Você está na página 1de 9

1. Hendry Fayol.

Lima fungsi manajemen telah diringkas sedetail mungkin oleh Hendry Fayol yaitu :
A. Planning atau perencanaan
Merupakan pemilihan atau penetapan tujuan-tujuan organisasi dan penentuan strategi
kebijaksanaan proyek, program, prosedur, metode, sistem, anggaran dan standar yang
dibutuhkan untuk mencapai tujuan.
B. Organizing (Pengorganisasian).
1. Penentuan sumber daya dan kegiatan-kegiatan yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan
organisasi.
2. Perancangan dan pengembangan suatu organisasi atau kelompok kerja yang akan dapat
membawa hal-hal tersebut ke arah tujuan.
3. Penugasan tanggung jawab tertentu.
4. Pendelegasian wewenang yang diperlukan kepada individu-individu untuk melaksanakan
tugasnya.

C. Staffing (Penyusunan).
Staffing atau penyusunan personalia adalah penarikan (recruitment) latihan dan
pengembangan serta penempatan dan pemberian orientasi pada karyawan dalam lingkungan
kerja yang menguntungkan dan produktif.

D. Leading (Pengarahan).
Adalah bagaimana membuat atau mendapatkan para karyawan melakukan apa yang
diinginkan dan harus mereka lakukan.

E. Controlling (Pengawasan).
Adalah penemuan dan penerapan cara dan alat untuk menjamin bahwa rencana telah
dilaksanakan sesuai dengan yang telah ditetapkan.

2. William Spriegel

a) Planning (Perencanaan).
Perencanaan merupakan aktivitas untuk memilih dan menghubungkan fakta serta aktivitas
membuat rencana mengenai kegiatan-kegitan apa yang akan dilakukan dimasa depan.
Adapun beberapa aktivitas perencanaan adalah peramalan, pengembangan tujuan-tujuan,
pengembangan strategi-strategi, pemprograman, penjadwalan, penganggaran, pengembangan
kebijakan-kebijakan, dan pengembangan prosedur-prosedur.

b) Organizing (Pengorganisasian).
Organizing atau pengororganisasian adalah kumpulan dua orang atau lebih yang bekerja
sama dalam cara yang terstruktur untuk mencapai sasaran spesifik atau sejumlah sasaran.
c) Controlling (Pengawasan).
Proses pengawasan mencatat perkembangan kearah tujuan dan memungkinkan manajer
mendeteksi penyimpangan dari perencanaan tepat pada waktunya untuk mengambil tindakan
korektif sebelum terlambat. Melalui pengawasan yang efektif, roda organisasi, implementasi
rencana, kebijakan, dan upaya pengendalian mutu dapat dilaksanakan dengan lebih baik.

3. Louis A. Allen
Management Leading (Memimpin)
Memimpin adalah pekerjaan yang di lakukan oleh seorang manager agar orang-orang lain
bertindak. Dalam pengertian manajemen, memimpin bukanlah proyeksi dari sifat pribadi,
melainkan merupakan suatu jenis pekerjaan khusus yang terdiri dari keahlian yang dapat
dikelompokkan ke dalam golongan yang sama sehingga menuntut dirinya sebagai seorang
generalist.

Fungsi Leading ini terdiri dari beberapa kegiatan, yaitu :


1. Mengambil keputusan (decision making)
2. Mengadakan komunikasi (communicating)
3. Memberikan motivasi (motivating)
4. Memilih orang-orang (selecting people)
5. Mengembangkan orang-orang (developing people)

Manajemen Planning
Meliputi beberapa kegiatan, yaitu :
1. Forecasting (meramalkan) :
2. pekerjaan manajer dalam memperkirakan waktu yang akan dating
3. Establishing objective (menetapkan maksud dan tujuan)
4. pekerjaan manajer dalam menentukan tujuan atau sasaran-sasaran (goal or target)
5. Programming (mengacarakan)
6. menetapkan urutan kegiatan yang diperlukan untuk mencapai tujuan
7. Scheduling (mengatur tata waktu)
8. menetapkan urutan yang tepat. Hal ini sangat penting agar semua tindakan dapat berhasil
dengan baik.
9. Budgeting (menyusun anggaran belajar)
10. mengalokasikan sumber-sumber daya yang ada
11. Developing procedures (mengembangkan prosedur)
12. menormalisasikan cara-cara pelaksanaan pekerjaan (standardize)
13. Establishing and interpreting policies (menetapkan dan menafsirkan kebijaksanaan-
kebijaksanaan)
Planning menjembatani kesenjangan ketika kita berada dan ke mana kita ingin pergi atau
dengan kata lain plans are made to operate in the future. Dalam planning kita melihat ke
muka, yaitu ke masa yang akan dating dan dengan control kita melihat ke belakang, yaitu
mengenai tindakan yang dilaksanakan.
Management Organizing (penyusunan manajemen)
Kegiatan yang dilakukan oleh manajer dalam mengatur dan menghubungkan pekerjaan yang
dilakukan sehingga dapat dilaksanakan engan efektif oleh orang lain (karyawan). Fungsi
management organizing ini meliputi :
1. Designing Organization Structure (merencanakan struktur organisasi)
Menyusun pekerjaan yang harus dilaksanakan untuk mencapai tujuan yang ditentukan,
menggolongkan pekerjaan agar mereka kesatuan organisasi yang seimbang, dan menentukan
tanggung jawab dalam tiap-tiap jabatan yang diperlukan untuk mencapai tujuan.
2. Delegating Responsibility and Authority (Mendelegasikan tanggung jawab dan
wewenang)
Mempercayakan tanggung jawab dan kepada wewenang orang lain,serta menetapkan
pertanggung jawaban (accountability) untuk hasil yang dicapai
3. Establishing Relationship (Menetapkan hubungan-hubungan yang membedakan
antara line dan staff)
Menjelaskan hubungan-hubungan pelaporan (reporting relationship) antara bawahan masing-
masing dan antara kelompok sendiri dengan kelompok lain. Misalnya, antara line dan staf,
khususnya merupakan cara untuk membedakan antara dua jenis hubungan.

Hubungan Line Hubungan Staf


Menunjukkan peranan orang-orang dalam Menunjukkan hubungan dari mereka yang
suatu kelompok yang memiliki wewenang bertanggung jawab atas pemberian nasiha
untuk mengambil keputusan terakhir dalam dan jasa untuk membantu agar kelompok
soal-soal yang berhubungan dengan mencapai tujuan.
maksud dan tujuan utama organisasi.

Management Controlling (pengawasan, pengendalian dan pengamatan)


Pekerjaan Manajer dalam menilai dan mengatur pekerjaan yang diselenggarakan dan yang
telah selesai.
Cara-cara pengawasan dalam manajemen diperoleh melalui :
1) Developing performance standard (perkembangan tingkat/derejat pekerjaan)
2) Measuring performance (pengukuran hasil pekerjaan)
3) Evaluating results (penilaian hasil pekerjaan)
4) Taking corrective action (pengambilan tindakan perbaikan)
5.Manajemen Profesional menurut Louis A. Allen adalah
1) Mempromosikan dan memprioritaskan kepentingan umum di atas kepentingan pribadi.
2) Menekankan aspek manajemen dengan menempatkan kemampuan orang lain.
3) Melakukan desentralisasi kekuasaan dengan kemampuan memilih keputusan-keputusan yang
di ambil sendiri dan keputusan-keputusan didelegasikan.
4) Berfikir dan bertindak secara rasional.
5) Melakukan komunikasi proaktif, partisipatif, dan persuasive untuk menciptakan iklim kerja
sama yang dinamis, transparan, dan tidak memaksakan kehendak.
6) Menjalankan fungsi control dengan mendelegasikan pekerjaan kepada pemimpin di
bawahnya, sehingga waktu bagi pimpinan cukup untuk hal-hal yang strategis dan yang
bersifat visioner.

4. Lyndall F. Urwick (1974)


Fungsi Manajemen menurut Lyndall F. Urwick terdiri dari :
a. Staffing (Penyusunan).
Staffing adalah salah satu fungsi manajemen berupa penyampaian perkembangan atau hasil
kegiatan atau pemberian keterangan mengenai segala hal yang berkaitan dengan tugas dan
fungsi-fungsi kepada pejabat yang lebih tinggi.
b. Planning (Perencanaan).
Berbagai batasan tentang planning dari yang sangat sederhana sampai dengan yang sangat
rumit. Misalnya yang sederhana saja merumuskan bahwa perencanaan adalah penentuan
serangkaian tindakan untuk mencapai suatu hasil yang diinginkan. Pembatasan yang terakhir
merumuskan perencaan merupakan penetapan jawaban kepada enam pertanyaan berikut :
1) Tindakan apa yang harus dikerjakan ?
2) Apakah sebabnya tindakan itu harus dikerjakan ?
3) Di manakah tindakan itu harus dikerjakan ?
4) Kapankah tindakan itu harus dikerjakan ?
5) Siapakah yang akan mengerjakan tindakan itu ?
6) Bagaimanakah caranya melaksanakan tindakan itu ?
c. Organizing (Pengorganisasian).
Organizing atau pengororganisasian adalah kumpulan dua orang atau lebih yang bekerja
sama dalam cara yang terstruktur untuk mencapai sasaran spesifik atau sejumlah sasaran.
d. Controlling (Pengawasan).
Controlling atau pengawasan, sering juga disebut pengendalian adalah salah satu fungsi
manajemen yang berupa mengadakan penilaian, bila perlu mengadakan koreksi sehingga apa
yang dilakukan bawahan dapat diarahkan ke jalan yang benar dengan maksud dengan tujuan
yang telah digariskan semula.
e. Directing (Pengarahan).
Directing atau Commanding adalah fungsi manajemen yang berhubungan dengan usaha
memberi bimbingan, saran, perintah-perintah atau instruksi kepada bawahan dalam
melaksanakan tugas masing-masing, agar tugas dapat dilaksanakan dengan baik dan benar-
benar tertuju pada tujuan yang telah ditetapkan semula.
f. Coordinating (Kordinasi).
Coordinating atau pengkoordinasian merupakan salah satu fungsi manajemen untuk
melakukan berbagai kegiatan agar tidak terjadi kekacauan, percekcokan, kekosongan
kegiatan, dengan jalan menghubungkan, menyatukan dan menyelaraskan pekerjaan bawahan
sehingga terdapat kerja sama yang terarah dalam upaya mencapai tujuan organisasi.

5. William Newman
William Herbart Newman menyatakan fungsi manajemen sebagai planning
(perencanaan), organizing (pengorganisasian), assembling of resources (pengumpulan
sumber daya), directing (pemberian bimbingan), dan controlling (pengawasan). Pada
dasarnya Assembling of Resources memiliki istilah yang sama dengan staffing yaitu
pemanfaatan sumber daya yang ada baik sumber daya manusia maupun sumber daya alam
agar memberi daya guna maksimal terhadap organisasi (Manullang, 1988).

6. Harold Koontz dan Cyril ODonnell


Lima macam fungsi manajemen menurut Harold Koontz dan Cyril ODonnell, terdiri dari :
a) Planning (Perencanaan).
Proses yang menyangkut upaya yang dilakukan untuk mengantisipasi kecenderungan dimasa
yang akan datang dan penentuan starategi dan taktik yang tepat untuk mewujudkan target dan
tujuan organisasi.

b) Organizing (Pengorganisasian).
Proses yang menyangkut bagaimana starategi dan taktik yang telah dirumuskan dalam
perencanaan diatur dalam sebuah struktur organisasi yang tepat dan dapat bekerja secara
efektif.

c) Staffing (Penyusunan).
Merupakan suatu fungsi manajemen berupa penyusunan personalia pada suatu organisasi
sejak dari merekrut tenaga kerja, pengembangannya sampai dengan usaha agar setiap tenaga
memberi daya guna maksimal kepada organisasi.
d) Directing (Pengarahan).
Proses pelaksanaan program agar dapat dijalankan oleh seluruh pihak dalam organisasi serta
proses memotivasinya.
e) Controlling (Pengendalian dan pengawasan).
Proses yang dilakukan untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan yang telah
direncanakan dan dilaksanakan bisa berjalan sesuai target yang diharapkan.
7.Luther Gullick.
Fungsi - fungsi Manajemen menurut Luther Gullick, terdiri dari:
a) Planning (Perencanaan).
Perencanaan dasarnya merupakan tindakan memilih dan menetapkan segala aktifitas dan
sumber daya yang akan dilaksanakan dan digunakan dimasa yang akan datang untuk
mencapai tujuan tertentu. Perencanaan mengacu pada pemikiran dan penentuan apa yang
akan dilakukan dimasa depan, bagaimana melakukannya, dan apa yang harus disediakan
untuk melaksanakan aktivitas tersebut untuk mencapai tujuan secara maksimal.

b) Organizing (Pengorganisasian).
Pengorganisasian sebagai keseluruhan proses memilih orang-orang serta mengalokasikannya
sarana dan prasarana untuk menunjang tugas orang-orang itu dalam organisasi dan mengatur
mekanisme kerjanya sehingga dapat menjamin pencapaian tujuan.

c) Staffing (Penyusunan).
Seperti fungsi-fungsi manajemen lainnya, staffing juga merupakan fungsi yang tidak kalah
pentingnya. Tetapi agak berbeda dengan fungsi lainnya, penekanan dari fungsi ini lebih
difokuskan pada sumber daya yang akan melakukan kegiatan-kegiatan yang telah direncakan
dan diorganisasikan secara jelas pada fungsi perencanaan dan pengorganisasian. Aktifitas
yang dilakukan dalam fungsi ini, antara lain menentukan, memilih, mengangkat, membina,
membimbing sumber daya manusia dengan menggunakan berbagai pendekatan dan atau seni
pembinaan sumber daya manusia.
d) Directing (Pengarahan).
Pengarahan adalah penjelasan, petunjuk, serta pertimbangan dan bimbingan terdapat para
petugas yang terlibat, baik secara struktural maupun fungsional agar pelaksanaan tugas dapat
berjalan dengan lancar, dengan pengarahan staff yang telah diangkat dan dipercayakan
melaksanakan tugas dibidangnya masing-masing tidak menyimpang dari garis program yang
telah ditentukan.
e) Coordinating (Koordinasi).
Koordinasi adalah mengimbangi dan menggerakkan tim dengan memberikan lokasi kegiatan
pekerjaan yang cocok dengan masing-masing dan menjaga agar kegiatan itu dilaksanakan
dengan keselarasan yang semestinya di antara para anggota itu sendiri. Koordinasi ini
mengajak semua sumber daya manusia yang tersedia untuk bekerjasama menuju ke satu arah
yang telah ditentukan.

f) Reporting (Pelaporan).
Dengan pelaporan dimaksudkan sebagai fungsi yang berkaitan dengan pemberian informasi
kepada manajer, sehingga yang bersangkutan dapat mengikuti perkembangan dan kemajuan
kerja. Jalur pelaporan dapat bersifat vertikal, tetapi dapat juga bersifat horizontal. Pentingnya
pelaporan terlihat dalam kaitannya dengan konsep sistem informasi manajemen, yang
merupakan hal penting dalam pembuatan keputusan oleh manajer.
Fungsi ini umumnya lebih banyak ditangani oleh bagian ketatusahaan. Hasil catatan ini akan
digunakan manajer untuk membuat laporan tentang apa telah, sedang dan akan dilakukan
dalam upaya pencapaian tujuan. Fungsi recording and reporting ini akan berhasil jika tata
kearsipan dapat dikelola secara efektif dan efesien.
g) Budgeting (Pembuatan Anggaran).
Penganggaran adalah fungsi yang berkenaan dengan pengendalian organisasi melalui
perencanaan fiskal dan akuntansi. Sesuatu anggaran, baik APBN maupun APBD,
menunjukkan dua hal: pertama sebagai satu pernyataan fiskal dan kedua sebagai suatu
mekanisme.
h) Controlling (Pengawasan).
Proses pengawasan mencatat perkembangan kearah tujuan dan memungkinkan manajer
mendeteksi penyimpangan dari perencanaan tepat pada waktunya untuk mengambil tindakan
korektif sebelum terlambat. Melalui pengawasan yang efektif, roda organisasi, implementasi
rencana, kebijakan, dan upaya pengendalian mutu dapat dilaksanakan dengan lebih baik.
8. George Terry.
Berikut ini adalah Empat fungsi manajemen menurut George Terry:
a. Perencanaan (Planning).
Perencanaan (planning) yaitu sebagai dasar pemikiran dari tujuan dan penyusunan langkah-
langkah yang akan dipakai untuk mencapai tujuan. Merencanakan berarti mempersiapkan
segala kebutuhan, memperhitungkan matang-matang apa saja yang menjadi kendala, dan
merumuskan bentuk pelaksanaan kegiatan yang bermaksuud untuk mencapai tujuan.
b. Pengorganisasian (Organization).
Pengorganisasian (Organization) sebagai cara untuk mengumpulkan orang-orang dan
menempatkan mereka menurut kemampuan dan keahliannya dalam pekerjaan yang sudah
direncanakan.
c. Penggerakan (Actuating) .
Penggerakan (actuating) yaitu untuk menggerakan organisasi agar berjalan sesuai dengan
pembagian kerja masing-masing serta menggerakan seluruh sumber daya yang ada dalam
organisasi agar pekerjaan atau kegiatan yang dilakukan bisa berjalan sesuai rencana dan bisa
mencapai tujuan.
d. Pengawasan (Controlling).
Pengawasan (controlling) yaitu untuk mengawasi apakah gerakan dari organisasi ini sudah
sesuai dengan rencana atau belum. Serta mengawasi penggunaan sumber daya dalam
organisasi agar bisa terpakai secara efektif dan efisien tanpa ada yang melenceng dari
rencana.

9. Sondang P. Siagian

A. Perencanaan (Planning)
Planning dapat didefinisikan sebagai keseluruhan proses pemikiran dan penentuan secara
matang tentang hal-hal yang akan dikerjakan di masa yang akan datang dalam rangka
pencapaian tujuan yang telah ditentukan.
Pengertian tersebut menunjukan bahwa perencanaan merupakan fungsi administrasi dan
manajemen yang pertama. Alasannya ialah bahwa tanpa adanya rencana, maka tidak ada
dasar untuk melaksanakan kegiatan-kegiatan tertentu dalam rangka usaha pencapain tujuan.
Perencanaan menjadi fungsi pertama karena ia merupakan dasar dan titik tolak dari kegiatan
pelaksanaan selanjutnya.
Salah satu cara yang paling mudah dikemukakan dalarn penyusunan rencana adalah
dengan mengatakan bahwa perencanaan berarti mencari dan menemukan jawaban terhadap 6
pertanyaan yaitu:
1. What (Apa)
2. Where (Dimana)
3. When (Kapan)
4. How (Bagaimana)
5. Who (Siapa)
6. Why (Mengapa)
B. Pengorganisasian (Organizing)
Pengorganisasian ialah keseluruhan proses pengelompokan orang orang, alat alat,
tugas tugas, tanggungjawab dan wewenang sedemikian rupa sehingga tercipta suatu
organisasi yang dapat digerakkan sebagai suatu kesatuan dalam rangka pencapaian tujuan
yang telah ditentukan.
Definisi tersebut menunjukan bahwa pengorganisasian merupakan langkah pertama
ke arah pelaksanaan rencana yang telah tersusun sebelumnya. Dengan demikian adalah suatu
hal yang logis pula apabila pengorganisasian sebagai fungsi administrasi dan manajemen
ditempatkan sebagai fungsi kedua, mengikuti fungsi perencanaan. Juga terlihat dalam definisi
itu bahwa pelaksanaan fungsi pengorganisasian menghasilkan suatu organisasi yang dapat
digerakan sebagai suatu kesatuan yang bulat.
Organisasi sebagai alat administrasi dan manajemen terlihat penting apabila diingat
bahwa bergerak tidaknya organisasi ke arah pencapain tujuan sangat tergantung atas
kemampuan manusia dalam organisasi menggerakan organisasi itu ke arah yang telah
ditetapkan.

C. Penggerakan (Motivating)
Penggerakan ialah keseluruhan proses pemberian motif bekerja kepada para bawahan
sedemikan rupa sehingga mereka mau bekerja dengan ikhlas demi tercapainya tujuan
organisasi dengan efisien dan ekonomis.
Motivating secara implisit berarti bahwa pimpinan organisasi berada di tengah-tengah
para bawahannya dan dengan demikian dapat memberikan bimbingan, instuksi, nasehat dan
koreksi jika diperlukan.

D. Pengawasan (Controling)
Pengawasan ialah proses pengamatan daripada pelaksanaan seluruh kegiatan organisasi
untuk menjamin agar supaya semua pekerjaan yang sedang dilakukan berjalan sesuai dengan
rencana yang telah ditentukan sebelumnya. Dari definisi ini jelas terlihat bahwa terdapat
hubungan yang sangat erat antara perencanaan dan pengawasan.
Artinya bahwa perencanaan dan pengawasan merupakan kedua belahan mata uang yang
sama. Jelas bahwa tanpa rencana pengawasan tidak mungkin dilaksanakan karena tidak ada
pedoman untuk melakukan pengawasan itu. Sebaliknya rencana tanpa pengawasan akan
berarti timbulnya penyimpangan-penyimpangan dan atau penyelewengan-penyelewengan
yang serius tanpa ada alat untuk mencegahnya.
Proses pengawasan pada dasamya dilaksanakan oleh administrasi , manajemen dengan
mempergunakan dua macam teknik, yakni:
1. Pengawasan langsung (direct control)
2. Pengawasan tidak langsung (indirect control)
Yang dimaksud pengawasan langsung ialah apabila pimpinan organisasi mengadakan
sendiri pengawasan terhadap kegiatan yang sedang dijalankan. Sementara pengawasan tidak
langsung ialah pengawasan dari jarak jauh. Pengawasan ini dilakukan melalui laporan yang
disampaikan oleh para bawahan. Laporan itu dapat berbentuk tertulis dan lisan.
Kelemahan daripada pengawasan tidak langsung ialah bahwa sering para bawahan hanya
melaporkan hal-hal yang positif saja Padahal, seorang pimpinan yang baik akan menuntut
bawahannya untuk melaporkan beberapa hal, baik yang bersifat positif maupun negatif
Karena kalau hanya hal-hal yang positif saja yang dilaporkan, pimpinan tidak akan
mengetahui keadaan yang sesungguhnya. Akibatnya dia akan mengambil kesimpulan yang
salah. Lebih jauh lagi ia akan mengambil keputusan yang salah.
Kesimpulannya ialah bahwa pengawasan tidak akan dapat berjalan dengan baik apabila
hanya bergantung kepada laporan saja, karena itu pengawasan tidak langsung tidak cukup.
Adalah bijaksana apabila pimpinan organisasi menggabungkan teknik pengawasan langsung
dan tidak langsung dalam melakukan fungsi pengawasan itu.
E. Penilaian (evaluating)
Penilaian adalah proses pengukuran dan pembandingan hasil-hasil pekerjaan yang telah
dicapai dengan hasil-hasil yang seharusnya dicapai.
Dengan demikian dapat dikatakan bahwa hakekat dari penilaian adalah penilaian
ditujukan kepada satu fase tertentu dalam satu proses setelah fase itu seluruhnya selesai
dikerjakan. Berbeda dengan pengawasan yang ditujukan kepada fase yang masih dalam
proses pelaksanaan.
Penilaian bersifat korektif terhadap fase yang telah selesai dikerjakan. Korektifitas yang
menjadi sifat penilaian itu sangat berguna bukan untuk fase yang telah selesai, akan tetapi
untuk fase berikutnya. Artinya, melalui penilaian harus diketemukan kelemahan-kelemahan
sistem yang dipergunakan dalam fase yang baru saja selesai. Juga harus diketemukan
penyimpangan-penyimpangan dan/atau penyelewengan-penyelewengan yang telah terjadi,
tetapi lebih penting lagi, harus diketemukan sebab-sebab mengapa kelemahan-kelemahan itu
timbul, juga harus diketemukan sebab-sebab mengapa penyimpangan-penyimpangan itu
terjadi.