Você está na página 1de 16

AUDIT EVIDENCE

SIFAT BUKTI
Bukti audit didefinisikan sebagai setiap informasi yang digunakan oleh
auditor untuk menentukan apakah informasi yang diaudit telah dinyatakan sesuai
dengan kriteria yang ditetapkan.
Berikut ialah tabel yang menjelaskan perbedaaan antara bukti aduit, hokum
dan ilmiah.

PERBANDING Buktiilmiah Buktihukum Bukti audit


AN
Kegunaan bukti Menentukan pengaruh Memutuskan bersalah Menentukan apakah
obat atau tidaknya laporan keuangan
telah disajikan secara
wajar
Bukti yang digunakan Hasil pengulangan Bukti atau kesaksian Berbagai jenis bukti
eksperimen dari pihak yang audit yang dihasilkan
terlibat oleh aufitor, pihak
ketiga atau klien.
Penggunabukti Ilmuwan Juri atau hakim Auditor
Kepastian kesimpulan Bervariasi dari tidak Apabila bersalah Tingkat kepastian
yang didapat dari pasti sampai pasti harus yang tinggi
bukti dipertimbangkan
konsekuensinya
dengan benar dan
layak
Kesimpulan Merekomendasikan Bersalah atau tidak Menerbitkan salah
atau tidak nya nya pihak tertuduh satu dari beberapa
penggunaan obat alternative jenis
tersebut laporan audit
Akibat yang mungkin Masyarakat dapat Pihak yang bersalah Para pengguna
terjadi karena menggunakan obat tidak terkena sanksi laporan keuangan
kesalahan yang tidak efektif atau sebaliknya yang yang telah diaudit
pengambilan atau bahkan tidak bersalah mengalami
membahayakan dinyatakanbersalah kesalahan dalam
kesimpulan dari bukti
pengambilan
yang diperoleh keputusan dan
auditor dapat
dituntut

KEPUTUSAN BUKTI AUDIT


Ada empat keputusan mengenai bukti audit apa yang harus dikumpulkan dan
berapa banyak:
1. Prosedur audit yang akandigunakan
Merupakan rincianinstruksi yang menjelaskan bukti audit yang harus
diperoleh selama mengaudit.
2. Berapa ukuran sampel yang akan dipilih untuk prosedur tersebut
Setelah memilih prosedur yang akan digunakan, auditor dapat mengubah
ukuran sampe dari hanya satu hingga semua item dalam populasi yang
sedang diuji.
3. Item-item mana yang akandipilihdaripopulasi
Setelah menentukan ukuran sampel, auditor harus memutuskan item-item
mana dalam populasi yang akan diuji
4. Kapan melaksanakan prosedur tersebut
Audit atas laporan keungan biasanya mencakup suatu periode seperti
satu tahun.
Program audit ialah daftar prosedur autit untuk bidang tertentu atau
keseluruhan audit, biasanya selalu memuat daftar prosedur audit dan mencakup
ukuran sampel, item yang dipilih serta penetapan waktu pengujian.

PERSUASIVITAS BUKTI
Dua penentu persuasivitas bukti audit ialah ketepatan dan mencukupi.
Ketepatan bukti ialah ukuran mutu bukti yang berarti relevansi dan reliabilitasnya
memenuhi tujuan audit untuk kelas transaksi. Sementara relevan si bukti audit
berarti bukti audit harus relevan atau berkaitan dengan tujuan audit yang akan diuji
oleh auditor sebelum bukti tersebut dianggap tepat.
Selain kedua faktor itu ada juga yang namanya reliabilitas bukti audit,
dimana mengacup ada layak dipercaya atau tidaknya suatu bukti audit. Terdapat
enam karakter bukti yang dapat menentukan apakah suatu bukti dapat dipercaya
atau tidak:
- Independen si penyedia bukti, bukti yang diperoleh dari sumber luar lebih
dapat dipercaya dibanding yang didapat dari dalam.
- Efektivitas pengendalian internal klien, saat pengendalian internal klien
efektif, bukti yang didapat lebih dapat dipercaya dibandingkan dengan klien
yang pengendalian internalnya tidak efektif atau lemah.
- Pengetahuan langsung auditor, bukti audit yang diperoleh langsung oleh
auditor melalui pemeriksaan fisik, observasi, perhitungan ulang, dan
inspeksiakan lebih dapat diandalkan dibanding dengan bukti yang diterima
secara tidak langsung.
- Kualifikasi individu yang menyediakan informasi, bukti audit tidakakan dapat
diandalkan jika bukti diperoleh dari pihak yang tidak memiliki kualifikasi
dalam menyediakan bukti audit.
- Tingkat objektivitas, bukti yang objektif lebih dapat dipercaya dibandingkan
dengan bukti yang harus dipertimbangkan kebenarannya.
- Ketepatan waktu, dapat merujuk pada kapan bukti itu dikumpulkan maupun
pada periode yang tercakup oleh audit itu.
Kuantitas bukti yang diperolehakan menentukan kecukupan bukti audit, hal
ini biasanya diukur oleh ukuran sampel yang dipilih oleh auditor. Selain ukuran
sampel, masing-masing item yang akan diuji juga mempengaruhi kecukupan bukti
audit.
Persuasivitas bukti hanya dapat dievaluasi setelah mempertimbangkan
kombinasi antara ketepatan dan kecukupan, termasuk faktor-faktor yang
mempengaruhi kedua hal tersebut. Berikut ialah tabel untuk menjelaskan
hubungan langsung diantara keempat keputusan bukti audit dan kedua kualitas
yang menentukan persuasivitas bukti audit.

HUBUNGAN ANTARA KEPUTUSAN DAN


PERSUASIVITAS BUKTI AUDIT
Keputusanbukti audit Kualitas yang mempengaruhi
persuasivetas bukti
Prosedur audit dan penetapan waktu Ketepatan
Relevansi
Reliabilitas
Independen si penyedia bukti
Efektivitas pengendalian internal
Pengetahuan langsung auditor
Kualifikasi penyedia bukti
Objektivitas bukti
Ketepatan waktu
Kapan prosedur dilaksanakan
Bagian periode yang diaudit
Ukuran sampel dan item yang dipilih Kecukupan
Ukuran sampel yang memadai
Memilih item populasi yang tepat

Dalam membuat keputusan tentang bukti pada audit tertentu, selain


persuasivitas, biaya juga harus dipertimbangkan. Persuasivitas dan biaya dari setiap
alternative haruslah dipertimbangkan sebelum memilih jenis bukti yang akan
digunakan. Hal ini bertujuan agar, auditor dapat memeperoleh sejumlah bukti audit
yang tepat dan mencukupi dengan total biaya serendah mungkin.

JENIS-JENIS BUKTI AUDIT


Ada delapan kategori bukti yang disebut jenis-jenis bukti audit, dimana setiap
prosedur audit mendapat satu atau lebih jenis-jenis bukti berikut:

Pemeriksaan fisik, cara langsung untuk memverifikasi apakah suatu asset


berwujud benar- benar ada atau tidak.
Konfirmasi, merupakan penerimaan respon tertulis atau lisan dari pihak
ketiga.
Dokumentasi, merupakan inspeksi oleh auditor atas dokumen dan catatan
klien.
Proseduranalitis, menggunakan perbandingan dan hubungan untuk menilai
apakah saldo akun dengan data lainnya ditampilkan dengan wajar.
Wawancara dengan klien, upaya untuk memperoleh informasi secara lisan
maupun tertulis dari klien sebagai respons atas pertanyaan yang diajukan
auditor.
Rekalkulasi, melibatkan pengecekan ulang atas sampel kalkulasi yang
dilakukan oleh klien.
Pelaksanaanulang, pengujian independen yang dilakukan auditor atas
prosedur atau pengendalian akuntansi klien yang semula dilakukan sebagai
bagian dari system akuntansi dan pengendalian internal klien.
Observasi, penggunaan indera untuk menilai aktivitas klien.

Sebelum mempelajari lebih lanjut mengenai bukti-bukti audit tersebut,


berikut ialah bagan mengenai hubungan antara standar auditing, jenis bukti dan
keempat keputusan bukti.

Ketepatan jenis bukti


Karakteristik untuk menentukan ketepatan bukti adalah relevansi dan
reabilitas.
Dua jenis bukti audit yang paling mahal adalah pemeriksaan fisik dan konfirmasi.

TABEL 7-4
TABEL 7-4 Ketepatan Jenis Bukti
Kriteria untuk menentukan ketepatan
Jenis bukti Independen Keefektifan Pengetahu Kualifikasi penyedia Objektivitas
si Penyedia Pengendali an Bukti
an Internal Langsung
Klien Auditor
Pemeriksaan Tinggi Bervariasi Tinggi Umumnya tinggi Tinggi
fisik (auditor (auditor sebagai
memilikinya penyedia)
)
Konfirmasi Tinggi Tidak Rendah Bervariasi-umumnya Tinggi
tersedia tinggi
Dokumentasi Bervariasi- Bervariasi Rendah Bervariasi Tinggi
eksternal
lebih
independen
ketimbang
internal
Prosedur Tinggi atau Bervariasi Rendah Umumnya tinggi Bervariasi-
analitis rendah umumnya
rendah
Tanya jawab Rendah Tidak Rendah Bervariasi Bervariasi-
dengan klien berlaku rendah sampai
tinggi
Rekalkulasi Tinggi Bervariasi Tinggi Tinggi tinggi
Pelaksanaan Tinggi Bervariasi Tinggi Tinggi Tinggi
ulang
Observasi Tinggi Bervariasi Tinggi Umumnya tinggi Sedang
Pemeriksaaan fisik memerlukan biaya yang besar karena umumnya
mewajibkan bukti kehadiran auditor ketika klien sedang menghitung aktiva, yang
sering kali dilakukan pada saat tanggal neraca.
Contohnya : pemeriksaan fisik atas persediaan dapat mengakibatkan auditor harus
mengunjungi beberapa lokasi yang berjauhan.
Konfirmasi membutuhkan biaya yang besar. Karena auditor harus mengikuti
prosedur.
Dokumentasi, prosedur analitis, dan pelaksanaan ualng tidak begitu mahal.
Tiga jenis bukti audit yang paling murah adalah observasi, tanya jawab
dengan klien, dan rekalkulasi.
Observasi biasanya dilakukan bersamaan dengan proses audit lainnya.
Tanya jawab dengan klien dilakukan secara ekstensif dalam setiap audit dan
umumnyamemerlukan biaya yang rendah.
Rekalkulasi biasanya memerlukan biaya rendah karena hanya melibatkan
perhitungan dan penelusuran yang sederhana.

APLIKASI JENIS BUKTI PADA EMPAT (4)


KEPUTUSAN BUKTI
Pada kolom 3 di table 6-4, itu adalah tujuan audit yang berkaitan dengan saldo
untuk audit atas persediaan hills burg hardware co. Tujuannya secara keseluruhan
adalah untuk memperoleh bukti persuasif dengan biaya yang minimum untuk
memverifikasi bahwa persediaan itu secara meteril sudah benar. Oleh karena itu,
auditor harus memutuskan:
1. Prosedur audit apa yang akan digunakan untuk memenuhi setiap tujuan audit
yang berkaitan dengan saldo.
2. Berapa ukuran sample yang tepat untuk setiap prosedur
3. item-item mana dari populasi yang harus dimasukkan dalam sample
4. Kapan melaksanakan setiap prosedur
Untuk tujuan kuantitas persediaan pada catatan perpetual client yang sesuai
dengan persediaan fisik yang ada, auditor memilih 3 jenis bukti audit dari table 7-5.
Standar auditing menyatakan bahwa dokumentasi audit adalah catatan utama
tentang prosedut auditing yang diterapkan, bukti yang diperoleh, dan kesimpulan
yang dicapai auditor dalam melaksanakan penugasan.
Tujuan dokumentasi audit secara keseluruhan adl untuk membantu auditor
dalam memberikan kepastian yang layak bahwa audit yang memadai telah
dilakukan sesuai dengan standar audit.

CATATAN BUKTI YANG DIKUMPULKAN


DAN HASIL PENGUJIAN
Apabila prosedur audit melibatkan sampling transaksi atau saldo,
dokumentasi audit harus mengidentifikasikan item-item yang diuji. File audit juga
harus mendokumentasikan temuan atau masalah audit yang signifikan. Jika salah
saji di deteksi selama pengujian, auditor harus mendokumentasikan prosedur
tambahan yang dilaksanakan untuk menentukan bukti salah saji, kesimpulan
tentang apakah akun yang terpengaruh sudah dinyatakan secara layak dan apakah
setiap penyesuaian audit harus diusulkan.

DATA UNTUK MENENTUKAN JENIS


LAPORAN AUDIT YANG TEPAT
Dokumentasi audit menyediakan sumber informasi yang penting untuk
membantu auditor dalam memutuskan apakah aksi yang tepat dan mencukupi
telah dikumpulkan guna menjustifikasi laporan audit berdasarkan situasi tertentu

DASAR BAGI REVIEW OLEH SUPERVISOR


DAN PARTNER
File audit adalah kerangka referensi utama yang digunakan oleh supervisor
untuk mereview pekerjaan asisten. Ini adalah bukti bahwa supervisor juga
memberikan bukti bahwa audit telah diawasi secara memadai. Dokumentasi audit
yang disiapkan selama penugasan, termasuk schedule yang disiapkan oleh klien
untuk auditor.

KERAHASIAAN FILE AUDIT


Kebutuhan untuk membina hubungan rahasia dengan klien dinyatakan dalam
aturan 301 dari kode perilaku profesional yang menyatakan seorang anggota tidak
boleh mengungkapkan setiap informasi rahasia yang diperoleh selama penugasan
profesional kecuali dengan persetujuan klien
Sarbanes-Oxley Act mensyaratkan auditor perusahaan publik untuk
menyiapkan dan menjaga file audit serta informasi lainnya yang berkaitan dengan
laporan audit guna mendukung kesimpulan auditor, selama periode yang tidak
kurang dari 7 tahun. Menurut SAS 103, catatan audit atas perusahaan swasta harus
disimpan selama minimum 5 tahun seperti yang disyaratkan Sarbanes-Oxley Act,
SEC telah mengeluarkan aturan final tentang penyimpanan catatan audit dan
review yang mewajibkan auditor perusahaan publik untuk menyelenggarakan
dokumentasi sbb:
1. Kertas kerja atau dokumen lain
2. Memo, korespondensi, komunikasi, dokumen biru, dan catatan, termasuk
catatan elektronik
File audit dimukai dengan informasi umum, seperti data perusahaan pada file
permanen, dan di akhiri dengan laporan keuangan serta laporan audit. Di tengah-
tengahnya adalah file audit yang mendukung pengujian auditor.

FILE PERMANEN
File permanen berisi data yang bersifat historis atau berlanjut yang
bersangkutan dengan audit saat ini. File permanen terdiri dari :
1. kutipan atau salinan dari dokumen perusahaan
2. analisi akun tahun-tahun sebelumnya
3. informasi yang berhubungan dengan pemahaman atas pengendalian internal
dan penilaian resiko pengendalian.
4. hasil prosedur analitis dari tahun sebelumnya

Laporan keuangan dan laporan audit


Neraca saldo berjalan
Ayat jurnal penyesuaian
Kewajiban kontinjen
Operasi
Kewajiban dan ekuitas
Aktiva
Prosedur analitis
Pengujian
Pengendalian
Pengujian substantif
Pengendalian internal
Informasi umum
FILE TAHUN Program audit
BERJALAN File permanen
File tahun berjalan mencakup semua dokumentasi audit yang dapat diterapkan
pada tahun yang di audit. Beberapa jenis informasi yang sering tercakup dalam
arsip tahun berjalan :
1. program audit : Standar Auditing mewajibkan program audit tertulis untuk setiap
audit.
2. informasi umum : beberapa file audit mencakup informasi periode berjalan yang
bersifat umum.
3. neraca saldo berjalan : setelah tanggal neraca, auditor harus memperoleh atau
menyiapkan daftar akun buku besar umum dan saldo akhir tahunnya.
4. ayat jurnal penyesuaian dan reklasifikasi : apabila aduitor menemukan salah saji
yang material dalam catatan akuntansi, laporan keuangan harus dikoreksi. Ayat
jurnal reklasifikasi sering dibuat dalam laporan untuk menyajikan informasi
akuntansi secara tepat, meskipun saldo buku besar sudah benar.

relationship of audit documentation to financial statements)

NERACA SALDO AJE


BERJALAN
Beban90
Kas awal AJE
Kas
Akhir
90
212 (90) 122
SKEDUL UTAMA-KAS
A1
Per G/L AJE
Akhir
Kas Kecil A-2 5 5
Kas di Bank:
Umum A-3 186 (90)
96
A2 A3 A4
Lembar Rekonsilia Rekonsilia
Hitung si si
Kas Bank Bank
A3/1 A3/2 A4/1 A4/2
konfirma Daftar konfirma Daftar
si Periksa si periksa
SKEDUL PENDUKUNG
Bagian terbesar dari dokumentasi audit adalah skedul pendukung (supporting
schedules) terinci, yang disiapkan oleh klien atau auditor untuk mendukung jumlah
spesifik pada laporan keuangan. Berikut ini adalah jenis utama skedul pedukung :
1. Analisis : analisis dirancang untuk memperlihatkan aktivitas dalam akun buku
besar umumselama keseluruhan periode audit, yaitu menghubungkan saldo awal
dan akhir.
2. Neraca Saldo : jenis skedul ini terdiri dari rincian yang membentuk saldo akhir
tahun dari akun buku besar umum.
3. Rekonsiliasi jumlah : rekonsiliasi yang medukung jumlah tertentu dan biasanya
diharapkan akan mengaitkan jumlah yang dicatat dalam catatan klien dengan
sumber informasi lainnya. Contohnya rekonsiliasi saldo kas dengan rekening koran.
4. Pengujian Kelayakan : berisi informasi yang memungkinkan auditor untuk
mengevaluasi apakah saldo klien tampak mengandung salah saji dengan
mempertimbangkan situasi penugasan.
AUDIT SEBAGAI DASAR PENCARIAN BUKTI
DALAM MENENTUKAN OPINI AUDIT
Pada bab ini akan dijelaskan bahwa seluruh prosedur audit dibutuhkan untuk
mencari bukti-bukti yang nantinya menjadi dasar bagi auditor untuk menentukan
opini audit. Pada audit eksternal penentuan opini audit dapat didasarkan atas
beberapa hal:

Keakuratan dan ketepercayaan dari laporan akuntansi

Memberi opini atas kebenaran dan kewajaran suatu laporan keuangan

Kesesuaian dengan Undang-Undang dan standar akuntansi dan pelaporan.

Bukti audit ialah segala informasi yang digunakan auditor dalam menentukan
opini audit dan mencakup semua informasi atas record akuntansi atau segala
informasi lain yang ada di laporan keuangan. Bukti audit yang biasanya tersaji
secara kumulatif ini, biasanya mencakup semua bukti audit yang ditemukan selama
prosedur audit dan juga mungkin mencakup bukti audit dari sumber lain seperti
bukti dari prosedur audit sebelumnya serta Quality Control dari perusahaan.

KECUKUPAN BUKTI AUDIT


Kecukupan bukti audit biasanya diukur dari jumlah bukti audit, sementara
ketepatan diukur dari kualitas bukti audit tersebut.
Kecukupan berarti seorang auditor harus menemukan bukti yang cukup
untuk memenuhi tujuan audit.
Ketepatan biasanya memiliki dua elemen yang harus dipenuhi dari sebuah
bukti audit:

Relevan, dimana bukti harus berhubungan dengan pernyataan manajemen


yang ingin dibuktikan.

Reliable, dimana bukti harus dapat dipercaya.


MENARIK KESIMPULAN ATAS LANDASAN
SUATU BUKTI
Bukti merupakan landasan dari prosedur audit serta merupakan dasar
penentuan opini audit. Misalkan pada suatu perusahaan, director perusahaan
diwajibkan untuk menytakan bahwa laporan keuangan yang telah disajikan ke
publik menggambarkan kebenaran dan kewajaran. Hal ini merupakan asersi
umum dari manajemen. Pada prakteknya, auditor mengkategorikan asersi ini
menjadi beberapa kategori.

Kategori
Kategori Umum Judul Umum
Spesifik
1. Occurrence, transaksi
yang telah dicatat Genuine
memiliki hubungan
dan berkaitan dengan
entitas
2. Completeness, semua
Complete
transaksi yang
A. Asersi mengenai saharusnya sudah
dicatat harus dicatat
transaksi dan Accurate
3. Accuracy, jumlah dan
peristiwa periode segala data yang
audit berhubungan untuk
mencatat transaksi
harus dicatat dengan Accurate
tepat
4. Cut off, transaksi
yang sudah dicatat
dengan benar pada
periode akuntansi
B. Asersi tentang saldo 1. Existence, asset, Genuine
liabilities dan equity
interest
2. Rights and obligations,
entitas memiliki atau Genuine
mengontrol hak untuk
asset dan kewajiban
adalah kewajiban
untuk ekuitas
3. Completeness, semua Complete
asset, liabilities dan
equity interest yang
rekening pada akhir seharusnya sudah
periode dicatat harus dicatat
4. Valuation and Accurate
allocation, asset,
liabilities dan equity
interest termasuk
didalam financial
statement dalam
jumlah yang sesuai
dan penyesuaian
penilaian atau alokasi
telah tercatat dengan
sepantasnya
1. Occurrence and Genuine
Rights and
Obligations,
pengungkapan
transaksi harus
memiliki hubungan
dan daling berkaitan.
2. Completeness, semua
pengungkapan yang Complete
seharusnya sudah
termasuk dalam
financial statement
C. Penyajian dan harus termasuk
Pengungkapan 3. Classification and Accurate
Understandability,
informasi keuangan
disajikan sesuai dan
penjelasan serta
pengungkapan dapat
dimengerti Accurate
4. Accuracy and
Valuation, keuangan
dan informasi lainnya
akan diungkapkan
sewajarnya dalam
jumlah yang sesuai

RELIABILITAS BUKTI AUDIT


Sebelum membahas lebih lanjut mengenai reliabilitas bukti audit, berikut
ialah prosedur dalam menemukan bukti audit:
contoh: inspeksi atas catatan stock dan
Inspection of records or
membandingkannya dengan catatan stock
documents yang dihitung
contoh: auditor melakukan perhitungan item
Inspection of tangible asset barang sembari melihat catatan barang yang
telah dihitung perusahaan
contoh: auditor memperhatikan staff
Observation perusahaan yang sedang melakukan
perhitungan persediaan
prosedur dilakukan jika terdapat perbedaan
antara bukti-bukti yang didapat. contoh:
Inquiry pertanyaan yang diajukan saat catatan
barang dengan jumlah barang yang dihitung
mengalami perbedaan
prosedur ini merupakan proses dimana
auditor bertanya kepada pihak ketiga untuk
Confirmation mengkonfirmasi informasi yang mereka
ketahui.
Recalculation contoh: menghitung kembali bank statement
contoh: menggunakan computer untuk
Reperformance melaksanakan ulang aging schedule piutang
evaluasi atas informasi keuangan yang
dilakukan dengan mempelajari hubungan
Analytical Procedure logis antara data keuangan dan non
keuangan

Berikut ialah panduan secara umum untuk menilai reliabilitas suatu bukti
audit:

Bukti audit akan lebih diyakini reliabilitasnya jika diperoleh dari sumber
yang independen diluar perusahaan

Bukti audit yang dihasilkan didalam perusahaan lebih diyakini


reliabilitasnya ketika pengendalian yang berhubungan telah
diberlakukan dengan efektif

Bukti audit akan lebih tinggi tingkat reliabilitasnya saat diperoleh


langsung oleh auditor dibandingkan dengan bukti yang diperoleh
secara tidak langsung atau melalui dugaan

Bukti audit lebih tepat jika berada dalam bentuk formulir dokumen,
baik dalam bentuk kertas atau medium lainnya

Bukti audit yang disediakan dalam bentuk asli akan lebih dipercaya
ketepatannya dibandingkan yang disediakan dalam bentuk fotokopi
atau fax

Selain beberapa panduan umum diatas, terdapat juga beberapa faktor lain
yang juga penting dalam menilai reliabilitas suatu bukti audit:
Bukti yang diperoleh dari kegiatan perusahaan lebih dipercaya
dibandingkan dengan bukti yang khusus dibuat untuk memuaskan
auditor

Sumber terbaik ialah manajemen dari perusahaan namun jika


informasi dari manajemen kurang independesi, hal ini dapat
berpengaruh kepada tingkat reliabilitas bukti tersebut

Bukti mengenai masa depan lebih sulit diperoleh dan kurang dieprcaya
relibialitasnya dibandingkan dengan bukti mengenai kejadian masa
lalu

Bukti dapat ditingkatkan dengan menggunakan bukti penguat

PENDEKATAN RESIKO BISNIS UNTUK


MENGUMPULKAN BUKTI AUDIT
Pendekatan ini menyarankan kepada auditor untuk bersekutu dengan
manajemen untuk menambah nilai tambah dalam prosedur audit dan memberikan
kesempatan bagi auditor untuk menawarkan jasa asuransi lainnya. Selain itu
beberapa protagonis dari pendekatan ini juga berargumen, jika karena persekutuan
ini, auditor atau manajemen kehilangan integritasnya, hal ini akan menjadi alasan
kenapa perserikatan harus dihentikan.
Sehingga akan lebih baik jika auditor mempertimbangkan baik-baik dan secara
berhati-hati tenmtang sejauh mana ia bersedia untuk bersekutu dengan
manajemen.

WAKTU DALAM PROSES AUDIT


Auditor kini menghabiskan banyak waktu dalam proses perencanaan,
terutamam karena penekanan dalam pengidentifikasian resiko dan ruang lingkup
resiko. Namun selain itu, ada juga beberapa hal lain yang diharapkan dapat lebih
ditekankan pada tahap ini, yaitu:

Pentingnya kontak personal dengan manajemen

Dalam hal kontak personal, yang terpenting ialah menjaga sikap independen
serta mengungat tanggung jawabnya terhadap pemegang saham dan
pengguna laporan lainnta.

Keseluruhan prosedur audit pada dasarnya ialah untuk mencari bukti yang
dibutuhkan dalam menentukan opini audit.

BENTUK BENTUK PERIKATAN


Beberapa akuntan terkadang melakukan beberapa perikatan terkait laporan
keuangan, antara lain:

The Compilation Engagement


Para akuntan professional diminta untuk menyiapkan laporan keuangan
berdasarkan data dan informasi yang diberikan oleh manajemen, biasanya
permintaan berasal dari perusahaan kecil yang tidak memiliki staff dengan
keterampilan yang dibutuhkan.

The Limited Assurance Engagement


Para akuntan professional bertujuan untuk membentuk sebuah opini bahwa
laporan keuangan masuk akal serta memperoleh limited assurance yang
digabungkan dengan Undang-Undang serta standar akuntansi

The Agreed Upon Procedures Engagement


Bentuk perikatan ini sama seperti pemeriksaan biasa, namun ada beberapa
pengecualian seperti diterapkannya prosedur detail yang sudah disetujui oleh
manajemen.