Você está na página 1de 7

1.

Penggunaan bahasa indonesia yang sama


dengan bahasa yang ada di daerahku yaitu
massenrempuluh.
Selanjutnya, Taringan (1988:31-32) mengatakan bahwa melalui
perbandingan antara dua bahasa terbagi hal dapat di ungkapkan. Beberapa
kemungkinan itu adalah sebagai berikut:

1. Tidak ada perbedaan:


Struktur aspek tertentu dalam kedua bahasa tidak
perbedaan sama sekali konsonan /e , m, n/ di
ucapkan sama dalam bahasa Indonesia dan dalam
bahasa enrekang ( mata, lima)

2. Fonomena konvergen :
Dua butir atau leih B1 menjadi satu dalam bahasa
B2 ( male, mei, lamale menjadi berangkat)

3. Ketedakadaan :
Butir atau system tertent dalam B1 tidak
terdapat dalam B2. Misanya, sestem penjamakan
dengan tanda s/-es dalam bahasa daerahku tdak
ada bahasa Indonesia, sebaliknya system
penjamakan dalam pengulangan kanta dalam
bahasa indosia (

4. Beda destribusi :
Butir tententu dalam B1 berbeda
distribusi dengan butir yang ada dalam B2
misalny, fonem /ng/ dalam bahasa indonesia
menduduki possis awal, tengah, dan akhir kata,
sedangkan dalam bahasa daerahku hanya
menduduki posisis tengah.( manggala,
mangkali, dan manggarang.

5. Tidak ada persamaan :


Butir tertentu dalam B1 tidak memiliki
kesamaan dalam b2. Misalnya, predikat, kata
sifat dalm bahasa indinesia tdak terdapat di
dalam bahsa inggris. Misalnya dia cantik
( Indonesia) to tau marege (enrekang).

6. Fenomena divergen :
Satu butir tertentu dalam B1 menjadi dua butir
dalam dalam B2. Misalnya, IKO ( enrekang)
dapat menjadi KAMU atau DIA daam bahasa
Indonesia.

2. Contoh Penerapan Analisis Kontrastif antara Bahasa


Indosia dan Bahasa Daearah
1. Bahasa Indonesia dan bahasa Enrekang
(massempuluh)
1. Struktur kalimat pernyataan positif
PERBANINGAN
BI(S-P)
BB (P-S)
S+KK(O)+ KK+S+ (O) + (S)
(KT)+(KW) +KT+(KW)
Emman membaca buku - baca i emman
book
Tika pergi ke kebun - lamale i Tika
jio brakba
Ibu saya memasak di dapur - mannasu i
indoku jio dapoh
Sainal dan iman bermain bola setiap hari - sainal sola Iman
maggolok i allo-allo

Kemungkinan-kemunkinan interferensi
Membaca Emman buku
Pergi Tika ke kebun
Memasak Ibu saya di dapur
Bermain bola Sainal dan Iman setip hari

2. Struktur Kalimat Peryataan Negatif ( kalimat menyangkal)

PERBANDINGAN

BI
BB
S+tidak+KK(O)+(KT)+ Deq+S+KK+(O)+(S)+KT+
(KW) (KW)
Saya tidak pergi - Ekda ku
lamale (aku)
Ia tidak ke pasar - Ekda na
lamale jio pasak
Ibu tidak memasak di dapur - Ekda na
mannasu indo jio dapoh
Emman dan Kamal tidak bermain bola setipa hari - Ekda na
manggolok Emman sola
Kamal allo-oll

Kemungkinan- kemungkinan interfrensi


Tidak saya pergi
TidakDia ke pasar
Tidak memasak Ibu di dapur
kTidak bermain bola Emman dan Kamal setiap hari

3. Struktur untuk menyatakan relasi positif

PERBANDINGAN
BI
BB
Y1+Y2 +(yang +z) Y1+(Z)+na+Y2 (Y) e

Kebun Warga - Barakbana To


Pangkampong
Kaki kambing - Aje to beke
Anak Kambing - Peana To Beke
Ekor Ayam - Ikko Manuk
Kebun warga sangat banyak - barakbana to
pangkmpong liwak budak

Kemungkinan-kemungkinan Inetrfrensi
Kebunya Warga
Kakinya Kambing
Anakya Kambing
Keunnya warga sangat banyak

4. Struktur Relasi Positif


PERBANDINGAN
BI B MASPUL
DURI

Y ku Y
ku
Z + mu Z +
mu
Nya
na
Ta

Contoh
1. Sapiku 1. sapinku
2. Sapimu 2. sapinmu
3. Sapinya 3. Sapinna
4. Luasnya 4. Maluah na
5. Banyaknya 5. Budan na
6. Tebalnya 6. Makamban na

Kemungkinan- Kemugkinan Interfrensi


1.
2.
3. Ayamna
4. Luasnya
5. Banyaknya
6. Tebalnya

3.Tugas hal 48-49. ( pemakaiian urutan kaa yng tepat).


a. penggunaan pola prasa verbal (aspek+ agen +verbal)
1. Sudah saya perintahkan supaya Dia membawa buku kesekolah
(baku)
- saya sudah perintahkan supaya Dia membawa buku ke sekolan.
(tidak Baku)
2. kemungkinan saya akan datang hari ini. (baku)
- saya kemungkinan datang hari ini ( tidak baku)
3. Buku analisis kesalahan berbahasa itu belum kamu beli. ( baku)
- Buku analisis kesalahan berbahasa itu kamu belim beli.
(Tidak baku)
b. urutan kata dalam kalimat dwitransitif yang bermakna benefaktif
(S+P+0+Pel)
contoh
1. Sainal belikan Tika sepatu. (baku)
S p 0 pel
-Sainal belikan sepatu Tika. ( tidak baku)
S p pel o
2. Ibu mengajari Adik membaca buku. (baku)
S p o pel
- Ibu mengajari membaca buku Adik. (Tidak Baku)
S p pel o
2. batra memani Iwan pergi jalan-jalan sore. (Baku)
s p o pel
- Batra menemani pergi jalan jalan sore Iwan. (Tidak baku)
S p pel o
c. urutan kata dalam kalimat dwitransif yang bermakna derektif
(S+P+O+Pel) dengan pasangam me-i dan me-kan.
Contoh
1. a. Wawan menemui berita kecelakaan di internet. (baku)
b. Wawan menemukan nerita kecelakaan di internet. (Baku)
- Wawan menemui di internet berita kecelakaan. (tidak baku)
- Wawan menemukan berita di internet tentang kecelakaan.
(Tidak baku)

2. a. Batra membeli makanan di warung Mas Teguh. (baku)


b. batra membelikan wawan makanan di warung Masalah
Teguh. (baku)
- batra membeli di warung Mas Teguh makanan. (tudak
baku)
- batra membelikan mkanan wawan di warung Mas Teguh.
(tidak Baku)
Tugas Mata Kuliah Analisis Kesalahan Berbahasa
PENGGUNAAN BAHASA INDONESIA YANG SAMA
DENGAN BAHSA YANG ADA DI MASSENREMPULU
Dibuat
Nama:Kamal
Kelas: C
Nim:1451042020
Program Studi pendikan Bahasa dan sastra Idonesia
Jurusan Bahasa dan sastra Indonesia

Universtas Negri Makassar


Angkatan 2014