Você está na página 1de 3

RUBELLA

Definisi

Rubella (German measles) merupakan suatu penyakit virus yang umum pada anak
dan dewasa muda, yang ditandai oleh suatu masa prodromal yang pendek, pembesaran
kelenjar getah bening servikal, suboksipital dan postaurikular, disertai erupsi yang
berlangsung 2-3 hari. Pada anak yang lebih besar dan orang dewasa sekali-kali terdapat
infeksi berat disertai kelainan sendi dan purpura. Kelainan prenatal akibat rubela pada
kehamilan muda dilaporkan pertama kali oleh Gregg di Australia pada tahun 1941. Rubela
pada kehamilan muda dapat mengakibatkan abortus, bayi lahir mati, dan menimbulkan
kelainan kongenital yang berat pada janin. Sindrom rubela kongenital merupakan penyakit
yang sangat menular, mengenai banyak organ dalam tubuh dengan gejala klinis yang luas.
Hingga saat ini penyakit rubela masih merupakan masalah dan terus diusahakan eliminasinya.

Rubella menjadi penting karena penyakit ini dapat menimbulkan kecacatan pada janin.
Sindroma rubella congenital (Congenital Rubella Syndrome, CRS) terjadi pada 90% bayi
yang dilahirkan oleh wanita yang terinfeksi rubella selama trimester pertama kehamilan;
risiko kecacatan congenital ini menurun hingga kira-kira 10-20% pada minggu ke-16 dan
lebih jarang terjadi bila ibu terkena infeksi pada usia kehamilan 20 minggu.
Infeksi janin pada usia lebih muda mempunyai risiko kematian di dalam rahim, abortus
spontan dan kecacatan congenital dari sistem organ tubuh utama. Cacat yang terjadi bisa satu
atau kombinasi dari jenis kecacatan berikut seperti tuli, katarak, mikroftalmia, glaucoma
congenital, mikrosefali, meningoensefalitis, keterbelakangan mental, patent ductus arteriosus,
defek septum atrium atau ventrikel jantung, purpura, hepatosplenomegali, icterus dan
penyakit tulang radiolusen. Penyakit CRS yang sedang dan berat biasanya sudah dapat
diketahui ketika bayi baru lahir; sedangkan kasus ringan yang mengganggu organ jantung
atau tuli sebagian, bisa saja tidak terdeteksi beberapa bulan bahkan hingga beberapa tahun
setelah bayi baru lahir. Diabetes mellitus dengan ketergantungan insulin diketahui sebagai
manifestasi lambat dari CRS. Malformasi congenital dan bahkan kematian janin bisa terjadi
pada ibu yang menderita rubella tanpa gejala.

Etiologi

Rubella disebabkan oleh suatu RNA virus, genus Rubivirus, famili Togaviridae. Virus
dapat diisolasi dari biakan jaringan penderita. Secara fisiko-kimiawi virus ini sama dengan
anggota virus lain dari famili tersebut, tetapi virus rubela secara serologik berbeda. Pada
waktu terdapat gejala klinis virus ditemukan pada sekret nasofaring, darah, feses dan urin.
Virus rubela tidak mempunyai pejamu golongan intervetebrata dan manusia merupakan satu-
satunya pejamu golongan vertebrata.
Cara Penularannya melalui kontak dengan sekret nasofaring dari orang terinfeksi. Infeksi
terjadi melalui droplet atau kontak langsung dengan penderita. Pada lingkungan tertutup
seperti di asrama calon prajurit, semua orang yang rentan dan terpajan bisa terinfeksi. Bayi
dengan CRS mengandung virus pada sekret nasofaring dan urin mereka dalam jumlah besar,
sehingga menjadi sumber infeksi.
Penyebab rubella atau campak Jerman adalah virus rubella. Meski virus penyebabnya
berbeda, namun rubella dan campak (rubeola) mempunyai beberapa persamaan. Rubella dan
campak merupakan infeksi yang menyebabkan kemerahan pada kulit pada penderitanya.
Perbedaannya, rubella atau campak Jerman tidak terlalu menular dibandingkan campak yang
cepat sekali penularannya. Penularan rubella dari penderitanya ke orang lain terjadi melalui
percikan ludah ketika batuk, bersin dan udara yang terkontaminasi. Virus ini cepat menular,
penularan dapat terjadi sepekan (1 minggu) sebelum timbul bintik-bintik merah pada kulit si
penderita, sampai lebih kurang sepekan setelah bintik tersebut menghilang.
Namun bila seseorang tertular, gejala penyakit tidak langsung tampak. Gejala baru timbul
kira-kira 14 21 hari kemudian. Selain itu, campak lebih lama proses penyembuhannya
sementara rubella hanya 3 hari, karena itu pula rubella sering disebut campak 3 hari.

Tanda dan gejala


Gejala Rubella pada anak biasanya lebih ringan dari pada orang dewasa. Virus ini
membutuhkan umumnya membutuhkan waktu sekitar 2 minggu lebih untuk dapat
menimbulkan gejala, tetapi ada juga yang tidak bergejala sama sekali dan masih bisa
menularkan virusnya.

Gejala penyakit campak Jerman umumnya menimbulakn gejala seperti berikut :

Demam ringan dan sakit kepala

Gejala seperti sedang flu atau pilek

mata merah dan iritasi ringan

Pembengkakan kelenjar getah bening

Munculnya ruam merah pada kulit dan menyebar ke seluruh tubuh

Pada wanita sering disertai dengan nyeri pada persendian dan berlangsung selama 2
minggu

Campak Jerman hanya kan menyerang sekali selama hidup karena secara alami tubuh akan
membentuk kekebalan terhadap virus ini.

Penyebab
Virus yang ditularkan melalui kontak udara maupun kontak badan. Virus ini bisa
menyerang usia anak dan dewasa muda. Pada ibu hamil bisa mengakibatkan bayi lahir tuli.
Penularan virus rubella adalah melalui udara dengan tempat masuk awal melalui nasofaring
dan orofaring. Setelah masuk akan mengalami masa inkubasi antara 11 sampai 14 hari
sampai timbulnya gejala. Hampir 60 % pasien akan timbul ruam. Penyebaran virus rubella
pada hasil konsepsi terutama secara hematogen. Infeksi kongenital biasanya terdiri dari 2
bagian : viremia maternal dan viremia fetal. Viremia maternal terjadi saat replikasi virus
dalam sel trofoblas. Kemudian tergantung kemampuan virus untuk masuk dalam barier bayi-
bayi lain, disamping bagi orang dewasa yang rentan dan berhubungan dengan bayi tersebut.
Penanganan
Rubella biasanya ringan dan tidak ada pengobatan khusus untuk kondisi tersebut.
Gejala biasanya reda dalam waktu 710 hari dan tidak perlu mengobati ruamnya karena akan
menghilang seiring berjalannya waktu.
Parasetamol atau ibuprofen dapat digunakan untuk mengurangi demam dan
meringankan rasa sakit dan nyeri. Parasetamol atau ibuprofen diberikan sesuai usia dan aman
digunakan untuk anak-anak.

Pencegahan
Vaksin campak, gondong, dan rubella (MMR) merupakan kombinasi vaksin yang
berfungsi melindungi anak-anak dari serangan tiga virus ini. Vaksin MMR efektif
memberikan kekebalan pada kebanyakan orang, dan orang yang sudah pernah terkena rubella
biasanya akan kebal seumur hidupnya.
Vaksin MMR yang pertama biasanya diberikan saat anak berusia 12 bulan, vaksin
kedua diberikan saat usia 4-6 tahun. Walaupun sebenarnya vaksin kedua sudah bisa diberikan
setelah 28 hari sejak pemberian vaksin pertama, meskipun belum berusia empat tahun.