Você está na página 1de 156

BADAN PENGKAJIAN DAN PENERAPAN TEKNOLOGI

ANNUAL REPORT
TAHUN 2014

i
Dari kiri ke kanan/From left to right:
LISTYANI WIJAYANTI
Deputi Kepala Bidang Teknologi Agroindustri dan Bioteknologi/
Deputy Chairperson for Agroindustrial Technology and Biotechnology

RIDWAN DJAMALUDDIN
Deputi Kepala Bidang Teknologi Pengembangan Sumberdaya Alam/
Deputy Chairman for Natural Resources Development Technology

UNGGUL PRIYANTO
Kepala BPPT / Chairman of BPPT

SONI SOLISTIA WIRAWAN


Sekretaris Utama / Principal Secretary

TATANG AKHMAD TAUFIK


Deputi Kepala Bidang Pengkajian Kebijakan Teknologi/
Deputy Chairman for Technology Policy Assessment

ERZI AGSON GANI


Deputi Kepala Bidang Teknologi Industri Rancang Bangun dan Rekayasa /
Deputy Chairman for Industrial Technology Design and Engineering

HAMMAM RIZA
Deputi Kepala Bidang Teknologi Informasi, Energi dan Material/
Deputy Chairman for Information, Energy and Material Technology

ii
ii
BPPTs Value Proposition
State of the Art Technology
Industrial Competitiveness
National Self-Reliance

iii
iii
Kata Pengantar
Foreword

P P
uji syukur kehadirat Tuhan raise be to God the Almighty for His
Yang Maha Kuasa atas segala abundant grace, divine direction and
limpahan Rahmat, Taufik dan guidance that the Annual Report 2014
Hidayah sehingga dapat menyelesaikan can be completed in terms of both its form and
penyusunan Buku Annual Report Tahun content.
2014 dalam bentuk maupun isinya. Hopefully, this book can be used as a reference
Semoga buku ini dapat dipergunakan in establishing policies.
sebagai salah satu acuan dalam
menentukan kebijakan.
This Annual Report 2014 describes
Buku Annual Report memaparkan the programs which have successfully
program-program yang berhasil provided positive added value to the roles
memberikan nilai tambah positif terhadap of the institution in performing its duties
peran kelembagaan dalam melaksanakan and functions, and is a form of BPPTs
tugas pokok dan fungsinya dan merupakan accountability towards its stakeholders in
salah satu bentuk pertanggungjawaban the Year of 2014 as the implementation of the
BPPT terhadap stakeholder, dimana pada Medium Term Development II (RPJM II) also
Tahun 2014 ini juga merupakan akhir dari
ended.
pelaksanaan Rencana Program Jangka
Menegah II (RPJM II).
During the planning of the programs, BPPT
always makes efforts to embrace the users
Dalam penyusunan program, BPPT selalu
of both commercial users (industries) and
mencoba merangkul para pengguna baik
pengguna komersial (industri) maupun end users (community) as partners and
pengguna akhir (masyarakat) sebagai consistently continues to develop superior and
mitra kerjasama dan secara konsisten innovative products through the assessment
terus mengembangkan berbagai produk and application of technology programs
unggulan dan inovatif melalui program which are focused on 13 areas of technology.
pengkajian dan penerapan teknologi yang
terfokus pada 13 bidang teknologi Finally, we expect that this report will
bring lessons and benefits that can provide
Akhirnya kami mengharapkan semoga inspiration for the development of national
dari buku ini dapat diambil hikmah dan programs in the country.
manfaatnya sehingga dapat memberikan
inspirasi terhadap pengembangan
program nasional di tanah air.
Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi
Agency for the Assessment and Application of Technology
Kepala/ Chairman,

Dr. Ir. Unggul Priyanto, M.Sc.

iv
iv
Daftar Isi /
Contents
Teknologi Pangan
Food Technology
2 BPPT ANNUAL REPORT 2014
Hak Cipta dilindungi oleh Undang-Undang

Pengarah/ Board
Teknologi Kesehatan
Health Technology
10 Unggul Priyanto
Soni Solistia Wirawan
Tatang Akhmad Taufik
Teknologi Kelistrikan
Electrical Technology 16 Ridwan Djamaluddin
Listyani Wijayanti
Erzi Agson Gani
Teknologi Bahan Bakar
Fuel Technology
28 Hammam Riza

Redaktur/ Chief Editor


Yudi Anantasena
Teknologi Informasi dan Komunikasi
Information and Communication Technology 34
Editor Substansi/ Content Editors
IGK. Astaya
Irshan Zainuddin
Teknologi Transportasi
Transportation Technology
42 Restuadi
Surya Pratama
Iwan Sudrajat
Teknologi Pertahanan dan Keamanan
Security and Defense Technolgy 46 Wimpie A.N. Aspar
Arief Arianto
Laju Gandharum
Teknologi Material Hariana
Material Technology 50
Penerjemah/ English Editors
Indra Hartati
Teknologi Permesinan
Machinery Technology 56 Hurria Khonoom
Fifit Juniarti
Adhi Dharma Permana
Teknologi Kebencanaan
Disaster Reduction Technology 60 Desain Sampul dan Tataletak/
Cover Design and Layout
Rizky Agung Wibowo
Teknologi Sumber Daya Alam dan Kelautan
Natural Resources and Marine Technology 66 Sekretariat/ Secretariate
Munawar Sahabuddin
Teknologi Lingkungan Novandi Arisoni
Environmental Technology 80 Yanti Permatasari
Dedy Roesmajadi
Indra Pranajaya
Sistem Inovasi
Innovation System
90

1
1
ANNUAL REPORT 2014

Teknologi dan Sistem Produksi Benih dan Pembesaran Ikan Nila SALINA
Technology and System for Seed Production and Grow-out of SALINA Tilapia

S
ALINA tilapia (Tilapia Indonesian Saline)
is a strain of tilapia that grow well in an
environment of high salinity waters between
20-25 ppt. Through the Decree of the Minister of Marine
Affairs and Fisheries No. 22/KEPMEN-KP/2014,
SALINA tilapia can been released to be cultivated by
fish farmer. SALINA tilapia has been developed by
BPPT to increase productivity and optimize idle farm
land in order to support the Indonesian national food
security program. SALINA tilapia is also developed
to anticipate the global warming that can cause
increased high-salinity ponds due to rise sea level into
aquaculture region.

SALINA tilapia seed produced from mating of the


parent fish which genetic condition was monitored
Penyerahan Surat Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan No.
22 / KEPMEN-KP/2014 tentang Rilis ikan SALINA Tilapia/ Provision periodically using DNA markers for genetic conditions
of the Minister of Marine and Fisheries Decree No. 22 / KEPMEN-KP to be maintained to remain stable. Provision of
/ 2014 on Release of SALINA Tilapia
Streptococcus sp DNA vaccine was also performed on
the parent in order to produce superior SALINA tilapia

N
ila SALINA (Saline Indonesian Tilapia) fish that is resistant to bacteria Streptococcus sp attack
merupakan strain ikan nila yang dapat tumbuh and increased survival rate of SALINA tilapia fish.
baik pada lingkungan perairan bersalinitas
tinggi antara 20 - 25 ppt. Melalui Surat Keputusan
Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 22/KEPMEN-
KP/2014, ikan Nila SALINA telah dirilis untuk dapat
dikembangkan oleh pembudidaya ikan. Nila SALINA
dikembangkan BPPT untuk meningkatkan produktivitas
dan mengoptimalkan lahan tambak idle Indonesia
dalam rangka mendukung program ketahanan pangan
nasional. Nila SALINA juga dikembangkan untuk
mengantisipasi terjadinya pemanasan global yang
menyebabkan meningkatnya lahan tambak bersalinitas
tinggi akibat naiknya permukaan laut ke wilayah
pertambakan.
Ikan Nila SALINA/ SALINA telapia

2
TEKNOLOGI PANGAN/
FOOD TECHNOLOGY

Benih ikan nila SALINA dihasilkan dari perkawinan Development of SALINA tilapia rearing technology by
induk-induk ikan yang kondisi genetiknya selalu BPPT conducted in the aquaculture area of the coastal
dipantau secara periodik dengan menggunakan marka areas with 25 ppt salinity is a Pilot Project. To improve
DNA, agar kondisi genetiknya dapat dipertahankan the productivity of SALINA tilapia in the rearing
tetap stabil. Pemberian vaksin DNA Streptococcus sp activities, the feed was supplemented with recombinant
juga dilakukan pada induk-induk ikan nila agar dapat proteins (rGH) which can improve the digestibility by
menghasilkan benih ikan nila SALINA unggul yang improving the efficiency of feed use. Streptococcus sp
tahan terhadap serangan bakteri Streptococcus sp dan DNA vaccine provide through the feed was also given
meningkatnya kelulushidupan (survival rate) benih to improve the survival rate.
ikan nila SALINA.
Development of SALINA Tilapia variety is the first
Pengembangan teknologi pembesaran ikan nila to be conducted in Indonesia and is expected to be
SALINA yang dilakukan BPPT pada areal pertambakan the technology solution for land-use farms that have
wilayah pesisir dengan salinitas mendekati 25 ppt been idle for years after the collapse of tiger shrimp
adalah merupakan Pilot Project. Untuk meningkatkan cultivation with a total area of not less than 600,000
produktivitas ikan nila SALINA dalam kegiatan ha and at the same time accelerate the increase in fish
pembesaran, pakan yang diberikan ditambah suplemen production, especially for export markets and increase
protein rekombinan (RGH) yang dapat meningkatkan economy as well as employment.
daya cerna (digestibilty) untuk meningkatkan
efisiensi penggunaan pakan. Pemberian vaksin DNA In the implementation of SALINA tilapia, BPPT
Streptococcus sp melalui pakan juga diberikan untuk collaborate with the Center for Marine and Brackish
meningkatkan daya tahan hidupnya (survival rate). Water Aquaculture Development - Provincial
Government of West Java in engineering of production
Pengembangan varietas Ikan Nila SALINA merupakan technology for SALINA tilapia, and Business Service
yang pertama di Indonesia dan diharapkan menjadi Center Production of Aquaculture - Directorate
solusi teknologi bagi masyarakat pembudidaya untuk General of Aquaculture, Ministry of Marine Affairs and
pemanfaatan lahan pertambakan yang bertahun-tahun Fisheries in SALINA Tilapia fish rearing technology
idle akibat kolapsnya budidaya udang windu dengan development.
luas areal tidak kurang dari 600.000 ha dan sekaligus
mendorong akselerasi peningkatan produksi perikanan
terutama untuk pasar ekspor, peningkatan ekonomi
dan lapangan kerja.

Dalam pelaksanaan kegiatan ikan nila SALINA, BPPT


bekerjasama dengan Balai Pengembangan Budidaya
Laut dan Payau Pemprov. Jawa Barat dalam
perekayasaan teknologi produksi ikan nila SALINA dan
Balai Layanan Usaha Produksi Perikanan Budidaya
Dirjen Perikanan Budidaya, Kementerian Kelautan dan
Perikanan dalam pengembangan teknologi pembesaran
ikan Nila SALINA. Pembesaran Ikan Nila SALINA di Tambak/
Grow-out of SALINA Tilapia in the aquaculture

Pusat Teknologi Produksi Pertanian


Kepala Program/Program Director: Ged. Labtiab 611, Kawasan Puspiptek, Serpong 15314
Dr. Ratu Siti Aliah
Telp/Fax : 021-2166561 3
e-Mail: ratu.siti@bppt.go.id
3
ANNUAL REPORT 2014

Alih Teknologi Proses Produksi Pangan


untuk Mendukung Pengembangan Pangan Lokal
Food Production Process Technology Transfer to
Support Local Food Development

T E
eknologi ekstrusi adalah proses pengolahan xtrusion technology is the process of food
pangan yang mengkombinasikan beberapa processing that combines multiple ongoing
proses secara berkesinambungan antara lain processes including mixing, cooking, kneading,
pencampuran, pemasakan, pengadonan, shearing, shearing, and molding. The advantages of multilevel
dan pembentukan/pencetakan. Keunggulan dari alat extruder tool developed by BPPT is that it can produce
ekstruder bertingkat yang dikembangkan BPPT adalah several types of processed food products from various
dapat dihasilkan beberapa macam jenis produk olahan local sources of starch. The multilevel extruder has a
pangan dari berbagai sumber pati lokal. Ekstruder single screw without heating therefore it is east to
bertingkat mempunyai ulir tunggal tanpa pemanas operate, easy maintenance and require low power
sehingga mudah pengoperasiannya, mudah perawatan which makes it suitable for SME-scale food processing
dan dengan daya listrik yang rendah sehingga sangat industry.
cocok digunakan untuk industri pengolahan pangan
skala UKM. The output of this activity is a prototype of a multilevel
extruder machine and formulation technology for
Keluaran dari kegiatan ini adalah prototipe produk various processed food products that have a higher
mesin ekstruder bertingkat serta teknologi formulasi economic value such as noodles, macaroni and artificial
untuk menghasilkan beberapa macam produk olahan rice from various local sources such as sago starch,
pangan yang mempunyai nilai ekonomis lebih tinggi maize, cassava and other starch sources.
seperti mie, makaroni, serta beras artifisial (beras
tiruan) dari berbagai sumber pati lokal seperti sagu, Application of extrusion technology is one of BPPTs
jagung, singkong, dan sumber-sumber pati yang lain. roles in technology transfer for the development of
non-wheat local staple food to support the program
Penerapan teknologi ekstrusi of Food Security Agency (BKP), Central Java Province
ini merupakan salah satu peran on Model for the Development of Local Staple Food.
BPPT yaitu alih teknologi dalam The Program aims to increase the economic value and
rangka pengembangan pangan make the local food become more dignified. Based on
pokok lokal non terigu dalam the business analysis, the application of the extrusion
rangka mendukung program technology can increase revenues of Small and Medium
Badan Ketahanan Pangan (BKP) Enterprises (SMEs) by 25%.
Propinsi Jawa Tengah yaitu Model
Pengembangan As an activity partner since 2013, BPPT collaborates
Pangan Pokok with the Food Security Agency (BKP) of Central Java
Lokal (MP3L) untuk Province in on the field implementation. So far, 8
meningkatkan nilai extruder designed by BPPT has been used by Small and

Beras produksi UKM Mutiara Baru, Kebumen/Rice product of UKM Mutara Baru, Kebumen

4
TEKNOLOGI PANGAN/
FOOD TECHNOLOGY

MOU Ka BPPT & Gub. Jateng di Grobogan Jateng/signed betwen Alih Teknologi di UKM Mutiara Baru, Kebumen/Technology Transfer
Head of BPPT with Governor of Central Java in Grobogan in UKM Mutiara Baru, Kebumen

ekonomi dan mengangkat pangan lokal menjadi lebih Medium Enterprises (SMEs) from 4 districts in Central
bermartabat. Di samping itu, berdasarkan perhitungan Java, among others SME Mutiara Baru in Plumbon
analisa usaha, penerapan teknologi ekstrusi ini dapat Village, Karangsambung, Kebumen, SME Maju Jaya
menambah pendapatan Usaha Kecil Menengah (UKM) in Klampok Village, Godong, Grobogan, SME Purwo
sebesar 25%. Mandiri in Wonoboyo Sub-District, Temanggung,
Johunut Village Group, Paranggupito Sub District,
Sebagai mitra kegiatan sejak tahun 2013, BPPT Wonogiri, dan Darur Ridhwan Al Fadholi Islamic
menggandeng Badan Ketahanan Pangan (BKP) Propinsi Boarding School in Ngablak Village, Cluwak, Pati.
Jawa Tengah dalam rangka implementasi di lapangan.
Sampai saat ini ekstruder BPPT sudah dimanfaatkan A considerable achievements obtained by SME Maju
oleh 8 Usaha Kecil Menengah (UKM) dari 4 Kabupaten Jaya in Klampok Village with its products RASTEJA
di Jawa Tengah antara lain: UKM Mutiara Baru di (Rice Tela Corn) who has received an award from the
Desa Plumbon Kecamatan Karangsambung Kabupaten Ministry of Commerce at the SME Food Award 2014
Kebumen, KUB Maju Jaya di Desa Klampok Kecamatan. for New Local Food Ingredients Innovation Category.
Godong Kabupaten Grobogan, KWT Purwo Mandiri
Kecamatan Wonoboyo Kabupaten Temanggung,
Kelompok Guyup Desa Johunut Kecamatan
Paranggupito Kabupaten Wonogiri, dan Ponpres Darur
Ridhwan Al Fadholi di Desa Ngablak Kecamatan Cluwak
Kabupaten Pati.

Salah satu prestasi yang cukup membanggakan diperoleh


oleh KUB Maju Jaya di Desa Klampok Kecamatan.
Godong Kabupaten Grobogan dengan produknya
RASTEJA (Beras Tela Jagung) yang telah mendapatkan
penghargaan dari Kementrian Perdagangan pada acara
UKM Pangan Award tahun 2014 untuk Kategori Inovasi
Bahan Pangan Baru Lokal.

Kepala Program/Program Director: Pusat Teknologi Agroindustri


Ir. Purwa Tri Cahyana, M.Si Ged. Laptiab 611, Kawasan Puspiptek, Serpong 15314
Telp/Fax : 021-2166561 5
e-Mail: purwa.tri@bppt.go.id
5
ANNUAL REPORT 2014

Modified Native Starch sebagai Bahan Baku


Industri Pangan Olahan
Modified Native Strach for Healthy Snack, Cookies, Cake and Noodle

Proses peningkatan kualitas pati alami/ Quality increasing process of native starch

P T
emakaian tepung tapioka yang dihasilkan dari he use of tapioca flour produced from
industri modern untuk bahan baku berbagai modern industrial for raw material of
produk pangan seringkali dibatasi oleh sifat various food products are often limited by its
rheoligic seperti daya mengembang (swelling power), rheologic nature such as swelling power, solubility
kelarutan (solubility) dan viskositas (RVA pasting and viscosity (RVA Pasting Properties) which led to its
properties) yang menyebabkan penggunaannya untuk limited use as raw material for the food industry. The
bahan baku industri pangan relatif terbatas. Industri processed food industry prefers to use raw materials
pangan olahan tersebut lebih menyukai menggunakan produced from tapioca flour industries that employ
bahan baku tepung tapioka yang dihasilkan dari dewatering system (precipitation tub) rather than
industri tepung tapioka yang menerapkan teknologi using tapioca flour produced by modern industry. The
dewatering system (bak pengendapan) ketimbang problem arise when the manufacturer who has been
menggunakan tepung tapioka yang dihasilkan industri applying dewatering system technology then switches
modern. Hal ini menjadi kendala ketika pabrikan yang to apply separator and hydrocycloon technology in
selama ini menerapkan teknologi dewatering system order to increase capacity and whiteness (brightness)
kemudian beralih menerapkan teknologi separator of the tapioca flour product is getting complaints from
dan hydrocycloon agar dapat meningkatkan kapasitas users.
dan keputihan (brightness) produk tepung tapiokanya
mendapatkan keluhan dari penggunanya.

6
TEKNOLOGI PANGAN/
FOOD TECHNOLOGY

Pada tahun 2014, BPPT melakukan pengkajian teknologi In 2014, BPPT conducted assessment of modified
modifikasi native (tapioca) starch dengan mereaksikan native (tapioca) starch by reacting a solution of native
larutan native (tapioca) starch dengan asam laktat (tapioca) starch with lactic acid at a certain conditions
dengan kondisi tertentu sehingga menghasilkan to produce modified native (tapioca) starch which has a
modified native (tapioca) starch yang memiliki sifat rheologic properties similar to native (tapioca) starch
rheologic mirip dengan native (tapioca) starch dari obtained from dewatering technology system.
teknologi dewatering system.
The output of this activity is production technology for
Output dari kegiatan ini diperolehnya teknologi modified native (tapioca) starch and its prototype as
modifikasi native (tapioca) starch dan prototipe a manifestation of BPPT role to conduct assessment,
produk modified native (starch) sebagai manifestasi provide solution and act as Technology Clearing
peran BPPT melakukan Pengkajian, Solusi, Technology House for modern tapioca industries in improving the
Clearing House kepada industri tapioka modern dalam quality of its products in accordance to the standard of
upaya peningkatan kualitas produknya sesuai dengan processed food industries.
peruntukan industri pangan olahan tertentu.
This activity is conducted with PT Sinar Fajar Timur
Kegiatan ini dilaksanakan bersama mitra yaitu PT Sinar which is active in development of starch-based
Fajar Timur yang aktif dalam pembangunan industri industries and also contribute to the marketing of
berbasis pati, dalam hal ini juga berperan untuk products and the provision of production costs.
pemasaran produk dan penyediaan biaya produksi .

Proses produksi tapioka skala industri/


Starch production process for industry scale

Balai Besar Teknologi Pati


Kepala Program/Program Director: Kampung Negara Bumi Ilir, Kec. Anak Tuha, Lampung
Dr. Ir. Supriyanto, M.Eng. Telp/Fax.: 0725-2102233 / 0725-6440204 7
e-Mail: supriyanto1173@gmail.com
7
ANNUAL REPORT 2014

Teknologi Modifikasi Tepung Sagu dengan cara Ekstrusi


untuk Industri Noodle dan Cookies
Modification Technology for Sago Flour by Extrusion
for Noodle and Cookies Industry

H U
ingga saat ini, pengolahan tepung sagu ntil to day, sago starch processing is
masih terbatas hingga proses ekstraksi, limited to the extraction process, and its
dan pemanfaatannya juga masih terbatas, u se is still limited because the native starch
karena sifat pati alami mempunyai pasta yang keras, has hard paste properties, high stickiness ,and is less
mempunyai sifat kelengketan yang tinggi, dan kurang resistant to heat and acid treatment. To improve the
tahan terhadap perlakuan panas dan asam. Untuk functional properties, sago flour needs to be modified
meningkatkan sifat fungsionalnya, tepung sagu perlu in order to obtain the characteristics of the physico-
dimodifikasi agar diperoleh karakteristik sifat fisiko- chemical properties (RVA pasting properties dan
kimia (RVA pasting properties dan swelling power) yang swelling power) suitable for use as a raw material
cocok digunakan sebagai bahan baku pangan olahan processed food to wheat substitutes especially noodle
substitusi terigu terutama noodle dan cookies tanpa and cookies without reducing antioxidant content.
mengurangi kandungan antioksidannya. Modifikasi Modification was done by extruding namely through
dilakukan dengan cara ekstrusi yaitu melalui perlakuan physical treatment of heat and pressure to a mixture
fisis panas dan tekanan terhadap campuran pati sagu of native sago starch and sago pith, and the sago flour
alami dan empulur sagu, serta terhadap tepung sagu from the drying process to be modified sago flour.
hasil proses kering menjadi Tepung sagu termodifikasi. Therefore, sago flour modification technology was
Oleh karena itu, teknologi modifikasi tepung sagu ini tested in a production system in capacity of 1 ton / day.
telah diuji dalam sistem produksi kapasitas 1 ton/hari.

Penebangan pohon sagu/ Processing of sago plant

8
TEKNOLOGI PANGAN/
FOOD TECHNOLOGY

Hasil proses modifikasi bahan baku tepung sagu dari The result of the modification process of raw materials
proses kering diperoleh tepung sagu termodifikasi yang from the dried sago starch was Modified Sago Flour
memiliki sifat fisiko-kimia mirip dengan terigu Segitiga which has physico-chemical properties which are
Biru, sedangkan hasil proses modifikasi bahan baku similar to wheat of Segitiga Biru, while the results
pati sagu alami yang dicampur dengan empulur sagu of the modification process of raw material of native
memiliki sifat fisiko-kimia mirip dengan terigu Cakra sago starch were mixed with sago pith have physico-
Kembar. chemical properties wich are similar to wheat of Cakra
Kembar.
Kegiatan ini dilaksanakan bersama mitra yaitu PT Sinar
Fajar Timur yang aktif dalam pembangunan industri This activity was carried out with partner, namely PT
berbasis pati, dalam hal ini juga berperan untuk Sinar Fajar Timur that active in starch-based industrial
pemasaran produk dan penyediaan biaya produksi . development, it also plays a role in the marketing of
products and the provision for the production cost.

Proses modifikasi tepung sagu dengan teknik ekstrusi/ Modification process of sago flour with extrude technique

Balai Besar Teknologi Pati


Kepala Program/Program Director: Kampung Negara Bumi Ilir, Kec. Anak Tuha, Lampung
Ir. Sabirin, M.Si Telp/Fax.: 0725-2102233 / 0725-6440204 9
e-Mail: sabirin@bppt.go.id
9
ANNUAL REPORT 2014

Pembangunan Pabrik Garam Farmasi di Dalam Negeri


Development of National Pharmaceutical Salt Industry

Pembangunan pabrik garam farmasi/ Ground Breaking of pharmaceutical salt factory

G P
aram farmasi merupakan garam dengan harmaceutical salt is salt of the highest
kualitas tertinggi dengan kadar natrium quality with sodium chloride (NaCl) level
klorida (NaCl)> 99,5 % serta dengan > 99.5% and the content of impurities such
kandungan pengotor seperti kalsium (Ca) dan as calcium (Ca) and magnesium (Mg) <50 ppm,
magnesium (Mg)< 50 ppm, sulfat < 150 ppm serta sulfate (SO42- )<150 ppm and the absence of other
tidak adanya logam berat lainnya. Dalam industri heavy metals. In the pharmaceutical industry, the
farmasi, garam farmasi merupakan bahan baku yang pharmaceutical salt is the raw material that is widely
banyak digunakan sebagai bahan baku sediaan infus, used as a raw material for infusion, tablet production,
produksi tablet, pelarut vaksin, sirup, oralit, cairan solvent for vaccines, syrups, oral rehydration solution,
pencuci darah, minuman kesehatan dan lain-lain. hemodyalisis solution, health drink, etc. In the field of
Dalam bidang kosmetika garam farmasi dipakai sebagai cosmetics pharmaceutical salt is used as ingredient in
salah bahan campuran dalam pembuatan sabun dan the production of soaps and shampoos. The demand
sampo. Suplai kebutuhan garam farmasi di Indonesia for pharmaceutical salt in Indonesia until currently
hingga sekarang seluruhnya masih harus dipenuhi oleh is still entirely supplied by imported products. This
produk impor. Hal ini dikarenakan hingga sekarang is because currently no national industry produces
belum ada industri dalam negeri yang memproduksi pharmaceutical salt.
garam tersebut.
Agency for the Assessment and Application of
Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) Technology (BPPT) has developed the technology for
telah berhasil mengembangkan teknologi produksi pharmaceutical salt production at a pilot scale. The
garam farmasi hingga pada skala pilot. Produk product from the study have passed the product testing

10
TEKNOLOGI
TEKNOLOGI PANGAN/
KESEHATAN/
FOOD TECHNOLOGY
HEALTH

hasil kajian tersebut telah lulus pengujian produk as pharmaceutical salt from various laboratories
sebagai garam farmasi dari berbagai laboratorium including universities, PT. Sucofindo and industrial
diantaranya lembaga perguruan tinggi, PT. Sucofindo users such as PT. Otsuka and PT. Biofarma. The
maupun industri pengguna seperti PT. Otsuka dan PT. pharmaceutical salt production process has also
Biofarma. Proses produksi garam farmasi ini juga telah received a patent certificatiom from the Directorate
mendapatkan sertifikat paten dari Dirjen HAKI dengan General of Intellectual Property Rights with Patent No.
No Paten ID P0026107 tahun 2010. P0026107 ID 2010.

Dalam rangka kerjasama dengan BPPT, PT Kimia In the cooperation framework with BPPT, PT Kimia
Farma (Persero) Tbk telah memulai pembangunan Farma (Persero) Tbk has commenced the establishment
pabrik garam farmasi dengan menggunakan teknologi pharmaceutical salt factory using technology
hasil pengembangan BPPT untuk memproduksi garam developed by BPPT for a capacity of 2,000 tons per
farmasi dengan kapasitas 2.000 ton per tahun. Di year. As technology provider, BPPT also designs the
samping sebagai penyedia teknologi, BPPT berperan detail of the pharmaceutical salt factory.
juga sebagai perancang desain pabrik garam farmasi.
Based on the mapping of the technology content,
Berdasarkan pemetaan kandungan teknologi dan source of materials and supporting chemicals,
sumber bahan serta bahan kimia penunjang, maka the pharmaceutical salt production technology
teknologi produksi garam farmasi yang akan diterapkan to be applied mostly uses materials or equipment
ini sebagian besar menggunakan bahan atau peralalatan produced domestically. Thus, the establishment of
yang diproduksi di dalam negeri. Dengan demikian a pharmaceutical salt factory will be able to provide
maka pembangunan pabrik garam farmasi ini akan added value to the local content and other related
mampu memberikan nilai tambah terhadap kandungan industry.
lokal dan industri terkait lainnya.

Desain pabrik garam farmasi/ Design of pharmaceutical salt factory

Pusat Teknologi Farmasi dan Medika


Kepala Program/Program Director: Ged. Labtiab 611, Kawasan Puspiptek, Serpong 15314
Bambang Srijanto Telp/Fax : 021-2166561 11
e-Mail: bambang.srijanto@bppt.go.id
11
ANNUAL REPORT 2014

Alih Teknologi untuk Pengembangan Industri Enzim


Transfer of Technology for Enzyme Industry Development

E E
nzim adalah katalis alami (biokatalis) dan nzyme is natural catalyst (biocatalysts) and
merupakan senyawa organik (protein) yang organic compound (protein) that acts to
berperan untuk mempercepat (mengkatalisa) accelerate (catalyze) a chemical reaction by
suatu proses reaksi kimia dengan menurunkan lowering the activation energy. The use of enzyme in
energi aktivasi. Penggunaan enzim dalam proses the production process can reduce the consumption
produksi dapat mengurangi konsumsi bahan kimia of chemicals so that produces a cleaner and
sehingga menghasilkan proses yang lebih bersih environmentally friendly process. The application
dan ramah lingkungan. Aplikasi teknologi enzim of enzyme technology is also considered energy
juga berpotensi dapat menghemat energi sehingga saving which can eventually reduce the production
biaya produksi dapat ditekan dengan adanya teknologi cost by applying more efficient and environmentally
proses yang lebih efisien dan ramah lingkungan (green friendly processing technology (green technology).
technology). Pengembangan teknologi enzim yang The development of enzyme technology conducted
dilakukan mencakup penguasaan teknologi proses hulu include the mastery of upstream and downstream
dan hilir produksi enzim. processing technology of enzyme production .

BPPT telah mengembangkan teknologi produksi enzim BPPT has developed enzyme production technology and
dan menghasilkan prototipe enzim protease yang siap produced a prototype of enzyme protease which is ready

Produksi protease skala pilot 1500L di Pilot Plant Enzim, LAPTIAB- Produk Protease/ Product of Protease
Puspiptek/Pilot scale protease production in Enzyme Pilot Plant,
LAPTIAB-Puspiptek

12
TEKNOLOGI
TEKNOLOGI PANGAN/
KESEHATAN/
FOOD TECHNOLOGY
HEALTH

diproduksi secara komersial. Protease yang berfungsi to be commercialized. Protease breaks down protein
memecah protein dapat merontokkan bulu pada proses and destroys the feather in the leather tanning process
penyamakan kulit (dehairing). Uji aplikasi protease (dehairing). Some tests have been conducted on the
telah dilakukan pada industri penyamakan kulit di application of protease in the leather industries such as
Magetan dan PT. Rajawali Tanjungsari di Sidoarjo. in Magetan and PT. Rajawali Tanjungsari in Sidoarjo.
Penguasaan teknologi produksi protease telah The mastery of technology has been carried out up to
dilakukan sampai pada skala pilot 1500 L di Pilot Plant 1500L (pilot scale) in Enzyme Pilot Plant - LAPTIAB,
Enzim LAPTIAB, Puspiptek-Serpong. Dengan nilai Puspiptek-Serpong. With the value of TRL (Technology
TRL (Technology Readiness Level) 7-8, maka BPPT Readiness Level) around 7-8, BPPT is ready to conduct
siap melakukan alih teknologi kepada PT. Petrosida technology transfer to PT. Petrosida Gresik, a partner
Gresik yang merupakan mitra kerjasama BPPT untuk of BPPT for enzyme commercialization development.
pengembangan komersialisasi enzim.
Production and commercialization of protease will be
Produksi dan komersialisasi produk protease akan carried out by PT. Petrosida Gresik which is currently
dilakukan oleh PT. Petrosida Gresik yang saat ini building an enzyme production unit in Bio Center,
sedang membangun unit produksi enzim di Bio Center, Gresik Industrial Estate with a capacity of 3 tons
Kawasan Industri Gresik berkapasitas 3 ton (enzim (concentrated enzyme) / day with technological support
konsentrat)/hari dengan dukungan teknologi dari from BPPT. The presence of this enzyme industry is
BPPT. Kehadiran industri enzim ini diharapkan dapat expected to meet the need of enzymes for industries and
memenuhi kebutuhan enzim industri dan mengurangi reduce the current imported enzyme products. Today,
produk enzim impor. Saat ini sebagian besar enzim most of industrial enzymes (99%) are still imported
untuk industri (99%) masih diimpor dari Eropa, China from Europe, China and India. Construction of this
dan India. Pembangunan unit enzim ini diharapkan enzyme unit is expected to be completed and ready for
selesai dan siap beroperasi pada awal tahun 2015. operation by early 2015.

Penandatanganan prasasti peresmian Ground Breaking Unit Enzim Unit produksi enzim di Bio Center, Kawasan Industri Gresik/Enzyme
oleh Menristek & Ka.BPPT/ Signing of inscription for ground breaking Production Unit in Bio Center, Gresik Industry Area (under construction)
of Enzyme Unit by Ministry for Research and Technology and the
Chairman of BPPT

Kepala Program/Program Director: Pusat Teknologi Bioindustri


Ged. 611, LAPTIAB, Puspiptek-Serpong 15314
Ir. Edi Wahjono, MSi Telp/Fax : 021-7566922/ 7566922 13
e-Mail: edi.wahjono@bppt.go.id
13
ANNUAL REPORT 2014

Teknologi Produksi Intermediate Bahan Baku Obat Antibiotik


6-Aminopenicillanic Acid
Production Technology of Intermediate Pharmaceutical Raw Materials for
6-Aminopenicillanic Acid Antibiotics

6 6
-Aminopenicillanic acid (6-APA) adalah senyawa -Aminopenicillanic acid (6-APA) is an
intermediate untuk produksi bahan baku intermediate compound for the production of
obat antibiotik turunan beta-laktam seperti pharmaceutical raw materials for derivatives
amoksisilin dan ampisilin. Obat amoksisilin digunakan of beta-lactam antibiotics such as amoxicillin
untuk mengobati penyakit infeksi yang disebabkan and ampicillin. Amoxicillin drugs are used to
oleh bakteri. Kebutuhan amoksisilin mencapai 70% treat infections caused by bacteria. The need for
dari total penggunaan obat antibiotik di Indonesia dan amoxicillin reaches 70% of the total use of antibiotics
seluruhnya penuhi melalui impor dari negara lain. in Indonesia and is entirely imported from other
countries.
6-APA diproduksi dari penisilin G secara enzimatis
menggunakan enzim penisilin G asilase. Proses 6-APA is produced from penicillin G enzymatically
produksi dilakukan secara kontinyu menggunakan using the enzyme penicillin G asilase. The production
kolom reaktor. BPPT telah melakukan optimasi proses process is performed continuously using a column
produksi pada skala pilot dengan laju alir 12 liter/jam reactor. BPPT has conducted the optimization of
dan diperoleh laju konversi sebesar 352 gram 6-APA per production process at a pilot scale with a flow rate of
jam. 12 liters / hour and obtained a conversion rate of 352
grams of 6-APA per hour.

Penyaringan serbuk 6-APA hasil kristalisasi/ Alat produksi 6-APA skala 12 liter per jam/ Equipment of production
Filtering of powder 6-APA crystallization results for 6-APA 12 liters/hour scale

14
TEKNOLOGI
TEKNOLOGI PANGAN/
KESEHATAN/
FOOD TECHNOLOGY
HEALTH

Dengan dikuasainya teknologi produksi 6-APA ini National pharmaceutical company should be
dapat mendorong industri farmasi untuk memproduksi encourage to produce amoxicillin domestically to
amoksisilin di dalam negeri sehingga mengurangi reduce dependence on imported products because BPPT
ketergantungan terhadap impor. has mastered the production technology of 6-APA.

Sejalan dengan salah satu peran BPPT sebagai penyedia In line with one of the BPPT role as a provider of
solusi teknologi, hasil kajian teknologi produksi 6-APA technology solutions, the results of the study on
ini dapat dimanfaatkan oleh industri farmasi. Dengan 6-APA production technology is a solution for the
dikuasainya teknologi produksi 6-APA pada skala pilot pharmaceutical industry. By mastering the production
plant ini diharapkan dapat dilakukan penerapannya of 6-APA technology at pilot plant scale, the technology
pada skala industri yang lebih ekonomis. can be applied at an industrial scale more economically.

Pengguna hasil kajian teknologi produksi 6-APA adalah The users of outcome of the study on 6-APA production
industri farmasi. technology are the pharmaceutical industries.

Pengisian enzim penisilin G asilase terimobilisasi ke dalam kolom reaktor produksi 6-APA skala pilot/
Filling of enzyme G asilase to production reactor colomn for pilot scale

Kepala Program/Program Director: Balai Pengkajian Bioteknologi


Ged. 630 Kawasan Puspiptek, Serpong 15314
Dr. Rofiq Sunaryanto, MSi. Tel: 62-21-7563120 /Fax: 62-21-7560208 15
e-Mail: rofiqsn@biotek.bppt.go.id
15
ANNUAL REPORT 2014

Pengujian Komponen Pembangkit Listrik Tenaga Surya Thermal


Solar Thermal Power Plant Component Testing

Fasilitas Uji Komponen Pembangkit Listrik/ Komponen Pembangkit Listrik/


Component test facility of Solar Thermal Power Plant Component of Solar Thermal Power Plant

P S
embangkit Listrik Tenaga Surya Thermal olar Thermal Power Plant (PLTST) is a power
(PLTST) adalah suatu pembangkit listrik yang plant that uses solar energy as its main
menggunakan energi panas matahari sebagai energy source. Besides applying renewable
sumber energi utamanya. Selain mengaplikasikan energy technologies, other PLTSTs advantage is using
teknologi energi terbarukan, keunggulan PLTST ini components of domestic production. This will encourage
adalah menggunakan komponen-komponen produksi the competitiveness of the nations independence and
dalam negeri. Hal ini akan mendorong kemandirian dan the appropriate strategic role of BPPT.
daya saing bangsa yang sesuai peran strategis BPPT.
The output from this program is a prototype PLTST
Output dari program ini adalah prototipe PLTST along with test results of the plant components. With
beserta hasil uji komponen pembangkit tersebut. this prototype, the program has helped the government
Dengan adanya prototipe ini, maka dapat membantu in meeting the needs of the national electrical energy.
pemerintah dalam memenuhi kebutuhan energi listrik In addition, these plants use the suns energy that helps
nasional. Selain itu, pembangkit ini menggunakan government efforts to reduce the use of fossil fuel in the
energi matahari dapat membantu upaya pemerintah country.
dalam menekan penggunaan bahan bakar minyak
dalam negeri.

16
TEKNOLOGI
TEKNOLOGI
TEKNOLOGI PANGAN/
KELISTRIKAN/
KESEHATAN/
FOOD TECHNOLOGY
ELECTRICAL
HEALTH

Searah dengan salah satu peran BPPT sebagai penyedia In line with one of the BPPTs role as a provider of
solusi teknologi, diharapkan teknologi ini bisa technology solutions, this technology is expected to be
diaplikasikan di seluruh wilayah Indonesia khususnya applied in all districts of Indonesia, especially areas
daerah yang belum tersambung jaringan listrik PLN. that have not been connected with nations electricity
Hal ini sangat memungkinkan karena rata-rata radiasi grid (PLN). This is very possible because the average
harian matahari di Indonesia 4.8 kWh/m2.hari. daily solar radiation in Indonesia is about 4.8 kWh /
m2.hari.
Dalam pelaksanaan kegiatan ini, BPPT bekerjasama
dengan PT. WIKA Energi dalam pengembangan In this activity, BPPT joins with PT. WIKA Energy in the
dan komersialisasi kolektor surya yang merupakan development and commercialization of solar thermal
komponen utama PLTST. collector which is the main component of PLTST.

Pembangkit Listrik Tenaga Surya Termal / Solar Thermal Power Plant

Kepala Program/Program Director: Balai Besar Teknologi Energi (B2TE)


Gd.620-622 Kawasan Puspiptek, Serpong 15314
Dr.-Ing. Oo Abdul Rosyid, M.Sc Telp/fax : 021-7560916/021-756904 17
e-Mail: abdul.rosyid@bppt.go.id
17
ANNUAL REPORT 2014

Optimasi Desain Teknologi Biodiesel Terintegrasi dengan


Pabrik Kelapa Sawit
Design Optimization of Integrated Biodiesel Plant with
Palm Oil Mill Technology

Biodiesel Plant PT. Astra Agro Lestari Tbk dari luar/ Biodiesel Plant PT. Astra Agro Lestari Tbk dari dalam/
Biodiesel plant from outside Biodiesel plant from inside

S O
alah satu permasalahan pabrik biodiesel di ne of the problems of biodiesel plant in
Indonesia adalah tidak mampu beroperasi Indonesia is unability to operate properly
dengan baik dikarenakan harga bahan baku because the raw material prices of vegetable
minyak nabati yang tinggi dan harga biodiesel oil is very high and biodiesel prices in the market
di pasaran yang belum mencapai harga jual yang have not reached an economical selling price yet.
ekonomis. Berjauhannya lokasi beberapa pabrik The distance between the biodiesel plant and the
biodiesel dari sumber bahan baku, khususnya dari pabrik sources of raw materials, especially from palm oil
kelapa sawit, membuat harga pokok produksi biodiesel mill, makes the production cost of biodiesel become less
menjadi kurang menarik. Sehingga permasalahan attractive that these problems should be anticipated by
tersebut perlu diantisipasi dengan mengintegrasikan integrating biodiesel plant with palm oil mill.
pabrik biodiesel dengan pabrik kelapa sawit.

Balai Rekayasa Desain dan Sistem Teknologi (BRDST) Center for Engineering Design and Technology
BPPT telah mewujudkan upaya tersebut diatas melalui Systems (BRDST) BPPT has embodied these efforts
kerjasama dengan PT. Astra Agro Lestari (AAL) untuk through cooperation with PT. Astra Agro Lestari (AAL)
memodifikasi pilot plant biodiesel di Pangkalan Bun, to modify biodiesel pilot plant located in Pangkalan
Kalimantan Tengah. Modifikasi bertujuan agar pilot Bun, Central Kalimantan. Modification aims for an
plant terintegrasi dengan pabrik kelapa sawit dan bisa integrated pilot plant with palm oil mill and re-operates
beroperasi kembali dengan kapasitas dan kualitas at capacity and product quality is better than ever.

18
TEKNOLOGI
TEKNOLOGI
TEKNOLOGI PANGAN/
KELISTRIKAN/
KESEHATAN/
FOOD TECHNOLOGY
ELECTRICAL
HEALTH

produk lebih baik dari sebelumnya. Dengan konsep With this integration concept, biodiesel production
integrasi ini, biaya produksi dan investasi biodiesel and investment costs can be cheaper because of the
dapat menjadi lebih murah karena ketersediaan bahan availability of raw materials and utilities (water,
baku dan utilitas (air, listrik dan uap air) di pabrik electricity, and steam) in the palm oil mill.
kelapa sawit.

Teknologi yang diterapkan adalah teknologi dry washing The technology applied is dry washing s (fix bed), a
(fix bed), teknologi pemurnian biodiesel menggunakan biodiesel purification technology using adsorbents.
adsorben. Limbah yang dihasilkan berkurang secaraa Waste is significantly reduced compared to previous
dapat dikatakan teknologi dry washing lebih ramah technology (wet washing) because it does not use
terhadap lingkungan. Biodiesel hasil pengolahan di- water in the biodiesel purification process. So it can
blending menjadi biosolar dengan komposisi biodiesel be said that washing cleaning technology is more
20 % v/v dan minyak solar 80 % v/v (B-20). Biosolar environmentally friendly. Biodiesel produced then
tersebut kemudian didistribusikan menjadi bahan bakar are blended to be biosolar with biodiesel composition
boiler dan bahan bakar unit operasional di lingkungan of 20% v / v and diesel oil by 80% v / v (B-20). The
perkebunan PT. AAL. biosolar then is distributed as fuel of boilers and all
operating units within PT. AAL.
Pada tahap akhir, BPPT berperan dalam pemantauan
produksi biodiesel oleh pihak PT. AAL dalam rangka : In the final stage, BPPT role in monitoring the
1. Meningkatkan produktifitas pilot plant. production of biodiesel by the PT. AAL in order:
2. Mengevaluasi dan memodifikasi proses dalam 1. Increase productivity of pilot plant.
rangka memastikan mutu biodiesel memenuhi 2. Evaluate and modify the process in order to ensure
standar. that the quality of the biodiesel meets the standard.
3. Mengoptimasi desain menjadi pabrik yang efisien 3. Optimize design and convenient in operation.
dan nyaman dalam pengoperasian.

Kepala Program/Program Director: Balai Rekayasa Desain dan Sistem Teknologi


Ged.480, Kawasann Puspiptek, Serpong 15314
Ir. Agus Kismanto, M.Sc Telp/fax:756-3213/+62-21- 756-3273 19
e-Mail: agus.kismanto@bppt.go.id
19
ANNUAL REPORT 2014

Pengembangan Teknologi Mitigasi Kualitas Daya Listrik untuk


Peningkatan Daya Saing Sektor Industri dan Komersial
Power Quality Mitigation Technology Development for Increasing Industrial
and Commercial Sectors Competitiveness.

Dynamic Voltage Restorer dan Online Monitoring Dynamic Voltage Restorer and Smart Meter-based
System Berbasis Smart Meter Online Monitoring System

Dynamic Voltage Restorer Smart Meter for Online Monitoring System

T T
erdapat dua kegiatan utama dalam penerapan here are two main projects that are being
teknologi kualitas daya di Pusat Teknologi carried out today by the Center for Energy
Konversi dan Konservasi Energi (PTKKE) Conversion and Conservation (PTKKE)
BPPT, yakni Dynamic Voltage Restorer (DVR) dan BPPT, those are Dynamic Voltage Restorer
Online Monitoring System (OMS) berbasis Smart (DVR) and Smart Meter-based Online Monitoring
Meter. DVR merupakan perangkat untuk merestorasi System (OMS). DVR is an equipment that is used
atau mengkompensasi tegangan listrik beban yang to compensate operating load voltage when sag
beroperasi saat terjadi kedip (sag) pada tegangan or dip occurs in the voltage source. DVR is applied in
sumbernya. DVR digunakan pada daerah industri yang the industrial area since power quality is significantly
membutuhkan kualitas daya yang signifikan dengan needed in order to minimize financial losses due
tujuan mereduksi potensi kegagalan proses produksi to instantaneous voltage sag/dip. Because DVR
yang disebabkan oleh turunnya tegangan sumber listrik can prevent sag/dip on computer-based industrial
sesaat. Karena DVR dapat mencegah kedip tegangan equipment, the financial losses due to production
pada peralatan industri berbasis komputer, maka process failure could be reduced. Moreover, its value
biaya kerugian akibat kegagalan proses produksi dapat of investment is much cheaper and there will not be
ditekan. Selain itu, biaya investasinya jauh lebih rendah maintenance costs.
dan tidak ada biaya perawatan.
The Smart Meter-based OMS is a remote power
OMS berbasis Smart Meter merupakan teknologi quality measurement technology with some purposes:
pengukuran kualitas daya yang dimonitor dari jarak firstly, to facilitate batch measurement for some

20
TEKNOLOGI
TEKNOLOGI
TEKNOLOGI PANGAN/
KELISTRIKAN/
KESEHATAN/
FOOD TECHNOLOGY
ELECTRICAL
HEALTH

Online Monitoring System Based on Smart Meter

jauh dengan tujuan: Pertama, untuk mempermudah remote measurement points and reduce accident
pengukuran beberapa titik sekaligus yang berjauhan risks. Secondly, electricity feed-in tariff will be more
dan mengurangi resiko kecelakaan kerja. Kedua, tarif accountable. With Smart Meters, power factor and
pemanfaatan energi listrik lebih akuntabel. Dengan power quality factors such as harmonics can be
Smart Meter, faktor daya dan faktor kualitas daya calculated at once in one bill, so both the electric energy
seperti harmonisasi dapat dihitung sekaligus dalam satu service providers (utility) and the customer (user)
tagihan, sehingga penyedia jasa energi listrik (utility) have the same rights and obligations in the electricity
dan pelanggan (user) sama-sama memiliki hak dan business. And lastly, to support smart grid technology.
kewajiban yang sama dalam bisnis ketenagalistrikan. With Smart Meter-based OMS, from the providers/
Dengan OMS berbasis Smart Meter, dari penyedia/ utility (supply), the transmission network (grid), and
pembangkit (demand) semuanya terintegrasi dalam the customers (demand) are all integrated in one
satu jaringan komunikasi data sehingga informasi data communication network so that information
tentang perilaku pemasok dan konsumen berlangsung about the behavior of suppliers and consumers runs
secara otomatis untuk meningkatkan efisiensi, automatically to improve the efficiency, reliability,
keandalan, ekonomi dan keberlanjutan produksi dan economy, and sustainability of the production and
distribusi listrik. distribution of electricity.

Kepala Program/Program Director: Pusat Teknologi Konversi dan Konservasi Energi


Ged.Teknologi V (625) Klaster 5 Puspiptek, Serpong 15314
Dr. Ferdi Armansyah Telp/Fax: 021-75791354 - 75791366 21
e-Mail: ferdi.armansyah@bppt.go.id
21
ANNUAL REPORT 2014

Pengembangan Smart Building untuk Ketahanan Energi Nasional


Development of Smart Building for National Energy Security

B B
angunan gedung merupakan pengguna uildings are one of large energy users,
energi yang sangat besar, khususnya di particularly in the commercial sector and
sektor komersial dan rumah tangga yang households that consume about 35% of the
mengkonsumi sekitar 35% dari total penggunaan total national energy use (OEI BPPT, 2014). Counting
energi nasional (OEI BPPT, 2014). Jika dilihat dari only for electrical energy, consumption of both
energi listrik yang dikonsumsi kedua sektor tersebut sectors occupies 65% of the total electrical energy
menempati 65% dari total penggunaan energi listrik usage in Indonesia. So far, existing buildings in
di Indonesia. Selama ini Bangunan gedung yang ada Indonesia are designed and built with conventional
di Indonesia dirancang dan dibangun dengan metode methods, which do not to take into account the aspect of
konvensional yang cenderung tidak memperhitungkan energy efficiencies and makes it difficult to suppress the
aspek hemat energi sehingga sulit untuk menekan use of energy during the operation.
penggunaan energi pada saat operasinya.
The development of Smart Building conducted by
Kegiatan pengembangan Smart Building oleh BPPT PTKKE-BPPT aims to optimize and improve the
bertujuan untuk melakukan optimasi dan peningkatan efficiency of energy use in buildings through passive
efisiensi penggunaan energi di bangunan gedung melalui building design optimization and application of
optimasi disain pasif gedung serta aplikasi teknologi energy-saving technologies. At this early stage of
hemat energi. Pada tahap awal ini kegiatan difokuskan development, activities are focused on developing
pada pengembangan demand control system untuk demand control system for commercial buildings that
gedung-gedung komersial yang sudah berdiri (existing have been established (existing building). The control
building). Prototipe sistem kontrol tersebut dipasang system prototype installed at BPPT Energy Building
di Gedung Energi BPPT, Ged. 625, Kawasan Puspiptek 625, in Puspiptek, Tangerang Selatan.
Tangerang Selatan.


Pemodelan Gedung/Modeling of Building Pengukuran Konsumsi Energi/ Energy consumption measurement

22
TEKNOLOGI
TEKNOLOGI
TEKNOLOGI PANGAN/
KELISTRIKAN/
KESEHATAN/
FOOD TECHNOLOGY
ELECTRICAL
HEALTH

Fitur dari teknologi yang dikembangkan mencakup Features of the technologies include energy usage
sistem monitoring penggunaan energi dan sistem monitoring systems and automation systems for
otomasi untuk pencahayaan dan tata udara. Ke depan lighting and air conditioning. In the future this
sistem ini akan dikembangkan untuk High Rise Building system will be developed for High Rise Building and
dan mengintegrasikannya ke dalam sistem pemantauan integrating it into energy usage monitoring system for
penggunaan energi untuk semua gedung milik BPPT. all buildings belonging to the BPPT.

Hasil dari kegiatan di tahun 2014 adalah 1 set prototipe The results of activity in 2014 is one set of prototype
sistem kontrol untuk smart building yang diaplikasikan for the smart building control systems applied in
di gedung 625 BPPT, kawasan Puspiptek Tangerang BPPT Energy Building No. 625, Puspiptek, Tangsel.
Selatan. Sebagai pengembangan ke depan diharapkan In the future, these technologies will be developed so
teknologi tersebut dapat dimanfaatkan di seluruh that it can be used in all buildings belong to BPPT,
gedung-gedung milik BPPT baik gedung pusat maupun both central building and the existing buildings in the
gedung yang ada di kawasan Puspiptek. Selain itu ke Puspiptek. In addition, collaboration with Developers
depan akan dijajaki kerjasama dengan pengembang will be explored for application of Smart Building
untuk aplikasi Smart Building pada bangunan- Technologies on new buildings. Wide utilization of
bangunan yang baru. Pemanfaatan teknologi Smart Smart Building technology will have big impact on
Building secara luas dapat berdampak pada penurunan national energy intensity reduction in the commercial
intensitas energi secara nasional di sektor komersial and domestic sectors.
dan rumah tangga.
This activity is a form of BPPTs role as a provider of
Kegiatan ini merupakan wujud dari peran BPPT technology solutions for energy savings in buildings.
sebagai penyedia solusi teknologi untuk penghematan Technology services resulting from these activities
energi di gedung. Pelayanan teknologi yang dihasilkan include feasibility studies, design of control systems
dari kegiatan ini meliputi studi kelayakan, disain and monitoring applications of energy in buildings,
aplikasi sistem kontrol dan monitoring energi di energy efficient building design modeling and provide
gedung, pemodelan disain gedung hemat energi dan recommendations on appropriate technology solutions
memberikan rekomendasi berupa solusi teknologi yang to improve the efficiency of energy use in commercial
tepat untuk meningkatkan efisiensi penggunaan energi buildings.
di gedung komersial.
Users /partners
Pengguna/mitra kerja Users of the results of this activity at the moment is the
Pengguna dari hasil kegiatan ini pada saat ini adalah building
pengelola gedung BPPT. Sebagai potensial mitra kerja
adalah pengembang dan pengelola gedung komersial.

Kepala Program/Program Director: Pusat Teknologi Konversi dan Konservasi Energi


Ged.625 Energi Lt.2 Klaster V, Puspiptek Serpong, 15314
Dr. Edi Hilmawan
Telp/Fax : 021-7579-1366 23
e-Mail: edi.hilmawan@bppt.go.id 23
ANNUAL REPORT 2014

Pengembangan Teknologi PLTP Skala Kecil


Development of Small Scale Geothermal Power Plant Technology

Proses penguapan di perpipaan/Steam flushing prosess in pipeline

P D
rogram pengembangan teknologi Pembangkit evelopment of small scale geothermal
Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) skala power plant programs in BPPT is one of
kecil di BPPT merupakan salah satu program the national priority program in the field of
prioritas nasional Pemerintah di bidang energi, energy and focused on the development of condensing
dengan fokus pada pengembangan teknologi turbine and binary cycle technologies. The program
condensing turbine dan binary cycle melalui involves national manufacturing industries with the
kerjasama dengan industri manufaktur dalam negeri target to increase the local content to the maximum
dengan target meningkatkan tingkat kandungan dalam level.
negeri (TKDN) secara maksimal.
The pilot plant of 3 MW condensing turbine type
Pilot plant PLTP condensing turbine dengan kapasitas geothermal power plant has been built at Kamojang
3 MW telah dibangun di lapangan panas bumi geothermal field in cooperation with PT. Pertamina
Kamojang, Jawa Barat, melalui kerjasama dengan PT. Geothermal Energy (supplying the steam) and
Pertamina Geothermal Energy (suplai uap panas bumi) West Java Natural Resource Conservation Bureau
dan Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Jawa (providing the site). Another pilot plant of a 100 kW
Barat (menyediakan lahan), serta PT. PLN (penyaluran binary cycle type has also been built in Wayang Windu
listrik), sedangkan pilot plant PLTP binary cycle dengan geothermal field in cooperation with Star Energy
kapasitas 100 kW telah dibangun di lapangan panas Wayang Windu Geothermal Ltd. (supply the brine and
bumi Wayang Windu, Jawa Barat, melalui kerjasama provide the site). At present both pilot plants are being
commissioned and tested.

24
TEKNOLOGI
TEKNOLOGI
TEKNOLOGI PANGAN/
KELISTRIKAN/
KESEHATAN/
FOOD TECHNOLOGY
ELECTRICAL
HEALTH

Penyetelan alat ukur PLTP 3 MW/ Adjustment of measuring instruments in PLTP 3 MW

dengan Star Energy Geothermal Ltd. (menyediakan The small scale geothermal power plants developed
brine dan lahan). Saat ini kedua pilot plant tersebut by BPPT has a huge potential to substitute diesel
dalam tahap commissioning dan pengujian kinerja. generators located in areas which have abundantly
geothermal resources, such as Nusa Tenggara and
PLTP skala kecil yang dikembangkan oleh BPPT Maluku. According to the study conducted by BPPT and
ini mempunyai potensi yang sangat besar untuk Ministry of Research and Technology in 4 provinces of
mensubstitusi PLTD, terutama di Indonesia Bagian West Nusa Tenggara, East Nusa Tenggara, Maluku
Timur yang mempunyai banyak potensi sumber panas and North Maluku, there are many small units of
bumi seperti Nusa Tenggara dan Maluku, akan tetapi diesel generator (the capacity of less than 5 MW per
pada saat ini pembangkit listrik di daerah tersebut unit) with a total of more than 200 MW that can be
masih didominasi oleh PLTD. Menurut hasil studi substituted by small scale geothermal power plants,
yang telah dilakukan oleh BPPT bersama-sama dengan and they can save of fossil fuels for more than Rp. 1.1
Kementerian Ristek di Provinsi NTB, NTT, Maluku trillions annually.
dan Maluku Utara, terdapat PLTD dengan unit-unit
kecil dengan kapasitas < 5 MW dengan total kapasitas
200 MW lebih yang dapat disubstitusi oleh PLTP skala
kecil. Substitusi ini dapat menghemat penggunaan BBM
sebesar lebih dari Rp. 1,1 trilyun per tahun.

Instalasi perpipaan/ Pipeline installation

Kepala Program/Program Director: Pusat Teknologi Konversi & Konservasi Energi


Dr. Taufan Surana Ged. .625 Energi, Lt.2 Klaster V, Puspiptek, Serpong 15314
Telp/Fax : 021-7579-1366
25
e-Mail: taufan.surana@bppt.go.id 25
ANNUAL REPORT 2014

Pemanfaatan Komersial Energi Angin


Wind Energy Commercial Development

S A
ebagai bentuk dukungan terhadap program s part of the support to the governments
pemerintah dalam menurunkan emisi gas program in reducing the green-house gas
rumah kaca, BPPT menjalankan Proyek Wind emission, BPPT implemented the Wind
Hybrid Power Generation (WHyPGen) untuk Hybrid Power Generation Project (WHyPGen)
mendorong pemanfaatan energi angin sebagai sumber which aims to promote the development of wind
energi terbarukan yang ramah lingkungan. energy as one of environment friendly energy
resources.
Sejak tahun 2012, BPPT telah berhasil memetakan
potensi energi angin di 19 lokasi yang tersebar di 13 Since 2012, BPPT has been successfully mapping the
propinsi di Indonesia dengan total potensi sebesar 960 wind energy potency at 19 locations that spread in
MW. Pemetaan ini dilaksanakan melalui wind resources 13 provinces in Indonesia with the total potential of
assessment dengan menggabungkan data yang diperoleh 960MW. The mapping was conducted through wind
melalui pengukuran in-situ, survey lapangan dan data resources assessment by combining data from the
satelit. Validasi data in-situ dilakukan di Sumba Timur site measurement, field survey and satellite. Data
dan Banten. validations through site measurements were conducted
at East Sumba and Banten.

Data acquisition from anemometer tower at Sumba,


East Nusa Tenggara

26
TEKNOLOGI
TEKNOLOGI
TEKNOLOGI PANGAN/
KELISTRIKAN/
KESEHATAN/
FOOD TECHNOLOGY
ELECTRICAL
HEALTH

Dalam rangka mendorong terimplementasinya In order to encourage the implementation of wind


Pembangkit Listrik Tenaga Angin/Bayu (PLTB) skala power generation in commercial scale, BPPT provided
komersial, BPPT telah memberikan dukungan teknis technical support to PT. PLN (Persero) in reviewing
kepada PT. PLN (Persero) dalam review dan evaluasi and evaluating the 50 MW commercial scale wind farm
proposal proyek wind farm skala komersial 50 MW proposal at Yogyakarta. This certainly very strategic
di Yogyakarta. Sebagai proyek komersial energi angin as it is the first wind project in commercial scale so far
pertama di Indonesia, tentunya ini sangat strategis in the country. Therefore, BPPT facilitated meeting and
terhadap pengembangan dan pemanfaatan teknologi discussion between the related stakeholders through a
PLTB, sehingga BPPT memfasilitasi pertemuan dan High Level Meeting. To increase the capacity of wind
diskusi mendalam antara para pemangku kepentingan energy and wind power technology, visit to observe the
terkait pada kegiatan High Level Meeting. Dan untuk development phase of wind farm had been held to Boco
lebih meningkatkan kapasitas mengenai energi angin Rock Wind Farm, Australia. Through the activities, it
dan teknologi PLTB, kunjungan untuk melihat langsung is expected that the stakeholders will be more confident
proses pembangunan wind farm pun dilaksanakan ke in taking decisions and making policies supporting the
Boco Rock Wind Farm, Australia. Melalui kegiatan ini wind development in Indonesia.
diharapkan para pemangku kepentingan dapat lebih
percaya diri dalam mengambil keputusan ataupun
kebijakan yang mendukung pemanfaatan energi angin
di Indonesia.

Kunjungan tahap pembangunan Boco Rock Wind Farm, Australia/ Visit to the development phase of Boco Rock Wind Farm, Australia

Kepala Program/Program Director: Balai Besar Teknologi Energi


Ged. 626-622 Kawasan Puspiptek, Serpong 15314
Dr. Ir. Andhika Prastawa, MS.EE Telp/fax: 021-7560916/021-756904 27
e-Mail: andhika.prastawa@bppt.com
27
ANNUAL REPORT 2014

Penerapan Teknologi Kogenerasi di Industri dan Pembangkit


Cogeneration Technology Application in Industrial and Power Plant

K T
ebijakan energi utama nasional adalah he main national energy policy is to
dengan melakukan diversifikasi energi dan diversify the national energy and
konservasi energi nasional. Konservasi ene rgy conservation. National energy
energi nasional dilakukan dengan berbagai usaha conservation is carried out with a several of
antara lain melakukan sosialisasi hemat energi, efforts, among others, to disseminate energy-saving,
penerapan teknologi hemat energi dan penerapan implement energy-conservation technology and apply
manajemen energi. Salah satu teknologi penghemat energy management. One of energy-saving technologies
energi yang mempunyai berbagai keunggulan teknis that has many technical advantages is cogeneration
adalah teknologi kogenerasi. Teknologi ini mampu technology. This technology is capable of producing
memproduksi listrik dan energi thermal secara serentak electricity and thermal energy simultaneously making
sehingga lebih efisien. Efisiensi thermal yang diperoleh it more efficient. Thermal efficiency obtained with a
dengan sistem kogenerasi bisa mencapai 80%. Dengan cogeneration system can reach 80%. With such high
efisiensi yang tinggi tersebut maka penerapan teknologi efficiency, the application of cogeneration technology
kogenerasi juga berdampak terhadap pengurangan also impacts the reduction of CO2 emissions into the
emisi CO2 ke lingkungan. environment.

Pemanfaatan panas buang/ Micro turbine utility Pengukuran pada audit energi/ Mesurement on energy audit

BPPT telah melakukan penerapan teknologi kogenerasi BPPT has made the application of cogeneration
melalui pilot project berbasis mesin micro turbine pada technology through micro turbine engines-based pilot
bangunan komersial dan industri. Teknologi tersebut project in commercial and industrial buildings. The
mampu meningkatkan efisiensi dari 25 % menjadi 65% technology is able to increase the efficiency from 25%
serta mengurangi emisi CO2 terhadap lingkungan. to 65% and reduce CO2 emissions to the environment.

28
TEKNOLOGI
TEKNOLOGI BAHAN PANGAN/
BAKAR/
FOOD
FUEL TECHNOLOGY

Penerapan teknologi kogenerasi tersebut ditindaklanjuti The application of cogeneration technology is followed
dengan studi potensi penerapan kogenerasi di industri, up with a study of potential application of cogeneration
pembangkit listrik dan bangunan komersial dengan in industry, power plants and commercial buildings
berbagai pilihan teknologi kogenerasi. with a wide selection of cogeneration technology.

Penerapan teknologi kogenerasi di Industri difokuskan The application of cogeneration technology in industry
pada tujuh sub sektor industri padat energi yaitu focused on seven sub-sectors, namely energy-intensive
: Pulp dan Kertas, Tekstil, Semen, Baja, Makanan industries: Pulp and Paper, Textile, Cement, Steel,
dan Minuman, Keramik, dan Pupuk. Dari hasil studi Food and Beverages, Ceramics, and fertilizer. From the
didapatkan bahwa potensi kogenerasi total dari sektor results of the study showed that the total cogeneration
industri, pembangkit dan komersial berdasarkan potential of the industrial sector, and commercial
data tahun 2012 adalah sebesar 38.518,25 GWh atau plants based on data from the year 2012 amounted to
setara dengan penghematan sebesar 40,4 Trilyun 38518.25 GWh, equivalent to a saving of 40.4 trillion
Rupiah. Penghematan ini setara dengan pengurangan rupiah. This saving is equivalent to a reduction in CO2
CO2 sebesar 30,24 Juta ton CO2 per tahun. Untuk of 30.24 million tons of CO2 per year. To implement this
mengimplementasikan potensi tersebut, estimasi potential, the investment required is estimated at 7.35
investasi yang dibutuhkan adalah sebesar 7,35 Milyar billion US dollars, equivalent to 88.27 trillion rupiah.
US Dollar atau setara dengan 88,27 Trilyun Rupiah.
The output of this activity is recommendation on the
Keluaran dari kegiatan ini adalah rekomendasi application of cogeneration technology nationally for
penerapan teknologi kogenerasi secara nasional untuk the industrial sector, plants and commercial buildings.
sektor industri, pembangkit dan bangunan komersial. With the application of cogeneration technology will
Dengan penerapan teknologi kogenerasi maka akan improve the efficiency of energy use so that industrial/
meningkatkan efisiensi penggunaan energi sehingga plant/ commercial buildings more competitive.
industri/pembangkit/bangunan komersial lebih
kompetitif. In this activity, the BPPT cooperates with PT. Hikari,
PGN, Borobudur and other industries
Dalam kegiatan ini BPPT bekerja sama dengan
PT.Hikari, PGN, Hotel Borobudur dan industri lainnya.

Kepala Program/Program Director: Balai Besar Teknologi Energi


Ged.620-622, Kawasan Puspiptek, Serpong 15314
Ir. Hari Yurismono, M.Eng.Sc Telp/fax: 021-7560916/021-756904 29
e-Mail: yurismono@gmail.com
29
ANNUAL REPORT 2014

Pemanfaatan Pure Plant Oil untuk Bahan Bakar pada


Pembangkit Listrik
Utilization of Pure Plant Oil as Fuel for Power Plants

D I
alam kondisi krisis energi sekarang ini, n the current energy crisis, fuel diversification
diversifikasi bahan bakar menjadi hal yang is indispensable. Utilization of palm oil is one
mutlak dilakukan. Pemanfaatan potensi of the most probable options because Indonesia
minyak nabati berbasis kelapa sawit menjadi pilihan is the largest Crude Palm Oil (CPO) producer in
mengingat Indonesia merupakan penghasil Crude the wor ld (30 million tons per year). Pure Plant
Palm Oil (CPO) yang terbesar di dunia (30 juta ton Oil (PPO) or better known as cooking oil, is proven to
per tahun). Pure Plant Oil (PPO) atau lebih dikenal be able to replace diesel (High Speed Diesel, HSD) as
masyarakat sebagai minyak goreng curah, terbukti fuel for diesel power plant by 50% without incurring
mampu menggantikan solar (High Speed Diesel, significant technical problems.
HSD) sebagai bahan bakar PLTD hingga 50% tanpa
menimbulkan persoalan teknis yang berarti. BPPT developed the utilization of PPO as fuel for gas-
fired power plant in large scale. The early trials using a
BPPT mengembangkan pemanfaatan PPO ke skala yang 1.2 MW power plant owned by BPPT using a mixture of
lebih luas, untuk bahan bakar pada Pembangkit Listrik 5% PPO and 95% diesel gave satisfactory results, where
Tenaga Gas (PLTG). Uji coba awal menggunakan PLTG the requirements of Original Equipment Manufacturer
1,2 MW milik BPPT menggunakan campuran 5% PPO (OEM) is met. This success encourages further trials
dan 95% solar memberikan hasil yang memuaskan, on a larger scale, i.e., the 21 MW Pauh Limo power

Sistem gas turbin generator/Generation turbine gas system

30
TEKNOLOGI
TEKNOLOGI BAHAN PANGAN/
BAKAR/
FOOD
FUEL TECHNOLOGY

dimana persyaratan dari Original Equipment plant owned by PT PLN (Persero) with fuel mixture up
Manufacturer (OEM) mampu dipenuhi. Keberhasilan to 20% PPO and 80% diesel which also resulted in a
ini mendorong uji coba lanjutan dalam skala yang lebih satisfactory test result.
besar, yaitu pada PLTG Pauh Limo 21 MW milik PT PLN
(Persero) sampai dengan campuran bahan bakar 20% The success of this project has potential to generate
PPO dan 80% solar dengan hasil uji yang memuaskan. huge savings. Consumption of diesel fuel at PT PLN
(Persero), around 8 million kiloliter/year, can be
Keberhasilan proyek ini berpotensi menghasilkan partially replaced by PPO at much cheaper price (the
penghematan yang sangat besar. Konsumsi solar di price difference is about Rp. 2.000, - /liter).
PT PLN (Persero) yang besar, yaitu sekitar 8 juta kilo
liter/tahun sebagian dapat digantikan oleh PPO dengan The cooperation Contract No. 047.PJ/ 613/ KITSBS/
harga yang jauh lebih murah (perbedaan harga sekitar 2013 became one of BPPT embodiments as a technology
Rp. 2.000,-/liter). solutions provider, especially in the alternative energy
technologies that are sustainable and environmentally
Kerja sama yang dipayungi Kontrak No. 047.PJ/613/ friendly. The success of these activities also supports
KITSBS/2013 ini menjadi salah satu perwujudan the accomplishment of the mandatory use of biofuels
BPPT sebagai penyedia solusi teknologi, dalam hal ini in the regulation of Minister of Energy and Mineral
teknologi energi alternatif yang berkelanjutan serta Resources No.25 of 2013.
ramah lingkungan. Keberhasilan kegiatan ini juga akan
mendorong terpenuhinya mandatori pemakaian BBN
sesuai Peraturan Menteri ESDM No.25 tahun 2013.

Sistem pencampur PPO dan HSP/ Mixing system of PPO and HSP

Kepala Program/Program Director: Pusat Teknologi Pengembangan Sumber Daya Energi


Ged. 625 Klaster V Puspiptek, Serpong, 15314
Dr. Ir. Adiarso, M.Sc. Telp/Fax: 021-75791355 31
e-Mail: adiarso@bppt.go.id
31
ANNUAL REPORT 2014

Teknologi Produksi Bioetanol sebagai Solusi Krisis Bahan Bakar


Bioetanol Production Technology as a Solution to the Fuel Crisis

Teknologi Budidaya Tebu/ Technology of sugar cane plant

P T
eningkatan kebutuhan energi nasional yang he incrise of national energy need which
diiringi dengan peningkatan impor BBM is accompanied by an increase in fuel
berdampak negatif terhadap perekonomian. import negatively impact the economy.
Penerapan penggunaan bioetanol sebagai bahan The application of the use of bioetanol as fuel
bakar akan dapat membantu secara nyata menekan will be able to significantly help suppress the
kebutuhan impor tersebut. Akan tetapi pada saat ini import demand. But at this point the production cost
ongkos produksi bioetanol di dalam negeri lebih tinggi of domestic bioetanol is higher than the price refering
dari harga yang mengacu pada harga internasional, to the international price, so the program of bioetanol
sehingga program pemanfaatan bioetanol sebagai bahan utilization as fuel is not developing. The above prices
bakar tidak berkembang. Hal tersebut di atas terutama are primarily caused by expensive raw materials and
diakibatkan oleh harga bahan baku yang mahal dan energy sources that still rely on fossil energy.
sumber energi yang masih mengandalkan energi fosil.
Related to the above case, BPPT have been developing
Berkaitan dengan mengatasi masalah tersebut di the technology of utilization of various raw materials
atas BPPT telah melakukan pengembangan teknologi for the production of bioethanol. One of the raw
pemanfaatan aneka bahan baku untuk produksi materials that is currently being developed for the
bioetanol. Salah satu bahan baku yang saat ini production of bioethanol is sugar canes. By using of
dikembangkan untuk produksi bioetanol adalah this raw material, we have made many improvements
tebu. Menggunakan bahan baku ini telah dilakukan effort in productivity and process efficiency using the
upaya peningkatan produktifitas dan efisiensi proses continues fermentation system and optimization of
menggunakan sistem fermentasi sinambung dan the utilization of biomass in the bioethanol production
optimalisasi pemanfaatan biomasa dalam sistem system. Bioetanol production profits from sugar cane

32
TEKNOLOGI
TEKNOLOGI BAHAN PANGAN/
BAKAR/
FOOD
FUEL TECHNOLOGY

produksi bioetanol. Keuntungan produksi bioetanol dari is mainly its biorefinery cycles which is very easy to be
tebu terutama adalah siklus biorefinery-nya yang sangat applied, starting from the preparation of raw materials
mudah untuk diterapkan mulai dari penyiapan bahan up to the production process. Bioethanol production
baku sampai dengan proses produksinya. Integrasi integration with ruminant livestock promising high
produksi bioetanol dengan peternakan ruminansia economic level. Solid waste produced, in addition to the
menjanjikan keekonomian yang tinggi. Limbah padat biomass energy content that can fullfill the needs of its
yang dihasilkan, selain memiliki kandungan energi process energy, can also be used for feed component of
biomasa yang dapat mencukupi kebutuhan energi ruminant. The output of these activities in the form of
prosesnya, juga dapat dimanfaatkan untuk komponen technology recommendation that includes an increase
pakan. Keluaran kegiatan ini berupa rekomendasi in the productivity of the raw material plant, the
teknologi yang mencakup peningkatan produktivitas efficiency of the production process, as well as the rest
tanaman bahan baku, peningkatan efisiensi proses of utilization of biomass for animal feed. This biomass
produksi serta pemanfaatan sisa biomasa untuk pakan utilization technology will improve the competitiveness
ternak. Teknologi pemanfaatan biomasa ini akan of the bioethanol industry so that it can enlarge the
meningkatkan daya saing industri bioetanol sehingga opportunities in incrising of the national production
dapat memperbesar peluang peningkatan kemampuan capacity of bioethanol and bring bioetanol closer to the
produksi bioetanol nasional dan mendekatkan pada realization of its use as fuel.
realisasi penggunaannya sebagai bahan bakar.
BPPT carried out these activities conducted in
BPPT melaksanakan kegiatan ini bekerja sama dengan collaboration with CV. Krishna which act ed
CV. Kresna yang berperan sebagai pengguna teknologi as technology users and the supplted of sugar
budidaya dan penyediaan bahan baku tebu. Sejalan cane raw materials. In line with this program
dengan itu juga mengupayakan pemanfaatan fasilitas , BPPT maintains bioethanol pilot plant facility
Pilot Plant Bietanol dengan kesiapan peralatan dalam utilization with the readiness of the equipment within
rangka realisasi kerjasama pengoperasian pilot plant the framework of realization of the joint operation of
dengan PT. Pertamina. the pilot plant with PT Pertamina.

Propagasi Khamir untuk Fermentasi Bioetanol/ Propagation khamir for


Bioethanol fermentation

Kepala Program/Program Director: Balai Besar Teknologi Pati


Kampung Negara Bumi Ilir, Kec. Anak Tuha, Lampung
Dr. Ir. Agus Eko Tjahjono, M.Eng. Telp/Fax: 0725-6440204 / 0725-2102233 33
e-Mail: agus.eko@bppt.go.id
33
ANNUAL REPORT 2014

Pengkajian Metoda Estimasi QoE


QoE Estimation Methods Assessments

Q Q
oE (Quality of Experience) merupakan suatu uality of Experience (QoE) is a measure of
ukuran Nilai kualitas layanan yang dirasakan a customers experiences with a service,
oleh pengguna (user), khususnya layanan especially a computer networks service as
jaringan komputer sebagai fokus kegiatan ini. Nilai the focus of this research activity. This measure is
ini menjadi penting karena perilaku pengguna saat important as the behavior of users today in which
ini adalah meninggalkan layanan yang buruk tanpa they just leave a bad service with no comments (no
memberikan masukan atau komplain. survei melalui complains, no inputs). Taking a survey through the use
penyebaran kuesioner menjadi sesuatu yang mustahil of questionaires is impossible. This happens as there are
dilaksanakan. Hal ini terjadi karena tersedianya banyak some service alternatives with the same type available
alternatif layanan yang sejenis. Pengguna akan puas out there. The user will be satisfied when the quality
bila tingkat kualitas layanan yang diberikan (QoE) level of a provided service (QoE) is in accordance
sesuai dengan harapannya. QoS (Quality of Service) with his/her expectations. Quality of service (QoS)
merupakan nilai kualitas jaringan komputer yang bisa is the overall performance of a computer network,
diukur menggunakan alat ukur standar. Penentuan particularly the performance seen by the users of
metoda estimasi QoE melalui nilai QoS menjadi penting the network measured through the use of a standard
sehingga para penyedia layanan bisa mendapatkan nilai measurement tool. Determination of QoE estimation
kualitas QoE sebelum diimplementasikan. method through QoS value becomes important that
the service provider can obtain the QoE quality value
before it is implemented.

34
TEKNOLOGI
TEKNOLOGI INFORMASI PANGAN/
DAN KOMUNIKASI/
INFORMATION AND COMMUNICATION TECHNOLOGY
FOOD TECHNOLOGY

Keluaran aktivitas ini berupa suatu metoda estimasi QoE The output of this activity is in the form of a QoE
yang bisa diterapkan untuk mendapatkan nilai kualitas estimation method that can be applied to get the value
QoE suatu layanan jaringan komputer. Pemanfaatan of the quality of the QoE for a computer network service.
metoda estimasi QoE oleh penyedia layanan jaringan Utilization of QoE estimation method by the network
akan memudahkan penentuan Nnlai kualitas QoE service provider will facilitate the determination of the
sebelum layanannya diberikan ke para penggunanya. quality of the QoE value before the service provided to
Para pengguna akan merasa puas bila layanan yang users. The users will be satisfied if the services provided
diberikan sesuai dengan harapannya, sehingga tidak is in accordance with expectations. Thus, they no
diperlukan lagi untuk mencari alternatif layanan longer need to seek other alternative services. When
lainnya. Bila pengguna merasa puas dengan layanan the user is satisfied with the given network services, it
jaringan yang diberikan bisa diartikan bahwa layanan means that the given services are optimal.
yang diberikan sudah optimal.

Sejalan dengan peran BPPT sebagai penyedia solusi In line with BPPT role as a provider of technology
teknologi, diharapkan metoda estimasi QoE ini, baik solutions, it is expected this QoE estimation method,
melalui pengukuran pada jaringan riil atau simulasi, either through measurements on real or simulated
bisa diterapkan oleh para penyedia layanan komunikasi network, can be implemented by the multimedia
multimedia, khususnya untuk QoE layanan video. communication service providers, particularly for
Dengan perannya ini juga BPPT dapat membantu QoE video services. With this role, BPPT can also
memberikan bantuan teknis bagi penyedia layanan help to provide technical assistance for multimedia
komunikasi multimedia sehingga para penyedia layanan communication service providers so that these service
ini bisa menetapkan kualitas suatu layanan sebelum providers can define the quality of a service before it is
diberikan ke para pelanggannya. given to the customers.

Sosialisasi hasil kegiatan ke komunitas perguruan tinggi Socialization of activities to universitys community and
dan operator layanan telah menarik minat mereka service operators have attracted them to participate in
untuk ikut mengembangkan dan memanfaatkan metoda developing and utilizing the QoE estimation method
estimasi QoE untuk layanan video ini. Penjajakan yang for this video services. Assessment leading to the
mengarah kepada pembentukan kerja sama riset dan establishment of a join research and development has
pengembangannya telah dilakukan baik ke komunitas been carried out either to universitys community or
perguruan tinggi maupun operator layanan jaringan. network service providers.

Kepala Program/Program Director: Pusat Teknologi Informasi dan Komunikasi


Ged.Teknologi 3 lt. 3, Kawasan Puspiptek, Serpong 15314
Kelik Budiana, M.Kom Telp: 021.75791260/Fax : 021.75791284 35
e-Mail: kelik.budiana@bppt.go.id
35
ANNUAL REPORT 2014

Rekomendasi Sistem Pemilu Elektronik


Recommendation of e-Voting System

Sertifikasi Panitia Pilkades e-Voting oleh Perguruan Tinggi Lokal/


Certificated of e-Voting village elections

V
illages Act Number 6 Year 2014 which
was enacted early 2014 would bring
sig nificant implications for the accelerated
development of more prosperous villages. The
village head position becomes very strategic
with the rights and obligations are very clear and
the village head who is directly elected by the people
is a form of democracy that is the most important and
Sosialisasi pada Pemilih Pilkades di Musi Rawas, 2014/ Sosialization
of Legeslative elections in Musi Rawas, 2014 fundamental democratic education for the community.
This emphasis is cleary shown by statement of the

U
ndang-undang Desa Nomer 6 Tahun 2014 village head thats he would uphold democracy and the
yang diberlakukan awal tahun 2014 ini akan Act of 1945 and other laws applicable in Indonesia.
membawa dampak yang sangat penting bagi
percepatan pembangunan desa yang lebih sejahtera. BPPTs role as assessor institute of technology
Jabatan Kepala Desa menjadi sangat strategis dengan and technological solutions have motivated local
hak dan kewajiban yang sangat jelas dan kepala desa governments in order to innovate through the
yang dipilih langsung oleh masyarakat merupakan implementation of direct, general, free, secret, honest
wujud demokrasi yang paling penting dan menjadi and fair village elections using the information and
pendidikan demokrasi mendasar bagi masyarakat. communication technologies, that village elections take
Penekanan ini tampak nyata dalam sumpah penetapan place accurately and quickly as well as transparent
kepala desa yang menyatakan akan menegakkan and accountable (can be accounted for truth) to
kehidupan demokrasi dan Undang-Undang Dasar 1945 anticipate conflict which often happens. Potential
serta peraturan perundangan lainnya yang berlaku di conflicts are expected to increase with the Village Act.
Indonesia. For that role, BPPT provide technological solutions

36
TEKNOLOGI
TEKNOLOGI INFORMASI PANGAN/
DAN KOMUNIKASI/
INFORMATION AND COMMUNICATION TECHNOLOGY
FOOD TECHNOLOGY

Peran BPPT sebagai lembaga pengkaji teknologi dan have been published in the form of Guidelines Technical
solusi teknologi telah memotivasi pemerintah daerah Recommendation Implementation of e-Voting in
agar melakukan inovasi melalui penyelenggaraan elections in the Indonesian village thorough and
pemilihan kepala desa yang luber jurdil menggunakan complete and preparation strategies ranging from the
teknologi informasi dan komunikasi sehingga technical side, the law, organizers, voters and costs,
pemilihan kepala desa berlangsung secara akurat and is based on implementation experience in 17 times
dan cepat serta transparan dan akuntabel (dapat village elections with e-Voting. This book is expected to
dipertanggungjawabkan kebenarannya) untuk be a guideline for the implementation of the elections
mengantisipasi konflik yang sering terjadi. Potensi in more than 80,000 villages in Indonesia in order to
konflik diperkirakan akan meningkat dengan adanya produce a more democratic village head.
UU Desa tersebut. Untuk itu peran BPPT memberikan
solusi teknologi telah menerbitkan Rekomendasi Further guidance on the regulation is expected to be
Teknis berupa Pedoman Implementasi e-Voting dalam the Election Commission in the implementation in the
Pemilihan Kepala Desa di Indonesia yang menyeluruh district elections as mandated in Perppu 1 2014 which
dan lengkap serta strategi penyiapannya mulai dari already accommodate direct election using electronic
sisi teknis, hukum, penyelenggara, masyarakat devices. For national elections e-Recapitulation pilot
pemilih dan biaya, serta disusun berdasarkan test in legislative elections in 564 polling stations
pengalaman implementasi di 17 kali pilkades dengan have been conducted in Pekalongan city. The result
e-Voting. Diharapkan buku ini menjadi pedoman bagi is expected to be a reference in the improvements
penyelenggaraan pilkades di lebih dari 80.000 desa di of Legislative Election system that is accurate, fast,
Indonesia agar menghasilkan Kepala Desa yang lebih honest, transparent and accountable.
demokratis.

Selanjutnya diharapkan rekomendasi teknis tersebut


menjadi pedoman pada peraturan Komisi Pemilihan
Umum dalam implementasinya di Pilkada sesuai
amanat Perppu Nomer 1 Tahun 2014 yang sudah
mengakomodir cara pemilihan langsung menggunakan
perangkat elektronik. Untuk pemilu nasional telah
dilaksanakan Uji petik e-Rekapitulasi pada pemilihan
legislatif di 564 TPS kota Pekalongan yang diharapkan
menjadi acuan KPU dalam perbaikan sistem Pemilu
Legislatif yang akurat, jujur dan cepat serta transparan
akuntabel.

Uji petik e-Rekapitulasi di 564 TPS kota Pekalongan pada Pemilihan


Legislatif 2014/ e-Recapitulation pilot test in legeslative elections in
564 polling stations in Pekalongan City.

Kepala Program/Program Director: Pusat Teknologi Informasi dan Komunikasi


Ged. Teknologi 3 Lt. 3, Kawasan Puspiptek, Serpong 15314
Andrari Grahitandaru Telp: 021.75791260 Fax : 021.75791284 37
e-Mail: andrari.grahitandaru@bppt.go.id
37
ANNUAL REPORT 2014

Rekomendasi Teknologi Communication Navigation Surveillance/


Air Traffic Management
Recommendaton on Communication Navigation Surveillance/
Air Traffic Management Technology

Peralatan ADS-B receiver/ADS-B receiver equiepment Tampilan ATC berbasis ADS-B/Display of ATC based on ADS-B

T T
ujuan kegiatan ini adalah berpartisipasi he objective of this project is to participate
dalam menjaga kedaulatan atas ruang udara in maintaining Indonesias sovereignty
Indonesia dengan menyiapkan implementasi over the air space by setting up an
teknologi New CNS/ATM yang dibutuhkan untuk implementation of New CNS/ ATM technology
peningkatan kualitas layanan bagi penerbangan needed to improve the quality of service for civil
sipil dengan meningkatkan keselamatan dan efisiensi aviation by improving the safety and efficiency of the
penggunaan ruang udara serta meningkatkan air space and to improve the nation ability in CNS/
kemandirian bangsa. ATM Technology.

Pengembangan sistem pemantauan nir radar ini sejalan Development of non radar monitoring system is in line
atas kebijakan organisasi penerbangan sipil dunia atau with the International Civil Aviation Organisations
International Civil Aviation Organisation (ICAO) yang policies (ICAO), which requires the use of ADS-B
mensyaratkan penggunaan teknologi ADS-B sebagai technology as a replacement for the existing radar
pengganti sistem radar yang ada. system.

Sistem pemantauan penerbangan sipil berbasiskan This Air Traffic Monitoring System based on ADS-B
ADS-B terdiri atas tiga sub sistem yaitu sub sistem consists of three sub-systems, namely ADS-B Receiver
penerima/receiver, sub sistem ADS-B Data processor sub-system, ADS-B data processor (ADP) sub system
(ADP) dan sub sistem display/MMI (Man and Machine and display /MMI (Man and Machine Interface) sub-
Interface). Sub sistem receiver menerima sinyal yang system. The ADS-B Receiver Sub-system receives
dipancarkan secara broadcast dari perangkat di pesawat broadcast signals emitted from the device in an

38
TEKNOLOGI
TEKNOLOGI INFORMASI PANGAN/
DAN KOMUNIKASI/
INFORMATION AND COMMUNICATION TECHNOLOGY
FOOD TECHNOLOGY

udara yang disebut transponder dan melakukan proses aircraft called a transponder and Process the signal to
terhadap sinyal menjadi data yang siap pakai dengan data in accordance to the standard format defined as
format yang standard ASTERIX 21 yang ditetapkan Asterix 21 Euorocontrol data ready. The methods and
EUROCONTROL. Metode dan proses pengolahan processes are conducted following the International
sinyal sendiri mengacu kepada standard internasional standard RTCA DO 260A.
RTCA DO 260A.

Pengembangan sistem pemantauan ini mengacu Development of the Air Traffic Monitoring System,
sepenuhnya kepada standar internasional RTCA dengan refers entirely to the international standard RTCA by
mempertimbangan aspek kemampuan pemenuhan considering aspects of the fulfillment capabilities and
perangkat dan komponen yang sejauh mungkin components as far as possible increase the level of
meningkatkan tingkat kandungan dalam negeri. Sistem domestic content. The system is also very suitable to be
ini juga sangat cocok diterapkan di daerah daerah di applied in the area which has the geographical contours
Indonesia yang memiliki kontur geografis pegunungan consisting mountains where the radar system can not
dimana sistem radar tidak dapat berfungsi dengan function optimally as in Papua and the surrounding
optimal seperti di daerah Papua dan sekitarnya. area.

Sistem pemantauan penerbangan sipil berbasis The Civil aviation monitoring system based ADS-B
ADS-B ini telah diujicobakan dan hingga kini masih has been tested and is still operated at the Ahmad
dioperasikan di bandara Ahmad Yani Semarang yang Yani Airport and Husein Sastranegara Airport which
tidak memiliki visualisasi data-data penerbangan dari do not have Radar display. This system was proved
sistem radar. Sistem ini terbukti sangat membantu to be very useful for the Air Traffic Controls operator
para operator bandara. Operator yang selama ini hanya The operators only knew the position of an aircraft by
mengetahui keberadaan pesawat dari komunikasi suara voice communication with a pilot, then the existence
dengan pilot, maka dengan adanya sistem pemantauan of this monitoring system the operator can know/see
ini operator dapat mengetahui/melihat pergerakan aircraft movements accurately to create a scenario
pesawat secara akurat hingga membuat skenario antrian aircraft landing queue in accordance with operating
pendaratan pesawat sesuai dengan prosedur operasi procedures correctly.
dengan benar.

BPPT mengkaji dan menerapkan teknologi ADS-B BPPT carries out the development and implement
agar dapat menjadi model yang dapat diproduksi ADS-B technology in order to be a model that can be
oleh industri dalam negeri. Dari aspek ekonomi, produced by the domestic industry. In economic terms,
biaya realisasi sistem ADS-B, operasional hingga the cost of realization of the ADS-B system, operational
perawatannya jauh lebih rendah dari sistem radar. Atas until treatment is far lower than the radar system.
dasar pertimbangan tersebut dan dan ditambah dengan With these considerations and with the large number
banyaknya bandara non radar di Indonesia, maka of non-radar airport in Indonesia, the market potential
potensi pasar sistem ADS-B ini menjadi sangat atraktif for ADS-B systems have become very attractive to
untuk industri nasional. national industries.

Kepala Program/Program Director: Pusat Teknologi Informasi dan Komunikasi


Ged. Teknologi 3 Lt.3, Kawasan Puspiptek, Serpong, 15314
Widrianto Telp./fax : 021-75791260/ 021-75791284 39
e-Mail: widrianto.sih@bppt.go.id
39
ANNUAL REPORT 2014

Pengembangan Cloud Computing Untuk Mendukung Jarsinas dan


Percepatan Implementasi e-Government
The Cloud Computing Development Program To Support Jarsinas and
To Accelerate Implementation of eGovernment

I T
de pengembangan Cloud Computing ini adalah he development idea of Cloud Computing
membangun jaringan komputasi awan antar is to build cloud computing network
instansi pemerintah dalam rangka meningkatkan among government agencies in order to
efisiensi (mudah, murah dan cepat), keamanan sistem improve efficiency (easy, cheap and fast), secure system
(security), dan ketersediaan layanan (availability) (security), and the availability of services in order
dalam rangka mendukung percepatan implementasi to support the acceleration of the implementation of
e-Government di pemerintah pusat dan daerah serta e-Government in central and local governments as well
mendukung program Jaringan Inovasi Nasional as to support national innovation network program
(JARSINAS) sebagai intermediasi online antar (JARSINAS) as an online intermediary between the
komponen sistem inovasi nasional. components of the national innovation system.

Hasil yang didapatkan adalah instalasi dan operasional The results obtained are the installation and operation
cloud computing berserta sistem pengamanannya serta of cloud computing along with the security system
Portal penelusuran informasi terkait semua isu inovasi as well as information search portal related to all

40
TEKNOLOGI
TEKNOLOGI INFORMASI PANGAN/
DAN KOMUNIKASI/
INFORMATION AND COMMUNICATION TECHNOLOGY
FOOD TECHNOLOGY

nasional. Implementasi cloud di pemerintah daerah issues of national innovation. It turns out that cloud
ternyata membutuhkan pendampingan pengembangan implementation in local government need assistance
tatakelola e-Government. the development of the governance of e-Government.

Hasil kegiatan: Results (outcome) of the activity:


1. Kemudahan kolaborasi antar komponen SINAS 1. Ease of collaboration among SINAS components
2. Kemudahan pemerintah pusat dan daerah dalam 2. Ease of central and local governments in
mengembangkan e-Government-nya terutama developing e-Government especially in terms of the
dalam hal ketersediaan layanan infrastruktur TIK availability of ICT infrastructure services
3. Pengembangan Sistem Informasi manajemen dan 3. Development of easy, cheap, effective and efficient
tatakelola e-Government yang mudah, murah dan Information Systems Management and governance
efektif dan efisien. of e-Government.

Dengan layanan cloud computing maka pengembangan With cloud computing services, the development of
inovasi nasional dan e-Government bisa makin national innovation and e-Government can be further
dipercepat menuju kemandirian bangsa. accelerated toward independence of nation.

Keterkaitan 13 Layanan dan 5 Peran BPPT Linkage of 13 Services and 5 BPPT Roles
Kegiatan ini menempatkan Peran BPPT sebagai This activity puts BPPT Role as a provider of technology
penyedia solusi teknologi untuk meningkatkan solutions to improve implementation of e-Government
implememtasi e-Government dan jaringan inovasi and network science and technology innovation,
IPTEK, adapun layanan yang disediakan dalam kegiatan while the services provided under this activity are
ini adalah Konsultansi e-Government, pengujian the e-Government consultancy, information security
keamanan informasi, jasa operasional infrastruktur testing, operational services of ICT infrastructure,
TIK, prototipe portal penelusuran informasi inovasi the prototype of national innovation and information
nasional dan aplikasi SIM dalam e-Government, pilot search portal and e-Government SIM application, a
project sistem pengamanan informasi di pemerintah pilot project in the information security system of local
daerah, referensi teknis pengembangan private cloud government, technical references and auditing private
serta audit e-Government cloud development of eGovernment

Pengguna/Mitra Kerjasama: User/Partners:


Pemerintah Pusat dan Daerah,Masyarakat inovasi Central and Local Government; National innovation
nasional community

Kepala Program/Program Director: Balai IPTEKnet


Ged. Teknologi III, Kawasan Puspiptek, Serpong 15314
Drs. Irfani Ahmad, M.Kom Telp./fax : 021-75791260/ 021-75791284 41
e-Mail: irfani.ahmad@bppt.go.id
41
ANNUAL REPORT 2014

Inovasi dan Layanan Teknologi Sistem Transportasi


untuk Konektivitas dan Sistem Logistik Nasional
Innovation and Technology Services of Transportation System
for Connectivity and National Logistics System

U E
paya peningkatan konektivitas di Pulau fforts to improve connectivity in Java
Jawa dalam mendukung mobilitas to support the mobility of population
penduduk dan kegiatan ekonomi dapat and economic activity can be done by
dilakukan dengan menyediakan jaringan layanan providing a network of logistics services and
logistik dan prasarana transportasi yang memadai. adequate transportation infrastructure. In
Dalam pengembangan wilayah, BPPT bekerjasama developing regions, BPPT in cooperation with the
dengan Pemprov Jawa Tengah menyusun Konsep Pola Central Java province composes a concept of spatial
Spasial Pengembangan Konektivitas dan Infrastruktur patterns for connectivity and coastal infrastructure
Pantai di Kawasann Teluk Semarang. development in the Teluk Semarang region.

Dalam rangka menyiapkan sistem logistik batubara, In order to prepare the coal logistics system, BPPT
BPPT melakukan kajian kelayakan lokasi dermaga dan conducted feasibility studies of dock location and
alur navigasi untuk distribusi logistik batubara PT. navigation channel for coal logistics distribution of
PLN Batubara. Sejalan dengan penyusunan konsep PT. PLN Coal. In line with the preparation for the
konektivitas sistem transportasi, BPPT membuat connectivity concept of transportation system, BPPT
rancangan rinci infrastruktur transportasi pelabuhan

Block Plan of Semarang Bay Region

Development Concept of Integrated Logistic Distribution System

42
TEKNOLOGI
TEKNOLOGI PANGAN/
TRANSPORTASI/
TRANSPORTATION TECHNOLOGY
FOOD TECHNOLOGY

yang terdiri dari wharf atau pier untuk tambat 2 (dua) propose a detailed design of the port transportation
buah kapal tongkang LNG dengan panjang masing- infrastructure consisting of a wharf or pier for mooring
masing 300 feet dan mooring jetty. of two LNG barges with a length of 300 feet each and
mooring jetty.
Unit Kerja :
PTIST, BPDP, BPPH, LAGG, B2TKS Implementation Units :
PTIP, BPDP, BPPH, LAGG, B2TKS
Mitra Kerja :
Kemenko Perekonomian, KemenPU& Perumahan, Strategyc Partners:
KemenHub, Pemprov Lampung, Pemprov Banten, Kemenko Perekonomian, Kemen PU& Perumahan,
Pemprov Jawa Timur, Pemprov Jawa Tengah, PT. PLN KemenHub, Pemprov Lampung, Pemprov Banten,
Batubara, PT. Alesco Putera Infantri Energi Pemprov Jawa Timur, Pemprov Jawa Tengah, PT.
PLN Batubara, PT. Alesco Putera Infantri Energi


Proposed
Proposed location
location for the
for the qquayside
uayside aand
nd LLNG
NG qquayside
uayside
Proposed location for the quayside and LNG quayside


Integrated Logistic Distribution
Integrated Logistic Distribution System

System
Kepala Program/Program Director: Pusat Teknologi Industri dan Sistem Transportasi
Ged. 251 Teknologi II, Lt. 3, Kawasan Puspiptek,
Wimpie Agoeng Noegroho Aspar Serpong 15314 Telp: 021-75875944 / Fax. 021-75875946 43
e-Mail : wimpie.agoeng@bppt.go.id
43
ANNUAL REPORT 2014

Layanan Teknologi Uji Emisi Kendaraan untuk Mendukung Kebijakan


Udara Bersih dan Pengembangan Energi Alternatif
Technology Services of Vehicle Emission Test to Support
Clean Air Policy and Alternative Energy Development

Pengujian Chasis dynometer/ Chasis dynometer test

P T
erubahan standar emisi dari Euro-2 menuju he change of emission standards from
Euro-4 untuk daerah perkotaan padat Euro-2 to Euro-4 for densely populated
penduduk seperti Jabodetabek merupakan urban areas such as Jabodetabek is a
pemikiran yang logis untuk memperbaiki kualitas logical step to improve air quality. BPPT has the
udara. BPPT yang mempunyai kompetensi terhadap required competence related to the testing of the
sistem pengujian terkait telah menyiapkan fasilitas s ystem and has set up facilities to test roadworthiness
untuk uji laik jalan kendaraan bermotor roda empat of automobiles using Euro-4 test methods. BPPT has
menggunakan metode uji Euro-4. BPPT ditunjuk been appointed by the Ministry of Energy and Mineral
oleh Kementrian ESDM untuk mendukung dan Resources to support and coordinate the implementation
mengkoordinasikan pelaksanaan pemakaian bahan of the use of biofuels through collaborative research
bakar nabati ini melalui program kolaborasi riset programs and research institutions in the field of
berbagai institusi pengujian dan riset dibidang otomotif. automotive testing. This research collaboration is
Kerjasama riset ini dilakukan oleh KeMenESDM, BPPT, conducted by KeMenESDM, BPPT, Lemigas, Gaikindo
Lemigas, Gaikindo dan Aprobi. Metodologi uji yang and APROBI. The test methodology used in this study

44
TEKNOLOGI
TEKNOLOGI PANGAN/
TRANSPORTASI/
TRANSPORTATION TECHNOLOGY
FOOD TECHNOLOGY

Fasilitas uji emisi BPPT/ BPPTs emiission test facilities

dipakai dalam kajian ini meliputi kinerja, konsumsi include performance, fuel consumption, emissions, and
bahan bakar, emisi, dan metrology rating. metrology rating.

Krisis energi dan lingkungan telah mendorong The energy crisis and the environment have prompted
KeMenLH dan BPPT untuk menyusun draft peraturan KeMenLH and BPPT to draft regulations to control
guna mengendalikan emisi yang dikeluarkan oleh emissions from the engines of ships and railroad
mesin kapal laut dan lokomotif kereta api. Diharapkan locomotives. It is expected that the condition of the
kondisi udara sekitarnya (ambient) terkendali dalam surrounding air (ambient) can be controlled within
batas yang diperbolehkan dan dengan demikian dapat permissible limits, and it can maintain the community
menjaga kesehatan masyarakat. BPPT dipercaya oleh health. BPPT is trusted by KeMenLH to support such
KemenLH untuk mendukung program dimaksud programs as a technical institution in developing
sebagai lembaga teknis dalam mengembangkan metode methods of testing and emissions measurements. Test
pengujian maupun pengukuran emisi. Parameter uji parameters required in the quality standard are CO,
yang dipersyaratkan dalam baku mutu yaitu CO, NOx, NOx, SO2 and Smoke Opacity.
SO2 dan Opasitas Asap.

Unit Kerja : Implementation Unit:


BTMP, PTIST, PTIM BTMP, PTIST, PTIM

Mitra Kerja: Strategyc Partners:


KemenESDM, KemenHub, KemenLH, KemenPerin, KeMenESDM, KemenHub, KemenLH, KemenPerin,
Lemigas, Gaikindo, Aprobi Lemigas, Gaikindo, Aprobi

Kepala Program/Program Director: Balai Termodinamika Motor dan Propulsi


Ged. 230, BTMP Kawasan Puspiptek, Serpong 15314
Dr. Ir. Rizqon Fajar, M. Sc. Telp: 021-7560087 / Fax. 021-7560538 45
e-Mail : rizqon.fajar@bppt.go.id
45
ANNUAL REPORT 2014

Inovasi Teknologi Pesawat Udara Nir Awak (PUNA)


Menuju Kemandirian Industri Hankam
Technological Innovation of Unmanned Aerial Vehicle (UAV)
Towards Self-Sufficient Defence Industry

P P
ada tahun 2014 PUNA Wulung memasuki UNA Wulung has entered the phase of
fase engineering manufacturing, PT. manufacturing engineering in 2014,
Dirgantara Indonesia telah memproduksi whereas PT. Indonesian Aerospace (PT.
dan mengembangkan lebih lanjut PUNA Wulung IA) has produced and further developed PUNA
sebanyak 3 (tiga) Unit. Dalam kaitan produksi ini, BPPT Wulung as many as 3 (three) units. In relation to
mendapatkan hak atas Royalti ke 3 unit PUNA yang this production, BPPT obtains rights to royalties to
telah diproduksi. Pada hari ulang tahun TNI yang ke the 3 units of PUNA produced by PT. IA. On the 69th
69, 7 Oktober 2014 di dermaga Armatim, BPPT diberi anniversary of the Armed Force, October 7, 2014 at the
kesempatan untuk melaksanakan demo fly-pass PUNA headquarters of the Navys eastern fleet of the Navy,
Wulung di depan panggung kehormatan. BPPT was given the opportunity to perform a fly-pass
demonstration of PUNA Wulung before the stage of
honor.

PUNA Wulung is being manufactured in PT. Dirgantara Indonesia, Bandung

th
PUNA Wulung Flight Demo on 07 October 2014, 69 Armed Force Celebration, Surabaya

46
TEKNOLOGI
TEKNOLOGI PERTAHANAN PANGAN/
DAN KEAMANAN/
SECURITY AND DEFENSE
FOOD TECHNOLOGY
TECHNOLOGY

Selanjutnya, BPPT bekerja sama dengan Balitbang Furthermore, BPPT in cooperation with the Ministry
KemHan sedang mengembangkan WULUNG generasi of Defense Research and Development Department has
baru (PA7). PUNA Wulung PA 7 ini dirancang dalam been developing a new generation of Wulung (PA7).
rangka memenuhi kebutuhan minimal operasi TNI PUNA Wulung PA 7 is designed in order to meet the
AU yaitu dapat terbang minimal selama 4 jam dengan minimum requirement of the Air Force operations that
ketinggian terbang 10.000 ft dan jangkauan jelajah can fly for at least 4 hours with flying altitude up to
sebesar 150 km. 10,000 ft with cruising range as far as 150 kms.

Unit Kerja : Implementation Unit:


PTIPK, B2TKS, LAGG, PTIK, MEPPO, BTMP PTIPK, B2TKS, LAGG, PTIK, MEPPO, BTMP.

Mitra Kerja: Strategyc Partners:


KemenHan, TNI-AU, PT. DI, PT. LEN, UPT Hujan KemenHan, TNI-AU, PT. DI, PT. LEN, UPT Hujan
Buatan, PT. Guntur Sayuta Persada Buatan, PT. Guntur Sayuta Persada

SRITI: Short range ALAP-ALAP: Long range

BPPT-X: MALE

Kepala Program/Program Director: Pusat Tekonologi Industri Pertahanan dan Keamanan


Ged. 256, Kawasan Puspiptek Serpong 15314
Ir. Joko Purwono Soehardi, MSc. Telp/Fax 021- 758 759 40 / 758 759 38 47
e-Mail: joko.purwono@bppt.go.ld
47
ANNUAL REPORT 2014

Inovasi Teknologi Kapal Perang Nasional


Mendukung Program Prioritas Nasional Alpalhankam Matra Laut
Technological Innovation of National War Ship
to Support National Priority Program of Alpalhankam Sea Area

D I
alam rangka memperkuat pertahanan laut n order to strengthen the sea defenses, it
diperlukan kekuatan tempur laut. BPPT is needed naval force. Currently, BPPT
saat ini sedang melakukan inovasi dan has innovating and designing national
perancangan kapal perang nasional berupa kapal warships such submarines to support national
selam untuk mendukung program prioritas nasional. priority programs. In line with the priority program,
Sejalan dengan program prioritas tersebut, BPPT BPPT is preparing the design and prototype of the
sedang mempersiapkan desain dan prototipe sistem uji submarine captive maneuver model test systems
model captive manuver kapal selam (Vertical Planar (Vertical Planar Motion Mechanism). Calculation
Motion Mechanism). Untuk perhitungan dan analisa and analysis of aerodynamic design aspects of the

Vertical Palanar Motion Mechanism and Manuver Captive Model

Submarine CFD and battery manufacturing

Fast Patrol Boat Model Test

48
TEKNOLOGI
TEKNOLOGI PERTAHANAN PANGAN/
DAN KEAMANAN/
SECURITY AND DEFENSE
FOOD TECHNOLOGY
TECHNOLOGY

aspek aerodinamika desain kapal selam menggunakan submarine utilize computational fluid dynamic (CFD).
computational fluid dynamic (CFD). BPPT juga BPPT also perform reverse engineering process
melakukan intermediasi proses reverse engineering intermediation submarine batteries to the domestic
baterai kapal selam kepada industri baterai dalam battery industry.
negeri.

Pada tahun 2014 Komite Kebijakan Industri Pertahanan In 2014, the Defence Industry Policy Committee (KKIP)
(KKIP) menjajaki kemampuan BPPT (BPPH) sebagai the explores the ability of BPPT (BPPH) as the embryo
embrio Pusat Desain dan Rekayasa Kapal Perang of Design and Engineering Center of the National
Nasional (PUSDERAKAPRANGNAS). Tugas pertama War Ship (PUSDERAKAPRANGNAS). The first task
yang harus dilakukan PUSDERAKAPRANGNAS adalah that must be done by PUSDERAKAPRANGNAS is
merancang kapal cepat rudal (KCR) 50 meter dan to design a fast missile boat (KCR) of 50 meters and
dimulai pada bulan November 2014. Untuk mengetahui begans in November 2014. In order to understand
kinerja kapal patroli cepat (KPC) yang dipesan TNI, the performance of fast patrol boats (KPC), which
dilakukan uji model hidrodinamika di fasilitas yang was ordered the military, the model tested in facilities
dimiliki BPPT. owned by BPPT.

Unit Kerja : Implementation Unit:


PTIPK, B2TE, BPPH, PTIP dan LAGG PTIPK, B2TE, BPPH, PTIP and LAGG

Mitra Kerja: Strategyc Partners:


KemenHan, TNI-AL, PT. PAL dan PT. Garda Persada KemenHan, TNI-AL, PT. PAL and PT. Garda Persada.

FGD Pusderakapranas

Preparation of PUSDERAKAPRANAS Formation
PUSDERAKAPRANAS Preparation

Kepala Program/Program Director: Pusat Tekonologi Industri Pertahanan dan Keamanan


Ged. 256, Kawasan Puspiptek, Serpong, Tangerang 15314
Dr. Ir. Samudro, MEng. Telp: 021-75875944 ext330/Fax.: 02175791285 49
e-Mail: samudro@bppt.go.id
49
ANNUAL REPORT 2014

Pengembangan Material Armor Tahan Peluru untuk


Pelindung Kendaraan Tempur
Development of Ballistic Resistant Armor Material for
Military Vehicle Protection

S O
alah satu kebutuhan pengadaan alutsista TNI ne of the weaponry needs for the army
dan Polri adalah panel material armor untuk and the police is the provision of ballistic
pelindung kendaraan tempur yang dipasok resistant armor material panels used
oleh PT Pindad, yang selama ini masih belum for protective covering of military vehicles that
dipenuhi secara lokal (impor). Untuk mewujudkan have been supplied by PT Pindad, yet developed
kemandirian bangsa pada industri pertahanan locally. In order to achieve the self-sustainability
sebagai Implementasi Program Prioritas Nasional of the nation in the defense industry as the
2010-2014 No. 14.10 : Pemberdayaan Industri implementation of the National Priority Program
Strategis Bidang Pertahanan, maka BPPT berperan No. 2010-2014. 14:10: Empowerment of Defense
sebagai lembaga pengkajian teknologi, intermediasi, Strategic Industries, BPPT has key roles as technology
dan solusi teknologi dalam pembuatan material assessor, intermediation agency, and technology
armor untuk pemenuhan komponen alat utama sistem solution provider in the fabrication of armor materials
persenjataan (alutsista). to meet main components of weapons defence systems.

Prototipe panel material armor untuk pelindung Prototype of ceramic matrix composite (CMC) based
kendaraan tempur berbasis Ceramic Matrix Composite armor material panel for military vehicles protection
(CMC) telah dihasilkan dari kegiatan riset di Pusat has been produced from the research activities

Pengujian Balistik Panel Material Armor/ Prototipe Panel Material Armor setelah Pengujian Balistik/
Ballistic testing of Armor Material Panels Prototype of material panels after ballistic testing

50
TEKNOLOGI
TEKNOLOGI PANGAN/
MATERIAL/
FOOD TECHNOLOGY
MATERIAL

Teknologi Material. Pengujian balistik panel material performed at the Center for Materials Technology.
armor telah dilakukan menggunakan Munisi Kaliber Ballistic testing against the armor material panel
12,7 x 99 mm Sniper Anti Material MU3-SAM, were conducted using ammunition caliber of 12.7 x
dengan kecepatan munisi 915 m/det untuk memenuhi 99 mm Sniper Anti Material (MU3-SAM) with bullet
spesifikasi teknik Standar Fungsional TNI. speed of 915 m/s to comply with the army technical
specifications standards.
Prototipe panel material armor diharapkan menjadi
komponen substitusi impor yang akan digunakan This prototype of locally developed armor material
sebagai pelindung pada kendaraan tempur khususnya panel is expected to substitute those of existing imported
Panser Anoa produk PT Pindad. Hasil riset ini juga products designated for military vehicle protection,
berupa rekomendasi teknologi manufaktur material in particular Panser Anoa produced by PT Pindad.
armor untuk pelindung kendaraan tempur yang akan The outcome of the research has delivered technology
digunakan oleh industri hankam (PT Pindad) dalam recommendation on the manufacture of armor
memproduksi panel material armor tahan peluru. material panel used for military vehicle protection that
will later be used by military industry (PT Pindad) in
producing armor material panel.

Prototipe Keramik dan Panel Material Armor/ Proses Vacuum Assisted Resin Infusion (VARI)/
Prototype of the Armor Ceramic and Material Panel Process of Vacuum Assisted Resin Infusion (VARI)

Kepala Program/Program Director: Pusat Teknologi Material


Ged. 224 Kawasan Puspiptek , Serpong, Tangerang 15314
Ir. Masmui M.Sc. Telp/Fax : 021 - 75791366 51
e-Mail: masmui@bppt.go.id
51
ANNUAL REPORT 2014

Papan Partikel dari Limbah Batang Sawit sebagai Pengganti Kayu


Particle Board Made of Oil-Palm Trunk Wastes as Wood Replacement

Panel Komposit Hasil Penelitian/ Research resulted of composite panel

P P
apan partikel dari limbah batang sawit article board as a replacement for wood
merupakan material pengganti kayu yang is prepared by processing oil-palm
diproduksi dari campuran limbah batang sawit trunk waste and polymer resin. To allow
dan polimer. Kualitas papan partikel memenuhi SNI- commercial application, quality of the particle
03-2105-2006 untuk mempermudah komersialisasi. board corresponds to SNI-03-2105-2006. This
Material ini dapat digunakan untuk furniture maupun material will be applied for interior building material
bahan bangunan di bagian dalam rumah. and furniture.

Partikel limbah batang sawit Papan partikel/ Particle board

52
TEKNOLOGI
TEKNOLOGI PANGAN/
MATERIAL/
FOOD TECHNOLOGY
MATERIAL

Keluaran kegiatan ini adalah teknologi sederhana untuk The output of this project is an uncomplicated and
mengolah limbah batang sawit menjadi papan partikel low-cost technology to process oil-palm trunk wastes
dengan biaya rendah. Hal ini bermanfaat terutama to obtain particle board. The know-how is applicable
di wilayah perkebunan kelapa sawit yang kesulitan for small industries in palm oil plantation areas with
pasokan kayu lokal seperti Propinsi Riau. Pemanfaatan local wood shortage as Propinsi Riau. Application
teknologi ini dapat meningkatkan kesejahteraan of this technology will increase social welfare by
masyarakat melalui pembukaan lapangan kerja serta providing new jobs and reduce wood procurement
penurunan biaya pengadaan kayu. Di samping itu, costs. Furthermore, utilization of the wastes will reduce
pemanfaatan limbah menurunkan dampak lingkungan environmental loss.
akibat berkurangnya batang sawit yang dibiarkan
membusuk di lahan perkebunan.

Rapat koordinasi dengan Pemerintah Daerah /Coordination meeting with Regional Government

Sejalan dengan salah satu peran BPPT sebagai penyedia In accordance with a role of BPPT as technology
solusi teknologi, diharapkan teknologi pembuatan solution provider, this technology is expected to be
papan partikel ini dapat dimanfaatkan oleh masyarakat applied by people living in rural areas around palm oil
luas di daerah penghasil kelapa sawit di Indonesia. plantations in Indonesia.

Kegiatan ini merupakan bentuk kerja sama antara The project is conducted under a co-operation scheme
BPPT dan FE-Universitas Riau. Teknologi tersebut between BPPT and FE-Universitas Riau. The technology
akan disosialisasikan kepada masyarakat Riau sehingga will be disseminated to small industries in Riau.
dapat diaplikasikan, terutama oleh industri kecil.

Kepala Program/Program Director: Balai Pengkajian Teknologi Polimer


Ged. 460 Kawasan Puspiptek, Serpong 15341
Saeful Rochman, M.Sc Telp/Fax: 021-7563360/021-7560057 53
e-Mail: saeful@sentrapolimer.com
53
ANNUAL REPORT 2014

Pengembangan Teknologi Nano-Herbal untuk


Peningkatan Khasiat Sediaan
Development of Nano-Technology for Improved Quality Herbal Preparations

D T
ewasa ini teknologi nano menjadi tren riset oday nanotechnology into research
dunia, karena dipandang sebagai teknologi trends of the world, because it is seen as
revolusioner abad 21 dan diprediksi akan a revolutionary technology of the 21st
memberikan dampak pada segala sektor, termasuk century and is expected to have an impact on
pada bidang kesehatan dan obat-obatan. Oleh all sectors, incl uding the fields of health and
karenanya, berbagai negara di dunia tengah berupaya medicine. Therefore , many countries in the world
keras melakukan berbagai strategi penguasaan are working hard to do a variety of strategy for the
dan pengembangan teknologi nano, dalam rangka control and development of nano technology, in order
penguatan industri untuk menghadapi persaingan to strengthen the industry to face the increasingly fierce
global yang semakin ketat. global competition.

Bagi Indonesia, salah satu aplikasi teknologi nano pada For Indonesia, one of the applications of nanotechnology
bidang farmasi yang dapat diterapkan adalah pada in the pharmaceutical field that can be applied is the
produk obat herbal. Pada umumnya, produk-produk herbal medicinal products. In general, herbal medicinal
obat herbal memiliki kandungan zat aktif yang sangat products has an active substance which is very little,
sedikit, sehingga memerlukan sediaan dalam jumlah so it requires the preparation of large quantities.
besar. Pengecilan ukuran partikel simplisia pada skala Simplicia particle size reduction at the nanoscale and

Pengujian secara in vitro dan in vivo/ Test with In-vitro and in-vivo

54
TEKNOLOGI
TEKNOLOGI PANGAN/
MATERIAL/
FOOD TECHNOLOGY
MATERIAL

nano dan pembuatan nanopartikel ekstrak tanaman manufacture of medicinal plant extracts nanoparticles
obat dapat memperbaiki tingkat kelarutan zat aktif, can meperbaiki solubility of active substances,
meningkatkan efektifitas, bioavailabilitas dan efikasi, improve effectiveness, bioavailability and efficacy,
dan pada akhirnya dapat mengurangi dosis sediaan. and ultimately can reduce the dosage preparations. In
Di Cina, penerapan teknologi nano pada Traditional China, the application of nanotechnology in Traditional
Chinese Medicine (TCM) telah dilakukan dan terbukti Chinese Medicine (TCM) has been done and proven to
dapat meningkatkan efek terapeutik TCM. enhance the therapeutic effect of TCM.

BPPT dalam beberapa tahun ini telah melakukan In recent years, BPPT has been conducting the
kegiatan pengkajian dan penerapan teknologi nano assessment and application of nano technology to
untuk peningkatan khasiat beberapa tanaman obat, increase the efficacy of several medicinal plants, such
seperti sambiloto (Andrographis paniculata) untuk as (Andrographis paniculata) for antidiabetic herbal
obat herbal antidiabetes, pegagan (Centella asiatica) medicine, gotu kola (Centella asiatica) for anti-aging
untuk kosmetik anti aging dan kulit manggis (Garcinia cosmetics and skin mangosteen (Garcinia mangostana)
mangostana) untuk kosmetik anti acne. Hasil penelitian for cosmetic anti acne. The research proves that the
membuktikan bahwa tanaman-tanaman obat tersebut medicinal plants were prepared with nanotechnologies
yang dipreparasi dengan teknologi nano memiliki have better activity and efficacy compared to the
aktifitas dan khasiat yang lebih baik dibandingkan current technology . Thus, nanotechnology provides a
dengan teknologi selama ini. Dengan demikian, new alternative to improve the quality and efficacy of
teknologi nano memberikan alternatif baru pada herbal medicine in Indonesia.
peningkatan mutu dan khasiat obat herbal Indonesia.

Desain kemasan produk kosmetik dengan bahan aktif nano-manggis yang akan dikembangkan/
Design of cosmetic product packing for active substance of Nano-Garcinia mangostana

Kepala Program/Program Director: Pusat Teknologi Farmasi dan Medika


Ged. 611 Laptiab, Kawasan Puspiptek, Serpong
Dr. Etik Mardliyati Telp/Fax : 021 7566922 /021 7560606 55
e-Mail : etik.mardliyati@bppt.go.id
55
ANNUAL REPORT 2014

Demo-Plant di Bantaeng Menuju Kemandirian


Industri Pupuk Nasional
Demo-Plant in Bantaeng towards Self-Sufficient of
National Fertiliser Industry

B B
PPT telah melakukan pengembangan PPT has implemented development and
dan inovasi teknologi petrokimia untuk innovation of petrochemicals technology to
mendukung kemandirian bangsa dan support the independence of the nation and
meningkatkan daya saing industri antara lain improve the competitiveness of industries, among
melalui pembuatan pupuk Slow Release Fertilizer others, through the manufacture of fertilizers Slow
(SRF). Telah diselesaikan pemindahan dan reinstall Release Fertilizer (SRF). BPPT has completed the
pilot project SRF NPK yang terintegrasi dengan removal and re-installment of the integrated SRF-
pupuk mineral kapasitas 10.000 ton per tahun untuk NPK pilot project and mineral fertilizer with a capacity
dimanfaatkan oleh Pemkab Bantaeng, Sulawesi Selatan. of 10,000 tons per year to be used by Bantaeng Regency,
Pilot project SRF NPK-mineral ini dilengkapi juga South Sulawesi. The pilot project of SRF-mineral NPK
dengan unit pilot plant organik-hayati kapasitas 1.000 is also equipped with a pilot plant unit of organic-
ton per tahun. biological with a capacity of 1,000 tons per year.

Pelaksanaan diversifikasi pupuk, implementasinya Implementation of diversified fertilizer, among others,


antara lain dilakukan design pabrik pupuk kiserit designing kiserit fertilizer plant with a capacity of
kapasitas 10.000 ton per tahun bekerjasama dengan 10,000 tons per year in cooperation with TekMIRA the
TekMIRA Kementerian ESDM. Akibat keterbatasan Ministry of Energy and Mineral Resources (ESDM).
gas alam sebagai bahan baku petrokimia, maka Due to the limitations of natural gas as a petrochemical
dilaksanakan kajian dan pendampingan pendirian pilot feedstock, BPPT carried out the study and assisted

MOU Signed between BPPT and ESDM Signed Initial Products Trial of Pilot Project SRF
on Kiserit Cooperation by Governor of South Sulawesi

56
TEKNOLOGI
TEKNOLOGI PANGAN/
PERMESINAN/
FOOD TECHNOLOGY
MACHINERY

plant syngas yang berlokasi di Cikampek. Kegiatan ini the establishment of a syngas pilot plant located in
dilakukan bekerjasama dengan IHI Jepang, PT. Pupuk Cikampek. This activity is performed in collaboration
Indonesia (holding) dan PT. Pupuk Kujang Cikampek. with IHI of Japan, PT. Pupuk Indonesia (holding)
Pilot plant tersebut akan memproduksi gas untuk and PT. Pupuk Kujang Cikampek. The pilot plant will
membuat ammonia dan selanjutnya dapat dijadikan urea. produce gas to make ammonia from which urea can
further be made.
Unit Kerja :
PTIP, PTIM, B2TKS, BTMP, MEPPO Implementation Unit :
PTIP, PTIM, B2TKS, BTMP, MEPPO
Mitra Kerja :
KeMenTan, KeMenPerin, PemKab Bantaeng, PT. Pupuk Strategyc Partners :
Kujang, PT. Pupuk Kaltim (Persero) Tbk., PT. Pupuk KeMenTan, KeMenPerin, PemKab Bantaeng, PT.
Indonesia (holding), PT. Petrokimia Gresik, Tekmira- Pupuk Kujang, PT. Pupuk Kaltim (Persero) Tbk., PT.
ESDM Pupuk Indonesia (holding), PT. Petrokimia Gresik,
Tekmira-ESDM

Fertilizer Plant of PT. Pupuk Kaltim, Bantaeng

Kepala Program/Program Director: Pusat Tekonologi Industri Proses


Ged. Teknologi II 251, Lt.2 Kawasan Puspiptek Serpong,
Dr. Nadirah, MSc. Tangerang 15314 Telp/Fax : 021-75875944/75875938 57
e-Mail : nadirah@bppt.go.id/direktur-ptip@bppt.go.id
57
ANNUAL REPORT 2014

Inovasi Teknologi Mini Plant Pengolahan


dan Pemurnian Nikel Kadar Rendah
Processing And Refining Nickel Low Grade
Mini Plant Technology Innovation

P I
otensi nikel kadar rendah sangat besar di ndonesia Low grade Nickel is very large,
Indonesia, tidak kurang dari 2,8 milair ton not less than 2.8 billion tons of nickel
nikel yang merupakan peringkat ke empat di which is ranked fourth in the world that
dunia, harus diolah dan dimurnikan didalam negeri, have to be proce ssed and refined domestically to
untuk dapat memberikan nilai tambah optimum bagi make optimum value added in Indonesia.
Indonesia.

Mengadaptasi potensi nikel yang berkadar rendah, Adapting the potential of low-grade nickel, with
dengan tipe lateritik, serta terdapat kandungan logam lateritic types, as well as other metals contained
logam lain, dan sebagian besar berlokasi di daerah metal content, and mostly located in areas that have
yang kurang memperoleh infrastruktur berupa sumber insufficient infrastructure in the form of energy
energi, sarana dan prasarana yang belum memadai, resources, facilities and infrastructure are inadequate,
maka BPPT melalui PTSDM mengembangkan teknologi then BPPT has developed the technology of processing
pengolahan dan pemurnian nikel kadar rendah and refining of nickel low grade, focused on processing
yang difokuskan kepada teknologi pengolahan dan and refining technology with low temperatures and
pemurnian dengan temperatur rendah dan memerlukan requires no great energy, the type of technology is the
energi tidak besar, tipe teknologinya adalah teknologi midlle technology of producing high grade nickel.
madya serta menghasilkan produk nikel kadar tinggi.

58
TEKNOLOGI
TEKNOLOGI PANGAN/
PERMESINAN/
FOOD TECHNOLOGY
MACHINERY

Sasaran akhirnya adalah dapat berkembangnya mini The goals is developing processing and refining nickel
plant pengolahan dan pemurnian nikel yang dapat mini plant that can be managed by small to medium
dikelola oleh industri berskala kecil hingga menengah, scale Industry, resulting the optimum value added
sehingga menghasilkan peningkatan nilai tambah nickel for increasing the nations competitivenes and
nikel yang optimum untuk peningkatan daya saing dan self reliance.
kemandirian bangsa.

Pengolahan dan pemurnian nikel kadar rendah/ Processing and refining nickel low grade

Kepala Program/Program Director: Pusat Teknologi Sumber Daya Mineral


Ged. Lab Geostech 820, Kawasan Puspiptek 15314
Dr. Y. Yudi Prabangkara Telp./Fax: 75791377-79 59
e-Mail: yudi-prabangkara@yahoo.com
59
ANNUAL REPORT 2014

Teknologi Reduksi Risiko Bencana: Kajian Kesehatan


Gedung Bertingkat terhadap Gempa
Technology for Disaster Risk Reduction: Health Assessment for
High Rise Building Against Earthquake

J J
akarta sebagai ibu kota negara, memiliki akarta as the capital Indonesia, has a lot
banyak sekali gedung pencakar langit atau of s kyscrapers and shopping centers. During
pusat perbelanjaan. Pada siang hari, ada the day, there are lots of people who occupy
banyak sekali orang yang beraktifitas di gedung- these buildings. Of the many high rise buildings in
gedung tersebut. Dari banyak gedung bertingkat yang Jakarta, many of which are old and ill-prepared to face
ada di Jakarta banyak yang sudah tua dan struktur the future large earthquake. Therefore, it is necessary
kurang dipersiapkan untuk menghadapi gempa besar. to observe the citys readiness to face the possibility
Oleh karena itu, perlu dipelajari kesiapan kota Jakarta of large-scale earthquake. To that end, efforts to
dalam menghadapi kemungkinan gempa berskala besar understand the readiness of buildings in Jakarta need
tersebut. Untuk itu, upaya untuk memahami kesiapan to be taken into account seriously, so that the potential
gedung-gedung di Jakarta menjadi suatu yang perlu risk of the earthquake can be reduced.
dikaji secara sungguh-sungguh, sehingga potensi
ancaman bencana gempa bumi tersebut dapat direduksi.

Dengan adanya potensi ancaman ini dan pentingnya With the potential hazard and the importance of
DKI Jakarta, maka perlu dilakukan evaluasi kerentanan Jakarta, it is necessary to evaluate the vulnerability of
bangunan terhadap ancaman gempa. Evaluasi buildings to the hazard of earthquakes. Vulnerability

DI TEMPAT JAUH
Tidak Rusak
Rusak Ringan
Rusak Sedang Radio Modem
Rusak Berat

RS 232 / USB

Tidak Rusak
Rusak Ringan
Rusak Sedang
Rusak Berat Pengirim Data

Pusat Pemantauan
Gedung yang dipantau
Kesehatan Struktur Gedung
DI PUSAT PEMANTAUAN
kesehatannya

Skema sistem pemantauan kesehatan gedung bertingkat/ Schema of monitoring system of health for high rise building

60
TEKNOLOGI
TEKNOLOGI PANGAN/
KEBENCANAAN/
FOOD TECHNOLOGY
DISASTER REDUCTION TECHNOLOGY

kerentanan dilakukan dengan cara memonitor assessments carried out by monitoring the health of
kesehatan bangunan selama waktu tertentu. Monitor the building for a certain time. Health monitoring is
kesehatan dilakukan dengan cara memasang alat-alat done by installing the tools for monitoring vibration
untuk memantau: getaran di bangunan (percepatan, in buildings (acceleration, velocity, and displacement),
kecepatan, dan perpindahan), getaran di permukaan vibrations in the ground (acceleration, velocity, and
tanah (percepatan, kecepatan, dan perpindahan), angin displacement), wind (direction, speed, and pressure),
(arah, kecepatan, dan tekanan), suhu udara, dan lain- air temperature, and others.
lain.

Alat yang dipasang akan mengirim data secara telemetri The mounted tools will send telemetry data in nearly
dan realtime ke pusat monitor. Di dalam pusat monitor, real-time to the center of the monitor. In the center of
frekuensi alami bangunan, getaran di permukaan tanah, the monitor, the natural frequency of the building, the
getaran di bangunan, kecepatan angin, perubahan vibrations in the ground, vibrations in buildings, wind
perilaku bangunan, dapat digunakan untuk memprediksi speed, changes the behavior of the building, can be used
perilaku bangunan jika terjadi gempa besar. Kegiatan to predict the behavior of the building in the event of a
monitoring kesehatan ini perlu diterapkan pada seluruh large earthquake. Health monitoring activities are to
bangunan pencakar langit di DKI Jakarta. be implemented in the entire skyscrapers in Jakarta.

Berdasarkan pertimbangan di atas, BPPT dan Badan Based on the above considerations, BPPT and Disaster
Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pemprov. Management Agency (BPBD) administration in
DKI Jakarta melakukan kegiatan kaji terap teknologi Jakarta are conducting technology examine to the
analisis risiko bencana dan monitoring kesehatan applicability of disaster risk analysis and health
gedung secara real time dan otomatis, di mana beberapa monitoring of buildings in real time and automatically,
gedung akan dilengkapi peralatan untuk mengukur where some buildings will be equipped to measure the
kemampuan gedung tersebut dalam menerima ability of the building to accept interference, whether
gangguan, baik yang disebabkan oleh gangguan rutin it is caused by routine disturbances such as wind
seperti angin dan kendaraan berat, maupun gempa and heavy vehicles, as well as earthquakes tremors.
bumi. Dari monitoring kesehatan gedung ini, dapat By applying health monitoring to this building, the
diprediksikan kesehatan gedung dan kemampuannya building can be predicted its health and its ability to
terhadap goncangan gempa besar. perform during a large earthquake.

Pengembangan program teknologi pengurangan Development program of earthquake disaster risk


risiko bencana gempa bumi menciptakan kondisi reduction technology is to create conditions conducive
kondusif bagi perekayasa BPPT menguasai teknologi to the BPPT engineers, to master the technology
pemantauan dan deteksi dini percepatan gempabumi of monitoring and early detection of earthquake
dan reaksi bangunan yang dihubungkan dengan acceleration and reaction of buildings, connected with
kesehatan struktur gedung, sehingga dapat diharapkan the health of the building structure, so it can be expected
kemandirian bangsa pada penguasaan teknologi sistem independence of the nation on the acquisition of a health
pemantauan kesehatan gedung bertingkat berupa monitoring system technology of high rise building in
proses sistem pemantauan dan produk perangkat lunak the form of process and product of monitoring system
pengolahan data pemantauan (beban luar dan reaksi hardware and software and its derivatives.
bangunan) dan turunannya.

Pusat Teknologi Lahan, Wilayah dan Mitigasi Bencana


Kepala Program/Program Director: Ged. Lab Geostech 820, Kawasan Puspiptek 15314
Ir. Heru Sri Naryanto, MSc Telp./Fax: 75791377=79 61
e-Mail: heru.naryanto@bppt.go.id
61
ANNUAL REPORT 2014

Pemanfaatan Buoy Iklim Maritim


Utilization of Maritime Climate Buoy

Penurunan Ina-TRITON BUOY di perairan Samudera Pasifik sebelah KR. Baruna Jaya IV mendukung penurunan
barat (Utara Biak, Pulau Papua) / INA-TRITON BUOY installation Ina-TRITON BUOY / Installating supported by RV. Baruna Jaya IV
activities in Biak, Papua Island

I I
naTRITON buoy dikembangkan untuk naTRITON buoy has been developed by
memantau parameter hidro-oseanografi fisik BPPT to monitor the parameters of hydro-
lingkungan laut dan atmosfir dalam rangka oceanography and atmospheric of the marine
memenuhi kebutuhan akan data laut-atmosfir secara environment in order to meet the needs of ocean-
berkelanjutan. Beberapa keunikan atau keunggulan atmosphere data on an ongoing basis. This technology
antara lain: data secara near real time terkirim ke have some uniqueness or superiority such as: data
stasiun penerima di BPPT, insitu time series data, are sent in near real time to the receiving station at
simultan, biaya yang relatif murah, data tersedia secara the BPPT, in situ time series of data, simultaneously,
online dan mudah diakses publik (http://bpptbuoy. a relatively low cost, and the data are available online
info/) . and accessible to the public (http://bpptbuoy.info/).

62
TEKNOLOGI
TEKNOLOGI PANGAN/
KEBENCANAAN/
FOOD TECHNOLOGY
DISASTER REDUCTION TECHNOLOGY

INA-TRITON BUOY berhasil di turunkan di perairan Samudera Pasifik Instalasi dan pemeriksaan INA-TRITON BUOY di KR. Baruna Jaya
sebelah barat/ INA-TRITON BUOY to lay on sea surface in western IV/ Instalation and controling INA-TRITON BOY in RV. Baruna Jaya IV
Pasific ocean

Parameter yang terpantau meliputi suhu permukaan air The parameters monitored include sea surface
laut (Sea Surface Temperature / SST), suhu dan salinitas temperature (Sea Surface Temperature/ SST), vertical
kolom air laut dari permukaan hingga kedalaman profile of the temperature and salinity of the water
500 meter, kecepatan dan arah arus, tekanan udara, column from the surface to a depth of 500 meters, the
kecepatan dan arah angin, suhu udara permukaan, speed and direction of currents, air pressure, wind
kelembaban udara dan radiasi matahari. Terintegrasi speed and direction, air temperature surface, humidity
dengan buoy-buoy iklim maritim lainnya di kawasann and sun radiation. Integrated with other maritime
perairan barat Samudra Pasifik, data-data tersebut dapat climate buoys in the western Pacific Ocean, will provide
digunakan untuk prediksi dan pemantauan perubahan data that can be used for prediction and monitoring of
iklim, prediksi fenomena El-Nino/La-Nina, peringatan climate change, the prediction of El-Nino phenomenon
dini cuaca ekstrem/ badai tropis/anomali cuaca di / La-Nina, early warning of extreme weather/ tropical
wilayah benua maritim Indonesia. Lebih lanjut, data storm/ weather anomaly in the region of Indonesian
buoy tersebut secara tidak langsung mendukung sektor maritime continent. Furthermore, the data buoy
perikanan dan kebijakan atau program pemerintah indirectly support the fisheries sector and government
terkait ketahanan pangan dan mitigasi bencana akibat policies or programs related to food security and
perubahan iklim. Dengan demikian, peran BPPT sebagai mitigation of climate change. Thus, the role of BPPT as
lembaga pengkaji teknologi untuk memberikan solusi the assessment technology agency to provide a solution
terhadap masalah perubahan iklim, perikanan dan to the problem of climate change, fisheries and food
ketahanan pangan dapat terwujud melalui pemanfaatan security can be realized through the use of technology
teknologi InaTRITON buoy. of InaTRITON buoy.

Gambar di atas menjelaskan kegiatan pemasangan 1 The above figure describes the installation activities
(satu) unit InaTRITON buoy di Samudra Pasifik Barat 1 (one) unit InaTRITON buoy in the Western Pacific
menggunakan KR. Baruna Jaya IV. Ocean using Research Vessel Baruna Jaya IV.

Kepala Program/Program Director: Balai Teknologi Survei Kelautan


Ged I BPPT Lt. 18 JL.M.H. Thamrin 8 Jakarta 10340
Dr. Wahyu Widodo Pandoe Telp / Fax: 021-3168800 63
e-Mail : wpandoe@yahoo.com
63
ANNUAL REPORT 2014

Pengkajian dan Penerapan Teknologi Modifikasi Cuaca


Assesment and Application of Weather Modification Technology

Tim Kerja TMC berfoto bersama/ Photo of TMCTeam work

T W
eknologi Modifikasi Cuaca (TMC) adalah eather Modification Technology
usaha campur tangan manusia dalam (TMC) is a human intervention effort
mengelola sumberdaya air di atmosfer untuk in managing water resources in
menambah curah hujan atau mengurangi intensitas atmosphere to increase or decrease the intensity
curah hujan dengan memanfaatkan parameter cuaca. of rainfall precipitation by utilizing weather
Keunggulan teknologi ini terletak pada kemampuan parameters. The advantages of this technology is the
mengintervensi proses alami siklus sumberdaya air di ability to intervene in natural process of water resource
atmosfer dengan cara menghantarkan bahan kimia cycle in atmosphere by using certain chemicals and
tertentu ke dalam sistem cuaca berupa awan atau delivering it into weather system in the form of clouds
kabut sehingga dihasilkan curah hujan yang diinginkan or fog which is to produce the desired precipitation or
atau hilangnya komponen kabut di lingkungan udara. loss component of fog in the air environment. The result
Hasilnya adalah dapat menyebabkan bertambahnya of this modification it is ability to increased rainfall if
curah hujan jika kondisi sedang kekurangan hujan, the conditions are lack of rain, can reduce rainfall if the
dapat mengurangi curah hujan jika kondisi sedang conditions are excess rainfall, and can reduce the haze
kelebihan hujan, dan dapat mengurangi kabut akibat of smoke due to land/ forest fire.
asap kebakaran lahan/hutan.

Keluaran dari aktifitas TMC untuk sektor pengairan The output from this (TMC) activity from irrigation
dan kelistrikan adalah terjadinya penambahan curah and electricity factor is addition of rainfall in target
hujan, sehingga diperoleh penambahan cadangan air area, which mean theres addition of water reserve as
, untuk dapat digunakan menggerakkan turbin yang a (result). With the addition of water reserve, it can be
menghasilkan energi listrik, dan air yang dikeluarkan used to drive the turbine so it can generate electricity
turbin dapat mengairi daerah pertanian dan perikanan and water that comes out from turbine can irrigate
(dampak). Keluaran dari aktifitas TMC untuk sektor the agriculture area and fishers (impact). The rainfall
kebencanaan adalah redistribusi curah hujan, sehingga intensity can be distribute proportional, it can avoid the

64
TEKNOLOGI
TEKNOLOGI PANGAN/
KEBENCANAAN/
FOOD TECHNOLOGY
DISASTER REDUCTION TECHNOLOGY

diperoleh intensitas curah hujan yang proporsional occurrence of floods in flood-prone areas and can bring
(hasil). Dengan adanya intensitas curah hujan yang rain to minimize the potential for forest fires high and
proporsional, maka dapat menghindari terjadinya wide. In addition to the fog reduction goals material
bencana banjir di wilayah rawan banjir dan dapat distributed seedlings can join smog particles that fall to
menghasilkan hujan untuk meminimalkan potensi the ground. With the fall of the smoke particles, it can
kebakaran hutan yang tinggi dan luas. Selain itu untuk cause the clean air thereby increasing the visibility for
tujuan pengurangan kabut maka bahan semai yang the smooth operation of transport.
disebar dapat bergabung dengan partikel kabut asap
sehingga jatuh ke permukaan tanah. Dengan jatuhnya
partikel asap, maka dapat menyebabkan bersihnya udara In line with one of the roles of BPPT as a provider of
sehingga meningkatkan visibility untuk kelancaran the technology solution, is expected that (TMC) can
kegiatan transportasi. be utilize as alternate technology that can be use to
maximize the function of hydroelectric power plant
Sejalan dengan salah satu peran BPPT sebegai penyedia dams to provide electrical energy that is cheap and
solusi teknologi, diharapkan TMC ini bisa dimanfaatkan environmentally friendly as well as water for the
sebagai teknologi alternatif yang memungkinkan kita implementation of the agricultural sector, we can avoid
dapat memaksimalkan fungsi waduk PLTA untuk natural disasters such as floods and fire land / forest,
menyediakan energi listrik yang murah dan ramah and avoid disruption of smog for the transport sector.
lingkungan serta air untuk pelaksanaan sektor pertanian,
menghindari bencana alam seperti banjir dan kebakaran
lahan/hutan, serta menghindari gangguan kabut asap User/partner that has been using/make a corporate
bagi sektor transportasi. agreement of weather modification technology (TMC)
are: Kemenko Kesra, Kementerian PU, Kementerian
Pengguna/Mitra kerjasama pelaksanaan TMC adalah: Pertanian, Kementerian Kehutanan, BNPB, PT Pindad,
Kemenko Kesra, Kementerian PU, Kementerian PT PLN (Persero), PT Vale Indonesia, Perum Jasa
Pertanian, Kementerian Kehutanan, BNPB, PT Pindad, Tirta, PT Inalum, and etc,
PT PLN (Persero), PT Vale Indonesia, Perum Jasa Tirta,
PT Inalum, dll.

No Target Area Duration Objective User

Redistribusi CH untuk mengurangi potensi


DKI Jakarta/ Jakarta
1 February-March banjir/ Rainfall distribution to reduce the BNPB and BPBD Jakarta Province
Province
potential of flooding

Penanggulangan bencana asap kebakaran


2 Riau/ Riau Province March-July lahan dan hutan/ Disaster management of BNPB and BPBD Riau
smog and fire in forest and land

BNPB dan BPBD Aceh, North


9 Provinsi di Sumatera
Penanggulangan bencana asap kebakaran Sumatera, Riau, Jambi, South
dan Kalimantan/ 9
3 July-November lahan dan hutan/ Disaster management of Sumatera, West Borneo, Central
Provinces in Island of
smog and fire in forest and land Borneo, South Borneo, and East
Sumatera and Borneo
Borneo

Penambahan inflow Waduk PLTA Ir. PM


Kalimantan Selatan/ November-
4 Noor/ The addition of inflow in reservoir PT PLN (Persero) Barito Sector
South Borneo December
hydroelectric power plant Ir. PM. Noor

Kepala Program/Program Director: UPT Hujan Buatan


Gd. I, Lt.19, BPPT Jl. M.H. Thamrin No. 8 Jakarta 10340
Drs. F. Heru Widodo, M.Si Telp/Fax: 021-3168816/021-3906225 65
e-Mail: heru.widodo@bppt.go.id
65
ANNUAL REPORT 2014

Pengembangan Sistem Satelit Penginderaan Jauh Nasional


Development of Satellite Remote Sensing System

S I
ecara umum, Indonesia membutuhkan sistem n general Indonesia needs satellite remote
satelit pengindera bumi (Inderaja) untuk tiga sensing systems for three applications:
aplikasi utama yaitu: sistem satelit untuk weather and atmospheric monitoring,
pemantauan cuaca dan atmosferik; sistem satelit emergency response monito ring, and earth
untuk pemantauan pada saat terjadi keadaan darurat surface mapping. To fulfil these, Indonesia needs
(emergency response); dan sistem satelit untuk multispectral remote sensing and microwave remote
pemetaan permukaan bumi. Untuk itu, Indonesia sensing satellite systems that Indonesia operates by
membutuhkan sistem sensor optik (multispectral itself. Currently, Indonesia has capability to develop
remote sensing) dan radar (microwave remote micro satellite system and already also has ground
sensing). Indonesia saat ini sudah menguasai teknologi station infrastructure to receive remote sensing data.
sistem satelit kelas mikro dan juga telah mempunyai In order to enhance this capability, it needs some
infrastruktur sistem stasiun bumi sebagai penerima important improvement such as able to operate
data satelit. Untuk itu, diperlukan upaya nasional satellite system not only micro but also small, medium,
untuk meningkatkan penguasaan teknologi sistem and big satellite. So it can elevate the competitiveness
satelit secara mandiri untuk kelas kecil, menengah dan of Indonesia among other countries.
besar yang operasional untuk mensejajarkan bangsa
Indonesia dengan bangsa lain di dunia.

Pertemuan antara BPPT dengan Organisasi INASAT Jepang/


INASAT Project Meeting between BPPT and Japanese INASAT organizations

66
TEKNOLOGI
TEKNOLOGI SUMBER DAYA ALAM DANPANGAN/
KELAUTAN/
NATURAL RESOURCES AND MARINE
FOOD TECHNOLOGY
TECHNOLOGY

Keluaran aktifitas ini berupa hasil Analisis Kebutuhan The output of this activity is the analysis of user needs
Pengguna dan Analisis Penyedia Teknologi Satelit assessment and business data provider that bundled
Inderaja yang tertuang dalam dokumen Technology in Ina-SAT Technology Needs Assessment document
Needs Assessment Sistem Satelit Inderaja Nasional (TNA). Furthermore, this document can serve as a
(Ina-SAT). Selanjutnya, dokumen ini menjadi salah reference document of some government institutions
satu acuan bagi berbagai organisasi, perusahaan, K/L and companies in order to realize Ina-SAT through
dalam menjajaki realisasi Ina-SAT melalui berbagai cooperation among local, regional and international
bentuk kerjasama dengan mitra lokal, regional atau institutions.
internasional.

Sejalan dengan salah satu fungsi BPPT sebagai lembaga In line with the function of Agency for Assessment and
pengkajian dan penyusunan kebijakan nasional Application of Technology, this TNA can be used as
diharapkan dokumen ini dapat dimanfaatkan sebagai reference in considering to build Indonesia national
salah satu bahan pertimbangan dalam menyusun policy especially in advance technology to explore and
kebijakan pembangunan nasional, khususnya dalam observe our natural resources.
teknologi maju untuk eksplorasi dan observasi
sumberdaya alam. In fact, this document is used by National Institute of
Aeronautics and Space (LAPAN), Ministry of Research
Dokumen ini digunakan oleh Lembaga Penerbangan and Technology (Kemen Ristek), and other institutions
dan Antariksa Nasional (LAPAN), Kementerian Riset in the national satellite consortium, and also can be
dan Teknologi (KemenRistek), serta beberapa instansi
yang tergabung dalam konsorsium satelit nasional, dan
juga sebagai bahan kajian bagi mitra luar negeri.

Kunjungan tim Ina-SAT ke stasiun bumi di Parepare, Sulsel/


Visiting of Ina-SAT to ground station in Parepare, Sulsel

Kepala Program/Program Director: Pusat Teknologi Inventarisasi dan Sumber Daya Alam
Ged. Lab Geostech 820, Kawasan Puspiptek, Serpong 15314
Dr. Agustan Telp./Fax: 75791377=79 67
e-Mail: agustan@bppt.go.id
67
ANNUAL REPORT 2014

Survei Java Up-Welling Variation Observation


di Perairan Selatan Jawa Barat
Survey Java Up-Welling Variation Observation
in South Waters of West Java

D I
alam rangka mengimplementasikan n order to implement marine research
kesepakatan kerjasama riset kelautan antara collaboration agreement between the
Balai Teknologi Survei KelautanBPPT Technology Center for Marine Survey-
dengan Balai Penelitian Observasi Laut (BPOL) - BPPT and Marine Observation Research Center
Balitbang Kementerian Kelautan dan Perikanan (BPOL)-Ministry of Marine Affairs and Fisheries as
serta The First Institute of Oceanography (FIO) - well as The First Institute of Oceanography (FIO) -
China, telah dilaksanakan pemasangan sejumlah alat China has carried out the installation of a number
pemantau oseanografi dan meteorologi di Samudera of oceanographic and meteorological monitoring
Hindia (Selatan Jawa Barat) berupa platform buoy tool in Indian Ocean (South West Java) in the form
di permukaan maupun bawah permukaan laut of a platform buoy on the surface and below the
menggunakan K.R. Baruna Jaya I. Penempatan ocean surface using Research Vessel Baruna Jaya I.
buoy-buoy tersebut merupakan bagian dari Program Placement-buoy is part of the Monitoring Program
Pemantauan The Global Indian Ocean Observing The Global Indian Ocean Observing System (IndOOS)

Penempatan /Deployment ADCP Subsurface Mooring Penempatan /Deployment Buoy JUVO

68
TEKNOLOGI
TEKNOLOGI SUMBER DAYA ALAM DANPANGAN/
KELAUTAN/
NATURAL RESOURCES AND MARINE
FOOD TECHNOLOGY
TECHNOLOGY

System (IndOOS) di bawah koordinasi CLIVAR/ under the coordination of CLIVAR/ GOOS Indian Ocean
GOOS Indian Ocean Panel. Melalui survei ini telah Panel. Through this survey, it has been conducted
dilakukan penempatan (deployment) sebanyak 1 (satu) placement (deployment) of 1 (one) unit of sub-surface
unit sub surface mooring (JUV mooring) dan 1 (satu) mooring (JUV mooring) and 1 (one) unit RAMA buoys
unit RAMA buoy di Samudera Hindia. Selain itu, juga in the Indian Ocean. In addition, measurements of
dilakukan pengukuran profil suhu dan salinitas air laut temperature and salinity profiles to a depth of seawater
terhadap kedalaman di beberapa lokasi pengamatan in some station observations using CTD and water
menggunakan CTD dan water sampler. Kegiatan ini sampler. This activity is one form of BTeksurla-BPPT
merupakan salah satu bentuk layanan jasa BTeksurla- services to government and other stakeholders in the
BPPT kepada instansi pemerintah maupun pemangku field of marine surveys.
kepentingan lain di bidang survei kelautan.

Penerapan teknologi survei laut, pemasangan buoy Application of marine surveys, installation of surface
permukaan dan bawah permukaan dengan sistem and subsurface buoy with mooring system on the high
tambat (mooring) di laut lepas, dalam rangka seas, in order to observe parameters of the marine
pengamatan parameter lingkungan laut dan atmosfir environment and atmosphere, has a unique, including
memiliki keunikan, di antaranya wahana survei dengan the usage of special survey vessel, the implementation
kapal khusus survei, pelaksanaan survei pemetaan dasar of seabed mapping surveys in order to determine buoy
laut dalam rangka penentuan lokasi penempatan buoy, location, buoy mooring system installation sequence
instalasi sistem rangkaian buoy tambat dari permukaan from the surface to a depth of 5.000 meters, the
hingga kedalaman 5.000 meter, pekerjaan recovery method recovery and placement of buoys, method in
maupun penempatan buoy, metode penentuan lokasi determining underwater location, checking the data
bawah laut, pengecekan sistem akuisisi data pada buoy acquisition system on the buoy as well as real-time
serta sistem pengiriman data secara realtime ke pusat data delivery system to data center on land. In this
penerimaan data di darat. Dalam kegiatan ini, BPPT activity, BPPT partnered with the Ministry of Marine
bermitra dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan, Affairs and Fisheries, FIO-SOA, China. Data resulted
FIO-SOA, China. Data hasil survei maupun data surface in survey and from surface ADCP mooring buoy will be
buoy dan mooring ADCP selanjutnya akan digunakan used by KKP and the FIO and related agencies for the
KKP dan FIO dan instansi terkait untuk pengkajian studi assessment of global and regional climate studies, and
iklim global maupun regional, serta dapat dimanfaatkan can be used as data in support of catching pelagic fish
sebagai data dalam mendukung penangkapan ikan-ikan around the site.
pelagis di sekitar lokasi.

Kepala Program/Program Director: Balai Teknologi Survei Kelautan


Ged. I Lt.18 JL.M.H. Thamrin 8 Jakarta 10340
Dr. M. Ilyas Telp /fax: 021-3168810 /021-3169429 69
e-Mail: m.ilyas@bppt.go.id
69
ANNUAL REPORT 2014

Sail Raja Ampat: Ekspedisi Kapal Riset dan Ilmiah Kelautan


dengan KR. Baruna Jaya IV
Sail Raja Ampat: Research Vessel and Marine Scientific Expedition
with RV. Baruna Jaya IV

KR. Baruna Jaya IV berlayar menuju Raja Ampat untuk melakukan penelitian batimetri, hidro-oseanografi dan lingkungan/
KR. Baruna Jaya IV expedition to Raja Ampat, West Papua for hydro-oseanografi and marine environment research

S S
ail Raja Ampat 2014 adalah merupakan ail Raja Ampat 2014 is a cross-ministerial
kegiatan lintas kementerian dan lembaga serta and local government agencies activities
pemerintah daerah yang penyelenggaraannya aims to raise the utilization of local potency,
dituangkan dalam Keputusan Presiden RI No. 10 to improve the welfare and support of Raja Ampat
Tahun 2014 tentang Panitia Nasional Penyelenggaraan Ragency, West Papua Province as a tourist destination.
Sail Raja Ampat 2014. Sail Raja Ampat 2014 bertujuan The implementation of Sail Raja Ampat 2014 is outlined
untuk menggalang keterpaduan pemanfaatan potensi in the Presidential Decree No. 10 Year 2014 concerning
daerah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat the National Committee for the Implementation of
serta mendukung Kabupaten Raja Ampat, Propinsi the 2014 of Sail Sail Raja Ampat. In Sail Raja Ampat
Papua Barat sebagai daerah tujuan wisata nasional dan 2014, the Marine Research Vessel Expedition activity
internasional. Dalam Sail Raja Ampat 2014, Kegiatan is one part of a series of Sail whose implementation is
Ekspedisi Kapal Riset Kelautan adalah merupakan coordinated by the Ministry of Research and Technology
salah satu bagian dari rangkaian kegiatan Sail yang (Kemenristek). BPPT (Agency for the Assessment and

70
TEKNOLOGI
TEKNOLOGI SUMBER DAYA ALAM DANPANGAN/
KELAUTAN/
NATURAL RESOURCES AND MARINE
FOOD TECHNOLOGY
TECHNOLOGY

Kegiatan openship untuk pengenalan operasionalisasi kapal riset dan Peserta kegiatan openship dari sekolah dasar di Waisai, Raja Ampat
hasil-hasil penelitian/ Openship activity in research vessel berfoto bersama di KR. Baruna Jaya IV/ Openship activity from
basic school, Waisai, Raja Ampat in KR.Baruna Jaya IV

pelaksanaannya dikoordinasikan oleh Kementerian Application of Technology) has participated and played
Riset dan Teknologi (Kemenristek). BPPT telah an active role in this expedition by sending Research
berpartisipasi dan berperan aktif dengan mengirimkan Vessel (RV) Baruna Jaya IV.
Kapal Riset (KR) Baruna Jaya IV.
In addition to the overall success of Sail objectives, the
Selain mensukseskan tujuan Sail secara keseluruhan, expedition of RV. Baruna Jaya IV aims to improve the
kegiatan Ekspedisi Kapal Riset dengan KR. Baruna Jaya capability of Human Resources for management of
IV bertujuan untuk meningkatkan kemampuan Sumber natural marine resources, increase the knowledge and
Daya Manusia dalam memanfaatkan dan mengelola awareness through training and research activities,
sumber daya alam, membangkitkan semangat bahari as well as joy cruise and exhibitions. The research
dan meningkatkan pengetahuan dan kecintaan laut activities emphasized on the fulfillment of basis data
melalui penguasaan IPTEK kelautan, kegiatan pelatihan on marine environment and hydro-oceanographic in
dan peneltian, serta kegiatan joycruise dan pameran the Raja Ampat Islands waters. In this activity, BPPT
di kapal. Kegiatan penelitian di titik beratkan pada provide a technology solutions to the counterparts such
pengisian basis data lingkungan dan hidro-oseanografi as Ministry Research and Technology (Kemenristek),
di perairan Kepulauan Raja Ampat. Peran BPPT Ministry of Social Welfare (Kemenkokesra)), the
dalam kegiatan ini adalah pemberi solusi teknologi National Marine Board (DEKIN), Local Government of
dengan mitra kerja adalah Kemenristek, Kementerian Raja Ampat and Universities.
Kesejahteraan Rakyat (Kemenkokesra), Dewan Kelautan
Nasional (DEKIN), Pemerintah Daerah Kabupaten Raja
Ampat dan Perguruan Tinggi.

Kepala Program/Program Director: Balai Teknologi Survei Kelautan


Ged.1 Lt.8, BPPT, JL.M.H. Thamrin 8 Jakarta 10340
Dr. Agus Sudaryanto Telp.: 021-3168810; Fax. 021-3169429 71
e-Mai : sudaryanto 21@yahoo.com
71
ANNUAL REPORT 2014

Inovasi Teknologi Lamella Gravity Settler


untuk Pengelolaan Air Limpasan Tambang
Technology Innovation of Lamella Gravity Settler
for Mine Drainage Management

M T
asalah utama di Industri pertambangan he major problem in mining industry is runoff
adalah pengelolaan air limpasan tambang water or mine drainage. Management of mine
(mine drainage). Pengelolaan ditujukan drainage is aimed to maintain and control the
untuk mengontrol dan menjaga kualitas air limpasan quality of runoff water such as pH, TSS and particularly
tambang dari berbagai permasalahan seperti pH, TSS heavy metal pollution including hexavalent chromium,
serta terutama dengan adanya lepasan unsur-unsur total chromium and soluble nickel simultaneously.
pengganggu industri Chromium Hexavalent, Chromium Proper mine drainage management helps improve the
Total dan Soluble Ni secara sekaligus. Pengelolaan performance of mining industry.
yang tepat akan dapat meningkatkan kinerja industri
pertambangan.
BPPT has been developing an innovation technology
BPPT mengembangkan sistem pengolahan air limpasan in mine drainage treatment involving an integrated
tambang yang terpadu dengan menggunakan teknologi system using Lamella Gravity Settler (LGS). Apart from
Lamella Gravity Settler (LGS). Selain ditujukan untuk solving the water quality problems, this innovation
mengatasi permasalahan diatas, inovasi teknologi LGS technology provides high efficiency in treating TSS

Kontruksi LGS 2014 sebagai limpasan tambang/


Construction of LGS in 2014 as part of mine drainage management

72
TEKNOLOGI
TEKNOLOGI SUMBER DAYA ALAM DANPANGAN/
KELAUTAN/
NATURAL RESOURCES AND MARINE
FOOD TECHNOLOGY
TECHNOLOGY

ini dapat meningkatkan efisiensinya dalam mengatasi that it can significantly reduce the area of settling
TSS dengan mereduksi luasan kolam pengendapan pond. This advantage is helpful in mine plan design
secara signifikan sehingga dapat memudahkan dalam and operation.
perencanaan dan operasi penambangan.
The development of this technology has been carried
Kajian ini dilakukan melalui tahapan yang sistematis out in systematic steps since 2011, including surveys,
yang sudah berlangsung sejak Tahun 2011 yang dimulai laboratory testing and pilot project. After achieving
dari kegiatan survei, uji coba skala laboratorium hingga successful results during pilot project stage, it was
pilot project. Setelah berhasil melalui tahap pilot brought to a full-scale plant and is now under
project, maka pada Tahun 2014 teknologi LGS ini sudah construction. LGS is expected to move to commissioning
memasuki tahap konstruksi skala penuh (full scale). and operation stage in 2015.
LGS ini akan memasuki tahap commissioning dan
operasi pada Tahun 2015.

Pilot Project Lamella Gravity Settler (LGS)

Kepala Program/Program Director: Pusat Teknologi Sumber Daya Mineral


Ged. 820 Lab Geostech, Kawasan Puspiptek, Serpong 15314
Dr. Y. Yudi Prabangkara Telp./Fax: 75791377 - 79 73
e-Mail: yudi-prabangkara@yahoo.com
73
ANNUAL REPORT 2014

Inovasi Teknologi Ekstraksi Emas Bebas Merkuri untuk Menuju


Pertambangan Rakyat yang Bertanggung Jawab
Technology Innovation of Free-Mercury Gold Extraction for Responsible ASGM

K A
egiatan Pertambangan Emas Skala Kecil rtisanal and small scale gold mining (ASGM)
(PESK) tumbuh dengan pesat di Indonesia, has been growing rapidly as a result of rich
seiring dengan potensi emas Indonesia yang gold resources in Indonesia. Most ASGMs
sangat besar. Kegiatan ini umumnya dilakukan secara operate illegally and do not comply with good mining
illegal dan tidak memperhatikan aspek-pertambangan practices leading to a range of mine accidents and
yang baik sehingga sering terjadi kecelakaan kerja dan environmental pollution. Gold processing technique
pencemaran lingkungan. Teknik pengolahan emas mostly found in ASGMs is amalgamation where
yang sering dijumpai di PESK adalah amalgamasi yaitu mercury, a hazardous chemical, is put into the process.
pengolahan emas dengan menggunakan bahan kimia This technique has been widely used by the miners
berbahaya merkuri. Teknik ini menjadi primadona bagi because the process is simple, gives immediate result
penambang rakyat karena prosesnya sederhana, cepat and requires low capital cost. On the other hand, in
dan membutuhkan modal yang relatif kecil. Namun term of efficiency it provides very low gold recovery.
demikian, secara teknis, jika ditinjau dari efisiensi It also brings about negative effects on health and
proses, teknik ini memberikan tingkat perolehan environment as the miners use mercury in a large
emas yang kecil. Selain itu, penggunaan merkuri yang amount and uncontrolled manner. These negative
sangat besar dan tidak terkontrol menimbulkan efek impacts could be spread not only locally but also
negatif bagi kesehatan serta mengakibatkan degradasi globally.
lingkungan yang dampaknya tidak hanya bersifat lokal
tapi juga global.

Coordination meeting with the stakeholders as part of INCAM establishment initiative

74
TEKNOLOGI
TEKNOLOGI SUMBER DAYA ALAM DANPANGAN/
KELAUTAN/
NATURAL RESOURCES AND MARINE
FOOD TECHNOLOGY
TECHNOLOGY

UU No. 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral Law No. 4/2009 on Mineral and Coal Mining has
dan Batubara telah mengadopsi wilayah pertambangan included Artisanal and Small Scale Mining area
rakyat sebagai bagian dari wilayah pertambangan. (WPR) as apart of mining zone (WP). In addition,
sementara pada 2013 Pemerintah Indonesia telah the Government of Indonesia signed the Minimata
menanda tangani Konvesi Minamata tentang Convention in 2013 to eliminate the use of mercury.
Penghapusan Merkuri. Kedua perangkat hukum ini These two legal instruments are being used to
mendorong formalisasi PESK dan menghapus dampak regulate and formalize ASGM so that the adverse
negatif terhadap lingkungan akibat penggunaan impact of mercury to environment can be reduced. It
merkuri. sehingga diharapkan kegiatan PESK ini dapat is expected that regulating and formalizing of ASGM
menjadikan sektor pertambanganan rakyat ini menjadi will enable this sector to bring significant contribution
kontributor pembangunan nasional dan manjadi to the development of Indonesia and to transform into
pindustri petambangan yang bertanggung jawab. responsible and sustainable mining.

Dalam kerangka tersebut maka BPPT melalui PTSDM In line with the framework, BPPT has taken a lead
telah melakukan inisiatif pembentukan Pusat Unggulan in initiative of establishment of INCAM (Indonesian
Pertambangan Rakyat atau Indonesian Center for Centre for Artisanal Mining) as an instrument to
Artisanal Mining (INCAM) sebagai media untuk develop technology innovation in gold mining and
pengembangan inovasi teknologi pertambangan to provide education and training for artisanal and
emas dan pusat pendidikan dan pelatihan bagi para small scale miners so that they will have skill and
penambang rakyat sehingga para penambang rakyat knowledge how to operate gold mining in efficient,
mempunyai pengetahuan dan keterampilan tentang safe, free-mercury and environmentally friendly way.
cara melakukan pertambangan emas yang efisien, INCAM is comprised of RESEARCH CENTRE which
aman dan bebas dari merkuri serta ramah lingkungan. will be located in Puspiptek Serpong and TRAINING
INCAM ini terdiri dari RESEACRH CENTER yang CENTRE which will be built in pilot area. In order to
akan berpusat di kawasann Puspiptek Serpong dan implement this initiative, BPPT has been collaborating
TRAINING CENTER yang akan dibangun di daerah- with a range of stakeholders such as related ministries,
daerah percontohan. Untuk mewujudkan inisiatif ini, local governments, universities, NGOs and other
PTSDM telah berkolaborasi dengan berbagai pemangku international institutions.
kepentingan seperti lembaga-lembaga kementerian,
pemerintah daerah, universitas, LSM dan institusi-
institusi internasional.

Kepala Program/Program Director: Pusat Teknologi Sumber Daya Mineral


Ged. 820 Lab Geostech, Kawasan Puspiptek Serpong 15314
Dr. Y. Yudi Prabangkara Telp./Fax: 75791377 - 79 75
e-Mail: yudi-prabangkara@yahoo.com
75
ANNUAL REPORT 2014

Eksplorasi, Domestikasi dan Karakterisasi


Anggrek Coelogyne Marthae S.E.C Sierra
Exploration, Domestication and Characterization of
Coelogyne Orchid Marthae S.E.C Sierra

A O
nggrek dapat dimanfaatkan untuk bahan baku rchids can be used as raw materials for
kosmetik, karena tanaman ini dapat berfungsi cosmetic, because these plants can serve as an
sebagai anti mikroba, anti oksidan, dan anti anti-microbial, anti-oxidant, and anti-aging.
penuaan. Menurut Shibu et al. (2013) anggrek endemik According to Shibu et al. (2013) orchids are endemic
India, Coelogyne nervosa A.Rich, memiliki potensi to India. Coelogyne nervosa A. Rich have the potential
kandungan bahan aktif untuk dikembangkan sebagai active ingredient to be developed as an anti-microbial,
anti mikroba, anti oksidan dan anti kanker. anti-oxidant and anti-cancer.

Penandatanganan Kesepakatan Bersama antara BPPT dan PT Martina Berto Tbk/ MoU signed betwen BPPT and PT Martina Berto

Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan inovasi This activity aims to increase the innovation on the
pemanfaatan bahan alam, untuk pengembangan utilization of natural materials for the development
produk kosmetik berbasis tanaman khas Indonesia. of Indonesian plant-based cosmetic products. The
Kegiatan yang dilakukan meliputi eksplorasi anggrek activities include exploration orchid species Coleogyne
jenis Coleogyne marthae S.E.C Sierra, domestikasi dan Marthae SEC Sierra, domestication and identification
identifikasi aksesi anggrek tersebut dan anggrek lainnya of accessions orchids and other orchid morphological
secara morfologi dan molekuler. and molecular.

Hasil eksplorasi di enam lokasi (Kabupaten Kapuas From the exploration in six locations (Kapuas Hulu
Hulu, Kabupaten Landak, Kabupaten Mempawah, Regency, Landak Regency, Mempawah Regency,
Kabupaten Bengkayang dan Kabupaten Sambas) Bengkayang Regency and Sambas Regency), 125
diperoleh 125 aksesi tanaman dan sedang didomestikasi plants accessions and are currently domesticated in
di Balai Pengkajian Bioteknologi, BPPT. Biotechnology Research Center, BPPT.

76
TEKNOLOGI
TEKNOLOGI SUMBER DAYA ALAM DANPANGAN/
KELAUTAN/
NATURAL RESOURCES AND MARINE
FOOD TECHNOLOGY
TECHNOLOGY

Hasil karakterisasi aksesi anggrek dengan teknik RAPD, Characterization of orchid accession using RAPD
menunjukkan prosentase kemiripan seluruh aksesi technique, show the percentage of similarity across
dengan tanaman kontrol (Coleogyne sp.) sebesar 35%, accessions with control plants (Coleogyne sp.) is
sedangkan antar aksesi sebesar 48%. Berdasarkan 35%, while among accessions is 48%. Based on
karakter morfologi, aksesi Landak (L-6) yang diduga morphological characters, accession Landak (L-6)
merupakan Coleogyne marthae S.E.C Sierra memiliki are thought to be Coleogyne Marthae SEC Sierra with
prosentase kemiripan 59,4% dengan aksesi Landak 59.4% similarity with the accession Landak (L25) and
(L25) dan Mempawah (M15). Mempawah (M15).

Hasil yang diperoleh dari kegiatan ini adalah: (i) koleksi The results of this activity are: (i) collection of orchids
aksesi anggrek dari 6 lokasi, (ii) teknologi domestikasi accession of 6 locations, (ii) domestication technology
anggrek hasil eksplorasi dan (iii) metode isolasi DNA for orchid collected in the exploration and (iii) optimum
optimum untuk anggrek Coleogyne sp. DNA isolation method for orchid Coleogyne sp.

Kegiatan ini merupakan kerjasama antara BPPT dan PT This activity is a collaboration between BPPT and PT
Martina Berto Tbk. Martina Berto.

Aksesi Anggrek dari Kalimantan Barat/ Accession of Coleogyne marthae SEC Sierra

Kegiatan Eksplorasi Anggrek di Kalimantan Barat/ Exploration orchid activity in West Kalimantan

Balai Pengkajian Bioteknologi


Kepala Program/Program Director: Ged. 630, Kawasan Puspiptek, Serpong 15314
Irni Furnawanthi, S.P., M.Si. Telp.: 62-21-7563120/ Fax: 62-21-7560208
e-Mail: irni.furnawanthi@bppt.go id 77
77
ANNUAL REPORT 2014

Produksi Bibit Tanaman Jati dengan Metode Kultur Ex-vitro


Mass Production of Teak through Ex Vitro Culture

Perbanyakan bibit tanaman jati/ Teak propagation method

P E
embangunan hutan tanaman merupakan stablishment of forest tree plantation is a
program strategis untuk mengatasi kekurangan strategic program to cope with the shortage
bahan baku kayu, sekaligus mengurangi tekanan of wood raw materials. Moreover, it will help
terhadap hutan alam yang mengalami degradasi hampir reduce the degradation of natural forests which is a
di semua kawasann hutan sehingga pasokan bahan baku source of the materials. According to Wibowo et al.
menjadi berkurang. Menurut Wibowo et al. (2008) (2008) in 2014, development of industrial plantations
pada tahun 2014 pembangunan hutan tanaman industri is expected to reach 7.5 million acres. According to the
ditargetkan mencapai 7,5 juta hektar. Berdasarkan data data from the Ministry of Forestry of the Republic of
dari Departemen Kehutanan, kebutuhan bahan baku Indonesia, the need of wood reached 80 million m3
kayu mencapai 80 juta m3 per tahun dan sebagian besar per year, 60% of which is timber (Hendromono, in
(60%) berupa kayu pertukangan (Hedromono dalam Effendi, 2008).
Effendi, 2008).

Tanaman jati (Tectona grandis) merupakan salah satu Teak (Tectona grandis) is a timber which is classified
jenis kayu pertukangan yang memiliki keunggulan as fancy wood. Its high price is attributed to the
sebagai jenis kayu mewah (fancy wood) yang banyak decorative properties, durability and strength.
digemari karena sifat dekoratifnya yang bagus serta Superior teak plant with the same characteristics as
karena keawetan dan kekuatannya sehingga memiliki the mother plant can be generated using vegetative
nilai jual yang tinggi. Untuk menghasilkan tanaman propagation technique. Biotech Center-BPPT has
jati unggul yang berasal dari klon yang unggul, maka developed an ex vitro vegetative propagation
teknik yang tepat untuk memperbanyaknya adalah technique. This method allows mass production of
melalui perbanyakan vegetatif. Balai Pengkaian the plant in a short time, uniformly with the same
Bioteknologi-BPPT telah mengembangkan perbanyakan characteristic with the mother plant.
vegetatif dengan menggunakan metode Ex-vitro.

78
TEKNOLOGI
TEKNOLOGI SUMBER DAYA ALAM DANPANGAN/
KELAUTAN/
NATURAL RESOURCES AND MARINE
FOOD TECHNOLOGY
TECHNOLOGY

Perbanyakan bibit melalui aplikasi metode Ex-vitro Using an ex vitro method, at earlier stage 5.000
akan menghasilkan bibit jati dalam jumlah besar dalam seedlings per month will be produced. Then, the
waktu singkat, seragam dam memiliki sifat yang sama production capacity can be increased up to 10.000
dengan induknya. seedlings in a month. Nowadays, the production
capacity is 35.000 seedlings per month which can be
Dengan metode Ex-vitro, perbanyakan tanaman scaled up to 300.000 seedlings in a month.
jati pada tahap awal kegiatan dihasilkan 5.000 bibit
perbulan dan meningkat menjadi 10.000 bibit. Saat The results expected from the proposed program are:
ini dapat diproduksi sebanyak 35.000 bibit per bulan (i) Teak seedling prototype which is produced using
dan dapat ditingkatkan menjadi 300.000 bibit jati per ex-vitro culture, (ii) Industrial-scale production of
bulan. teak seedlings, (iii) Transferring ex vitro technology
to industries, (iv) Recommendation of the use of and
Hasil yang diperoleh dari kegiatan ini adalah: (i) the plant propagation method. In accordance with the
Prototipe bibit tanaman jati hasil perbanyakan dengan BPPT role as assessment and intermediary technology,
metode kultur Ex-vitro, (ii) Produksi bibit jati skala the prototype and the technology can be applied for
industri, (iii) Alih teknologi pembibitan secara ex-vitro reforestation program.
dengan pihak industri, (iv) Rekomendasi pemakaian
bibit dan metode perbanyakan tanaman. Sesuai dengan The ongoing partner of Biotech Center-BPPT in teak
peran BPPT sebagai Intermediasi Teknologi dan propagation is PT Harfam Jaya Makmur. Monthly
Pengkajian Teknologi, prototipe dan teknologi yang ada production capacity at present is 35.000. It can be
dapat dimanfaatkan untuk mereboisasi hutan secara optimized to produced 300.000 seedling per month.
nasional.
References:
Mitra kerjasama yang sedang berjalan adalah dengan Effendi, R. & A.S. Kosasih. 2008. Silvikultur Hutan
PT Harfam Jaya Makmur. Produksi bibit yang Tanaman Penghasil Kayu Pertukangan, hlm. 1-11.
dihasilkan sebanyak 35.000 bibit jati per bulan, dan Prosiding Workshhop Sintesa Hasil Penelitian Hutan
saat ini kapasitas produksi dapat dioptimalkan menjadi Tanaman 19 Desember 2008. Bogor.
300.000 bibit per bulan.
Wibowo, A., Y. Lisnawati, P. Tambunan, Zuraida, A.
Referensi: Kunarso, A.B. Supangat, S. Adriyani, Sukresno. 2008.
Effendi, R. & A.S. Kosasih. 2008. Silvikultur Hutan Pengelolaan Lingkungan Hutan Tanaman, hlm. 99-
Tanaman Penghasil Kayu Pertukangan, hlm. 1-11. 130. Prosiding Workshhop Sintesa Hasil Penelitian
Prosiding Workshhop Sintesa Hasil Penelitian Hutan Hutan Tanaman 19 Desember 2008. Bogor.
Tanaman 19 Desember 2008. Bogor.

Wibowo, A., Y. Lisnawati, P. Tambunan, Zuraida, A.


Kunarso, A.B. Supangat, S. Adriyani, Sukresno. 2008.
Pengelolaan Lingkungan Hutan Tanaman, hlm. 99-130.
Prosiding Workshhop Sintesa Hasil Penelitian Hutan
Tanaman 19 Desember 2008. Bogor.

Balai Pengkajian Bioteknologi


Kepala Program/Program Director: Ged. 630, Kawasan Puspiptek, Serpong,15314
Prof. Dr. Nadirman Haska Telp.: 62-21-7563120/ Fax: 62-21-7560208
e-Mail: nadirman.haska@bppt.go.id
79
79
ANNUAL REPORT 2014

Teknologi Penangkapan Karbon dengan Fotobioreaktor


Carbon Capture Technology using Microalgae Photobioreactor

T B
eknologi penangkapan dan penyimpanan iological Carbon Capture and Storage (B-CCS)
karbon dengan fotobioreaktor mikroalga atau Technology using microalgae photobioreactor
lebih dikenal dengan Biological Carbon Capture (MP) is one of the technologies developed
Storage (B-CCS) merupakan salah satu teknologi yang for the last 10 years to deal with global warming.
dikembangkan dalam 10 tahun belakangan ini untuk In microalgae photobioreactor, CO2 emission from
mengurangi dampak pemanasan global. Fotobioreaktor industry flues is absorbed by growing microalgae
(FBR) mikroalga menyerap emisi gas CO2 dari in photobioreactor units. This technology uses
sumber pencemar dengan menggunakan mikroalga closed system to protect microalgae culture from
yang tumbuh dalam unit fotobioreaktor. Teknologi contamination. Photobioreactors are made of
fotobioreaktor menggunakan wadah tertutup untuk transparrent materials such as glass and fibreglass
melindungi kultur mikroalga dari kontaminasi udara to allow sunlight to enter into the culture medium.
luar. Fotobioreaktor terbuat dari bahan transparan Photobioreactors are equipped with water circulation
seperti kaca atau fiberglass, sehingga cahaya dapat system, CO2 gas injection system, media quality
masuk ke dalam kultur. Fotobioreaktor dilengkapi sensors and nutrient supply system to ensure optimum
dengan sistem sirkulasi air, sistem injeksi gas CO2, microalgae growth.
sensor kualitas media dan lingkungan, serta sistem
penyediaan nutrisi yang memungkinkan pertumbuhan
optimum dari sel mikroalga.

Perakitan unit FBR/ Assembling of FBR unit FBR jenis tabular/ FBR-MTAP

80
TEKNOLOGI
TEKNOLOGI PANGAN/
LINGKUNGAN/
FOOD TECHNOLOGY
ENVIRONMENTAL

Keunggulan teknologi ini adalah: (1) Relatif mudah The advantages of this technology are : (1) easy and
dirakit dan sangat fleksibel dengan kondisi lokasi flexible to be assembled according to local conditions,
yang diinginkan; (2) Tampilannya yang artistik (2) can be designed to improve interior and exterior
menyebabkan FBR dapat ditempatkan di areal utama view of the office or factories as promotion, (3)
pada industri/institusi sebagai pajangan atau promosi, Technically, photobioreactor is easy to operate and
(3) Secara teknis, FBR mudah untuk dioperasikan control with high absorbtion rate of CO2 emission, and
sehingga kapabilitas penyerapan emisi CO2 dan (4) Biomass produced is relatively free of contaminant
produktivitas biomasa dapat dengan mudah dikontrol, and suitable for pure biomass production.
(4) Produk biomassa yang dihasilkan juga terhindar
dari kontaminasi, sehingga teknologi ini sesuai bila Outcome of this activity was a prototype ready to be
digunakan untuk memproduksi biomassa massal yang assembled and operated at various CO2 gas emissions
murni. in industries. By implementing this technology, people
living near the industry will benefit from cleaner air
Keluaran aktifitas ini berupa prototipe FBR yang and healthier environment. This technology also helps
siap dirakit dan dioperasikan di berbagai sumber government to meet reduction target for CO2 emission
pencemar emisi CO2. Prototipe FBR ini dapat menyerap in industry and green industry program.
karbondioksida (CO2) dan mengeluarkan oksigen (O2).
Diharapkan dengan banyak dioperasikannya unit FBR This technology provides one of 13 services of BPPT,
di industri-industri maka akan diperoleh lingkungan specifically technology solution in carbon mitigation.
yang lebih bersih dan sehat. This technology also serves as environmental and
economical function for its ability to reduce CO2
Sejalan dengan salah satu peran BPPT sebagai emission and increase O2, and for its biomass
penyedia solusi teknologi, diharapkan Teknologi FBR utilization to value added products such as bio fuel,
ini bisa dimanfaatkan sebagai salah satu alternatif medicine, cosmetics, food and feed supplement.
unit penyerap emisi gas CO2 yang multifungsi secara
lingkungan dan ekonomis. Sisi lingkungan diwujudkan BPPT conducted joint research activity with PT.
dengan kemampuannya dalam menyerap emisi CO2 dan Indolakto Jakarta to develop and test microalgae
menambah suplai gas O2, sedangkan secara ekonomis photo bioreactor prototype to reduce CO2 emission
dimungkinkan oleh karena adanya nilai tambah dari from flue stacks.
produksi biomasa mikroalga yang dihasilkan yang
berpotensi sebagai bahan baku obat-obatan, suplemen
kesehatan, kosmetik, pakan dan bahan pakan nabati.

Dalam melaksanakan kegiatan teknologi FBR ini,


BPPT bekerjasama dengan PT Indolakto Jakarta dalam
ujicoba perakitan skala pilot dan ujicoba penyerapan
emisi CO2 yang berasal dari cerobong pabrik.

Pengoperasian FBR / FBR operational

Pusat Teknologi Lingkungan (PTL)


Kepala Program/Program Director: Ged. Lab Geostech 820, Kawasan Puspiptek 15310
Arif Dwi Santoso, S.Pi, M.Eng Telp./Fax: 75791377-79
e-Mail : arif.santoso @bppt.go.id 81
81
ANNUAL REPORT 2014

Teknologi Online Monitoring Air Limbah


Online Monitoring Technology for Wastewater

A W
ir limbah yang dihasilkan oleh kegiatan astewater generated by domestic activities,
domestik, perkantoran maupun industri offices and industries are required by the
diwajibkan oleh Kementerian Lingkungan Ministry of Environment to be processed
Hidup untuk diolah dalam sebuah instalasi pengolahan in a wastewater treatment plant (WWTP) which
air limbah (IPAL) dengan hasil olahan yang diwajibkan can process the water pollutants to meet the quality
memenuhi baku mutu yang disyaratkan dalam peraturan standards required by the government legislations.
perundangan. Baik tidaknya hasil pengolahan sebuah The good or poor result of the processing of a WWTP
IPAL sangat berpengaruh kepada kualitas air sungai can influence to the quality of the river water, so that
yang ada, sehingga hasil olahannya wajib dipantau the processed products must be monitored on a regular
secara rutin baik secara manual maupun realtime. basis either manually or realtime.

BPPT telah mengembangkan teknologi Online BPPT has developed Online Monitoring Technology
Monitoring (Onlimo) dengan beberapa tipe produk yang (Onlimo) with some types of the products that are
mampu melakukan pemantauan kualitas air limbah

Instalasi onlimo di IPAL domestik gedung BPPT/ Onlimo instalation on domestic IPAL in BPPT

82
TEKNOLOGI
TEKNOLOGI PANGAN/
LINGKUNGAN/
FOOD TECHNOLOGY
ENVIRONMENTAL

secara online dan realtime dengan biaya investasi yang capable to monitor the quality of waste water directly
murah. Onlimo memiliki keunggulan dapat memantau and on realtime with low investment costs. Onlimo
beberapa parameter sekaligus secara langsung, memiliki has the advantages, such as able to monitor multiple
fitur peringatan dini / early warning system (EWS) parameters directly, features the early warning system
untuk penegakan hukum, dan fitur teknologi yang dapat (EWS) for law enforcement, and technology features
disesuaikan dengan kebutuhan pengguna. that can be tailored to the needs of the users.

Keluaran produk Onlimo berupa sistem integrasi Onlimo produce a hardware integrated system which
hardware remote terminal unit (RTU) dan software is called remote terminal unit (RTU) and online
online monitoring yang terdiri dari SMS gateway, monitoring software that consists of a SMS gateway,
database Onlimo dan sistem informasi berbasis web Onlimo database and the web-based information
yang di instalasikan dalam satu pusat data pemantauan. systems as the data center. By using Onlimo, processing
Dengan menggunakan Onlimo, hasil pengolahan results of a WWTP can be continuously observed, and a
sebuah IPAL dapat diketahui tren kualitas air trend of the effluent quality will show the performance
limbahnya sekaligus kinerja sistem IPAL di dalamnya. of the WWTP. Moreover, it can reduce the cost of
Selain itu dapat mengurangi biaya analisa laboratorium laboratory analyzes for some parameters required
beberapa parameter yang disyaratkan oleh instansi by the relevant agencies . By applying a proper SOP
terkait. Dengan menerapkan SOP tanggap pencemaran, (standart, operation and procedure) for the water
Onlimo dapat digunakan sebagai alat bukti terjadinya pollution response, Onlimo can be used as an evidence
pencemaran. of water pollutions.

Onlimo merupakan produk BPPT yang dihasilkan Onlimo BPPT is a product generated as part of the role
sebagai salah satu peran dalam menyediakan solusi of technology in providing alternative solutions for
alternatif teknologi untuk pemantauan kualitas air. water quality monitoring. To be expected that Onlimo
Diharapkan Onlimo dapat dimanfaatkan sebagai can be exploited as a technology that helps government
teknologi yang membantu instansi pemerintah maupun institutions and industries in monitoring the quality
industri dalam memantau kualitas air limbah untuk of waste waters to reduce the environmental pollution
mengurangi dampak pencemaran kualitas air, sehingga impacts, so it can indirectly improve the quality of the
secara tidak langsung dapat memperbaiki kualitas water environment in Indonesia.
lingkungan perairan di Indonesia.
Onlimo was one recipient of awards for innovation
Onlimo menjadi salah satu penerima penghargaan work 101 most promising innovations in 2009 awarded
atas karya inovasi 101 inovasi paling prospektif pada by the Ministry of Research and Technology. BPPT has
tahun 2009 yang diberikan oleh Kementerian Riset already applied many Onlimo systems to assist local
dan Teknologi. BPPT telah banyak menerapkan governments in monitoring water quality regionally.
produk Onlimo untuk membantu pemerintah daerah In 2014 BPPT in cooperation with the Ministry of
dalam memantau kualitas air. Pada tahun 2014 BPPT Environment conduct an assessment and application
bekerjasama dengan Kementerian Lingkungan Hidup of online monitoring technology system to control
melakukan kegiatan pengkajian dan penerapan sistem pollution in Ciliwung-Cisadane watersheds.
monitoring pengendalian pencemaran di daerah
aliran sungai (DAS) CiliwungCisadane menggunakan
teknologi onlimo.

Kepala Program/Program Director: Pusat Teknologi Lingkungan


G ed. 820 Lab Geostech,Kawasan Puspiptek, Serpong 15314
Heru Dwi Wahyono, B.Eng, M.Kom Telp./Fax: 75791377-79 83
e-Mail: heru.dwi@bppt.go.id
83
ANNUAL REPORT 2014

Aplikasi Teknologi Fitoremediasi untuk Pemulihan Lahan Pasca Tambang


Application of Phytoremediation Technology to Remediate Post-Mining Land

Fitoteknologi di lahan marginal dengan tanaman minyak atsiri tumpang sari dengan tanaman lada di Bangka Tengah/
Phytotechnology in marginal conditions with volatile oil and pepferin in Central Bangka Regency

F P
itoremediasi merupakan teknik untuk hytoremediation is a technique to restore
memulihkan kualitas lingkungan dari kondisi the environmental quality of unfavorable
kurang baik dari sudut pandang biosistem conditions from the point of view of biosystem
menjadi keadaan yang optimal menurut fungsi atau to the optimal state according to a function or a
kualitas tertentu yang diinginkan. Melalui teknik ini certain desirable qualities. Through this technique,
proses perbaikan lingkungan meniru cara kerja alam improvement processes mimic the workings of
seperti proses stabilisasi, rhizofiltrasi, evapotranspirasi, the natural environment such as the stabilization
atau kompartementalisasi. Oleh sebab itu fitoremediasi process, rhizofiltrasi, evapotranspiration, or
bukan merupakan proses yang mengandalkan compartmentalization. Therefore, phytoremediation
perlakukan fisik dan kimia. is not a process that relies on physical and chemical
treatment.

84
TEKNOLOGI
TEKNOLOGI PANGAN/
LINGKUNGAN/
FOOD TECHNOLOGY
ENVIRONMENTAL

Karena pendekatan secara biologik adalah aman serta Because the biological approach is safe and the cost of
biaya pengadaan biota yang tidak mahal maka teknik biota procurement are not expensive, the technique of
fitoremediasi untuk memulihkan lahan pasca tambang phytoremediation (phytotechnology) to recover post-
adalah kompetitif baik dari sisi kehandalan bioproses mining land is competitive both in terms of reliability
maupun biaya operasi. BPPT mengembangkan teknologi bioprocess and operating costs. Results showed that
pemulihan lahan pasca tambang secara fitoremediasi the plants were able to growth appropriately in
dengan menggunakan biota bernilai ekonomik. Pilot environment with marginal conditions. Such ability
project pemulihan lahan pasca tambang timah dengan demonstrated that both citronella oil plant and
menggunakan minyak sereh (cycimbopogon nardus) vetivergrass which were supported with micorrhiza
dan akar wangi (vetiferi zanoides) yang bersalut capable of surviving in marginal conditions of
mikoriza menunjukkan bahwa tanaman tersebut environment and gradually improving the quality of the
mampu tumbuh dengan baik dalam kondisi lingkungan biosystem. As the citronella oil plant and vetivergrass
marginal. Kemampuan tumbuh tanaman tersebut are sources of volatile oil then the phytoremediation
dalam kondisi marginal menunjukkan bahwa minyak technique provides a means to environmentally
sereh dan akar wangi bersalut mikoriza bertahan dalam friendly public development.
lingkungan marginal serta mampu meningkatkan
kualitas lingkungan biosistem. Karena tanaman minyak This program is a manifestation of BPPTs role
sereh dan akar wangi merupakan sumber minyak atsiri through technology solutions. The 3 years activity was
maka teknik fitoremediasi ini menyediakan cara untuk a collaboration project between BPPT and the Local
pemberdayaan masyarakat berwawasan lingkungan. Government of Central of Bangka Regency.

Program ini merupakan manifestasi peran BPPT


melalui solusi teknologi. Kegiatan berdurasi 3 tahun
ini bekerjasama dengan Pemerintah Daerah Kabupaten
Bangka Tengah.

Penandatangan MOU antara BPPT dengan Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah/


Signed of MOU betwen BPPT and Central of Bangka Regency

Kepala Program/Program Director: Balai Teknologi Lingkungan


Ged. Lab Geostech 820, Kawasan Puspiptek 15310
Dr-Ing. M.Abdul Kholiq, MSc Telp./Fax: 75791377-79 85
e-Mail: muhammad.abdulkholiq@bppt.go.id
85
ANNUAL REPORT 2014

Pengembangan Teknologi Bioabsorben untuk


Pemulihan Air dan Pesisir Pantai Tercemar Minyak
Development of Bioabsorbent Technology for Remediation of
Water and Shoreline Contaminated with Crude Oil

Ujicoba Bioremediasi tumpahan minyak di pesisir skala pilot bekerjasama dengan PT Pertamina Cilacap/
Bioremediation test for oil spread out in PT Pertamina Cilacap

P O
encemaran minyak di perairan sering kali il pollution in water media is frequently
berulang. Namun tanggap darurat dalam hal occurred. However, anticipation of the
pencegahan penyebaran minyak acap kali sulit problem is frequently difficult to execute.
dilakukan. Hal ini dikarenakan mobilitas minyak This is caused by oil mobility following the three
dalam mengikuti pola gerakan mediumnya. Guna dimensional movement of medium. To anticipate the
mengantisipasi penyebaran minyak di lingkungan spread out of the oil BPPT has developed a technology
perairan BPPT mengembangkan teknologi bioabsorben. that is called bioabsorbent. Such a bioabsorbent was
Bioabsorben tersebut dibuat dari matriks berupa made of organic leftover materials in which microbes
limbah organik yang ke dalamnya dibubuhkan mikroba and several other substances were impregnated. As a
serta bahan lain sehingga berfungsi sebagai remediator result the material could be used as a remediator for
untuk lingkungan perairan tercemar oleh minyak. water contaminated with crude oil.

86
TEKNOLOGI
TEKNOLOGI PANGAN/
LINGKUNGAN/
FOOD TECHNOLOGY
ENVIRONMENTAL

Teknologi bioabsorben ini dikembangkan untuk The developed technology was designed to provide
menyediakan produk lokal yang dapat bersaing dengan a local product that could be competitive to similar
produk impor dengan fungsi yang sama yaitu remediator imported products. With the very high local content
lingkungan tercemar. Dengan kandungan lokal yang of the product, i.e microbial and raw materials
tinggi yakni unsur mikroba serta bahan matriks penyalut for matrix, then the synthesized bioabsorbent will
mikroba maka pengembangan bioabsorben ini memiliki having both economical and technical competitive as
keunggulan kompetitif ekonomik selain kehandalan bioremediator. The developed product could be applied
fungsi sebagai remediator. Material bioabsorben yang for remediating water or sludge contaminated with
dikembangkan ini dapat diaplikasikan untuk teknik crude oil. This program is a manifestation of BPPTs
bioremediasi cemaran minyak baik yang terdapat role through technology solutions. A bench scale trial
dalam badan air maupun lumpur mengandung minyak. has been setup in joint collaboration with Pertamina
Program pengembangan teknologi ini merupakan upaya Cilacap.
BPPT dalam memerankan fungsi sebagai lembaga
penyedia solusi teknologi. Ujicoba skala bangku telah
dilakukan melalui kerjasama dengan mitra Pertamina
Cilacap.

Papan Nama Ujicoba Bioremediasi tumpahan minyak di Cilacap/ Penyerahan produk bioabsorbent dari BTL-BPPT kepada
Board of bioremediation test for oil spread out in Cilacap PT Pertamina Cilacap/ Bioabsorbent product from BPPT
to PT Pertamina in Cilacap

Kepala Program/Program Director: Balai Teknologi Lingkungan (PTL)


Ged. Lab Geostech 820, Kawasan Puspiptek 15310
Dr.-Ing. M.Abdul Kholiq, M.Sc Telp./Fax: 75791377-79 87
e-Mail: muhammad.abdulkholiq@bppt.go.id
87
ANNUAL REPORT 2014

Teknologi Pengukuran Karbon Laut


Measurement Technology for Marine Carbon

K H
egiatan manusia telah meningkatkan uman activities has resulted in the increase of
konsentrasi Gas Rumah Kaca (GRK), seperti concentration of greenhouse gases emissions,
CO2, CH4, N2O CF4, dan C2F6 ke atmosfer. such as CO2, CH4, N2O CF4 and C2F6 into
Isu mengenai peningkatan GRK ini, khususnya CO2 the atmosphere. The issue of the increase in greenhouse
telah menjadi perhatian berbagai kalangan karena gases, especially CO2 has become a matter of global
menimbulkan pemanasan global dan dampaknya concern because of its impact on global warming and
terhadap perubahan iklim bumi. Hal ini mendorong climate change. This issue prompted various parties to
berbagai kalangan untuk melakukan upaya-upaya make efforts in reduction of greenhouse gases emission
penurunan emisi GRK termasuk penelitian untuk including research for identification of which sectors
mengidentifiksai sektor-sektor mana saja yang dapat are able to absorb CO2 from the air. Besides forests,
menyerap CO2 dari udara. Selain hutan, lautan juga the oceans are also regarded as one of absorbent media
dipandang sebagai salah satu media penyerap CO2 di for world CO2.
dunia.
In an effort to determine the role of marine and coastal
Dalam upaya untuk mengetahui peranan wilayah areas of Indonesia in carbon cycles, BPPT has been
laut dan pesisir Indonesia dalam siklus karbon, BPPT utilizing the technology for direct measurement of
telah memanfaatkan teknologi pengukuran langsung partial pressure of CO2 (pCO2) for surface waters with

Note 0-500 1500-2000 3000-3500


= Mangrove 500-1000 2000-2500 3500-4000
= pCO2 1000-1500 2500-3000 >4000

88
TEKNOLOGI
TEKNOLOGI PANGAN/
LINGKUNGAN/
FOOD TECHNOLOGY
ENVIRONMENTAL

(direct measurement) parameter tekanan parsial gas Pro-oceanus sensor. Direct measurement is considered
CO2 (pCO2) perairan dengan sensor Pro-oceanus. as one of the more accurate method for pCO2 than
Pengukuran langsung dipandang merupakan metode the indirect measurement (the calculation of pCO2
yang paling akurat dibanding indirect measurement is from the parameters of pH, Talk and DIC). This is
(pengukuran pCO2 dari hasil perhitungan parameter important because the pCO2 is a minor component in
pH, TAlk dan DIC). Hal ini penting karena pCO2 the carbonate system (<1%) so that the change between
merupakan komponen yang minor dalam sistem the three species of carbon (carbonates, bicarbonates,
karbonat (<1%) sehingga perubahan diantara ke tiga pCO2) will affect major changes in pCO2. The pCO2
spesies karbon (karbonat, bikarbonat, pCO2) akan is an important parameter in the calculation of the
mempengaruhi perubahan besar terhadap pCO2. pCO2 CO2 exchange flux between air and water, which can
ini merupakan parameter penting dalam perhitungan describe the magnitude of the direction of the exchange
fluk pertukaran gas CO2 lapisan udara dan air, yang whether as a sink or source.
dapat menggambarkan besarnya arah pertukaran
apakah sebagai sink atau source.
In our Program of Technology for Control and Mitigate
Dalam Program Teknologi Pengendalian dan Mitigasi of Global Warming Impact, the application of this
Dampak Pemanasan Global, aplikasi teknologi ini telah technology has been used for the measurement of pCO2
dimanfaatkan untuk pengukuran pCO2 diberbagai in various marine and estuarine waters such as Musi
perairan laut dan estuari di berbagai wilayah Indonesia River estuary, the Gulf of Banten, Jakarta Bay, Segara
seperti Muara Sungai Musi, Teluk Banten, Teluk Anakan waters, Barito River Estuary, coastal waters
Jakarta, Segara Anakan, Surabaya, Bali, Muara Sungai of Surabaya, Bali, Pontianak, Derawan, Morotai, Raja
Barito, Pontianak, Derawan, Morotai, Raja Ampat, Ampat, and the Indian Ocean. In these activities, the
dan Samudera Hindia. Peran BPPT dalam kegiatan role of BPPT is through providing technology solutions
ini adalah melalui solusi teknologi dengan mitra kerja to the partners from the Ministry of Fisheries and
dari Kementerian Perikanan dan Kelautan (KKP) dan Marine Resources and Universities.
Universitas.

Kepala Program/Program Director: Balai Teknologi Survei Kelautan


Ged.I Lt.19 BPPT Jl .M.H. Thamrin 8 Jakarta 10340
Dr. Agus Sudaryanto Telp. (021)-3168810; Fax. (021)-3168149 89
e-Mail: sudaryanto21@yahoo.com
89
ANNUAL REPORT 2014

Mendorong Perguruan Tinggi


sebagai Basis Teknoprener dan Pengembangan Pusat Inovasi
Encouraging Higher Education
as the Basis of Technopreneurs and Innovation Center Development

P H
erguruan tinggi sudah selayaknya menunjukkan igher education should appropriately
peranan dan kontribusinya untuk menciptakan demonstrate the role and contribution to
berbagai solusi dalam mengatasi persoalan creating a variety of solutions in order to
yang sedang dihadapi dan menghasilkan inovasi untuk address problems and generates innovation to respond
merespon setiap perubahan yang terjadi. Sebagai any possible changes that might occur. As one of the
salah satu usaha dalam rangka peningkatan peran dan attempts in order to improve the role and contribution
kontribusi perguruan tinggi, Fakultas Teknik Universitas of universities/colleges, the Faculty of Engineering of
Sebelas Maret (FT-UNS) bekerjasama dengan BPPT Universitas Sebelas Maret (FT-UNS) has collaborated
untuk penyelenggaraan kurikulum Kewirausahaan with BPPT to implement a curriculum of technology-
Berbasis Teknologi (technopreneurship) di FT-UNS based entrepreneurship (Technopreneurship) on the

Kuliah Umum Technopreneurship UNS/ General Lecture in UNS Konsinyering Teknoprener di UNS/ Technopreneurship n in UNS

pada tahun akademik 2013-2014. Untuk tujuan tersebut, academic year of 2013-2014. A team of curriculum
telah dibentuk sebuah tim penyusun kurikulum dan and technopreneurship modules constituent has been
buku modul technopreneurship. established to accomplish that purpose.

Kurikulum technopreneurship terdiri dari matakuliah The Technopreneurship curriculum consists of


Kewirausahaan (matakuliah wajib 2 SKS), dan Entrepreneurship course (2 credits of compulsory
matakuliah technopreneurship (matakuliah pilihan course) and Technopreneurship course (3 credits
3 SKS), ditambah dengan penyusunan business plan of optional course), coupled with a business plan
sebagai tugas akhir/skripsi (4 SKS) mahasiswa berbasis preparation as a final project/thesis (4 credits) by the
bidang keilmuan masing-masing. students based on their respective scientific fields.

90
TEKNOLOGI PANGAN/
SISTEM INOVASI/
FOOD TECHNOLOGY
INNOVATION SYSTEM

Mekanisme model pembelajaran kurikulum The mechanisms of Technopreneurship curriculum


technopreneurship di perguruan tinggi adalah sebagai learning models in university/college are as follows:
berikut :

1. Mahasiswa yang selesai mengikuti matakuliah 1. The students who finished the compulsory
wajib kewirausahaan (2 SKS) dan kuliah umum subjects of Entrepreneurship and public lecture
Technopreneurship diwajibkan untuk membuat of Technopreneurship are required to make a
proposal ide bisnis berbasis teknologi yang technology-based business proposal. The proposal
selanjutnya akan diseleksi oleh tim internal will be selected by an internal team of the university.
universitas. Proposal yang lulus seleksi dapat The Proposal that passes the selection will be able to
mengikuti mata kuliah pilihan technopreneurship, pursue Technopreneurship course, while those who
sementara yang tidak lulus seleksi dapat kembali did not pass the selection are required to complete
untuk menyelesaikan tugas akhir sesuai dengan the final task in accordance with their respective
jurusan masing-masing. departments.
2. Bagi mahasiswa yang telah mengikuti mata kuliah 2. For students who have followed the
pilihan technopreneurship, wajib membuat proposal Technopreneurship course are required to make
skripsi berbasis teknologi yang akan diseleksi oleh a technology-based thesis proposal and will be
tim internal universitas bersama calon investor. selected by an internal team of university together
Mereka yang lulus akan memperoleh sponsor dan with potential investors. Selected students will
pendampingan/mentoring dalam menyelesaikan receive sponsorship and guidance/mentoring in
tugas akhirnya (talent scouting). completing their thesis (talent scouting).
3. Bagi mereka yang lulus talent scouting dan 3. Selected students, who have passed talent scouting
memperoleh sponsorship untuk menyelesaikan and received sponsorship to complete their
tugas akhir berupa business plan dapat menjadi business plan thesis, will have an opportunity in
mitra sponsor dalam proses pra-inkubasi sebagai pre-incubation process as prospective tenants.
calon tenant. Mereka yang lulus talent scouting Those who only passed the talent scouting but did
tetapi tidak memperoleh sponsorship tetap dapat not get the sponsorship must continue to complete
menyelesaikan tugas akhir berupa business plan. their business plan thesis.

Model pembelajaran kurikulum technopreneurship The Technopreneurship curriculum learning model was
tersebut, telah dijadikan kebijakan universitas, endorsed as rectors decree and has been implemented
diabsahkan dalam bentuk SK Rektor dan since academic year of 2013/2014 at FT-UNS. To
diimplementasikan di FTUNS pada tahun akademik support the implementation of the Technopreneurship
2013-2014. Untuk mendukung implementasi model curriculum learning model, a Technology Innovation
pembelajaran kurikulum technopreneurship tersebut, Center (PIT-UNS) was established to run the
telah dibentuk kelembagaan Pusat Inovasi Teknologi incubation process. In addition, FT-UNS has published
(PIT-UNS) untuk menjalankan proses inkubasi. technopreneurship textbooks, materials of instruction,
Selain itu, buku teks technopreneurship, Bahan Ajar, and lecture programs (SAP).
dan Satuan Acara Perkuliahan (SAP) kurikulum
technopreneurship telah diterbitkan.

Kepala Program/Program Director: Balai Inkubator Terknologi


Ged. 629-622, , Kawasan Puspiptek, Serpong 15314
Rahmat Karyanda Telp.: 021-7560916 / Fax: 021-756904 91
e-Mail: rahmat.karyanda@bppt.go id
91
ANNUAL REPORT 2014

Pengembangan UMKM Berbasis Teknologi yang Kreatif dan Inovatif


Development of Creative and Innovated Technology-Based SMEs

Uji produksi gas sintesis/ Synthetic gas production test

P I
ada rapat kerja BPPT Februari 2014, dua n February 2014, BPPT has inaugurated
perusahaan pemula berbasis teknologi (PPBT) two technology-based start-ups with
yang inovatif dengan produk berbasis minyak innovative products based on essential oil
atsiri dan nanoteknologi telah dinyatakan lulus sebagai and nanotechnology, at the same time BPPT annual
tenant BPPT. BPPT dalam hal ini adalah Balai Inkubator working meeting was carried out. Subsequently, BPPT
Teknologi (BIT) selanjutnya akan meluluskan tenant will also inaugurate other tenants: a synthetic gas
yang lainnya, yaitu penghasil gas sintesis dan pupuk producer and technofert biofertilizer.
hayati technofert.
Technology Incubator Center (BIT) is an intermediary
Balai Inkubator Teknologi (BIT) adalah lembaga institution to nurture innovative and competitive
intermediasi untuk menciptakan perusahaan baru yang start-ups. One of the tenants of BIT is the synthesis gas
inovatif dan kompetitif. Salah satu tenant BIT adalah producer, which utilizes renewable energy technology
penghasil gas sintetis. Produk tersebut merupakan salah based.
satu produk teknologi yang berbasis energi terbarukan.
By utilizing the biomass fuel from the landfill of
Dalam menjalankan tupoksinya, BIT melakukan Degayu, it is expected that the landfill of Degayu will
pendampingan dalam kegiatan pengujian produk yang have a longer usage lifetime. Moreover, the electricity
akan digunakan oleh Pemerintah Kota Pekalongan as another outcome of the synthesis gas producer is also

92
TEKNOLOGI PANGAN/
SISTEM INOVASI/
FOOD TECHNOLOGY
INNOVATION SYSTEM

untuk pengolahan sampah (revitalisasi) TPA Degayu. another benefit with economical value for the society
Dengan memanfaatkan bahan bakar dari biomassa yang in Pekalongan City. In this activity, BIT has a role as
bersumber dari TPA Degayu, diharapkan masa pakai an intermediary for the government of Pekalongan
TPA Degayu dapat menjadi lebih lama. Selain itu dapat City, Bank Rakyat Indonesia, and other stakeholders.
menghasilkan nilai ekonomis berupa listrik yang dapat Afterward, to ensure the performance of the synthetic
dinikmati oleh masyarakat Pekalongan. Peran BIT gas producer, BIT provides assistance from mentors/
dalam kegiatan tersebut berupa intermediasi dengan experts related with the field.
pihak pemerintah kota Pekalongan, BRI dan stakeholder
lainnya. Kemudian untuk menjamin performansi alat
penghasil gas sintetis, maka BIT menghadirkan mentor
yang alih dalam bidangnya.

Produksi Pupuk Hayati Technofert/ Production of technofert bofertilizer

Selain menginkubasi alat penghasil gas sintetis, BIT Furthermore, BIT also assists a tenant that
juga mendampingi tenant dengan produk Pupuk produces technofert biofertilizer, an assessment
Hayati Technofert yang merupakan hasil kajian dari from Biotechnology Assessment Center of BPPT. In
Balai Pengkajian Bioteknologi BPPT. Pada kegiatan production testing activity, this tenant has produced 8
uji produksi yang difasilitasi oleh BIT, tenant telah tons of biofertilizer in approximately 5 months. BIT also
mampu menghasilkan produk sebanyak 8 ton. BIT assists the quality testing and effectiveness testing of
juga melakukan pendampingan pengujian mutu dan the tenants product. These tests are important in order
pengujian efektivitas terhadap hasil produksi tenant to perform standardized product accordance with the
sehingga telah sesuai dengan standar Kementerian standards of the Ministry of Agriculture, which can
Pertanian, yang dapat ditunjukkan dengan nomor be shown to the registration number 03.08.2014.016.
pendaftaran hak edar 03.08.2014.016. Tenant juga Tenant is also able to sale its products in oil palm
mampu memasarkan produknya pada perkebunan plantations and farmers as well as a supplier to
kelapa sawit dan petani serta menjadi salah satu pemasok provide the needs of one of the government programs
untuk kebutuhan salah satu program pemerintah di in the transmigration field.
bidang transmigrasi.

Kepala Program/Program Director: Pusat Pengkajian dan Kebijakan Difusi Teknologi


Ged. 629-622, , Kawasan Puspiptek, Serpong 15314
Dr. Yenni Bakhtiar, M Ag.Sc Telp.: 021-75791352 / Fax: 021-75791352 93
e-Mail: yenni.bakhtiar@bppt.go id
93
ANNUAL REPORT 2014

Audit Teknologi Pabrik Pupuk : State of the Art


Fertilizer Plant Technology Audit: State of the Art

Rapat koordinasi Audit teknologi pabrik pupuk/ Coordination meeting of technology audit

I U
ndustri pupuk urea adalah industri yang strategis rea f ertilizer industry is a strategic
dalam mendukung ketahanan pangan nasional. industry in supporting Indonesias national
Namun kondisi industri pupuk urea nasional food security. However, the national urea
saat ini mengalami beberapa kendala, antara lain fertilizer industry is currently experiencing some
sebagian besar pabrik pupuk urea memiliki tingkat problems that most of the urea fertilizer plants are in a
efisiensi yang rendah (mengkonsumsi gas alam rata- low level of efficiency (with the natural gas consumption
rata sebesar 32 MMBTU/ton produk urea) karena of 32 MMBTU/ton of urea products), by not utilizing
menggunakan teknologi yang tidak termutakhir. the latest technology.

Sebagaimana diketahui pabrik pupuk adalah pabrik It is well-known that a fertilizer plant is a technology-
yang padat teknologi. Seluruh pabrik pupuk urea di intensive factory. The urea fertilizer plants in Indonesia
Indonesia menggunakan teknologi yang berasal negara are still utilizing technology derived from foreign
asing. Dalam proses pembuatan pupuk urea setiap countries. Each of urea manufacture consists of three
pabrik memiliki tiga (3) unit pabrik yaitu: unit pabrik plant units, as follows: an ammonia plant unit, urea
amonia, unit pabrik urea dan unit utilitas. Untuk plant unit, and utility unit. To determine the condition
mengetahui kondisi pabrik pupuk urea di Indonesia of urea fertilizer plant in Indonesia which is the
saat ini yakni kondisi mengenai jenis teknologi proses condition of the type of utilized technology process, its
yang digunakan, kapasitas desain yang dimiliki serta capacity design as well as the level of the efficiency use
tingkat efisiensi penggunaan bahan baku dan energi, of raw materials and energy, BPPT has implemented
maka BPPT melakukan audit teknologi ke beberapa technology audit to a number of urea fertilizer plants
pabrik pupuk urea yang dimiliki oleh Badan Usaha of State-Owned Enterprises.
Milik Negara.

94
TEKNOLOGI PANGAN/
SISTEM INOVASI/
FOOD TECHNOLOGY
INNOVATION SYSTEM

Berdasarkan hasil audit teknologi, diketahui The result of the technology audit shown that
kondisi teknologi pabrik pupuk di Indonesia masih Indonesias fertilizer plants are still utilizing Steam
menggunakan Teknologi Steam Methane Reformer Methane Reformer (SMR) technology, an over 40 year-
(SMR) dimana jenis teknologi tersebut sudah old technology. While the most up-to-date technology
digunakan di pabrik-pabrik pupuk urea sejak kurang to form synthetic gas is Autothermal Reformer (ATR)
lebih 40 tahun yang lalu. Sedangkan teknologi terbaru or Combined Autothermal Reformer (CAR). CO2
untuk pembentukan syngas adalah jenis Autothermal stripping technology is a type of technology that has
Reformer (ATR) atau Combined Autothermal Reformer been used since 40 years ago, while Pull Reactor and
(CAR). Untuk teknologi konvensional CO2 stripping Pull Condenser are quite new, which has been used
adalah jenis teknologi yang sudah digunakan sejak around four years ago. Urea fertilizer plant design that
kurang lebih 40 tahun yang lalu, sedangkan teknologi utilizes the latest technology has production capacity
Pull Reactor dan Pull Condenser telah digunakan sejak over 3,000 tons/day of ammonia and over 3,500 tons/
kurang lebih 4 tahun yang lalu. Dari sisi kapasitas, day of urea. Yet the requirement of natural gas as raw
desain pabrik pupuk urea yang menggunakan teknologi material and energy used in ammonia plant with the
terbaru sudah mampu memproduksi amonia lebih dari latest technology is about 27-28 MMBTU/tons and for
3.000 ton/hari dan memproduksi urea lebih dari 3.500 urea fertilizer plant is about 20-21 MMBTU/tons urea.
ton/hari. Adapun konsumsi gas alam yang dibutuhkan
sebagai bahan baku dan energi pada unit pabrik In short, the comparison between the technology used
amonia dengan teknologi terbaru adalah sebesar 27-28 in Indonesias fertilizer plant and current technology in
MMBTU/ton amonia dan untuk unit pabrik pupuk urea the world, as on follows table:
sebesar 20-21 MMBTU/ton urea.

Secara ringkas perbandingan teknologi pabrik pupuk


di Indonesia dibandingkan dengan teknologi saat ini di
dunia (state of the art) adalah seperti pada tabel berikut:

Plant Unit Indonesia Best Practice Worlds Best Practice


Ammonia Plant Unit
Combined Autothermal
Reforming Syngas Technology Steam Methane Reformer (SMR)
Reformer (CAR)

Ammonia Synthesis Technology Single Pressure Process Dual Pressure Process

Design Capacity 1.350 ton/day 3.000 - 3.300 ton/day

Feed & Energy Consumption


32 MMBTU/ton 27-28 MMBTU/ton
(Natural Gas)
Urea Plant Unit
Pull Reactor and Pull
Urea Synthesis Technology Conventional CO2 Stripping
Condenser

Design Capacity 1.725 ton/day 3.500 - 4.000 ton/day

Feed & Energy Consumption


25-27 MMBTU/ton 20-21 MMBTU/ton
(Natural Gas)

Balai Inkubator Terknologi


Kepala Program/Program Director: Ged. Lab Geostech 820, Kawasan Puspiptek 15314
Agus Sampurna, SE, MT Telp./Fax: 75791377-79
e-Mail: agus.sampurna@gmail.com
95
95
ANNUAL REPORT 2014

Panduan Teknopolitan
Technopolis Guidelines

Cover panduan teknopolitan

S O
alah satu strategi dalam meningkatkan ne of the strategies in improving the
kapasitas SDM dan Iptek yang digariskan capacity of human resources and R&D
oleh Masterplan Percepatan dan Perluasan outlined by the Masterplan for Acceleration
Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) yaitu and Expansion of Indonesias Economic Development
dengan mengembangkan kawasan teknopolitan. (MP3EI) is by developing technopolis regions. A
Kawasan teknopolitan merupakan kawasan khusus Technopolis region is an area that serves as a vehicle
yang berfungsi sebagai wahana penguatan jaringan for strengthening innovation networks between
inovasi antara sentra-sentra kegiatan iptek, lembaga centers of science and technology activities, institutions
pendidikan tinggi, lembaga litbang, dan industri dalam of higher education, R&D institutions, and industries in
melakukan aktivitas-aktivitas penguatan sistem inovasi. performing activities of strengthening the innovation
system.

96
TEKNOLOGI PANGAN/
SISTEM INOVASI/
FOOD TECHNOLOGY
INNOVATION SYSTEM

Untuk mendorong gerakan bersama dalam To encourage a joint movement in developing


pembangunan kawasan teknopolitan di Indonesia, technopolis region in Indonesia, BPPT has issued
BPPT telah mengeluarkan panduan pengembangan a technopolis regional development guideline.
kawasan teknopolitan. Panduan ini bertujuan untuk This guideline is proposed to provide reference
memberikan acuan bagi pemerintah, dunia/usaha, for government, businesses, and society as well
dan masyarakat serta pemangku kepentingan dalam as stakeholders in the planning, construction,
kegiatan perencanaan, pembangunan, pengembangan development and implementation of the technopolis
dan implementasi konsep kawasan teknopolitan di regional concept of an area
suatu wilayah.
The development of technopolis region listed in this
Tahapan pengembangan kawasan teknopolitan guideline consists of six stages, as follows: (1) Pre
sebagaimana tercantum dalam panduan ini terdiri dari Feasibility Study, (2) Feasibility Study, (3) Master
6 (enam) tahapan yaitu (1) Pra studi kelayakan; (2) Plan, (4) Detail Engineering Design, (5) Physical
Studi Kelayakan; (3) Penyusunan Rencana Induk; (4) Construction, and (6) Technopolis Management.
Penyusunan Desain Enjiniring Detil; (5) Pembangunan
Konstruksi Fisik; (6) Pengelolaan Kawasan This guideline also provides indicators of success of
Teknopolitan. the regional technopolis development, as follows: (1)
educated manpower; (2) increased local own-source
Panduan ini juga menyajikan indikator keberhasilan revenue, (3) the network strengthening between the
pengembangan kawasan Teknopolitan antara lain (1) actors of technological innovation; (4) business actor
penyerapan tenaga kerja terdidik; (2) meningkatkan development in technopolis regions, particularly
PAD daerah; (3) memperkuat jaringan antara pelaku SMEs, (5) excellent human resources improvement
inovasi teknologi; (4) menumbuhkembangkan pelaku that fits to market needs, (6) increased accessibility to
bisnis di kawasan teknopolitan khususnya UKM; (5) financial sources, the input-output market, technology
menciptakan SDM unggul sesuai kebutuhan pasar; and information.
(6) meningkatnya aksesbilitas terhadap sumber
pembiayaan, pasar input-output, teknologi dan
informasi.

Kepala Program/Program Director: Pusat Pengkajian Kebijakan Difusi Terknologi


Ged. 629-622, Kawasan Puspiptek, Serpong 15314
Ai Nelly,SSi, M.Sc Telp./ Fax: o21- 75791352 97
e-Mail: ai.nelly @bppt 021-t.go id
97
ANNUAL REPORT 2014

Klaster Industri Integrasi Sapi-Sawit


Cattle-Oil Palm Integrated Industrial Cluster

K A
laster industri dilakukan dalam s one of the attempts to mainstream R&D
pembangunan di daerah beberapa kegiatan and innovation, BPPT has assisted regional
pendampingan pembangunan sebagai upaya development through industrial cluster, one
pengarusutamaan iptek dan inovasi, salah satunya of them is in Pelalawan Regency. This activity was
dilaksanakan di Kabupaten Pelalawan. Kegiatan ini carried out through the initiation of integrated cattle-
dilakukan melalui prakarsa pembangunan klaster oil palm industrial cluster development.
industri sapi-sawit terintegrasi.

Pola integrasi industri sapi- kelapa sawit/ Integrated cattle-oil palm industrial

Kabupaten Pelalawan memiliki sekitar 335.000 hektar Pelalawan Regency has an area of 335,000 hectares of
kebun sawit yang 65% nya dimiliki oleh perusahaan oil palm plantation (65% owned by private plantation
swasta dan sisanya merupakan kebun inti-plasma serta companies and 35% by local people as well as plasma
kebun rakyat. Limbah yang dihasilkan berupa pelepah, gardens). Waste produced by oil palm trees are oil
daun tanpa lidi, bungkil kelapa sawit, serat perasan, palm trunks (OPT), oil palm fronds (OPF), empty fruit
dan lumpur sawit berpotensi sebagai pakan ternak. bunches (EFB), palm shells, and palm oil mill effluent
Saat ini populasi sapi sejumlah 9.019 ekor tersebar di (POME) which can potentially formed as fodder.
148 kelompok peternak ( Dinas Peternakan Kabupaten The green plants that grow next to oil palm trees are
Pelalawan, 2014). also animal feed for grazing cattle. Currently, cattle

98
TEKNOLOGI PANGAN/
SISTEM INOVASI/
FOOD TECHNOLOGY
INNOVATION SYSTEM

Adapun tantangan yang dihadapi antara lain; belum population in Pelalawan has reached a number of 9,019
efektifnya relasi perusahaan kebun sawit dengan spread into 148 groups of farmer (Dinas Peternakan
peternak, belum meratanya pengetahuan beternak yang Kabupaten Pelalawan, 2014).
baik, belum terorganisasikannya kelompok peternak
dengan baik, belum optimalnya pemanfaatan rumah There are obstacles faced by oil palm industries, such
potong hewan dan masih kurangnya pemanfaatan as ineffective relationship between oil palm companies
teknologi dalam mengelola peternakan. and farmers, uneven knowledge of good breeding
between the farmers, unorganized farmer groups,
Pengembangan industri sapi-sawit dipayungi oleh obsolete and low technology utilization in farming
Peraturan Menteri Pertanian No. 105/Permentan/ management.
PD.300/8/2014 yang diterbitkan dalam rangka
mendukung program swa-sembada daging nasional. The development of cattle-oil palm industry is supported
Dalam kerangka penguatan sistem inovasi telah by the Regulation of the Minister of Agriculture No. 105/
dibentuk kelompok kerja klaster industri dengan salah Permentan/PD.300/8/2014 which was issued in order
satunya sub-kelompok kerja klaster sapi-sawit. Beberapa to bolster national meat supply self-sufficient program.
kelompok peternak anggotanya telah didampingi oleh In innovation system strengthening framework,
BPPT melalui tim dari kedeputian Pengkajian Kebijakan some industrial cluster working groups have been
Teknologi dan Pengkajian Teknologi Agroindustri dan established, one of them is a sub-working group of
Bioteknologi yang secara simultan bekerjasama dengan cattle-oil palm cluster. A few of the members have been
Dinas Peternakan Kabupaten Pelalawan. assisted by Deputy of Technology Policy Assessment as
well as the Deputy of Agroindustry and Biotechnology
Hasil yang telah dicapai dalam kegiatan klaster Technology Assessment, cooperated simultaneously
industri sapi-sawit hingga tahun 2014 adalah with Livestock Services of Pelalawan Regency.
terbentuknya kesepakatan pasokan limbah sawit dari
3 perusahaan kebun sawit kepada kelompok peternak, Outputs accomplished by the activity of cattle-oil palm
terselenggaranya pelatihan tentang formula pakan ideal industrial cluster in 2014 are of oil palm waste supply
untuk sapi, teridentifikasinya kelompok dengan praktik agreement of three oil palm companies to farming
baik dalam pengelolaan sapi, pengolahan urine sapi groups, implementation of ideal cattle feed formula
menjadi pupuk cair, produksi biogas dan pemanfaatan trainings, cattle urine processing to liquid fertilizer,
limbahnya untuk budi daya ikan lele. identifying groups with good practices in cattle
management, biogas production, and utilization of
Rintisan kerjasama dengan Meat and Livestock Australia cattle waste to catfish farming.
telah dilakukan dan interaksi awal telah menghasilkan
komitmen tenaga ahli Australia untuk mengirim obat A cooperation with Meat and Livestock Australia has
pembasmi lalat dan serangga pembawa virus penyakit been established and initiated interaction has created
sapi serta percontohan budi daya sapi bibit unggul. a commitment from Australians expertise to send
Klaster ini Pada gilirannya dapat berkontribusi pada insecticides and fly repellents, and sample of superior
pencapaian target swasembada daging dan penghasilan cattle farming. In turn, this cluster will be able to
tambahan peternak melalui budi daya ikan serta contribute in attaining meat self-sufficient target and
produksi berbagai olahan daging, kulit dan tulang sapi. additional income for farmers through fish farming,
and the production of a variety of processed meat, skin
and bones of cattle.

Kepala Program/Program Director: Pusat Pengkajian Kebijakan Inovasi Terknologi


Ged. 629-622, Kawasan Puspiptek, Serpong 15314
Dr. Socia Prihawantoro Telp./ Fax: 021-75791391 99
e-Mail: socia.prihawantoro@bppt.go id
99
ANNUAL REPORT 2014

Pembangunan Daerah Cerdas Berkelanjutan dengan Pendekatan


Penguatan Sistem Inovasi Daerah
Development of Smart and Sustainable Regions by Implementing
the Regional Innovation System Strengthening

K T
ecenderungan global saat dalam he current global trends in building
membangun sebuah wilayah/daerah lebih a region/area is more directed to the
mengarah kepada pembangunan daerah development of smart and sustainable
yang cerdas dan berkelanjutan. Daerah cerdas dan region (smart and green region/city). A smart
berkelanjutan adalah kota atau daerah yang mampu and sustainable area is a city or a region that is
menggunakan Sumberdaya Manusia (SDM), modal capable to utilize its human resources, social capital,
sosial dan infrastruktur telekomunikasi modern untuk and modern telecommunication infrastructures to
mewujudkan pertumbuhan ekonomi berkelanjutan achieve sustainable economic growth and a high
dan kualitas kehidupan yang tinggi dengan manajemen quality of life with prudent resource management
sumberdaya yang bijaksana melalui pemerintahan through community-based governance.
berbasis partisipasi masyarakat.

Peresmian Kawasann Teknopolitan Pelalawan/Pelalawan


Technopolis Region was inaugurated by Head of BPPT

Pendekatan yang dilakukan BPPT dalam mendorong The approach taken by BPPT in promoting the
terbangunnya Daerah Cerdas Berkelanjutan dilakukan development of sustainable smart region was
dengan pendekatan penguatan sistem inovasi performed by strengthening the regional innovation
daerah. Kabupaten Pelalawan dan Kota Pekalongan system approach. BPPT has been assisting Pelalawan
merupakan daerah yang sedang didampingi BPPT Regency and Pekalongan City in implementing smart
untuk mewujudkan daerah cerdas dan berkelanjutan. and sustainable regions. The initial infrastructure
Berkaitan dengan hal tersebut, Kepala BPPT pada development of Pelalawan Techopolis Region was
tanggal 23 Desember 2014 telah meresmikan awal inaugurated by the Head of BPPT on December 23,
pembangunan infrastruktur Kawasan Teknopolitan 2014 in the District of Langgam, Pelalawan Regency.

100
TEKNOLOGI PANGAN/
SISTEM INOVASI/
FOOD TECHNOLOGY
INNOVATION SYSTEM

Pelalawan di Kecamatan Langgam, Kabupaten A groundbreaking was also conducted in the same
Pelalawan, sekaligus melakukan peletakan batu time at the College of Technology of Pelalawan (ST2P)
pertama pondasi Sekolah Tinggi Teknologi Pelalawan in that region. This event was attended by the Deputy
(ST2P) di Kawasan tersebut. Acara ini dihadiri oleh Minister of Technology Field of Science and Technology
Deputi Menristek Bidang Jaringan IPTEK, Direktur Network of the Ministry or Research and Technology;
Industri, IPTEK, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif the Director of Industry, Science, and Technology ,
Bappenas, Bupati Pelalawan beserta jajarannya, para Tourism and Creative Economy of the Ministry of
tamu undangan, dan masyarakat sekitar. National Development Planning (Bappenas), along
with Pelalawan District representatives, invited guests,
Prakarsa yang dilakukan dalam upaya membangun and local communities.
daerah cerdas dan berkelanjutan di Kota Pekalongan
antara lain dengan mengembangkan Ruang Publik In order to develop smart and sustainable region
Kreatif (RPK) di Kawasan Jatayu yang dijadikan in Pekalongan City, the initiative undertaken was
kawasan untuk berinteraksi dan berkreasi untuk developing creative public space in Jatayu area to be an
berbagai kalangan masyarakat. Hal yang sama dilakukan interactive and creative area for various communities.
di Pelalawan dengan membangun dan mengembangkan The similar development has been done in Pangkalan
Kawasan RPK Pangkalan Kerinci. Kerinci area at Pelalawan Regency.

Prakarsa lain yang dilakukan Kota Pekalongan bersama Other initiative undertaken by Pekalongan City jointly
dengan Tim BPPT adalah dengan mengembangkan with BPPT was developing an incorporated vocational
Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) incorporated, yakni high school (SMK) as an effort to integrate the formal
sebuah upaya mengintegrasikan proses pendidikan education system with business processes. To assist
formal dengan sistem proses bisnis. Untuk membantu the development of incorporated SMK that has been
pengembangan SMK incorporated Kota Pekalongan established in Pekalongan City, in 2014 the Mayor
yang telah terbentuk, pada tahun 2014 telah dikeluarkan of Pekalongan City has issued an instruction that
Instruksi Walikota Pekalongan yang berisi himbauan contained an appeal to Pekalongan city government
kepada seluruh aparat Pemkot Pekalongan untuk ikut officials to assist through government spending by
mengembangkan melalui belanja pemerintah, yakni buying SMKs products.
dengan membeli produk-produk dari SMK tersebut.

Lokasi pembangunan Sekolah Tinggi Teknologi Pelalawan/ Location of ST2 Pelalawan

Pusat Pengkajian Kebijakan Peningkatan Daya Saing Teknologi


Kepala Program/Program Director:
Ged. 629-622, Kawasann Puspiptek, Serpong 15314
Ir.Ermawan DS, MT Telp./ Fax: 021- 75791350 101
e-Mail: ermawan.darma@bppt.go id
101
PELAKSANAAN KEGIATAN LAINNYA
OTHER ACTIVITIES

Pelaksanaan Kegiatan Lainnya


Other Activities

KEGIATAN ACTIVITIES
Teknologi Pangan
Food Technology
Prototype of Palm Oil Derivatives Production
Prototip Teknologi Produksi Turunan Minyak Sawit,
Technology and Bio-based Lubricants Production
Proses Produksi Biopelumas
Process

Recommendation on Downstream Oleochemical


Rekomendasi Teknologi Industri Oleokimia Hilir
Industrial Technology

Kajian Teknologi Proses Hidrokarbon Berbasis Assessment on Palm Oil-based Hydrocarbon


Minyak Sawit Process Technology

Pilot Project Pengembangan Sagu Papua Pilot Project of Papua Sago Development

Prototip Teknologi Penanganan dan Pengolahan Prototype of Management and Processing


Hasil Perikanan Technology for Fishery Products

Pengembangan Teknologi Produksi Pangan Development of Production Technology for


Fungsional Gizi Tinggi Berbasis Biopestida Biopesticide-based High Nutrient Functional Foods

Pengembangan Teknologi Produksi Ingredien Development of Production Technology for PUFA


Fungsional Berbasis Bio dan PUFA and Bio-based Functional Ingredients

Kajian Aplikasi Mikrob dan Tanaman sebagai Assessment and Application of Microbe and Plants
Bioremedian as Bioremediant

Teknologi Produksi Hormon Pertumbuhan dan Production Technology for Growth Hormone and
Pestisida Organik Organic Pesticides

Pengembangan Teknologi Produksi Kakao dalam Development of Production Technology for Cocoa in
rangka MP3EI Korridor IV Sulsel MP3EI Corridor IV, South Sulawesi

Prototip Bioteknologi Untuk Ketelusuran Prototype of Biotechnology for Aquaculture Product


(Traceability) Produk Aquaculture Traceability

Pengembangan Teknologi Peternakan Sapi Terpadu Development of Integrated Cattle Farming


untuk Swasembada Daging Nasional Technology for National Meat Self-Sufficiency

Diseminasi Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK) Dissemination of Science and Technology

102
KEGIATAN ACTIVITIES

Pengkajian dan Penerapan Teknologi Derivat dan Assessment and Application of Starch Derivatives
Diversifikasi Pati and Diversification

Teknologi Kesehatan
Health Technology

Rekomendasi Sistem Terpadu Penanggulangan Recommendation on Integrated System for Dengue


Demam Berdarah Fever Prevention

Rekomendasi Teknologi Ekstrak Terstandar dan Recommendation on Technology for Standardized


Fitofarmaka Extracts and Phytopharmaca

Prototip Senyawa Aktif Obat dari Tanaman Prototype of Drug Active Compounds from Plants

Rekomendasi Sistem Penanggulangan Penyakit HIV/ Recommendation on Disease Management System


AIDS dan Anti Malaria for HIV / AIDS and Anti Malaria

Teknologi Energi
Energy Technology

Demo Plant PLTP Binary Cycle 500 kW dan Binary Cyle 500kW Geothermal Power Demo Plant
Pengujian Demo Plant Sumba and Testing of Demo Plant in Sumba

Buku Outlook Energi Indonesia 2014 Indonesia Energy Outlook 2014

Teknologi Pengembangan Sumber Daya Energi Baru Technology for Development of New and Renewable
dan Terbarukan Energy Resources

Rekomendasi Teknologi Sel Bahan Bakar (Fuel Cell) Recommendation on Fuel Cell Technology for
Utk Kelistrikan dan transportasi Electricity and Transportation

Rekomendasi Teknologi Coal Upgrading untuk PLTU Recommendation on Coal Upgrading Technology for
dan Bahan Bakar Industri Steam-Fired Power Plant and Industrial Fuel

Optimation and Assessment on Electrical System


Optimasi dan Pengkajian Sistem Kelistrikan PLT
of Hybrid Power Plant in Baron (Surya-Angin-
Hibrida Baron (Surya-Angin-Biodiesel),
Biodiesel)

Pengembangan Baron Technopark Development of Baron Technopark

Pengembangan dan Rancang Bangun PLTU Biomasa Development and Design of Biomass Power Plant

Recommendation on Availability of Energy


Rekomendasi Tersedianya Teknologi Efisiensi Energi
Efficiency Technology to Reduce National Energy
utk menurunkan Elastisitas Energi Nasional
Elasticity

103
PELAKSANAAN KEGIATAN LAINNYA
OTHER ACTIVITIES

KEGIATAN ACTIVITIES

Intermediasi Teknologi Industri Migas Intermediation for Pil & Gas Industrial Technology

Pengembangan Kompetensi Kegiatan Oil & Gas Competencies Development of Oil & Gas Surface
Surface Facilities,Safety dan Maintenance Facilities, Safety and Maintenance Activities

Teknologi Informasi dan Komunikasi


Information and Communication Technology

Teknologi Multimedia Digital Network Multimedia Digital Network Technology

Rekomendasi Teknologi e-KTP Recommendation on e-KTP Technology

Sistem Aplikasi Perisalah System of Perisalah Application

Layanan Internet Bandwith dan Repository Services of Bandwith Network and Repository

Teknologi Pertahanan dan Keamanan


Security and Defense Technology

Kajian Penguasaan Teknologi Rancang Bangun Assessment on Acquisition of Design Technology of


Pesawat Tempur Fighter Aircraft

Rekomendasi Teknologi Alat Material Khusus Recommendation on Special Material Equipment


(Almatsus) POLRI Technology for the National Police

Technology Clearing House and Industrial


Technology Clearing House & Audit Teknologi
Technology Audit on Primary Weapons Defense
Industri Alutsista Munisi
System

Pengkajian dan Solusi Teknologi Industri Alutsista Assessment and Industrial Technology Solution for
Munisi Primary Weapons Defense System

Teknologi Tranportasi
Tranportation Technology

Rekomendasi Pengembangan Kawasann Strategis dan Recommendations on the Development of Strategic


Infrastruktur Jembatan Selat Sunda Region and Infrastructure of Sunda Strait Bridge

Teknologi Transportasi Massal Untuk Mengurangi Mass Transportation Technology for Reducing Traffic
Kemacetan Lantas Jabodetabek Congestion in the Greater Jakarta

Layanan Teknologi Sarana Transportasi Tranportation Facilities Technology Services

104
KEGIATAN ACTIVITIES

Klaster Industri Perkapalan dan Desain Sarana Kapal Ship Industrial Cluster and Design of Ship Facilities (1000
(Perintis 1000 DWT dan Kapal Angkut Sapi) DWT Pioneer and Cattleship)

Prototipe Balon Peluncur Kapal dan Kajian Prasarana Prototype of Ship Launch Balloon and Assessment on Ship
Produksi Kapal Production Facilities

Teknologi Material
Material Tecnology

Pemurnian dan Penyedian Bahan Baku Keramik siap Refinement and Supply of Ready-to-Use Ceramic
pakai untuk IKM Raw Material for Small-Medium Industries

Peningkatan Teknologi Proses Produksi Keramik seni Improvement of Manufacturing Process Technology
ramah lingkungan for Environmentally Friendly Art Ceramic

Prototype of Silicone Mineral Material Processing


Prototipe Teknologi Pengolahan Bahan Mineral
Technology for ICT Materials and Rubber
Silikon untuk Bahan ICT dan Produk Hilir Karet
Downstream Products

Pilot Project Industri Karet dan Advance Rubber Pilot Project of Rubber Industry and Advanced
Technology Center Rubber Technology Center

Pengembangan Energetic Material dengan Bahan Development of Energetic Material with Local Raw
Baku Lokal Materials

Pengembangan Teknologi Material untuk Bahan Development of Material Technology for Raw
Baku Industri Alat Kesehatan Materials of Medical Device Industry

Recommendation on Industrial Technology for Iron-


Rekomendasi Teknologi Industri Bahan Baku Besi-Baja
Steel Raw Materials

Pengemb Ruang Lingkup Lembaga Sertifikasi Produk Development of LSPro (Product Certification
(LSPro) Institution) Scope

Teknologi Permesinan
Machinery Technology

Rekomendasi Teknologi Industri Mesin Barang Recommendation on Industrial Technology for


Modal Capital Goods Machinery

Intelligent and Persicion Manufacturing (Industri Barang


Intelligent and Precision Tools Manufacturing
Modal dan Mesin Perkakas)

Recommendation on Industrial Technology for


Rekomendasi TeknologiI Industri Manufaktur Otomotif
Automotive Manufacturing of Low Cost
Kendaraan Umum Murah
CoWmmercial Vehicle

Recommendation on Industrial Technology for


Rekomendasi Teknologi Industri Manufaktur LCEC
90-passenger and 40-passenger Electrical Bus
Bus Lisrik 90 dan 40 Penumpang, serta Monorel
Manufacturing, and Monorail

105
PELAKSANAAN KEGIATAN LAINNYA
OTHER ACTIVITIES

KEGIATAN ACTIVITIES
Teknologi Kebencanaan
Disaster Reduction Technology

Prototip Layanan Teknologi Pengurangan Risiko Prototype of Technology Service for Technology Failure
Bencana Gagal Teknologi Risk Disaster Reduction

Rekomendasi Pengurangan Risiko Bencana (PRB) Recommendation on Flash Flood Disaster Risk Reduction
Banjir Bandang di Koridor 1 dan 2 in Corridor 1 and 2

Teknologi Lingkungan
Environment Technology

Monitoring Karbon dan Implementasi dan Carbon Monitoring, and Green City Implementation
Pengembangan Kota Hijau and Development

Rekomendasi Teknologi Konservasi Biomassa untuk Recommendation on Biomass Conservation


Biofuel dan Pakan Technology for Biofuels and Fodder

Pengelolaan Limbah B3 Pada Industri Besi/Baja dan Management of Poisonous and Dangerous Substance
Logam (B3) Waste at Iron/Steel and Metal Industry

Teknologi Pengelolaan Limbah Domestik Padat dan Domestic Solid and Liquid Waste Management
Cair untuk BPPT dan Kabupaten/Kota Technology for BPPT and Regencies/Cities

Development of Technology for Leachate


Pengembangan Teknologi Pengolahan Air Lindi
Management

Application of Technology for Drinking Water


Aplikasi Teknologi Pengelolaan Air Minum
Management

Teknologi Sumberdaya Alam dan Kelautan


Natural Resources and Marine Technology

Prototype of SIKBES Ikan and Belfos


Prototip Implementasi SIKBES Ikan dan Belfos
Implementation

Prototipe Teknologi Hyperspectral untuk Mendukung Prototype of Hyperspectral Technology for


Ketahanan Pangan supporting Food Security

Rekomendasi Sistem Radar Cuaca dan Pantai Untuk Recommendation on Coastal and Weather Radar
Peringatan Dini System for Early Warning

Rekomendasi Akutansi Sumberdaya Alam Untuk Recommendation on Natural Resources Accounting


ketahanan Pangan for Food Security

Recommendation on Engineering of Mineral


Rekomendasi Rekayasa Teknologi Pengolahan dan
Refining
Pemurnian Mineral
and Processing Technology

106
KEGIATAN ACTIVITIES

Rekayasa Teknologi Eksplorasi Non Dekstruktif dan Recommendation on Non-Destructive Exploration


Pemodelan Data Eksplorasi Technology and Exploration Data Modelling

Sistem Inovasi
Innovation System
Pengembangan Teknopolitan Industri Hilir Kelapa
Development of Palm Oil Downstream Industrial
Sawit
Technopole

Manajemen Pengetahuan untuk Penguatan Sistem Knowledge Management for Innovation System
Inovasi Strengthening

Pengembangan Jaringan Inovasi dan Kapasitas Development of Innovation Network and


Kelembagaan Institutional Capacity

Innovation System and Food Techno-Industrial


Sistem Inovasi dan Kebijakan Tekno-Industri Pangan
Policy

Analisis Struktur Ekonomi Industri dan Total Factor Analysis of Industrial Economic Structure and Total
Productivity Factor Productivity

Pengkajian Sistem Inovasi dan Pengembangan Assessment on Innovation System and Development
Klaster Tekno-Industri Kreatif Berbasis TIK of ICT-based Creative Techno-Industrial Cluster

Assessment on Institutional System of Industrial


Pengkajian Sistem Kelembagaan Klaster Industri
Cluster

Penguatan Sistem Inovasi Daerah Wilayah Strengthening of Innovation System for Continental,
Kontinental, Kepulauan dan Khusus Archipelagic, and Special Regions

Penatakelolaan Program dan Kegiatan Penguatan Governance of Programs and Activities for Regional
Sistem Inovasi Daerah Innovation System Strengthening

107
SUMBER DAYA
RESOURCE

BPPT LIPI BATAN

Unit Pelayanan Teknis (UPT) adalah organisasi non organik BPPT yang berfungsi
memberikan pelayanan teknologi tertentu kepada masyarakat.

A Center for Technology Service Unit is a non - 0rganic unit of BPPT that has a
function to provide a certain technological service to society.

108
Unit Pelayanan Teknis
Technology Service Unit

1. Balai Besar Teknologi Energi (B2TE)


Center for Energy Technology

2. Balai Rekayasa Disain dan Sistem Teknologi (BRDST)


Center for Engineering Design and Technology System

3. UPT Pengembangan Seni dan Teknologi Keramik dan Porselin (PSTKP)


Center for Development of Arts and Technology for Ceramics and Porcelain

4. Balai Jaringan Informasi Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEKNET)


Center for Science and Technology Information

5. Balai Besar Teknologi Kekuatan Struktur (B2TKS)


Center for Structural Strength Technology

6. UPT Laboratorium Aero Gasdinamika dan Getaran (LAGG)


Laboratory for Aero-Gas Dynamics and Vibration

7. UPT Balai Pengkajian dan Penelitian Hidrodinamika (BPPH)


Center for Assessment and Research for Hydrodynamics

8. Balai Termodinamika, Motor dan Propulsi (BTMP)


Center for Thermodynamics, Motor, and Propulsion

9. Balai Pengkajian Dinamika Pantai (BPDP)


Center for Coastal Dynamics Assessment

10. Balai Mesin Perkakas, Teknik Produksi dan Otomasi (MEPPO)


Center for Machining, Production Technique, and Automation

11. Balai Besar Teknologi Pati (B2TP)


Center for Starch Technology

12. Balai Pengkajian Bioteknologi


Center For Biotechnology Assessment

13. UPT Hujan Buatan


Center for Technology of Weather Modification

14. Balai Teknologi Survei Kelautan (BTSK)


Center for Technology of Maritime Survey

15. Balai Teknologi Lingkungan (BTL)


Center for Environmental Technology

16. Balai Pengkajian Teknologi Polimer (BPTP)


Center for Polymer Technology Assessment

17. Balai Inkubator Teknologi (BIT)


Center for Technology Incubator

109
SUMBER DAYA
RESOURCE

Struktur Organisasi

Kepala

Sekretariat
Inspektorat Utama

Deputi Bidang Deputi Bidang Deputi Bidang Deputi Bidang Deputi Bidang
Biro Perencanaan
Pengkajian Teknologi Teknologi Teknologi Teknologi Industri
Kebijakan Pengembangan Agroindustri dan Informasi, Energi dan Rancang Bangun
Teknologi Sumber daya Alam Bioteknologi Material dan Rekayasa
Biro Sumber Daya
Manusia dan
Organisasi

Pusat Pengkajian Pusat Teknologi Pusat Teknologi Pusat Teknologi


Pusat Teknologi
Kebijakan Inovasi Inventarisasi Produksi Informasi dan
Industri Proses
Teknologi Sumber Daya Alam Pertanian Komunikasi Biro Keuangan

Pusat Pengkajian Pusat Teknologi Pusat Teknologi Pusat Teknologi


Inventarisasi Pusat Teknologi Pengembangan
Kebijakan Difusi Sumber Daya Sumber Daya Industri Biro Umum
Argoindustri
Teknologi Alam Energi Manufaktur dan Hubungan
Masyarakat

Pusat Pengkajian Pusat Teknologi Pusat Teknologi Pusat Teknologi


Kebijakan Sumber Daya Pusat Teknologi Konversi dan Industri Pusat Pembinaan,
Peningkatan Lahan, Wilayan dan Bioindustri Konservasi Pertahanan dan Pendidikan dan
Daya Saing Mitigasi Bencana Energi Keamanan Pelatihan

Pusat Teknologi Pusat Teknologi


Pusat Audit Pusat Teknologi Pusat Teknologi Industri Pusat Data,
Lingkungan Faramasi dan Material Transportasi dan Informasi dan
Teknologi Standarisasi
Medika Sistem Transportasi

Pusat Pelayanan
Teknologi

Struktur Organisasi BPPT


berdasarkan SK Kepala BPPT Nomor: 170/Kp/KA/BPPT/IV/2006

110
Organizational Structure

Chairman

Principal
Inspectorate Secretariate

Deputy for Deputy for Deputy for Deputy for


Deputy for Bureau of Planning
Natural Resource Agroindustrial Information, Industrial
Technology Policy
Development Technology and Energy and Material Technology, Design
Assessment
Technology Biotechnology Technology and engineering
Bureau of Human
Resource and
Organization

Directorate for Directorate of Directorate of Directorate of Directorate of


Assessment Natural Resource Agricultural Information and Technology
of Technology Inventory Production Communication for Processing
Innovation Policy Technology Technology Technology Industry Bureau of Finance

Directorate for Directorate of Directorate of Directorate of Directorate of


Assessment Natural Resource
Agroindustrial Energy Resource Technology for
of Technology Inventory Development Manufacturing Bureau of General
Diffusion Policy Technology Technology Technology Industry Affairs and Public
Relations

Directorate for Directorate of Directorate of Directorate of


Assessment Land, Region and
Directorate of Energy Conversion Technology for Center for
of Competitiveness Disaster Mitigation Bioindustrial and Conservation Security and Defense Development,
Improvement Policy Technology Technology Industry Education and
Technology training

Directorate of
Directorate of
Directorate of Directorate of Directorate of Technology for Center for Data,
Technology Audit
Environmental Pharmaceutical and Material Transportation Industry Information and
Technology Medical Technology Technology & Transportation Standardization
System

BPPT Engineering

BPPTs Organizational Structure


based on SK Kepala BPPT Nomor: 170/Kp/KA/BPPT/IV/2006

111
SUMBER DAYA
RESOURCE

Pusat Pelayanan Teknologi/BPPT Enjiniring


Center For Technology Services/BPPT Engineering

S O
alah satu modal baru pembangunan suatu ne of the nations development asset is
bangsa adalah ilmu pengetahuan dan science and technology (IPTEK). This
teknologi (IPTEK). Modal baru pembangunan new development asset even substitutes
ini mendampingi bahkan mulai menggantikan posisi the previous one which is natural resource.
dan modal pembangunan lama yang selama ini kita Characterized by many countries with high
kenal yakni sumber daya alam. Sebagai buktinya adalah standards of welfare but have nonatural resources
munculnya negara-negara dengan tingkat kesejahteraan which dominate science and technology, such as Japan
tinggi yang tidak memiliki sumber daya alam yang and Holland.Science and technology are utilized by
berlimpah, namun memiliki tingkat penguasaan ilmu those countries to earn foreign exchange and value
pengetahuan dan teknologi yang tinggi seperti Jepang added to the country (Reza A. Nasution, Dadan
dan Belanda. Ilmu pengetahuan dan teknologi inilah Djuanda, dan Rifa Rachmah, 2009).
yang dimanfaatkan oleh negara-negara tersebut untuk
memperoleh devisa dan nilai tambah bagi negara (Reza In order to gain foreign exchange and value added
A. Nasution, Dadan Djuanda, dan Rifa Rachmah, 2009). for the country, development policy in industrial
sector is directed to domestic raw material based
Dalam rangka meningkatkan devisa dan nilai tambah industry. Supporting factors of production and also
bagi negara, kebijakan pembangunan sektor industri value added, productivity, and competitiveness
diarahkan kepada industri yang berbasis bahan baku enhancementisthe enhancement of product/process
di dalam negeri. Faktor penunjang produksi serta quality and diversification of product/process with the
peningkatan nilai tambah, produktivitas dan daya usage of technology obtained from research activity
saing adalah peningkatan mutu produk/proses dan and technology development result.
diversifikasi produk/proses memalui pemanfaatan
teknologi yang diperoleh melalui hasil kegiatan riset Competitiveness of a nation is determined by science
dan pengembangan teknologi. and technology expertise. The Global Competitiveness
Report of World Economic Forum (WEF) Year 2012-
Daya saing suatu bangsa ditentukan oleh penguasaan 2013 shows that in 2012 Indonesia is on rating 50 from
ilmu pengetahuan dan teknologi. Hasil dari The Global 144 countries. And based on the last report from WEF,
Competitiveness Report dari World Economic Forum in 2013-2014 Indonesia increase its rating to 38 from
(WEF) Tahun 2012-2013 menunjukkan bahwa posisi 148 countries. For the competitive rating, WEF refers
daya saing Indonesia Tahun 2012 berada diperingkat to 12 pillars with 2 pillars that directly connected
50 dari 144 negara. Dan menurut laporan terakhir dari to science and technology which are Technology
WEF mengalami peningkatan pada tahun 2013-2104 Readiness (in 2012-2013 Indonesia is on rating 85 and
ini menjadi peringkat 38 dari 148 negara. Peringkat in 2013-2014 become rating 75) and Innovation Pillar
daya saing bangsa yang ditetapkan oleh WEF tersebut (in 2012-2013 Indonesia is on rating 39 and in 2013-
ditentukan oleh 12 pilar. Dan ada dua pilar yang terkait 2014 become rating 33) (Adawiyah, Purno Tri Aji, dan
langsung dengan iptek. Kedua Pilar tersebut adalah Ragil Yoga Adi, 2013).
Kesiapan Teknologi, dimana Indonesia berada di posisi
85 pada tahun 2012-2013 menjadi posisi 75 pada tahun BPPT as one of the Non-Government Institutions
2013-2014, dan Pilar Inovasi, yang berada di posisi 39 (LPNK) which one is the underlying work unitCenter
pada tahun 2012-2013 menjadi posisi 33 di tahun 2013- for Technology Services / BPPT Engineering as a

112
2014 (Adawiyah, Purno Tri Aji, dan Ragil Yoga Adi, Public Service Agency (BLU) at the Agency for the
2013). Assessment and Application of Technology (BPPT) is a
form of willingness to undertake technological services
BPPT sebagai salah satu Lembaga Pemerintah and socialization capabilities institutional engineering
Non Kementerian (LPNK) yang salah satu satker in providing goods and services. Center for Technology
dibawahnya adalah Pusat Pelayanan Teknologi/ Services / BPPT Engineering (BE) is a unit of work
BPPT Enjiniring (BE) sebagai Badan Layanan Umum at the Eselon II BPPT established through regulation
(BLU) di Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi of The Decree of The Chairman of The Agency for The
(BPPT), merupakan bentuk kemauan untuk melakukan Assessment and Application of Technology ( BPPT ) No.
pelayanan jasa teknologi maupun sosialisasi kemampuan 170/KP / BPPT / IV / 2006 dated April 21, 2006.
kelembagaan perekayasaan dalam memberikan produk
barang dan jasa. BPPT Enjiniring (BE) merupakan Center for Technology Services/BPPT Engineering
salah satu unit kerja setingkat eselon II di BPPT yang studies the task of socializing BPPT technology
dibentuk melalui Peraturan Kepala BPPT No 170/KP/ through technology services to implement marketing
BPPT/IV/2006 tanggal 21 April 2006. management, project management, contract
management and litigation, financial management and
BPPT Enjiniring mengemban tugas memasyarakatkan administration of Center for Technology Services/BPPT
kajian teknologi BPPT melalui pelayanan jasa teknologi Engineering. In carrying out these technology services,
dengan melaksanakan manajemen pemasaran, Center for Technology Services/BPPT Engineering has
manajemen proyek, manajemen kontrak dan litigasi, a function, namely planning and marketing technology
manajemen keuangan dan tata usaha BPPT Enjiniring. services, execution of contracts and litigation matters,
Dalam menjalankan layanan jasa teknologi tersebut the implementation of technology services, business
BPPT Enjiniring memiliki Fungsi, yaitu perencanaan maturation as well as monitoring and evaluation,
dan pemasaran layanan jasa teknologi, pelaksanaan implementation of affairs acceptance, verification,
urusan kontrak dan litigasi, pelaksanaan layanan jasa financing and financial reporting and the conduct
teknologi, pematangan usaha serta monitoring dan of the affairs administration, Center for Technology
evaluasi, pelaksanaan urusan penerimaan, verifikasi, Services/BPPT Engineering is expected to be a leader
pembiayaan dan pelaporan keuangan dan pelaksanaan in providing technology through expertise, reliability
urusan tata usaha. BPPT Enjiniring diharapkan and readiness to meet the needs of industry and society.
sebagai pemimpin dalam penyediaan teknologi melalui
kepakaran, kehandalan dan kesiagaan dalam memenuhi
kebutuhan industri dan masyarakat.

113
SUMBER DAYA
RESOURCE

Di bawah ini adalah rekapitulasi beberapa perolehan Below is a recapitulation of some BPPT acquisition
kontrak BPPT Enjiniring tahun 2014: of contract acceptance BPPT Engineering:

1. Jumlah Kegiatan / Total Activity

Perolehan penerimaan kontrak BPPT Enjiniring Acquisition of contract acceptance BPPT Engineering
sebanyak 56 kegiatan dengan total Nilai kontrak sebesar as many as 56 events with total contract value of
Rp. 32.543.877.700,- Rp.32.543.877.700,-

2. Target dan Realisasi Perolehan Nilai Kontrak /


Target and Realization of Acquisition Contract Value

(Dalam Jutaan Rupiah)


85.140

Target Capaian

Realisasi
56.083
55.042

51.515

46.977

32.543

2012 2013 2014

114
3. Jenis Mitra / Type of Partners

Perolehan Kontrak 2014 berdasarkan Jenis Mitra

Pemerintah 21
Total
Swasta 17
56
BUMN 12
Asing 6

4. Jenis Mitra/ Type of Partners

Target dan Realisasi Jumlah Mitra

Target Capaian

Realisasi 35 37

24 25 25
22

2012 2013 2014

115
SUMBER DAYA
RESOURCE

5. Nama-nama Mitra yang telah bekerjasama/


The names of partners who have collaborated

No. Nama Mitra

1 Kementerian Riset dan Teknologi


2 Logomas Packaging SDN BHD, Malaysia
3 PT. Pupuk Kalimantan Timur
4 PT. Pupuk Sriwidjaja
5 PT PLN (Persero) PUSHARLIS
6 PT Kimia Farma (Persero) TBK
7 Bappeda Kabupaten Kampar
8 Kementerian Kesehatan
9 Dinas Pekerjaan Umum Kepulauan Anambas
10 Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Pekerjaan Umum
11 Bappeda Kab. Sorong Selatan
12 Dirjen EBTKE Kementerian ESDM
13 PT Suryajaya AbadiPerkasa dan J.H Soetantyo
14 PT Panggung Electric Citrabuana
15 PT Subur Semesta
16 PT Stella Satindo
17 Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika Kab. Musi Rawas
18 Pusat Penelitian & Pengembangan Teknologi Mineral Dan Batubara ESDM
19 PT Biomorf Lone Indonesia
20 PT Global Megah Karsautama
21 PT. INTI
22 PT. LEN Industri
23 PT PLN (Persero)
24 Kedeputian Bidang Pengendalian Pencemaran Lingkungan Hidup Kementerian Lingkungan Hidup
25 The European Union dan INNO TSD SA, Eropa
26 Korean Research Institute of Bioscience and Biotechnology (KRIBB), Korea
27 Satsuki Corporation, Jepang
28 Pertamina Refinery Unit V Balikpapan
29 Kementerian Pembangunan Daerah Tertinggal (KPDT)
30 PT Tambang Batubara Bukit Asam Tbk
31 UNEP, Eropa
32 PT. Geotechnical & Environmental Services Indonesia
33 Pertamina EP
34 Biologiq, Inc, USA
35 Badan Lingkungan Hidup Pemerintah Kota Probolinggo
36 PT. Donggi-Senoro LNG (DSLNG)
37 PT. Vale Indonesia

116
6. Jumlah Luaran/ Numbers of Output

Perolehan Kontrak 2014 berdasarkan Luaran

Jenis Mitra Jumlah Mitra

Rekomendasi 41

Prototype 5

Konsultasi 4

Jasa Pengujian 3

Survey 3

Total 56

7. Jumlah Bidang Focus/Total Focus Areas

Perolehan Kontrak 2014 berdasarkan Bidang Fokus

Jenis Mitra Jumlah Mitra

Teknologi Energi 15

Teknologi dan Informasi & Komunikasi 9

Teknologi Lingk. dan Kebumian 9

Teknologi Ketahanan Pangan 8

Teknologi Kesehatan & Obat 7

Kebijakan Teknologi 4

Teknologi Material 2

Teknologi dan Manajemen Transportasi 1

Teknologi Manufaktur 1

Total 56

117
SUMBER DAYA
RESOURCE

8. Rekap Nilai Kontrak Per Kedeputian/Recap of Contract Value Per Deputy

Rekap Nilai Kontrak Per Kedeputian

Per 31 Oktober 2014

No. Kedeputian Unit Teknis Nilai Kontrak

1 SETAMA Pusbindiklat Rp 850.780.000

2 TAB Biotek Rp 429.050.500

PTA Rp 400.000.000

PTB Rp 57.500.000

PTFM Rp 4.274.787.200

3 TIEM B2TE Rp 500.000.000

PTIK Rp 1.130.206.000

PTPSE Rp 2.649.211.000

4 TIRBR PTIM Rp 2.256.546.000

PTIP Rp 400.000.000

PTM Rp 696.677.000

5 TPSA BTL Rp 800.000.000

PTL Rp 1.977.600.000

PTLWB Rp 800.000.000

PTISDA Rp 1.120.000.000

PTSM Rp 2.341.520.000

6 Insentif SINas KRT 2014 Rp 11.860.000.000

TOTAL Rp 32.543.877.700

118
Reformasi Birokrasi
Bureaucracy Reform

Sesuai dengan grand design Reformasi Birokrasi (RB) In accordance with the grand design of Reforms (RB)
periode 2010 2025 dan road map 2010 2014, in the period from 2010 to 2025 and the road map
pelaksanaan RB dilingkungan BPPT dilakukan melalui 8 2010-2014, RB execution environment is done through
agenda Reformasi Birokrasi yang telah dilaksanakan sejak 8 BPPT Bureaucratic Reform agenda that has been
tahun 2009. Pada tahun 2012 BPPT telah melaksanakan implemented since 2009. In 2012, BPPT has been
penilaian mandiri dengan mengacu kepada Peraturan conducting assessments independently with reference
Menteri PAN&RB nomor 1 tahun 2012 tentang to the Regulation of the Minister of PAN and RB No.
Pedoman Penilaian Mandiri Pelaksanaan Reformasi 1 of 2012 on Guidelines for the Implementation of
Birokrasi (PMPRB) yang digunakan sebagai instrumen Reforms Self Assessments (PMPRB) is used as an
penilaian kemajuan pelaksanaan reformasi birokrasi dan assessment instrument to monitor the progress of the
memantau tingkat keberhasilan pelaksanaan dengan implementation of bureaucratic reform implementation
hasil penilaian adalah 76,14 (pada level 4). success rate with the results of the assessment is 76.14
(at level 4).
Pada tahun 2010 sampai dengan tahun 2014 seluruh
unit kerja penyelenggara pelayanan publik dilingkungan In 2010 through 2014 all work units within the public
BPPT telah mengembangkan dan menerapkan SMM ISO service providers BPPT has developed and implemented
9001:2008. Evaluasi penerapan SMM ISO 9001:2008 QMS ISO 9001: 2008 Evaluation of the implementation
dilakukan oleh pihak independen yaitu badan sertifikasi. of QMS ISO 9001: 2008 conducted by independent
parties such as certification bodies.
Seiring dengan implementasi reformasi birokrasi upaya
pembenahan kinerja lembaga salah satunya melalui Along with the implementation of bureaucratic reform
reorganisasi kelembagaan. Perencanan strategis sangat effort to revamp the agencys performance one of
berkaitan dengan susunan organisasi yang terbentuk them through institutional reorganization. Strategic
dalam penyelarasan program dan pelaksanaan kegiatan planning is closely related to the organizational
organisasi. structure that is formed in the alignment and
implementation of the organizations programs.
Penyelenggaraan Konsinyering Pembahasan
Reorganisasi BPPT Tahun 2014 yang dilaksanakan Implementation of FGD Discussion BPPT 2014
selama 3 (tiga) kali memberikan waktu dan kesempatan Reorganization held for 3 (three) times provide time
kepada anggota pokja dalam melakukan pembahasan and opportunity to the members of the working group
yang lebih mendalam terkait dengan fokus bahasan in conducting more in-depth discussion related to
terkait penyusunan Rencana Strategis dan Reorganisasi the focus of discussion related to the preparation of
BPPT dalam upaya perwujudan visi dan misi BPPT 2014- the Strategic Plan and Reorganization BPPT in the
2019. realization of the vision and mission efforts BPPT 2014-
2019.

119
SUMBER DAYA
RESOURCE

Jabatan Fungsional Perekayasa


Engineering Career Path System

Berdasarkan pada Peraturan Menteri Pemberdayaan Based on the Regulation of the State Minister of
Aparatur Negara Nomor PER/219/M.PAN/7/2008 Administrative Reform Number PER/219/M.
tentang Jabatan Fungsional Perekayasa dan Angka PAN/7/2008 concerning the Engineering Career Path
Kreditnya serta Keputusan MenPAN Nomor 193/ System and Credit Score and Regulation of the State
KEP/M.PAN/11/2004 tentang Jabatan Fungsional Minister of Administrative Reform Number 193/
Teknisi Litkayasa dan Angka Kreditnya, BPPT KEP/M.PAN/11/2004 concerning the Engineering
adalah sebagai Instansi Pembina Jabatan Fungsional Techician Career Path System and Credit Score, BPPT
Perekayasa dan Teknisi Litkayasa. is mandated as a coordinator for Engineering and
Engineering Technician Career Path System.

Sampai dengan tahun 2014 per 1 Oktober 2014, jumlah Until October 1st 2014, the total number of national
Perekayasa nasional sebanyak 2341 orang dengan Engineers is 2.341 with the following details :
rincian sebagai berikut :

Nama Berhenti
N0 Pertama Muda Madya Utama Total
Instansi Sementara

1 BPPT 320 164 425 68 301 1278

2 Non BPPT 233 191 427 28 184 1063

TOTAL 533 355 852 96 485 2341

Adapun Jumlah Teknisi Litkayasa nasional sebanyak The total number of national Engineers Technician is
2735 orang dengan rincian sebagai berikut : 2.735 with the following details :

Nama Pelaksana Berhenti


No Pemula Pelaksana Penyelia Total
Instansi Lanjutan Sementara

1 BPPT 26 108 14 43 2 193

2 Non BPPT 202 465 590 1196 89 2542

TOTAL 228 573 604 1239 91 2735

120
Pendidikan dan Pelatihan
Education and Training

Pada tahun 2014, BPPT telah melakukan pembinaan In 2014, BPPT has been held development programs
melalui Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Penjenjangan through Engineers and Engineers Technician education
Perekayasa dan Teknisi Litkayasa sebanyak 9 kali, and training for 9 times with details : 166 persons
dengan rincian : Diklat Jabatan Fungsional Perekayasa for Engineers Training, 153 persons for Engineers
untuk 166 orang, Diklat JFTL untuk 153 orang dan Technician Training and 46 Persons for assesment
Diklat Teknis Tim Penilai untuk 46 orang. team training.

Selain itu juga dilaksanakan sosialisasi Jabatan Furthermore also held technical assistance for
Fungsional Perekayasa dan Teknisi Litkayasa yang engineers and engineering technicians which held at
dilaksanakan di Kementerian ESDM, Perhubungan, Ministry of energy and mineral resource, Ministry
Kehutanan, BSN, BMKG dan Provinsi Kalimantan of transportation, Ministry of forestry, National
Timur, serta pelaksanaan penilaian angka kredit JFP Standarization Agency, climatology and geophysics
tingkat pusat sebanyak 2 kali pada bulan Januari dan meteorological agency and Kalimantan Timur Province
Juni dengan total DUPAK sebanyak 447 berkas. and held credit score assestment for Engineers in
January and June with total 447 documents of DUPAK.

121
SUMBER DAYA
RESOURCE

Audit IT Pada Panselnas - CPNS


IT Audit on National Selection Committee for Employment

Sebagai bentuk nyata dari program reformasi birokrasi At the year 2012, as a real implementation of national
nasional, sejak tahun 2012, Kementerian PAN-RB bureaucratic reform program, The Ministry of
membentuk Panitia Seleksi Nasional penerimaan PAN-RB formed the National Selection Committee
Calon Pegawai Negeri Sipil (Panselnas-CPNS) untuk (Panselnas-CPNS) for selecting candidates of Civil
proses penerimaan CPNS secara terpusat pada Servant whereas the selection process is centralized
tingkat nasional. Dalam kepanitiaan nasional ini, BPPT at national level. BPPT was involved in the committee
masuk sebagai anggota Tim Audit IT dimana BPPT as the member of information technology auditor
selanjutnya menugaskan staf Pusat Data, Informasi dan team and BPPT assign Central of Data, Information
Standardisasi (PDIS) bersama staf unit IT BPPT lainnya and Standardization (PDIS) staff to execute the jobs
sebagai pelaksana kegiatan sesuai dengan kompetensi according to capacity of this unit as expertise in the IT
unit-unit tersebut dalam bidang IT. fields.

Di tahun 2014, PDIS selain bertugas sebagai anggota In addition to serving as a member of the audit team, in
Tim Audit IT, juga terlibat sebagai anggota : 2014, PDIS also involved as:
1. Tim QA Panselnas, dimana staf PDIS bersama 1. Member of Panselnas QA team, where the team is
anggota Tim QA lainnya bertugas menjamin mutu technically responsible for ensuring the quality of
pelaksanaan rekrutmen CPNS secara teknis dan selection and recruitment process of candidates
prosedural sesuai dengan ketentuan yang berlaku according to the legal regulation
2. Tim Pengembang Portal Panselnas, dimana staf 2. Member of panselnas portal developer team, where
PDIS bertugas melakukan analisa dan desain the team assigned to analyze and design portal
aplikasi portal dan application, and
3. Tim Data Center, dimana staf PDIS bersama staf 3. Member of Data Center team, which has task to
unit IT BPPT lainnya bertugas mengoperasikan operate panselnas portal for on line registration
Portal Panselnas untuk pendaftaran Online peserta of CPNS selection participants.
seleksi CPNS 2014.
PDIS has obtained a few points as follow:
Adapun yang dihasilkan oleh PDIS adalah sebagai
berikut : 1. Portal Panselnas. This is a web application for
1. Portal Panselnas, yaitu aplikasi web internet the registration of participant of National CPNS
untuk pendaftaran peserta Seleksi CPNS Nasional Selection 2014. The portal was developed based on
2014 yang berfungsi dengan baik sampai saat open source CMS Joomla, as implemented by PDIS
ini, dikembangkan berbasis Opensource CMS during the development of BPPT website and still
Joomla, seperti yang diimplementasikan PDIS pada works fine today.
pengembangan website BPPT selama ini. 2. Application for NIK verification. The intranet
2. Aplikasi Verifikasi NIK, yaitu aplikasi web intranet web application which is used by portal
untuk petugas operator Portal Panselnas dari tim panselnas operator from BPPT team for verifying
BPPT untuk verifikasi NIK peserta seleksi CPNS identification number (NIK) of participants of
yang dikembangkan dengan bahasa pemrograman CPNS selection. This application was developed
CodeIgniter seperti yang diimplementasikan PDIS using codelgniter programming languange as
pada berbagai aplikasi intranet BPPT. implemented in various intranet applications by

122
3. Aplikasi portal Helpdesk, yaitu aplikasi web intranet PDIS BPPT.
untuk petugas Helpdesk Kemenpan RB untuk 3. Helpdesk portal application. The Intranet
menangani pengaduan-pengaduan yang berfungsi web application for Kemenpan RB helpdesk
dengan baik sampai saat ini, dikembangkan officer which is used to handle and process any
berbasis Opensource CMS Joomla, seperti yang complaints. This application was developed based
diimplementasikan PDIS pada pengembangan on open source CMS Joomla, as implemented by
website BPPT selama ini. PDIS BPPT during the development BPPT website
4. Berkontribusi sebagai anggota Tim QA di Panselnas and still works fine today.
yang bertugas untuk otorisasi teknis akses Data 4. Panselnas has delegated PDIS as member of QA
Kependudukan Nasional dari Kemendagri. Data ini team to contribute in technical authorization to
diperlukan oleh Portal Panselnas untuk menjaga access National Population Data from the ministry
mutu akurasi data peserta Seleksi CPNS 2014 dan of Internal Affair (Kemendagri). The data was
sampai saat ini masih berfungsi dengan lancar. necessaries for Portal Panselnas in order maintain
5. Penghargaan Kemenpan RB kepada BPPT atas the quality of data accuracy of participants of
dukungannya pada program RB Nasional melalui CPNS selection 2014.
sistem Seleksi Nasional CPNS 2014. Penghargaan ini 5. Kemenpan RB Award. The award was tribute to
diberikan dalam bentuk kenaikan pangkat istimewa BPPT for its support to Kemenpan RB program
bagi staf PDIS atas dedikasinya bertugas secara through national CPNS selection system. The
fulltime di Panselnas. award is presented in form of special promotion
6. Penghargaan Rekor Muri atas keberhasilan Portal for PDIS staff for the high dedication in performing
Nasional no.1 di atas sebagai situs resmi pemerintah their duty in Panselnas.
Indonesia yang mendapat peringkat tertinggi dari 6. Muri Record Award. The award was gifted
lembaga Peringkat Internet Internasional Alexa. according the success of the Panselnas portal as
number one official website of the government of
Indonesia which received the highest rating from
Alexa Internet International Rating agency.


Portal Panselnas, dikembangkan berbasis Opensource CMS Joomla oleh
PDIS/ Panselnas portal, developed based on open source CMS Joomla by
PDIS-BPPT
Situs resmi pemerintah Indonesia yang mendapat peringkat tertinggi dari
lembaga Peringkat Internet Internasional Alexa menjadi dasar perolehan
Rekor MURI/ Official site of the Indonesian government which received the
highest rating from Alexa International Internet Rating Agency became
the basis of MURI Record acquisition

123
SUMBER DAYA
RESOURCE

Hak Kekayaan Intelektual


Intellectual Property Rights

Program Hak Kekayaan Intelektual (HKI) merupakan Intellectual Property Rights (IPR) Program is an annual
program penguatan dari pelaksanaan program kerja dari program strengthening the work programs in view of
tahun ke tahun, mengingat substansi Hukum dan HKI the positions of Law and Intellectual Property Rights
berposisi sebagai pendukung program-program kerja supporting the work programs throughout the technical
seluruh unit teknis dan administratif di lingkungan BPPT and administrative units in BPPT. This program
yang perlu diperbaiki dan disempurnakan dari waktu ke needs to be improved and refined over time in order to
waktu, dengan tujuan untuk meningkatkan minat para increase the interest of BPPT engineers, researchers,
perekayasa, peneliti, dan teknisi litkayasa BPPT dalam and engineering technicians in conducting IPR-related
melakukan perekayasaan/ penelitian berorientasi HKI engineering/research activities including the patents
termasuk dalam penyusunan draft paten dan teknik drafting and Intellectual Property Rights (IPR) search
penelusuran HKI pada website yang terkait, serta untuk techniques on the related website, as well as to improve
meningkatkan pemahaman dan aktualitas terhadap the understanding and timeliness of the legislation in
peraturan perundang-undangan guna mendorong order to encourage compliance in creating a climate of
tingkat kepatuhan dalam rangka menciptakan iklim tata good governance.
kelola kepemerintahan yang baik.
The IPR-related activities include the activities of
Kegiatan yang terkait HKI meliputi kegiatan Sosialisasi, Socialization, Coordination, Assistance and Consultation,
Koordinasi, Bantuan dan Konsultasi, Fasilitasi, dan

Aplikasi HKI BPPT/IPR Application

Paten/ 167
Patent

Desain/ 18
Total Design

204 Hak Cipta/


Copyright
10

Merek/ 9
Trademark

124
Komunikasi Hukum dan HKI; kegiatan Bimbingan Facilitation, and Communication on Law and IPR;
Draft dan Substantif Paten; Pembekalan Materi HKI Drafts and Substantive Patents Guidance; Materials
dan Penyusunan/ Penelaahan Draft Paten pada unit- Briefing on IPR and Preparation/Study on Patent Drafts
unit kerja di lingkungan BPPT, termasuk kegiatan to the working units in BPPT. The activities also include
Pendaftaran HKI hingga diperolehnya Sertifikat HKI the process of registering and obtaining IPR certificates
yang meliputi Paten, Hak Cipta, Merek, dan Desain comprising Patents, Copyrights, Trademarks, and
Industri; kegiatan Hukum; Workshop Hukum; Pameran Industrial Designs; Legal Activities; Legal Workshops;
HKI; dan kegiatan Mediasi Paten antara Inventor BPPT IPR Exhibition, and Patent Mediation activities between
dengan Pemeriksa Paten dari Kantor Diektorat Jendral BPPT inventors and Patents Examiners of the Office of
Hak Kekayaan Intelektual, Kementerian Hukum dan the Directorate General of Intellectual Property Rights,
Hak Asasi Manusia. the Ministry of Justice and Human Rights.

Hingga saat ini tercatat sebanyak 204 (dua ratus empat) Until now, 204 applications of intellectual property
aplikasi HKI BPPT yang terdiri dari 167 (seratus enam rights comprising 167 (one hundred and sixty-seven)
puluh tujuh) Paten, 9 (sembilan) Merek, 10 (sepuluh) Patents, 9 (nine) Trademarks, 10 (ten) Copyrights, and
Hak Cipta, dan 18 (delapan belas) Desain Industri 18 (eighteen) Industrial Designs were registered through
yang sudah terdaftar pada Kantor Direktorat Jenderal the Directorate General of Intellectual Property Rights,
HKI Kementerian Hukum dan HAM RI; diantaranya Ministry of Justice and Human Rights of the Republic of
114 (seratus empat belas) Produk HKI BPPT sudah Indonesia. Among them, 114 (one hundred and fourteen)
bersertifikat yang terdiri dari 87 (delapan puluh tujuh) IPR products of BPPT have been certified, comprising
Paten, 5 (lima) Merek, 5 (lima) Hak Cipta, dan 17 87 (eighty-seven) Patents, 5 (four) Trademarks, 5 (four)
(tujuh belas) Desain Industri. Copyrights, and 17 (seventeen) Industrial Designs.

HKI BPPT Terdaftar/Registered IPR

87 Paten/
Patent

17 Desain/
Design Total

5 Hak Cipta/ 114


Copyright

5 Merek/
Trademark

125
SUMBER DAYA
RESOURCE

Anggaran
Budget

Total anggaran pelaksanaan program di Total budget allocation for the


lingkungan BPPT selama kurun waktu implementation of BPPTs programs
Tahun 2014 adalah sebesar Rp. during 2014 was Rp.785.486.625.000;
Rp.785.486.625.000 dengan tingkat in which 729.917.777.605 (92 %) has been
realisasi netto sebesar Rp. 729.917.777.605 disbursed.
(92 %).
This budget consisted of Rupiah Murni
Anggaran ini termasuk anggaran belanja (RM) amounted Rp. 647.093.617.000
dari sumber dana Rupiah Murni (RM) and Rp. 629.134.910.479 (97 %). Non
sebesar Rp. 647.093.617.000 dengan Tax State Revenues (PNBP) amounted to
realisasi netto sebesar Rp. 629.134.910.479 Rp. 89.633.476.000 and 55.922.269.671
(97 %), Penerimaan Negara Bukan Pajak (62%). Public Service Agency (BLU)
(PNBP) sebesar Rp. 89.633.476.000 dengan amounted to Rp. 40.073.700.000 and
realisasi netto sebesar Rp. 55.922.269.671 Rp. 39.612.287.000 (98%). Grant (Hibah)
(62%), Badan Layanan Umum Rp. amounted Rp. 8.685.832.000 and Rp.
40.073.700.000 dengan realisasi netto 5.248.310.455 (60)%.
sebesar Rp. 39.612.287.000 (98%), dan
Hibah sebesar Rp. 8.685.832.000 dengan
realisasi netto sebesar Rp. 5.248.310.455
(60%)

PAGU REALISASI
Unaudited
89.633.476.000

55.922.269.671

40.073.700.000

39.612.287.000

8.685.832.000

5.248.310.455

647.093.617.000

629.134.910.479

PNBP BLU HIBAH RM

126
Profil SDM BPPT
Profile Human Resources BPPT

Jumlah pegawai BPPT tahun 2014 berjumlah 3.023 The number of employees totaled 3,023 BPPT 2014
yang terdiri dari pegawai laki-laki sebanyak 2.264 orang consisting of a male employee as many as 2,264 people
(75%) dan pegawai perempuan sebanyak 759 (25%). ( 75 % ) and female employees as much as 759 ( 25 % )

1. Komposisi Pegawai Berdasarkan Usia / Composition of Employees by Age

597 139
(20%) >55 <25 (5%)

402
300
51-55 26-30 (13%)
(10%)
Total 322
31-35 (11%)
557
(18%)
46-50
3.023 289
36-40 (10%)
417
(14%)
41-45

Pegawai yang berusia di atas 40 tahun berjumlah 1.871 Employees aged over 40 years amounted to 1,871
orang (62%), sedangkan pegawai yang berusia 40 people ( 62 % ) , while workers aged 40 years and
tahun ke bawah berjumlah 1.152 orang (38%). under numbering 1,152 people ( 38 % ) .

2. Komposisi Pegawai Berdasarkan Pendidikan /Composition of Employees by Education

Komposisi pegawai berdasarkan latar belakang Composition of employees based on the educational
pendidikan S1, S2 dan S3 berjumlah 2.435 orang, background of S1 , S2 and S3 amounted to 2,435 people,
sedangkan yang berpendidikan DIV ke bawah berjumlah while the educated DIV down amounted to 588 people.
588 orang. Profil pendidikan pegawai BPPT tahun 2014 Employee education profile BPPT 2014 are as follows :
adalah sebagai berikut :

1329

836

466
270
122

S3 S2 S1 D1-D4 SD-SLTA

127
SUMBER DAYA
RESOURCE

3. Komposisi Pegawai Berdasarkan Golongan /Composition of Employees Group

1532

1083

403

Golongan I Golongan II Golongan III Golongan IV

Komposisi pegawai BPPT sebagian besar (87%) adalah Composition BPPT employees mostly ( 87 % ) were
golongan III dan IV atau berjumlah 2.615 orang, class III and IV or numbered 2,615 people , while the
sedangkan golongan I dan II berjumlah 408 orang class I and II amounted to 408 people ( 13 % ).
(13%).

4. Komposisi Pegawai Berdasarkan Penempatan /Composition of Employees Placements

Komposisi pegawai BPPT berdasarkan penempatan di BPPT employee composition based on placement in the
kedeputian pada tahun 2014 adalah sebagai berikut : deputy in 2014 are as follows :

TPSA INSPEKTORAT
446 26
(15%) (1%)

TIRBR SETAMA
728 Total 482
(24%) (16%)

BE 3.023 PKT
240
39
(8%) (8%)

TIEM TAB
581 481
(19%) (16%)

128
5. Komposisi Pegawai Berdasarkan Jabatan /Composition of Employees Based on Position

Jabatan Fungsional Umum


1052
(35%)
Total

3.023
Jabatan Struktural
319
(10%)

Jabatan Fungsional Tertentu


1652
(55%)

6. Komposisi Pegawai Jabatan Fungsional Tertentu/Composition of Certain Employees Functional

Profil pegawai yang menyandang jabatan fungsional Employee profile that bears certain functional positions
tertentu, terdiri dari : perekayasa, litkayasa, peneliti, , consisting of : engineer , litkayasa , researchers ,
arsiparis, perencana, pranata humas, auditor, analis archivists , planners , public relations institutions ,
kepegawaian dan JFT lainnya (pengendali dampak auditors , analysts staffing and other JFT (controlling
lingkungan, pustakawan, perancang perundang- environmental impact , librarians , designers
undangan serta dokter gigi) tahun 2104 adalah sebagai legislation and dentists ) in 2104 was as follows :
berikut :
PEREKAYASA

LITKAYASA

PENELITI

ARSIPARIS

PERENCANA

PRANATA
HUMAS

AUDITOR

ANALISIS
KEPEGAWAIAN

LAIN-LAIN

1084 192 180 61 54 35 17 16 13

129
SUMBER DAYA
RESOURCE

European Union - Indonesia


Trade Cooperation Facility

Participants of first batch workshop for communication and marketing Participants were challenged to propose their ideas and plan to set
of technology from TPSA Deputy and Principal Secretary units value proposition of their products

Trade Cooperation Facility (TCF) merupakan pro- TCF is a European Union grant for Indonesia, with
gram hibah Uni Eropa untuk Indonesia, yang bertu- the objective to strengthen the capacity of govern-
juan untuk memperkuat kapasitas lembaga pemer- ment institutions to pursue reformation initiatives
intah untuk mencapai inisiatif reformasi di bidang in selected areas related to the improvement of
tertentu dalam memperbaiki iklim perdagangan trade and investment climate. The implementa-
dan investasi. Program ini berlangsung selama 60 tion of this program is for 60 months, from 2012
bulan, dari tahun 2012 sampai 2016 melalui tim to 2016, throughout the technical assistance team
asistensi teknis GOPA Consultants. of GOPA Consultants.

TCF dikoordinasikan oleh Bappenas, serta diim- The coordination of TCF is through Bappenas, sup-
plementasikan bersama dengan lembaga / kemen- porting by implementing beneficiaries, such as :
terian lainnya : Ristek dan BPPT, Perdagangan, Research & Technology, BPPT, Trade, Justice &
Hukum & HAM, ESDM, Perindustrian, dan BKPM. Human Rights, Energy & Mineral Resources, In-
Di BPPT, program ini dikelola di bawah koordinasi dustry, Investment Coordinating Board. TCF in
Sekretaris Utama dan dijalankan oleh Biro Peren- BPPT is under the coordination of Principal Secre-
canaan bersama dengan BPPT Engineering. tary and is executed by the Planning Bureau and
the BPPT Engineering.
Program TCF di BPPT berbentuk capacity build-
ing yang berfokus pada orientasi kebutuhan ino- The TCF Program at BPPT consists of capacity
vasi untuk mencapai keunggulan nasional. Peran building on focusing to demand-oriented inno-
BPPT diidentifikasi untuk mengarah pada pengem- vation in enhancing national competitiveness.
bangan komunikasi dan keterlibatan dengan user, BPPTs role is identified to aim in developing com-
seperti : layanan teknologi (testing, training, con- munication and engagement with users : provision
sulting), transfer dan komersialisasi teknologi yang of technology services (testing, training, consult-
dikembangkan BPPT, kerjasama dan kontrak riset. ing); transfer and commercialisation of technolo-

130
Identifikasi awal terkait dengan peran BPPT secara gies developed in BPPT; collaborative and contract
nasional, transformasi menjadi lembaga yang mem- research. The preliminary credential is concerning
berikan solusi layanan teknologi atau lembaga yang BPPTs national role, transforming into institution
menciptakan komersialisasi teknologi (spin-off). that stimulate the accumulation of capability in
giving technological service solution, or to create
Pelaksanaan facts findings mengawali TCF pada technological capabilities and commercialization
tahun 2012, yang diikuti oleh workshop litbang- (spin-off).
industri serta dialog litbang internasional BPPT ke
lembaga litbang dan pendanaan Eropa di Belanda, TCF has started at 2012 by the performance of
Denmark dan Finlandia, pada tahun 2013. facts findings, followed by workshops and FGDs
between R&D and industries, and international
Pada tahun 2014, TCF menindak-lanjuti kegiatan R&D dialogue, in which BPPT paid a visit to Eu-
dengan unit-unit kerja yang terlibat : unit kerja di ropean R&D institutions in the Netherlands, Den-
TPSA, PTIM, MEPPO, BRDST, STP, BIT, BE, PDIS, mark and Finland.
Biro Umum & Humas dan Biro Perencanaan. Selain
FGD, kegiatan TCF meliputi penyelenggaraan work- In 2014, TCF carried on the previous activities
shop komunikasi dan pemasaran teknologi yang di- with the working units from : TPSA, PTIM, MEP-
laksanakan dalam 3 tahapan, bagi wakil-wakil unit PO, BRDST, STP, BIT, BE, PDIS, GA & Public Rela-
kerja BPPT. Pilot kegiatan yang diusulkan dalam tion Bureau and Planning Bureau. Beside the FGD,
workshop beserta mekanisme dan strategi yang TCF work included communication and marketing
telah didapat, akan menjadi percontohan untuk technology workshops for BPPT staff. Pilot project
penerapan pengembangan kemitraan dengan stake- proposed in the workshop together with the mech-
holder. anism and strategy gained, will be accommodat-
ed as examples to accomplish collaboration with
Resume TCF yang didapat merupakan strategi yang stakeholders.
perlu dilakukan untuk mentransformasikan peran
BPPT menjadi lembaga intermediasi dengan indus- TCF summarizes the necessary strategies to trans-
tri, antara lain : form BPPTs organization role into intermediation
1. M emposisikan BPPT dalam level jejaring dan with industry, such as :
kerjasama internasional; 1. P ositioning BPPT into level of international
2. M emposisikan BPPT dalam perekonomian nasi- network and collaboration;
onal dan pasar industri; 2. P ositioning BPPT into national economy and
3. M empromosikan dan memasarkan kelem- industrial market;
bagaan dan produk BPPT; 3. P romotion and marketing BPPT organization
4. M engembangkan tools, framework dan kapasi- and its products;
tas SDM dalam mendukung perubahan; 4. D eveloping tools, framework and human re-
5. Memperkuat proses kerja, mekanisme, dan ko- sources capacity to support change and trans-
munikasi internal; formation;
5. Strengthening work process, mechanism, and
internal communication.

131
SUMBER DAYA
RESOURCE

Kerjasama

Kemitraan merupakan salah satu faktor yang penting dalam mendukung peningkatan produktivitas dan daya sa-
ing industri serta dalam mendukung pencapaian visi dan misi BPPT. Kerjasama di bidang teknologi dilakukan oleh
BPPT dengan mitra yang terlibat dalam pengembangan teknologi maupun dengan pengguna teknologi baik dari
dalam negeri maupun luar negeri. Kedua belah pihak menyediakan sumber daya baik berupa sumber daya manu-
sia, anggaran maupun dalam bentuk fasilitas dan sumber daya lainnya. Kegiatan kemitraan teknologi mencakup
pengembangan teknologi, sistem inovasi, alih teknologi, pemanfaatan teknologi, difusi dan penguasan teknologi.

Mitra Kerjasama Dalam Negeri


Domestic Cooperation Partner

Data MoU & PKS Dalam Negeri Berdasarkan Mitra Tahun 2014

25 MOU 55
21
PKS 20
12
9
5
3

SWASTA & BUMN UNIVERSITAS PEMERINTAH

Data MoU dan PKS Dalam Negeri Berdasarkan Unit Kerja Tahun 2014

SETAMA TIRBR TIEM TAB TPSA PKT

2
2 2 17 10 4 4 11 1 13
4

MOU PKS

132
Cooperations

Partnership is one of the important factors in the enhancement of industrial productivity and competi-
tiveness as well as in supporting the achievement of BPPTs vision and missions. Cooperation in the field
of technology is conducted by BPPT with partners involved in the development of technology as well as
overseas institutions. Both parties provide resources in the form of human resources. The technology
partnerships include technology development, innovation system, technology transfer, technology utili-
zation, diffusion and technology mastery.

Mitra Kerjasama Luar Negeri


International Cooperation Partner

Data MoU & PKS Luar Negeri Berdasarkan Mitra Tahun 2014

6 MOU 11
5
IA/JSA/MTA
6
3
2
1
0
SWASTA & BUMN UNIVERSITAS PEMERINTAH

Data MoU and PKS Luar Negeri Berdasarkan Unit Pengusul Tahun 2014

SETAMA TIRBR TIEM TAB TPSA

1
1 1 1 5 2 4
2

NOTE:
IMPLEMENTATION ARRANGEMENT (IA)
MOU IA/JSA/MTA
JOINT STUDY AGREEMENT (JSA)
MATERIAL TRANSFER AGREEMENT (MTA)

133
SUMBER DAYA
RESOURCE

Kepala Unit Kerja BPPT


BPPT Executives

Dr. Ir. Gatot Dwianto, M.Eng.


Drs. Wawas Swathatafrijiah, M.Sc.
Kepala BPPT Enjiniring (BE)/ Head of BPPT
Kepala Inspektorat/Head of Inspectorate
Engineering
Phone (021) 316 9300 - 3169301
Phone : (021) 316 9325
e mail : wawas.swathafrijiah@bppt.go.id
e mail : gatot.dwianto@bppt.go.id

Dra. Suratna, M. Psi.


Ir. Yudi Anantasena, MSc.
Kepala Biro Sumber Daya Manusia dan
Kepala Biro Perencanaan/ Head of Planning
Organisasi/Head of Human Resource and
Bureau
Organization Bureau
Phone : (021) 316 9480, 316 9475
Phone : (021) 316 9100
e mail : yudi.anantasena@bppt.go.id
e mail : suratna@bppt.go.id

Drs. I Gusti Ketut Astana, M.M.


Ir. JB. Satya Sananugraha, M.Eng. Kepala Biro Umum dan Hubungan Masyarakat/
Kepala Biro Keuangan/Head of Finance Bureau Head of General Affairs and Public Relations
Phone : (021) 75791384 Bureau
e mail : sananugraha@bppt.go.id Phone : (021) 319 8224 - 38, 75791384
e mail : ketut.astana@bppt.go.id

Prof. Dr.Ir. Suhendar I. Sachoemar, MSi. Ir. Irwan Rawal Husdi, M.Eng.
Kepala Pusat Pembinaan, Pendidikan dan Kepala Pusat Data, Informasi dan Standardisasi
Pelatihan/Head of Center for Development, (PDIS)/Head of Center for Data, Information
Education and Trainning and Standardization
Phone : (021) 316 9177 - 9178 Phone : (021) 318 9095, 75791290
e mail : suhendar.indrakoesmaya@bppt.go.id e mail : irwan.rawal@bppt.go.id

Dr. Ir. Arwanto, M.Si. Ir. Atang Sulaeman, M.Si.


Direktur Pusat Audit Teknologi/ Direktur Pusat Pengkajian Kebijakan
Director of the Directorate for Technology Peningkatan Daya Saing/Director of Directo-
Audit rate for Assessment of Competitivenes E.P.
Phone (021) 316 9441, 759 1390 Phone : (021) 316 94441, 75791352
e mail : arwanto@bppt.go.id e mail : atang.sulaeman@bppt.go.id

Dr. Derry Pantjadarma, MSc. Dr. Ir. Iwan Sudrajat, MSEE.


Direktur Pusat Pengkajian Kebijakan Inovasi Direktur Pusat Pengkajian Kebijakan Difusi
Teknologi/Director of the Directorate for Teknologi/Director of the Directorate for
Assessment of Technology Innovation Policy Assessment of Technology Diffusion Policy
Phone: (021) 316 9441, 75791391 Phone : (021) 316 9441, 75791352
e mail : derry.pantjadarma@bppt.go.id e mail : iwan.sudrajat@bppt.go.id

134
Kepala Unit Kerja BPPT
BPPT Executives

Dr. Ir. Muhamad Sadly, M.Eng.


Dr.Ir. Anugerah Widiyanto,BSc., M.Eng.
Direktur Pusat Teknologi Inventarisasi Sumber
Kepala Balai Inkubator Teknologi/ Head of
Daya Alam /Director of the Directorate for
Incubator of Technology
Natural Resources Inventory Technology
Phone : (021) 316 9441, 75791384
Phone: (021) 316 9434, 75791381
e mail : anugerah.widiyanto@bppt.go.id
e mail : muhamad.sadly@bppt.go.id

Ir. Samsul Bahri, MSc.


Ir. Yohannes Yudi Prabangkara, DEA
Direktur Pusat Teknologi Sumber Daya Lahan,
Direktur Pusat Teknologi Sumber Daya
Wilayah dan Mitigasi Bencana/Director of
Mineral/Director of the Directorate for Mineral
the Directorate for Land Region, Disaster
Resources Technology
Mitigation Technology
Phone (021) 316 9400, 75791381
Phone : (021) 316 9437, 75791381
e mail : yudi.prabangkara@bppt.go.id
e mail : samsul.bahri@bppt.go.id

Dr. Ir. Joko Prayitno Susanto, M.Eng.


Dr. Ir. Wahyu Widodo Pandoe, MSc.
Direktur Pusat Teknologi Lingkungan/
Kepala Balai Teknologi Survei Kelautan/
Director of the Directorate for Environmental
Head of Center for Marine Survey Technolgy
Technology
Phone : (021) 316 8800, 75791381
Phone (021) 316 9432, 75791381
e mail : wahyu.pandoe@bppt.go.id
e mail :joko.susanto@bppt.go.id

Drs. Florentinus Heru Widodo, M.Si.


Dr. Ir. Arie Herlambang, M.S
Kepala Balai Besar Teknologi Modifikasi Cuaca/
Kepala Balai Teknologi Lingkungan/
Head of Center for Weather
Head of Center for Environmental Technology
Modification Technology
Phone :((021) 316 9432, 75791381
Phone (021) 316 8816 - 32
e mail : arie.herlambang@bppt.go.id
e mail : heru.widodo@bppt.go.id

Dr. Dra. Nadirah, M.Sc. Dr. Ir. Barman Tambunan


Direktur Pusat Teknologi Industri Proses/ Direktur Pusat Teknologi Industri Manufaktur/
Director of the Directorate for Technology of Director of the Directorate for Technology of
Processing Industry Manufacturing Industry
Phone : (021) 316 9335, 75875944 ext. 142 Phone : (021) 315 9335, 75875944 ext. 142
e mail : nadirah@bppt.go.id e mail :barman.tambunan@bppt.go.id

Dr. Ir. Prawoto, MSAE.


Dr. Ir. Samudro, M.Eng.
Direktur Pusat Teknologi Industri dan Sistem
Direktur Pusat Teknologi Industri Pertahanan
Transportasi/ Director of the Directorate for
dan Keamanan/ Director of the Directorate for
Technology of Transportation Industry and
Technology of Security and Defense Industry
System
Phone : (021) 316 9335, 758 75944 ext. 131
Phone : (021) 316 9335, 758 75943 ext. 1122
e mail :samudro@bppt.go.id
e mail :prawoto@bppt.go.id

135
SUMBER DAYA
RESOURCE

Kepala Unit Kerja BPPT


BPPT Executives

Dr. Ir. Hamir Hamzah, M.Eng.


Dr. Ir. Rahman Hidayat, M.Eng
Kepala Balai Besar Teknologi Kekuatan
Kepala Balai Pengkajian Dinamika Pantai/Head
Struktur/Head of Center for Material Strength
of Center for Coastal Dynamic Assessment
Technology
Phone : (0274) 586239
Phone : (021) 316 9163, 756 0565
e mail : rahman.hidayat@bppt.go.id
e mail : hamir.hamzah@bppt.go.id

Ir. Teddy Alhady Lubis, M.Eng Dr. Taufiq Arief Setyanto, ST, M.Eng
Kepala Balai Mesin Perkakas, Teknik Produksi Kepala UPT Balai Pengkajian dan Penelitian
dan Otomatisasi/ Head of Center for Machine Hidrodinamika/ Head of Center for
Tools, Production Techniques and Automation Hydrodynamics and Research
Phone : (021) 70286019 ext. 142 Phone : (0315) 948060
e mail : teddy.alhady@bppt.go.id e mail : taufiq.arif@bppt.go.id

Dr. Drs. Fariduzzaman, M. Sc., MT. Dr. Ir. Rizqon Fajar, M.Sc.
Kepala Balai Besar Laboratorium Aero Gas Kepala Balai Termodinamika, Motor dan
Dinamika dan Getaran/ Head of Center for Propulsi/Head of Center for Thermodynamics,
Aero-Gas Dynamic and Vibration Motor and Propulsion
Phone : (021) 756 0402 Phone : (021) 7560539
e mail : fariduzzaman@bppt.go.id e mail : rizqon.fajar@bppt.go.id

Dr. Hary Budiarto, M. Kom Dr. Ir. Adiarso, M.Sc.


Direktur Pusat Teknologi Informasi dan Direktur Pusat Teknologi Pengembangan
Komunikasi/ Director of the Directorate for Sumberdaya Energi/ Director of the Directorate
Information and Comunication Technology for Energy Resources Development Technology
Phone :(021) 316 9096, 75791260 Phone : (021) 316 9854, 75791355
e mail : hary.budiarto@bppt.go.id e mail : adiarso@bppt.go.id

Dr. Ir. Muhammad Amirullah M. Oktaufik


Direktur Pusat Teknologi Konversi dan Dr.-Eng. Eniya Listiani Dewi, B.Eng, M.Eng
Konservasi Energi/ Director of the Directorate Direktur Pusat Teknologi Material/Director of
for Energy Conversion and Conservation the Directorate for Material Technology
Technology Phone : (021) 316 9342, 75791324
Phone : (021) 316 9354, 75791366 e mail : eniya.listiani@bppt.go.id
e mail : mam.oktaufik@bppt.go.id

Ir. Riza, M. Eng.


Dr. Ir. Andhika Prastawa, MS.EE
Kepala Balai Rekayasa Disain dan Sistem
Kepala Balai Besar Teknologi Energi/ Head of
Teknologi/ Head of Center for Design
Center for Energy Technology
Engineering and Technology System
Phone : (021) 756 0904
Phone : (021) 316 9854, 756 3213
e mail : andhika.prastawa@bppt.go.id
e mail : ka.brdst@bppt.go.id , riza@bppt.go.id

136
Kepala Unit Kerja BPPT
BPPT Executives
Ir. AA. Ngurah Rai Indra W, MT.
Dr. Asep Riswoko, B.Eng, M.Eng. Kepala UPT Pengembangan Seni dan Teknologi
Kepala Balai Pengkajian Teknologi Polimer/ Keramik dan Porselen Bali/Head of Center
Head of Center for Polymer Technology for Ceramic and Porcelain Art Technology and
Phone : (021) 756 3360 ext. 3411-8 Development
e mail : asep.riswoko@bppt.go.id Phone : (021) 316 9854, (0361) 723969
e mail : rai.indra@bppt.go.id

Dr.Ing. Michael Andreas Purwoadi, DEA Ir. Nenie Yustiningsih, MSc.


Kepala Balai Jaringan Ilmu Pengetahuan Direktur Pusat Teknologi Agroindustri/
dan Teknologi (Ipteknet)/ Head of Center for Director of the Directorate for Agroindustrial
Science and Technology Network (Ipteknet) Technology
Phone : (021) 316 9854, 75791282 Phone :(021) 316 9542, 7560729
e mail : purwoadi@bppt.go.id e mail :nenie.yustiningsih@bppt.go.id

Ir. Priyo Atmaji, M. Eng. Dr. Ir. Retno Dumillah Esti Widjayanti
Direktur Pusat Teknologi Bioindustri/ Direktur Pusat Teknologi Produksi Pertanian/
Director of the Directorate for Bioindustrial Director of the Directorate for Agricultural
Technology Production Technology
Phone (021) 316 9552, 7560694 Phone : (021) 316 9552, 7560729
e mail :priyo.atmaji@bppt.go.id e mail : retno.dumillah@bppt.go.id

Dr. Bambang Marwoto, Apt, M.Eng.


Dr. Ir. Aton Yulianto, M. Eng.
Direktur Pusat Teknologi Farmasi dan Medika/
Kepala Balai Besar Teknologi Pati/
Director of the Directorate for Pharmaceutical
Head of Center for Starch Technology
and Medical Technology
Phone (0725) 25253, 702014
Phone :(021) 316 9552, 7560729
e mail : aton.yulianto@bppt.go.id
e mail :bambang.marwoto@bppt.go.id

Drs. Tarwadi, M.Si


Kepala Balai Pengkajian Bioteknologi/
Head of Center for Biotechnology Assessmment
Phone :(021) 316 9552, 756 3120
e mail :tarwadi@bppt.go.id

137
SUMBER DAYA
RESOURCE

Pegawai BPPT yang Dipekerjakan di Instansi lain


BPPTs Official Employed in other Institutions

NO NAMA/ NAME JABATAN POSITION

Dr. Drs. Andi Eka Sakya, M. Chairman of the Meteorology,


1 Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika
Eng Climatology, and Geophysics Agency

Dr. Ir. Roy Alexander Chairman of the Food and Drug


2 Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan
Sparringga, MAppSc. Monitoring Agency

Dr. Drs. Agus Rusyana Deputi Bidang Jaringan Ilmu Pengetahuan dan Deputy for the S&T Network of the
3
Hoetman. Teknologi, KeWmenterian Riset dan Teknologi Research and Technology Ministry

Deputi Bidang Pendayagunaan Ilmu Pengetahuan Deputy for the S&T Strengthening of the
4 Dr. Ir. Pariatmono, MSc.
dan Teknologi, Kementerian Riset dan Teknologi Research and Technology Ministry

Deputy I for the Coordination and


Deputi I Bidang Koordinasi dan Sinkronisasi Synchronization of Planning and Program
Prof. Dr. Ir. Moch.
5 Perencanaan, Pendanaan Program, Unit Percepatan Funds of the Unit for the Acceleration of
Ikhwanuddin, M.Sc.
Pembangunan Provinsi Papua dan Papua Barat Development in Papua Province and West
Papua Province

Deputi Bidang Relevansi dan Produktivitas Ilmu Deputy for the S&T Relevance and
Ir. Agus Puji Prasetyono, M.
6 Pengetahuan dan Teknologi, Kementerian Riset dan Productivity of the Research and
Eng.
Teknologi Technology Ministry

Dr. Ir. Yusuf Surachman Deputi Bidang Infrastruktur Informasi Geospasial, Deputy for the Infrastructure of
7
Djajadihardja, MSc. Badan Informasi Geospasial Geospatial Information

Deputy for the Information and


Dra. Dewi Odjar Ratna Deputi Bidang Informasi dan Pemasyarakatan
8 Standardization Dissemination of the
Komala, MM Standardisasi, Badan Santardisasi Nasional
National Standardization Agency
Deputy of Natural Resources
Drs. Agus Salim Dasuki, M. Deputi Bidang Pengembangan Sumber Daya, Kemen
9 Development,of the Development of
Eng. Pembangunan Daerah Tertinggal
Backward Regions Ministry
Deputy of the Prevention and
Ir. Bernardus Wisnu Widjaja,
10 Deputi Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan, BNPB Preparedness of the National Disaster
MSc.
Management Agency

Secretary of the Research and Technology


11 Ir. Hari Purwanto, MSc. Sekretaris Kementerian Riset dan Teknologi
Ministry

Prof. Ir. Himawan Adinegoro, General Secretary of the Corruption


12 Sekretaris Jenderal Komisi Pemberantasan Korupsi
MSc. Eradication Commission

General Inspectore of the Transportation


13 Dr. Ir. Wendy Aritenang Inspektur Jenderal Kementerian Perhubungan
Ministry

Sekretaris Jenderal Komisi Pengawasan Persaingan General Secretary of the Commision of


14 Dr. Ir. Lilik Gani H.A., MSc
Usaha Trading Conflict Monitoring

General Director of the Telematics


Direktur Jenderal Aplikasi Telematika, Kementerian Application of the Communication and
15 Ir. Bambang Heru Tjahjono.
Komunikasi dan Informatika Information Ministry

138
NO NAMA/ NAME JABATAN POSITION

Prof. Dr. Jana Tjahjana Tenaga Ahli Pengajar Bidang Sumber Kekayaan Expert Teacher of the Natural Resources
16
Anggadiredja, MS. APU. Alam, Lemhanas of the National Resiliance Institute

Ir. Irnanda Laksanawan, MSc, Staf Ahli Bidang Sumber Daya Manusia dan Expert Staff of Human Resource for the
17
Eng.Ph.D Teknologi, Kementerian BUMN Ministry of State Owned Enterprises

Expert Staff of the Security and Defense


Dr. Ir. Teguh Rahardjo, M. Staf Ahli Bidang Industri Pertahanan dan Keamanan,
18 Industry of the Research and Technology
Eng. Kementerian Riset dan Teknologi
Ministry
Special Staff of the Planning and
Staf Khusus Ketua Otorita Batam Bidang Environment for the Chairman of the
19 Dr. Ir. Tjahjo Prionggo, MM.
Perencanaan dan Lingkungan Hidup Batam Indonesia Free Trade and Seaport
Zone Authority

Ir. H. R. Bambang Sarwono A. Staf Ahli Bidang Ilmu Pengetahuan dan Teknologi, Expert Staff of the S&T of the Regional
20
Rahim. Kemen Pemb Daerah Tertinggal Development Ministry

Staf Ahli Bidang Tata Ruang dan Wilayah Expert Staff of the Spatial Planning and
21 Dr. Ir. Surat Indrijarso, MSc.
Perbatasan, Sekretariat Kabinet Regional Border of the State Secretariat

Special Staff of Ministry for Information


Staf Khusus Menteri Bidang Sistem Informasi,
22 Rudi Lumanto, M. Eng. System of the Communication and
Kementerian Komunikasi dan Informatika
Information Ministry
Expert Staff of Social, economic and
Staf Ahli Bidang Sosial, Ekonomi, dan Budaya,
23 Ir. Djoko Agung Hariyadi, MM Culture of the Communication and
Kementerian Komunikasi dan Informatika
Information Ministry
Expert Staff of Standardition for
Drs. Mochamad Beni Tenaga Ahli Standardisasi Bidang Pengembangan
24 Institution Development of the National
Nugraha, MM Kelembagaan, Badan Standardisasi Nasional
Standardition Agency

President Director of PT. Dirgantara


25 Dr. Ir. Budi Santoso. Direktur Utama, PT. Dirgantara Indonesia
Indonesia

Asisten Deputi Kekayaan Intelektual dan


Dr.Ir. Didik Notosudjono, Deputy Assistant for the Intellectual Asset
26 Standardisasi Iptek, Deputi Bidang Sumberdaya
MSc. and S & T Standardisasi
Iptek, Kementerian Riset dan Teknologi
Asisten Deputi Produktivitas Riset Iptek Industri, Deputy Assistant for the Productivity
27 Dr. Hotmatua Daulay, M. Eng. Deputi Bidang Relevansi dan Produktivitas Iptek, Industry S&T Research of the Research
Kementerian Riset dan Teknologi and Technology Ministry
Asisten Deputi Penataan Kelembagaan, Deputi Deputy Assistant for the Institution
28 Malikuz Zahar, M. Eng. Bidang Kelembagaan Iptek, Kementerian Riset dan Management of the Research and
Teknologi Technology Ministry
Asisten Deputi Produktivitas Riset Iptek Strategis, Deputy Assistant for the Strategic S&T
29 Bambang Sutejo, SH., M.Si Deputi Bidang Relevansi dan Produktivitas Iptek, Research Productivity of the Research and
Kementerian Riset dan Teknologi Technology Ministry
Deputy Assistant for the Strategic S&T
Asisten Deputi Jaringan Penyelia, Deputi Bidang
30 Drs. Goenawan Wybiesana. Research Productivity of the Research and
Jaringan Iptek, Kementerian Riset dan Teknologi
Technology Ministry
Asisten Deputi Legislasi, Deputi Bidang
Deputy Assistant for Legalition of the
31 Ir. Kemal Prihatman, M. Eng. Kelembagaan Iptek, Kementerian Riset dan
Research and Technology Ministry
Teknologi
Asisten Deputi Jaringan Penyelia dengan Lembaga Deputy Assistant for Network and
32 Dr. Ir. Ophirtus Sumule, DEA. Regulasi, Deputi Bidang Jaringan Iptek, Kementerian Regulation Institution of the Research and
Riset dan Teknologi Technology Ministry

Ir. Wisnu Sardjono Soenarso, Asisten Deputi Investasi Iptek, Deputi Bidang Deputy Assistant for the S&T Investment
33
M. Min.Eng. Sumberdaya Iptek, Kementerian Riset dan Teknologi of the Research and Technology Ministry

139
SUMBER DAYA
RESOURCE

NO NAMA/ NAME JABATAN POSITION

Asisten Deputi Pengembangan Kelembagaan, Deputi Deputy Assistant for Institution


DR. Ir. Lukito Hasta Pratopo,
34 Bidang Kelembagaan Iptek, Kementerian Riset dan Development of the Research and
MSc.
Teknologi Technology Ministry
Asisten Deputi Relevansi Program Riset Iptek, "Deputy Assistant for Relevance
Ir. Santoso Yudo Warsono,
35 Deputi Bidang Relevansi dan Produktivitas Iptek, S & T Research Program of the Research
MT
Kementerian Riset dan Teknologi and Technology Ministry"
Asisten Deputi Jaringan Iptek Internasional, Deputi Deputy Assistant for the International
Ir. Nada Darmiyanti
36 Bidang Jaringan Iptek, Kementerian Riset dan S&T Network of the Research and
Sriwijaningrum, MSc.
Teknologi Technology Ministry
Asisten Deputi Iptek Pemerintah, Deputi Bidang
Deputy Assistant for the Government S&T
37 Ir. Prakoso, MM Pendayagunaan Iptek, Kementerian Riset dan
of the Research and Technology Ministry
Teknologi
Asisten Deputi Iptek Industri Strategis, Deputi Deputy Assistant for the Strategic
38 Dr. Lenggogeni, SE.Ak, MM Bidang Pendayagunaan Iptek, Kementerian Riset Industrial S&T of the Research and
dan Teknologi Technology Ministry
Asisten Deputi Produktivitas Riset Iptek Masyarakat, Deputy Assistant for the Social S&T
39 Ir. Ira Nurhayati Djarot, MSc. Deputi Bidang Relevansi dan Produktivitas Iptek, Productivity of the Research and
Kementerian Riset dan Teknologi Technology Ministry

Asisten Deputi Urusan Infrastruktur Energi, Deputi Deputy Assistant for the Energy
40 Dr. Siswa Trihadi.
Bidang Peningkatan Infrastruktur Infrastructure of the Ministry

Asisten Deputi Bidang Koordinasi Pendidikan dan Deputy Assistant for Education and
41 Ir. Iwan Eka Setiawan, M. Sc. Agama, Kementerian Koordinator Kesejahteraan Religion Coordination of the Public
Rakyat Welfare Coordination Ministry
Asisten Deputi Urusan Pendidikan Menengah dan Deputy Assistant for Medium and High
42 Ir. Asril, M.Si. Tinggi pada Deputi Bidang Koordinasi Pendidikan Education of the National Education
dan Agama Ministry
Asisten Deputi Urusan Sumber Daya Hayati pada
Deputy Assistant for of the Development
43 Dr. Faizul Ishom, SSi., M.Eng Deputi Bidang Pengembangan Sumber Daya, Kemen
of Backward Regions Ministry
Pembangunan Daerah Tertinggal
Asisten Deputi Urusan Pariwisata, Deputi Bidang
Deputy Assistant for Tourism of the Youth
44 Dr. Ir. Awal Subandar, MSc. Koordinasi Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan
and Sport Ministry
Olahraga, Menko Kesra
Head of the Center for Information Data
Sutopo Purwo Nugroho, S.Si, Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas, Badan
45 and Public Relations of the National
MSi Nasional Penganggulangan Bencana
Disaster Management Agency

Dr. Mohammad Mustafa Head of the Center for Information


46 Kepala Pusat Teknologi Informasi, PPATK
Sarinanto. Technology of the PPATK

Kepala Pusat Perubahan Iklim dan Kualitas Udara, Head of the Center for Climatology
47 Dr. Edvin Aldrian, B.Eng,M.Sc
BMKG Change and Air Quality

Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan


Head of the Center for Research and
48 Ir. Juliantino, MM Standardisasi, Deputi Bidang Penelitian dan
Development of Standarditation
Kerjasama Standardisasi

Ir. Nasrudin Irawan, M.Stud. Head of Inspectorate of the National


49 Kepala Inspektorat, Badan Standardisasi Nasional
Env. Standarditation Agency

Head of Planning and Internal Bereau


Kepala Biro Perencanaan dan Kepatuhan Internal,
50 Ir. Ronny Dolfinus Tulak, MM of the General Secretary of The Yudicial
Sekretariat Jenderal Komisi Yudisial
Commission

140
NO NAMA/ NAME JABATAN POSITION

Head of Public Bereau of the Yudicial


51 Ir. Andi Djalal Latief, M.S Kepala Biro Umum, Komisi Yudisial
Commission

Dr. Ir. Erry Ricardo Nurzal, Kepala Biro Perencanaan, Sekretariat Kementerian Head of Planning Bereau of the Secretary
52
MSc, MPA. Riset dan Teknologi of The Research and Technology Ministry

Director of Cooperation and Facilitation,


Ir. Lolly Amalia Abdullah, Direktur Kerjasama dan Fasilitasi, Ditjen Ekonomi
53 Ministry of Tourism and Creative
MSc. Kreatif Berbasis Media Desain dan IPTEK
Economy

Direktur Rekayasa, Deputi Bidang Intelijen Director of Engineering, National


54 Drs. Edie Prihantoro, MSc.
Teknologi, BIN Intelligent Agency

Direktur Keamanan Informasi, Ditjen Aplikasi Director of Information Security of the


55 Ir. Aidil Chendramata Informatika, Kementerian Komunikasi dan of the Communication and Information
Informatika Ministry
Direktur Tata Ruang Laut, Pesisir, dan Pulau-Pulau Director of Coastal and Marine of the
Dr. Ir. Subandono
56 Kecil, Direktorat Jenderal Kelautan, Pesisir dan Directorate General of Maritim,Coastal
Diposaptono, M. Eng.
Pulau-Pulau Kecil and Small Island

Direktur Pengendalian Sumber Daya dan Perangkat Director of Management of Resources and
57 Dr. Dwi Handoko.
Pos dan Informatika, Ditjen SDPPI Post and Informatic

Direktur Pemukiman, Lingkungan dan Balai Director Seattlemen, Environment and


58 Ir. Tato Wahyu Hardjanto.
Agribisnis, BP Batam Agribussines

Director of the Disaster Risk Reduction


Direktur Pengurangan Risiko Bencana, Deputi
59 Lilik Kurniawan, S.T., M.Si of the National Disaster Management
Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan, BNPB
Agency

Deputi Direktur Bidang Operasional, The Habibie Deputy of Director for operational,The
60 Ir. Hadi Kuncara, M. Eng. Sc.
Center Habibie Center

Vice-Rector of Academic Affairs,


Ir. Ahmad Husin Lubis, Wakil Rektor Bidang Akademik, Kerjasama, Inovasi,
61 Innovation and Cooperation of Al-Azhar
MSc,PhD. Kewirausahaan, Universitas Al-Azhar
University

Ir. Iswan Abd. Rahman, M. Staf Khusus Gubernur Maluku Utara Bidang Special Staff of Maluku Utara Governor
62
Eng. Pembangunan dan Pengembangan Free Trade Zone for Development Free Trade Zone

Expert Staff for Bussines and Innovation


Staf Ahli Bidang Bisnis dan Industri Inovasi, Komite
63 Dr. Drs. Ary Syahriar, MSc. Industryof the National Innovation
Inovasi Nasional
Commission

Staf Ahli Bidang Program Inovasi Pemerintah, Expert Staff for Government Innovation
64 Dr. Vanny Narita.
Komite Inovasi Nasional of the National Innovation Commission

65 Ir. Subiakto, MBA. Komisaris PT. GENTS (PT. Dirgantara Indonesia) Commissioner of PT. GENTS

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Head of Public Affair of Janeponto


66 Abdul Malik, MSc.MM.
Jeneponto Regency

141
PENGEMBANGAN LABORATORIA BPPT TERPADU
Dalam rangka upaya mendukung kemandirian dan daya
saing industri-industri nasional, BPPT sejak tahun 2008 telah
membangun pusat-pusat riset baru maupun pengembangan pusat-
pusat riset yang ada melalui progam pembangunan & revitalisasi
laboratoria, melalui Program Pengembangan Laboratoria BPPT
Terpadu (PLBT). Pusat Rekayasa yang dibangun terdiri dari
beberapa klaster antara lain :

Klaster 1 :
Pusat Rekayasa Teknologi Produksi dan Rancang Bangun;

Klaster 2 :
Pusat Rekayasa Teknologi Material dan Proses;

Klaster 3 :
Pusat Rekayasa Teknologi Informasi dan Komonukasi serta Pusat
Rekayasa Teknologi Hankam;

Klaster 4 :
Pusat Rekayasa Geostech (Geo Engineering Science and
Technology);

Klaster 5 :
Pusat Rekayasa Teknologi Energi;

Klaster 6 :
Pusat Inovasi dan Bisnis Teknologi.

Klaster 7 :
Pusat Rekayasa Teknologi Agroindustri dan Biomedika

Sampai saat ini laboratoria yang ada di BPPT telah melakukan


pelayanan teknologi pada industri antara lain : pengujian/MSTQ,
jasa operasional, pilot plan, pilot project, prototipe, survey,
konsultansi, alih teknologi, advokasi, rekomendasiaudit teknologi,
referensi teknis dan Perusahaan Pemula Berbasis Teknologi.

Untuk Tahun Anggaran 2014, kegiatan PLBT yang telah


dilaksanakan diantaranya :
1. Pembangunan Gedung UPT. Hujan Buatan, 1100 m2 (termasuk
DED, Pengawas) di Klaster IV
2. Pembuatan turap di sekitar Gedung LAPTIAB
3. Pengadaan furnitur Gedung Laptiab dan tambahan Geostech
4. Pengadaan Konsultan Disain Interior untuk Aula Klaster 6

142 www.bppt.go.id
BPPT INTEGRATED LABORATORIES DEVELOPMENT
In order to support national industries independence and
competitiveness, since 2008 BPPT has build new and expand
existing research centres through development programs and
laboratories revitalisation, under the BPPT Integrated Laboratory
Development Program. The engineering centre consist by several
clusters:

Cluster 1 :
Engineering centre for Production and Design Technology

Cluster 2 :
Engineering centre for Material and Process Technology

Cluster 3 :
Engineering centre for Information and Communication
Technology, and Defence Technology

Cluster 4 :
Engineering centre for Geo-Engineering Science and Technology
(Geostech)

Cluster 5 :
Engineering centre for Energy Technology

Cluster 6 :
Centre for Innovation and Business Technology

Cluster 7 :
Engineering centre for Agroindustry and Biomedical Technology
(LAPTIAB)

Currently, laboratories in BPPT provide the following technology
services: testing (Metrology, Standards, Testing, and Quality),
operational service, pilot plan, pilot project prototype, survey,
consultation, technology transfer, advocacy, recommendation,
technology audit, technical reference, and technology-based
start-ups.

In 2014, PLBT has completed the following projects:


1. The development of Weather Modification Technology Centre
building, 1100 m2 (including DED, inspection) in Cluster 4
2. Plaster surrounding LAPTIAB building
3. Furniture procurement in LABTIAB and Geostech buildings
4. Interior Design Consultant procurement for Cluster 6 hall

143
A N
GA
H AR D
E NG WAR BJ. Habibie Technology Award
P A
(BJHTA)

Penghargaan BJHTA 2014 kepada Dr. Nurul Taufiqu Rochman, B. Eng., M. Eng., PhD. di bidang Teknologi Proses

Anugerah BJ Habibie Technology Award (BJHTA) adalah The conferment of Bachruddin Jusuf Habibie
penghargaan tertinggi kepada insan pelaku teknologi Technology Award (BJHTA) is one of BPPTs effort
yang berjasa pada bangsa dan negara yang telah in providing encouragement for innovation and
berkreasi menghasilkan karya nyata dibidang teknologi. technology actors.

Penghargaan BJHTA 2014 diterima oleh The BJHTA 2014 was granted to
Dr. Nurul Taufiqu Rochman, B. Eng., M. Eng., PhD. Dr. Nurul Taufiqu Rochman, B.Eng, M.Eng, P.hD.

144 www.bppt.go.id
BPPT Meraih Opini Wajar Tanpa Pengecualian
BPPT Achived Unqualified Opinion

BPPT meraih Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) BPPT achieved Unqualified Opinion (WTP) based
dari hasil pemeriksaan Laporan Keuangan Kementerian/ on the result of Ministerial/Institutional Financial
Lembaga (LKKL) Tahun 2013 di lingkungan Auditorat Reporting (LKKL) audit for the year 2013 within the
Keuangan Negara (AKN) III Badan Pemeriksa Keuangan State Financial Audit (AKN) III of the Audit Board of
Republik Indonesia (BPK RI). Pemberian opini WTP the Republic of Indonesia (BPK RI). The conferment
itu langsung diserahkan oleh Wakil Presiden Republik of the opinion was done by the Vice President of
Indonesia Boediono pada Acara Rapat Kerja Nasional Republic Indonesia, Boediono, in the National Meeting
(Rakernas) Akuntansi dan Pelaporan Keuangan of Government Accounting and Financial Reporting
Pemerintah Tahun 2014, di Gedung Dhanapala in 2014, at Dhanapala Building of Finance Ministry,
Kementerian Keuangan, Jakarta, 12 September 2014. Jakarta on September 12, 2014.

Penghargaan WTP yang diterima BPPT ini merupakan The Unqualified Opinion achieved by BPPT was an
peningkatan dari tahun sebelumnya dimana BPPT improvement of last year achievement in which BPPT
mendapat opini Wajar Dengan Pengecualian (WDP). obtained Qualified Opinion. During the LKKL audit
Pada pemeriksaan LKKL Tahun 2013 di lingkungan for the year 2013 there were 37 (thirty seven) entities
AKN III BPK RI ada 37 entitas yang diaudit dengan within the scope of AKN III of BPK RI with the following
hasil 26 (dua puluh enam) entitas memperoleh hasil results: 26 (twenty six) entities obtained Unqualified
WTP, 9 (sembilan) entitas meraih WDP, 2 (dua) entitas Opinion (WTP), 9 (nine) entities obtained Qualified
mendapatkan nilai Tidak Memberikan Pendapat (TMP), Opinion (WDP), 2 (two) entities obtained Disclaimer
dan tidak ada entitas yang memperoleh Tidak Wajar Opinion (TMP), and no entity obtained Adverse
(TW). Opinion (TW).

Penghargaan WTP ini mencerminkan bahwa BPPT This achievement shows that BPPT is an institution
adalah lembaga dengan tata kelola keuangan yang baik, with a good financial management, a key element of
yang merupakan unsur utama dalam penyelenggaraan good governance. This achievement is not an end,
pemerintahan yang baik. Penghargaan WTP bukan but an early step for BPPT to acquire sound financial
sebuah akhir, tapi menjadi sebuah langkah awal BPPT planning.
menyiapkan perencanaan keuangan yang baik.
The challenge ahead is the implementation of accrual-
Tantangan ke depan adalah diberlakukannya akuntansi based accounting starting from the year 2015. For
berbasis akrual mulai tahun 2015. Untuk diketahui, information, the accrual methode is an accounting
akrual adalah suatu metode akuntansi di mana methode where the incomes and expenditures are
penerimaan dan pengeluaran diakui atau dicatat ketika recognized and recorded at the time of the transaction,
transaksi terjadi, bukan ketika uang kas untuk transaksi- not at the time when the cash for the transaction is
transaksi tersebut diterima atau dibayarkan. Salah satu received or payed. One of the efforts to maintain the
usaha yang bisa dilakukan dalam mempertahankan opini Unqualified Opinion is through the reinforcement of
WTP adalah dengan penguatan pengawasan internal internal supervision in BPPT to prevent any misuse of
di BPPT untuk mencegah terjadinya penyalahgunaan the state budget.
anggaran negara.

145
A N
GA
H AR D
E NG WAR Perekayasa Utama Kehormatan
P A
Honorary Principal Engineer

Gelar Perekayasa Utama Kehormatan adalah The Award of Honorary Principal Engineer is an
suatu gelar yang diberikan sebagai bentuk award granted by BPPT to an Indonesian citizen for
his/her great services and dedication to the community
penghormatan kepada warga negara pilihan atas
and our nation through technological engineering and
jasa-jasanya yang sangat besar dan bermanfaat innovation. It is held annually since 2007. In 2014, it
bagi kepentingan masyarakat dan bangsa Indonesia was held in commemoration of the 36th anniversary
melalui kerekayasaan teknologi dan inovasi. of BPPT.
Penganugerahan diselenggarakan setiap tahun
sejak tahun 2007. Penyelenggaraan pada tahun
2014 dilakukan dalam rangka memperingati HUT
BPPT ke-36.

146 www.bppt.go.id
Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) Agency for the Assessment and Application of
sebagai instansi Pembina jabatan fungsional Technology (BPPT) as the institution mandated to
develop the Engineering Career Path System conferred
Perekayasa, pada tahun 2014 menganugerahkan
the Honorary Principal Engineer to
Perekayasa Utama Kehormatan kepada Dr. (HC) Ir. H. Hartarto Sastrosoenarto in 2014.
Dr. (HC) Ir. H. Hartarto Sastrosoenarto.

147
BPPT
DALAM
GAMBAR

148
BPPT IN
PICTURES

149
BPPT
DALAM
GAMBAR

BPPT IN
PICTURES

150
151