Você está na página 1de 4

Apa sih MRI itu?

MRI adalah kepanjangan dari Manajemen Rekayasa Industri. Mungkin bagi orang awam akan timbul

pertanyaan2; Ini teknik atau bukan, IPS ato IPA? Ini teknik tapi kok manajemen? Ini Manajemen tapi kok teknik?

Biar gak miskonsepsi, jadi ini kejelasannya.. Engineering management adalah cabang ilmu TEKNIK yang diakui

oleh ABET(Accreditation Board for Engineering and Technology). Kenapa ada embel2 manajemennya? Karena di

Engineering Management kita mengkombinasikan keahlian manajemen kita dengan dasar pengetahuan

engineering untuk memimpin suatu team yang berisi para expert dalam mengerjakan persoalan2 teknis. Ilmu

Manajemen menjadi jembatan antara kemampuan engineering dengan objective atau goal yang ingin dicapai.

Secara resminya menurut IEE Engineering management is the discipline addressed to making and

implementing decisions for strategic and operational leadership in current and emerging technologies and their

impacts on interrelated systems.

Kalo menurut Omurtag Enginering Management is designing. Operating, and continuously improving purposeful

system of people, machines, money, time, information, and energy by intgratin engineering and management

knowledge, techniques, and skills to achieve desired goals in technological enterprise through concern for the

environment, quality, and etchics

Jadi intinya seorang engineering manager kerjanya beda dari manajer2 biasa, karena engineering manager

punya keahlian untuk mengaplikasikan engineering principles dan keahlian dalam organizing and directing

people dan projects. Seorang engineering manager punya kualifikasi dalam 2 tipe pekerjaan, yaitu: The

management of technical functions (such design or production) di semua enterprise, dan the management of

broader functions (such as marketing or top management).

Selanjutnya, apa aja si yang dipelajarin di MRI? Di bawah ini adalah 7 disiplin ilmu engineering management

menurut EMC (Engineering Management Certification):

1. Market Research, Technology Updates, & Environmental Scanning

2. Planning & Adjusting Business Strategies

3. Developing Products, Services, & Processes

4. Engineering Operations & Change

5. Financial Resources & Procurement

6. Marketing & Sales

7. Leading Individuals & Engineering Project Teams

Nah, Prodi MRI ITB menjadikan domain dari EMC ini sebagai acuan pembelajarannya. Sebenarnya ada

penjelasan masing2 domain tsb, bisa dilihat sendiri langsung

di http://staging.engineeringcertification.org/About/EMCBOK.cfm .

Di silabus MRI ITB, 7 domain tersebut dipecah menjadi mata kuliah2 yang mendukung tercapainya kompetensi

seorang engineering manager.


Kenapa Harus ada MRI?

Mungkin sebagian orang bertanya, kenapa sih harus ada MRI/EM? Sebenarnya meskipun prodi MRI ini baru

muncul di Indonesia, di Amerika Prodi Engineering management sudah ada sejak era 1960-an yang diprakarsai
oleh Univesity of Missouri Rolla. Sampai sekarang di amerika udah ada 297 kampus yang menyediakan program

studi Engineering management termasuk program master dan doktor.

Nah sebenarnya kenapa Engineering Management menjadi suatu hal yang booming atau menjadi epidemi

(baca juga:Epidemi MRI. Harus kita yang mulai.by Yorga Permana)? Ada 2 perubahan mendasar yang menuntut

timbulnya ilmu engineering management. Perubahan pertama dilihat dari sisi Engineering dan perubahan kedua

dilihat dari sisi business.

Jika dilihat dari sisi engineering ada beberapa perubahan di era sekarang dalam melihat ilmu dan peran

para engineer. Dewasa ini seorang engineer, ketika memasuki dunia kerja sudah tidak lagi menjalankan

perannya sebagai traditional engineer (cuma berkutat dibidang teknis, buat peralatan, ngulik mesin,dll) tetapi
menjadi project managers, technical salespeople, and lead systems engineers (especially within the

defense and information management arenas) yang melibatkan proses pendefinisiian, perancangan,

pengintegrasian, pemasaran, dan pengujian kompleks dan multi-fungsional sistem informasi teknologi-

sentris (Abel, 2005).

Paradigma para engineer sekarang bukan lagi semata-mata membuat sesuatu karena didorong oleh rasa

penasaran, hobi, dll (seperti saat jaman edison, einstein dll) tetapi juga didorong karena alasan komersial.

Engineer ingin hasil karyanya mampu diserap pasar dan menjadi suatu bisnis baru (contoh: microsoft, Apple).

Untuk meng-komersialkan suatu hasil teknologi, bukanlah hal yang mudah. Dengan kata lain merubah

suatu invention menjadiinovation, tidak cukup dengan melihat hal-hal teknis semata, diperlukan ilmu

management, business, Finance,dll. Maka dari itulah muncul Ilmu Engineering Management yang mengakomodir

tuntutan peran sebagai engineer dimasa depan.

Selanjutnya dilihat dari segi bisnis. Dewasa ini perusahaan tidak hanya menjadikan tangible asset (seperti

profit, gedung, tanah, dll) sebagai the one and only critical success factornya. Perusahaan dewasa ini juga

menganggap Intangible Asset seperti knowledge, SDM yang handal sebagai sumber daya terpenting bagi

perusahaan. R & D (Research and Development) sekarang sudah primary strength dari perusahaan. Sebab

sekarang perusahaan yang mampu menguasai teknologilah dan mempunyai knowledge management yang

baiklah yang akan menjadi market leader.. Lihat aja Microsoft, General electrics, Apple, Toyota, apalagi

perusahaan2 farmasi yang kegiatan usahanya sangat bergantung pada kegiatan riset dan inovasi. Disinilah perlu

manager yang paham tentang dunia engineering. Karena dengan begitu sang manager bisa ngeliat peluang

bisnis dari perkembangan teknologi yang akan datang.

Perubahan di segi bisnis lainnya adalah perubahan umur suatu produk yang makin penting. Sebenarnya
ada tahapan-tahapan untuk suatu teknologi. Ada tahap intruductionyaitu tahapan suatu teknologi baru

diperkenalkan, kemudian tahapan growth, tahapan suatu industri diperkenalkan lalu maturity, tahapan suatu

teknologi sudah mencapai puncak kesuksesan yang terakhir tahap decline, tahapan suatu teknologi sudah

mencapai tingkat kejenuhan tertentu. Masing-masing tahapan punya periode waktu masing-masing, misalnya 25

thn, 5 thn, dll. Dewasa ini umur suatu teknologi makin pendek. Artinya periode dari mulai masuk tahapan

introduction sampai tahapan mature makin pendek. Coba lihat, era dari piringan hitam ke pita kaset kemudian ke

walkman lebih lama/ panjang dari era CD ke MP3 sampe akhirnya ke iPod.
Karena umur teknologi makin pendek, maka perlu orang yang bisa memantau dan meramal

perkembangan teknologi kedepan. Sehingga sewaktu teknologi sudah sampai ketahapan mature tidak sempet

mengalamai tahapan decline, tetapi langsung lanjut berkembang lagi ke tahapan growth. Karena itu istilah

pengembangan produk saat ini sedang ngetren, sebab perkembangan teknologi berpengaruh juga ke

perkembangan produk.

Lihat bekas toko aquarius di jalan dago. Itu salah satu contoh perusahaan yang produknya tidak bisa bertahan

akibat gempuran teknologi. Contoh perusahaan yang bagus adalah PT POS misalnya, dia core business-nya

disurat menyurat terus digempur sama teknologi yang namanya email, sms, mms,dll. Apakah sekarang PT POS

mati?? Tidak, dia sanggup melakukan diferensiasi produknya,seperti pengembangan bisnis cargo, filateli, pos

pembagian BLT, tempat pembayaran listrik, air and bahkan kredit motor. Mantap kan? Nah untuk itu muncul ilmu

engineering management, yang punya kompetensi dalam mengembangkat produk dengan melihat keadaan

teknologi dan keadaan market.


Apa kompetensi yang harus dimiliki oleh seorang sarjana MRI?

Kompetensi sarjana MRI sebenarnya harus menguasai ke tujuh domain yang sudah disebutkan dan juga

mampu menjawab pertanyaan2 mengenai dunia engineering dan business yang disebutkan di latar belakang

munculnya MRI. Tetapi lebih khususnya lagi menurut Omurtag, karena engineering management atau MRI di

dasarnya dari bidang sains, matematika, dan prinsip-prinsip teknik, dan juga menjangkau ke daerah manajerial,
lulusan MRI harus dapat merancang dan mengintegrasikan sistem perusahaan total dengan teknis, keuangan,

operasional, pemasaran organisasi dan aspek manusia dalam lingkungan yang kompetitif global.

Sehingga lulusan MRI dapat merancang, membangun, mengoperasikan, mengoptimalkan, dan terus

meningkatkan sebuah perusahaan teknologi, publik atau swasta, untuk keuntungan atau tidak untuk keuntungan

Singkatnya lulusan MRI harus menjadi enterprise engineers doing managerial engineering work.
Are you Qualified Enough to be an Engineer manager?

Berikut ini adalah cirri-ciri orang yang cocok di bidang Engineering Management:
1. Suka matematika, fisika , IT and semua hal yang berbau teknologi dan inovasi

Kalo tidak suka matematik, fisika, dan semua hal berbau teknologi sepertinya tidak cocok masuk MRI (kenapa

pula masuk ITB?). Karena di MRI ilmu tekniknya juga banyak dan salah satu kompetensinya bisa meramal tren

teknologi yang basisnya dari permodelan matematik.


2. Suka dengan hal yang berbau uang

Semua ilmu ujung-ujungnya uang tapi hanya di MRI yang menghitung uang secara detail untuk meng-estimasi

berapa modal yang dibutuhkan dan kemana mencari dananya. Cocok untuk yang suka nge-danus karena bisa

lebih ahli dalam ngedanus dan nyari proyek danus.


3. Suka dengan hal Leadership and Management

Bagi para organisator dan punya hasrat yang kuat dalam menjadi pemimpin, MRI sangat mengakomodir hasrat

kamu. Karena di MRI diajarkan bagaimana cara membuat struktur organisasi, bagaimana cara mempengaruhi

orang, melakukan delegasi dan peran-peran lainnya sebagai manajer.


4. Tidak suka dengan hal-hal rutin
Bagi kalian yang mudah merasa bosan dan tidak suka melakukan hal-hal yang rutin and terus-menerus. MRI

adalah jurusan yang tepat. Karena di MRI fokusnya proyek dan proyek itu ada jangka waktu deadlinenya. Jadi

kalian pasti akan menghadapi banyak proyek yang beragam. Dan juga talking about Inovation is talking about

MRI jadi di MRI dibutuhkan orang-orang yang flexibel dan berpikir out of the box.

Rasanya sekian dulu cerita-cerita tentang MRI-nya semoga tergugah hatinya untuk milih MRI. Apapun pilihanmu

nanti pilihlah dengan hati. Tapi klo masih bingung antara TEKIM, TI ato FT?? Udah MRI aja. Sesuai tag line

MRI.. KULIAH?? MRI AJA

Você também pode gostar