Você está na página 1de 3

Komplikasi DM

1. Komplikasi Akut
Komplikasi metabolik DM disebabkan oleh perubahan relatif akut dari
konsentrasi glukosa plasma.
a. Hipoglikemia
Hipoglikemia ditandai dengan menurunnya kadar glukosa darah <60
mg/dL. Hipoglikemia paling sering disebabkan oleh penggunaan sulfonilurea dan
insulin. Hipoglikemia pada usia lanjut merupakan suatu hal yang harus dihindari,
mengingat dampaknya yang fatal atau terjadinya kemunduran mental bermakna
pada pasien.
Gejala-gejala hipoglikemia disebabkan oleh pelepasan epinefrin
(berkeringat, gemetar, sakit kepala, palpitasi), juga akibat kekurangan glukosa
dalam otak (tingkah laku yang aneh, sensorium yang tumpul, dan koma).

b. Hiperglikemia
Krisis hiperglikemia merupakan komplikasi akut yang dapat terjadi pada
DM, baik tipe 1 maupun tipe 2. Krisis hiperglikemia dapat terjadi dalam bentuk
ketoasidosis diabetik (KAD), status hiperosmolar hiperglikemik (SHH) atau
kondisi yang mempunyai elemen kedua keadaan diatas.
Krisis hiperglikemia pada DM tipe 2 biasanya terjadi karena ada keadaan
yang mencetuskannya. Faktor pencetus krisis hiperglikemia ini antara lain infeksi
penyakit vaskular akut, trauma, heat stroke, kelainan gastrointestinal dan obat-
obatan.
b.1. Ketoasidosis Diabetik (KAD)
Pada ketoasidosis diabetik, kadar glukosa darah meningkat dengan
cepat akibat glukoneogenesis (300-600 mg/dL), dan peningkatan
penguraian lemak yang progresif. Osmolaritas plasma meningkat (300-320
mOs/ mL). Terjadi poliuria dan dehidrasi. Kadar keton juga meningkat
(ketosis) akibat penggunaan asam lemak yang hampir total untuk
menghasilkan ATP. Keton keluar melalui urine menyebabkan bau napas
seperti buah. Pada ketosis, pH turun di bawah 7,3 yang menyebabkan
asidosis metabolik.
b.2. Status Hiperglikemi Hiperosmolar (SHH)
SHH adalah komplikasi akut yang dijumpai pada pengidap DM
tipe 2. Walaupun tidak rentan mengalami ketosis, pengidap DM tipe 2
dapat mengalami hiperglikemia berat peningkatan glukosa darah sangat
tinggi (600-1200 mg/dL). Kadar hiperglikemia ini menyebabkan
osmolaritas plasma sangat meningkat (330-380 mOs/mL). Situasi ini
menyebabkan pengeluaran berliter-liter urine, rasa haus yang hebat, defisit
kalium yang parah dan sekitar 15-20 menit dapat terjadi koma dan
kematian.
2. Komplikasi Kronik
Terdapat banyak komplikasi jangka panjang pada DM. Sebagian besar
disebabkan langsung oleh tingginya konsentrasi glukosa darah. Komplikasi DM
tersebut hampir mengenai semua organ tubuh. Komplikasi kronis ini berkaitan
dengan gangguan vaskular, yaitu: komplikasi mikrovaskular dan komplikasi
makrovaskular.
a. Komplikasi Mikrovaskular
a.1. Retinopati Diabetik
Komplikasi jangka panjang DM yang sering dijumpai adalah
gangguan penglihatan. Ancaman paling serius terhadap penglihatan adalah
retinopati diabetik, atau kerusakan pada retina karena tidak mendapatkan
oksigen.
Pada stadium awal retinopati dapat diperbaiki dengan kontrol gula
darah yang baik, sedangkan pada kelainan sudah lanjut hampir tidak dapat
diperbaiki hanya dengan kontrol gula darah, malahan akan menjadi lebih
buruk apabila dilakukan penurunan kadar gula darah yang terlalu singkat.
Retinopati diabetik terjadi pada penderita DM tipe 1 maupun tipe 2.
a.2. Nefropati Diabetik
Nefropati diabetik merupakan salah satu penyebab kematian
terpenting pada DM yang lama. Nefropati diabetik merupakan istilah yang
mencakup semua lesi yang terjadi di ginjal pada DM. Lesi awalnya adalah
hiperfiltrasi glomerulus (peningkatan laju filtrasi glomerulus) yang
menyebabkan penebalan difusi pada membran basal glomerulus,
bermanifestasi sebagai mikroalbuminuria (albumin dalam urin 30-300
mg/hari), merupakan tanda sangat akurat terhadap kerusakan vaskular
secara umum yang menjadi prediktor kematian akibat penyakit
kardiovaskular. Albuminuria persisten (albumnin urin >300 mg/hari)
awalnya disertai dengan GFR (Glomerular Filtration Rate) yang normal,
namun setelah terjadi protenuria berlebih (protein dalam urin >0,5 g/24
jam), GFR menurun secara progresif dan terjadi gagal ginjal.
a.3. Neuropati Diabetik
Penyakit saraf yang disebabkan DM disebut neuropati diabetik.
Neuropati diabetik disebabkan hipoksia kronis sel-sel saraf yang kronis
serta efek hiperglikemia, termasuk hiperglikosilasi protein yang
melibatkan fungsi sel saraf. Sel-sel penunjang saraf, terutama sel Schwann
mulai menggunakan metode alternatif untuk mengatasi beban peningkatan
glukosa kronis, yang akhirnya mengakibatkan demielinisasi segmental
saraf perifer.
b. Komplikasi Makrovaskular
Komplikasi makrovaskular terutama terjadi akibat aterosklerosis
(pengerasan arteri). Komplikasi makrovaskular akan mengakibatkan penyumbatan
vaskular. Jika mengenai arteri-arteri perifer, maka dapat mengakibatkan
insufisiensi vaskular perifer yang disertai klaudikasio intermitten dan ganggren
pada ekstremitas serta insufisiensi serebral dan stroke. Jika yang terkena adalah
arteri koronaria dan aorta maka dapat mengakibatkan angina dan infark
miokardiun.
Pada penderita DM, risiko penyakit serebrovaskular meningkat dua kali
lipat, penyakit jantung koroner meningkat tiga sampai lima kali lipat, dan
penyakit pembuluh darah perifer meningkat 40 kali.