Você está na página 1de 4

SISTEM INTEGUMEN

ANALISA JURNAL

Nama Kelompok:
1. Aji Hadiwijaya
2. Anissa Duwi Nur Aini
3. Antika Nisa Sifa
4. Chintiya Nur Rachmah
5. Deby Ranny Sagita
6. Dian Fajariati Kartini
7. Dwilena Pertiwi
ANALISA JURNAL
1. Judul jurnal
Kejadian Pruritus Vulvae Saat Menstruasi Pada Remaja Puteri
2. Kata Kunci
Pruritus vulvae, menstruasi, remaja wanita
3. Penulis Jurnal
Fufut Tri Nur Indah
4. Latar Belakang Masalah
Doxanakis, et all (2004) menemukan dari sampel 303 wanita di Amerika
Serikat, sekitar 7% melaporkan riwayat gatal vagina yang persisten atau
adanya sensasi terbakar pada vagina yang berlangsung lebih dari 3 bulan.
Candida diidentifikasi sebagai penyebab paling umum (54%). Penyebab
lainnya adalah lumut sclerosus (13%), alergik (10%), Staphylococcus aureus
(9%), dan Streptokokus grup A (5%). Penelitian yang dilakukan oleh Bohl
(2005) di Amerika menunjukkan bahwa dari 160 repondennya 100% pernah
mengalami Pruritus vulvae. Dimana dari semua responden sebanyak 90%
mengalami Pruritus vulvae akut (berlangsung detik sampai minggu) dan 10%
mengalami Pruritus vulvae kronis (berlangsung lama). Responden yang
mengalami Pruritus vulvae kronis 44 % karena adanya jamur, bakteri dan
virus yang muncul karena jeleknya personal higiene dan higiene menstruasi,
30% karena alergen terhadap suatu produk kewanitaan dan 26% mengalami
Pruritus vulvae kronis karena adanya kelainan patologik pada vulva.
5. Tujuan Penelitian
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kejadian pruritus vulva
pada wanita remaja saat menstruasi di SMAN 1 Ngimbang Lamongan dan
penyebab terjadinya pruritus vulva.
6. Metodelogi penelitian
Penelitian ini adalah penelitian analitik dengan desain cross sectional.
Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswi dari SMAN 1 Ngimbang,
sedangkan sampel ditentukan oleh simple random sampling sebesar 79 orang
dari 366 siswi. Data diperoleh kemudian dianalisis secara statistik
menggunakan uji chi square dengan 0.05 tingkat signifikansi.
7. Hasil penelitian
Setelah dilkukan penelitian tentang kejadian pruritus vulvae saat menstruasi
pada remaja puteri di SMAN 1 Ngimbang Kabupaten Lamongan tidak
berhubungan dengan individu karakteristik (usia menarche, hasil menstruasi &
siklus menstruasi), sikap dan pengetahuan. Hasil penelitian menunjukkan
bahwa jumlah responden yang memiliki sarana kebersihan rumah yang baik
sebanyak 56 responden (100%) tidak mengalami mengalami Pruritus vulvae
setiap hari menstruasi. Responden yang memiliki sarana kebersihan rumah
yang kurang baik sebanyak 12 responden (52,2%) mengalami Pruritus vulvae
setiap hari menstruasi. Pruritus vulva terkait dengan praktek kebersihan
menstruasi (p = 0,001) dan sarana dan fasilitas kesehatan di rumah (p =
0,0001). Diperoleh kesimpulan terdapat ketersediaan sarana kebersihan sangat
berpengaruh terhadap perilaku higiene menstruasi. Jika di lingkungan tempat
tinggal remaja tidak terdapat sumber air yang memadai atau kurang lancar
akan menghambat remaja melakukan praktek menjaga kebersihan organ
reproduksi saat menstruasi. Tidak adanya tempat sampah juga akan
menghambat remaja untuk membuang pembalut yang akhirnya berpengaruh
terhadap kuantitas penggantian pembalut saat mereka menstruasi. Sejalan
dengan teori, ketersedian sarana kebersihan di rumah mempengaruhi
timbulnya kejadian Pruritus vulvae. Sehingga hal yang perlu ditingkatkan
untuk mengurangi frekuensi timbulnya Pruritus vulvae adalah dengan
pemenuhan sarana kebersihan yang ada di rumah.
8. Kelemahan penelitian yang di dapat pada jurnal ini, yaitu:
a. Penelitian ini tidak menjelaskan lama waktu penelitian tetapi hanya tahun
penelitian yang dilakukan.
b. Cara penentuan dan pengambilan sampel pada penelitian ini berdasarkan
probability sampling dimana setiap subyek dalam populasi mempunyai
kesempatan yang sama untuk terpilih atau tidak terpilih.
c. Sampel penelitian dengan populasi 366 siswi tetapi yang menjadi bahan
penelitian hanya 79 siswi.
d. Metode penelitian ini menggunakan cross sectional yaitu penelitian yang
dilakukan hanya pada waktu tertentu.

9. Kelebihan penelitian yang di dapat pada jurnal ini, yaitu:


a. Dapat menggambarkan secara jelas menggunakan hasil uji Chi Square
untuk menghubungkan sikap dengan kejadian pruritus vulva
b. Metode ini tidak hanya melkukan penelitian di sekolah melaikan penelitian
dirumah tentang kebersihan rumah serta kebersihan diri .
c. Dalam metode penelitian pruritus vulvae adalah epidemiologi
observasional yang bersifat analitik yang berusaha mempelajari kejadian
pruritus vulva.
10. Manfaat penelitian yang di dapat pada jurnal ini bagi kesehatan, yaitu:
a. Dapat menjadi sumber rujukan seagai upaya promotif dan preventif
terhadap terjadinya pruritus vulva.
b. Bagi sekolah dapat meningkatkan kebersihan sekolah terutama kamar
mandi, sabun mandi, ketersediaan pembalut koperasi atau UKS , air
bersih.
c. Dapat menjadi rujukan untuk penelitian selanjutnya.
d. Bagi perawat memberikan literature dalam pemberian asuhan pada
pruritus vulva saat mengalami menstruasi.
e. Menambah pengetahuan bagi siswi tentang menjaga alat genetalia saat
menstruasi