Você está na página 1de 1

Artikel :

The Death of Samurai : Robohnya Sony, Panasonic, Sharp, Toshiba, dan Sanyo
Industri elektronika di Jepang pelan-pelan mengalami penurunan. Ada
beberapa perusahaan elektronik di Jepang yang hampir gulung tikar. Penurunan
ini diakibatkan oleh beberapa faktor. Faktor yang pertama yaitu budaya. Di
jepang, masyarakatnya masih terpaku dengan budaya senioritas. Senioritas
disini adalah budaya yang lebih mementingkan pendapat orang tua
dibandingkan dengan pendapat anak-anak muda. Lalu di Jepang juga ada
budaya loyalitas, dimana seseorang benar-benar yang mengabdi pada suatu
perusahaan maka akan sampai tua bekerja di tempat tersebut sehingga tidak
ada regenerasi dan inovasi baru dari pemuda-pemuda Jepang. Hal ini
menyebabkan perusahaan tidak bisa mengikuti perkembangan zaman.
Faktor kedua yaitu dari Pemerintah. Di Jepang menetapkan peraturan
pemerintah tentang gaji bagi semua masyarakat Jepang. Jadi, masyarakat Jepang
yang bergaji tinggi dengan masyarakat Jepang yang bergaji rendah hampir
memiliki pendapatan yang sama. Hal ini dikarenakan pendapatan masyarakat
Jepang yang tinggi dipungut pajak yang tinggi pula sehingga penghasilannya
sama saja dengan orang yang berpenghasilan rendah. Karena masyarakat yang
berpenghasilan rendah dipungut biaya pajak yang rendah. Hal inilah yang
menyebabkan masyarakat Jepang enggan memiliki cita-cita yang tinggi, sebab
gaji yang diterima akan sama saja satu sama lain. Dengan adanya kebijakan
pemerintah ini yang membuat para pekerja di jepang yang sudah tua tidak
mengalami regenerasi.
Faktor ketiga yaitu harmony culture. Di Jepang masyarakatnya dalam
setiap pengambilan keputusan harus dilakukan secara hati-hati dan teliti.
Sehingga setiap pengambilan keputusan yang dilakukan membutuhkan waktu
yang lama. Selain itu, mereka sangat menghargai pendapat-pendapat orang tua
yang dianggap sudah berpengalaman sehingga dalam pengambilan keputusan
tidak bisa dilakukan dengan cepat.