Você está na página 1de 2

II.

TINJAUAN PUSTAKA
Kadal dari genus Mabouya banyak macamnya, kadal ini tersebar di
banyak lokasi di dunia, di Indonesia, spesies kadal yang umum ditemukan
adalah Mabouya multifasciata. Di negara tropis seperti Brasilia banyak
ditemukan genus Mabouya yang lain diantaranya : M. bistriata, M.
cochabambae, M. croizati M. dorsivittata, M. falconensis, M. frenata, M.
guaporicola, M. mabouya (Jasin, 1989).
Kadal merupakan hewan berkaki empat, kebanyakan hidup di atas
tanah berumput, diantara bebatuan, pepohonan, ada juga yang hidup di
gurun pasir. Umumnya kulit mengkilap dan berwarna kehijauan sampai
coklat. Kulit hewan ini bersisik sehingga mudah

beradaptasi di udara

kering (Jasin, 1989).


Menurut Ibrahim (2003) Mabouya multifasciata dikenal sebagai Manylined Sun Skink merupakan jenis kadal yang paling sering ditemukan dan
jumlahnya masih banyak. ditemukan pada lantai hutan dan sering
ditemukan di beberapa tempat. jenis ini sering ditemukan di daerah
terbuka dari sinar matahari dan habitatnya juga meluas sampai
pemukiman manusia (Djuhanda, 1984).
Mabouya multifasciata mempunyai kulit yang bersisik dan kering.
Kulitnya yang kurang menembus air, sehingga cairan yang hilang dari
badan melalui kulit sedikit. Tulang rusuk pada kadal dapat bergantian
merenggang kemudian merapat karena terdapat perangkat otot-otot
tulang rusuk yang yang berlawanan (Tjitrosoepomo, 1979).
Tubuh kadal memanjang, tertekan lateral, berkaki empat, kuat dan
dapat digunakan untuk memanjat. Mandibula bersatu di bagian anterior
dan tulang pterigoid, berkontak dengan tulang kuadrat. Kelopak mata
dapat digerakkan. Sabuk

pectoral dapat berkembang baik dan mulut

lengkap. Ekornya digunakan untuk keseimbangan gerak ketika berlari


(Weitcher, 1970).
Kadal mencari makan di atas tanah dan memanjat dahan-dahan
tanaman untuk memangsa ulat. Hewan ini menggali lubang di tanah
untuk membuat sarang di mana ia menemukan sarang rayap, hama yang
membusukkan akar dan batang tanaman. Ia juga memangsa larva
penyerang akar tanaman (Zug, 1997).
Subordo lacertilia pada bagian rahang bawah bersatu sehingga kadal
kurang dapat membuka mulutnya. Hewan ini mempunyai dua pasang

anggota badan yang bersifat pentadactil. Membran thympani tidak


cembung dan celah auris external jelas terlihat. Palpebra superior dan
inferior dapat digerakkan, juga membran nictitansnya (Radiopoetro,
1983).
Mabouya multifasciata mempunyai kemampuan bergenerasi pada
bagian ujung ekor yang lepas. Hal ini terjadi jika ekor kadal dipegang,
maka vertebrata ini akan melepaskan ekornya untuk melarikan diri
(Storer and Usinger, 1961).
Fertilisasi kadal termasuk

fertilisasi

internal.

Kadal

bersifat

ovovivipar dan menghasilkan telur dengan banyak kuning telur, dan telur
itu tumbuh dan berkembang dalam oviduk hewan betina. Embrio
dikelilingi oleh amnion, horion, dan alantois (Brotowidjoyo, 1993).