Você está na página 1de 11

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah


Manusia perlu memperhatikan perangainya dari waktu ke waktu yang dalam perjalanan
itu kehidupan manusia mengalami banyak perubahan. Kemajuan perdaban menimbulkan
pergeseran banyak perilaku yang mempengaruhi perangai perorangan maupun kelompok.
Iman Ibnul Qayyim berkata, "Akhlak yang tercela adalah bermula dari kesombongan
dan rendah diri. Dari kesombongan muncul sikap bangga, sok tinggi, hebat, ujub, hasad, keras
kepala, zhalim, gila pangkat, kedudukan dan jabatan, senang dipuji padahal tidak berbuat sesuatu
dan sebagainya.
Ibnul Qayyim juga mengatakan bahwa sebagaimana akhlak terpuji, akhlak tercela juga
memiliki akar di mana satuan-satuannya dapat dikelompokkan. Jika akar perilaku manusia ada
dalam pikiran dan jiwanya, maka akar penyakit akhlak juga akan selalu ada disana. Mengenai hal
itu, Ibnul Qayyim menyebutkan dua akar penyakit akhlak[1], yaitu Pertama, penyakit syubhat.
Penyakit ini menimpa wilayah akal manusia, dimana kebenaran tidak menjadi jelas (samar) dan
bercampur dengan kebatilan (talbis). Penyakit ini menghilangkan kemampuan dasar manusia
memahami secara baik dan memilih secara tepat. Kedua, penyakit syahwat. Penyakit ini
menimpa wilayah hati dan insting manusia, dimana dorongan kekuatan kejahatan dalam hatinya
mengalahkan dorongan kekuatan kebaikan. Penyakit ini menghilangkan kemampuan dasar
manusia untuk mengendalikan diri dan bertekad secara kuat.
Begitu banyaknya hal yang dapat menyebabkan kemerosotan akhlak yang dapat
menimbulkan akhlak atau perilaku tercela.
BAB II
PEMBAHASAN

A. Definisi Akhlaq Tercela


Definisi akhlak menurut Imam AI-Gozali adalah: Ungkapan tentang sikap jiwa yang
menimbulkan perbuatan-perbuatan dengan mudah dan tidak memerlukan pertimbangan atau
pikiran terlebih dahulu.
Kata akhlak berasal dari bahasa Arab yaitu khalaqa-yahluqu,[2]artinya menciptakan, dari
akar kata ini pula ada kata makhluk (yang diciptakan) dan kata khalik (pencipta), maka akhlak
berarti segala sikap dan tingkah laku manusia yang datang dari pencipta (Allah swt). Sedangkan
moral berasal darimaros (bahasa latin) yang berarti adat kebiasaan, disinilah terlihat berbeda
antara moral dengan akhlak, moral berbentuk adat kebiasaan ciptaan manusia, sedangkan akhlak
berbentuk aturan yang mutlak dan pasti yang datang dari Allah swt. Kenyataannya setiap orang
yang bermoral belum tentu berakhlak, akan tetapi orang yang berakhlak sudah pasti bermoral.
Dan Rasulullah saw di utus untuk menyempurnakan akhlak manusia sebagaimana sabdanya
dalam hadist dari Abu Khurairah, Sesungguhnya aku diutus Allah semata-mata untuk
menyempurnakan kemuliaan akhlak manusia.
Dengan demikian, akhlak (perilaku) tercela adalah semua sikap dan perbuatan yang
dilarang oleh Allah, karena akan mendatangkan kerugian baik bagi pelakunya ataupun orang
lain.

B. Macam Macam Akhlak tercela


1. Diskriminasi
A). Pengertian
Secara bahasa diskriminasi berasal dari bahasa Inggris Discriminate yang berarti
membedakan.Dan dalam bahasa arab istilah diskriminasi dikenal dengan Al-Muhabbah yang
artinya membedakan kasih antara satu dengan yang lain atau pilih kasih.Kosakata discriminate
ini kemudian diadopsi menjadi kosa kata bahasa Indonesia Diskriminasi yaitu suatu sikap
yang membeda-bedakan orang lain berdasarkan suku, ras,bahasa,budaya,ataupun agama.
Diskriminasi artinya memandang sesuatu tidak secara adil dan emperlakukannya pula
secara pilih kasih.Agar kita terhindar dari perbuatan diskriminasi ini perlu sekali memahami
tentang hak-hak dan kewajiban seseorang. Jika kita mau melakukan diskriminasi, maka
perhatikan dulu apakah dia memang berhak atau tidak, jika memang berhak, maka kita harus
mengurungkan diri untuk berbuat diskriminasi.

B). Jenis Perbuatan Diskriminasi


Adapun bentuk penyimpanan perilaku-perilaku penyimpangan Individual menurut kadar
penyimpangan nya adalah sbb :
a. Penyimpangan tidak patuh pada nasihat orang tua agar mengubah pendiriannya yang
tidak sesuai dengan nilai islam.
b. Penyimpangan karena tidak taat terhadap pimpinan yang disebut pembangkang
c. Penyimpangan karena melanggar norma umum yang berlaku disebut pelanggar.
d. Penyimpangan karena tidak menepati janji,berkata bohong,berkhianat
kepercayaan.Khianat dan berlagak membela,disebut munafik.
Terjadinya bentuk-bentuk perbedaan sosial (diferensiasi) dalam masyarakat diakibatkan
oleh adanya ciri-ciri tertentu, yaitu cirri-ciri fisik, social, dan budaya.
a. Ciri-ciri fisik, yang berkaitan dengan ras, yaitu penggolongan manusia atas dasar
persamaan cirri-ciri fisik yang tampak dari luar, seperti bentuk kepala, badan, hidung,
rambut, muka, dan tulang rahang bawah, serta warna kulit, rambut, dan mata. Perbedaan
cirri-ciri fisik sangat dirasakan pada masyarakat dalam Negara yang menjalankan politik
diskriminasi social, misalnya politik Apartheid di Afrika Selatan, sebelum Presiden
Nelson Mandela.
b. Ciri-ciri sosial, yaitu yang berkaitan dengan status dan peran para warga masyarakat
dalam kehidupan sosial.
c. Ciri-ciri budaya, yaitu ciri yang merupakan pembeda budaya dan suku.
Dengan adanya perbedaan social (diferensiasi) maka dapat kita katakana bahwa
diferensiasi merupakan awal adanya stratifikasi dan menjadi pemicu munculnya sikap
diskriminasi.

C. Dampak Negatif Diskriminasi


a. Memicu munculnya sektarianisme
b. Memunculkan antar kelompok
c. Mengundang masalah social yang baru
d. Menciptakan penindasan dan otoritarianisme dalam kehidupan
e. Menghambat kesejahteraan kehidupan
f. Menghalangi tegak nya keadilan
g. Mempersulit penyelesaian masalah.

D. Cara Menghindari Diskriminasi


Untuk menghindari sikap diskriminasi,maka setiap muslim harus mengedepankan sikap
musawah. Sikap Musawah (persamaan) cukup urgen dalam kehidupan modern.Sikap ini
memiliki tujuan untuk menciptakan rasa kesejajaran,persamaan dan kebersamaan serta
penghargaan terhadap sesama manusia sebagai makhluk Tuhan.
Adapun hal-hal untuk menghindari diskriminasi, yaitu :
a. Taaruf adalah, saling kenal mengenal yang tidak hanya bersifat fisik atau biodata ringkas
belaka,tetapi lebih jauh lagi menyangkut latar
pendidikan,budaya,keagamaan,pemikiran,ide-ide,cita-cita serta problem kehidupan yang
dihadapi
b. Tafahum adalah, saling memahami kelebihan dan kekurangan,kekuatan dan kelemahan
masing-masing,sehingga segala macam bentuk kesalahpahaman dapat dihindari
c. Taawun adalah, saling tolong menolong
d. Takaful adalah, saling memberikan jaminan.
E. Hikmah Menghindari Diskriminasi
a. Mengutamakan orang lain
b. Meringankan beban orang lain
c. Tidak menjadi beban orang lain
d. Ramah tamah terhadap sesama manusia
e. Berperilaku sesuai ajaran islam
f. Wajar dan realistis.

2. Berjudi
A). Pengertian
Kata judi dalam bahasa Indonesianya memiliki arti "permainan dengan memakai uang
sebagai taruhan (seperti main dadu dan main kartu). Sedang penjudi adalah (orang yang) suka
berjudi. Kata judi tersebut biasanya dipadankan dengan maysir ( )dalam bahasa Arabnya.
Kata maysir berasal dari akar kata al-yasr ( )yang secara bahasa berarti "wajibnya sesuatu
bagi pemiliknya" () . Ia juga bisa berasal dari akar kata al-yusr yang berarti
mudah. Akar kata lain adalah al-yasar yang berarti kekayaaan.
Sedangkan menurut istilah, maysir adalah kegiatan atau permainan yang mengandung
unsur taruhan dan menyerempet-nyerempet bahaya, serta melalaikan dari mengingat Allah dan
melakukan shalat. Sedang penjudi adalah pelaku permainan tersebut atau pemain judi.
Permainan yang mengandung unsur taruhan itu, di Indonesia disebut dengan judi. Sementara
taruhan yang dipasang dalam judi, pada dasarnya, adalah uang. Walaupun demikian, tak jarang
yang dijadikan sebagai taruhan itu adalah benda-benda lain, bergerak atau tidak, dan juga bisa
sesuatu yang bernilai benda, seperti jasa dan hak.

B). Dasar Hukum


Di dalam surat al-Baqara (2) ayat 219 disebutkan sebagai berikut:


Mereka bertanya kepadamu tentang khamar dan judi. Katakanlah: "Pada keduanya terdapat
dosa yang besar dan beberapa manfaat bagi manusia, tetapi dosa keduanya lebih besar dari
manfaatnya." Dan mereka bertanya kepadamu apa yang mereka nafkahkan. Katakanlah: "Yang
lebih dari keperluan." Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu supaya kamu
berfikir,
Sehubungan dengan judi, ayat ini merupakan ayat pertama yang diturunkan untuk
menjelaskan keberadaannya secara hukum dalam pandangan Islam. Setelah ayat ini, menurut al-
Qurthubiy,[20] kemudian diturunkan ayat yang terdapat di dalam surat al-Ma'idah ayat 91 (tentang
khamar ayat ini merupakan penjelasan ketiga setelah surat al-Nisa` ayat 43). Terakhir Allah
menegaskan pelarangan judi dan khamar dalam surat al-Ma'idah ayat 90.
Di dalam surat al-M`ida (5) ayat 90 dan ayat 91 Allah berfirman sebagai berikut:


Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya (meminum) khamar, berjudi, (berkorban untuk)
berhala, mengundi nasib dengan panah[434], adalah termasuk perbuatan syaitan. Maka jauhilah
perbuatan-perbuatan itu agar kamu mendapat keberuntungan. Sesungguhnya syaitan itu
bermaksud hendak menimbulkan permusuhan dan kebencian di antara kamu lantaran
(meminum) khamar dan berjudi itu, dan menghalangi kamu dari mengingat Allah dan
sembahyang; maka berhentilah kamu (dari mengerjakan pekerjaan itu).

C). Bentuk-bentuk
Al maidah : 90-91 :
90. Hai orang-orang yang beriman, Sesungguhnya (meminum) khamar, berjudi, (berkorban
untuk) berhala, mengundi nasib dengan panah adalah termasuk perbuatan syaitan. Maka
jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu mendapat keberuntungan.
91. Sesungguhnya syaitan itu bermaksud hendak menimbulkan permusuhan dan kebencian di
antara kamu lantaran (meminum) khamar dan berjudi itu, dan menghalangi kamu dari
mengingat Allah dan sembahyang; Maka berhentilah kamu (dari mengerjakan pekerjaan itu).
Al Azlaam artinya: anak panah yang belum pakai bulu. orang Arab Jahiliyah menggunakan anak
panah yang belum pakai bulu untuk menentukan apakah mereka akan melakukan suatu
perbuatan atau tidak. Caranya ialah: mereka ambil tiga buah anak panah yang belum pakai bulu.
setelah ditulis masing-masing yaitu dengan: lakukanlah, Jangan lakukan, sedang yang ketiga
tidak ditulis apa-apa, diletakkan dalam sebuah tempat dan disimpan dalam Ka'bah. bila mereka
hendak melakukan sesuatu Maka mereka meminta supaya juru kunci ka'bah mengambil sebuah
anak panah itu. Terserahlah nanti apakah mereka akan melakukan atau tidak melakukan sesuatu,
sesuai dengan tulisan anak panah yang diambil itu. kalau yang terambil anak panah yang tidak
ada tulisannya, Maka undian diulang sekali lagi.

D). Dampak Negatif


Menurut Ibnu Qotadah, pada zaman jahilyah pemain judi bertaruh dengan menye-rahkan
istri dan hartanya. Ketika mereka kalah kemudian duduk termenung susah karena kehilangan
istri dan hartanya pindah menjadi milik orang lain, akhirnya timbul permusu-han diantara orang
yang bermain judi. Betapa besar bahaya perjudian bagi kehidupan pribadi dan social karena
perjudian membawa akibat buruk bagi pelakunya.

3. Mencuri
A). Pengertian
Mencuri adalah mengambil harta milik orang lain dengan tidak hak untuk dimilikinya
tanpa sepengetahuan pemilikinya. Mencuri hukumnya adalah haram. Di dalam hadist dikatakan
bahwa mencuri merupakan tanda hilangnya iman seseorang.
Tidaklah beriman seorang pezina ketika ia sedang berzina. Tidaklah beriman seorang peminum
khamar ketika ia sedang meminum khamar. Tidaklah beriman seorang pencuri ketika ia sedang
mencuri. (H.R al-Bukhari dari Abu Hurairah : 2295)
Menurut A. Djazuli dalam bukunya Fiqh Jinayah, pencurian mempunyai makna
perpindahan harta yang dicuri dari pemilik kepada pencuri.
Menurut Mahmud Syaltut (kata Rahmat Hakim), Pencurian adalah
mengambil harta orang lain dengan sembunyi-sembunyi yang dilakukan oleh orang yang tidak
dipercayai menjaga barang tersebut.
Sedangkan dalam bukunya Fiqh Sunnah, Sayyid Sabiq berpendapat bahwa yang dimaksud
mencuri adalah mengambil barang orang lain secara sembunyi-bunyi.

B). Bentuk-bentuk
Syariat Islam sangat melindungi hak perorangan, kelompok sampai merugikan Negara.
Alloh telah menetapkan hukuman bagi pelakuv pencurian yang telah memenuhi ketentuan
hokum,Firman Alloh swt sebagai berikut: Laki-laki yang mencuri dan perempuan yang
mencuri, potonglah tangan keduanya (sebagai) pembalasan bagi apa yang mereka kerjakan
dan sebagai siksaan dari Allah. dan Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.

C). Dasar Hukum


1. Firman Allah dalam Al Maidah Ayat 33: Sesungguhnya pembalasan
terhadap orang-orang yang memerangi Allah dan Rasul-Nya dan
membuat kerusakan di muka bumi, hanyalah mereka dibunuh atau
disalib, atau dipotong tangan dan kaki mereka dengan bertimbal balik
[414], atau dibuang dari negeri (tempat kediamannya). yang demikian
itu (sebagai) suatu penghinaan untuk mereka didunia, dan di akhirat
mereka beroleh siksaan yang besar,
2. QS. Al Maidah Ayat 34 : Kecuali orang-orang yang taubat (di antara
mereka) sebelum kamu dapat menguasai (menangkap) mereka; Maka
ketahuilah bahwasanya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
3. Q.S. al-Maidah: 38: Laki-laki yang mencuri dan perempuan yang mencuri, potonglah
tangan keduanya (sebagai) pembalasan bagi apa yang mereka
kerjakan dan sebagai siksaan dari Allah. Dan Allah Maha Perkasa
lagi Maha Bijaksana.
4. Hadits : Diriwayatkan oleh Aisyah: Nabi SAW telah bersabda: Dipotong
seorang pencuri karena dia mencuri (sebanyak) seperempat Dinar
(HR. Muslim).
5. Hadits : Artinya: Diriwayatkan oleh Ibn Umar, katanya: Nabi SAW telah memotong
tangan seorang pencuri karena mencuri sebuah perisai yang bernilai
tiga Dirham

D). Akibat Negatif


Mencuri sebagai perbuatan yang dilarang agama. Karena itu seorang yang terbukti
melakukan perbuatan mendapatkan hukuman di dunia dan di akhirat. Penentuan hukum ini
menjadi peringatan bagi umat islam besar madarat yang ditimbulkan oleh perbuataan mencuri.

4. Berzina
A). Pengertian
Menurut KBBI, berzina diartikan perbuatan bersenggama antara laki-laki dengan
perempuan yang tidak terikat oleh hubungan pernikahan. Berdasarkan pendapat berbagai ulama,
zina adalah melakukan hubungan seksual antara laki-laki dengan perempuan yang bukan suami
isteri dan bukan pula budaknya.

B). Bentuk-bentuk
Zina terbagi menjadi dua :
1). Zina Muhsan
Yaitu lelaki atau perempuan yang telah pernah melakukan persetubuhan yang halal
(sudah pernah menikah) . Perzinaan yang boleh dituduh dan didakwa dibawah kesalahan Zina
Muhsan ialah lelaki atau perempuan yang telah baligh, berakal, merdeka dan telah pernah
berkahwin, iaitu telah merasai kenikmatan persetubuhan secara halal.
2). Zina Bukan Muhsan
Yaitu lelaki atau perempuan yang belum pernah melakukan persetubuhan yang halal
(belum pernah menikah). Penzinaan yang tidak cukup syarat-syarat yang disebutkan bagi perkara
diatas tidak boleh dituduh dan didakwa dibawah kesalahan zina muhsan, tetapi mereka itu boleh
dituduh dan didakwa dibawah kesalahan zina bukan muhsan mengikut syarat-syarat yang
dikehendaki oleh hukum syarak.
C). Dasar Hukum

Allah berfirman :
dan janganlah kamu mendekati zina; Sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji.
dan suatu jalan yang buruk.(Al Isro 32).
Surat Al Furqoon 68-70
)
()
(
()


68. dan orang-orang yang tidak menyembah Tuhan yang lain beserta Allah dan tidak membunuh
jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya) kecuali dengan (alasan) yang benar, dan tidak
berzina, barang siapa yang melakukan yang demikian itu, niscaya Dia mendapat (pembalasan)
dosa(nya),
69. (yakni) akan dilipat gandakan azab untuknya pada hari kiamat dan Dia akan kekal dalam
azab itu, dalam Keadaan terhina,
70. kecuali orang-orang yang bertaubat, beriman dan mengerjakan amal saleh; Maka itu
kejahatan mereka diganti Allah dengan kebajikan. dan adalah Allah Maha Pengampun lagi
Maha Penyayang.

D). Dampak Negatif


Akibat yang paling fatal bagi semua orang yang berzina adalah akan terjangkitnya
penyakit AIDS. Penyakit kelamin yang menyengsarakan fisik, mental, social. Secara fisik
biologis, seseorang yang terinfeksi firus HIV akan kehilangan system kekebalan tubuh untuk
melawan penyakit secara berlahan.
Sebenarnya, kalau dicermati hadis Rosululloh saw, berikut ini merupakan peringa tan
keras bagi orang yang berperilaku menyimpang dan bahayanya berbuat zina.

5. Mabuk-mabukkan
A). Pengertian
Menurut KBBI, mabuk-mabukan diartikan membuat diri mabuk secara berlabih-lebihan
sehingga hamper setiap malammembuat gaduh ataupun ricuh yang dapat mengga nggu
kenyamanan lingkungan masyarakat. Secara istilah mabuk-mabukan dapat diartikan sebagai
aktivitas meminum,mema-kan, menghirup, ataupun menghisap secara berlebihan bahan-bahan
(material) dalam jum lah tertentu dapat membuat pelakunya mabuk.
B). Bentuk mabuk-mabukan
Mabuk-mabukan kebiasaan buruk yang dapat merusak masa depan umat manusia dan
menjadi pintu gerbang munculnya berbagai perilaku keji dan mungkar yang dilaku-kan manusia.
Agama Islam mengharamkan minuman keras sebagai mana tercantum dalam Al-Quran surat Al-
Maidah: 90-91 yang artinya:
90. Hai orang-orang yang beriman, Sesungguhnya (meminum) khamar, berjudi, (berkorban
untuk) berhala, mengundi nasib dengan panah adalah termasuk perbuatan syaitan. Maka
jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu mendapat keberuntungan.
91. Sesungguhnya syaitan itu bermaksud hendak menimbulkan permusuhan dan kebencian di
antara kamu lantaran (meminum) khamar dan berjudi itu, dan menghalangi kamu dari
mengingat Allah dan sembahyang; Maka berhentilah kamu (dari mengerjakan pekerjaan itu).

Al Azlaam artinya: anak panah yang belum pakai bulu. orang Arab Jahiliyah menggunakan anak
panah yang belum pakai bulu untuk menentukan apakah mereka akan melakukan suatu
perbuatan atau tidak. Caranya ialah: mereka ambil tiga buah anak panah yang belum pakai bulu.
setelah ditulis masing-masing yaitu dengan: lakukanlah, Jangan lakukan, sedang yang ketiga
tidak ditulis apa-apa, diletakkan dalam sebuah tempat dan disimpan dalam Ka'bah. bila mereka
hendak melakukan sesuatu Maka mereka meminta supaya juru kunci ka'bah mengambil sebuah
anak panah itu. Terserahlah nanti apakah mereka akan melakukan atau tidak melakukan sesuatu,
sesuai dengan tulisan anak panah yang diambil itu. kalau yang terambil anak panah yang tidak
ada tulisannya, Maka undian diulang sekali lagi.
C). Dampak Negatif
Semua minuman ataupun makanan yang beralkohol juga termasuk khamer. Istilah
alakohol sebenarnya berasal dari kata Arab alkhul yang berarti saripati atau inti sari. Peng
gunaan etanol dalam kehidupan sehari hari tidak berbahaya, tetapi tetap akan menyebab-kan
kematian apabila masuk tubuh dalam keadaan murni dan jumlah tertentu.
Sudah diketahui umum bahwa semua miras itu jika diminum dalam jumlah yang cukup
banyak bias membuat orang mabuk, bahkan jika diminum banyak sekali bisa ping-san dan tidak
ingat akan lingkunganya, sedangkan untuk jangka panjangnya akan menye-babkan kerusakan
organ fisik bagian dalam (jantung, paru-paru, ginjal, dan liver).

BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Akhlak tercela adalah semua sikap dan perbuatan yang dilarang oleh Allah, karena akan
mendatangkan kerugian baik bagi pelakunya ataupun orang lain. Akhlak, memiliki sebab-sebab
yang dapat menjadikannya tinggi dan mulia, dan sebaliknya juga mempunyai sebab-sebab yang
dapat menjadikannya merosot dan jatuh ke dalam keterpurukan.
Akhlaq tercela dapat menciptakan perilaku tercela. Perilaku tercela dapat di golongkan
menjadi dua macam, yaitu perilaku yang berdampak buruk bagi dirinya sendiri dan perilaku
tercela yang berdampak buruk bagi orang lain. Begitu banyaknya macam-macam akhlak tercela
yang terdapat dalam hati manusia. Beberapa akhlak tercela, yaitu ujub (berbangga diri), takabur
(sombong), putus asa, dusta dan iri/dengki (hasad).

B. Saran
@ Al-Quran menunjukkan cara melawan hawa nafsu dan setan dengan cara yang sangat mudah
yaitu dengan memohon perlindungan dan berpaling dari orang bodoh, dan menolak perlakuan
jahat mereka dengan berbuat baik.
@ Bersyukurlah atas karunia yang telah Allah berikan, maka insyaallah, hati kita akan selamat
dari akhlak tercela.

DAFTAR PUSTAKA
Makalah Perilaku Tercela.
http://setetsilmu.blogspot.co.id/2012/12/makalah-perilaku-
tercela.html. Data akses : 08 Februari 2017

Makalah Akhlak Terpuji & Akhlak Tercela. http://nrlisti.blogspot.co.id/. Data


akses : 08 Februari 2017

Menghindari Perilaku Tercela Berjudi, Zina, Mencuri, Mabuk-Mabukan Dan


Mengkonsumsi Narkoba.
http://ilhamyp06.blogspot.co.id/2011/05/menghindari-perilaku-tercela-
berjudi.html. Data akses : 08 Februari 2017

Akhlak Tercela. http://wwwbloggercom-


triana.blogspot.co.id/2009/11/akhlak-tercela.html. Data akses : 08
Februari 2017