Você está na página 1de 2

Agama adalah Nasihat

Diriwayatkan dari Tamim al-Dariyyi RA:

Rasulullah SAW berkata: Agama adalah nasihat

Nasihat kepada siapa, Ya Rasulullah?

Kepada Allah, kitabNya, RasulNya, juga kepada para pemimpin orang-


orang muslim, dan kepada seluruh umat Islam

Apa yang dimaksud nasihat dalam hadis tersebut? Secara bahasa, nasihat
berasal dari kata Arab na-sa-ha artinya murni, bersih,
mengingatkan, atau menganjurkan. Ibnu al-Atsir dalam kitab Nihayah
menjelaskan bahwa nasihat biasa dgunakan untuk mengharap kebaikan
pada orang yang dinasihati

Abu Sulaiman al-Khattabi menjelaskan bahwa nasihat berasal dari


nasaha al-rajul tsaubahu idza khatahu artinya seorang lelaki sedang
menjahit pakaiannya. Orang yang menasihati mirip seorang penjahit
pakaian, ia sedang memperbaiki (akhlak) orang lain.

Lantas, apa makna nasihat dalam hadis tersebut? Nasihat kepada Allah
SWT, kata al-Nawawi, adalah memperbaiki dan membersihkan hati dari
segala hal yang menyebabkan syirik (menyekutukan Allah SWT), mantaati
segala perintah dan laranganNya, ikhlas beribadah, menyayangi seluruh
umat manusia, dan setersusnya. Singkatnya, menasihati Allah adalah
tunduk dan patuh hanya kepada Allah SWT dengan segala
konsekuensinya dan membersihkan hati dari selainNya.

Nasihat kepada kitab suciNya berarti yakin dan percaya bahwa ia adalah
kitab suciNya, selalu membacanya dengan khusyuk, memahami,
menghayati, dan meresapi maknanya, sekaligus mengamalkannya dalam
kehidupan sehari-hari. Sedangkan nasihat kepada rasulNya berarti
percaya bahwa ia utusanNya, pembawa risalahNya, juga membenarkan
segala apa yang disampaikannya. Nasihat dalam arti pertama, kedua, dan
ketiga berarti sebuah pengakuan, penegasan, komitmen, serta tanggung
jawab seorang makhluk kepada Sang Khalik.

Adapun nasihat kepada para pemimpin adalah menyerukan kebaikan,


menegur apabila melakukan kesalahan, membantu dan bekerja sama
dalam menegakkan kebenaran, tidak melakukan pembangkangan
(makar), dan berdiri satu barisan melawan ketidakadilan.

Yang terakhir adalah nasihat kepada seluruh umat Islam, yaitu mencintai
mereka melebihi cinta kepada diri sendiri, menghormati orang tua,
menyayangi anak kecil, menolong sesama umat manusia, dan semua
kebajikan.
Hadirin Jamaah Jumat yang dirahmati Allah...
Yang keempat dan kelima, nasihat ditunjukkan untuk kebaikan diri sendiri
dan orang lain. Agar nasihat kita sampai kepada orang lain, maka butuh
cara dan strategi bagaimana agar nasihat itu mudah diterima juga mudah
dikomunikasikan kepada orang lain.

Di sinilah pentingnya dakwah (mengajak dan menasihati) dengan santun,


toleran, dan mengedepankan nilai-nilai kemanusiaan. Orang berdakwah
harus mengetahui psikologi, situasi sosial dan budaya masyarakat tempat
ia berdakwah. Al-Quran mengatakan: