Você está na página 1de 2

Ah, anda terluka! Biar saya ambilkan obat!

Iris meletakkan tas yang tersampir di pundaknya ke tanah, tangannya segera


mengeluarkan kotak obat dan perban. Ia dan Brett baru saja menangani sebuah
kasus di kota kecil bernama kota Violet. Mereka berhasil membekuk penjahatnya,
tapi lelaki itu sempat melukai lengan kanan Brett cukup dalam ketika sang naga
sedang lengah.
Aduh! Iris berseru. Wakil kapten Brett, disinfektan di kotak ini habis! Saya
lupa belum menggantinya dengan yang baru
Brett berdiri. Biarkan saja, Iris. Luka kecil begini bukan masalah buatku. Ayo
kita kembali ke markas. ucapnya.
Iris ikut berdiri, melirik lengan Brett sekilas. Itu bukan luka kecil. Lengan
seragam sang wakil kapten terwarnai merah hingga ke siku. Memang benar, Brett
punya ketahanan yang kuat terhadap rasa sakit. Tapi, tetap saja
Jangan begitu, wakil kapten Brett.ucap Iris. Meskipun anda bilang bukan
masalah, luka anda tetap harus segera diobati! Perjalanan ke markas masih dua
jam, bukan?
Iris melangkah ke tepi jalan, mengamati tanaman-tanaman yang tumbuh
disana. Tangannya mengeluarkan pisau lipat dari saku, lantas memotong beberapa
batang Aloe vera. Dibawanya Aloe vera itu ke tempat Brett.
Wakil kapten Brett, tolong duduklah.
Brett duduk. Lidah buaya, Iris?
Iris mengangguk, berjongkok di samping Brett. Dengan hati-hati digulungnya
lengan baju Brett. Setelah membasuh luka Brett, ia mengoleskan getah lidah buaya
di atasnya. Lidah buaya bagus untuk mengobati luka. Getahnya bisa menangkal
bakteri dan jamur, mencegah infeksi, dan membuat luka cepat menutup. jelasnya.
Oh. Kau menganalisisnya?
Iris menggeleng, bibirnya membentuk senyum kecil. Aku tahu dari manusia
yang dulu merawatku. Dia seorang ahli botani. ucapnya sembari membebatkan
perban pada luka yang sudah diolesi getah Aloe vera.
Naah, selesai! Iris berseru riang. Nanti tinggal diobati lebih lanjut di
markas. Kita pulang sekarang?
Brett memandangi lengannya yang diperban. Memang, kalau Iris tidak
pernah tahu tentang manfaat lidah buaya untuk pengobatan luka, naga muda itu
masih bisa menganalisisnya. Tapi dengan mengetahuinya, setidaknya bisa

menghemat tenaga Iris. Di saat-saat genting, hal-hal kecil seperti itu bisa
menghasilkan perbedaan besar.
Manusia, ya?
Naga berambut merah itu mengalihkan pandangannya ke arah Iris yang
tersenyum menatapnya. Ia balas tersenyum, dan mengangguk pelan.
Ya, ayo pulang.
Mungkin suatu hari nanti, pandangannya pada manusia akan berubah.
Mungkin.

FIN