Você está na página 1de 24

ANTENATAL CARE

A. DEFINISI ANTENATAL CARE


Antenatal care (ANC) adalah perawatan selama kehamilan sebelum bayi lahir
yang lebih ditekankan pada kesehatan ibu. Proses pengawasan antenatal merupakan
proses yang memerlukan jadwal tertentu dan teratur sehingga kontak dengan seorang
calon ibu dapat berlangsung cukup lama (Manuaba, 2007)
B. TUJUAN ANTENATAL CARE
1. Mengawasi ibu hamil selama masa kehamilan sampai persalinan
2. Merawat dan memeriksa ibu hamil. Jika didapatkan kelainan sejak dini yang dapat
menganggu tumbuh-kembang janin, harus diikuti upaya untuk memberikan pengobatan
yang adekuat
3. Menemukan penyakit ibu sejak dini yang dapat dipengaruhi atau memengaruhi
kesehatan janin serta berusaha mengobatinya
4. Mempersiapkan ibu sehingga proses persalinan yang dialaminya dapat dijadikan
pengalaman yang menyenangkan dan diharapkan
5. Mempersiapkan ibu hamil agar dapat memelihara bayi dan menyusui secara optimal
(Manuaba, 2007).
C. FISIOLOGI KEHAMILAN (FERTILISASI)
Pada waktu koitus (persetubuhan) air mani terpancar kedalam ujung atas vagina
sebanyak +3cc.Dalam air mani terdapat spermatozoa (sel-sel mmani) seperti kecebong
kepala yang lonjong dan ekor yang dibedakan menjadi tengah dan leher.Inti sel terdapat
pada kepala sedangkan ekor berguna untuk bergerak maju, karena pergerakan ini maka
dalam satu jam saja spermatozoa melalui canalis cervicalis dan cavum uteri kemudian
berada dalam tuba.Disini sel mani menunggu kedatangan sel telur.Jika pada saat ini terjadi
ovulasi, maka mungkin fertilisasi berlangsung.Jika tidak terjadi ovulasi maka penghamilan
tidak mungkin.Maka jelaslah bahwa hanya coitus sekilas saat ovulasi yang dapat
menghasilkan

kehamilan.Sel

telur

hanya

dapat

dibuahi

beberapa

jam

setelah

ovulasi.Sedangkan sel mani dalam badan wanita masih kuat membuahi selama 1-3 hari.
D. TANDA DAN GEJALA KEHAMILAN
Tanda tanda kehamilan
a. Adanya pigmentasi kulit atau garis-garis hipo
b. Adanya pembesaran payudara
c. Ada rasa mual dan munyah yang berlebihan atau hiperemesis
d. Amenore atau tidak datangnya haid
e. Frekuensi buang air kecil meningkat

1. Tanda kehamilan tidak pasti :


Keputihan atau keluarnya cairan berlebihan dari vagina karena pengaruh hormonal.
Gusi bengkak terutama pada bulan-bulan pertama kehamilan.
Pembesaran perut terutama tampak jelas setelah kehamilan 14 minggu.
Test kehamilan memberikan hasil positif.
2. Tanda-tanda pasti :
Pada perubahan di bagian perut dirasakan adanya janin serta gerk janin.
Bila didengarkan menggunakan alat Doppler maka akan terdengar detak jantung
janin.
Pada pemeriksaan USG dilihat gambar janin.
Pada pemeriksaan roentgen terlihat gambaran kerangka janin.
Gejala Kehamilan
Tidak haid adalah gejala pertama yang dirasakan oleh seorang wanita yang
menyadari kalau dirinya sedang hamil. Penting untuk dicatat tanggal hari pertama haid,
terakhir guna menentukan usia kehamilan dan memperkirakan tanggal kelahiran.
Rumus sederhana menentukan tanggal kelahiran yaitu tanggal ditambah 7 sedangkan
bulan dikurangi 3, dihitung dari tanggal pertama haid terakhir. Biasanya gejla yang
timbul pada kehamilan seperti:
- Mual dengan di ikuti muntah atau pun tidak sering terjadi bulan pertama kehamilan.mengidam
atau menginginkan sesuatu baik itu makanan, minuman atau hal-hal yang lain.gangguan
buang air besar karena pengaruh hormonal.
- Sering kencing terutama bila kehamilan sudah besar.
E. PERUBAHAN FISIK PADA IBU HAMIL
Menurut George Adrianz (2008), perubahan yang terjadi ketika hamil antara lain:
a. Perubahan Organ
1. Perubahan pada kulit :
Adanya hiperpigmentasi karena meningkatnya MSH (Melanophore SH)
Chloasma gravidarum
Hiperpigmentasi papilla mammae
Di perut : striae lividae, albican
2. Perubahan pada kelenjar : Glandula thyroidea
3. Perubahan pada Buah Dada : Keluar colostrums (lebih dari 3 bulan atau 12 minggu)
4. Perubahan pada Perut : Perut makin membesar apabila lebih dari 5 bulan pusat
menonjol
5. Perubahan pada Tungkai : Terjadi varises atau pelebaran pada vena di tungkai
6. Perubahan Sikap Badan : Terjadi lordose atau badan degek
b. Perubahan pada Alat Kelamin
1. Tanda Chadwick: vulva merah kebiruan karena peningkatan hormone estrogen dan
adanya hipervascularisasi

2. Adanya varices: pembesaran pada pembuluh darah


3. Tanda Hegar: Pada VT isthmus lebih lunak dan panjang akibat terjadinya hypertrophy
dari daerah isthmus tersebut
4. Tanda Braxtonhicks: Adanya kontraksi dan relaksasi otot uterus pada minggu
pertama dan tidak nyeri
5. Ovarium: Corpus luteum tidak menjadi corpus albican, bahkan terus mengeluarkan
hormone estrogen dan progesterone yang berfungsi menjaga kehamilan. Lebih dari
16 minggu fungsi ini diambil alih oleh placenta. Corpus luteum selama kehamilan
disebut Corpus luteum Graviditas
6. Vagina dan Vulva : Lapisan otot vagina mengadakan hypertrophy sebagai persiapan
untuk persalinan agar vagina mudah diregang. Terjadinya hipervascularisasi
menyebabkan vagina dan vulva menjadi lebih merah dan lividae.Vagina lebih banyak
mengeluarkan fluor albus, yang disebabkan aktivitas dari kelenjar yang memberikan
cairan pada vagina. Reaksi asam pada vagina bertambah yang disebabkan
bertambahnya glikogen dalam sel-sel epithelium yang basil Doderlein dibentuk
menjadi asam
c. Perubahan pada Alat Pencernaan
Hal lain yang terkait dengan perubahan hormonal dan dikaitkan dengan tanda
kehamilan adalah rasa mual dan muntah yang berlebihan atau hiperemesis. Walaupun
demikian, kondisi ini juga tidak dapat dikategorikan sebagai tanda pasti kehamilan
karena berbagai penyebab metabolik lain dapat pula menimbulkan gejala yang serupa.
Hiperemesis pada kehamilan digolongkan normal apabila terjadinya tidak lebih dari
trimester pertama.Pada hamil tua dapat terjadi oktivasi yaitu tidak dapat makan banyak
karena alat pencernakan terdorong ke atas
d. Perubahan Sirkulasi Darah
1. Sejak kehamilan 12 minggu, volume darah mengalami pengenceran karena cairan
bertambah di dalam darah yang disebut Hydraemi karena bertambahnya darah
masa hamil sehingga Hb menurun
2. (Hb 10-12 gr% dianggap normal)
Pekerjaan jantung bertambah lebih dari 120 mmHg
Kepekatan darah berkurang : ada varices
e. Perubahan Fungsi Alat-alat Kencing
1. Dilatasi Renal
Selama kehamilan masing-masing ginjal memanjang sekitar 1-1,5 cm, dan secara
bersamaan bertambah beratnya. Ureter berdilatasi sampai tepi atas tulang
pelvis.Ureter juga memanjang, melebar dan lebih melengkung (kurve). Hal tersebut
meningkatkan kejadian stasis urin yang menyebabkan infeksi
2. Fungsi ginjal

Glomerular Filtration Rate (GFR) selama kehamilan mengalami peningkatan sampai


50%.Aliran plasma renal meningkat 25-50%.Glukosuria selama kehamilan tidak
selalu bersifat abnormal
3. Bladder (Kandung Kemih)
Uterus membesar menyebabkan kandung kemih terangkat.Penekanan uterus
menyebabkan peningkatan frekuensi BAK.Vaskularisasi bladder meningkat dan
tonus otot menurun.Kapasitas bladder meningkat sampai dengan 1500 ml.
f.

Perubahan pada Tulang


1. Lordosis terjadi karena menyesuaikan keseimbangan badan
2. Rasa nyeri pinggang
3. Butuh kalsium sehingga tidak caries, keropos

Sedangkan perubahan fisik pada ibu hamil menurut trimester adalah:


1. Perubahan Fisik pada Trimester I
a. Morning Sickness, mual dan muntah.
Hampir 50% wanita hamil mengalami mual dan biasanya mual dimulai sejak awal
kehamilan.Mual muntah diusia muda disebut morning sickness tetapi kenyataannya
mual muntah ini dapat terjadi setiap saat. Mual ini biasanya akan berakhir pada 14
mingggu kehamilan. Pada beberapa kasus dapat berlanjut sampai kehamilan
trimester ke-2 dan ke-3.
b. Pembesaran Payudara
Payudara akan membesar dan mengencang, karena terjadi peningkatan hormon
kehamilan yang menimbulkan pelebaran pembuluh darah dan untuk mempersiapkan
pemberian nutrisi pada jaringan payudara sebagai persiapan menyusui.
c. Sering buang air kecil
Keinginan sering buang air kecil pada awal kehamilan ini dikarenakan rahim yang
membesar dan menekan kandung kencing. Keadaan ini akan menghilang pada
trimester II dan akan muncul kembali pada akhir kehamilan, karena kandung kemih
ditekan oleh kepala janin.
d. Konstipasi atau Sembelit
Keluhan ini juga sering dialami selama awal kehamilan, karena peningkatan hormon
progesteron yang menyebabkan relaksasi otot sehingga usus bekerja kurang
efisien.Adapun keuntungan dari keadaan ini adalah memungkinkan penyerapan
nutrisi yang lebih baik saat hamil.
e. Sakit Kepala/Pusing
Sakit kepala atau pusing sering dialami oleh pada ibu hamil pada awal kehamilan
karena adanya peningkatan tuntutan darah ke tubuh sehingga ketika akan mengubah
posisi dari duduk/tidur ke posisi yang lain (berdiri) tiba-tiba, sistem sirkulasi darah

merasa sulit beradaptasi. Sakit kepala/pusing yang lebih sering daripada biasanya
dapat disebabkan oleh faktor fisik maupun emosional.Pola makan yang berubah,
perasaan tegang dan depresi juga dapat menyebabkan sakit kepala.
f.

Kram Perut
Kram perut saat trimester awal kehamilan seperti kram saat menstruasi di bagian
perut bawah atau rasa sakit seperti ditusuk yang timbul hanya beberapa menit dan
tidak menetap adalah normal.Hal ini sering terjadi karena adanya perubahan
hormonal dan juga karena adanya pertumbuhan dan pembesaran dari rahim dimana
otot dan ligamen merenggang untuk menyokong rahim.

g. Meludah
Keinginan meludah yang terjadi pada ibu hamil yang terus menerus dianggap normal
sebab hal ini termasuk gejala morning sickness.
h. Peningkatan Berat Badan
Pada akhir trimester pertama wanita hamil akan merasa kesulitan memasang
kancing/rok celana panjangnya, hal ini bukan berarti ada peningkatan berat badan
yang banyak tapi karena rahim telah berkembang dan memerlukan ruang juga, dan
ini semua karena pengaruh hormon estrogen yang menyebabkan pembesaran rahim
dan hormon progresteron yang menyebabkan tubuh menahan air
2. Perubahan Fisik pada Trimester II
a. Perut semakin membesar
Setelah usia kehamilan 12 minggu, rahim akan membesar dan melewati rongga
panggul. Pembesaran rahim akan tumbuh sekitar 1 cm setiap minggu. Pada
kehamilan 20 minggu, bagian teratas rahim sejajar dengan pusar (umbilicus). Setiap
individu akan berbeda-beda tapi pada kebanyakan wanita, perutnya akan mulai
membesar pada kehamilan 16 minggu.
b. Sendawa dan buang angin
Sering terjadi pada ibu hamil dan hal ini sudah biasa dan normal karena akibat
adanya perenggangan usus selama kehamilan. Akibat dari hal tersebut perut ibu
hamil akan terasa kembung dan tidak nyaman.
c. Rasa panas di perut
Rasa panas diperut adalah keluhan yang paling sering terjadi selama kehamilan,
karena meningkatnya tekanan akibat rahim yang membesar dan juga pengaruh
hormonal yang menyebabkan rileksasi otot saluran cerna sehingga mendorong asam
lambung kearah atas.
d. Pertumbuhan rambut dan kuku

Perubahan hormonal juga menyebabkan kuku bertumbuh lebih cepat dan rambut
tumbuh lebih banyak dan kadang di tempat yang tidak diinginkan, seperti di wajah
atau di perut. Tapi, tidak perlu khawatir dengan rambut yang tumbuh tak semestinya
ini, karena akan hilang setelah bayi lahir.
e. Sakit perut bagian bawah
Pada kehamilan 18-24 minggu, ibu hamil akan merasa nyeri di perut bagian bawah
seperti ditusuk atau tertarik ke satu atau dua sisi. Hal ini karena perenggangan
ligamentum dan otot untuk menahan rahim yang semakin membesar. Nyeri ini hanya
akan terjadi beberapa menit dan bersifat tidak menetap.
f.

Pusing
Sering terjadi selama kehamilan trimester kedua, karena ketika rahim membesar
akan menekan pembuluh darah besar sehingga menyebabkan tekanan darah
menurun.

g. Hidung dan Gusi berdarah


Perubahan hormonal dan peningkatan aliran darah ke seluruh tubuh termasuk ke
daerah hidung dan gusi selama masa kehamilan akan menyebabkan jaringan
disekitarnya menjadi lebih lembut dan lunak. Akibatnya, hidung dan gusi akan bisa
berdarah ketika menyikat gigi. Keluhan ini akan hilang setelah melahirkan.
h. Perubahan kulit
Perubahan kulit timbul pada trimester ke-2 dan 3, karena melanosit yang
menyebabkan warna kulit lebih gelap.Timbul garis kecoklatan mulai dari pusar ke
arah bawah yang disebut linea nigra.Kecoklatan pada wajah disebut chloasma atau
topeng kehamilan.Tanda ini dapat menjadi petunjuk kurangnya vitamin folat. Strecth
mark terjadi karena peregangan kulit yang berlebihan, biasanya pada paha atas, dan
payudara. Akibat peregangan kulit ini dapat menimbulkan rasa gatal, sedapat
mungkin jangan menggaruknya. Strecth mark tidak dapat dicegah, tetapi dapat
diobati setelah persalinan. Kulit muka juga akan menjadi lebih berminyak sehingga
dapat menimbulkan jerawat
i.

Payudara
Payudara akan semakin membesar dan mengeluarkan cairan yang kekuningan yang
disebut kolostrum. Putting dan sekitarnya akan semakin berwarna gelap dan besar.
Bintik-bintik kecil akan timbul disekitar putting, dan itu adalah kelenjar kulit.

j.

Sedikit Pembengkakan
Pembengkakan adalah kondisi normal pada kehamilan, dan hampir 40% wanita
hamil mengalaminya.Hal ini karena perubahan hormon yang menyebabkan tubuh
menahan cairan. Pada trimester kedua akan tampak sedikit pembengkakan pada
wajah dan terutama terlihat pada kaki bagian bawah dan pergelangan kaki.

Pembengkakan akan terlihat lebih jelas pada posisi duduk atau berdiri yang terlalu
lama
3. Perubahan Fisik pada Trimester III
a. Sakit bagian tubuh belakang
Sakit pada bagian tubuh belakang (punggung-pinggang), karena meningkatnya
beban berat dari bayi dalam kandungan yang dapat memengaruhi postur tubuh
sehingga menyebabkan tekanan ke arah tulang belakang.
b. Konstipasi
Pada trimester ini sering terjadi konstipasi karena tekanan rahim yang membesar
kearah usus selain perubahan hormon progesteron.
c. Pernafasan
Karena adanya perubahan hormonal yang memengaruhi aliran darah ke paru-paru,
pada kehamilan 33-36 minggu, banyak ibu hamil akan merasa susah bernapas. Ini
juga didukung oleh adanya tekanan rahim yang membesar yang berada di bawah
diafragma. Setelah kepala bayi turun kerongga panggul ini biasanya 2-3 minggu
sebelum persalinan pada ibu yang baru pertama kali hamil akan merasakan lega dan
bernapas lebih mudah, dan rasa panas diperut biasanya juga ikut hilang, karena
berkurangnya tekanan bagian tubuh bayi dibawah diafragma/tulang iga ibu.
d. Sering buang air kecil
Pembesaran rahim ketika kepala bayi turun ke rongga panggul akan makin menekan
kandungan kencing ibu hamil.
e. Varises
Peningkatan volume darah dan alirannya selama kehamilan akan menekan daerah
panggul dan vena di kaki, yang mengakibatkan vena menonjol, dan dapat juga terjadi
di daerah vulva vagina. Pada akhir kehamilan, kepala bayi juga akan menekan vena
daerah panggul yang akan memperburuk varises. Varises juga dipengaruhi faktor
keturunan.
f.

Kontraksi perut
Braxton-Hicks atau kontraksi palsu ini berupa rasa sakit di bagian perut yang ringan,
tidak teratur, dan akan hilang bila ibu hamil duduk atau istirahat.

g. Bengkak
Perut dan bayi yang kian membesar selama kehamilan akan meningkatkan tekanan
pada daerah kaki dan pergelangan kaki ibu hamil, dan kadang membuat tangan
membengkak. Ini disebut edema, yang disebabkan oleh perubahan hormonal yang
menyebabkan retensi cairan.

F. PERUBAHAN PSIKOLOGIS PADA IBU HAMIL


Menurut Sulistyawati (2009) perubahan psikologis pada ibu hamil menurut trimester
adalah:
1. Perubahan Psikologis pada Trimester I (Periode Penyesuaian)
a.

Pada awal kehamilan dapat timbul reaksi emosional ambivalen, yaitu

ketidakpastian atau keragu-raguan akan kehamilan, ini terjadi karena kurangnya


persiapan baik secara materi maupun psikologi. Selain itu reaksi emosional yang
dapat muncul adalah ketakutan dan khayalan. Ibu merasa cemas dengan keadaan
dirinya serta janin pada waktu persalinan dan mulai membayangkan perannya
setelah bayi lahir.
b.

Setiap perubahan yang terjadi dalam dirinya akan selalu mendapat perhatian

dengan seksama
c.Oleh karena perutnya masih kecil, kehamilan merupakan rahasia seseorang yang
mungkin akan diberitahukannya kepada orang lain atau bahkan merahasiakannya
2. Perubahan Psikologis pada Trimester II (Periode Kesehatan Yang Baik)
a.

Trimester

kedua

biasanya

lebih

menyenangkan.

Ibu

telah

menerima

kehamilannya dan mulai memperhatikan kebutuhan dirinya dan janin serta


mempersiapkan dirinya dalam menghadapi persalinan. Di samping itu, dapat juga
terjadi mood swing dimana ibu cepat marah dan membutuhkan pengertian dan
perhatian yang lebih besar.
b.

Merasakan gerakan anak

c.Libido meningkat
d.

Merasa bahwa bayi sebagai individu yang merupakan bagian dari dirinya

e.

Hubungan sosial meningkat dengan wanita hamil lainnya atau pada orang lain

yang baru menjadi ibu


3. Perubahan Psikologis pada Trimester IIII
a.

Trimester ketiga ditandai dengan adanya rasa tidak nyaman, perubahan bentuk

tubuh dan kecemasan akan proses persalinan dan peran ibu yang akan dijalani.
Sekitar dua minggu sebelum melahirkan, sebagian besar ibu mulai mengalami
perasaan senang.
b.

Merasa sedih karena akan terpisah dari bayinya

c.Merasa kehilangan perhatian


d.

Perasaan mudah terluka (sensitif), Libido menurun

G. JADWAL PEMERIKSAAN ANTENATAL

Sesuai dengan kebijakan Departemen Kesehatan, kunjungan pelayanan antenatal


sebaiknya dilakukan paling sedikit 4 kali selama kehamilan, ketentuan waktu sebagai
berikut:
1. Minimal 1 kali pada trimester pertama = K1
2. Minimal 1 kali pada trimester kedua = K2
3. Minimal 2 kali pada trimester ketiga = K3 & K4
Apabila terdapat kelainan atau penyulit kehamilan, seperti mual, muntah, keracunan
kehamilan, perdarahan, kelainan letak dan lain-lain frekuensi pemeriksaan disesuaikan
dengan kebutuhan.Frekuensi ANC diharapkanpaling kurang 8 kali (79 kali) sehingga
pengawasan ibu dan janin dapat dilaksanakan dengan optimal.
Dalam sumber lain juga disebutkan interval kunjungan pada pemeriksaan prenatal
yaitu setiap 4 minggu sekali sampai minggu ke-28, kemudian setiap 2-3 minggu sekali
sampai minggu ke-36, dan sesudahnya setiap minggu.
H. STANDAR MINIMAL PELAYANAN ANTENATAL
Dalam pelaksanaan operasionalnya, dikenal Standar Minimal Pelayanan Antenatal 7T,
yang terdiri dari:
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
I.

Timbang berat badan


Ukur tekanan darah
Ukur tinggi fundus uteri
Pemberian imunisasi TT (Tetanus Toksoid) lengkap
Pemberian tablet zat besi, minimal 90 hari selama kehamilan
Test terhadap penyakit menular seksual, HIV/AIDS dan malaria
Temu wicara/ (konseling) dalam rangka persiapan rujukan

KELUHAN-KELUHAN PADA IBU HAMIL


a

Mual, muntah

Sakit pinggang disebabkan karena perubahan sikap badan, Hemoroid

Sakit kepala, timbul pada hamil muda dan sukar menentukan sebabnya

Edema (pada kaki dan tungkai bawah)

Sesak nafas (disebabkan oleh rahim membesar diafragma keatas),

Demam tinggi

J. TANDA BAHAYA KEHAMILAN


Muntah terus menerus, Urin mengandung darah atau keruh
b Nyeri dada atau abdomen, Bengkak pada wajah, tangan dan kaki
c Demam dan menggigil, Gangguan penglihatan
d Sakit kepala berat atau terus menerus, Perdarahan per vaginam atau keluar cairan per
vaginam
K. PENGKAJIAN IBU HAMIL
L. PEMERIKSAAN ANTENATAL
a. Anamnesa pada kunjungan pelayanan antenatal pertama dari ibu hamil meliputi:
2. Identifikasi ibu (nama, nama suami, usia, pekerjaan, agama & alamat ibu)

3. Keluhan utama atau apa yang diderita, apakah ibu datang untuk memeriksakan
kehamilan atau ada masalah lain
4. Riwayat haid, untuk mengetahui faal alat kandungan
5. Riwayat perkawinan
6. Riwayat kehamilan sekarang, meliputi:
HPHT (Hari Pertama Haid Terakhir)
Gerak janin (kapan mulai dirasakan apakah ada perubahan)
Masalah atau tanda-tanda bahaya (termasuk pengelihatan kabur)
Keluhan-keluhan yang lazim pada kehamilan
Penggunaan obat-obatan (termasuk jamu-jamuan)
Kekhawatiran-kekhawatiran lain yang dirasakan
7. Riwayat kebidanan yang lalu, meliputi:
Berapa kali hamil, anak yang lahir hidup, persalinan tepat waktu, persalinan
premature, keguguran atau kegagalan kehamilan, persalinan dengan tindakan

(dengan forcep, vakum, ekstraksi atau operasi caesar)


Adakah riwayat kehamilan / persalinan / abortus sebelumnya (dinyatakan

dengan kode GxPxAx, gravida / para / abortus), berapa jumlah anak hidup.
Perdarahan pada kehamilan, persalinan, kelahiran atau paska persalinan
Persalinan yang lalu: spontan atau buatan, aterm atau premature, perdarahan,

siapa yg menolong
Riwayat hipertensi
Melahirkan janin dengan BB <2,5 kg atau >4 kg
Nifas dan laktasi
Bayi yg dilahirkan: jenis kelamin, BB & panjang badan, hidup atau mati, bila mati

umur berapa & penyebabnya


Masalah-masalah lain yg dialami
8. Riwayat kesehatan dahulu (penyakit yg pernah diderita), meliputi: penyakit
kardiovaskuler, TB paru, hepatitis B, diabetes, hipertensi, PMS atau HIV/AIDS,
malaria, status imunisasi TT, dll.
9. Riwayat keluarga meliputi penyakit keturunan, anak kembar, penyakit menular, dll
10. Riwayat sosial ekonomi & budaya meliputi:
Status perkawinan
Riwayat KB
Reaksi orangtua dan keluarga terhadap kehamilan ini
Dukungan keluarga
Pengambil keputusan dalam keluarga
Kebiasaan makan dan gizi yang dikonsumsi (gizi seimbang), dengan perhatian

pada vitamin A dan zat besi


Kebiasaan hidup sehat meliputi kebiasaan merokok, minum obat/alcohol/obat

tradisional, & olahraga


Beban kerja & kegiatan sehari-hari
Tempat melahirkan & penolong yg diinginkan
a. Pemeriksaan fisik
Pemeriksaan fisik pada kunjungan antenatal pertama meliputi komponen:
1. Pemeriksaan Luar
a. Pemeriksaan umum
Keadaaan umum ibu, keadaan gizi, kelainan bentuk badan, kesadaran

Adakah anemia, cyanose, icterus atau dyspnoe


Keadaan jantung dan paru, periksa suhu badan, TD, denyut nadi, dan pernapasan
Tensi pada orang hamil tidak boleh mencapai 140 sistole atau 90 diastole. Bila
lebih dari 140/90 mmHg maka harus dicurigai preeklamsi. Juga perubahan 30
systole dan 15 dyastole diatas tensi sebelum hamil menandakan toxaemia
gravidarum
Oedema
Oedema dalam kehamilan dapat disebabkan oleh toxaemia gravudarum atau
oleh tekanan rahim yang membesar pada vena-vena dalam panggul
mengalirkan

darah

dari

kaki,

tetapi

juga

oleh

hypovitaminose

B1,

hypoproteinemia dan penyakit jantung


Berat badan dan tinggi badan
Berat badan pada pasien normal akan naik lebih dari 15 kg pada saat hamil.
Namun, bila sebelum hamil BB klien < 45 kg atau > 75 kg maka kemungkinan
memiliki masalah atau penyulit kehamilan juga akan semakin besar. Untuk
tinggi badan, klien dengan TB < 145 cm dapat mengalami distosia karena PAP
yang sempit.
Ada/tidaknya nyeri kepala
Mata konjungtiva pucat / tidak, sklera ikterik / tidak.
Mulut / THT ada tanda radang / tidak, lendir, perdarahan gusi, gigi-geligi.
Paru / jantung / abdomen inspeksi palpasi perkusi auskultasi umum.
Ekstremitas diperiksa terhadap edema, pucat, sianosis, varises, simetri (kecurigaan
polio, mungkin terdapat kelainan bentuk panggul).
Jika ada luka terbuka atau fokus infeksi lain harus dimasukkan menjadi masalah dan
direncanakan penatalaksanaannya.
Inspeksi
Muka : adakah chloasma gravidarum, keadaan selaput mata pucat atau merah,

adakah oedema pada muka, bagaimana keadaan lidah, gigi


Leher : apakah vena terbendung di leher (misalnya pada penyakit jantung),

apakah ada pembesaran kelenjar gondok atau kelenjar limfa membengkak


Dada: bentuk payudara, pigmentasi putting susu, keadaan putting susu
(simetris atau tidak),keluarnya kolostrum(dilakukan pemeriksaan setelah usia

kehamilan >28 minggu)


Perut: membesar kedepan atau kesamping (acites), keadaan perut, linea alba,
ada gerakan anak atau tidak, kontraksi rahim, striae gravidarum, & bekas luka

operasi
Vulva: keadaan perineum, varices, tanda Chadwick, fluor dan condyloma
Anggota bawah : cari varices, oedema, luka, cicatrix pada lipat paha
Genitalia eksterna
a Inspeksi luar: keadaan vulva/uretra, ada tidaknya tanda radang, luka/
perdarahan, discharge, kelainan lainnya. Labia dipisahkan dengan dua jari
pemeriksa untuk inspeksi lebih jelas.

Inspeksi dalam menggunakan spekulum (in speculo) : Labia dipisahkan


dengan dua jari pemeriksa, alat spekulum Cusco (cocorbebek) dimasukkan
ke vagina dengan bilah vertikal kemudian di dalam liang vagina diputar 90o
sehingga horisontal, lalu dibuka. Deskripsi keadaan porsio serviks
(permukaan, warna), keadaan ostium, ada/tidaknya darah/cairan/ discharge
di forniks, dilihat keadaan dinding dalam vagina, ada/tidak tumor, tanda
radang atau kelainan lainnya. Spekulum ditutup horisontal, diputar vertikal
dan dikeluarkan dari vagina.

Palpasi
Palpasi dalam pemeriksaan fisik pada ibu hamil bertujuan untuk :
b
c
d

Menentukan besarnya rahim untuk menentukan usia kehamilan


Menentukan letaknya anak dalam rahim
Mengetahui adanya tumor dalam rongga perut, cysta, myoma, limpa yang

membesar
Cara melakukan palpasi menurut Leopold terdiri atas 4 bagian, yaitu:
a) Leopold I
Leopold I digunakan untuk menentukan usia kehamilan. Pemeriksaan
Leopold Idilakukan dengan cara :
-

Kaki penderita dibengkokkan pada lutut dan lipat paha


Pemeriksa berdiri di sebelah kanan penderita dan melihat ke arah muka

penderita
Rahim dibawa ke tengah
Tingginya fundus uteri ditentukan
Tentukan bagian apa dari anak yang terdapat pada fundus
a. Sifat kepala keras, bundar, dan melenting
b. Sifat bokong lunak, kurang bundar, dan kurang melenting
c. Pada letak lintang fundus uteri kosong
- Pemeriksaan tuanya kehamilan dari tingginya fundus uteri
a. Sebelum bulan ke III fundus uteri belum dapat diraba dari luar
b. Akhir bulan III (12 minggu) fundus uteri 1-2 jari atas symphisis
c. Akhir bulan IV (16 minggu) pertengahan antara symphisis dengan pusat
d. Akhir bulan V (20 minggu) fundus uteri 3 jari bawah pusat
e. Akhir bulan VI (24 minggu) setinggi pusat
f. Akhir bulan VII (28 minggu) fundus uteri 3 jari atas pusat
g. Akhir bulan VIII (32 minggu) pertengahan processus xyphoideus pusat
h. Akhir bulan IX (36 minggu) sampai arcus costarum atau 3 jari di bawah
-

i.

processus xyphoideus
Akhir bulan X (40 minggu) pertengahan processus xyphoideus pusat

Jadi fundus uteri paling tinggi pada akhir bulan ke IX. Setelah bulan ke
IX fundus uteri pada primigravida turun lagi karena kepala mulai turun ke dalam
rongga panggul. Pada orang multigravida yang berbaring fundus uteri tetap
setinggi arcus costarum dan menonjol ke depan.Untuk mengikuti pertumbuhan
anak dengan cara mengikuti pertumbuhan rahim, maka ukuran rahim
ditentukan dalam cm. Yang diukur adalah tinggi fundus uteri dan perimeter
umbilical (lingkar perut setinggi pusat).
Hubungan antara tinggi fundus uteri dan tuanya kehamilan adalah sebagai
berikut :
tinggi fundus uteri (cm)
3,5 cm

= usia kehamilan dalam bulan

Rumus McDonals :
Tinggi fundus (cm) x 2/7 = usia kehamilan dlm bulan
Tinggi fundus (cm) x 8/7 = usia kehamilan dlm minggu
Tingginya fundus uteri(cm)
3-4 jari atas simfisis pubis
20/ 2-3 jari bawah umbilikus
23/ sejajar umbilikus
26/ 3 jari atas umbilikus
30/ 3 jari bawah xiphoid
33/ 2 jari bawah xiphoid
2 jari bawah xiphoid

Usia kehamilan (bulan)


16 minggu
5
6
7
8
9
10

b) Leopold II
Leopold II untuk menentukan letak punggung anak dan bagian-bagian kecil
-

Kedua tangan di pindah ke samping


Tentukan letak punggung anak
Punggung anak terdapat di bagian yang memberikan rintangan yang
terbesar, bagian-bagian kecil biasanya terletak di bagian yang berlawanan

dengan bagian yang memberikan rintangan terbesar


Pada letak lintang terdapat kepala atau bokong

c) Leopold III
Leopold III untuk menentukan apa yang terdapat di bagian bawah dan apakah
bagian bawah anak sudah atau belum terpegang oleh rongga atas panggul
-

Pergunakan satu tangan


Tentukan bagian bawah dengan menggunakan ibu jari dan jari lainnya
Pastikan apakah bagian bawah masih dapat digoyangkan

d) Leopold IV
-

Pemeriksa merubah sikap dengan menghadap ke arah kaki ibu


Menentukan bagian bawah dengan menggunakan kedua tangan
Pastikan apakah bagian bawah sudah masuk ke dalam PAP, dan ukur

berapa masuknya bagian bawah ke dalam panggul


Jika kita rapatkan kedua tangan pada permukaan bagian terbawah dari
kepala yang masih teraba dari luar dan :
a. Kedua tangan konvergen, hanya bagian kecil dari kepala turun ke dalam
rongga
b. Jika kedua tangan sejajar, separuh dari kepala masuk ke dalam rongga
panggul
c. Jika kedua tangan divergen, maka bagian terbesar dari kepala masuk ke
dalam rongga panggul dan ukuran terbesar dari kepla sudah melewati
PAP
Jika pada kepala yang telah masuk dalam PAP, masukkan tangan ke
dalam rongga panggul, maka satu tangan akan lebih jauh masuk, sedangkan
tangan satunya tertahan oleh tonjolan kepalaTonjolan kepala pada fleksi
disebabkan oleh daerah dahi, sedangkan pada letak defleksi oeh belakang
kepala. Jika tonjolan kepala berlawanan dengan bagian kecil, maka anak
dalam letak defleksi.

Palpasi secara Leopold yang lengkap baru dapat dilakukan jika janin sudah cukup
besar, kira-kira dari bulan VI ke atas.
Auskultasi
Tujuan:
1. menentukan hamil atau tidak
2. Anak hidup atau mati
3. Membantu menentukan habitus, kedudukan punggunh anak, presentasi anak
tunggal/ kembar yaitu terdengar pada dua tempat dengan perbedaan 10 detik.
2. Dada
: Adanya ronkhi atau wheezing perlu dicurigai adanya asma atau
TBC yang dapat memperberat kehamilan.
3. Abdomen : DJJ (+) normal 120-160 x/menit, teratur dan reguler.
Perkusi
Reflek patella

:Reflek patella negatif menandakan ibu vit B1 (Marjati dkk, 2010;

12-13)
Pemeriksaan Antenatal Ulangan
Dilakukan setiap kunjungan pemeriksaan antenatal dilakukan setelah kunjungan
pemeriksaan antenatal pertama.Kunjungan ulang lebih diarahkan untuk mendeteksi
komplikasi-komplikasi, mempersiapkan kelahiran, dan mendeteksi kegawatdaruratan,
pemeriksaan fisik yang terarah serta penyuluhan bagi ibu hamil.
Pemeriksaan antenatal ulangan meliputi:

Riwayat kehamilan sekarang: gerak janin, setiap masalah atau tanda bahaya,

keluhan-keluhan lazim dalam kehamilan, kekhawatiran-kekhawatiran lain


Pemeriksaan fisik: BB, TD, pengukuran TFU, palpasi abdomen untuk mendeteksi
kehamilan ganda, maneuver Leopold, bunyi jantung janin, menghitung taksiran BB

janin
Pemeriksaan laboratorium: khususnya terhadap protein dalam urin, pemeriksaan
laboratorium lainnya dilakukan apabila ada indikasi
Laboratorium
Jika terdapat kelainan, ditatalaksana dan diperiksa ulang terus sampai
mencapai normal.Jika sejak awal laboratorium rutin dalam batas normal, diulang
kembali pada kehamilan 32-34 minggu. Periksa juga infeksi TORCH (Toxoplasma,
Rubella, Cytomegalovirus, Hepatitis/HIV). Periksa gula darah pada kunjungan
pertama, bila normal, periksa ulang pada kunjungan minggu ke 26-28, untuk deteksi
dini diabetes mellitus gestasional.

M. PATHWAY ANC
TRIMESTER I

TRIMESTER II

TRIMESTER III

N. ASUHAN KEPERAWATAN ANTENATAL


1. Pengkajian
a. Data umum klien dan pasangan
b. Riwayat kehamilan & persalinan yang lalu
c. Riwayat ginekologi
d. Riwayat KB
e. Riwayat kehamilan saat ini
f. Pemeriksaan fisik
g. Persiapan persalinan
h. Obat-obatan yg dipakai saat ini
i. Hasil pemeriksaan penunjang
2. Diagnosa Keperawatan
Menurut Mitayani (2009), diagnose keperawatan ibu hamil berupa:
1. Trimester I kemungkinan diagnose yang ditemukan
a. Kecemasan
b. Nyeri
c. Gangguan nutrisi
d. Perubahan pola seksual
2. Trimester II kemungkinan diagnosis yang ditemukan
a. Gangguan rasa nyaman: nyeri
b. Gangguan gambaran diri
c. Perubahan proses keluarga
d. Kecemasan
e. Perubahan pola seksual
3. Trimester III kemungkinan diagnosis yang ditemukan
a.
Nyeri
b.
Perubahan pola napas tidak efektif
c.
Perubahan pola tidur
d.
Intoleransi aktivitas
e.
Perubahan pola seksual
Intervensi Keperawatan
Menurut Mitayani (2009), intervensi yang dilakukan:
Trimester I
Bergantung pada pengkajian biopsikososial
Tujuan Perawatan Fisiologis
Tujuan perawatan secara fisiologis pada trimester I adalah sebagai berikut:
a. Kehamilan didiagnosis dan taksiran persalinan dapat ditentukan
b. Ibu mendapatkan informasi tentang adaptasi tubuh akibat perkembangan janin
c. Faktor resiko dapat diindentifikasi
Tujuan Perawatan Psikologis
Tujuan perawatan secara psikologis pada trimester I adalah
a. Ibu aktif merawat diri
b. Ibu mempersiapkan rencana persalinan
c. Terbina rasa saling percaya
Trimester II
Bergantung masalah yang ada pada ibu
Tujuan perawatan fisiologis
a. Memastikan taksiran persalinan

b. Ibu dan keluarga mendapatkan informasi tentang adaptasinya dan perkembangan


janin selama trimester II
c. Ibu dapat merawat dirinya sendiri
d. Faktor resiko dapat diidentifikasi
e. Ibu waspada dengan bahaya kehamilan
Tujuan perawatan psikologis
Tujuan perawatan secara psikologis pada trimester II adalah sebagai berikut
a.
b.
c.
d.

Informasi kebutuhan persiapan persalinan


Kooperatif dan aktif selama trimester II
Mempersiapkan rencana persalinan
Hubungan saling percaya terbina

Trimester III
Tujuan perawatan fisiologis
a. Ibu dan keluarga mendapatkan informasi tentang adaptasi dan perkembangan janin
b. Ibu mendapatkan informasi perawatan mandiri secara adekuat
Tujuan perawatan psikologis
a. Kebutuhan dan kesiapan ibu dengan keluarga teridentifikasi
b. Ibu dan keluarga aktif dalam perawatan trimester III
c. Hubungan saling percaya semakin baik
1. Perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan penurunan
keinginan untuk makan akibat mual dan muntah.
Kriteria hasil
Meningkatkan masukan oral
Menjelaskan factor-faktor penyebab bila diketahui
Intervensi
Tentukan kebutuhan kalori harian yang realistis dan adekuat
Timbang BB setiap hari
Jelaskan pentingnya nutrisi yang adekuat
Beri dorongan individu makan makanan yang kering
2. Konstipasi berhubungan dengan penurunan peristaltic sekunder akibat kehamilan
Kriteria hasil
Menggambarkan program defekasi terapeutik
Melaporkan eliminasi yang baik
Intervensi
Jelaskan risiko konstipasi pada kehamilan
Jelaskan factor pemberat untuk terjadinya hemoroid
Pertimbangkan kebutuhan untuk laksatif
3. Ansietas berhubungan dengan konsep diri sekunder akibat kehamilan.
Kriteria hasil
Menggambarkan ansietas dan pola kopingnya
Menghubungkan peningkatan kenyamanan psikologis
Menggambarkan mekanisme kopinh yang efektif
Intervensi
Gali ketakutan dan kekhawatiran selama hamil
Bantu pasangannya mengenali harapan yang tidak realistis
Terima ansietasnya dan kenormalan dari proses tersebut
Diskusikan kekhawatiran inin dengan klien dan pasangannya

4. Intoleransi aktivitas berhubungan dengan keletihan, dispnea sekunder akibat


penekanan pembesaran uterus pada diafragama dan peningkatan volume darah
Kriteria hasil
Mengidentifikasi factor-faktor yang menurunkan toleransi aktivitas
Menurunkan penurunan gejala-gejala intoleransi aktivitas
Intervensi
Jelaskan penyebab keletihan dan dispnea pada pertnegahan kehamilan dan masa
akhir kehamilan
Perubahan pada pusat gravitasi
Peningkatan berat badan
Tekanan pembesaran uterus pada diafragma
Ajarkan metode penghematan energy
5. Risiko terhadap perubahan membrane mukosa oral berhubungan membrane mukosa
oral berhubungan dengan gusi hiperemik sekunder akibat kadar estrogen dan
progesterone.
Kriteria hasil
Memperlihatkan integritas rongga mulut
Bebeas dan rasa tidak nyaman saat makan dan minum
Intervensi
Diskusikan pentingnya hygiene oral setiap hari dan pemeriksaan gigi secara

periodic
Ingatkan untuk memberi tahu dokter gigi tentang kehamilan
Jelaskan bahwa hipertropi dan nyeri tekan guzi adalah normal pada kehamilan.

Implementasi Keperawatan
Trimester I
Informasi tentang perawatan mandiri yang diberikan kepada ibu di trimester I adalah
sebagai berikut
1. Pencegahan infeksi neonates
2. Penyuluhan tentang nutrisi, aktivitas, kebiasaan tidur, hubungan seksual dan
pemakaian obat
3. Jadwal kunjungan, sejak konsepsi sampai dengan 28 minggu kehamilan setiap 4
minggu, 29-36 minggu kehamilan setiap 2-3 minggu, 37 minggu kehamilan sampai
lahir setiap 1 minggu
4. Informasi tanda bahaya kehamilan seperti perdarahan per vaginam dengan tanpat
atau dengan nyeri, pecah ketuban (keluar air dari vagina), sakit kepala yang
berlebihan, gangguan penglihatan, nyeri abdomen, serta demam
5. Kelas prenatal
6. Rencana melahirkan
Trimester II
1.
2.
3.
4.

Pakaian direkomendasikan yang nyaman, longgar, dan praktis


Postur dan mekanik tubuh
Kebersihan diri: mandi, gosok gigi
Aktivitas fisik/latihan yang teratur bisa memperkuat otot, mengurangi nyeri punggung,

dan meningkatkan kesejahteraan ibu


5. Istirahat dan tidur, temukan posisi yang nyaman untuk istirahat dan tidur

6. Imunisasi, ibu harus mendapatkan imunisasi Tetanus Toksoid (TT) dua kali selama
kehamilan
Trimester III
1.
2.
3.
4.
5.
6.

Dukungan emosional dan sosial


Mengajarkan perawatan diri
Persiapan menyusui
Kaji ulang tanda bahaya kehamilan
Kenali kelahiran premature
Persiapan sebelum melahirkan

(Mitayani, 2009)
Evaluasi Keperawatan
Kelanjutan dan evaluasi terhadap efektivitas intervensi keperawatan. Evaluasi
keperawatan merupakan kegiatan akhir proses keperawatan, di mana perawat menilai
hasil yang diharapkan terhadap perubaha diri ibu dan menilai sejauh mana masalah ibu
dapat diatasi. Di samping itu, perawat juga mengesampingkan umpan balik atau
pengkajian ulang jika tujuan yang ditetapkan belum tercapai sehingga proses
keperawatan dapat dimodifikasi (Mitayani, 2009).

DAFTAR PUSTAKA
Anggraeni, Yetti, 2010. Asuhan Kebidanan Masa Nifas.Yogyakarta:Pustaka Rihanna.
Bobak. 2005. Buku Ajar Keperawatan Maternitas Edisi 4. Jakarta: EGC.
George Andriaanz. 2008. Asuhan Antenatal. http://www.pkmi-online.com/download/ASUHAN
%20-ANTENATAL.pdf. Diakses tanggal 17 November 2010.Pukul 18.14 WIB.
Joseph,

H.

dan

Nugroho.

2010. Catatan

Kuliah

Ginekologi

dan

Obstetri

(Obsgyn).Yogayakarta: Nuha Medika


Krisnadi, Sofie. 2005. Obstetri Patologi ilmu kesehatan Reproduksi Edisi 2 FK Universitas
Padjadjaran. Jakarta: EGC.
Manuaba, Ida Bagus Gde. 1998. Ilmu Kebidanan, Penyakit Kandungan & KB untuk
Pendidikan Bidan. http://books.google.co.id. Diakses tanggal 18 Juni 2012.Pukul 18.31
WIB.
Manuaba, Ida Bagus Gede. 2007. Pengantar Kuliah Obstetri. Jakarta: EGC
Manuaba IBG. 2008. Ilmu Kebidanan, Penyakit Kandungan Dan Kelurga Berencana Untuk
Pendidikan Bidan. Jakarta: EGC.
Prawirohardjo, Sarwono. 2006. Buku Acuan Nasional Pelayanan Kesehatan Maternal
danNeonatal. Jakarta: Yayasan Bina Pustaka sarwono Prawirohardjo.
Saifuddin AB,

rachimhadhi T, Wiknjosastro GH.

2009.

Ilmu Kebidanan Sarwono

Prawirohardjo. Jakarta: Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawiro Hardjo.


Sastrawinata, Sulaiman, et. al. 2004. Ilmu Kesehatan Reproduksi : Obstetri Patologi Edisi 2.
Jakarta : EGC.
Mochtar, Rustam. 2008. Sinopsis Obstetri Jilid 1 Obstetri fisiologi, Obstetri Patologi. Jakarta:
EGC.
Smeltzer, Suzanne C. 2002. Buku Ajar Keperawatan Medikal Bedah dari Brunner & Suddarth,
Edisi 8.EGC : Jakarta.
Tessy Agus, Ardaya, Suwanto. 2001. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam: Infeksi Saluran Kemih.
Edisi: 3. Jakarta: FKUI
Wilkinson, Judith M. 2006. Buku Saku Diagnosis Keperawatan dengan Intervensi NIC dan
Kriteria Hasil NOC.Diterjemahkan oleh: Widyawati, dkk. Jakarta. EGC.