Você está na página 1de 4

ANALISA KEPUTUSAN

1. Definisi
Tujuan utama dari model famakoekonomi adalah untuk mengevaluasi biaya dan outcame yang
diharapkan dari suatu keputusan pada satu atau beberapa alternative penggunaan obat. Model
keputusan memeberikan kerangka untuk memperkirakan outcame dalam kerangka analitik yang
fleksibel dan dapat digunakan oleh peneliti untuk menguji beberapa alternative dari asumsi dan
scenario. Kelebihan yang lain adlah dapat memberikan informasi yang bermakna pada rentang
asumsi dasar yang berbeda atau dalam kondisi yang berbeda.
Keputusan dapat ditetapkan menggunakan struktur dan teknik kuantitatif dengan analisis
keputusan. Analysis keputusan merupakan pendekatan sistematik untuk membuat keputusan
dalam keadaa yang tidak pasti. Analisis keputusan dapat digunakan untuk membantu
pengambilan keputusan untuk mengidentifikasi beberapa pilihan yang mungkin, memperkirakan
konsekuensi dan outcame dari masing-masing pilihan, menilai probabilitas dari outcame yang
mungkin terjadi, menetapkan nilai utnuk masing-masing outcame dan menentukan pilihan
keputusan terbaik.
2. Langkah-Langkah dalam melakukan analisis keputusan
Contoh kasus
Alphazorin dan omagazorin merupakan antibioika baru yang efektif untuk bakteri gram negative
yang resisten terhadap beberapa antibiotikadari uji kliniis diketahui 97 % kasus septicemia gram
negative rentan terhadap alphazorin dan 88% rentan terhadap omegazorin. Meskipun insidensi
toksisitas terkait penggunaan omegazorin tinggi, kadar kedua antibioika tersebut harus dijaga
dalam rentang terapi yang sempit. Efek samping kedua antibiotic tersebut meliputi diare, mual,
perubahan enzim hepatic, dan penghambatan platelet.
Biaya untuk pemberian alphazorin intravena, yang diberikan setiap 8 jam selama 10 hari
Rp.1.650.000, meliputi biaya langsun terkait dengan biaya obat dan penyimpanannya, biaya
penyiapan Rp.540.000 dan biaya pemberian Rp.18.000/dosis. Omegazorin diberikan setiap 6
jam, dengan besarnya masing-masing biaya Rp.1.050.000, Rp.720.000, dan Rp.18.000/dosis.
Meskipun biaya alphazorin lebih tinggi, terapi efektifitasnya lebih tinggi dan isidensi
toksisitasnya lebih rendah.

Karakteristik Alphazorin dan Omegazorin

Paniia farmasi dan terapi haru memutuskan hanya satu antibiotika untuk diajukan dalam
formularium.
Enam langkah dalam proses analisis keputusan, meliputi :

1) Identifikasi keputusan, meliputi seleksi pilihan keputusan yang akan diuji. Menetapkan
kerangaka keputusan, menetapkan dari perspektif mana keputusan tersebut dibuat dan
pengukuran outcame yang akan dimasukan dalam analisis.
2) Disusun keputusan dan konsekuensi dari masing-masing pilihan keputusan dari waktu ke
waktu secara berurutan.
3) Menilai probabilitas dari masing-masing konsekuensi yang akan terjadi
4) Menetapkan nilai dari masiny-masing outcame (misalnya dalam rupiah, quality-adjusted
life-years, atau utility)
5) Menentukan pilhan dengan perkraan outcame paling tinggi.
6) Dilakukan analisis sensitivitas.

a. Identifikasi Keputusan
Berapa pernyataan yang harus dipertimbangkan dalam analisis keputusan meliputi : siapa yang
akan mengambil keputusan dan dari perspektif mana keputusan akan diambil? Keputusan apa
yang akan diambil dan pilihan apa saja yang akan dipertimangkan? Dalam jangka waktu berapa
lama konsekuensi akan dianalisis? Jawaban dari pertanaan tersebut diperlukan dalam membuat
struktus keputusan dan mendapatkan data..
b. Siapa yang akan mengambil keputusan.
Jawaban dari pertanyaan ini adalah untuk menentukan perspektif mana analisis dilakukan. Pada
kasus aplhazorin/omegazorin, apakan dilakukan analisis dari perspektif bagian farmasi, komite
farmasi dan terapi, rumah sakit, perusahaan asuransi, atau masyarakat? Jika keputusan akan
digunaka sebagai pertimbangan untuk mengetahui pengaruh finansial pada bagian ffarmasi,
maka hanya biaya obat dan biaya langsung terkait dengan penggunaan obat tersebut dihitung,
yaitu biaya penyimpangan, biaya penyiapan, biaya pemberian dan biaya monitoring. Bagi pihak
perusahaan asuransi, hanya biaya dalam episode prawatan yang ditanggung oleh asuransi saja
yang dihitung. Dari perspektif masyarakat, semua biaya lamgsung, biaya tidak langsung dan
biaya non medic juga diperhitungkan.
Pada kasus diatas, dibuat struktur analisis dan perspektif rumah sakit (Komite Farmasi dan
Terapi). Karena outcame dari kedua antibiotika sebanding, maka komite Faramsi dan Terapi
harus menentukan pilhan yang biayanya menimal bagi rumah sakit. Dari perspektif rumah sakit,
analisis keputuasan mempertimbangkan biaya terkait dengan obat, seluruh biaya dari semua
produk dan pelayanan selama periode erawatan di rumah sakit.
c. Keputusan, pilihan keputusan dan kriteria keputusan
Jika akan memepertimbangkan penggunaan obat baru, maka sebagai pembanding adalah standar
terapi. Namun pada kasus diatas, Komite Farmasi dan Terapi haru memutuskan untuk
menambahkan satu antibiotika ke dalam formularium. Pertanyaannya adalah : manakah dianttara
kedua antibiotika tersebut yang akan dimasukan dalam formularium? Selanjutnya dibuat pohon
keputusan untuk dpat menjawab pertanyaan tersebut.

Kriteria keputusan apa yang digunakan untuk memilih diantara kedua antibiotika? Kriteria yang
ditetapkan terkait dengan tipe analisis yang akan dilakukan. Pada contoh kasus diatas, proses
analisis keputusan hanya mempertimbangankan biaya saja. Sperti sudah disebutkan diatas,
diasumsikan bahwa meskipun efikasi dari kedua antibiotika bebrbeda teatpi nilai episode terapi
sebanding. Jika organisme resisten terhadap alphazorin maupun omegazorin, maka terapi diganti
antibiotika betasporin.karena KFT mengansumsikan efektifitas kedua antibiotic sama, maka tipe
analisis yang digunakan adalah cost minimization analysis, dan hanya biaya saja yang
dipertimbangkan dalam pengukuran outcame.
Analysis keputusan menggunakan struktur pohon keputusan untuk mengorganizir komponen
dalam keputusan. Pohon keputusan dimulai dengan alternative pilihan. Dalam notasi ilmiah dari
analisis keputusan, chice node (symbol kotak) menunjukan titik waktu dimana pembuat
keputusan memilih satu dianttara beberapa pilihan. Chice node awal, diseut juga root node,
diletakan di sebelah kiri dan menunjukan awal dari pohon keputusan untuk menentukan pilhan
yang mungkin (alphazorin dan omegazorin), selanjutnya sebagai pangkal dari cabang ke kanan
yang disebut choice node