Você está na página 1de 19

Pekanbaru, 7 Maret 2017

MAKALAH MATA KULIAH GENETIKA


DNA: STRUKTUR DAN REPLIKASI

OLEH :
APPRILIYA DESTIYANA 150311
HUSNA AULIA PUTRI 1503113117
KARTIKA TRI PURNAMA 1503115310
KRISTIANI 1503115363
SARIMA ESTER MANULLANG 1503115640

JURUSAN BIOLOGI
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS RIAU
PEKANBARU
2016

1
DAFTAR ISI

Daftar Isi............................................................................................................................. 2

Kata Pengantar..................................................................................................................... 3

BAB I Pendahuluan............................................................................................................. 4

1.1 Latar belakang............................................................................................................ 4


1.2 Tujuan......................................................................................................................... 4
BAB II Tinjauan Pustaka..................................................................................................... 5

2.1 DNA: Bahan Genetik................................................................................................ 5

BAB III Pembahasan .......................................................................................................... 7

3.1 Struktur Dna.............................................................................................................. 7

3.3 Garpu Replikasi........................................................................................................ 8

3.3 Enzim Dna Polimerase.............................................................................................. 14

BAB IV Penutup.................................................................................................................. 18

4.1 Kesimpulan............................................................................................................... 18

4.2 Saran ........................................................................................................................ 18

Daftar Pustaka...................................................................................................................... 19

KATA PENGANTAR
2
Kami ucapkan puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa yang telah melimpahkan
rahmat-Nya sehingga kami dapat menyelesaikan makalah mata kuliah Genetika. terimakasih
juga kami ucapkan kepada seluruh pihak terkait yang telah membantu dan membimbing
kami, sehingga makalah ini bisa terselesaikan dengan baik.

Terlepas dari semua itu, kami menyadari sepenuhnya bahwa masih ada kekurangan
baik dari segi susunan kalimat maupun tata bahasa. Oleh karena itu baik kritik maupun saran
yang membangun kami terima untuk perbaikan makalah yang lebih baik kedepannya.

Akhir kata kami berharap semoga laporan praktikum lapangan sistematika hewan ini
dapat bermanfaat untuk pembaca dan dapat memberikan inspirasi untuk makalah di
kemudian hari.

Pekanbaru, 7 Maret 2017

Penulis

3
BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah

Asam nukleat merupakan suatu polinukleotida, yaitu polimer linier yang tersusun dari
monomer-monomer nukleotida yang berikatan melalui ikatan fosfodiester. Fungsi utama
asam nukleat adalah sebagai tempat penyimpanan dan pemindahan informasi genetik.
Informasi ini diteruskan dari sel induk ke sel anak melalui proses replikasi. Sel memiliki dua
jenis asam nukleat yaitu asam deoksiribonukleat (deoxyribonucleic acid/DNA) dan asam
ribonukleat (ribonucleic acid/RNA). (Marks Dawn, et al., 2000).

Ada tiga struktur DNA yang dikenal selama ini. Struktur-struktur DNAtersebut adalah:

Struktur primer

Struktur sekunder

Struktur tersier

1.2 Tujuan Pembahasan

1. Agar pembaca dapat mengetahui pengertian dari DNA

2. Struktur dari DNA

3. Tahapan Proses Replikasi

4
BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

2.1 DNA: BAHAN GENETIK

DNA berasal dari dua kata yakni deoxyribosa yang berarti gula pentosa dan nucleic
yang berarti nukleat. DNA juga dapat diartikan sebagai senyawa kimia pembentuk keterangan
genetik suatu sel makhluk hidup, yang berlaku sebagai generasi ke generasi berikutnya.

DNA merupakan asam nukleat; bersamaan dengan protein dan karbohidrat, asam
nukleat adalah makromolekul esensial bagi seluruh makhluk hidup yang diketahui.
Kebanyakan molekul DNA terdiri dari dua unting biopolimer yang berpilin satu sama lainnya
membentuk heliks ganda. Dua unting DNA ini dikenal sebagai polinukleotida karena
keduanya terdiri dari satuan-satuan molekul yang disebut nukleotida. Tiap-tiap nukleotida
terdiri atas salah satu jenis basa nitrogen (guanina (G), adenina (A), timina (T), atau sitosina
(C)), gula monosakarida yang disebut deoksiribosa, dan gugus fosfat. Nukleotida-nukelotida
ini kemudian tersambung dalam satu rantai ikatan kovalen antara gula satu nukleotida dengan
fosfat nukelotida lainnya. Hasilnya adalah rantai punggung gula-fosfat yang berselang-seling.
Menurut kaidah pasangan basa (A dengan T dan C dengan G), ikatan hidrogen mengikat
basa-basa dari kedua unting polinukleotida membentuk DNA unting ganda

DNA merupakan kependekan dari deoxyribonucleic acid atau dalam Bahasa


Indonesia sering juga disebut ADN yang merupakan kependekan dari asam
deoksiribonukleat. DNA atau ADN ini merupakan materi genetik yang terdapat dalam tubuh
setiap orang yang diwarisi dari orang tua. DNA terdapat pada inti sel di dalam struktur
kromosom dan pada mitokondria.

Fungsinya sebagai cetak biru yang berfungsi sebagai pemberi kode untuk tiap
manusia seperti untuk warna rambut, bentuk mata, bentuk wajah, warna kulit, dan lainnya.
Pengenalan tentang struktur DNA diperkenalkan oleh Francis Crick, ilmuwan asal Inggris
dan James Watson asal Amerika Serikat pada tahun 1953.

Untuk mempermudah kita memahami seperti apa DNA, coba Anda pikirkan sebuah
kalimat. Kalimat tersebut disusun dari beberapa kata. Dan setiap kata dibentuk dari beberapa
abjad. Dapat dikatakan, abjad adalah unsur dasar dari banyak bahasa. Prinsip yang serupa
juga bisa diterapkan pada DNA. Pada tingkat molekuler, abjad utama disediakan oleh
DNA. Yang menakjubkan adalah bahwa abjad ini hanya terdiri dari empat huruf yaitu A, C,
G, dan T, yang merupakan lambang basa kimia adenin, sitosin (cytosine), guanin, dan timin.
Senyawa ini membentuk ikatan yang eksklusif, di mana adenin akan selalu berpasangan
dengan timin dan guanin akan selalu berpasangan dengan sitosin.

Bentuk dari DNA adalah seperti spiral ganda yang menyatu dengan rapat. DNA terdiri
dari 4 pasangan basa A, C, G, dan T yang merupakan komponen kimiawi yang mengandung
nitrogen. Urutan basa-basa pada molekul DNA-lah yang menentukan informasi genetika

5
yang terdapat di dalamnya. Singkatnya, urutan ini menentukan hampir segala sesuatu tentang
Anda, dari warna rambut, warna kulit, hingga bentuk hidung kita.

DNA (deoxsiribonukleidacid) , adalah rangkaian molekul penentu bentuk dan sifat


semua makluk hidup. DNA itu ada yang berupa pilinan ganda ada juga yang merupakan
pilinan tunggal. DNA merupakan asam nukleat yang mengandung kode genetik yang berguna
dalam pembentukan protein-protein yang dibutuhkan untuk perkembangan dan pertumbuhan
makhluk hidup dan virus. DNA pada jenis makhluk hidup yang berbeda memiliki kode
genetik yang berbeda sehingga jenis protein yang dihasilkannyapun juga berbeda. Oleh
karena itu spesies yang berbeda memiliki wujud yang berbeda pula.

Dua unting DNA bersifat anti-paralel, yang berarti bahwa keduanya berpasangan
secara berlawanan. Pada setiap gugus gula, terikat salah satu dari empat jenis nukleobasa.
Urutan-urutan empat nukleobasa di sepanjang rantai punggung DNA inilah yang menyimpan
kode informasi biologis. Melalui proses biokimia yang disebut transkripsi, unting DNA
digunakan sebagai templat untuk membuat unting RNA. Unting RNA ini kemudian
ditranslasikan untuk menentukan urutan asam amino protein yang dibangun.

Struktur kimia DNA yang ada membuatnya sangat cocok untuk menyimpan informasi
biologis setiap makhluk hidup. Rantai punggung DNA resisten terhadap pembelahan kimia,
dan kedua-dua unting dalam struktur unting ganda DNA menyimpan informasi biologis yang
sama. Karenanya, informasi biologis ini akan direplikasi ketika dua unting DNA dipisahkan.
Sebagian besar DNA (lebih dari 98% pada manusia) bersifat non-kode, yang berarti bagian
ini tidak berfungsi menyandikan protein.

Dalam sel, DNA tersusun dalam kromosom. Semasa pembelahan sel, kromosom-
kromosom ini diduplikasi dalam proses yang disebut replikasi DNA. Organisme eukariotik
(hewan, tumbuhan, fungi, dan protista) menyimpan kebanyakan DNA-nya dalam inti sel dan
sebagian kecil sisanya dalam organel seperti mitokondria ataupun kloroplas. Sebaliknya
organisme prokariotik (bakteri dan arkaea) menyimpan DNA-nya hanya dalam sitoplasma.
Dalam kromosom, protein kromatin seperti histon berperan dalam penyusunan DNA menjadi
struktur kompak. Struktur kompak inilah yang kemudian berinteraksi antara DNA dengan
protein lainnya, sehingga membantu kontrol bagian-bagian DNA mana sajakah yang dapat
ditranskripsikan.

BAB III
6
PEMBAHASAN

3.1 STRUKTUR DNA

Struktur DNA pertama kali ditemukan oleh James Watson dan Francis Crick. Struktur
DNA disebut struktur rantai berganda Watson-Crick.

DNA merupakan makro molekul atau molekul yang besar dan berisi 2 rantai
polinukleoitida yang saling berkaitan. Setiap nukelotida terbentuk tiga susunan komponen
yakni nitrogen, gula pentosa, dan gugus fosfat. Di dalam basa nitrogen terdapat basa primidin
dan basa purin. Basa primidin terdapat timin dan sitosin sedangkan dalam basa purin terdapat
adenin dan guanin.

Bahanbangunan DNA adalahmolekul yang disebutnukleotida, yang


terdiridariguladeoksiribosa (gula 5-karbon), sebuahbasa nitrogen yang melekatpadagula,
dangugusfosfat.Ada empatjenismolekulnukleotidatergantungpadajenisbasa nitrogen
terpasang.Keempatnukleotida (danbasa nitrogen masing-masing) adalah:

Adenosine(Adenin)

Thymidine(Timin)

Guanosine(Guanin)

Cytidine (Sitosin)

Sitosin dan timin adalah pirimidin, sejenis molekul heterosiklik beranggota enam. Di
sisi lain, adenine dan guanine adalah purin, yang merupakan molekul dua cincin yang terdiri
dari cincin pirimidin dan cincin imidazol. Ini nukleotida dihubungkan melalui gugus fosfat
dan gugus gula untuk membentuk untai tunggal dari molekul DNA. Gugus fosfat satu
nukleotida dan gugus hidroksil dari nukleotida yang berdekatan terhubung melalui ikatan
fosfodiester.gugus Gula dan gugus fosfat membentuk tulang punggung masing-masing untai
DNA. Setiap untai memiliki ujung 5 fosfat dan ujung 3 hidroksil.

7
Helix ganda DNA terdiridariduauntaikomplementer yang berjalan anti-
sejajarsatusama lain. Satuuntaiberjalan di arah 5 3, sedangkanlainnyaberjalankearah anti-
paralel 3 5.Iniuntaimelekatsatusama lain melaluiikatanhidrogen yang
terjadiantarapurindanpirimidindenganuntai yang berlawanan.
Pasanganadenindengantiminmelaluiikatanganda (A = T),
sedangkanpasanganguanindengansitosinmelaluiikatanrangkaptiga (G C). DNA
berputarpadajaraktertentukarenasudutikatandarimolekultulangpunggung
DNA.Inimembentukstrukturheliksbukannyatanggalurus. A = T dan G C
pasanganbasamembentukanaktanggaheliksini.

3.2 GARPU REPLIKASI

Replikasi DNA dilakukan sebelum sel membelah diri. Arti replikasi DNA adalah
terjadinya penggandaan rantai ganda dari DNA itu sendiri. Pada prokariota atau makhuk
hidup tidak mempunyai membran inti selnya replikasi DNA dilakukan secara terus menerus.

8
lain halnya dengan Eukariota atau organism yang dengan sel yang sangat komples yang
dimana disini terjadi replikasi sangat teratur dengan proses mitosis atau miosis.

Penggandaan DNA biasanya menggunakan ensim DNA polimerase. Ensim ini


mengikat nukleotida-nukleotida dalam membentuk susunan polimer DNA. Semua proses
yang dilakukan secara in vitro dengan menggunakan suatu proses yang disebut PCR atau
reaksi berantai polymerase.

Tahap Proses Replikasi DNA 7 Langkah

Butuh beberapa eksperimen menarik oleh Frederick Griffith, Avery, MacLeod,


McCarty, Alfred Hershey, Martha Chase dll, untuk menemukan bahwa DNA adalah materi
herediter. Dengan dasar ini, dan penelitian oleh beberapa ilmuwan/ seperti Rosalind Franklin,
struktur molekul ini akhirnya dipecahkan oleh James Watson dan Francis
Crick.Advertisement

Kode kimia Sederhana dari molekul DNA menimbulkan kompleksitas besar dari
semua organisme hidup. Tetapi bahkan lebih memikat adalah kemampuannya dalam
mereplikasi diri dan menghasilkan molekul lain yang serupa dengan dirinya sendiri.
Diberikan di bawah ini penjelasan singkat dari struktur DNA sertalangkah-langkah yang
dilalui oleh molekul DNA untuk membuat salinan dirinya dengan akurasi yang luar biasa.

Langkah-langkahdalamReplikasi DNA
Proses replikasi DNA merupakan suatu masalah yang kompleks, dan melibatkan
rangkaian protein dan enzim yang secara kolektif merakit nukleotida dalam urutan yang telah
ditentukan. Dalam menanggapi isyarat molekul yang diterima selama pembelahan sel,
molekul-molekul ini melakukan replikasi DNA, dan mensintesis dua untai baru
menggunakan helai yang ada sebagai template atau cetakan.Masing-masing menghasilkan
dua, molekul DNA yang identik terdiri dari satu untai baru dan salah satu DNA lama.Oleh
karena itu proses replikasi DNA disebutsebagai semi-konservatif.

Rangkaian peristiwa yang terjadi selama replikasi DNA prokariotik telah dijelaskan di bawah
ini.

Inisiasi

9
Pelepasan untai DNA

Replikasi DNA dimulai pada lokasi spesifik disebut sebagai asal replikasi, yang
memiliki urutan tertentu yang bisa dikenali oleh protein yang disebut inisiator Dna A. Mereka
mengikat molekul DNA di tempatasal, sehingga mengendur untuk perakitan protein lain dan
enzim penting untuk replikasi DNA. Sebuah enzim yang disebut helikase direkrut kelokasi
untuk unwinding (proses penguraian/ seperti membuka resleting) heliks dalam alur tunggal.

Helikase melepaskan ikatan hidrogen antara pasangan basa, dengan cara yang
tergantung energi. Titikini atau wilayah DNA yang sekarang dikenal sebagai garpu replikasi
(Garpu replikasi atau cabang replikasi adalah struktur yang terbentuk ketika DNA
bereplikasi).Setelah heliks yang terbuka, protein yang disebut untai tunggal mengikat protein
(SSB) mengikat daerah terbuka dan mencegah mereka untuk menempel kembali. Proses
replikasi sehingga dimulai, dan garpu replikasi dilanjutkan dalam dua arah yang berlawanan
sepanjang molekul DNA.

SintesisPrimer

Sintesis DNA Primer

10
Sintesis baru, untai komplementer DNA menggunakan untai yang ada sebagai
template yang dibawa oleh enzim yang dikenal sebagai DNA polimerase. Selain replikasi
mereka juga memainkan peran penting dalam perbaikan DNA dan rekombinasi.

Namun, DNA polymerase tidak dapat memulai sintesis DNA secara independen, dan
membutuhkan 3 gugus hidroksil untuk memulai penambahan nukleotida komplementer. Ini
disediakan oleh enzim yang disebut DNA primase yang merupakan jenis DNA dependent-
RNA polimerase. Ini mensintesis bentangan pendek RNA keuntai DNA yang ada. Ini segmen
pendek disebut primer, dan terdiri dari 9-12 nukleotida. Hal ini memberikan DNA polimerase
platform yang diperlukan untuk mulai menyalin sebuah untai DNA.Setelah primer terbentuk
pada kedua untai, DNA polymerase dapat memperpanjang primer ini menjadi untai DNA
baru.

Pembukaan resleting DNA dapat menyebabkan super coiling (bentukan seperti spiral
yang mengganggu) di wilayah garpu berikutnya.Ini superkoil DNA dibuka oleh enzim khusus
yang disebut topoisomerase yang mengikat kebentangan DNA depan garpu replikasi. Ini
menciptakan memotong pada untai DNA dalam rangka untuk meringankan super coil
tersebut.

Sintesis leading strand

Replikasi DNA untaian pengawal (leading strand)

DNA polymerase dapat menambahkan nukleotida baru hanya untuk ujung 3 dari
untai yang ada, dan karenanya dapat mensintesis DNA dalam arah 5 3 saja.Tapi untai
DNA berjalan di arah yang berlawanan, dan karenanya sintesis DNA pada satu untai dapat
terjadi terus menerus. Hal ini dikenal sebagai untaian pengawal (leading strand).

Di sini, DNA polimerase III (DNA pol III) mengenali 3 OH ujung RNA primer, dan
menambahkan nukleotida komplementer baru.Saat garpu replikasi berlangsung, nukleotida
baru ditambahkan secara terus menerus, sehingga menghasilkan untai baru.

11
Sintesis lagging Strand (untai tertinggal)

Pada untai berlawanan, DNA disintesis secarater putus dengan menghasilkan


serangkaian fragmen kecil dari DNA baru dalam arah 5 3.Fragmen ini disebut fragmen
Okazaki, yang kemudian bergabung untuk membentuk sebuah rantai terus menerus
nukleotida.Untai ini dikenal sebagai lagging Strand (untai tertinggal) sejak proses sintesis
DNA pada untai ini hasil pada tingkat yang lebih rendah.

sintesis lagging Strand

Di sini, primase menambahkan primer di beberapa tempat sepanjang untai terbuka.


DNA pol III memperpanjang primer dengan menambahkan nukleotida baru, dan jatuh ketika
bertemu fragmen yang terbentuk sebelumnya. Dengan demikian, perlu untuk melepaskan
untai DNA, lalu bergeser lebih lanjut kebagian atas untuk memulai perluasan primer RNA
lain. Sebuah penjepit geser memegang DNA di tempatnya ketika bergerak melalui proses
replikasi.

Penghapusan Primer

Meskipun untai DNA baru telah di sintesis primer RNA hadir pada untai baru
terbentuk harus digantikan oleh DNA. Kegiatan ini dilakukan oleh enzim DNA polimerase I
(DNA pol I). Ini khusus menghilangkan primer RNA melalui 5 3 aktivitas
eksonukleasenya, dan menggantikan mereka dengan deoksiribonukleotida baru dengan 5
3 aktivitas polimerase DNA.

12
menghilangkan primer RNA

Ligasi

Setelah penghapusan primer selesai untai tertinggal masih mengandung celah antara
fragmen Okazaki berdekatan. Enzim ligase mengidentifikasi dan menyumbat celah tersebut
dengan menciptakan ikatan fosfodiester antara 5 fosfat dan 3 gugus hidroksil fragmen yang
berdekatan.

Ligasi

Terminasi (pemutusan)

Replikasi ini terhenti di lokasi terminasi khusus yang terdiri dari urutan nukleotida
yang unik. Urutan ini diidentifikasi oleh protein khusus yang disebut tus yang mengikat ke
situs tersebut, sehingga secara fisik menghalangi jalur helikase. Ketika helikase bertemu
protein tus itu jatuh bersama dengan untai tunggal protein pengikat terdekat.

Pemutusan

Fungsi DNA

Fungsi utama DNA adalah sebagai pembawa materi genetic. Namun demikian fungsi
DNA sangat luas yaitu sebagai berikut:

13
1. Membawa materi genetika dari generasi ke generasi berikutnya
2. Mengontrol kehidupan secara langsung maupun tidak
3. Sebagai auto katalis atau penggandaan diri
4. Sebagai heterokatalis atau melakukan sintetis terhadap senyawa lain.

Fungsi RNA

Sebagai penyimpan informasi

Sebagai perantara antara DNA dan protein dalam proses ekspresi genetik karena berlaku
untuk organisme hidup.

Enzim-enzim pada replikasi DNA

10001

3.3 ENZIM DNA POLIMERASE

Replikasi DNA merupakan proses enzimatis. Enzim-enzim yang berperan (fungsi,


sifat, dan cara kerja) pada replikasi DNA antara lain enzim DNA polimerase, DNA ligase,
DNA gyrase, dan Helicase. Ada 3 macam enzim polimerase DNA yaitu polimerase DNA I,
II, dan III.

1. Enzim polimerase DNA I

- DNA polimerase I berperan menghilangkan RNA primer yang melekat pada lagging strand
DNA dan mengganti dgn DNA

- Merupakan rantai tunggal polipeptida dengan BM 109 kdal

- Mengkatalisir penempelan unit deoxyribonucleotida baru ke rantai DNA pemula (primer


strand)

- Kecepatan mengkatalisir 10 nukleotida diambahkan tiap detik setiap 1 mol polimerase DNA
I

- Mempunyai aktivitas 3-5 exonuclease yaitu mengecek hasil polimerisasi sebelum


dilanjutkan

- Mempunyai aktivitas 5-3 exonuclease

Perbedaan 3-5 exonuclease dan 5-3 exonucelase

14
3-5 exonuclease

- Proof reading action

- Berfungsi menghidrolisa DNA jika terjadi kesalahan

(memotong nukleotida yang bukan pasangan nukleotidanya) dari ujung 3-OH

- Nukleotida yang diambil harus mempunyai gugus 3-OH bebas dan bukan bagian double
helix

5-3 exonuclease

- Membetulkan kesalahan dengan menghidrolisa DNA dari ujung rantai 5- fosfat

- Pemotongan ikatan terjadi pada ikatan fosfodiester ujung 5 atau beberapa residu dari ujung
5

- Pemotongan ikatan harus sudah di dalam rantai double helix

- Kesalahan yang dibetulkan baik salah karena basa tidak sesuai dengan pasangannya maupun
kesalahan yang lain, misal terjadinya thymine dimer.

2. Enzim polimerase DNA II

Fungsi spesifik enzim polimerase DNA II belum dapat jelas, hanya diketahui enzim
ini berperan juga pada replikasi DNA. Kecepatan mengkatalisis sebanyak 0,5 nukleotida
ditambahkan tiap detik, serta mempunyai aktivitas 3-5 exonuclease.

3. Enzim Polimerase DNA III

Merupakan polimerase yang bertanggungjawab Pada replikasI invivo. Merupakan


Holoenzim kompleks denGan BM 550.000 yang terdiri atas 7 polipeptida yang berbeda,
membawa aktivitas 5-3 exonclease sedangkan lainnya memBawa aktivitas 3-5 exonulease.
Satu atau lebih polipeptida yang lain mengikat molekul ATP. Sedangkan sisanya belum
diketahui fungsinya. Mungkin dua kompleks holoenzim dibutuhkan dalam replication fork,
kecepatan mengakataliisis 150 nukleotida ditambakan setiap detik. Enzim polimerase DNA
III ini mengandung ion Zn2+ dan mebutuhkan ion Mg2+ untuk bekerjanya.

4. DNA ligase

Enzim polimerase DNA dapat menambahkan deoksiribonukleotida ke rantai pemula,


tetapi tidak dapat mengkatalisis penggabungan 2 rantai DNA. Pada tahun 1967 ditemukan
adanya enzim yag mengkatalisis pembentukan ikatan fosfodiester antara 2 rantai. Enzim ini
disebut enzim ligase, yang mempunyai ciri:

15
- Berupa rantai polipeptida tunggal BM 77000

- Memerlukan gugus OH pada ujung 3 bebas dan gugus fosfat pada ujung 5 rantai yang lain,
pembentukan ikatan fosfodiester ini berupa reaksi endergoni (butuh tenaga)

- Menyambung 2 mol rantai DNA yang merupakan bagian dari DNA double helix (tidak
dapat menyambung 2 mol rantai tunggal)

Fungsi enzim ligase sebagai berikut:

- Memperbaiki rantai yang putus pada DNA dupleks

- Menyambung ujng DNA dupleks untuk menghasilkan DNA sirkuler

- Menyambung sintesa DNA pada proses rekombinasi

- Bekerja sama dengan polimerase DNA pada replikasi DNA

5. Enzim girase DNA (DNAGyrase)

- Termasuk topoisomerase tipe II

- Berfungsi membuka supercoiled sebelum replikasi berlangsung

- Mengubah bentuk relax menjadi supercoiled dengan membutuhkan ATP

6. Enzim helicase

Enzim yang membuka putaran segmen DNA tepat di bagian depan garpu replikasi,
disebut enzim helicase. Enzim ini mengikat ATP dan mengikat rantai tunggal DNA. Ada dua
macam enzim helicase, satu mengikat pada templatenya lagging strand dan bergerak dengan
arah 5-3, yang satunya lagi mengikat pada rantai templateleading strand dan bergerak
dengan arah 3-5.

7. Single Strand Binding Protein (SSBP)

Secepatnya setelah rantai terbuka beberapa mol protein tertentu mengikatkan diri
sangat erat untuk menjaga jangan sampai rantai berdekatan lagi. Enzim ini disebut Helix-
destabilizing protein (single strand DNA binding protein (SSBP). SSBP pada E.coli
merupakan polipeptida yang terdiri atas 177 asam amino. Rantai yang telah terikat oleh SSBP
menjadi kaku dan lurus, tidak ada lekukan/bengkokan.

8. Enzim primase

DNA beraktivitas dengan arah 5-3 (hanya terdiri atas 10 nukleotida). Kemudian
pada ujung 3 ditambahkan dioksiribonukleosida trifosfat (oleh enzim polimerase DNA III)
16
satu demi satu sehinga lengkap 1000-2000 nukleotid. Nukleotida pada RNA pemula/RNA
primer dihilangkan/diputus satu demi satu oleh aktivitas 5-3 exonuclease.

(Moeljoprawiro, 2007)

Bahan dasar untuk replikasi DNA adalah Deoxyribonucleotida 5triphosphate, enzim-


enzim polimerase DNA I, II, III, dan enzim ligase DNA. Untuk mensintesa DNA, enzim
polimerase DNA I membutuhkan 4 macam deoksiribonukleosida 5 triphoshate (dATP, dGTP,
dTTP, dCTP) atau ion Mg2+ rantai pemula DNA (primer chain) dengan gugus bebas 3-OH
dan DNA template. Pemanjangan rantai dengan arah 5-3. Pemanjangan terjadi karena
penggabungan 3-OH pada DNA pemula dengan atom fosfor yang paling di adalam dari
deoksiribonukleosida trifosfat yang ditambahkan.
Rekomendasi Artikel:

17
BAB III

PENUTUP

3.1 kesimpulan

DNA merupakan kependekan dari deoxyribonucleic acid atau dalam Bahasa


Indonesia sering juga disebut ADN yang merupakan kependekan dari asam
deoksiribonukleat.

Bentuk dari DNA adalah seperti spiral ganda yang menyatu dengan rapat. DNA terdiri
dari 4 pasangan basa A, C, G, dan T yang merupakan komponen kimiawi yang mengandung
nitrogen.

Dalam dunia biologi dan genetika dikenal banyaknya DNA yang hadir tanpa
memproduksi protein sama sekali. Area tanpa produksi ini disebut Junk DNA atau DNA
sampah.

3.2 Saran

Sebagai saran dari kesimpulan yang diambil mengenai asam deoksiribonukleat


DNA agar isi makalah ini dapat di pahami secara menyeluruh.

18
DAFTAR PUSTAKA

Sumber: http://kumpulan.info/sehat/artikel-kesehatan/48-artikel-kesehatan/240-tes-dna-
akurat-dapat-dipercaya.html

Sumber: http://www.voa-islam.net/muslimah/health/2009/08/17/757/seperti-apa-tes-dna/

Sumber: http://www.arrahmah.com/news/2013/02/17/subhanallah-ayat-suci-dalam-
kromosom-manusia.html

Yuwono, Triwibowo. 2005. Biologi Molekuler.Penerbit Erlangga: Jakarta.

Styer, Lubert. 2000. Biokima. Penerbit buku kedokteran : Jakarta

19