Você está na página 1de 3

Cinta Atau Keluarga

3 minggu berlalu setelah kakak dari perempuan yang sedang melukis


sebuah pemandangan di belakang rumahnya itu sembuh. Laki-laki yang berusia
19 tahun itu telah berada di sampingnya, menemaninya melukis. Perempuan itu
hanya meliriknya, ia tak mau menengoknya karena tak ingin konsentrasinya
terganggu.
Tangan perempuan itu nampak semakin lincah memainkan kuasnya di atas
kanvas. Desir angin yang lembut menyibak rambutnya. Diam-diam kakaknya
kagum dengan sang adik yang semakin lincah memainkan kuasnya.
tumben nemenin sang adik membuka pembicaraan. Ia heran, kakaknya yang tak
pernah mau menemaninya melukis. Sekarang, telah berada di sampingnya tanpa ia
minta. mungkin ini pengaruh kecelakaan 3 minggu lalu batin sang adik.
bosen di kamar terus rutuk sang kakak. Ya, sang kakak memang masih masa
penyembuhan dari kecelakaan yang ia alami.
Lea panggil sang kakak. Ya, itulah nama dari perempuan yang asik melukis ini.
apaan sih, jangan ganggu lagi konsen nih protes Lea pada sang kakak tanpa
mengalihkan pandangannya dari lukisannya.
kamu masih inget nggak, yang nabrak kakak waktu itu? tanya kakaknya yang
bernama Leo. Mereka berdua memang bukan kembar, Leo lebih dulu dilahirkan 2
tahun dari Lea, Orangtuanya tak mau ambil pusing soal nama, karenanya ayah
Leo memberikan nama Lea saat adiknya lahir.
masih, emangnya kenapa? jawab Lea. Kali ini ia memalingkan wajahnya
menghadap pada Leo.
tolong kamu maafin dia, siapapun itu! wajah Leo memohon pada Lea. Lea
mengambil nafas panjang, berusaha untuk tak emosi. Tanpa berkata-kata Lea
meninggalkan Leo sendiri di belakang rumah. Ia menuju kamarnya untuk
menenangkan diri.
Lea masih ingat bagaimana kecelakaan itu terjadi. Lonel, orang yang ia
cintai selama 3 tahun itu telah menabrak kakaknya yang hendak menyeberang
untuk menghampirinya. Motor berkecepatan 60 km/jam itu menghantam tubuh
Leo. Saat Leo terkapar di jalan, Lonel tak berusaha menolongnya. Ia langsung
melarikan diri.
Amarah itu kembali muncul bagai api besar yang membara dan sulit untuk
dipadamkan. Berkali-kali Leo meminta untuk memaafkan pelakunya, tapi berkali-
kali juga Lea tak pernah buka mulut mengenai itu. mengapa kau mudah untuk
memaafkan ia Leo? hati Lea mengerang.
Lonel sudah membuat kakaknya koma selama seminggu, dalam
penyembuhan ini kaki Leo tak bisa kembali sesempurna dulu. Sebelum
kecelakaan Leo adalah atlet sepakbola. Tapi sekarang, pribadi Leo terfokus pada
menggambar ataupun kegiatan yang tidak mengutamakan kaki

Hari ini adalah hari pertama Lea masuk sekolah, sekarang ia menjadi
siswa kelas 11 di SMA Cempaka. 3 minggu ia gunakan bersama dengan Leo.
Sayang sekali hari ini ia harus meninggalkan kakaknya untuk ke sekolah.
Sampai di sekolah, Lea langsung menuju papan pengumuman. Untung saja ia
berangkat pagi hari, kalau tak, pasti ia akan mendapat meja paling depan, tepatnya
di depan meja guru. Tak ada orang di kelas, Lea menyempatkan untuk membaca
novelnya yang belum selesai, sambil menunggu bel masuk.
30 menit kemudian seorang laki-laki tinggi putih dan mancung memasuki
kelas Lea. Lea hanya melihat sekilas, oh God mengapa harus dengan Lonel?
batin Lea berteriak. Amarah itu kembali muncul dalam hati Lea, perasaan yang
tadinya cinta dalam sekejap berubah menjadi benci yang teramat. Lea mengulur
nafas panjang agar ia tak emosi.
Ketika istirahat ke-2 terdengar suara orang tersungkur, Lea langsung
keluar dari kelas dan menuju tempat itu. Didapatinya Lonel tersungkur akibat
Leon yang sengaja menubruknya. Tanpa basa basi Lea langsung menolong Lonel
dan menampar Leon. Tanpa meninggalkan sepatah kata pun Lea langsung pergi
meninggalkan Lonel dan Leon. Mereka berdua melongo melihat apa yang telah
Lea lakukan pada Leon pacarnya sendiri.
Lonel dan Leo berusaha mengejar Lea. Tapi sayang, Lonel terlebih dulu telah
mengejar Lea.
Lea tunggu yang dipanggil tak menghiraukannya. Ketika Lonel tepat di
belakang Lea, Lea membalikkan tubuhnya menghadap Lonel, Lonel gelagapan
mendapati Lea yang tiba-tiba berbalik padanya. 3 detik Lea menatap Lonel,
dengan ringannya Lea melayangkan tangannya tepat di pipi kanan dan kiri Lonel
dengan sangat keras. Tanpa meninggalkan apapun Lea meninggalkan Lonel. Leon
yang berada di belakang Lonel kaget dengan perlakuan Lea. Lonel melongo
melihat apa yang telah terjadi.
mungkin ini pantas untukmu Lonel! ini tak sebanding dengan kecelakaan itu
hati Lea membara

Karya : Ana Fatimah