Você está na página 1de 7

AUDIT INVESTIGATIF DENGAN TEKNIK AUDIT DAN TEKNIK

PERPAJAKAN

OLEH:
GAYATRI PERWITASARI
NIM 166020310111017

PROGRAM PASCA SARJANA


FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
UNIVERSITAS BRAWIJAYA
2016

AUDIT INVESTIGATIF DENGAN TEKNIK AUDIT


A. Kunci Keberhasilan
Kunci keberhasilan dari semua teknik audit investigatif adalah sebagai berikut:
1. Mengerti persoalan yang akan dipecahkan, apa yang akan diaudit investigatif
2. Kuasai dengan baik teknik-teknik audit investigatif
3. Cermat dalam menerapkan teknik yang dipilih
4. Cermat dalam menarik kesimpulan dan cari hasil penerapan teknik yang dipilih
B. Teknik-Teknik Audit
Teknik audit dalam audit investigatif seperti teknik-teknik yang diterapkan
dalam kejahatan perpajakan dan kejahatan terorganisasi (organized crime), follow
the money dalam fraud dan tindak pidana pencucian uang, teknik pembuktian
hukum, computer forensics, dan audit atas laporan keuangan.
C. Memeriksa Fisik dan Mengamati
Memeriksa fisik (physical examination) diartikan sebagai penghitungan uang
tunai (baik dalam mata uang rupiah/ mata uang asing), kertas berharga, persediaan
barang, dan barang berwujud lainnya.
D. Meminta Informasi dan Konfirmasi
Meminta informasi baik lisan maupun tulisan kepada auditee merupakan
prosedur yang biasa dilakukan oleh auditor. Permintaan informasi harus dibarengi,
diperkuat, atau dikolaborasi dengan informasi dari sumber lain/ diperkuat dengan
cara lain.
Meminta konfirmasi adalah meminta pihak lain (dari yang diaudit investiagtif)
untuk menegaskan kebenaran/ ketidakbenaran suatu informasi. Teknik ini dapat
diterapkan untuk berbagai informasi, keuangan maupun non-keuangan.
E. Memeriksa Dokumen
Tidak ada audit investigatif tanpa pemeriksaan dokumen. Dengan kemajuan
teknologi definisi dokumen menjadi lebih luas, termasuk informasi yang diolah,
disimpan, dan dipindahkan secara elektronis (digital).
F. Review Analitikal
Teknik review analitikal didasarkan atas perbandingan antara apa yang
dihadapi dengan apa yang layaknya harus terjadi, dan berusaha menjawab sebabnya
terjadi kesenjangan. Apakah ada kesalahan (error), fraud, atau salah merumuskan
patokannya. Di bawah ini merupakan macam-macam teknik review analitikal yaitu:
1. Betriebs Vergleich dan Zeit Vergleich

Betriebs vergleich membandingkan perusahaan (betriebs) yang diaudit


investigatif dengan saingannya yang seukuran. Betriebs vergleich digunakan
untuk menganalisis kompetisi/ persaingan.
Zeit Vergleich membandingkan perusahaan yang diaudit investigatif pada
saat sekarang dengan hal yang sama di masa (Zeit) lalu.
Perbandingan (comparison, vergleich) tidak otomatis berarti bahwa patokan
atau benchmark-nya yang benar, atau kalau ada penyimpangan yang signifikan
pastilah penyimpangan itu merupakan kesalahan data yang diaudit investigatif.
Belum tentu. Itulah sebabnya judgement sangat penting, kecermatan sangat
mutlak.
2. Membandingkan Anggaran dengan Realisasi
Membandingkan data anggaran dan realisasi dapat mengindikasikan adanya
fraud. Dalam entitas yang merupakan profit center/ revenue center, pejabat
tertentu menerima insentif/ bonus sesuai dengan keberhasilan yang diukur
dengan pelampauan anggaran. Investigator perlu mengantisipasi kecenderungan
realisasi penjualannya dibuat tinggi. Penjualan kredit dan pengiriman barang
secara besar-besaran pada akhir tahun merupakan indikasi mengenai hal itu.
Pengembalian barang sesudah akhir tahun memperkuat indikasi adanya fraud.
3. Analisis Vertikal dan Horizontal
Analisis vertikal menunjukkan rasio antara suatu akun dengan akun lainnya
dalam laporan keuangan untuk tahun yang sama, contohnya dalam laporan laba
rugi (rasio antara harga pokok penjualan dengan penjualan). Disebut analisis
vertikal karena angka-angka yang dibandingkan terletak secara vertikal dalam
laporan keuangan. Analisis vertikal dapat dilakukan untuk neraca. Akun-akun
neraca dapat dibandingkan, misalnya dengan jumlah aset.
Dengan analisis vertikal dapat mengubah angka-angka dalam laporan
keuangan dari nilai (dalam rupiah/ mata uang lain) menjadi angka-angka dalam
presentase (%). Laporan keuangan dalam presentase disebut laporan keuangan
berukuran sama (common size financial statement), contohnya neraca berukuran
sama (common-size balance sheet).
Analisis horizontal menunjukkan perubahan (kenaikan/ penurunan) suatu
akun untuk satu tahun (periode) dibandingkan tahun (periode) sebelumnya/ tahun
(periode) berikutnya. Disebut analisis horizontal karena angka-angka untuk akun
yang sama dari tahun (periode) sebelumnya atau tahun (periode) berikutnya,
dalam laporan keuangan disajikan berdampingan.

4. Hubungan antara Satu Data Keuangan dengan Data Keuangan Lainnya


Beberapa akun, baik dalam suatu maupun beberapa laporan keuangan, bisa
mempunyai keterkaitan yang dapat dimanfaatkan untuk review analitikal,
contohnya angka penjualan dengan piutang dan persediaan rata-rata.
5. Menggunakan Data Non-Keuangan
Inti dari review analitikal adalah mengenal pola hubungan. Pola hubungan
tidak mesti hanya antara satu data keuangan dengan data keuangan lain. Pola
hubungan non-keuangan pun bisa bermacam-macam berntuknya. Contohnya,
dalam bisnis perkebunan ada hubungan antara jumlah pupuk yang dipergunakan
dengan hasil produksi/ panen.
6. Regresi atau Analisis Trend
Dengan data historikal

yang

memadai,

review

analitikal

dapat

mengungkapkan trend. Berbagai perangkat lunak mempermudah hitungan dan


grafiknya, misalnya STAR.
7. Menggunakkan Indikator Ekonomi Makro
Ada hubungan antara besarnya pajak penghasilan yang diperoleh dalam
suatu tahun dengan indikator-indikator ekonomi seperti inflasi, tingkat
pengangguran (disebut bidang studi ekonometri). Keandalan perumusan
ekonometri akan membantu auditor melalui data agregat, tanpa harus memasuki
pemeriksaan SPT sebagai langkah pertama.
G. Menghitung Kembali
Menghitung kembali tidak lain dari mengecek kebenaran perhitungan. Dalam
audit investigatif, perhitungan yang dihadapi didasarkan atas kontrak/ perjanjian
yang rumit, mungkin sudah terjadi perubahan dan renegosiasi berkali-kali dengan
pejabat yang berbeda.

AUDIT INVESTIGATIF DENGAN TEKNIK PERPAJAKAN


A. Net Worth Method
Net worth method untuk audit investigatif pajak ingin membuktikan adanya
PKP yang belum dilaporkan oleh wajib pajak. Untuk organized crime ynag ingin
dibuktikan adalah terdapatnya penghasilan yang tidak sah, melawan hukum, atau
illegal income.
1. Net Worth Method untuk Perpajakan
Di Amerika Serikat, net worth method diterima sebagai cara pembuktian
tidak langsung, dasar penggunaannya adalah kewajiban wajib pajak untuk
melaporkan semua penghasilannya. Di Indonesia, wajib pajak diwajibkan untuk
melaporkan penghasilannya secara lengkap dan benar dalam SPT.
2. Net Worth Method untuk Organized Crime
Di Amerika Serikat, metode ini digunakan dalam memerangi organized
crime. Di Indonesia, pendekatan ini dapat digunakan untuk memerangi korupsi.
Cara perhitungan net worth method untuk menentukan illegal income adalah
dengan membandingkan legal income dengan net worth increase (sesudah di
adjust dengan personal expense).

B. Expenditure Method
Expenditure method digunakan untuk menentukan unreported taxable income.
Expenditure income lebih cocok untuk wajib pajak yang tidak mengumpulkan harta
benda, tetapi telah mempunyai pengeluaran-pengeluaran besar/ mewah. Expenditure
method lebih mudah dibuat/ dihitung dan juga lebih dimengerti oleh orang awam.
Rumus untuk menghitung illegal income adalah expenditures dikurangi
penghasilan dari legal sources.
Expenditure method digunakan untuk kasus perpajakan apabila kondisi-kondisi
berikut sangat kuat dan dominan:
1. Wajib pajak tidak menyelenggarakan pembukuan/ catatan
2. Pembukuan dan catatan wajib pajak tidak tersedia, misalnya terbakar
3. Wajib pajak menyelenggarakan pembukuan tetapi tidak memadai
4. Wajib pajak menyembunyikan pembukuannya
5. Wajib pajak tidak mempunyai aset yang terlihat/ dapat diidentifikasi
Expenditure method harusnya digunakan untuk kasus organized crime apabila
kondisi-kondisi berikut sangat kuat dan dominan:
1. Tersangka kelihatannya tidak membeli aset, seperti rumah
2. Tersangka mempunyai gaya hidup mewah dan agaknya di luar kemampuannya
3. Tersangka diduga mengepalai jaringan kejahatan/ semua saksi yang memberatkan
dia adalah para penjahat yang dijatuhi hukuman
4. Illegal income harus ditentukan untuk menghitung denda, menghitung kerugian
negara, dan pungutan negara lainnya
Expenditure method adalah derivasi dari net worth method. Namun, perlakuan
terhadap aset lain dan kewajibannya berbeda. Misalnya, dalam net worth method
penyidik akan mencantumkan saldo akhir kas dan bank. Dalam expenditure method,
hanya perubahannya yang diambil (kenaikan/ penurunan kas dan bank). Depresiasi,
amortisasi, deplesi, deferred gains dan semacamnya juga diabaikan dalam
expenditure method, ini sebenarnya merupakan hal yang elementer untuk seorang
akuntan.

DAFTAR PUSTAKA
Tuanakotta, Theodorus M. 2016. Akuntansi Forensik dan Audit Investigatif. Jakarta:
Salemba Empat