Você está na página 1de 6

PAGT

Fraktur pada Anak

OLEH:

ULFA PURNAMASARI
(K211 13 305)

PROGRAM STUDI ILMU GIZI


FAKULTAS KESEHATAN MASYARAKAT
UNIVERSITAS HASANUDDIN
MAKASSAR
2016

Gambaran Kasus Fraktur:


Fraktur adalah terputusnya kontinuitas jaringan tulang dan atau tulang
rawan yang umumnya disebabkan oleh ruda paksa. Fraktur adalah patah tulang,
biasanya disebabkan oleh trauma atau tenaga fisik dan sudut dari tenaga tersebut ,
keadaan dari tulang itu sendiri dan menentukan apakah fraktur yang terjadi itu
lengkap atau tidak lengkap. Fraktur adalah patahnya kontinuitas tulang yang
terjadi ketika tulang tidak mampu lagi menahan tekanan yang diberikan
kepadanya.
Anak-anak adalah berbeda dengan dewasa. Hal ini sangat penting
diketahui bahwa keberhasilan diagnostik dan terapi penyakit ortopedik pada
kelompok usia ini berbeda, karena sistem skeletal pada anak-anak baik secara
anatomis, biomekanis, dan fisiologi berbeda dengan dewasa. Adanya growth plate
(atau fisis) pada tulang anak-anak merupakan satu perbedaan yang besar. Growth
plate tersusun atas kartilago. Ia bisa menjadi bagian terlemah pada tulang anakanak terhadap suatu trauma. Cidera pada growth plate dapat menyebabkan
deformitas. Akan tetapi adanya growth plate juga membantu remodeling yang
lebih baik dari suatu fraktur yang bukan pada growth plate tersebut.
KASUS:
An.N, usia 3 tahun, masuk rumah sakit karena nyeri pada paha kiri kurang
lebih 2 jam akibat terjatuh ke selokan. Berat badan actual (BB) adalah 15 kg dan
tinggi badan (TB) adalah 80 cm. pasien tampak meringis kesakitan pada distal left
lemur. Pada pemeriksaan didapatkan; Tensi: 70/50 mmHg, nadi 96x permenit,
pernapasan 24x permenit; tampak meringis, kesadaran baik, suhu 37,7oC.
Pemeriksaan laboratorium didapatkan : HB :9,7 gr/dl; leucocyte : 14.000 /mm 3 ;
Limfosit: 25 gr/dl. Pemeriksaan ECG : anemia dan leukositas. Asupan zat gizi
dari pasien sangat kurang, dimana pasien makan hanya 2 sendok bubur atau nasi
yang disediakan, lauk seperti ikan dana yam tidak dimakan, telur rebus dimakan
hanya putihnya, dan sering mengonsumsi susu formula biasanya habis sekitar 4
kali 180 ml tiap waktu makan sehingga terjadi pembesaran pada perut akibat dari
gas yang tertumpuk akibat asupan cairan yang berlebih. Diagnosa kerja Fraktur1/3
distal left lemur.

INSTALASI GIZI RUMAH SAKIT ISLAM FAISAL MAKASSAR


PROSES ASUHAN GIZI TERSTANDAR (PAGT)

Nama
Umur
Bagian
JenisKelamin

: An.N.
: 3 tahun.
: Perawatan II
: Perempuan

No. RM
Tgl. MRS
Tgl. Pengambilan kasus

: 12-44-65
: 15 November 2016
: 30 November 2016

NUTRITION ASSESMENT
NUTRITION INTERVENTION
IDENTIFIKA
DIAGNOSIS GIZI
SI
TERAPI
DATA DASAR
RENCANA TERAPI
MASALAH
EDUKASI
GIZI
1. Diagnosa Medis
NI.5.10.1
Jenis Diet
A. Materi
Fraktur1/3 distal left lemur .
Intake mineral yang
Diet TKTP pasca bedah anak.
Menjelaskan
terkandung di dalam
perlunya asupan
2. Keluhan utama:
tubuh kurang yang
Tujuan Diet
makanan lain
Nyeri pada paha kiri.
berkaitan dengan
selain dari susu
- Untuk mencapai status gizi
keadaan tubuh yang
formula kepada
normal.
Anemia,
3. Riwayat Penyakit
lemas. Hal ini ditandai - Untuk mempercepat proses
keluarga pasien.
Asupan
Sekarang
dengan nilai Hb yaitu:
penyembuhan
makanan
Patah tulang paha kiri.
Hb 9,7 () (12-14
B. Tujuan
- Meningkatkan daya tahan
kurang, asupan
Agar keluarga
tubuh
untuk
mencegah
mg/dL).
cairan
4. Riwayat Penyakit Dahulu
komplikasi
NI.2.1
pasien:
berlebihan
Patah paha kanan.
Memenuhi
kebutuhan
nutrisi
Asupan makanan oral
a. Memperbai
untuk mengganti kehilangan
yang lebih kecil
ki pola dan
5. Skrining Gizi
protein, glikogen, zat besi
dibandingkan rujukan

RENCANA MONEV
A. Antropometri
- Penimbangan
BB awal dan
akhir intervensi.
B. Biokimia
Setiap ada
pemeriksaan
biokimia darah.
C. Fisik/Klinis
Setiap hari:
- KU.
- Tensi.

a. Data Antropometri
U : 3 tahun.
TB : 80 cm.
BB : 15 kg.
BBI : 13,9 kg.
(Overweight).
b. Data Laboratorium
HB :9,7 gr/dl;
Leucocyte : 14.000 /mm3
Limfosit: 25 gr/dl
c. Data Fisik/Klinis
KU : nyeri pada paha kiri
dan perut begah.
Kesadaran: Sadar.
N : 96 x/i (N) (80-90 x/i).
Pernapasan : 24 x/I (N) (2045 X/I).
TD: 70/50 mm/Hg (^)
6. Riwayat Gizi Sekarang
Asupan zat gizi dari pasien
sangat kurang, dimana pasien
makan hanya 2 sendok bubur
atau nasi yang disediakan,
lauk seperti ikan dana yam
tidak dimakan, telur rebus

standart, yang
serta memperbaiki
berkaitan dengan hasil
ketidakseimbangan elektrolit
recall kurang. Hal ini
dan cairan.
ditandai dengan hasil
recall energi :
Syarat Diet
Energi : 741,5
1. Kebutuhan energi sebesar
1.125 kkal.
kkal (1.125 kkal).
2. Protein tinggi dengan 100:1
kkal/g N.
NI.3.2
3. Kebutuhan cairan yang
Intake cairan yang
seimbang
antara
berlebih dari
pengeluaran.
kebutuhan, yang
berkaitan dengan
Perhitungan Kebutuhan
penumpukan gas dan
perut membegah. Hal
Energi tinggi = 1.125 kkal
ini berkaitan dengan
pembesaran perut
Protein = 11,25 g
anak.
Lemak = 30% x 1.125
9
= 37,5 gr
Karbohidrat = 65% x 1.125
4
= 182,8 gr

b.

c.

d.

e.

kebiasaan
makan yang
salah.
Mengerti
tentang
makanan
yang
boleh /tdk
dikonsumsi
Dapat
menjalanka
n diet yang
dianjurkan
dengan
benar.
Mengerti
tentang diet
yang
diberikan.
Mematuhi
diet.

C. Waktu :
15 menit
D.Metode

- Pernapasan.
- Nadi.
- Suhu.
D. Dietary
Asupan makanan
setiap hari.
E. Edukasi
Kepatuhan keluarga
pasien dalam
memberikan
makanan/minuman
kepada pasien sesuai
dengan yang
dianjurkan dan
menanyakan
kembali tentang
materi yang telah
diberikan.

dimakan hanya putihnya, dan


sering mengonsumsi susu
formula biasanya habis
sekitar 4 kali 180 ml tiap
waktu makan sehingga
terjadi pembesaran pada
perut akibat dari gas yang
tertumpuk akibat asupan
cairan yang berlebih.

Cara Pemesanan Diet


Diet TKTP pasca bedah anak.

Hasil recall 24 jam selama 3


hari untuk melihat asupan
pasien selama sakit :
Energi = 741,5 kkal
Protein = 33 g
Lemak = 33,3 g
KH = 76 g

Frekuensi Pemberian
3 kali makan utama.

Konsistensi
Makanan biasa.
Cara Pemberian
Oral.

Contoh Menu Sehari


Terlampir.

Penyuluhan
Individu kepada
pasien dan
keluarganya
E. Alat Bantu :
- Kuesioner
Recall 24 jam.
- Buku.
- Pulpen.