Você está na página 1de 5

ANALISA DATA

No.
1

DATA
DS:
-

DO :
-

DS:
-

Ny. S mengatakan
bahwa sering
terbangun saat
malam hari karena
ingin BAK (2-3 kali)
Ny. S mengatakan
bahwa sulit tidur
kembali setelah
terbangun
Ny. S mengatakn
tidak bisa langsung
tidur jika tidak
membaca doa-doa
terlebih dahulu.
Ny. S menyatakan
jika sering
terbangun pada
malam hari maka
akan merasa
ngantuk pada
keesokan harinya.
Ny. S mengatakan
bahwa merasa
terganggu dan tidak
nyaman jika sering
terbangun pada
malam hari.

ETIOLOGI
Diabetes mellitus

Penurunan produksi insulin dan


penurunan sensitifitas ikatan
insulin dengan glukosa dan sel
tubuh

Penumbunan glukosa pada


ekstrasel

Glukosa menuju ginjal dan


terjadi glukosuria dan diuresis
osmotic

Poliuria

Sering berkemih saat siang dan


malam hari

Gangguan tidur dimalam hari

insomnia

MASALAH
KEPERAWATAN
Insomnia

TD : 160/100
mmHg
Pada pemeriksaan
glukosa darah
bulan lalu 138
mg/dl

Ny S mengatakan
bahwa sering
berkemih sebelum
masuk toilet
Ny S mengatakan
frekuensi berkemih

Proses penuaan

Kelemahan struktur panggul


pendukung

Tidak dapat menahan berkemih

Inkontinensia
Urinarius Fungsional

4-5 kali saat siang


hari dan 2-3 kali
saat malam hari
DO:

DS:
-

DO:
-

Ny. S mengatakan
memiliki riwayat
DM sejak tahun
1995
Ny S mengatakan
terjadi penurunan
berat badan dari
79 sekarang 59
Pada pemeriksaan
glukosa darah
bulan lalu 138
mg/dl
TD : 160/100
mmHg

Inkontinensia urinarius
fungsional

Rusaknya sel beta pancreas

Diabetes Melitus
Penurunan prosuksi insulin

Penurunan penyerapan glukosa


ke dalam sel

Glukosa menumpuk di ekstrasel

Resiko ketidakstabilan kadar


glukosa darah

Risiko
Ketidakstabilan
Kadar Glukosa Darah

DAFTAR PRIORITAS DIAGNOSA KEPERAWATAN


No.
1

Tanggal

Diagnosa Keperawatan
Risiko ketidakstabilan kadar glukosa darah berhubungan
dengan status kesehatan fisik dan penurunan berat
badan
Insomnia berhubungan dengan ketidaknyamanan fisik
(inkontinensia), tidur terputus karena sering berkemih
dan ditandai dengan menyatakan sulit tidur kembali
setelah terbangun, menyatakan sulit tidur, menyatakan
gangguan tidur yang berdampak pada keesokan hari
Inkontinensia urinarius fungsional yang berhubungan
dengan kelemahan struktur panggul pendukung dan
ditandai dengan mengeluarkan urine sebelum mencapai
toilet

Tanda
Tangan

RENCANA ASUHAN KEPERAWATAN

Diagnosa Keperawatan No. 2 : Insomnia berhubungan dengan ketidaknyamanan fisik


(inkontinensia), tidur terputus karena sering berkemih dan
ditandai dengan menyatakan sulit tidur kembali setelah
terbangun, menyatakan sulit tidur, menyatakan gangguan tidur
yang berdampak pada keesokan hari
Tujuan

: Setelah diberikan tindakan keperawatan berupa edukasi dalam


1x15 menit diharapkan klien memahami dan menerapkan
tindakan keperawatan yang telah diajarkan

Kriteria Hasil

: Skala 4 pada NOC (Klien dapat memenuhi tidur malam 5-6 jam
sehari, nocturia 1 kali, dapat tidur kembali setelah BAK)

NOC: Sleep
No
1
2
3
4

Indikator
Jumlah jam tidur
Kualitas tidur
Kesulitan untuk memulai tidur
Nokturia

Intervensi NIC :

RENCANA ASUHAN KEPERAWATAN

Diagnosa Keperawatan No. 3 : Inkontinensia urinarius fungsional yang berhubungan dengan


kelemahan struktur panggul pendukung dan ditandai dengan
mengeluarkan urine sebelum mencapai toilet Tujuan
:
Setelah diberikan tindakan keperawatan berupa edukasi dalam
1x15 menit diharapkan klien memahami dan menerapkan
tindakan keperawatan yang telah diajarkan
Kriteria Hasil

: Skala 5 pada NOC (klien dapat melakukan latihan penguatan


otot dasar panggul secara teratur, klien dapat melaksanakan
jadwal BAK dengan rutin, klien dapat BAK setelah mencapai
toilet.

NOC: Self-Care Toileting


No
1.
2
3

Indikator
Respon terhadap kepenuhan kandung kemih
dalam sewaktu-waktu
Masuk dan keluar toilet
Pengosongan kandung kemih

Intervensi NIC :