Você está na página 1de 62

ANALGETIK ANTIPIRETIK

Nama Obat : Paracetamol

Indikasi : - Mengurangi nyeri pada kondisi sakit kepala,nyeri otot,sakit gigi,nyeri


pada operasi minor,nyeri trauma ringan.
- Menurunkan demam yang disebabkan oleh berbagai penyakit.

Aturan Pakai : Tablet

- Dewasa dan anak diatas 12 tahun = 1 tablet, 3-4 x sehari


- anak-anak 6-12 tahun =1/2-1 tablet, 3-4 x sehari

Sirup

- anak usia 0-1 tahun =1/2 sendok takar (5 ml), 3-4 x sehari
- anak usia 1-2 tahun=1 sendok takar, 3-4 x sehari
- anak usia 2-6 tahun=1-2 sendok takar,3-4 x sehari
- anak usia 6-9 tahun= 2-3 sendok takar, 3-4 x sehari
- anak usia 9-12 tahun=3-4 sendok takar, 3-4 x sehari

Efek Samping :
- Mual,nyeri perut, dan kehilangan nafsu makan.
- Penggunaan dalam dosis besar dan jangka panjang dapat
menyebabkan kerusakan hati.
- Reaksi hipersensivitas/alergi seperti ruam,kemerahan kulit,bengkak
diwajah, sesak nafas, dan syok.

Kontra Indikasi : Paracetamol jangan diberikan pada penderita hipersensitivitas/alergi


terhadap paracetamol. Penderita gaangguan fungsi hati berat.

Interaksi Obat :
- Pada dosis tinggi dapat memperkuat efek antikoagulantetapi pada dosis
rendah tidak interaktif.
- Masa paruh Kloramfenikol dapat sangat diperpanjang.
- Kombinasi dengan obat AIDS Zidovudin meningkatkan resiko
neutropeni

ANALGETIK NARKOTIKA
Nama Obat : Tramadol hidroklorida

Indikasi : Nyeri sedang sampai berat

Aturan Pakai :

- Oral, 50-100 mg tiap 4 jam sekali, maksimal 400mg sehari


- i.m / i.v 50-100 mg tiap 4-6 jam
- nyeri pasca bedah, dosis awal 100 mg, selanjutnya 50 mg tiap 10-20
menit

Efek Samping : Diare, hipotensi, hipertensi okasional, paraestesia, anafilaksis dan


Kebingungan.

Kontra Indikasi : Hindari pada depresi nafas akut,alkolisme akut,dan bila terdapat resiko
ileusparalitik, tidak dianjurkan pada akut abdomen,juga hindari pada
peningkatan tekanankranial atau cedera kepala, hindariinjeksi pada
feokromositoma.

Interaksi Obat :
- Dengan alkohol dapat meningkatkan efek sedative dan efek hipotensif
- Antiaritmia;menunda absorsii miseletin
- Rifampisin mempercepat metabolism metadon(mengurangi
efek),eritromicin menaikkan kadar plasmaalfentanil
- Metoklopramid dan domperidon antagonism saluran cerna
- Simetidin menghambat metabolism analgetik opioid

ANALGETIK ANTIPIRETIK

Nama Obat : Ibuprofen


Indikasi : Demam dan nyeri untuk anak,nyeri dan radang pada penyakit rematik,
dan gangguan otot skelet lainnya,nyeri ringan sampai sedang termasuk
dismenore,analgetik pasca bedah.

Aturan Pakai :

- Dewasa : 200-400 mg, 3-4 x sehari


- Anak 1-2 tahun : 50 mg, 3-4 x sehari
- Anak 3-7 tahun : 100-125 mg,3-4 x sehari
- Anak 8-12 tahun : 200-250 mg,3-4 x sehari

Efek Samping : Mual,muntah, diare, konstipasi,nyeri lambung, ruam kulit, pruritis, sakit
kepala, pusing dan heart burn.

Kontra Indikasi :
- Penderita yang hipersensitif terhadap asetosal atau obat anti inflamasi
non steroid lainnya, dan wanita hamil trimester 3.
- Penderita dengan sindrom nasal polyps,angioedema dan reaksi
bronkospasme terhadap asetosal aatu antiinflamasi non steroid yang
lain.
- Dapat menyebabkan reaksi anafilaktik.

Interaksi Obat :
- Analgesik antiinflamasi non steroid lain.
- Antihipertensi : antagonism efek hipotensi
- Kortikosteroid : menambah resiko perdarahan dan ulserasi saluran
cerna.

ANTI PIRAI (ASAM URAT)

Nama Obat : Probenesid

Indikasi : Profilaksis gout ( untuk mengoreksi hiperuresemia), pengurangan


eksresi tubular penisilin dan sefalosporin.
Aturan Pakai : 250 mg, 2 x sehari setelah makan.

Efek Samping : Gangguan saluran cerna, sering buang air kecil, sakit kepala, pusing,
alopesia, anemia, nyeri gusi, anafilaksis, dermatitis, pruritis, demam,
sindrom stevens Johnson, jarang terjadi sindrom nefrotik, nekrosis hati,
leucopenia, anemia aplastik, nekrolisis epidermal toksik pada
penggunaan bersama dengan kolkisin

Kontra Indikasi :
- Penderita yang hipersensitif terhadap allopurinol
- Penderita yang sedang mengalami asam urat akut.

Interaksi Obat : - Penghambat ACE : captopril menaikkan resiko keracunan,terutam


pada gangguan ginjal.
- Antikoagulan : kerja nikumalon dan walfarin mungkin ditingkatkan.
- Siklosporin : kemungkinan kadar plasma siklosporin ditingkatkan
- Sitotoksik : efek dari azatioprin dan merkaptopurin dipertinggi disertai
dengan peningkatan toksisitas.

ANTI ALERGI

Nama Obat : Klorfeniramin maleat

Indikasi : Gejala alergi seperti hay fever,urtikaria,pengobatan darura anafilaktik


Aturan Pakai :

- Dewasa : 4 mg tiap 4-6 jam, maksimal 24 mg/hari


- Anak 1-2 tahun : 1 mg 2 x sehari
- Anak 2-5 tahun : 1 mg tiap 4-6 jam
- i.m / i.v 10-20 mg

Efek Samping : Sedasi, gangguan saluran cerna, efek antimuskarinik, hipotensi,


kelemahan otot, tinnitus, euphoria, nyeri kepala, stimulasi SSP, reaksi
alergi, kelainan darah.

Kontra Indikasi : Serangan asma akut, bayi prematur

Interaksi Obat : Alkohol, depresan SSP, anti kolinergik, penghambat MAO

ANTI ALERGI

Nama Obat : Loratadin

Indikasi : Gejala alergi seperti hay fever, urtikaria

Aturan Pakai :
- Dewasa : 10 mg/hari
- Anak 2-12 tahun : <30 mg 5 mg/hari, >30 kg 10 mg/hari

Efek Samping : lesu, nyeri kepala, sedasi dan mulut kering

Kontra Indikasi : Serangan asma akut, bayi premature, kehamilan dan menyusui

Interaksi Obat : -

ANTI BAKTERI (ANTIBIOTIK)

Nama Obat : Amoksisillin

Indikasi : Infeksi saluran kemih, otitis media, sinusitis, infeksi pada mulut,
bronchitis, pneumonia, infeksi Haemophillus influenza, salmonellous
invasif,listerial meningitis,juga untuk profilaksis endokarditis.

Aturan Pakai :
- Anak denan BB < 20 kg : 20-40 mg/kg BB/hari terbagi dalam 3 dosis
- Dewasa atau anak dengan BB > 20 kg : 250 mg-500 mg sehari

Efek Samping : Urtikaria, ruam kulit, pruritis, angioedema dan gangguan saluran cerna
seperti diare, mual, muntah, glositis dan stomatitis.

Kontra Indikasi : Hipersensitif terhadap penisilin

Interaksi Obat : Probenesid memperlambat amoksisillin.

ANTI FUNGI (JAMUR)

Nama Obat : Griseofulvin

Indikasi : Infeksi dermatofitosis kulit, kulit kepala, rambut dan kuku, bila terapi
topical gagal.

Aturan Pakai :

- Dewasa, 500-1000 mg sehari


- Anak : 10 mg/kg BB/hari dosis tungal tau terbagi
Efek Samping : Mual, muntah, sakit kepala, pusing, ruam, fotosensitivitas, lelah, SLE,
agranulositosis dan leucopenia, eritema multiforme, nekrosis epidermal
toksik, neuropati perifer, gangguan koordinasi

Kontra Indikasi : Gangguan fungsi hati berat, SLE, porfiria, dan kehamilan

Interaksi Obat :
- Alkohol, efek alkohol dapat meningkat
- Antiepilepsi, fenobarbital dapat menurunkan absorpsi griseofulvin
- Antikoagulan, griseofulvin mengurangi efek antikoagulan
- Siklosforin, menurunkan kadar plasma griseofulvin
- Estrogen dan progesteron, mempercepat metabolism ( mengurangi
efek kontrasepsi)

ANTI FUNGI (JAMUR)

Nama Obat : Miconazole

Indikasi : Mengobati infeksi jamur


Pada kulit, mulut, vagina dan kuku
Aturan Pakai :

- Krim, oles 2-3 x sehari


- Bedak, tabor 2 x sehari
- Orange gel, oles kebagian mulut yang terinfeksi 4 x sehari
- Kapsul vagina, masukkan kapsul 1 x sehari menjelang tidur malam
Efek Samping : Mual, sakit kepala, diare, sakit gigi, mulut kering, nyeri dan bengkak
pada gusi, kulit terasa gatal, dan perubahan rasa di lidah.

Kontra Indikasi : -

Interaksi Obat : -

ANTI MALARIA

Nama Obat : Artemeter

Indikasi : Pengobatan malaria berat termasuk malaria Plasmodium falciparum


yang resisten terhadap klorokuin

Aturan Pakai :

- Dosis awal anak, 3,2 mg/kg diikuti dengan 1,6 mg/kg bb selama 4 hari
- Dosis awal dewasa, 160 mg diikuti dengan 80 mg dari hari ke 2-5
Efek Samping : Demam, retikupolati, peningkatan SGOT, aritmia,nyeri perut, anoreksia,
diare, mual, muntal, palpitasi, batuk, sakit kepala, pusing, gangguan
tidur, asthenia,arthralgia, myalgia, ruam, pruritis.

Kontra Indikasi : Semester pertama kehamilan,riwayat aritmia, bradikardia yang secara


Bermakna klinis, dan gagal jantung kongestif, riwayat keluarga
meninggal tiba-tiba atau perpanjangan interval QT congenital,
menyusui

Interaksi Obat :-

ANTI MALARIA

Nama Obat : Kina

Indikasi : Malaria falsiparum,meredakan kram kaki yang muncul pada malam hari

Aturan Pakai :

- Dewasa : 600 mg, 3 x sehari selama 10 hari


- Anak < 11 tahun : 10 mg/kg BB, 1 x tiap 8 jam selama 1 minggu
- Keram kaki, 300 mg sebelum tidur

Efek Samping : Sinkonisme, termasuk tinnitus,sakit kepala,rasa panas dikulit,mual,sakit


perut, gangguan penglihatan, bingung, reaksi alergi, angio udem,
trombositopenia dan koagulasi, gagal ginjal akut, hipoglikemia,
gangguan kardiovaskuler, sangat toksik pada overdosis.

Kontra Indikasi : Hemoglobinuria, neuritis optic, miastenia gravis

Interaksi Obat :-

ANTI VIRUS

Nama Obat : Didanosin

Indikasi : Infeksi HIV progresif atau lanjut, dalam kombinasi dengan


antiretroviral yang lain

Aturan Pakai :

- Dewasa, BB < 60kg 125mg tiap 12jam, BB >60kg 200mg tiap 12 jam
- Anak, diatas 3 bulan 120 mg/m tiap 12 jam ( 90 mg/ m bila
2 2

dikombinasi dengan zidovudin.

Efek Samping : Pankreatitis, neuropati perifer, hiperurisemia asimtomatik, diare, mual,


muntah, mulut kering, reaksi hipersensitif, gangguan retina, nervus
optikus, diabetes mellitus.

Kontra Indikasi : Gangguan fungsi hati karena pemberian didanosin sebelumnya, dan
ibu menyusui

Interaksi Obat :
- Allopurinol dan antivirus, meningkatkan kadar plasma didanosin,
- Sitotoksik, meningkatkan risiko toksisitas

ANTI VIRUS

Nama Obat : Oseltamivir

Indikasi : Terapi influenza pada dewasa dan anak usia 1 tahun atau lebih yang
memiliki gejala influenza tipika, bila virus influenza sedang bersikulasi
dalam lingkungan, dan pencegahan influenza pada dewasa dan anak
diatas 13 tahun.

Aturan Pakai : Untuk terapi influenza dan flu burung

- Dewasa, 75 mg 2 x sehari selama 5 hari


- Anak > 1 tahun, suspense 2 mg/kg BB, BB 15 kg atau kurang 30 mg
tiap 12 jam, BB 15-23 kg 45 mg tiap 12 jam, BB 23-40 kg 60 mg tiap
12 jam

Untuk pencegahan influenza

- Dewasa dan anak 13 keatas, 75 mg sehari sekurang-kurangnya selama


7 hari.

Efek Samping : Nausea, muntah, sakit perut, dyspepsia, diare, sakit kepala, lelah,
insomnia, pusing, congjungtivitis, epistaksim, ruam, jarang reaksi
hipersensitif, sangat jarang hepatitis, sindron steven jhonson.

Kontra Indikasi : Hipersensitif

Interaksi Obat : -

ANTI MIGRAIN

Nama Obat : Ergotamin Tartat

Indikasi : Serangan migren akut dan migren varian yang tidak responsif terhadap
Analgesik.

Aturan Pakai : 1-2 tablet, maksimal 4 tablet/ hari, maksimal 8 tablet/minggu

Efek Samping : Mual,muntah, vertigo, nyeri abdomen, diare, keram otot, nyeri dada,
iskemia miokard dan intestinal.

Kontra Indikasi : Hipertensi berat atau tidak terkontrol, gangguan hati dan ginjal,
penyakit pembuluh darah perifer, penyakitb vaskuler oblilaretif dan
sindrom raynaud, hamil, menyusui, penyakit jantung koroner,
hipertiroid, sepsis, porfiria.

Interaksi Obat :
- Antikukak; meningkatkan resiko ergotisme jika ergotamine dan
metisergid diberikan bersama simetidin.
- Antidepresan; dapat mengakibatkan resiko hipertensi jika ergotamine
dan metisergid diberikan bersama reboksetin.
- Beta blocker; meningkatkan vasokontriksi perifer ergotamine dan
metisergid diberikan bersama beta blocker.
- Antijamur; meningkatkan resiko ergotisme jika ergotamine dan
metisergid diberikan bersama imidazol atau triazol.
- Anastetik umum; halotan mengurangi efek ergometrin pada parturient
uterus.

ANTI MIGRAIN

Nama Obat : Ergotamin Tartat

Indikasi : Serangan migren akut dan migren varian yang tidak responsif terhadap
Analgesik.

Aturan Pakai : 1-2 tablet, maksimal 4 tablet/ hari, maksimal 8 tablet/minggu

Efek Samping : Mual,muntah, vertigo, nyeri abdomen, diare, keram otot, nyeri dada,
iskemia miokard dan intestinal.
Kontra Indikasi : Hipertensi berat atau tidak terkontrol, gangguan hati dan ginjal,
penyakit pembuluh darah perifer, penyakitb vaskuler oblilaretif dan
sindrom raynaud, hamil, menyusui, penyakit jantung koroner,
hipertiroid, sepsis, porfiria.

Interaksi Obat :
- Antikukak; meningkatkan resiko ergotisme jika ergotamine dan
metisergid diberikan bersama simetidin.
- Antidepresan; dapat mengakibatkan resiko hipertensi jika ergotamine
dan metisergid diberikan bersama reboksetin.
- Beta blocker; meningkatkan vasokontriksi perifer ergotamine dan
metisergid diberikan bersama beta blocker.
- Antijamur; meningkatkan resiko ergotisme jika ergotamine dan
metisergid diberikan bersama imidazol atau triazol.
- Anastetik umum; halotan mengurangi efek ergometrin pada parturient
uterus.

ANTI MIGRAIN

Nama Obat : Ergotamin Tartat

Indikasi : Serangan migren akut dan migren varian yang tidak responsif terhadap
Analgesik.

Aturan Pakai : 1-2 tablet, maksimal 4 tablet/ hari, maksimal 8 tablet/minggu

Efek Samping : Mual,muntah, vertigo, nyeri abdomen, diare, keram otot, nyeri dada,
iskemia miokard dan intestinal.
Kontra Indikasi : Hipertensi berat atau tidak terkontrol, gangguan hati dan ginjal,
penyakit pembuluh darah perifer, penyakitb vaskuler oblilaretif dan
sindrom raynaud, hamil, menyusui, penyakit jantung koroner,
hipertiroid, sepsis, porfiria.

Interaksi Obat :
- Antikukak; meningkatkan resiko ergotisme jika ergotamine dan
metisergid diberikan bersama simetidin.
- Antidepresan; dapat mengakibatkan resiko hipertensi jika ergotamine
dan metisergid diberikan bersama reboksetin.
- Beta blocker; meningkatkan vasokontriksi perifer ergotamine dan
metisergid diberikan bersama beta blocker.
- Antijamur; meningkatkan resiko ergotisme jika ergotamine dan
metisergid diberikan bersama imidazol atau triazol.
- Anastetik umum; halotan mengurangi efek ergometrin pada parturient
uterus.

ANTI PARKINSON

Nama Obat : Entekapon

Indikasi : Sebagai tambahan pada levodopa dengan inhibitor dekarboksilase dopa


pada penyakit Parkinson.

Aturan Pakai : 200 mg setiap dosis levodopa dengan inhibitor dekarboksilase dopa,
maksimal 2 g perhari.
Efek Samping : Mual, muntah, nyeri abdomen, konstipasi diare, perubahan warna urin
menjadi merah kecoklatan, mulut kering, diskinesia, pusing, jarang
hepatitis.

Kontra Indikasi : Kehamilan dan menyusui, gangguan fungsi hati, feokromositoma,


riwayat sindrom keganasan neuroleptik atau rabdiomiolisi non trauma.

Interaksi Obat :
- Anti koagulan dan dopaminergik : meningkatkan efek antikoagulan
- Besi, menurunkan absorpsi entekapon
- Simpatomimetik : dapat meningkatkan efek adrenalin.

DIURETIK

Nama Obat : Furosemide

Indikasi : Edema, oliguria karena gagal ginjal

Aturan Pakai : Edema


- Oral, dosis awal 40 mg pada pagi hari, dosis penunjang 20-40mg sehari
- Anak 1-3 mg/kg BB sehari maksimal 40 mg sehari
- i.m atau iv (4 mg/menit), dosis awal 20-50 mg, anak 0,5-1,5mg/kg BB
Oliguria
- Dosis awal 250mg sehari, dapat ditingkatkan , pemberian setiap 4-6 jam
- i.v (4 mg/menit), dosis awal 250 mg selama 1 jam, jika eksresi urin tidak
tercapai 500 mg lagi selam 2 jam, respon pam tersebut tidak
memuaskan 1 g lagi selama 4 jam, jika tidak diperoleh hasil maka
diperlukan dialysis.
Efek Samping : Hiponatremia,hipokalemia,danhipomegnesemia,alkalosis, hipokloremik,
eksresi kalsium meningkat, hipotensi, kurang lazim mual, gangguan
saluran cerna, hiperuresemia dan pirai, hiperglikemia, hiperkolesterol
dan trigeserida plasma meningkat, jarang terjadi ruam kulit,
fotosensivitas dan depresi sumsung tulang belakang, pangkreatitis,
tinnitus dan ketulian,
Kontra Indikasi : keadaan prakoma karena sirosis hati, gagal ginjal dat anuria.

Interaksi Obat :
- Alfa blocker dan alcohol : meningkatkan efek hipotensi
- Antidepresan : tekanan darah turun terlalu rendah
- Kaptopril : menurunkan tekanan darah
- Kortikosteroid : tubuh kehilangan banyak kalium dan menahan terlalu
banyak natrium.

ANTI DIBETIK

Nama Obat : Glibenclamide

Indikasi : Diabetes mellitus tipe 2

Aturan Pakai : Dosis awal 5 mg 1x sehari


Efek Samping : Umumnya ringan dan jarang terjadi, seperti mual, muntah, diare dan
konstipasi.
Kontra Indikasi : gangguan fungsi hati, gagal ginjal, kehamilan dan menyusui.

Interaksi Obat :
- Anti jamur : vorikonazole dapat meningkatkan kadar plasma
sulfoniluria.
- Antidepresan dan antikoagulan : penghambat MAO dapat
meningkatkan efek hipoglikemik.
- Esterogen : memberikan efek antagonis terhadap efek anti diabetes

HORMON

Nama Obat : Estradiol hemihidrat

Indikasi : Terapi sulih hormone untuk mengatasi gejala defisiensi esterogen pada
wanita menopause.

Aturan Pakai :
- Topikal (gel), 1,5 g setiap hari 3 x 24 jam selama 28 hari
- Semprot hidung 300 mcg ( 2 spray) setiap 24 jam dosis tunggal selam 21-
28 hari , diikuti dengan 2-7 hari masa istirahat.
Efek Samping :
- Bentuk spray sensasi seperti tertusuk dan perih pada tempat pemakaian, bersin dan rinorea, sakit
kepala, mastodinia, mual, perdarahan pada hidung, kenaikan atau penurunan libido.
- Kardiovaskuler dan thromboemboli, ikterus kolestatik, masthopaty jinak dan ganas, tumor
uterus, adenoma hepatic, galaktorea sebaiknya penggunaan dihentikan
- Hiposetrogenia menetap, migren, vagina mongering, iritasi okuler pemakaian kontak lensa,
hiperestrogemia: mual, payudara mengeras, iritabilita, rasa berat dikaki.
Kontra Indikasi : Tumor payudara dan uterus yang ganas, tumor hifefisial perdarahan
genital yang belum terdiagnosa, porfiria, otospongiosis, kehamilan,
riwayat tromboembolisme, tromboembolisme aktif.

Interaksi Obat : Obat-obat penginduksi enzim seperti antikonvulsi, barbiturate,


griseovulvin, rifabutin, rifamfisin dapat menurunkan efek estrogen.

ANTI ANGINA

Nama Obat : Isosorbit dinitrat

Indikasi : Profilaksis dan pengobatan angina, gagal jantung kiri

Aturan Pakai :
- Sublingual, 5-10 mg
- Oral dosis terbagi, angina 30-120 mg, gagal jantung kiri 40-160 mg
- i.v 2-10 mg/jam
Efek Samping :
- Sakit kepala berdenyut, muka merah, pusing, hipotensi postural, takikardia.
- Injeksi, hipotensi berat, mual dan muntah, diaphoresis, cemas, gelisah, palpitasi, nyeri otot,
sinkop.
Kontra Indikasi : Hipersensivitas terhadap nitarat, hipotensi atau hipovolemia, kardiopati,
obstruktif hipertrofik, stenosis aorta, tamponade jantung, perikarditis
konstruktif, stenosis mitral, anemia berat, trauma kepala, perdarahan
otak glaucoma sudut sempit.
Interaksi Obat : Obat-obat penginduksi alfa blocker,alcohol,anastetik,antagonis kalium,
Antagonis kalsium, antidepresan, antihipertensi, beta blocker, diuretik
dapat menugkatkan efek hipotensi.

ANTI ARITMIA

Nama Obat : Verapamil Hidrokrorida

Indikasi : Angina pectoris, aritmia, hipertensi esensial

Aturan Pakai :
- Hipertensi, 240-480 mg 2-3 x sehari, i.v 2 menit 5-10 mg, takikardia
paroksimal 5 mg selama 5-10 menit.
- Angina, 80-120 mg 3x sehari
- Aritmia, 240-480 mg dam 3-4 x dosis terbagi

Efek Samping : Konstipasi, pusing, mual, hipotensi,sakit kepala, edema, edema paru,
fatique,dispnea,bradiikardia, av blok,rash
Kontra Indikasi : Hipersensivitas terhadap verapamil,disfungsi ventrikuler kiri yang parah
hipotensi atau syok kardiogenik, sick sinus sindrom, AV blok tk II-III,
fluter atau fibrilasi atrium dengan jalur bahawan.

Interaksi Obat :
- kardiodepresan dapat menyebabkan sinergisme
- antihipertensi, akan meningkatkan efek hipotensi
- rifamfisin dan fenobarbital akan meningkatkan eliminasi verapamil
sehingga menurunkan ketersediaan hayati verapamil oral.

ANTI ARITMIA

Nama Obat : Kinidin

Indikasi : supresi takikardia supraventrikel dan aritmia ventrikel

Aturan Pakai : kinidin sulfat 200-400 mg 3-4 x sehari

Efek Samping : Aritmia ventrikel, trombositopenia, anemia hemolitik, jarang hepatitis


granuloma, sinkonisme.

Kontra Indikasi : Blok jantung


Interaksi Obat :
- Asetozolamida,antasida, antikoagulan, barbirturat akan meningkatkan
efek terapi dari kinidin.
- Biperiden, disiklomin, sikrimin akan menimbulkan efek antikolinergik
yang berlebihan.
- Kombinasi dengan digosin akan meningkatkan efek terapi digoksin.

ANTI ARITMIA

Nama Obat : Fenitoin Natrium

Indikasi : Aritmia, dan epilepsi

Aturan Pakai : i.v lewat kateter vena sentral 3,5-5 mg/kg BB pada kecepatan 50
mg/menit.
Efek Samping : Gangguan saluran cerna, pusing, nyeri kepala, tremor, insomnia,
neuropati perifer, hipertropi gingival, ataksia,bicara tak
jelas,nistagmus,penglihatan kabur, ruam, akne, hirsutisme, demam,
hepatitis,lupus eritomatosus,eritema multiform,efek hematologic..

Kontra Indikasi : Bradikardia sinus, blok SA, Blok jangtung jerajat 2 dan 3, syndrome
stokes adams
Interaksi Obat :
- Asetozolamida,antasida, antikoagulan, barbirturat akan meningkatkan
efek terapi dari kinidin.
- Biperiden, disiklomin, sikrimin akan menimbulkan efek antikolinergik
yang berlebihan.
- Kombinasi dengan digosin akan meningkatkan efek terapi digoksin.

ANTI HIPERTENSI

Nama Obat : Amlodipin

Indikasi : Hipertensi, angina stabil kronik, angina vasospastik.

Aturan Pakai :
- Dosis awal 5 mg 1x sehari, dosis maksimal 10 mg sehari
- Pasien usia lanjut atau dengan kelainan fungsi hati 2,5 mg 1x sehari
- Angina stabil kronik ataupun angina vasospastik 5-10 mg sehari

Efek Samping : Edema, sakit kepala, rasa lelah, mual, berkeringat, peningkatan atau
penurunan berat badan.

Kontra Indikasi : Hipersensitif terhadap amlodipin dan golongan dihidropiridin lainnya.

Interaksi Obat : Alkohol dapat menurunkan tekanan darah dan dapat meningkatkan
risiko efek samping amlodipin.
ANTI HIPERTENSI

Nama Obat : Kaptopril

Indikasi : Hipertensi sedang sampai berat, dan gagal jantung yang tidak cukup
Responsive.

Aturan Pakai :
- Dosis awal 5 mg 1x sehari, dosis maksimal 10 mg sehari
- Pasien usia lanjut atau dengan kelainan fungsi hati 2,5 mg 1x sehari
- Angina stabil kronik ataupun angina vasospastik 5-10 mg sehari

Efek Samping : Hipotensi,pusing,sakit kepala,letih,asthenia,mual,diare,keram otot,batuk


kering yang persisten,gangguan kerongkongan,perubahan suara,
perubahan pengecap, stomatitis, dyspepsia,nyeri perut, gangguan ginjal,
hiperkalemia, angiodema, urtikaria,ruam kulit, reaksi hipersensitivitas,
gejala-gejala saluran nafas atas, hiponatremia, ,palpitasi,aritmia,infark
miokard,dan strok,nyeri punggung,muka merah,sakit kuning,
pancreatitis,gangguan tidur,gelisah,perubahan suasana hati,parestesia,
impotensi, onikolisis, alopesia.

Kontra Indikasi :
- Hipersensitif terhadap captopril atau penghambat ACE lainnya
- Penyakit renovaskuler
- Kehamilan
- Porfiria
- Stenosis aorta

Interaksi Obat :
- Alkohol, obat anti inflamasi,suplemen potassium, obat-obat berefek
hipotensi.
- Penisilin dan pengganti garam akan meningkatkan kadar kalium dalam
darah

ANTI HIPERTENSI

Nama Obat : Asebutolol

Indikasi : Hipertensi, angina, aritmia

Aturan Pakai :
- Hipertensi, dosis 400mg atau 200 mg 2x sehari
- Angina, dosis awal 400 mg, pada angina berat 300 mg 3x sehari
- Aritmia, 0,4-1,2 g sehari dalam 2-3 dosis terbagi

Efek Samping : Edema, sakit kepala, rasa lelah, mual, berkeringat, peningkatan atau
penurunan berat badan.

Kontra Indikasi : Hipersensitif terhadap amlodipin dan golongan dihidropiridin lainnya.


Interaksi Obat :
- Alkohol, antiangina, anti aritmia, antipsikotika, vasodilator dapat
menurunkan tekanan darah terlalu rendah
- Antidepresan,barbiturate, akan menurunkan efek pemblok beta.
- Obat diabetes akan menurunkan efek obat diabetes.

ANTI MUAL

Nama Obat : Domperidon

Indikasi : Dispepsia fungsional, mual dan muntah akut, dan mual dan muntah
karena pemberian levodopa.

Aturan Pakai :
- Mual muntah karena levodopa, 10-20 mg tiap 4-8 jam periode pengobatan
maksimal 12 minggu
- Anak: untuk sitotoksik atau radiologi 200-400 mcg/kg BB tiap 48 jam
- Dispepsia fungsional 10-20 mg 3x sehari sebelum makan

Efek Samping : Kadar prolaktin meningkat, penurunan libido, ruam dan reaksi alergi
lain, reaksi distonia akut.

Kontra Indikasi : Hipersensitif terhadap domperidon dan penderita dengan prolaktinosa


tumor hipofise yang mengeluarkan prolaktin

Interaksi Obat :
- Domperidon mengurangi efek hipoprolaktinemia dari bromokriptin
- Pemberian obat antikolinergik muskarinik dan analgetik opioid secara
bersamaan dapat mengantagonisir efek domperidon
- Pemberian antasida dapat menurunkan bioavabilitas domperidon

ANTI MUAL

Nama Obat : Metoklopramid

Indikasi :
- Mual dan muntah pada gangguan saluran cerna dan pada pengobatan
sitotoksikatau radiologi.
- Control muntah karena operasi abdominal dan prosedur diagnostik
- Migrain

Aturan Pakai :
- Dewasa 10 mg ( 5 mg usia 15-19 tahun BB > 60 kg) 3 x sehari
- Anak 0-3 tahun BB 10-14 kg, 1 mg 2-3x sehari
- Anak 3-5 tahun BB 15-19 kg, 2 mg 2-3 x sehari
- Anak 5-9 tahun BB 20-29 kg, 2,5 mg 3 x sehari
- Anak 9-14 tahun BB > 30 kg, 5 mg 3x sehari

Efek Samping : Efek ekstrapiramidal, hiperprolaktinemia, mengantuk, gelisah, diare,


depresi, sindrom neuroleptik malignan, ruam kulit, pruritis, udem,
konduksi jantung, pada pemberian intra vena.
Kontra Indikasi : Obstruksi gastrointestinal,perforasi atau perdarahan, feokromositoma,
epilektik, gejala ekstrapiramidal dari tipe Parkinson, menyusui.

Interaksi Obat :
- Analgesik, metoklopramide akan meningkatkan absorpsi dari analgetik
- Siklosporin, metoklopramid akan menaikkan kadar siklosporin dalam
plasma
- Antipsikotik dan dopaminergik, meningkatkan resikoefeksamping
ekstrapiramidal
- Anti muskarinik, member efek antagonis terhadap efek metoklopramid

ANTI MUAL

Nama Obat : Dimenhidrinat

Indikasi : Mual,muntah, mabuk perjalanan, vertigo, kelainan labirin

Aturan Pakai :
- Dewasa 50-100 mg 2-3 x sehari
- Anak 1-6 tahun 12,5-25 mg 2-3x sehari
- Anak 7-12 25-50 mg 2-3 x sehari

Efek Samping : Mengantuk, gangguan psikomotor, sakit kepala efek antimuskaritik,


ruam, reaksi fotosensitivitas, palpitasi, aritmia, reaksi hipersensitivitas,
bronkospasme, angiodema, anafilaksis.

Kontra Indikasi : Porfiria akut, serangan asma akut,bayi premature,gagal jantung berat.

Interaksi Obat : Alkohol mengakibatkan risiko efek samping antihistamin


TELINGA, HIDUNG, DAN TENGGOROKAN (THT)

Nama Obat : Kloramfenikol

Indikasi : infeksi bakteri pada otitis eksterna

Aturan Pakai : beri 2-3 tetes kedalam telinga 2-3 x sehari

Efek Samping : Kejadian reaksi hipersensitivitas terhadap bahan vehikulum tinggi.

Kontra Indikasi : Hipersensitif terhadap kloramfenikol

Interaksi Obat : -
TELINGA, HIDUNG, DAN TENGGOROKAN (THT)

Nama Obat : Natrium klorida

Indikasi : Melembabkan membrane nasal yang kering dan teriritasi karena, pilek,
alergi, kelembaban yang rendah, perdarahan hidung minor, dan iritasi
hidung lainnya.

Aturan Pakai : beri 1-2 tetes masing-masing pada lubang hidung

Efek Samping : -

Kontra Indikasi : Hipersensivitas

Interaksi Obat : -
TELINGA, HIDUNG, DAN TENGGOROKAN (THT)

Nama Obat : Povidon iodine

Indikasi : Untuk kebersihan mulut

Aturan Pakai : Sebanyak 10 ml povidon iodine 1 % baik diencerkan atau tidak dengan
air hangat dengan jumlah sama digunakan selama 30 menit, 4 x sehari
untuk 14 hari.

Efek Samping : Iritasi mukosa dan reaksi hipersensitivitas

Kontra Indikasi : Penderita kelainan tiroid atau penerima terapi litium

Interaksi Obat : -
OBAT PSIKOTROPIK

Nama Obat : Klorpromazin

Indikasi : Psikosis lain, skizofrenia dan maniak, ansietas berat,agitasi psikomotor,


eksitasi dan perilaku kekerasan dan impulsive yang berbahaya,
antiemetic, penggunaan prabedah

Aturan Pakai : Skizofrenia dan psikosis lain, maniak terapi tambahan untuk agitasi
psikomotor,eksitasi, perilaku kekerasan atau impulsive yang berbahaya:
- Dosis awal 25 mg 3 x sehari atau 75 mg malam hari
- Dosis penunjang 75-300 mg/hari
- Lansia, 1/3-1/2 dosis dewasa
- Anak 1-5 tahun,500 mcg/kg BB setiap 4-6 jam
- Anak 6-12 tahun, dosis dewasa
Cegukan yang sulit diobati
- 25-50 mg, 3-4 x sehari, i.m 25-50 mg setiap 6-8 jam
- Anak 6-15 tahun, 500 mcg/kg BB tiap 6-8 jam

Efek Samping : Gejala ekstrapiramidal, hipotermia, mengantuk, apatis, pucak, mimpi


buruk, insomnia, depresi, agitasi, perubahan pola EEG, kejang, gejala
antimuskarinik, gejala kardiovaskuler,terjadi perubahan EKG,pengaruh
endokrin, terjadi reaksi sensitivitas, perubahan pada lensa dan retina,
pigmentasi keunguan pada kulit, kornea, kongjungtiva dan retina,
hipotensi dan takikardia.
Kontra Indikasi : Koma karena depresan SSP, depresi sumsung tulang, hindari pada
feokromositoma, gangguan hati dan ginjal berat.

Interaksi Obat :
- Adrenergik neuron blocker, alfa blocker,anastetik,antagonis
kalsium,antagonis reseptor angiotensin II, meningkatka efek hipotensi .
- Alcohol,anal opioid,ansiolitik hipnotik, meningkatkan efek sedative
- Antiaritmia, meningkatkan risiko aritmia ventricular.
- Barbiturate, meningkatkan efek antagonis terhadap efek samping
antikonvulsan.

OBAT PSIKOTROPIK

Nama Obat : Perfenazin

Indikasi : Skizofrenia,psikosis lain, dan maniak, ansietas berat,agitasi psikomotor,


eksitasi dan perilaku kekerasan dan impulsive yang berbahaya,
antiemetic, penggunaan prabedah

Aturan Pakai : Skizofrenia dan psikosis lain, maniak terapi tambahan untuk agitasi
psikomotor,eksitasi, perilaku kekerasan atau impulsive yang berbahaya:

- Dosis awal 4 mg 3 x sehari, maksimal 24 mg/hari


- Lansia, 1/4 - 1/2 dosis dewasa

Efek Samping : Gejala ekstrapiramidal terutama distonia lebih t inggi, hipotermia,


mengantuk, apatis, pucak, mimpi buruk, insomnia, depresi, agitasi,
perubahan pola EEG, kejang, gejala antimuskarinik, gejala
kardiovaskuler,terjadi perubahan EKG,pengaruh endokrin, terjadi reaksi
sensitivitas, perubahan pada lensa dan retina, pigmentasi keunguan pada
kulit, kornea, kongjungtiva dan retina, hipotensi dan takikardia, efek
sedasi kurang.

Kontra Indikasi : Koma karena depresan SSP, depresi sumsung tulang, hindari pada
feokromositoma, gangguan hati dan ginjal berat.
Interaksi Obat :
- Adrenergik neuron blocker, alfa blocker, anastetik, antagonis
kalsium,antagonis reseptor angiotensin II, meningkatka efek hipotensi .
- Alcohol,anal opioid,ansiolitik hipnotik, meningkatkan efek sedative
- Antiaritmia, meningkatkan risiko aritmia ventricular.
- Barbiturate, meningkatkan efek antagonis terhadap efek samping
antikonvulsan.

SISTEM SALURAN CERNA

Nama Obat : Ranitidin

Indikasi :
- Pengobatan jangka pendek tukak usus 12 jari aktif, tukak lambung
aktif, mengurangi gejala refluks esofagitis.
- Terapi pemeliharaan setelah penyembuhan tukak usus 12 jari aktif,
tukak lambung
- Pengobatan keadaan hipersekresi patologis

Aturan Pakai : Tukak usus 12 jari aktif , tukak lambung aktif,hipersekresi patologis,
refluks gastro esofagitis, pemeliharaan dan penyembuhan esofagitis
erosive:
- 150 mg, 2 x sehari
Esofagitis Erosif
- 150 mg, 4 x sehari

Efek Samping : Sakit kepala, malaise, pusing, mengantuk, insomnia, vertigo, agitasi,
depresi, halusinasi, takikardia,bradikardia, konstipasi,diare, mual,
muntah, nyeri perut,jarang pancreatitis, artralgia, myalgia,
leucopenia,granulositopenia, trombositopenia, ginekomastia, impoten,
penurunan libido, ruam,eritema multiforme,alopesia,anafilaksis,edema
angioneurotik, dan peningkatan kadar kreatinin serum.

Kontra Indikasi : Penderita yang hipersensitif terhadap obat ini

Interaksi Obat :
- Ranitidin tidak menghambat kerja dari sitokrom p 450 dalam hati
- Pemberian bersama walfarin dapat meningkatkan dan menurunkan
waktu protrombin.

SISTEM SALURAN CERNA

Nama Obat : Omeprazole

Indikasi : Untuk pengobatan jangka pendek tukak duodenal dan yang tidak
responsive terhadap obat-obat antagonis reseptor H2, pengobatan
jangka pendek tukak lambung, pengobatan reflux esofagitis erosive/
ulcerative yang telah didiagnosa melalui endoskopi, pengobatan jangka
lama pada sindroma Zollinger Ellison

Aturan Pakai :
- 20-40 mg 1 x sehari, untuk penderita dengan gejala tukak duodenal
penyembuhan dalam waktu 2 minggu, penderita dengan gejala tukak
lambung, reflux esofagitis/urceratif memerlukan waktu penyembuhan
4 minggu.

Efek Samping : Penggunaan lama dapat menstimulasi pertambahan sel


enterochromaffinlikecell), dan adanya pertumbuhan bakteri yang
berlebihan disaluran cerna.

Kontra Indikasi : Pasien yang hipersensitif terhadap omeprazole


Interaksi Obat :
- Omeprazole menghambat metabolisme obat-obat yang dimetabolisme
oleh system enzim sitokrom p 450 hati dan memperpanjang waktu
paruh diazepam,warfarin, dan fenitoin.
- Omeprazole mengganggu absorpsi obat-obat yang absorpsinya
dipengarui oleh pH lambung yaitu ketoconazole, ester ampisin, garam
besi.

ANTI SPASMODIK

Nama Obat : Alverin sitrat

Indikasi : Pengobatan tambahan pada gangguan saluran cerna yang ditandai oleh
spasmus otot polos, dismenore.

Aturan Pakai : 60-120 mg, 1-3 x sehari

Efek Samping : Mual,sakit kepala, pruritis, ruam kulit, dan mengantuk.

Kontra Indikasi : Ileus paralitik, jika dikombinasi dengan sterculia, abstruksi usus, faecal
infaction,atoni colon.

Interaksi Obat : -
ANTI SPASMODIK

Nama Obat : Hiosin butilbromida

Indikasi : Terapi tambahan gangguan saluran cerna dan saluran kemih yang
ditandai dengan spamus otot polos, dismenore.

Aturan Pakai :
- Dewasa: 20 mg, 4 x sehari
- Anak 6-12 tahun: 10 mg, 3 x sehari

Efek Samping : Konstipasi, bradikardia sepintas, penurunan sekresi bronkus, sulit


berkemih, dilatasi pupil dengan hilangnya akomodasi,fotofobia,mulut
kering,kuli kering dan memerah, jarang terjadi kebingungan pada
lansia, mual, muntah,giddiness, glaucoma sudut sempit.

Kontra Indikasi : Angle closure glaucoma, miastenia gravis, ileus paralitik, stenosis
pirolik dan pembesaran prostat
Interaksi Obat :
- Antiaritmia dan antihistamin, meningkatkan risiko efek samping
antimuskarinik.
- Obat mual, memberikan efek antagonis terhadap efek anti mual pada
aktivitas saluran cerna
- Dopaminergik, meningkatkan risiko efek samping antimuskarinik,

OBAT DIARE

Nama Obat : Loperamid

Indikasi : Pengobatan simptomatik diare akut sebagai tambahan rehidrasi pada


dewasa dengan diare akut dan anak > 4 tahun, diare kronik hanya pada
dewasa.

Aturan Pakai : Diare Akut


- Dewasa, dosis awal 4 mg, diikuti 2 mg setiap setelah buang air besar, dosis lazim 6-8 mg
- Anak, 4-8 tahun : 1 mg 3-4 x sehari, 9-12 tahun : 2 mg 4 x sehari

Diare kronik
- Dewasa, dosis awal 4-8 mg dikuti 2 mg setelah buang air besar

Efek Samping : Kram abdomen, pusing, mengantuk, urtikaria, ileus paralitik, dan perut
kembung

Kontra Indikasi : Kolitis ulceratif akut

Interaksi Obat : Digoksin, efek terapi digoksin meningkat.


ANALGETIK NARKOTIKA

Nama Obat : Kodein fosfat

Indikasi : Nyeri ringan sampai sedang, diare, antitusif

Aturan Pakai : 30-60 mg setiap 4 jam

Efek Samping : Mual, mengantuk,muntah,konstipasi,hipotensi,depresi nafas,kekakuan


pada otot,kesulitan kencing,spasme ureter,mulut kering, berkeringat,
sakit kepala, muka memerah, vertigo,bradikardia, takikardia, palpitasi,
hipotensi postural, hipotermia,halusinasi,disforia, mood berubah,
ketergantungan, miosis, menurunnya libido, ruam kulit, urtikaria, dan
pruritis.

Kontra Indikasi : Kolitis ulceratif akut, kejang perut, colitis akibat antibiotic, alkolisme,
depresi nafas akut,

Interaksi Obat : - Dengan alkohol dapat meningkatkan efek sedative dan efek hipotensif
- Antiaritmia;menunda absorsii miseletin
- Rifampisin mempercepat metabolism metadon(mengurangi
efek),eritromicin menaikkan kadar plasmaalfentanil
- Metoklopramid dan domperidon antagonism saluran cerna
- Simetidin menghambat metabolism analgetik opioid

OBAT DIARE

Nama Obat : Kotrimoksasol

Indikasi :
- Diare yang disebabkan oleh E.coli
- Infeksi saluran kemih dan kelamin yang disebabkan oleh E.coli,
Klebsiella sp,Enterobacter sp, Morganella morganii, Proteus mirabilis,
Proteus vulgaris.
- Otitis media akut yang disebabkan Streptococcus pneumonia,
Haemophilus influenza
- Infeksi saluran pernafasan bagian atas dan bronchitis kronis yang
disebabkan Streptococcus pneumonia, Haemophilus influenza
- Pneumonia yang disebabkan Pneumocystis carinii

Aturan Pakai :
- Bayi usia 6 minggu- 6 bulan : 120 mg, 2 x sehari
- Anak 6 bulan- 6 tahun : 240 mg, 2 x sehari
- Anak 6 12 tahun : 480 mg, 2 x sehari
- Dewasa dan anak > 12 tahun : 960 mg, 2 x sehari

Efek Samping :
- Reaksi hipersensitif, ruam kulit,sakit kepala,dan gangguan pencernaan seperti mual, muntah dan
diare
- Leucopenia, trombositopenia,agranulositosis, anemia aplastik, diskrasia darah
Kontra Indikasi :
- Penderita dengan gangguan fungsi hati yang parah, insufisiensi ginjal, wanita hamil, wanita
menyusui, bayi premature atau di bawah 2 bulan
- Penderita anemia megaloblastik yang terjadi pada kekurangan asam folat
- Penderita yang hipersensitif terhadap trimetoprim dan obat-obat golongan sulfonamide.

Interaksi Obat :
- kotrimoksazole dapat menambah efek dari antikoagulan dan
memperpanjang waktu paruh fenitoin.
- Diuretik terutama tiazid dapat meningkatkan terjadinya
trombositopenia.

ANTIBIOTIK

Nama Obat : Kotrimoksasol

Indikasi :
- Diare yang disebabkan oleh E.coli
- Infeksi saluran kemih dan kelamin yang disebabkan oleh E.coli,
Klebsiella sp,Enterobacter sp, Morganella morganii, Proteus mirabilis,
Proteus vulgaris.
- Otitis media akut yang disebabkan Streptococcus pneumonia,
Haemophilus influenza
- Infeksi saluran pernafasan bagian atas dan bronchitis kronis yang
disebabkan Streptococcus pneumonia, Haemophilus influenza
- Pneumonia yang disebabkan Pneumocystis carinii

Aturan Pakai :
- Bayi usia 6 minggu- 6 bulan : 120 mg, 2 x sehari
- Anak 6 bulan- 6 tahun : 240 mg, 2 x sehari
- Anak 6 12 tahun : 480 mg, 2 x sehari
- Dewasa dan anak > 12 tahun : 960 mg, 2 x sehari

Efek Samping :
- Reaksi hipersensitif, ruam kulit,sakit kepala,dan gangguan pencernaan seperti mual, muntah dan
diare
- Leucopenia, trombositopenia,agranulositosis, anemia aplastik, diskrasia darah

Kontra Indikasi :
- Penderita dengan gangguan fungsi hati yang parah, insufisiensi ginjal, wanita hamil, wanita
menyusui, bayi premature atau di bawah 2 bulan
- Penderita anemia megaloblastik yang terjadi pada kekurangan asam folat
- Penderita yang hipersensitif terhadap trimetoprim dan obat-obat golongan sulfonamide.

Interaksi Obat :
- kotrimoksazole dapat menambah efek dari antikoagulan dan
memperpanjang waktu paruh fenitoin.
- Diuretik terutama tiazid dapat meningkatkan terjadinya
trombositopenia.

ANTI ASMA

Nama Obat : Teophilin

Indikasi : Pencegahan dan pengobatan asma bronchial, asma bronchitis, asma


kardial, emfisema paru

Aturan Pakai :
- Dewasa : 130-150 mg
- Anak 6-12 tahun : 65-150 mg
- Bayi < 1 tahun : 67-75 mg, 3-4 x sehari

Efek Samping : Mual, muntah, sakit kepala, insomnia, palpitasi, takikardia, aritmia
ventrikuler, ruam kulit

Kontra Indikasi : Hipersensitivitas, tukak lambung,diabetes, gastritis, gangguan hati dan


ginjal

Interaksi Obat :
- Alkohol,barbiturate, kafein: menyebabkan efek terapi teofilin
berkurang
- Allopurinol, simetidin, dan eritromicin: efek terapi teofilin meningkat
ANTI ASMA

Nama Obat : Salbutamol

Indikasi : Asma bronchial, asma bronchitis, dan emfisema pulmonum

Aturan Pakai :
- Dewasa : 130-150 mg
- Anak 6-12 tahun : 65-150 mg
- Bayi < 1 tahun : 67-75 mg, 3-4 x sehari

Efek Samping : Mual, sakit kepala, insomnia, palpitasi, tremor, vasodilatasi periferal,
takikardia dan hipokalemikadang timbul setelah pemberian dosis tinggi

Kontra Indikasi : Hipersensitivitas

Interaksi Obat : Beta blocker seperti propanolol, menghambat efek salbutamol


ANTITUSIF

Nama Obat : Kodein fosfat

Indikasi : Batuk kering, batuk disertai nyeri

Aturan Pakai :

- Dewasa : 10-20 mg tiap 4-6 jam


- Anak 6-12 tahun : 5-10 mg tiap 4-6 jam
- Anak 2 6 tahun : 0,5- 1mg/kg BB/hari dalam dosis terbagi tiap 4-6 jam.

Efek Samping : Konstipasi, depresi pernafasan pada pasien yang sensitive atau pada
dosis besar

Kontra Indikasi : Batuk berdahak, penyakit hepar, gangguan ventilasi

Interaksi Obat : - Dengan alkohol dapat meningkatkan efek sedative dan efek hipotensif
- Antiaritmia; menunda absorpsi miseletin
- Rifampisin mempercepat metabolism metadon (mengurangi efek),
eritromicin menaikkan kadar plasmaalfentanil
- Metoklopramid dan domperidon antagonisme saluran cerna
- Simetidin menghambat metabolism analgetik opioid
EKSPEKTORAN

Nama Obat : Glyceryl guaiacolate

Indikasi : Meredakan batuk berdahak

Aturan Pakai :
- Dewasa : 2-4 tablet setiap 4 jam, maksimal 24 tablet sehari
- Anak : 1-2 tablet tiap 4 jam, maksimal 12 tablet sehari

Efek Samping : Jarang terjadi mual, mengantuk

Kontra Indikasi : Penderita hipersensitive terhadap glyceryl guaiacolate

Interaksi Obat : -
EKSPEKTORAN

Nama Obat : Ambroxol

Indikasi : Sebagai sekretolitik pada gangguan saluran nafas akut dan kronis
khususnya pada eksaserbasi bronchitis kronis dan bronchitis asmatik
dan asma bronkial

Aturan Pakai : Tablet

- Dewasa : 1 tablet 2-3 x sehari


- Anak 6-12 tahun : tablet 2-3 x sehari

Sirup

- Anak usia < 2 tahun : 2,5 ml 2 x sehari


- Anak 2-6 tahun : 2,5 ml 3 x sehari
- Anak 6-12 tahun : 5 ml 2-3 x sehari

Efek Samping : reaksi intoleran,reaksi alergi seperti pembekakan wajah,dispneu,demam

Kontra Indikasi : Penderita hipersensitive terhadap ambroxol

Interaksi Obat : Pemberian bersamaan dengan antibiotic menyebabkan penerimaan


antibiotik kedalam jaringan paru-paru
EKSPEKTORAN

Nama Obat : Ambroxol

Indikasi : Sebagai sekretolitik pada gangguan saluran nafas akut dan kronis
khususnya pada eksaserbasi bronchitis kronis dan bronchitis asmatik
dan asma bronkial

Aturan Pakai : Tablet

- Dewasa : 1 tablet 2-3 x sehari


- Anak 6-12 tahun : tablet 2-3 x sehari

Sirup

- Anak usia < 2 tahun : 2,5 ml 2 x sehari


- Anak 2-6 tahun : 2,5 ml 3 x sehari
- Anak 6-12 tahun : 5 ml 2-3 x sehari

Efek Samping : reaksi intoleran,reaksi alergi seperti pembekakan wajah,dispneu,demam

Kontra Indikasi : Penderita hipersensitive terhadap ambroxol

Interaksi Obat : Pemberian bersamaan dengan antibiotic menyebabkan penerimaan


antibiotik kedalam jaringan paru-paru
ANTI HEMOROID

Nama Obat : Antihemoroid, tiap suppositoria mengandung :

Bismuth subgallate 150 mg, hexachlorophene 2,5 mg, lignocaine 10


mg, zinc oxide 120 mg

Indikasi : Hemoroid

Aturan Pakai : 1-2 x sehari sebelum tidur, jangan dipakai terus-menerus

Efek Samping : Hexachlorophene dapat menyebabkan iritasi local, gejala keracunan


sistemik, perangsangan susunan syaraf pusat

Kontra Indikasi : Tidak boleh digunakan untuk anak-anak

Interaksi Obat : -
ANTI HEMOROID

Nama Obat : Antihemoroid, tiap suppositoria mengandung :

Bismuth subgallate 150 mg, hexachlorophene 2,5 mg, lignocaine 10


mg, zinc oxide 120 mg

Indikasi : Hemoroid

Aturan Pakai : 1-2 x sehari sebelum tidur, jangan dipakai terus-menerus

Efek Samping : Hexachlorophene dapat menyebabkan iritasi local, gejala keracunan


sistemik, perangsangan susunan syaraf pusat

Kontra Indikasi : Tidak boleh digunakan untuk anak-anak

Interaksi Obat : -
ANTI HEMOROID

Nama Obat : Antihemoroid, tiap suppositoria mengandung :

Bismuth subgallate 150 mg, hexachlorophene 2,5 mg, lignocaine 10


mg, zinc oxide 120 mg

Indikasi : Hemoroid

Aturan Pakai : 1-2 x sehari sebelum tidur, jangan dipakai terus-menerus

Efek Samping : Hexachlorophene dapat menyebabkan iritasi local, gejala keracunan


sistemik, perangsangan susunan syaraf pusat

Kontra Indikasi : Tidak boleh digunakan untuk anak-anak

Interaksi Obat : -
ANTI INFLAMASI NON STEROID

Nama Obat : Asam mefenamat

Indikasi : Meredakan nyeri ringan sampai sedang sehubungan dengan sakit


kepala, sakit gigi, disminore primer, termasuk nyeri karena trauma,
nyeri otot, dan nyeri sesudah operasi.

Aturan Pakai : Dewasa dan anak-anak diatas 14 tahun, dosis awal 500 mg selanjutnya
250 mg setiap 6 jam

Efek Samping :
- Sistem pencernaan : mual. Muntah, diare, dan rasa sakit pada abdomen
- Sistem hematopoietic : leucopenia, eosinophilia, thrombocytopenia dan
agranulocytopenia
- Sistem saraf : mengantuk, pusing, penglihatan kabur dan insomnia.

Kontra Indikasi :
- Pasien yang hipersensitif terhadap asam mefenamat
- Penderita yang mengalami bronkospasme, rhinitis alergi, urtikaria
- Penderita dengan tukak lambung dan usus
- Penderita dengan gangguan ginjal yang berat

Interaksi Obat : Penggunaan bersamaan dengan antikoagulan oral dapat memperpanjang


waktu prothrombin
VITAMIN

Nama Obat : Asam ascorbat ( vitamin C )

Indikasi : Defisiensi vitamin c, pencegahan dan pengobatan scorbut, selesma,


antilipemis, mempercepat penyembuhan luka, memperbaiki fungsi otos,
dan penyakit pfeiffer.

Aturan Pakai :
- Defisiensi 250-500 mg 2 x sehari setelah makan, bayi 100 mg
- Profilaktis 100-1000 mg sehari
- Terapi penyakit Pfeiffer 1000mg 3-4 x sehari selama 7-10 hari

Efek Samping : Diare, terjadinya batu ginjal oksalat.

Kontra Indikasi :-

Interaksi Obat :
- Vitamin C meningkatkan resorpsi besi
- Vitamin B12 efeknya dapat diperlemah sehinnga terjadi defisiensi
- Dosis diatas 10 g sehari memperlambat efek antikoagulan oral
VITAMIN

Nama Obat : Tiamin ( vitamin B1 )

Indikasi : Defisiensi tiamin, dan digunakan pada neuralgia.

Aturan Pakai :
- Defisiensi 5-10 mg, 3 x sehari
- Profilaktis 2-5 mg, 3 x sehari

Efek Samping : Dapat terjadi keracunan dalam dosis besar

Kontra Indikasi : -

Interaksi Obat : -
ANTISEPTIK

Nama Obat : Alkohol

Indikasi : Antiseptik kulit sebelum injeksi

Aturan Pakai : Diusapkan pada kulit selama 2 menit.

Efek Samping : Dermatitis kontak, urtikaria, dan efek sistemik karena absorpsi melalui
kulit.

Kontra Indikasi :-

Interaksi Obat : -
ANTISEPTIK

Nama Obat : Hidrogen peroksida

Indikasi : Antiseptik untuk luka, deodorant, obat kumur, dan pembersih serumen

Aturan Pakai :
- Pembersih luka : larutan 3- 6 %
- Obat kumur : 1,5 %
- Serumen : 30 mg/ml

Efek Samping : -

Interaksi Obat : -
DIURETIK

Nama Obat : Hidroklorotiazid

Indikasi : Edema, hipertensi

Aturan Pakai :
- Edema, dosis awal 12,5-25 mg sehari, edema kuat pada pasien yang
tidak mampu mentoleransi diuretika berat 75 mg sehari
- Hipertensi, dosis awal 12,5 mg sehari, dosis dapat ditingkatkan samapi
25 mg sehari
- Usia lanjut, dosis awal 12,5 mg sehari

Efek Samping : Anoreksia, penurun an nafsu makan, iritasi lambung, diare, konstipasi,
sialadenitis, pancreatitis, gangguan penglihatan sementara, leucopenia,
thrombositopenia, anemia aplastik, anemia hemolitik, depresi sumsum
tulang belakang, reaksi sensitivitas, ruam, urtikaria, reaksi anafilaksis,
keracunan epidermal nekrolisis, demam, penekanan saluran pernafasan,
gangguan ginjal, nefritis interstisial, kejang otot, lemas, gelisah, kepala
terasa ringan, vertigo, paraesthesia, hipotensi postural, kardiak aritmia,
gangguan tidur dan depresi.

Kontra Indikasi : Gangguan hati berat, gangguan ginjal berat, hipokalemia refraktori,
hiperkalsemia, hamil dan menyusui.

Interaksi Obat : Alkohol, barbiturate atau narkotik, obat-obat antidiabetik, kolestiramin


dan resin kolestipol, kortikosteroid, ACTH, glikosida digitalis, AINS,
pressoe amine, relaksan otot skelet nondepolarizing, garam
kalsium,atropine, beperiden,siklofosfamid, metotreksat.
DIURETIK

Nama Obat : Spironolakton

Indikasi : Edema, dan sirosis hati, asites malignan, sindroma nefrotik, gagal
jantung kongestif, hiperaldosteronism primer

Aturan Pakai :
- Dewasa, 100-200 mg sehari jika perlu ditingkatkan samapi 400 mg
- Anak, dosis awal 3 mg/kg BB dalam dosis terbagi

Efek Samping : Gangguan saluran cerna, impotensi, ginekomastia, menstrausi tidak


teratur, letargi, sakit kepala, bingung, ruam, hiperkalemia,
heponatremia, hepatotoksisitas, osteomalasia, dan gangguan darah.

Kontra Indikasi : -

Interaksi Obat : -
ANTI DIABETIK

Nama Obat : Insulin

Indikasi : Diabetes mellitus, ketoasidosis diabetes

Aturan Pakai : Melalui injeksi subkutan, intramuscular atau infuse intravena sesuai
kebutuhan.

Efek Samping : Hipoglikemia noktural, udema sementara, reaksi local,reaksi local dan
hipertrofi lemak pada daerah injeksi, jarang terjadi reaksi
hipersensitivitas, termasuk urtikaria, ruam.

Kontra Indikasi : -

Interaksi Obat : -
- Antagonis hormon,dapat menurunkan kebutuhan terhadap insulin
- Antiaritmia,disopramid dapat meningkatkan efek hipoglikemik insulin
- Esterogen, memberikan efek anatagonis terhadap anti diabetik
ANTI DIABETIK

Nama Obat : Metformin

Indikasi : Diabetes mellitus

Aturan Pakai : Dewasa dan anak > 10 tahun dosis awal, 500 mg setelah sarapan untuk
1 minggu, kemudian 500 mg setelah sarapan dan makan malam,
kemudian 500 mg setelah sarapan, makan siang, dan makan malam.

Efek Samping : Anoreksia, muntah, mual, diare, nyeri perut, rasa logam, asidosis laktat,
penurunan penyerapan vitamin B12, eritema, pruritus, urtikaria, dan
hepatitis.

Kontra Indikasi : Gangguan fungsi ginjal, ketoasidosis, h ipoksia jaringan, wanita hamil
dan menyusui.

Interaksi Obat :
- Alkohol,antidepresan dan aritmia, dapat meningkatkan efek
hipoglikemik
- Antitukak, simetidin menurunkan eksresi metformin
- Esterogen, memberikan efek anatagonis terhadap anti diabetik
HORMON

Nama Obat : Stilboestrol

Indikasi : Kanker payudara, dan kanker prostat

Aturan Pakai :
- Kanker payudara, 10-20 mg/hari
- Kanker prostat, 1-3 mg/hari

Efek Samping : Penyakit jantung, gangguan penyakit hati, efek feminism pada pria

Kontra Indikasi : Gangguan fungsi hati

Interaksi Obat : -
HORMON

Nama Obat : Eksemestan

Indikasi : Kanker payudara lanjut pada wanita post-menopause

Aturan Pakai : Oral, 25 mg sekali sehari sesudah makan

Efek Samping : Mual, muntah, nyeri abdomen, dyspepsia, konstipasi, anoreksia, pusing,
lelah, sakit kepala, depresi, insomnia, hot flushes, berkeringat alopesia,
kemerahan tidak umum, mengantuk, asthenia, udem perifer, jarang
trombositopenia, leucopenia,

Kontra Indikasi : Kehamilan dan menyusui

Interaksi Obat : Antibakteri, rifamfisin dapat menurunkan kadar plasma eksemestan