Você está na página 1de 9

KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah melimpah kan rahmat dan karuniaNya
kepada penulis. Akhirnya penulis dapat menyelesaikan tugas ini dengan baik.
Selanjutnya ucapan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah memberikan
kontribusi dalam penyelesaian tugas ini. Penulis menyadari masih banyak kekurangan dalam
berbagai aspek. Untuk itu, diharapkan kritik dan saran yang konstruktif dari para pembaca.
Akhir kata, semoga makalah yang berjudul Analisis Lingkungan Industri dan Persaingan
ini bermanfaat dan dapat menyumbangkan sedikit sumbangsih bagi khazanah ilmu
pengetahuan.

Pekanbaru, Mei 2017

Penulis

Bab l
Pendahuluan

Industri adalah suatu usaha atau kegiatan pengolahan bahan mentah atau barang
setengah jadi menjadi barang jadi yang memiliki nilai tambah untuk mendapatkan
keuntungan. Adanya persaingan dalam industri merupakan hal yang tidak dapat dihindari.
Untuk itu pelaku usaha dituntut untuk selalu mengerti dan memahami yang terjadi serta
berbagai perubahan di lingkungan bisnis sehingga mampu bersaing dalam dunia bisnis.
Karena persaingan, sebuah perusahaan dihadapkan pada berbagai peluang dan
ancaman baik berasal dari luar maupun dari dalam. Hal ini akan memberikan pengaruh cukup
besar terhadap kelangsungan hidup usaha.
Dalam upaya meminimalisasi kelemahan dan memaksimalkan kekuatan, pelaku usaha
dituntut untuk menetapkan strategi yang sesuai yang dapat digunakan untuk menghadapi
persaingan. Strategi tersebut juga diperlukan untuk pengembangan usaha. Analisis industri
dan persaingan akan menggunakan alat dan teknik tertentu bagi perusahaan untuk dapat
menyesuaikan dengan perubahan dan kemudian membentuk kekuatan dalam menghadapi
persaingan. Selanjutnya akan dibahas mengenai analisis dan pengidentifikasian serta faktor-
faktor yang ada dalam persaingan industri.

Bab ll
Pembahasan

1. Analisis Lingkungan Industri


1.1 Pengertian Analisis Lingkungan Industri
Pengertian industri adalah suatu usaha atau kegiatan pengolahan bahan mentah
atau barang setengah jadi menjadi barang jadi yang memiliki nilai tambah untuk
mendapatkan keuntungan. Analisis lingkungan industri merupakan cara untuk
mencari gambaran tentang posisi perusahaan dalam suatu industri yang diakibatkan
oleh strategi dan perilaku bisnis sekelompok perusahaan yang bersaing satu sama lain
dalam satu wilayah pemasaran. Mereka adalah perusahaan-perusahaan yang
menghasilkan barang yang sama atau mendekati sama atau sebagai barang pengganti
atau amat dekat sebagai pengganti. Biasanya produk yang mereka tawarkan ditujukan
untuk target pasar yang kurang lebih sama dengan harga yang kurang lebih tak
berbeda jauh.
Analisis lingkungan industri bertujuan untuk membantu perusahaan
merumuskan strategi bisnis yang hendak dijalankan dan di saat yang sama membantu
mengantisipasi strategi bisnis yang diluncurkan oleh pesaing. Dengan memiliki
informasi yang terpercaya tentang pesaing, perusahaan diharapkan dapat memiliki
waktu yang cukup guna membangun sikap proaktif.

1.2 Karakteristik Lingkungan Industri


Hasil perusahaan sangat tergantung pada karakteristik industri berikut:
1. Permintaan Industri
Dalam kurun waktu tertentu, suatu industri dapat berhasil lebih baik dari yang
lainnya disebabkan tingginya permintaan keseluruhan dari produk-produk dalam
industri atau disebut permintaan industri. Permintaan industri dapat berubah
mendadak, hal itu dapat dipengaruhi oleh tingkat pendapatan atau preferensi
konsumen. Seperti halnya meningkatnya permintaan industri menguntungkan bagi
perusahaan dalam industri,maka menurunnya permintaan berakibat merugikan.

2. Persaingan Industri
Setiap industri dari berbagai perusahaan bersaing satu sama lain untuk konsumen
yang menginginkan produknya. Tingkat persaingan berbeda untuk setiap industri.
Penjualan perusahaan dibanding pasar keseluruhan (pangsa pasar) normalnya lebih
tinggi jika menghadapi persaingan sedikit, perusahaan dapat memasang harga tinggi
tanpa kehilangan konsumen. Keseluruhan penghasilan tergantung pada jumlah terjual
yang terjual dan harga per unit.

3. Lingkungan Tenaga Kerja


Memahami lingkungan tenaga kerja dalam industri dapat membantu manajer
perusahaan mengestimasi biaya tenaga kerja yang terjadi. Beberapa industri memiliki
karakteristik tenaga kerja khusus, biaya tenaga kerja jauh lebih tinggi dalam industri
tertentu yang memerlukan spesialisasi. Serikat tenaga kerja juga mempengaruhi biaya
tenaga kerja.

4. Lingkungan Peraturan
Perusahaan-perusahaan yang sudah beroperasi dalam industri harus memantau
peraturan industri sebab dapat berubah dari waktu ke waktu. Pemerintah dapat
menegakkan peraturan lingkungan, juga dapat melarang perusahaan beroperasi di
suatu lokasi atau berkecimpung dalam bisnis tertentu. Sebagai contoh pengurangan
baru-baru ini dalam peraturan industri perbankan mengijinkan bank-bank memiliki
kebebasan lebih untuk berkecimpung dalam jenis bisnis lain.
Semua karateristik industri tersebut harus dipertimbangkan untuk menentukan
dampaknya terhadap prestasi perusahaan. Perubahan dalam permintaan industri dan
persaingan mempengaruhi permintaan akan produk perusahaan sehingga
mempengaruhi penghasilannya.

1.3 Faktor Penentu Keuntungan Industri


Faktor Penentu Keuntungan Industri: Permintaan dan persaingan
Sumber utama keuntungan adalah penciptaan suatu nilai bagi pelanggan. Proses
produksi akan mengubah input menjadi barang dan jasa bagi pelanggan. Kriteria
pertama agar produksi yang dilakukan perusahaan menjadi menguntungkan adalah
nilai dari barang atau jasa yang diciptakan harus melebihi biaya input yang digunakan
untuk menciptakan nilai tersebut. Dengan demikian, tingkat keuntungan yang
diperoleh perusahaan dalam suatu industri dipengaruhi oleh 3 faktor:
1. Nilai dari produk dan jasa tersebut di mata konsumen
2. Intensitas atau ketatnya persaingan
3. Kekuatan tawar-menawar relatif yang dimiliki dalam setiap tingkatan rantai
produksi.

1.4 Penerapan analisis industri


Penerapan analisis industri yaitu:
1. Memperkirakan tingkat kemampuan industri
Keputusan untuk menginvestasikan sumber daya alam dalam suatu industri
tertentu harus didasarkan pada tingkat pengembalian yang diharapkan dalam
jangka waktu 5 atau 10 tahun mendatang. Tingkat kemampuan dalam periode
tersebut tidak dapat hanya diramalkan dengan melihat tingkat keuntungan industri
saat ini
2. Strategi untuk meningkatkan keseimbangan kekuatan persaingan
Pemahaman mengenai pengaruh karakteristik struktural terhadap intensitas
persaingan dan tingkat kemampuan memberikan dasar ditemukannya kesempatan
untuk menyesuaikan struktur industri agar dapat tercipta lingkungan industri yang
lebih nyaman. Hal yang harus dilakukan adalah menemukan ciri struktural yang
mempengaruhi tingkat kemampuan industri.

2. Analisis Persaingan
2.1 Pengertian analisis persaingan
Analisis persaingan merupakan usaha mengidentifikasi ancaman, kesempatan atau
permasalahan strategis yang terjadi akibat perubahan persaingan potensial, serta
kekuatan dan kelemahan pesaing. Analisa berguna untuk mendasari keputusan tentang
produk yang dipasarkan agar kemudian diperoleh laba yang optimal

2.2 Kekuatan-kekuatan yang mempengaruhi persaingan industri (M.Porter, 1980)


Porter Five Forces adalah alat ukur yang dikenalkan oleh Michael Porter untuk
melihat daya tarik persaingan dalam suatu industri. Ada lima hal yang harus dianalisa
untuk melihat daya tarik persaingan.
1. Persaingan sesama pesaing
Persaingan dalam industri meliputi banyaknya pesaing langsung dalam bisnis yang
dijalankan. Banyaknya persaingan di sini dibandingkan dengan faktor kebutuhan
masyarakat akan produk ataupun jasa yang ditawarkan. Jika supply sudah terlalu
banyak dan melebihi demand yang ada, maka kondisi persaingan sudah sangat ketat.
Ciri-cirinya yaitu:
a. Pertumbuhan industri
b. Biaya tetap dan biaya penyimpanan
c. Diferensiasi produk
d. Identitas merek
e. Biaya pengalihan ke barang lain
f. Konsentrasi dan persaingan
g. Informasi yang kompleks
h. Keberagaman pesaing

2. Ancaman masuknya pendatang baru (new entrance)


Kekuatan tawar menawar pelaku bisnis yang baru terkait dengan apakah memasuki
industri tersebut gampang atau tidak. Apakah ada hambatan yang besar misalnya dari
sisi investasi, teknologi, orang, pengetahuan, dan lain-lain. Jika hambatan masuknya
kecil, kemungkinan pemain baru akan masuk juga sangat besar, artinya setiap saat
dalam suatu industri akan terjadi persaingan yang sangat ketat. Ciri-cirinya yaitu:
a. Skala ekonomi (biaya murah)
b. Diferensiasi produk
c. Persyaratan modal
d. Biaya beralih produk atau perusahaan lain
e. Akses ke jalur distribusi
f. Keunggulan biaya selain skala ekonomis; lokasi, subsidi, bahan baku.
g. Kebijakan pemerintah, lisensi, tata niaga
h. Expected relation: reaksi pesaing yang diantisipasi

3. Ancaman barang substitusi


Produk pengganti adalah produk lain di luar produk sejenis yang mempunyai fungsi
hampir sama dengan produk atau jasa perusahaan yang bisa saling menggantikan. Jasa
penerbangan misalnya, produk penggantinya adalah jasa transportasi darat dan laut.
Kekuatan tawar produk pengganti besar jika terdapat harga yang sangat berbeda
antara produk utama dengan produk pengganti. Ciri-cirinya yaitu:
a. Harga relatif dalam kinerja barang substitusi
b. Biaya mengalihkan ke produk lain
c. Kecenderungan pembeli untuk mensubtitusi

4. Daya tawar pembeli


Di sini adalah bagaimana pembeli mendapatkan informasi dan penawaran yang
beragam dari berbagai produsen. Dengan tawaran yang begitu banyak di pasar,
pembeli memang akan mempunyai kekuatan tawar menawar yang lebih besar karena
punya cukup banyak pilihan. Ciri-cirinya yaitu:
a. Pangsa pembeli yang besar
b. Biaya mengalihkan ke produk lain yang relatif kecil
c. Banyaknya produk subtitusi (daya tawar pembeli menjadi rendah jika tidak
terdapat barang subtitusi, sehingga mau tidak mau pembeli hanya mempunyai satu
pilihan produk).
d. Tidak mau minimnya diferensiasi produk

5. Daya tawar pemasok


Pemasok dalam hal ini adalah perusahaan yang memberikan bahan-bahan, orang,
teknologi, dan lainnya yang menjadi bahan produksi. Pemasok akan memiliki
kekuatan besar jika sesuatu yang dipasok merupakan hal penting dan tidak banyak
perusahaan yang menyediakan. Tetapi jika banyak perusahaan lain yang
menyediakan, kekuatan pemasok menjadi tidak terlalu besar. Ciri-cirinya yaitu:
a. Industri pemasok didominasi hanya oleh sedikit perusahaan
b. Produk pemasok hanya memiliki sedikit pengganti barang subtitusi
c. Pembeli bukan merupakan pelanggan yang penting bagi pemasok
d. Produk pemasok di diferensiasikan
e. Produk pemasok memiliki biaya pengalihan yang tinggi

2.3 Bentuk-bentuk pesaing


Dalam bisnis kita tidak hanya dituntut untuk memiliki modal yang cukup maupun
memiliki teknik produksi yang baik, tapi kita juga harus memiliki manajemen pesaing
yang baik. Dalam dunia bisnis ada 4 jenis pesaing yang akan kita hadapi, yaitu:
1. Persaingan generik
Persaingan generik lebih dikenal dengan persaingan target market, karena persaingan
ini terjadi akibat dari target pasar yang sama atau menyasar konsumen yang sama.
2. Persaingan bentuk
Persaingan bentuk ini terjadi karena sebuah perusahaan memproduksi suatu produk
yang hampir mirip dengan perusahaan lain, sehingga terjadi persaingan antara kedua
produk. Misalnya persaingan antara Susu Ultra dengan Yogurt, dan lain-lain.
3. Persaingan industri
Persaingan industri terjadi ketika sebuah perusahaan membuat produk ataupun kelas
produk yang sama, misalnya saja persaingan antara pabrikan minuman dalam
kemasan. suatu perusahaan atau industri dan industri lainnya yang membuat produk
dalam produk kemasan, mereka akan bersaing antara satu dengan lainnya. Misalnya
Teh Botol Sosro industrinya tidak hanya industri teh dalam botol, tetapi semua
industri minuman. Karena itu pesaingnya juga Coca Cola, Aqua, dan lain-lain.
4. Persaingan merek
Persaingan merek terjadi apabila sebuah perusahaan bersaing dengan perusahaan lain
dengan produk yang serupa dan juga memiliki harga yag relatif sama. seperti
misalnya produk Teh Botol Sosro dan Fres Tea.

2.4 Teknik Analisis Pesaing


Untuk menganalisis industri dan persaingan, ada empat cara yang harus dilakukan:
1. Definisikan pasar sasaran (target market).
Mendefinisikan pasar sasaran akan memudahkan perusahaan untuk mengetahui
produk atau jasa mana saja yang membidik sasaran yang sama.
2. Identifikasi pesaing langsung
Pesaing langsung adalah perusahaan yang memberikan produk ataupun jasa yang
relatif serupa dengan target market yang kurang lebih sama. Identifikasi pesaing
langsung akan membantu untuk melihat peta persaingan, posisi perusahaan
dibanding pesaing, dan apa yang harus dilakukan untuk memenangkan
persaingan.
3. Ketahui kondisi persaingan
Peta persaingan bisa dilihat dengan menggunakan framework Porter Five Forces.
Dari situ bisa dilihat daya tarik persaingannya apakah sudah tepat ataupun belum.
4. Penilaian keunggulan kompetitif.
Keunggulan kompetitif adalah kemampuan utama yang dimiliki oleh perusahaan
yang diyakini sebagai modal untuk memenangkan persaingan.

2.5 Membangun Keunggulan Bersaing (competitive advantage)


Untuk bisa bertahan dalam persaingan, perusahaan harus mempunyai keunggulan
bersaing (competitive advantage) dibandingkan dengan kompetitornya. Keunggulan
kompetitif atau keunggulan bersaing (competitive advantage) adalah kemampuan
yang diperoleh melalui karakteristik dan sumber daya suatu perusahaan untuk
memiliki kinerja yang lebih tinggi dibandingkan perusahaan lain
pada industri atau pasar yang sama.
Menurut Michael Porter, ada tiga landasan strategi yang dapat membantu
organisasi memperoleh keunggulan kompetitif, yaitu keunggulan biaya, diferensiasi,
dan fokus. Porter menamakan ketiganya strategi umum (strategi generik)
1. Strategi Biaya Rendah (cost leadership)
Strategi Biaya Rendah (cost leadership) menekankan pada upaya memproduksi
produk standar (sama dalam segala aspek) dengan biaya per unit yang sangat
rendah. Produk ini (barang maupun jasa) biasanya ditujukan kepada konsumen
yang relatif mudah terpengaruh oleh pergeseran harga atau menggunakan harga
sebagai faktor penentu keputusan.
Strategi ini membuat perusahaan mampu bertahan terhadap persaingan harga
bahkan menjadi pemimpin pasar (market leader) dalam menentukan harga dan
memastikan tingkat keuntungan pasar yang tinggi (di atas rata-rata) dan stabil
melalui cara-cara tertentu dalam efisiensi dan kefektifan biaya.

2. Strategi Pembedaan Produk (differentiation)


Strategi Pembedaan Produk (differentiation), mendorong perusahaan untuk
sanggup menemukan keunikan tersendiri dalam pasar yang jadi sasarannya.
Keunikan produk (barang atau jasa) yang dikedepankan ini memungkinkan suatu
perusahaan untuk menarik minat sebesar-besarnya dari konsumen potensialnya.
Strategi jenis ini biasa ditujukan kepada para konsumen potensial yang relatif
tidak mengutamakan harga dalam pengambilan keputusannya.

3. Strategi Fokus (focus)


Strategi fokus digunakan untuk membangun keunggulan bersaing dalam suatu
segmen pasar yang lebih kecil. Strategi jenis ini ditujukan untuk melayani
kebutuhan konsumen yang jumlahnya relatif kecil dan dalam pengambilan
keputusannya untuk membeli relatif tidak dipengaruhi oleh harga
Strategi ini akan menjadi lebih efektif jika konsumen membutuhkan suatu
kekhasan tertentu yang tidak diminati oleh perusahaan pesaing. Biasanya
perusahaan yang bergerak dengan strategi ini lebih berkonsentrasi pada suatu
kelompok pasar, wilayah geografis, atau produk (barang atau jasa) tertentu dengan
kemampuan memenuhi kebutuhan konsumen secara lebih baik.

2.6 Syarat-syarat Industri yang Kompetitif

Sekurang-kurangnya ada dua prinsip pokok yang perlu dimiliki perusahaan untuk
meraih keunggulan kompetitif yaitu adanya sudut pandang pelanggan dan keunikan
produk.
1. Sudut Pandang Pelanggan.
Keunggulan kompetitif akan terjadi apabila terdapat pandangan pelanggan bahwa
mereka memperoleh nilai tertentu dari transaksi ekonomi dengan perusahaan
tersebut. Untuk itu syaratnya adalah semua karyawan perusahaan harus fokus
pada kebutuhan dan harapan pelanggan. Hal demikian baru terwujud ketika
pelanggan dilibatkan dalam merancang proses memproduksi barang dan atau jasa
2. Keunikan Produk.
Keunikan dicirikan oleh barang dan jasa yang dihasilkan perusahaan tidak dapat
mudah ditiru oleh pesaing. Misalnya seseorang membuka rumah makan dengan
menyajikan sate kambing. Tidak berlangsung lama ada pesaing membuka rumah
makan di sebelah rumah makan tadi. Jenis sajiannya semua sama termasuk rasa
dan harga. Dapat terjadi orang tersebut akan kehilangan keuntungan karena
sebagian pelanggan pindah ke rumah makan baru itu kecuali kalau ia mampu
menciptakan sesuatu yang unik yang sulit ditiru pesaing.

Bab III
Kesimpulan

Adanya persaingan dalam industri merupakan hal yang tidak dapat dihindari. Untuk
itu pelaku usaha dituntut untuk selalu mengerti dan memahami yang terjadi serta berbagai
perubahan di lingkungan bisnis sehingga mampu bersaing dalam dunia bisnis.
Masyarakat harus lebih kreatif dan kompetitif untuk menghadapi perubahan dunia
yang semakin pesat. Selain itu, masalah pesaing juga harus benar-benar diperhatikan. Untuk
mengetahui informasi tersebut, perusahaan perlu mengadakan analisis pesaing.
Untuk menghadapi pesaing, maka harus mengetahui strategi dan sasaran yang
diinginkan pesaing sehingga dapat menindaklanjutinya dengan menerapkan strategi-strategi
yang dapat mematahkan strategi pesaing.
Maka dari itu perlu untuk mengetahui analisis industri dan persaingan, agar industri
dapat bersaing pada zaman yang semakin maju seperti sekarang ini.