunesse jika dilengkapi dengan SISPO (Sistem SEDOT Prospek
Otomatis) yang akan bekerja terus 24 jam 365 hari ke seluruh dunia (100 negara)?
Sistem ini akan memfilter prospek, memberikan informasi secara otomatis dan
bertahap, lalu membuat prospek memiliki kesan positif terhadap Anda.
Coba bayangkan #2, betapa sangat terbantunya Anda, jika Anda memiliki lebih dari
1 SISPO yang bekerja keras atas nama Anda kepada semua calon prospek dari
online? (bahkan SISPO bisa dikembangkan ke berbagai bahasa di masa depan)
Coba bayangkan #3, berapa banyak waktu Anda yang akan dihemat dan berapa
banyak biaya yang akan dihemat dengan bantuan SISPO? (Dengan cara lama, bukan
hanya Anda harus door to door, tapi juga tidak bisa menjangkau market secara luas
ke seluruh dunia lewat internet. Dengan bantuan SISPO, Anda akan bertemu dengan
prospek yang sudah tersaring)
Coba bayangkan #4, betapa luar biasanya kemudahan yang Anda dapatkan dengan
adanya SISPO, karena Anda dengan mudah bisa promosikan link SISPO lewat media
sosial dan gadget seperti SmartPhone, iPad, Tablet, BB, dll?
Coba bayangkan #5, berapa banyak orang yang menginginkan sistem canggih
seperti SISPO sebagai alat bantu untuk mengembangkan bisnis toko online mereka?
Bukankah ini akan sangat membantu Anda mengclosing prospek potensial Anda?
Coba bayangkan #6, betapa unggulnya Anda dibandingkan orang lain, jika Anda
memiliki kemampuan untuk mengembangkan bisnis Toko Online Jeunesse Global ini
dengan mensinergikan cara OFFLINE + ONLINE?
Seperti kata salah satu orang terkaya di dunia:

Halaman 56
www.Juniwati.com

Jeunesse GLOBAL + SISPO + USGS adalah suatu kombinasi yang akan membuat
Anda beberapa langkah lebih unggul dari orang lain.
Coba bayangkan #7, betapa menguntungkannya bergabung dalam komunitas
Internet Marketer untuk mengembangkan bisnis Jeunesse Global ini, karena lewat
internet, Anda tidak mungkin akan kekurangan prospek (ada lebih dari 2 milyar orang
pengguna internet di dunia)

BONUS SPESIAL:

(masih ada sumber penghasilan lain dari SISPO yang akan

saya juga jelaskan dalam Bonus Spesial ini)


GRATIS eBook Step by Step Tutorial dan penjelasan KeSAKTIAN SISPO 1 +
SISPO 2:

www.Juniwati.com/sispo
Halaman 57
www.Juniwati.com

A Moms Dreams Part 14


The Closing
Ibarat menonton sebuah film, tentu saja ada akhirnya atau endingnya. Biasanya
kalau film lama,di akhir film ada tulisan The End. Begitu pula akhirnya saya harus
menutup cerita saya ini.
Terus terang saya tidak menyangka kalau saya bisa menyelesaikan ebook saya ini.
Padahal sebelumnya, untuk memulainya sangatlah sulit. Saya berpikir akan membuat
ebook tentang perjalanan diri saya. Tapi hal itu tidak pernah saya wujudkan. Hari
lewat hari, Minggu lewat Minggu, Bulan lewat Bulan.
Saya tidak punya keyakinan sebelumnya untuk bisa membuat sebuah ebook tentang
perjalanan diri saya ini. Siapa saya? Saya hanya seorang ibu rumah tangga biasa
saja. Namun saya bisa mulai mendapatkan satu demi satu keinginan saya.
Saya hanya punya keyakinan dan impian untuk menjadi sukses dan menjadi
milyader.
Begitu kuat keinginan dan keyakinan Saya sampai akhirnya saya bisa mulai menulis
dan akhirnya bisa selesai dalam waktu singkat. Amazing!
Tapi inti utama dari ebook ini bukanlah tentang saya, melainkan adalah tentang
Anda.
Lewat ebook singkat ini Saya yakin Anda sudah melihat, mendengar, dan merasakan
sendiri bahwa saya adalah orang biasa yang tidak sempurna. Memiliki ketakutan, dan
kekuatiran yang mungkin di alami oleh Anda juga.
Jadi, dengan cerita singkat tentang perjalanan saya ini, semoga bisa memberikan
inspirasi bagi siapa saja, khususnya bagi ibu rumah tangga seperti saya.
Banyak sekali di luar sana para ibu rumah tangga yang sebenarnya punya skill,
kemampuan dan otak yang cerdas, tapi harus memendam semuanya. Semua impian
harus dibungkus hanya di dalam hati.
Saya termasuk ibu rumah tangga yang tidak mau jadi ibu rumah tangga biasa. Sejak
dulu ingin sekali punya bisnis sendiri, bisa punya penghasilan sendiri bahkan bisa
menjadi milyader seperti Mrs.Kim Hui.
Walaupun kondisi saya waktu memulai bisnis sebagai ibu rumah tangga yang harus
mengurus anak, berbenah rumah dan mengurus rumah tangga. Namun saya ingin
potensi dalam diri saya tidak terpendam. Saya yakin saya bisa sukses seperti
Halaman 58
www.Juniwati.com

Kimmora, Oprah dan para pengusaha wanita seperti ibu Martha Tilaar, ibu Mooryati,
Merry Riana dan masih banyak lagi.
Setiap manusia punya impian terpendamnya, begitu pula dengan para ibu rumah
tangga yang dulunya mungkin bekerja di kantor atau pernah punya pekerjaan,tapi
harus berhenti karena harus menjaga anak, pasti punya impian yang ingin diraih.
Saya ingin memberikan contoh, walaupun saya sibuk sebagai ibu rumah tangga tapi
saya tetap bisa menjalankan bisnis saya.
Kadang ada ibu-ibu yang menjadikan anak-anaknya sebagai alasan untuk tidak
sukses bahkan menjadikan beban. Seharusnya anak-anak menjadi alasan
mengapa kita harus sukses.
Kadang para ibu merasa suami, anak, dan keluarga menjadi penghalang untuknya
agar bisa sukses. Dulu saya juga merasakan hal yang sama. Saya merasa saya harus
jadi istri yang baik dan tentu Mama yang bertanggung-jawab penuh atas anaknya.
Saya tidak berani mengutarakan keinginan saya ini kepada suami. Saya takut
saudara dan teman mentertawai saya dan mengatakan saya hanya mimpi di siang
bolong.
Namun,saya yakin di dalam hati saya yang terdalam kalau saya lahir karena saya ada
arti di dunia ini. Saya lahir karena dunia membutuhkan saya dan menantikan karya
saya.
Sukses memang perlu harga yang harus dibayar. Waktu untuk santai menjadi
berkurang, tidur menjadi berkurang dan kegiatan untuk diri sendiri menjadi
berkurang.
Tapi bagi saya ini hanya sementara,karena saya sudah menetapkan waktu 2-4 tahun
dari sekarang saya tinggal menikmati hasil dari kerja keras saya sekarang.
Untuk sukses perlu proses,hanya perlu keputusan untuk maju melangkah dan keluar
dari posisi sekarang dan pindah ke tempat yang lebih tinggi dan baik.
Apapun mimpi Anda, segila atau setinggi apapun mimpi Anda,kejar dan raih impian
itu. Hanya satu orang yang bisa menghancurkan dan melenyapkan mimpi Anda, yaitu
Anda sendiri. Jadi yakinlah mimpi itu akan jadi kenyataan.
Tunjukkan kepada orang-orang yang Anda cintai, suami, istri, anak-anak, Ayah Ibu,
saudara-saudari, teman-teman dan semua orang baik yang Anda kenal maupun
belum dikenal bahwa mimpi Anda itu berharga dan bermakna.
Sampai jumpa di tempat di mana impian Anda sudah terwujud.

Saya seorang ibu Rumah Tangga biasa dengan


impian luar biasa! Juniwati
Halaman 59
www.Juniwati.com

Ucapan Terima Kasih


Ucapan Terima kasih yang luar biasa untuk Tuhan Yang Maha Esa yang selalu
bersama menjaga dan melindungi Kami semua.
Terima kasih yang tulus untuk suami tercinta Suwandi Chow. Berkat kepercayaan,
kegigihan,semangat dan motivasi yang tiada henti memberikan api dan cahaya dalam
hidupku.
Terima kasih yang dalam untuk anak semata wayang kami, Jerry. Kesabaran,
kebaikan dan pengertiannya selama ini begitu menakjudkan. Walaupun kadang lelah
terpaksa harus mengikuti Seminar dari pagi hingga sore,tapi keceriaan dan
semangatnya tidak pernah luntur. Tanpa pernah mengeluh sedikitpun.
Terima kasih untuk Mama tercinta yang selalu bersabar dan setia mendukungku di
setiap langkah dan kasih sayangnya memberikan kekuatan untukku terus maju dan
menjadi yang terbaik.
Terima kasih untuk saudara-saudariku yang selalu bersama baik dalam susah dan
senang: Elly, Julia, Marina, Linda, Ratna dan para keponakan2an.
Terima kasih kepada sponsor Ricky dan para leader Amir, Wayan, Ivan, Tante Jenny,
Tante Winny, Mrs.Kim Hui dan semua leader baik di Indonesia dan seluruh dunia.
Terima kasih yang mantap untuk tim DASH2 yang luar biasa yang selalu semangat
dan menjadi tim yang solid selama ini. Anda semua adalah inspirasi dan motivasi
saya untuk terus maju dan saya yakin kita akan makin besar dan kuat di tahun yang
akan datang.
Terima kasih untuk para Mentor saya, TDW, Bong Chandra, Merry Riana, Adam Khoo,
Leroy, Deddy Susanto, Putu Putrayasa, Jim Rohn, Haryanto Kandani dan semua
teman-teman yang tidak bisa saya sebutkan satu persatu di sini. Thanks all.

A Moms dreams will come true soon or later. Just


believe it! Juniwati-eMOMPreneur
abcdefghijklmnopqrstuvwxyzABCDEFGHIJKLMNOPQRSTUVWXYZ.:,;-_!"'#+~*@$%&/\`^|()=?[]123467890
abcdefghijklmnopqrstuvwxyzABCDEFGHIJKLMNOPQRSTUVWXYZ.:,;-_!"'#+~*@$%&/\`^|()=?[]123467890
abcdefghijklmnopqrstuvwxyzABCDEFGHIJKLMNOPQRSTUVWXYZ.:,;_!"'#+~*@$%&/\`^|()=?[]123467890
abcdefghijklmnopqrstuvwxyzABCDEFGHIJKLMNOPQRSTUVWXYZ.:,;_!"'#+~*@$%&/\`^|()=?[]123467890

Halaman 60
www.Juniwati.com

Sahabatku,
Apa yang saya lakukan, pasti bisa Anda lakukan, karena awalnya saya juga tidak
tahu apa-apa dan tidak punya pengalaman di bisnis sebelumnya.
Saya hanya memilih kendaraan yang TEPAT dan mengikuti Coach yang
TEPAT.
Sekarang ini, Anda sudah tahu Kendaraan yang saya gunakan, yaitu Jeunesse Global
+ SISPO + USGS. Dan jika Anda sungguh-sungguh ingin mewujudkan impian Anda,
maka saya siap menjadi Coach Anda.
Segera buktikan keseriusan Anda dengan memilih salah satu paket yang tersedia di
dalam SISPO saya di:

www.Juniwati.com/etraining

Halaman 61
www.Juniwati.com