Você está na página 1de 5

Audit Investigatif

Audit Investigasi adalah proses pengumpulan dan pengujian bukti-bukti terkait kasus
penyimpangan yang berindikasi merugikan keuangan Negara dan / atau perekonomian
Negara, untuk memperoleh kesimpulan yang mendukung tindakan litigasi dan/atau tidakan
korektif manajemen. Audit Investigasi dapat dilaksanakan atas permintaan Kepala Daerah
dan Aparat Penegak Hukum. Audit Investigasi termasuk didalamnya audit dalam rangka
menghitung kerugian keuangan Negara, audit hambatan kelancaran pembagunan, audit
eskalasi audit klaim.
Tujuan Audit Investigatif
Tujuan dari dilakukannya Audit Investigatif antara lain untuk:

Memberhentikan manajemen

Memeriksa mengumpulkan dan menilai cukupnya dan relevannya bukti.

Melindungi reputasi dari karyawan yang tidak bersalah

Menemukan dan mengamankan dokumen yang relevan untuk investigasi.

Menemukan asset yang digelapkan dan mengupayakan pemulihan dari kerugian yang
terjadi

Memastikan bahwa semua orang, terutama mereka yang diduga menjadi pelaku
kejahatan, mengerti kerangka acuan dari investigasi tersebut, harapannya adalah
bahwa mereka bersikap kooperatif dalam investigasi itu.

Memastikan bahwa pelaku kejahatan tidak bias lolos dari perbuatannya.

Menyapu bersih semua karyawan pelaku kejahatan

Memastikan bahwa perusahaan tidak lagi menjadi sasaran penjarahan.

Menentukan bagaimana investigasi akan dilanjutkan.

Melaksanakan investigasi sesuai standar, sesuai dengan peraturan perusahaan, sesuai


dengan buku pedoman

Menyediakan laporan kemajuan secara tertatur untuk membantu pengambilan


keputusan mengenai investigasi di tahap berikutnya.

Memastikan pelakunya tidak melarikan diri atau menghilang sebelum tindak lanjut
yang tepat dapat diambil.

Mengumpulkan cukup bukti yang dapat diterima pengadilan, dengan sumber daya dan
terhentinya kegiatan perusahaan seminimal mungkin.

Memperoleh gambaran yang wajar tentang kecurangan yang terjadi dan membuat
keputusan yang tepat mengenai tindakan yang harus diambil

Mendalami tuduhan untuk menanggapinya secara tepat.

Memastikan bahwa hubungan dan suasana kerja tetap baik

Melindungi nama baik perusahaan atau lembaga

Mengikuti seluruh kewajiban hokum dan mematuhi semua ketentuan due diligence
dan diklaim kepada pihak ketiga

Melaksanakan investigasi dalam koridor kode etik

Menemukan siapa pelaku dan mengumpulkan bukti mengenai niatnya.

Mengumpulkan bukti yang cukup untuk menindak pelaku dalam perbuatan yang tidak
terpuji.

Mengidentifikasi praktek manajemen yang tidak dapat dipertanggungjawabkan atau


perilaku yang melalaikan tanggung jawab.

Mempertahankan kerahasiaan dan memastikan bahwa perusahaan atau lembaga ini


tidak terperangkap dalam ancaman tuntutan pencemaran nama baik

Mengidentifikasi saksi yang melihat atau mengetahui terjadinya kecurangan dan


memastikan bahwa mereka memberikan bukti yang mendukung tuduhan atas
dakwaan terhadap si pelaku.

Memberikan rekomendasi mengenai bagaimana mengelola risiko terjadinya


kecurangan ini dengan tepat.

Ruang Lingkup
Ruang lingkup audit investigatif meliputi pengungkapan fakta dan proses kejadian, sebab dan
dampak penyimpangan, dan penentuan pihak-pihak yang diduga terlibat dan atau
bertanggung jawab atas penyimpangan.

AUDITOR INVESTIGATIF

Dalam audit investigatif, seorang auditor memulai suatu audit dengan praduga/ indikasi akan
adanya kemungkinan kecurangan dan kejahatan yang akan diidentifikasi dan diungkap
melalui audit yang akan dilaksanakan. Kondisi tersebut, misalnya, akan mempengaruhi siapa
yang akan diwawancarai terlebih dahulu atau dokumen apa yang harus dikumpulkan terlebih
dahulu. Selain itu, dalam audit investigatif, jika memiliki kewenangan, auditor dapat
menggunakan prosedur dan teknik yang umumnya digunakan dalam proses penyelidikan dan
penyidikan kejahatan, seperti pengintaian dan penggeledahan

Auditor sebagai pelaksana Audit Investigasi


Audit investigatif terhadap indikasi korupsi bisa dilaksanakan oleh auditor di lembaga negara
dan lembaga pemerintah serta auditor di lembaga non-pemerintah. Pelaksanaan audit
investigatif di lembaga negara dan lembaga pemerintah terikat kepada ketentuan yang
terdapat di dalam Standar Pemeriksaan Keuangan Negara atau SPKN. Sementara itu,
pelaksanaan audit investigatif oleh auditor di lembaga non-pemerintah dapat mengacu kepada
standar pemeriksaan yang dikeluarkan oleh lembaga yang memiliki otoritas untuk
mengeluarkan standar seperti itu, di Indonesia misalnya Institut Akuntan Publik Indonesia
atau standar pemeriksaan yang lain tergantung kepada keterikatan antara auditor dengan
pemberi mandat audit.

Kualifikasi Auditor
Audit investigatif seharusnya dilaksanakan oleh orang-orang yang mempunyai pengalaman
dan keahlian dalam melaksanakan audit investigatif. Auditor yang belum memiliki
pengalaman dan keahlian harus mendapat bimbingan dari auditor lain yang memiliki
pengalaman dan keahlian audit investigatif. Auditor investigatif juga perlu mempunyai
pemahaman yang cukup tentang hal-hal yang akan diaudit terutama menyangkut peraturan
yang berlaku serta proses bisnis yang berkaitan dengan hal-hal yang akan diaudit. Secara
khusus, auditor yang akan melaksanakan audit investigatif juga harus mempunyai
pemahaman yang cukup tentang ketentuan-ketentuan hukum yang berkaitan dengan hal-hal
yang akan diaudit maupun ketentuan-ketentuan hukum yang berkaitan dengan pengungkapan
kejahatan misalnya Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana atau KUHAP.

DAFTAR PUSTAKA

http://d2bnuhatama.blogspot.co.id/2013/03/theodorus-m-tuanakotta-bab-ivatribut.html