Você está na página 1de 15

ASUHAN KEPERAWATAN KEGAWATDARURATAN SISTEM PERSYARAFAN

PADA Tn.A DENGAN DIAGNOSA MEDIS CKB Susp. FRAKTUR BASIS


CRANII DI RUANG IGD RSUD MUNTILAN

Di Susun untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Kegawatdaruratan Semester VI


D-IV Keperawatan

Oleh:
Farida Sosiawati (P07120213018)
Imsakul Fatimah (P07120213021)
Jessi Indriasari (P07120213023)
Karunia Indriyati Saputri (P07120213025)

PROGRAM STUDI DIV KEPERAWATAN


POLTEKKES KEMENKES YOGYAKARTA JURUSAN KEPERAWATAN
2016
LEMBAR PENGESAHAN

LAPORAN ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN Tn.A DENGAN


KEGAWATDARURATAN SISTEM INI DIBUAT UNTUK MEMENUHI SEBAGIAN
SYARAT MEMPEROLEH NILAI PRAKTEK KEPERAWATAN GAWAT DARURAT PADA
PROGRAM STUDI D IV KEPERAWATAN POLTEKKES KEMEMKES YOGYAKARTA
JURUSAN KEPERAWATAN

Oleh:
Farida Sosiawati (P07120213018)
Imsakul Fatimah (P07120213021)
Jessi Indriasari (P07120213023)
Karunia Indriyati Saputri (P07120213025)

TELAH DIPERIKSA DAN DISETUJUI TANGGAL ___ Mei 2016

OLEH:

Pembimbing Lapangan Pembimbing Pendidikan

Ns. Harmilah, M.Kep.,Sp.KMB


BAB II
TINJAUAN KASUS

PENGKAJIAN DATA UMUM


TANGGAL PENGKAJIAN : Rabu, 25 Mei 2016 JAM : 09.00 WIB
OLEH : Farida Sosiawati
Imsakul Fatimah
Jessi Indriasari
Karunia Indriyati Saputri
SUMBER DATA : Klien
Keluarga pasien
Rekam Medik pasien
Tenaga medis lain
METODE PENGUMPULAN DATA : - Observasi
- Wawancara
- Pemeriksaan fisik

A. IDENTITAS PASIEN
NAMA LENGKAP : Tn. A
RM : 262xxx
USIA : 35 tahun
STATUS PERKAWINAN : kawin
AGAMA : Islam
SUKU/WARGA NEGARA : Jawa/Indonesia
PENDIDIKAN TERAKHIR : SMP
PEKERJAAN : Buruh
DX. MEDIS : CKB Susp. Fraktur Basis Cranii

B. PENANGGUNG JAWAB
NAMA : Ny. S
HUBUNGAN DNGAN PASIEN : Istri
ALAMAT : Magelang
PEKERJAAN : Ibu Rumah Tangga
PENGKAJIAN DATA DASAR
A. PRIMARY ASSESSMENT
1. AIRWAY :
Tidak terdapat secret, tidak ada obstruksi jalan nafas, tidak ada trauma
pada jalan nafas, tidak ada benda asing pada jalan nafas, auskultasi area
trakhea : vesikuler, tidak ada perdarahan dari hidung dan mulut. Terlihat
jejas di area dada, benjolan/hematom di kepala, dan lecet daerah
punggung
2. BREATHING :
Adanya pengembangan dinding dada, RR 28 kali/menit, nafas dangkal
dan cepat, tampak pemakaian otot pernafasan tambahan, terdapat
retraksi intercosta, takypnea, ekspansi dada simetris, tidak terdapat
tanda-tanda cidera. Perkusi dada kanan 1 5 sonor, 6 redup. Perkusi
dada kiri 1 3 sonor, 4 6 redup. Terdengar suara nafas vesikuler dan
terasa hembusan nafas.
3. CIRCULATION :
Terdapat perdarahan di telinga kanan, dan terdapat tanda-tanda yang
menunjukan perdarahan internal (terdapat jejas di daerah dada), TD:
120/90 mmHg, Nadi teraba 60x/menit, RR 22 x/menit, S: 37,80 C. Tidak
ada sianosis pada area bibir, capillary refill < 2 detik. Gigi terlihat
menggigit dan kejang. SPO2 70 %

B. FOKUS ASSESSMENT
1. Keadaan Umum : sedang
2. Kesadaran : Stupor (GCS E:2, V:2, M:3)
3. Tanda-tanda vital : TD : 110/90 mmHg
RR : 22 x/menit
N : 60 x/menit
S : 37,8 C
4. Diagnose medis : CKB Susp. Fraktur Basis Cranii
5. Keluhan Utama : pasien datang ke IGD RSUD Muntilan tanggal 25
Mei 2016 setelah jatuh dari bangunan setinggi 7 meter. Pasien pingsan
dan mengalami kejang yang berlangsung lama. Pasien terlihat gelisah
dan keluar darah di telinga kanan.2
C. SEKUNDER ASSESSMENT
1. RIWAYAT PENYAKIT DAHULU :
Keluarga pasien mengatakan pasien tidak pernah dirawat dirumah sakit.
Pasien tidak mempunyai penyakit Jantung, Hipertensi, maupun Diabetes.

2. RIWAYAT PENYAKIT SEKARANG (AMPLE):


a. Alergi : Pasien tidak memiliki alergi terhadap makanan dan obat-
obatan tertentu
b. Medication : Pasien tidak dalam suatu tindakan pengobatan tertentu
c. Post medical history : Pasien belum pernah dirawat dirumah sakit.
d. Last meal : Pasien belum sempat sarapan di pagi hari.
e. Event leading up to illnes : Pasien datang dengan keluhan post jatuh
dari bangunan setinggi 7 meter. Pasien pingsan dan mengalami
kejang yang berlangsung lama. Kemudian pasien dilarikan ke IGD
RSUD Muntilan. Pasien terlihat gelisah dan keluar darah di telinga
kanan.

3. RIWAYAT KESEHATAN KELUARGA :


Pada keluarga pasien tidak ada yang menderita penyakit Diabetes
Melitus, Hipertensi, Asma, maupun penyakit gangguan ginjal dan jantung.

D. PEMERIKSAAN FISIK
1. KEPALA DAN MAKSILOFASIAL :
a. Inspeksi : Bentuk kepala normochepal, terdapat hematom di dahi,
konjungtiva anemis, terdapat perdarahan di area telinga kanan, tidak
ada perdarahan di hidung dan mulut, pasien terpasang O2 NRM 5
lpm.
b. Palpasi : akral hangat

2. VERTEBRA SERVIKALIS DAN LEHER :


a. Inspeksi : Tidak terlihat jejas pada bagian disekitar leher.
b. Palpasi : Tidak teraba bengkak pada leher.
3. THORAKS
a. INSPEKSI : Terdapat jejas di dada pasien, bentuk dada
simetris, ekspansi dinding dada simetris, pernafasan tidak
menggunakan otot bantu tambahan.
b. AUSKULTASI : Terdengar suara vesikuler, bunyi jantung S1 S2,
normal
c. PERKUSI : Pada dada bagian kanan 1 5 sonor, 6 redup,
dan dada bagian kiri 1 3 sonor, 4 6 redup
d. PALPASI : Tidak teraba adanya benjolan disekitar dinding
dada dan terdapat nyeri tekan pada area jejas.

4. ABDOMEN
a. INSPEKSI : Tidak terlihat jejas di bagian perut pasien, tidak
terlihat adanya asites, tidak terlihat spidernefi, perut terlihat rata.
b. AUSKULTASI : Peristaltik usus 12x/menit
c. PERKUSI : Terdengar suara tympani di kuadran 2
d. PALPASI :Tidak ada nyeri tekan dan tidak teraba
pembesaran hepar

5. PERINEUM / REKTUM / VAGINA


Tidak ada keluhan di saluran kencing tidak ada lesi

6. MUSKULOSKELETAL
a. Tidak ada jejas dan lebam pada bagian ektremitas atas dan bawah
pasien
b. Tidak terlihat oedem pada bagian ekstremitas atas dan bawah
c. Kekuatan otot :

E. TERAPI
a. IVFD RL 20 tpm
b. Injeksi Ranitidine 1A
c. Injeksi Ketorolac 1A
d. Injeksi Piracetam 3gr
e. ET
f. Injeksi manitol 200cc
g. Injeksi Ceftriaxone 2gr/24jam

F. DATA LABORATORIUM
Hasil pemeriksaan darah tanggal 25 Mei 2016
PEMERIKSAAN HASIL NILAI RUJUKAN SATUAN
HEMATOLOGI
Jumlah Sel Darah
Leukosit 29.02 4.2 9.3 ribu/mm3
Eritrosit 4.70 4.5 5.5 juta/uL
Hemoglobin 13.6 13.0 16.0 g/dL
Hematokrit 37.4 40 48 %
Trombosit 204 150 450 ribu/uL
MPV 6.59 7.2 11.1 fL
Index
RDW 9.8 11.5 14.5 %
MCV 79.7 80 100 fL
MCH 29.0 26 34 pg
MCHC 36.4 32 36 %
Differential
Netrofil 90.4 50 70 %
Limfosit 3.6 25 40 %
Monosit 5.6 28 %
Eosinofil 0.1 24 %
Basofil 0.3 01 %

ANALISA DATA
Data Masalah Penyebab
DS : - Pola nafas tidak Gangguan
DO : efektif neurologis
- RR 28 kali/menit (trauma
- Nafas dangkal dan cepat kepala)
- Tampak pemakaian otot pernafasan
tambahan
- Terdapat retraksi intercosta
- Takypnea
DS: Resiko Penurunan
DO: ketidakefektifan ruangan
- KU sedang perfusi jaringan untuk perfusi
- Kesadaran stupor otak serebral
- Adanya trauma kepala (trauma
- Terdapat hematom di dahi kepala)
- Pasien latergis
- GCS=7 (E:2, M:3, V:2)
- Keluar darah di telinga kanan
- Terdapat luka/jejas di dada

DS : Resiko Infeksi Pertahanan


DO : tubuh primer
Terdapat luka di wajah, dada dan tidak adekuat
punggung (prosedur
Terpasang infus RL 20 tpm infasif)
S: 37,8 0C
Resiko Jatuh

PRIORITAS DIAGNOSA KEPERAWATAN


INTERVENSI KEPERAWATAN

Nama : Ny SI
Alamat : Yogyakarta
Umur : 56 tahun

No Diagnosa Tujuan Intervensi Rasional


IMPLEMENTASI DAN EVALUASI
DAFTAR PUSTAKA
Suryo, Joko. 2010. Herbal Penyembuhan Gangguan Sistem Pernapasan. Yogyakarta: B
First
Elizabeth, J. Corwin.2008. Buku Saku Patofisiologis. Jakarta: ECG