Você está na página 1de 4

ANALISA DATA

DATA MASALAH
Data Subjektif: Identifikasi Pasien.
1. 9 dari 12 perawat mengatakan bahwa sebelum (Belum optimalnya pengaplikasian
masuk ruangan terkadang perawat tidak edukasi tentang patient safety khususnya
melakukan identifikasi gelang identitas serta pada identifikasi pasien di ruangan
pin penanda (resiko jatuh, alergi maupun Flamboyan Atas).
DNR), sehingga pernah terjadi kesalahan
dalam identifikasi nama pasien di ruangan
2. Kepala ruangan mengatakan pendidikan
perawat terdiri dari 2 orang S1 Keperawatan
dan 10 orang D3 Keperawatan

Data Objektif:
Hasil observasi di ruangan menunjukkan:
1. 9 dari 12 perawat (75 %) belum tepat
melakukan identifikasi pasien sesuai dengan
SPO yang berlaku di ruangan
2. 9 dari 12 perawat kurang patuh dalam
melakukan identifikasi pasien berdasar
penggunaan gelang maupun pin penanda
3. 2 dari 10 pasien saat masuk ke ruang
perawatan belum menggunakan gelang
identitas serta pin penanda pasien jatuh dan
alergi
4. 2 dari 5 pasien yang dirawat memiliki nama
yang sama sehingga terkadang
membingungkan perawat saat menyiapkan
asuhan keperawatan
5. Sering terjadi kesalahan nama pasien karena
penulisan nama yang terburu-buru saat proses
pendaftaran
6. Kepala ruangan melakukan supervisi tentang
identifikasi pasien setiap seminggu sekali
7. Pihak Rumah Sakit memberikan edukasi atau
sosialisasi tentang indicator patient safety
kepada seluruh perawat ruangan
8. Pihak Rumah Sakit telah membuat SPO untuk
indicator ketepatan identifikasi pasien
Hasil kuesioner menunjukkan:
1. 6 dari 12 perawat memiliki pengetahuan yang
sangat baik mengenai patient safety dan 6 dari
12 perawat lainnya memiliki pengetahuan
yang cukup baik mengenai patient safety

Data Subjektif: Hand Hygiene.


1. Perawat mengatakan di ruangan flamboyan (Belum optimalnya penyediaan handrub
atas tidak tersedia poster penggunaan handrub dan poster pada masing-masing ruangan
2. Perawat mengatakan jumlah handrub yang
untuk menunjang hand hygiene).
terbatas hanya di depan kamar tidak pada
masing-masing tempat tidur pasien

Data Objektif:
Hasil observasi di ruangan menunjukkan:
1. Tidak tersedianya handrub dan poster cara
penggunaannya di masing-masing ruangan
2. Pihak Rumah Sakit memberikan dukungan
tentang pelaksanaan patient safety dengan
menyediakan fasilitas untuk hand hygiene
3. Pihak Rumah Sakit belum efektif menerapkan
hand hygiene khususnya penanggung jawab
yang bertugas melakukan pengisian ulang
handrub yang sudah habis
Hasil kuesioner menunjukkan:
1. 8 dari 12 perawat (67%) belum efektif
melakukan hand hygiene sebelum melakukan
tindakan ke pasien di ruangan karena kurang
tersedianya hand rub di ruangan pasien

Data Subjektif: Komunikasi Efektif.


1. Perawat mengatakan timbang terima biasanya (Belum optimalnya pelaksanaan
hanya dilakukan di nurse station dan jarang dokumentasi timbang terima sesuai
melakukan hand over keliling dengan komunikasi SBAR).
2. Perawat mengatakan hand over keliling tidak
dilakukan pada seluruh pergantian shift, hanya
pergantian shift malam ke shift pagi saja
3. Perawat mengatakan laporan saat timbang
terima hanya berdasarkan laporan yang bisa
disampaikan saja tetapi tidak sesuai dengan
komunikasi SBAR

Data Objektif:
Hasil observasi di ruangan menunjukkan:
1. Timbang terima lebih sering dilakukan hanya
antar shift di nurse station dan hand over
keliling belum dilakukan secara teratur
2. Hand over keliling biasanya hanya dilakukan
pada pagi hari
3. Pelaksanaan komunikasi dalam timbang
terima hanya berupa laporan nama pasien,
diagnosa medis, dan rencana tindak lanjut
sehingga tidak sesuai dengan komunikasi
efektif SBAR
4. Pihak Rumah Sakit memberikan sosialisasi
kepada seluruh perawat dalam melakukan
asuhan keperawatan sesuai dengan hak pasien
5. Pihak Rumah Sakit belum menerapkan SPO
tentang timbang terima menggunakan
komunikasi efektif SBAR
Hasil kuesioner menunjukkan:
1. Seluruh perawat yang mengisi kuesioner
memiliki pengetahuan yang sangat baik
tentang timbang terima namun pengetahuan
kurang tentang komunikasi efektif berformat
SBAR