Você está na página 1de 8

ASUHAN KEPERAWATAN

PEMENUHAN KEBUTUHAN OKSIGENASI


PADA Ny. S DENGAN GANGGUAN PERNAFASAN

OLEH :
IFADHATUL NAFIAH
010111a050

PRAKTEK KLINIK KEPERAWATAN DASAR


PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN
STIKES NGUDI WALUYO UNGARAN
2012/2013

LAPORAN KASUS

Nama mahasiswa : Ifadhatul Nafiah


Nim

: 010111a050

1. PENGKAJIAN
a) Identitas pasien
Nama
: Ny. S
Umur
: 45 tahun
Tempat tanggal lahir
: candi rejo, 14 februari 1967
Pendidikan terakhir : SMK
Agama
: Islam
Suku
: Jawa
Status perkawinan : Menikah
Pekerjaan
: Pengkrajin gelang
Gol. Darah
:Diagnosa medis
: Gangguan pernafasan
Gangguan KDM
: Oksigenasi
Alamat
: Candi rejo no.8
b) Identitas penangguang jawab
Nama
: Tn. K
Umur
: 50 tahun
Pendidikan terakhir : SMK
Agama
: Islam
Suku
: Jawa
Hub. Dengan pasien
: Suami
Pekerjaan
: Buruh
Alamat
: Candi rejo no. 8

2. RIWAYAT KESEHATAN
a. Keluhan Utama
Sesak nafas dan batuk berdahak
b. Riwayat kesehatan saat ini
Klien datang kerumah sakit IGD dengan keluhan sesak nafas dan batuk
berdahak, klien telah merasakan nyeri dada selama 3 minggu yang lalu
dan merasa asma mendadak
c. Riwayat kesehatan masa lalu
Klien memiliki riwayat asma mendadak dan nyeri dada semenjak 3
minggu yang lalu
d. Riwayat kesehatan keluarga
Tidak ada riwayat keluarga yang mempunyai penyakit penularan asma.

Keterangan :
: Meninggal ( laki laki )
: Meninggal ( perempuan )
: laki - laki
: perempuan

3. PENGKAJIAN POLA FUNGSIONAL


a. Persepsi terhadap kesehatan
Persepsi klien terhadap kesehatannya adalah kurang baik karena
ketika mengalami nyeri dada dan timbul asma mendadak klien tetap
bekerja untuk mengrajin gelang dengan membiyarkan terpapar udara
dingin dan mengakibatkan penyakitnya semakin parah.
b. Pola bernafas
Sebelum sakit : klien mengatakan tidak ada masalah dengan pola
pernafasannya, pernafasannya normal.
Selama sakit : klien mengatakan ada masalah dengan pola
pernafasan , pernafasanya tidak normal, sesak nafas dengan RR :
c. Pola nutrisi metabolic
Sebelum sakit : klien mengatakan biasanya makan 2-3 x/sehari dengan
porsi yang normal, minum air putih.
Selama sakit : klien mendapatkan diet bubur, klien hanya makan 1 3
sendok bubur pada setiap porsi yang diberikan rimah sakit dan
diperbanyak ninum the dan air putih.
d. Pola eliminasi BAK dan BAB
Sebelum sakit : klien mengatakan BAK 3-4 x/sehari, warna khas urine,
tidak ada keluhan saat BAK, klien BAB 1 x dalam 1 hari dengan
konsistensi lembek, baud an warnanya khas veses , tidak ada keluhan
saat BAB.
e. Pola aktivitas dan latihan
Sebelum sakit : klien mampu melakukan aktivitas mandiri secara
normal setiap hari, klien mampu bekerja.
Selama sakit : klien mengatakan tidak bisa melakukan aktivitas
sebagaimana biasanya karena sakit yang dialaminya, klien beraktivitas
dibantu dengan keluarganya, seperti BAK, makan, minum, dll.
f. Pola istirahat dan tidur
Sebelum sakit : klien mengatakan sering kesulitan dalam tidur,
terutama di malam hari, frekuensi rata rata tidur klien di malam hari
2-3 jam.
Selama sakit : klien mengatakan ingin tidur terus selama dirawat
dirumah sakit, frekuensi tidur klien 8-9 jam per hari.
g. Pola konsep diri
Citra tubuh : klien mempunyai citra tubuh yang ideal.
Peran
: peran diri klien terganggu klien selama skit tidak bisa
melaksanakan peranya sebagai ibu rumah tangga dan pengrajin
gelang.
Ideal diri : klien memiliki ideal diri yang positif

Harga diri : klien mempunyai harga diri yang tinggi


Self identity : klien melakukan peran sebagai perempuan ( ibu rumah
tangga ) identitas jelas, positif, baik.
h. Pola koping
Klien mempunyai pola koping yang positif, klien termotifasi untuk
cepat sembuh agar kliendapat berkumpul lagi dengan keluarga dan
teman- teman dan juga bisa beraktivitas sebagaimana mestinya.
i. Pols seksualitas dan reproduksi
Klien sudah menikah
j. Pola peran-berhubungan
Klien berperan sebagai ibu rumah tangga dan pengrajin gelang,
hubungan klien dengansuami harmonis.
k. Pola nilai dan kepercayaan
Klien ber agama islam, selama sakit kilen hanya bisa berdoa agar
cepat sembuh.
l. Kebutuhan rasa aman dan nyaman
Klien mengatakan tidak merasa nyaman karena sesak nafas yang
dirasakan.
m. Kebutuhan personal hygine
Sebelum sakit : biasanya mandi 2 x sehari dan karmas 1x dalam 2 hari.
Selama sakit : klienmengatakan tidah pernag mandi hanya dilap saja
dengan handuk basah.

4. PEMERIKSAAN FISIK
a. Keadaan umun
Compos mentis
b. TTV
Tekanan darah
: 140/80 mmHg
Nadi
:120 x/menit
Suhu
:
RR
:
c. Kulit dan kuku
Warna kulit putih, turgor kulit kering, tidak ada lesi.
Kuku bersih, CRT 3 detik.
d. Kepala dan rambut
Mata simetris, pupil isokor, konjungtivanya anemia, lapang pandangnya
simetris, tidak ada nyeri tekan, tidak ada benjolan.
e. Hidung

Hidung simetris, tidak ada lesi, tidak ada nyeri, bulu merata, nafas cuping
hidung +
f. Telinga
Telinga simetris, daun telinga tidak melebar, agak kotor, membaran
timpaninya normal, tidak ada lesi, tidak ada nyeri tekan.
g. Mulut
Membaran mukosanya sianosis, bernafas mengunakan mulut.
h. Daad
Paru paru
I
: frekuensi nafas tidak normal, dada bentuk funeel chest.
P
: taktil fremitus + antara kiri dan kanan, kanan lebih kuat.
Pe
: redup pada obus atas ( dexstra, sinistra )
Sonor pada lobus bawah (dekstra, sinistra), lobus tengah (dextra)
A
: ronchi +
Nafas dasar : tracheal ( ins, eks, bunyi sangat tinggi ( keras )

Jantung
I
: denyut apical tidak terlihat
P
: tidak ada nyeri tekan
Pe
: redup
A
: bunyi s1 dan s2 terdengar diikuti s3

Abdomen
I
: abdomen rata, umbilicus bersih
P
: bunyi peristaltic usus 10 x / menit
Pe
: kuadran I,II,III,IV, timpani
A
: tidak ada nyeri tekan

Genetalia: Ektrimitas
Ektrimitas atas : reflek bisep, Trisep normal
Ekstermitas bawah : reflek patella normal.

5. ANALISA DATA

N
o
1

Hari/tg
l

Pasien

Ds : klien mengeluh
sesak nafas dan batuk
berdahak

Etiologi

Respon pernafasan
gagalan bernafasan

Masalah
kep.
Pola nafas
tidak
efektif

Do : RR
KU lemas
Terdapat secret
Ronchi +

ketidak seimbangan
ventilasi dengan
perfusi
mengganggu difusi
sekresi Co2
Hipoksia jaringan
Paru paru
Ronchi

Ds : klien mengatakan
lemas
Do : RR
Ku lemas
Akral dingin
CRT 3 detik
Secret +
Rounchi +

Pola nafas tidak


efektif
Respon pernafasan
Kegagalan
pernafasan ventilasi
Ketidak seimbangan
ventilasi dengan
perfusi
O2

Ds : klien merasa nyeri


dada dan asma
mendadak

Gangguan
metabilism
e intrasel

dan Co2

Metabolism intrasel
terganggu
bronkospasme

Ketidak
efektifan
bersih jalan
nafas.

Do : RR
Ku lemas
Akral dingin
Terdapat secret
Rounchi +

6. DIAGNOSA KEPERAWATAN
1. Pola nafas tidak efektif b.d terdapak secret, RR , terdengar rounchi.

2.

Gangguan mobilisasi intrasel b.d akumulasi secret ditandai dengan RR,


CRT 3 detik, akral dingin, secret + Rounchi +
3. Ketidak efektifan bersih jalan nafas b.d bronkospasme ditandai dengan
perkusi paru redup pada lobus atas (dextra, sinistra ), akral dingin,rounchi
+