Você está na página 1de 12

AKUNTANSI KEUANGAN MENENGAH 1

RANGKUMAN MATERI BAB 5


NERACA DAN LAPORAN ARUS KAS

Disusun oleh:
Kelompok 4
Dian Fajar Septiana (F1316041)
Didik Tri Wibowo (F1316042)
Dinar Ristya Putri (F1316043)

FAKULTAS EKONOMIKA DAN BISNIS


UNIVERSITAS SEBELAS MARET
2016

NERACA
Neraca atau laporan posisi keuangan melaporkan aktiva, kewajiban, dan ekuitas pemegang
saham perusahaan pada tanggal tertentu. Laporan ini menyediakan informasi mengenai sifat dan
jumlah investasi dalam sumber daya perusahaan, kewajiban kepada kreditur, dan ekuitas pemilik
dalam sumber daya besih.

a. Kegunaan Neraca

1. Mengevaluasi struktur pendanaan


Dalam hal ini yang dilihat adalah informasi tentang perbandingan sumber pendanaan
melalui utang dibandingkan dengan ekuitas.
2. Menganalisis likuiditas
Likuiditas adalah seberapa cepat waktu yang diperlukan sampai suatu aset dapat
terealisasi atau dikonversi menjadi kas, atau suatu liabilitas dapat terbayar. Pihak
kreditur biasanya sangat tertarik dengan informasi tentang rasio likuiditas jangka
pendek, yang informasinya dapat mereka gunakan untuk menilai kemampuan entitas
membayar bunga tepat waktu.
3. Menilai solvabilitas
Solvabilitas adalah kemampuan entitas membayar utangnya pada saat jatuh tempo.
Biasanya hal ini dapat diukur dengan tingkat utang jangka panjang yang dimiliki entitas.
4. Menilai fleksibilitas keuangan
Likuiditas dan solvabilitas akan menentukan fleksibilitas keuangan entitas, yaitu
mengkur kemampuan entitas mengambil tindakan tertentu sebagai respon terhadap
kebutuhan dan peluang yang ada.

b. Keterbatasan Neraca

1. Sebagian besar aktiva dan kewajiban dicatat pada biaya historis. Sehingga, informasi
yang dilaporkan dalam neraca memiliki reabilitas yang lebih tinggi, tetapi nilai wajar
yang relevan saat ini tidak dilaporkan.

2. Pertimbangan dan estimasi harus digunakan untuk menentukan berbagai pos yang
dilaporkan dalam neraca.
3. Neraca perlu mengabaikan banyak pos yang merupakan nilai keuangan bagi perusahaan
tetapi tidak bisa dicatat secara objektif.

c. Klasifikasi Neraca
Unsur-unsur umum dari neraca adalah aktiva, kewajiban dan ekuitas.

1. Aktiva
Manfaat ekonomi yang mungkin diperolah di masa depan, atau dikendalikan oleh entitas
tertentu sebagai hasil dari transaksi atau kejadian di masa depan. Aktiva terdiri dari
aktiva lancar, aktiva tetap dan aktiva tidak berwujud dan aktiva lain. Aktiva lancar
meliputi kas dan setara kas, Investasi Jangka pendek, piutang, persediaan, beban dibayar
di muka dll, Aktiva tidak lancar terdiri dari Investasi jangka panjang dan properti, pabrik,
dan peralatan. Aktiva tidak berwujud meliputi hak paten, hak cipta, waralaba, goodwill,
merek dagang. Aktiva lainnya meliputi beban dibayar di muka jangka panjang, biaya
pensiun dibayar dimuka, piutang tidak lancar, pajak penghasilan yang ditangguhkan
2. Kewajiban
Merupakan pengorbanan manfaat ekonomi yang mungkin terjadi di masa depan yang
berasal dari kewajiban berjalan entitas tertentu untuk mentransfer aktiva atau
menyediakan jasa kepada entitas lainnya di masa depan sebagai hasil dari transaksi atau
kejadian masa lalu. Klasifikasi utama kewajiban adalah kewajiban lancar dan kewajiban
jangka panjang. Kewajiban lancar meliputi utang usaha, utang gaji, utang pajak dll.
Kewajiban jangka panjang meliputi wesel bayar, utang obligasi, sebagian pajak
penghasilan yang ditangguhkan, kewajiban lease, dan kewajiban pensiun.
3. Ekuitas
Ekuitas merupakan kepentingan residu dalam aktiva sebuah entitas setelah dikurangi
dengan kewajiban-kewajibannya.dalam suatu korporasi, ekuitas pemilik pada umumnya
diklasifikasikan sebagai modal saham, modal disetor tambahan, dan laba ditahan.

d. Format Neraca

Secara umum, ada dua format laporan posisi keuangan yang biasa dipergunakan, yaitu
format akun (account form) dan format laporan (report form).

1. Account Form
Format akun mencantumkan kelompok aktiva pada sisi kiri dan dan kelompok
kewajiban serta ekuitas pada sisi kanan. Kelemahan dari format ini adalah diperlukannya
satu halam yang cukup lebar untuk menyajikan pos-pos yang saling berdampingan.
2. Report Form
Format laporan mencantumkan kelompok aktiva, kewajiban dan ekuitas secara berurutan
ke bawah.
e. Informasi Tambahan yang Dilaporkan

Informasi ini merupakan penjelasan atau kualifikasi pos-pos yang terdapat dalam neraca.

1. Kontinjensi. Kejadian-kejadian material yang memiliki akibat tidak pasti.


2. Kebijakan Akuntansi. Penjelasan mengenai metode penilaian yang digunakanatau asumsi
dasar yang dibuat dalam kaitannya dengan penialaian persediaan, metode penyusutan,
investasi dalam anak perusahaan.
3. Situasi Kontaktual. Penjelasan mengenai restriksi atau ketentuan tertentu yang menyertai
aktiva tertentu, kewajiban.
4. Nilai Wajar. Pengungkapan nilai wajar, terutama untuk instrumen keuangan.

LAPORAN ARUS KAS

Laporan arus kas merupakan laporan yang menyajikan informasi tentang arus kas masuk dan
arus kas keluar dan setara kas pada suatu periode tertentu.

a. Tujuan Laporan Arus Kas

Tujuan utama laporan arus kas adalah menyediakan informasi yang relevan mengenai
penerimaan dan pembayaran kas sebuah perusahaan selama suatu periode. Laporan arus kas
melaporkan (1) Kas yang mempengaruhi operasi selama suatu periode (2) Transaksi
investasi (3) Transaksi Pendanaan (4) Kenaikan atau penurunan kas bersih selama satu
periode.

Laporan arus kas menyediakan jawaban atas pertanyaan sederhana tapi penting berikut ini :

1. Darimana kas berasal selama satu periode?

2. Berapa kas yang dikeluarkan selama satu periode?

3. Berapa perubahan sado kas selama satu periode?

b. Isi dan Format Laporan Arus Kas

Penerimaan dan pembayaran kas selama suatu periode diklasifikasikan dalam Laporan Arus
kas menjadi tiga aktivitas berbeda, yaitu :

1. Aktivitas Operasi (Operating Activities)

Meliputi pengaruh kas dari transaksi yang digunakan untuk mendapatkan laba bersih.

2. Aktivitas investasi (Investing Activities)

Meliputi penerimaan dan penagihan pinjaman serta perolehan dari pelepasan investasi
(baik utang maupun ekuitas), serta property, pabrik, dan peralatan

3. Aktivitas Pendanaan (Financing Aktivities)

Melibatkan pos-pos liabilitas dan ekuitas. Aktivitas ini meliputi : (a) perolehan sumber
daya dari pemilik dan komposisinya kepada mereka dengan pengembalian atas dan dari
investasinya, (b) peminjaman uang dari kreditor serta pelunasannya.

Format dasar laporan arus kas.

LAPORAN ARUS KAS


Arus kas dari aktivitas operasi xxx
Arus kas dari aktivitas investasi xxx
Arus kas dari aktivitas pendanaan xxx
Kenaikan / penurunan bersih kas xxx
Kas awal tahun xxx
Kas akhir tahun xxx

Arus kas masuk dan arus kas keluar yang diklasifikasikan menurut aktivitas

c. Pembuatan Laporan Arus Kas

Informasi untuk membuat laporan arus kas biasanya berasal dari (1) Neraca komparatif, (2)
Laporan laba-rugi periode berjalan, dan (3) data transaksi terpilih. Pembuatan laporan arus
kas dari sumber-sumber ini melibatkan langah-langkah berikut:

1. Penentuan kas yang disediakan oleh aktivitas atau digunakan dalam operasi

2. Penentuan kas yang disediakan oleh atau digunakan dalam aktivitas investasi dan
pembiayaan

3. Penentuan perubahan (kenaikan atau penurunan) kas selama periode berjalan.

4. Rekonsiliasi perubahan kas dengan saldo kas awal dan saldo kas akhir.
d. Aktivitas Non-Kas yang Signifikan

Tidak semua aktivitas perusahaan melibatkan kas, tetapi ada juga yang non-kas, yaitu :

1. Penerbitan saham biasa untuk membeli asset

2. Konversi utang obligasi menjadi saham biasa

3. Penerbitan obligasi atau surat utang untuk membeli asset

4. Pertukaran asset jangka panjang

Aktivitas pendanaan dan investasi yang tidak mempengaruhi kas tidak dilaporkan pada
Laporan Arus Kas, tetapi dilaporkan dalam skedul terpisah di bagian bawah Laporan Arus
Kas maupun dalam catatan terpisah atas laporan keuangan.

e. Laporan Arus Kas

Terdapat dua metode dalam menyajikan laporan arus kas, yaitu laporan arus kas dengan
metode langsung dan metode tidak langsung.

1. Metode Langsung
Ilustrasi

Aktivitas
Laba Bersih $40.000 Operasi
Dividen 5.000 Pendanaan
Kenaikan piutang 10.000 Operasi
Kenaikan hutang 7.000 Operasi
Pembelian peralatan 8.000 Investasi
Beban penyusutan 4.000 Operasi
Wesel bayar 20.000 Pendanaan

Siapkan laporan arus kas dengan menggunakan metode langsung.


2. Metode Tidak Langsung
Tax Consultan Inc. dalam tahun pertama operasinya pada tanggal 1 Januari 2010
menerbitkan 60.000 lembar saham biasa dengan nilai nominal $1 per lembar seharga
$60.000 tunai. Perusahaan menyewa ruangan kantor, perabotan dan peralatan, serta
melaksanakan jasa konsultasi pajak sepanjang tahun pertama. Laporan Posisi Keuangan
komparatif awal dan akhir tahun 2010 sebagai berikut:

Tax Consultant Inc.


Statement of financial position
Aset 31 Desember 2010 1 Januari 2010 Naik/Turun
Kas $49.000 - $49.000 Naik
Piutang 36.000 - 36.000 Naik
85.000 -
Liabilitas dan Ekuitas
Utang Dagang $5.000 -
$5.000 Naik
Saham biasa (nominal 60.000 -
$1) $60.000 Naik
20.000 -
Laba ditahan $20.000 Naik
85.000
Total

Tax Consultant Inc.


Income Statement
For The Year Ended December 31.2010

Pendapatan
$125.000
Beban penjualan
( 85.000 )
Laba sebelum pajak $
40.000
Pajak penghasilan
( 6.000 )

Laba bersih $
34.000

Informasi tambahan:
Selama tahun 2010, telah diumumkan dan dibayarkan dividend $14.000

Langkah 1: Menentukan Perubahan Kas

Tax Consultant Inc. pada awal tahun tidak mempunyai uang kas, akan tetapi pada akhir
tahun 2010 ada kas sebesar $49.000. Jadi untuk tahun 2010 ada kenaikan kas sebesar
$49.000
Langkah 2 : Menentukan Arus kas bersih dari aktivitas operasi
Kenaikan piutang usaha
Ketika piutang usaha naik selama tahun berjalan, maka pendapatan berdasarkan
akrual lebih tinggi daripada berdasarkan kas, karena penjualan barang secara
kredit dicatat sebagai pendapatan. Kenaikan piutang usaha harus dikurangkan dari
laba bersih.

Kenaikan utang usaha


Ketika utang usaha naik selama tahun berjalan, biaya berdasarkan akrual lebih
tinggi daripada berdasarkan kas, karena biaya yang terjadi untuk pembayaran
yang belum terjadi. Kenaikan utang usaha harus ditambhakan ke laba bersih.

Berdasarkan penyesuaian terahadap piutang usaha dan utang usaha, maka


kas bersih yang disediakan aktivitas adalah $ 3.000, dengan perhitungan
sebagai berikut:
Laba bersih $34.000
Penyesuaian untuk merekonsiliasi laba bersih ke kas bersih
yang disediakan Oleh aktivitas operasi :
Kenaikan piutang usaha. $(36.000)
Kenaikan utang usaha 5.000 (31.000)

Kas bersih yang tersedia dari aktivitas operasi. $ 3.000


Langkah 3 : Menentukan arus kas bersih dari aktivitas Investasi dan Pendanaan
Kenaikan saham biasa $ 60.000, hasil dari penerbitan saham biasa secara tunai.
Penerbitan saham biasa adalah penerimaan kas dari aktivitas pendanaan.

Kenaikan laba ditahan $20.000, diperoleh dari:Net income (laba bersih) 2010
pembayaran dividen = $34.000 - $14.000 = $20.000
Tax Consultant. Inc
Statement of Cash flows
For the year ended Desember 31.2010

Arus kas dari aktivitas operasi :

Laba bersih$34.000
Penyesuaian untuk merekonsiliasi laba bersih ke kas bersih
Yang disediakan dari aktivitas operasi:
Kenaikan piutang $(36.000)
Kenaikan Hutang usaha... 5.000
(31.000)

Kas bersih ynag disediakan dari aktivitas operasi 3.000


Arus kas dari aktivitas pendanaan:
Penerbitan saham biasa.. $60.000
Pembayaran deviden(14.000)

Kas bersih yang disediakan oleh aktivitas pendanaan $46.000

Kenaikan kas bersih.. $49.000


Saldo kas 1 Januari 2010 0

Saldo kas 31 Desember 2010 $49.000