Você está na página 1de 4

TUGAS BIOKIMIA TANAMAN

METABOLISME ASAM AMINO/ASIMILASI NITROGEN

Oleh Kelompok 4 Kelas P:


M. Nur Qosim : (16504020111115
Luqyana Zalfa : (16504020111112)
Dika Octavian Dni: (165040201111193)
M. Taqiyyudin Majid: (165040201111195)
Alfian Febrianto: (165040201111232)

PROGRAM STUDI AGROEKOTEKNOLOGI


FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS BRAWIJAYA
MALANG
2017
Nitrogen merupakan unsur yang penting dalam kehidupan tumbuhan. Nitrogen dalam
tumbuhan berada dalam bentuk asam amino, protein, amida, klorofil, alkaloid dan basa nitrogen.
Nitrogen terdapat di atmosfer kurang lebih 80% sedangkan ditanah hanya mengandung nitrogen
sedikit. Namun tumbuhan tidak dapat mengambil nitrogen secara langsung dari atmosfer. Situasi
ini muncul karena molekul N2 sangat stabil secara kimiawi sehingga tidak dapat digunakan oleh
kebanyakan organisme biologis. Asimilasi nitrogen adalah proses pembentukan senyaawa-
senyawa nitrogen kompleks (NO3, NH4+, dan beberapa N-orgsnik) dari senyawa nitrogen
sederhana (N2) yang berasal dari atmosfer.

NO3 NO2 NH4+ asam amino


Nitrogen yang dapat dimanfaatkan tumbuhan salah satunya dalam bentuk nitrat NO 3-. Nitrogen
(N) adalah unsur utama semua organisme dan jumlahnya rata-rata 6,25% dari massa keringnya.
Sekitar 99% nitrogen organik di biosfer berasal dari asimilasi nitrat. NH4 + terbentuk sebagai
produk akhir dari degradasi bahan organik, terutama oleh metabolisme hewan dan bakteri, dan
dioksidasi menjadi nitrat lagi oleh bakteri nitrifikasi di dalam tanah. Jadi, ada siklus kontinu
antara nitrat di dalam tanah dan nitrogen organik pada tanaman yang tumbuh di atasnya. NH4 +
terakumulasi hanya di tanah dengan aerasi yang buruk dengan drainase yang tidak memadai, di
mana karena kekurangan oksigen, bakteri nitrifikasi tidak dapat tumbuh.
Reduksi nitrat ke NH3 berlangsung dalam reaksi dua arah. Nitrat diasimilasi pada daun dan juga
di akar. Pada tanaman herba yang paling banyak tumbuh, asimilasi nitrat terjadi terutama di
daun, meskipun asimilasi nitrat diakar sering memainkan peran utama pada pertumbuhan awal
tanaman ini. Sebaliknya, banyak tanaman berkayu (misalnya pohon, semak belukar), dan juga
kacang-kacangan seperti kedelai, asimilasi nitrat terutama di akar. Selama pertumbuhan
organisme autotroph, nitrogen dibutuhkan untuk pembentukan sel dari nitrogen anorganik
melalui dua cara: fiksasi nitrogen dari udara dan assimilasi nitrate dari ammonia yang
terkandung dalam air atau tanah. Bagi tumbuhan yang tidak dapat menambat N 2 , sumber
nitrogen utamanya adalah NO3 - dan NH4 + .Tanaman dan banyak spesies asli menyerap nitrogen
dalam bentuk NO3- , sebab NH4+ segera dioksidasi menjadi NO3- oleh bakteri nitrifikasi. Tapi,
komunitas konifer dan rumputan menyerap sebagian besar nitnogen dalam bentuk NH4+ sebab
nitrifikasi dihambat oleh pH tanah yang rendah atau oleh tanin dan senyawa fenol.
Asimilasi nitrar di akar dan daun tanaman
Nitrat harus diubah menjadi NH 4 + di dalam tumbuhan sebelum nitrogen masuk ke asam amino
dan senyawa nitrogen lainnya. Nitrate diambil dari tanah oleh akar. Nitrat dapat disimpan
sementara dalam vacuola dari sel akar atau direduksi dalam sel epidermis dan cortex dari akar.
Kelebihan nitrat dibawa via pembuluh xylem ke sel mesophyll, dimana nitrate dapat disimpan
sementara dalam vakuola. Nitrate direduksi menjadi nitrite dalam cytosol dan kemudian nitrite
direduksi lebih lanjut dalam chloroplast menjadi NH4+ , dari mana asam amino terbentuk. NH4+
ini digunakan untuk mensintesis glutamine dan asparagine. Dua asam amino (glutamine dan
asparagine) dapat dipindahkan ke daun melalui pembuluh xylem. Tetapi pada saat kapasitas
asimilasi nitrat dalam akar berlebihan, nitrat dikeluarkan dari akar ke dalam pembuluh xylem dan
terbawa ke daun akibat transpirasi. Sejumlah besar nitrat dapat disimpan dalam daun pada
vakuola. Terkadang penyimpanan vakuola dapat habis karena asimilasi nitrat di siang hari dan
terisi lagi pada saat malam hari. Sebagai contoh, daun bayam memiliki kandungan nitrat tertinggi
ditemukan pada pagi hari. Tempat asimilasi nitrat baik akar maupun tajuk memerlukan senyawa
nitrogen organik. Akar beberapa tumbuhan dapat mensintesis semua nitrogen organik yang
diperlukan dari NO3-, sedangkan akar tumbuhan lainnya bergantung pada tajuk untuk memenuhi
kebutuhan nitrogen organiknya. Nitrate dalam mesophyll cells direduksi menjadi nitrite oleh
nitrate reductase yang ada dalam cytosol dan selanjutnya menjadi NH4+ oleh nitrite reductase
dalam chloroplasts.
Reduksi Nitrat Menjadi Nitrit
Tanaman dapat menyerap nitrat dari tanah melalui rambut akarnya. Nitrat direduksi menjadi ion
nitrit, reaksi ini terjadi di sitosol dan menggunakan NADH sebagai reduktan. Kemudian nitrit
direduksi menjadi ion amonium yang terjadi di plastida. Reaksi ini dikatalisis oleh satu enzim,
yaitu: the nitrite reductase yang banyak terdapat dalam plastida.
Tempat asimilasi
Asimilasi Nitrate sebagian terjadi, dan pada beberapa species terutama, terjadi dalam akar. NH 4+
diambil dari tanah yang secara normal difiksasi dalam akar. Reduksi nitrate dan nitrite seperti
pada
fixation of NH4+ dimulai dalam sel akar dengan cara yang sama seperti pada mesophyll cells.
Tetapi, dalam sel akar diperlukan reduksi yang setara dengan supplied exclusively melalui
oksidasi carbohydrates. Reduksi nitrite dan selanjutnya fiksasi dari NH 4+ terjadi dalam
leucoplasts. Produk akhir dari asimilasi nitrat adalah semua asam amino.
Transaminasi
Contoh penting transaminasi terjadi antara glutamat dan oksaloasetat, menghasilkan -
ketoglutarat dan aspartat. Aspek fisiologi yang penting dari semua reaksi transaminasi adalah
reaksi itu selalu mengerjakan pengangkutan nitrogen dari satu senyawa ke senyawa lain di
sebagian besar organ dan sel dari sebagian besar tumbuhan. Aspartat hasil transaminasi dapat
mengangkut asam aminonya ke asam -keto lainnya, membentuk berbagai asam amino melalui
proses transaminasi. Pengangkutan ke piruvat misalnya, akan menghasilkan alanin. Alanin dan
asam amino lainnya juga dapat mengangkut gugus aminonya sehingga banyak sekali asarn
amino yang terbentuk dengan cara transaminasi
Metabolisme nitrogen pada biji yang sedang berkecambah
Di sel penyimpan pada semua biji, protein cadangan disimpan pada struktur ikatan-membran
yang dinamakan benda protein. Benda protein bukan merupakan protein murni, tapi juga
mengandung banyak fosfat, magnesium, dan kalsium cadangan biji. Imbibisi air oleh biji kering
menyebabkan berlangsungnya berbagai reaksi kimia sehingga terjadi perkecambahan
(penembusan radikel melalui kulit biji) dan perkembangan kecambah. Protein di dalam benda
protein dihidrolisis oleh proteinase (protease) dan peptidasemenjadi asam amino dan amida.
Beberapa asam amino dan amida dilepaskan selama hidrolisis protein di dalam biji yang akan
digunakan untuk membentuk protein baru yang khusus, asam nukleat, dan sebagainya di dalam
sel tempat hidrolisis berlangsung tapi sebagian besar diangkut melalui floem ke sel yang sedang
tumbuh di akar dan tajuk. Akar muda segera mulai menyerap NO3 dan NH4, asimilasi nitrogen
untuk tumbuhan yang sedang tumbuh selanjutnya dimulai lagi.