Você está na página 1de 8

TUGAS

ANGKUTAN UMUM
WILAYAH PELAYANAN ANGKUTAN UMUM

Disusun oleh :
Dillah Nurfathiyah Mufti
13 511 330

JURUSAN TEKNIK SIPIL


FAKULTAS TEKNIK SIPIL DAN PERENCANAAN
UNIVERSITAS ISLAM INDONESIA
YOGYAKARTA
2016
ANGKUTAN UMUM

DIK:

Suatu kota X dengan total penduduk 511330 jiwa. Memiliki 7 kelurahan (A,B,C,D,E,F,G)
dengan data sekunder sebagai berikut :

KELURAHAN JUMLAH JUMLAH JUMLAH JUMLAH


PENDUDUK PENDUDUK MOBIL SEPEDA
(JIWA) POTENSIAL PRIBADI MOTOR
BERPERJALANAN (UNIT) (UNIT)
(JIWA)
A 76700 61360 11450 50322
B 92039 73631 11210 65765
C 71586 57269 10576 50766
D 86926 69541 12634 47777
E 76700 61360 10844 50888
F 56246 44997 9288 35050
G 51133 40906 10988 21150

Asumsi:

1. Mobil rata rata mengangkut 2 orang


2. Sepeda motor rata rata mengangkut 1 orang
3. Jenis angkutan umum yang dipakai dalah bus sedang

Pertanyaan :

1. Gunakan pedoman praktis untuk menentukan wilayah pelayanan angkutan umum


dikota X tersebut!
2. Dari hasil yang anda dapatkan, kesimpulan apa yang dapat dijelaskan ?
3. Variabel apa yang dapat merubah agar sebuah wilayah dapat dilayani oleh angkutan
umum?
Penyelesaian :

1. Menghitung angka pemilikan kendaraan pribadi (kend/penduduk)


K = V/P, Dimana : K = Angka kepemilikan kendaraan pribadi
V = Jumlah kendaraan pribadi (kendaraan)
P = Jumlah penduduk seluruhnya

KELURA JUMLAH JUMLAH K MOBIL JUMLAH K MOTOR


HAN PENDUDUK MOBIL (V/P) SEPEDA (V/P)
(JIWA) PRIBADI MOTOR
(P) (UNIT) (UNIT)
(V) (V)
A 76700 11450 0,1493 50322 0,6561
B 92039 11210 0,1218 65765 0,7145
C 71586 10576 0,1477 50766 0,7092
D 86926 12634 0,1453 47777 0,5496
E 76700 10844 0,1414 50888 0,6635
F 56246 9288 0,1651 35050 0,6232
G 51133 10988 0,2149 21150 0,4136

2. Menghitung kemampuan pelayanan kendaraan pribadi


L= K. PmC, Dimana :L = kemampuan pelayanan kendaraan pribadi
K= Angka pemilikan kendaraan pribadi
Pm= Jumlah penduduk potensial melakukan pergerakan
C = jumlah penumpang yang diangkut oleh kendaraan pribadi

Dimana C yang digunakan untuk mobil adalah 2 dan untuk motor adalah 1
Kelurahan Jumlah Jumlah K MOBIL L= K. PmC
Penduduk Mobil (V/P)
Potensial Pribadi
Berperjalana (Unit)
n (Jiwa)
PM
A 61360 11450 0,1493 18320
B 73631 11210 0,1218 17935,9513
C 57269 10576 0,1477 16921,6591
D 69541 12634 0,1453 20214,4581
E 61360 10844 0,1414 17350,4
F 44997 9288 0,1651 14860,8661
G 40906 10988 0,2149 17580,6281

Kelurahan Jumlah Jumlah K MOTOR L= K. PmC


Penduduk Mobil (V/P)
Potensial Pribadi
Berperjalana (Unit)
n (Jiwa)
PM
A 61360 11450 0,6561 40257,6
B 73631 11210 0,7145 52611,86
C 57269 10576 0,7092 40612,94
D 69541 12634 0,5496 38221,71
E 61360 10844 0,6635 40710,4
F 44997 9288 0,6232 28040,12
G 40906 10988 0,4136 16919,83

3. Menghitung besarnya jumlah penduduk potensial melakukan pergerakan yang


membutuhkan pelayanan angkutanumu penumpang (M)
M = Pm Lmobil + Lmotor
Kelurahan Jumlah L= K. PmC L= K. PmC M = Pm
Penduduk (MOBIL) (MOTOR) Lmobil +
Potensial Lmotor
Berperjalanan
(Jiwa)
PM
A 61360 18320 40257,6 2782,4
B 73631 17935,9513 52611,86 3083,191625
C 57269 16921,6591 40612,94 -265,600928
D 69541 20214,4581 38221,71 11104,83194
E 61360 17350,4 40710,4 3299,2
F 44997 14860,8661 28040,12 2096,009316
G 40906 17580,6281 16919,83 6405,537363

4. Jumlah permintaan angkutan umum penumpang (D)


D = Pm x M dimana, Pm = Jumlah penduduk potensial berperjalanan
M = besarnya jumlah penduduk potensial melakukan
pergerakan yang membutuhkan pelayanan angkutanumu
penumpang

Kelurahan Jumlah Penduduk Potensial M = Pm Lmobil D = Pm x M


Berperjalanan (Jiwa) + Lmotor
PM
A 61360 2782,4 170728064
B 73631 3083,191625 227018482,6
C 57269 -265,600928 -15210699,5
D 69541 11104,83194 772241117,8
E 61360 3299,2 202438912
F 44997 2096,009316 94314131,2
G 40906 6405,537363 262024911,4
5. Jumlah penumpang minimal untuk mencapai titik impas pengusahaan angkutan
umum penumpang.
a. Jumlah penumpang miniman untuk kendaraan angkut umum berdasarkan Tabel
II.4 SK 687-2002 sebagai berikut :
Data jenis kendaraan adalah Bus Sedang sehingga jumlah penumpang per hari
Bus (P Min) adalah 500
b. Jumlah kendaraan minimal untuk pengusaha angkutan umum penumpang
berdasarkan Tabel II.5 SK 687-2002 sebagai berikut :
Data jenis angkutan adalah Bus Sedang sehingga jumlah minimum adalah 20 Unit

6. Penentuan titik-titik terjauh permintaaan pelayanan angkutan umum penumpang


adalah sebagai berikut.
Suatu daerah dapat dilayani angkutan umum penumpang jika :
D > R x Pmin
Dimana, D = jumlah permintaan angkutan umum
R = jumlah kendaraan minimal untuk pengusaha angkutan umum
penumpang
P.min= jumlah penumpang minimal per kendaraan per hari

Kelurahan D = Pm x M R P min D > R x Pmin (dapat dilayani


angkutan umum)
A 170728064 20 500 dapat dilayani angkutan umum
B 227018482,6 20 500 dapat dilayani angkutan umum
C tidak dapat dilayani angkutan
-15210699,5 20 500 umum
D 772241117,8 20 500 dapat dilayani angkutan umum
E 202438912 20 500 dapat dilayani angkutan umum
F 94314131,2 20 500 dapat dilayani angkutan umum
G 262024911,4 20 500 dapat dilayani angkutan umum

7. Jumlah kendaraan yang dibutuhkan untuk melayani suatu daerah/kelurahan (N):


N = D / Pmin
Dimana, N = Jumlah kebutuhan kendaraan
D = Jumlah Permintaan perhari
P min = Jumlah kendaraan minimal per hari per kendaraan

Kelurahan D = Pm x M P min N = D / Pmin


A 170728064 500 341456,128
B 227018482,6 500 454036,9651
C -15210699,5 500 -30421,39904
D 772241117,8 500 1544482,236
E 202438912 500 404877,824
F 94314131,2 500 188628,2624
G 262024911,4 500 524049,8228

8. Jika N< R, suatu daerah tidak dapat dimasukan ke dalam wilayah pelayanan angkutan
umum.
Jika N> R suatu daerah dapat menjadi bagian wilayah pelayanan angkutan umum.
Kelurahan N R N>R (dapat menjadi bagian wilayah
pelayanan angkutan umum)
A dapat menjadi bagian wilayah pelayanan
341456,128 20 angkutan umum
B dapat menjadi bagian wilayah pelayanan
454036,9651 20 angkutan umum
C tidak dapat menjadi bagian wilayah
-30421,39904 20 pelayanan angkutan umum
D dapat menjadi bagian wilayah pelayanan
1544482,236 20 angkutan umum
E dapat menjadi bagian wilayah pelayanan
404877,824 20 angkutan umum
F dapat menjadi bagian wilayah pelayanan
188628,2624 20 angkutan umum
G dapat menjadi bagian wilayah pelayanan
524049,8228 20 angkutan umum
Kesimpulan :

Dari hasil yang didapatkan semua kelurahan dapat menjadi bagian wilayah pelayanan
angkutan umum terkecuali pada kelurahan C karena pada kelurahan C jumlah kendaraan
yang dibutuhkan (jumlah kebutuhan kendaraan) lebih kecil atau lebih sedikit daripada Jumlah
kendaraan minimal untuk pengusaha angkutan umum penumpang dalah hal ini adalah jumlah
minimal bus sedang.
Variabel yang dapat merubah agar sebuah wilayah dapat dilayani oleh angkutan
umum adalah variabel jumlah kendaraan yang dibuthkan harus lebih banyak daripada jumlah
permintaan penumpang agar wilayah tersebut dapat dilayani oleh angkutan umum.