Você está na página 1de 3

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Angka Kematian Bayi (AKB) merupakan salah satu indikator derajat
kesehatan masyarakat karena dapat menggambarkan status kesehatan penduduk
secara umum. AKB termasuk ke dalam salah satu indikator tujuan ke empat
Millenium Development Goals (MDGs). AKB berdasarkan target MDGs pada
tahun 2015 adalah 23 kematian bayi per 1.000 kelahiran hidup (Badan
Perencanaan Pembangunan Nasional, 2011). AKB berdasarkan target Rencana
Strategi (Renstra) tahun 2014 adalah 24 kematian bayi per 1.000 kelahiran hidup
(Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, 2013).
AKB secara global pada tahun 2011 adalah 37 kematian bayi per 1.000
kelahiran hidup. AKB di Indonesia pada tahun 2011 adalah 25 kematian bayi per
1.000 kelahiran hidup (World Health Organization, 2012). AKB di Indonesia
mengalami peningkatan pada tahun 2012 menjadi 32 kematian bayi per 1.000
kelahiran hidup (Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, 2013).
AKB di Indonesia pada tahun 2011 dan 2012 masih belum memenuhi
target Renstra 2014 serta MDGs 2015. AKB di Provinsi Jawa Timur pada tahun
2012 adalah 28,31 kematian bayi per 1.000 kelahiran hidup. AKB di Provinsi
Jawa Timur pada tahun 2012 belum memenuhi target MDGs 2015 dan Renstra
2014. AKB tertinggi di Provinsi Jawa Timur pada tahun 2012 terdapat di
Kabupaten Probolinggo sebesar 63,51 kematian bayi per 1.000 kelahiran hidup
(Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur, 2013).
AKB di Malang selama tahun 2014 mencapai 15,75 per 1.000 kelahiran
hidup. AKB di kecamatan Dampit berdasarkan hasil laporan Puskesmas Dampit
selama lima tahun menunjukkan pada tahun 2012 sebanyak 11 orang, tahun 2013
sebanyak 12 orang, tahun 2014 sebanyak 7 orang, tahun 2015 terjadi peningkatan
yaitu sebanyak 11 orang serta tahun 2016 sebanyak 7 orang. Berdasarkan laporan
tahunan puskesmas Dampit angka kematian bayi tahun 2016 di desa dampit
berjumlah tiga jiwa, di desa Amandanom 2 jiwa dan di desa Sukodono berjumlah
2 jiwa.

1
2

Pengetahuan adalah kesan di dalam pikiran manusia sebagian hasil


penggunaan panca inderanya, yang berbeda kepercayaan (Beliefs) takhayul
(supersittions) dan penerangan yang keliru (misinformations). (Soekanto 2002:6)
Perilaku adalah suatu kegiatan atau aktivitas organisme atau mahluk hidup
bersangkutan (Notoatmojo S.,2007:131). Perilaku manusia merupakan hasil
daripada segala macam pengalaman serta interaksi manusia dengan lingkunganya
yang terwujud dalam bentuk pengetahuan, sikap dan tindakan (Becker MH,
Maiman LA : 1999 :43)
Berdasarkan hasil wawancara penelitian pendahuluan dengan 5 ibu yang
bayinya meninggal dikarenakan beberapa faktor penyebab menunjukkan bahwa 3
dari 5 ibu memiliki pengetahuan dan perilaku kesehatan yang kurang yakni ibu
jarang memeriksakan kehamilanya, sering mengkonsumsi jamu, dan 2 diantaranya
sering memijatkan kandunganya kepada dukun bayi.
Berdasarkan latar belakang diatas, perlu dilakukan penelitian mengenai
pengetahuan dan perilaku kesehatan ibu hamil di Desa Dampit yang memiliki
AKB tinggi dibandingkan dengan lima desa lainnya.

1.2 Rumusan Masalah


Berdasarkan latar belakang di atas rumusan masalah yang dapat diajukan
adalah:
1. Apakah ada hubungan pengetahuan ibu hamil tentang pengawasan kehamilan
(ANC) terhadap angka kematian bayi di desa Dampit?
2. Apakah ada hubungan perilaku ibu hamil tentang pengawasan kehamilan (ANC)
terhadap angka kematian bayi di desa Dampit?

1.3 Tujuan
1. Tujuan Umum
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan perilaku
ibu hamil tentang pengawasan kehamilan (ANC) terhadap angka kematian bayi
di desa Dampit.
2. Tujuan Khusus
Tujuan khusus penelitian ini adalah :
1 Mengetahui hubungan pengetahuan ibu hamil tentang pengawasan
kehamilan (ANC) terhadap angka kematian bayi di desa Dampit.
3

2 Mengetahui hubungan perilaku ibu hamil tentang pengawasan kehamilan


(ANC) terhadap angka kematian bayi di desa Dampit.

1.4 Manfaat
1. Bagi Peneliti
Peneliti dapat memahami dan mengaplikasikan ilmu kedokteran pada
masyarakat.
2. Bagi Puskesmas
Sebagai tambahan informasi dan data tambahan AKB di Puskesmas
Dampit.
3. Bagi Akademik
Memberikan wawasan di bidang keilmuan kesehatan masyarakat.