Você está na página 1de 17

Blog Aa' Hendro

"Amateur|Original|Non Plagiarism"

Beranda

About me

My Gallery Photos

Banner dan Link Sobat

Buku Tamu (Guest Book)

Materi Kuliah Mahasiswa Peternakan

Laporan Praktikum Biokimia Identifikasi Lipid


Posted by Blog Aa' Hendro
Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Berbagi ke TwitterBerbagi ke FacebookBagikan ke Pinterest
Oleh : HENDRO FADLY (E1C009055)

BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Lipid merupakan senyawa yang banyak dijumpai di alam. Senyawa ini dapt
diperoleh dengan jalan mengekstraksi bahan-bahan alam baik tumbuh-

tumbuhan maupun hewan dengan pelarut non polar seperti petroleum eter,
benzena, kloroform, dll. Dilihat dari strukturnya senyawa lipid ini tidak larut
dalam air. Senyawa lipid diberi nama
berdasarkan sifat fisiknya ( kelarutan ) dari pada secara struktur kimianya.
Secara umum lipid dibagi menjadi dua golongan besar, yaitu lipid
sederhana dan lipid komplek. Termasuk golongan lipid sederhana
adalah senyawa-senyawa yang tidak mempunyai gugus ester dan tidak
dapat dihidrolisis. Golongan ini meliputi steroid. Golongan lipid komplek
tersusun oleh senyawa-senyawa yang mempunyai gugus ester dan dapat
dihidrolisis. Golongan ini meiputi minyak, lemak, dan lilin.

A. Minyak

1
2
3
4

Minyak / lemak merupakan lipid terdapat dalam jumlah bsar di


alam. Kegunaan bahan ini dalam kehidupan sehari-hari cukup luas seperti
bahan penggorengan, bahan pengencer cat, dll. Dari segi kimia lipid dapat
dipandang sebagai senyawa turunan ester dari gliserol dan asam-asam
lemak tinggi.
Minyak umumnya diperoleh dari bahan-bahan tumbuhan maupun
bahan hewan. Minyak dari tumbuhan dikenal dengan minyak nabati.
Minyak/lemak hewan diperoleh dari memanaskan jaringan lemak, sedangkan
minyak tumbuhan diperoleh dengan dua cara. Cara pertama dengan
menggunakan panas dan pengempresan, sedangkan cara kedua
menggunakan proses ekstrasi pelarut. Dari cara-cara tersebut diperoleh
minyak dengan komposisiyang terdiri dari :
Lipid komplek ( lisitin, sepalin )
Sterol
Asam-asam lemak bebas
Pigmen-pigmen terlarut dalam minyak

B. Steroid
Steroid juga termasuk lipid yang banyak dijumpai di alam.
Termasuk dalam golongan steroid diantaranya senyawa-senyawa sterol,
sapogenin, dan hormon. Struktur senyawa ini pada dasarnya mempunyai
cincin siklopenta-perhidrodfenantren. Dari senyawa-senyawa steroid. Sterol
merupakan senyawa yang paling banyak ditemukan di alam. Pada umumnya

senyawa ioni ditemukan dalam bentuk sterol bebas, sterol berkaiatan


dengan glikosida, atau sterol yang berbentuk ester.
Dari kelompok sterol, kolesterol, merupakan salah satu yang paling
meimpa. Senyawa ini ada dalam hewan maupun tumbuh-tumbuhan.
Kolesterol ini hanya terdapat pada lemak binatang. Sterol dapat dijumpai
dalam beberapa minyak seperti minyak kedele, minyak teh, minyak kopi dan
minyak ergot. Senyawa sterol merupakan senyawa senyawa alkohol dengan
beberapa berat molekul tinggi yang terjadi dalam fraksi lemak yang tidak
tersabunkan. Untuk mendapatkan sterol dapat dilakukan dengan jalan
menyabunkan minyak kedele kotor dan diikuti ekstrasi dengan pelarut eter.
Ekstrasi ini untuk mengambil bahan-bahan yang tidak ikut tersabunkan
termasuk di dalamnya sterol. Lapisan eter selanjutnya diuapkan dan diganti
dengan petroleum eter dan dilakukan penjenuhan dengan uap air untuk
mengendapkan sterol kotor. Sterol yang diperoleh dapat diuji dengan reaksi
pembentukan warna yang spesifik.
Reaksi pembentukan warna dari sterol dapat terjadi utnuk
senyawa sterol yng mempunyai rantai jenuh. Dalam identifikasi ini dikatakan
positif apabila test dengan Liebermann-Buchard memberikian warna hijau.
Intensitas warna hijau sangat bergantung banyaknya sterol yang ada. Warna
hijau kebiruan sampai hijau diperoleh apabila larutan sterol dalam kloroform
ditambah asam sulfat pekat.

C. Sifat Fisika dan Kimia Lipid


Untuk mengetahui komposisi penyusun lipid dapat dilakukan
dengan pengujian sifat fisika dan kimia suatu minyak juga dipakai untuk
keperluan identifikasi jenis minyak dan penilaian mutu minyak/lemak. Pada
umumnya pengujian sifat ini meliputi sifat penyabunan, titik leleh, warna
minyak, kelarutan dalam pelarut organik, jumlah ikatan rangkap atau derajat
ketidak jenuhan, ketengikan, asam lemak basa, bilangan iod dan bilangan
peroksida. Pengujian ini dapat bersifat kuantitatif maupun kualitatif.
1

Kelarutan
Suatu kelarutan dapat larut dalam pelarut tertentu apabila mempunyai
polaritas yang sama. Senyawa non polar akan larut dalam pelarut non polar.
Minyak dan lemak meruapakan senyawa non polar sehingga senyawa ini
mudah larut dalam pelarut non polar seperti kloroform, karbon disulfida,
karbon tetraklorida, dsb. Kelarutan dari minyak/lemak perlu diketahui untuk
menentukan dasar pemilihan pelarut dalam pengambilan minyak dengan

ekstrasi minyak/lemak dari bahan yang diduga mengandung minyak. Untuk


asam-asam lemak yang berantai pendek dapat mudah larut dalam air.
Semakin panjang rantai asam lemak kelarutan dalam air akan berkurang.
Sebagaicontoh asam kaprilat pada suhu 300 C mempunyai kelarutan 1 gram
dalam 100 ml air sedangkan pada suhu yang sama untuk asam stearat
mempunyai kelarutan 0,00034 gr/ml air. Untuk asam lemak tidak jenuh
sangat mudah larut dalam beberapa pelarut organik dibanding dengan asam
lemak jenuh. Perbedaan kelarutan asam lemak ini juga sering dipakai
sebagai dasar untuk melakukan pemilihan pelarut dalam proses
rekristalisasi.
2

Bilangan Penyabunan
Bilangan penyabunan didefenisikan sebagai jumlah miloigram KOH yang
diperlukan untuk menyabunkan 1 gram lemak atau minyak. Bilangan ini juga
menyatakan indek berat molekul suatau minyak. Jika asam lemak yang
terdapat dalam minyak mempunyai berat molekul rendah ( rantai pendek )
maka jumlah gliseridanya semakin banyak. Hal ini menyebabkan bilngan
penyabunan meningkat.
Lemak yang mengandung komponen yang tidak tersabunkan seperti sterol
mempunyai bilangan penyabunan rendah. Namun untuk minyak yang
mengandung asam lemak tidak jenuh tinggi memnpunyai bilangan tinggi.
Tingginya bilangan penyabunan ini disebabkan ikatan tidak jenuh dapat
terolsidasi menghasilkan senyawa bergugus fungsi karbonil yang pada
akhirnya dapt juga beraksi dengan alkali.

Kerusakan Lemak dan Minyak


Kerusakan lemak/minyak sering ditandai munculnya perubahan bau dan
flavor ( cita rasa ) dalam lemak atau bahan makan yang mengandung
lemak. Ada beberapa penyebab kerusakan miinyak antara lain karena
pengaruh enzim yang merusak lemak,pengaruh mikroba dan reaksi oksidasi
oleh oksigen udara. Kerusakan karena enzim dapat terjadi apabila terdapat
enzim lipase yang mampu menghidrolisis lemak sehingga menghasilkan
asam lemak bebas dan gliserol. Asam lemak yang dihasilkan dalam proses
hidrolisis ini akan dapat mempengaruhi bau dan flavor lemak. Asam lemak
bebas yang mudah menguap, dengan jumlah atom karbon C-4, C-6, C-8, dan
C-10 menimbulkan bau tengik dan rasa tidak enak.

1.2 Tujuan percobaan


Percobaan ini bertujuan untuk mengidentifikasi senyawa-senyawa lipid dan
lemak secara kualitatif dan kuantitatif.

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
Lipid adaalah sekumpulan senyawa didalam tubuh yang memiliki
ciri-ciri yang serupa dengan lemak, gemuk (grease), atau minyak. Karena
bersifat hidrofobik, golongan senyawa ini dapat dipakai tubuh sebagai sarana
yang bermanfaat untuk berbagaikeperluan. Misalnya jenis lipid yang dikenal
sebagai trigleresida berfungsi sebagai bahan bakar yang penting. Senyawa
ini sangat efisien untuk disimpan sebagai simpanan bahan penghasil energy
karena terkumpuk dalam butir-butir kecil yang hamper bebas air,
membuatnya jauh lebih ringan daripada timbunan karbohidrat setara yang
sarat air. Jenis lipid yang lain lagi merupakan bahan structural yang penting.
Kemampuan lipid jenis ini untuk saling bergabung menyingkirkan air dan
senyawa polar lain menyebabkannya dapat membentuk membrane sehingga
memungkinkan adanya berbagai organism yang kompleks.

BAB III
METODE PRAKTIKUM
2.1 Bahan dan alat
Bahan kimia / segar yang digunakan :
1. Minyak Kelapa sawit
2. Minyak kelapa segar
3. Margarin
4. Mentega

Alat - alat praktikum

1. Tabung reaksi
2. Penjepit tabung reaksi
3. Gelas ukur 5 ml

4. Pipet ukur 10 ml
5. Gelas piala 250 ml
6. Spatel
7. Batang pengaduk kaca
8. Rak tabung reaksi
9. Pipet ukur 5 ml
10. Kawat kasa
11. Penangas air
12. Blender
13. Gelas piala 100 ml
14. Kaca arloji O 5 cm
15. Pipet tetes

2.2 Prosedur kerja

A. UJI KELARUTAN
1. Sediakan 4 tabung dan tempatkan dalam rak
2. Ke dalam masing-masing tabung reaksi dimasukkan 2 ml eter,
kloroform, benzen, alkohol panas, alkohol dingin, asam encer, alkali
encer dan air
3. Selanjutnya ke dalam tiap-tiap tabung reaksi ditambahkan 4-5 tetes
minyak kelapa
4. Tutupmulut tabung reaksi dengan ibu jari dan gojoklah selama I menit

5. Biarkan selama 5 menit


6. Amati perubahan yang terjadi dalam tebung reaksi

B. UJI Penyabunan
1. Masukkan 4-5 tetes bahan percobaab ke dalam tabung bersih
2. Tambahkan 3 ml akuades
3. Tambhakan 1 ml larutan KOH beralkohol
4. Panaskan campuran tersebut sampai mendidih selama 2 menit
5. Kocok dan perhatikan pembentukan busa

C. UJI ASAM-BASA
1. Celuplah kertas lakmus ke dalam bahan percobaan
2. Lihat perubahan yan terjadi

D. UJI KETIDAK JENUHAN


1. Masukkan kira-kira 1 ml bahan percobaan dalam tabung reaksi bersih
2. Tambahkan tetes demi tetes larutan I2 sambil dikocok
3. Lihat perubahan dan perbedaan yang terjadi antara bahan yang satu
dengan yang lainnya.

E. UJI NODA

1. Masukkan 2 ml campuran alkohol eter ke dalam tabung bersih dan


tambahkan sedikit (2-3 tetes) bahan percobaan, kemudian kocok kuatkuat sampai semua bahan larut
2. Teteskan campuran tersebut pada kertas saring dan tulis dan biarkan
pelrut menguap
3. Lihat noda yang terbentuk
4. Cuci nodanya dengan air
5. Keringkan kembali kertasnya, dan perhatikan nodanya

BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1 Hasil Pengamatan
Hasil Pengamatan Uji Kelarutan
N Pelaru
Minyak
Minyak
o
t
Kelapa
Kelapa Sawit
1 Eter
Larut
Larut
sempurna
sempurna
2 Alkoh Ada 2
Ada 2 partikel
ol
partikel yang yang larut
dingin larut
dibagian atas
dibagian atas dan tidak
dan tidak
larut di
larut di
bawah
bawah
3 Asam Larut tidak
Larut tidak
encer sempurna di
sempurna di
atas larutan
atas larutan
terdapat
terdapat
cincin
cincin
4

Air

Tidak larut

Tidak larut

Margarin

Mentega

Larut
sempurna
Tidak larut

Larut
sempurna
Tidak larut

Larut tidak
sempurna di
atas larutan
terdapat
cincin

Larut tidak
sempurna
di atas
larutan
terdapat
cincin
Tidak larut

Tidak larut

Hasil Pengamatan Uji Penyabunan


N
o
1

Bahan
Percobaan
Minyak
kelapa
sawit
Minyak
kelapa
segar

Margarin

mentega

KoH

NaOH

Ada busa diatas


permukaan

Ada busa diatas


permukaan

Trerdapat sedikit busa

Trerdapat sedikit busa


dan bening

Busanya ada sedikit


Busanya ada sedikit

Busanya ada sedikit


Busanya ada sedikit

Hasil Pengamatan Uji Asam-Basa


N
o
1
2
3
4

Bahan Percobaan
Minyak kelapa
sawit
Minyak kelapa
segar
Margarin
mentega

Asam ( Ph<7
)

Basa ( Ph<7 )

Netral
( Ph<7 )

Basa
Basa
Asam
Asam

Hasil Pengamatan Uji Noda

Margarin

Noda
Kertas
Kertas Tulis
Saring
Bening dan Bening dan
tetap
tetap
bernoda
bernoda
warna
kuning
Bening dan Bening dan
tetap
tetap
bernoda
bernoda
warna
kuning
kuning dan Bening dan
tetap
tetap
bernoda
bernoda

mentega

Bening dan
tetap
bernoda

N
o

Bahan yang
diuji

Minyak
kelapa
sawit

2
Minyak
kelapa
segar
3

4.2 Pembahasan

Bening dan
tetap
bernoda

Setelah Dicuci
Kertas
Kertas Tulis
Saring
Bening
Bening dan
dan
tetap
bernoda
bernoda

Kuning
dan
bernoda

Bening dan
tetap
bernoda

Bening
dan tetap
bernoda
warna
kuning
Kuning
dan
bernoda

Bening dan
tetap
bernoda

Bening dan
tetap
bernoda
warna
kuning

Dari hasil percobaan pada uji kelarutan, uji penyabunan, uji noda,
dan asam basa terlihat jumlah dan perbedaan lipid/lemak memilki sifat-sifat
tersendiri pada bahan yang diujikan, yaitu minnyak kelapa sawit, minyak
kelapa segar, margarin dan mentega akan berubah warnanya setelah
ditetesi oleh zat-zat yang telah dilakukan pada percobaab diatas.
BAB V
PENUTUP
4.1 Kesimpulan
Lemak memiliki sifat-sifat yang khas yaitu tidak larut atau sedikit
larut dalam air dan dapat diekstrasi dengaan pelarut non-polar seperti
chloroform, eter, benzene, heksana, aseton dan alcohol panas. Lemak
mempunyai banyak fungsi biologis yang sangat menunjang kehidupan
organism, antara lain berperan dalam transport aktif sel, penyusun
membrane sel, sebagai cadangan energy dan isolator panas, sebagai pelarut
vitamin A, D, E, dan K. lemak dapat mengalami reaksi hidrolisis, ketengikan,
hidrogenasi, penyabunan dll.
4.2 Saran
Untuk selanjutnya semoga percobaan yang belum dicoba bisa
dilakukan, agar tidak lebih bisa memahaminya.

DAFTAR PUSTAKA
Buku Penuntun Laporan Praktikum Biokimia Jurusan Peternakan Universitas
Bengkulu
http://indobiogen.or.id.
http://wikipedia.org.co.id

Share on facebookShare on twitterShare on emailShare on printMore Sharing Services


2
Labels: Perkuliahan
2 komentar:

1.
nheakie-thealoner5:24 AM, Desember 02, 2013
aa', itu nggak ada yg salah ya materinya? masa contoh lipid kompleksnya minya sama
lilin? kebaliknya kayaknya? mohon diperbaiki ya biar nggak ngasih info yg salah,
makasih :)
Balas
Balasan

1.
Blog Aa' Hendro8:39 PM, Desember 08, 2013
Terima kasih atas sarannya, ternyata iya ada yang keliru. Lilin, Lemak & minyak
termasuk dalam golongan lipid sederhana ^^
Balas
Muat yang lain...
Berikan komentar yang sopan yah, hehehe.... ^_^
Links to this post
Buat sebuah Link
Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda
Langganan: Poskan Komentar (Atom)

Select Language

Portal Akademik

Username
Password

Arsip Blog
Daftar Isi
Membuka Portal Akademik UNIB dengan Cepat
TV Lokal Bengkulu
Ibu kita Kartini
Membuat foto menjadi karikatur/kartun
Plugin Photoshop
Award
Automatis Musi Playing
The Undersea Volcanoes in Bengkulu
UNIB Rank 29 in the UI Green Matric World University
The introduction of livestock feed
Kuliah Kerja Nyata
Cormorant Fishing
Membuat Foto WPAP
Bahaya Meniup Makanan dan Minuman yang Masih Panas
Pentingya Sebuah Kamera
Efficacy Mahkota Dewa Fruit
Ohio Whitetail Deer Hunting
Coccidiosis Disease
Alter Bridge
Benefits as the Followers
Poem for My Mother
Sweep Picking
Guitar Tapping
Menghindari Blog Terhapus oleh Google
Belajar Mengetik Sepuluh Jari dengan Typing Master

Membuat Buku Tamu Hidden yang Unik


Alasan blog memasang widget Alexa
Teknologi Formulasi Ransum
Struktur dan Komposisi Telur
Doa dan Ucapan Jika Seluruh Tubuh Merasa Sakit
Pengenalan Bahan Pakan Ternak
Sumber Protein Asal Hewan
Tilik Ternak
Kerangka Unggas
Bangsa Ternak Unggas
Laporan Praktikum Produksi Ternak Unggas
Identifikasi Lipid
Manajement Ternak Perah
Uji Zuriat
Defenisi Daging dan Otot
Padang Penggembalaan Pasture
Perbedaan Mutu Hijauan
Itik Talang Benih
Perkandangan Unggas
Brooding and Rearing
Bangsa Ternak Unggas
Dikon Faktor
Kulit Unggas
Etologi
Memasukkan Gambar pada Font
Merawat Printer
Mengganti Icon Komputer
Membuat Banner Sederhana Berkedip-kedip
Menonaktifkan Jendela Dialog yang Menggangu
Beberapa Istilah IT
Tips Mengamankan Laptop dari Serangan Virus
Tips Download dari Scribd
Menyingkirkan Driver yang Menggangu
Membuat Daftar Isi Otomatis pada M.Word
Hukum Mengkonsumsi Hewan yang Pakannya Najis
Persepsi Asuransi Menurut Umat Islam
SMS Ucapan Lebaran
Khasiat Tanaman Kumis Kucing
Manfaat Bersepeda
Tips Meredakan Stress
Manfaat dan Kandungan Gizi Jamur Tiram
Contoh Jadwal Imsakiyah
Penampakan
Kemah Bakti Sosial
Download Lagu

Categories
About the Blogger (6) Animal Husbandry Reference (7) Award (1) Bahan Pakan Ternak (1)
BengkuluEducation Info (2) Dasar Teknologi Hasil Ternak (1) Download Music (1) Education
Info (5) Guitar Techniques (2) Healthy (7) Indonesian traditional medicine (1) Komputer (5)
Kukerta (1) Mengenal Ajaran Islam (3) Perkuliahan (19) Photoshop (4) Poem (1) Poetry (1)
Sejarah (1) Serba Serbi (12) Tips Blogger (2) Tips dan Trik (14) Unik. (1) Wiasata Bengkulu (1)

BLOGGER INDONESIA

5
4.9 / 5 - 138 vote(s).

Tweet oleh @BlogAa_Hendro

Top Comments
1. MBAH JAYA WARSITO (14)
2. Ahmad Nur Kurniawan (2)
3. Dena Arta Putra (2)
4. Isyaana Nana (2)
5. Arya Master (1)

6. yusufhera utarin (1)


7. Soal Psikotes Bank-BUMN (1)
8. Ratnasari Kamil (1)
9. Riandra Setiawan (1)
10. Khoirulmu (1)

Statistik
135706
[CLOSE]
Gambar template oleh enjoynz. Diberdayakan oleh Blogger.